Tokyo Love Tokyo Chapter 1/3 | @beth91191


Title         : Tokyo Love Tokyo

Author     : Beth

Chapter    : 1/3

Genre       : Romance, Yaoi

Rate         : 13+

Pov          : Jaejoong

-Chapter 1-

[FLASH BACK]

Hari ini adalah hari pertama setelah aku wisuda kelulusan SMA. Hari dimana aku secara resmi udah lepas dari dunia SMA yang mengikat dengan jadwal-jadwalnya dan seragam-seragamnya. Hari ini juga adalah hari yang aku tunggu-tunggu udah sejak lama. Yaitu dimana hari ini adalah hari kita satu angkatan yang baru aja lulus ini liburan bersama merayakan kelulusan. Dan tebak kita pada mau kemana? Negeri matahari, sakura, sushi yaa.. Jepang.. kita akan liburan ke Jepang, lebih tepatnya ke jantung negara Jepang, Tokyo.

Aku, dua sahabat terbaikku dan rombongan sekolah lainnya sekarang sudah berada dalam pesawat.

“Aaaaahhh…~ Tokyoo we’re coming…” seru Junsu yang duduk di samping kiriku.

Kututup telinga kiriku dengan tanganku.

“Yak..yak..yak.. Junsu~ah.. Kita masih di baru aja naik ke pesawat. Pesawat aja belum take off. Kenapa kamu udah teriak-teriak segala. Sakit telingaku..” sahut Yoochun yang duduk di samping kananku.

“Yoochun.. Kamu aja yang nggak duduk di sampingnya aja dah ngerasa ke ganggu apa lagi aku yang tepat duduk disampingnya. Sepertinya nggak bakal bisa tidur aku kalau begini.” Ucapku sambil melotot ke arah Junsu.

“Hyung.. apa yang salah.. aku ngomongnya kan biasa aja..” jawab Junsu dengan wajah polosnya.

“Dolphin.. Suara dolphinmu itu sungguh luar biasa jadi kamu ngomong biasa aja udah jadi luar biasa malah di luar kebiasaan alias nggak wajar..” cetus Yoochun.

“Yak Yochun!!! Kau..” seru Junsu sambil menggepalkan tangannya dan mengarahkan pada Yoochun.

“Heyy.. Kalian ini kayak anak kecil aja. Baru aja lulus SMA, tapi kelakuan masih kayak anak SD.” Selaku.

“Hyung, jika kau ingin tidur, kita tuker tempat duduk aja. Mungkin kalau hyung nggak tepat di samping si dolphin ini, hyung bisa sedikit tenang.” Kata Yoochun.

“Benar juga. Yaudah ayo tuker tempat.” Jawabku sambil berdiri untuk berpindah tempat duduk dengan Yoochun.

“Junsu..” ucap Yoochun ketika duduk di samping Junsu langsung menyubit pipi nya dengan perasaan gemas.

“Hey Park Yoochun. Dasar kau ya.. Lepaskan.” Seru Junsu.

Mereka berdua memang terlalu mesra untuk hubungan pertemanan. Walaupun sering mengganggu dan di ganggu tapi justru itu yang membuat mereka tampak lebih mesra. Jangan-jangan memang ada apa-apa antara mereka berdua. Ah entahlah.. aku hanya bisa wait and see aja deh.

Tak seberapa lama, aku pun yang udah mengantuk karena semalaman belum tidur karena pesta kelulusan bersama anak-anak pun langsung terlelap begitu saja.

-oOo-

“Hyung..Hyung.. Bangunlah..” sebuah suara membangunkan aku dari tidurku.

“Jaejong Hyung.. ayo bangun..” sebuah suara yang lain juga berusaha membangunkanku. Tapi kali yang kedua ini suara nya sungguh cempreng dan membuat telingaku sakit.

Perlahan kubuka mataku dan kudapati wajah-wajah yang sangat ku kenal.

“Ya Dolphin.. Suaramu..” ucapku.

“Hyung gara-gara kamu yang nggak juga bangun, kita jadi telat nih..” jawab Junsu.

“Benarkah?” tanya ku yang masih setengah sadar.

“Sudahlah. Ayo hyung kita udah telat. Rombongan yang lain udah keluar dari tadi.” Kata Yoochun.

“Ayo cepat kalau gitu..” kami pun segera meloncat dan berlari keluar pesawat.

Setelah mengambil tas, kami pun berlarian menuju depan bandara. Kami lihat bis kami udah penuh dengan anak-anak yang udah duduk rapi dan tenang di dalamnya. Kami pun segera masuk ke dalam bis.

“Jeongmal mianhaeyo songsaenim..” ucap kami ketika melihat songsaenim kami sudah melipat kedua tangannya berdiri dengan wajah marah.

“Yak!!! Kalian bertiga.. Kemana aja kalian?? Lama sekali.. Cepat duduk..” ucap songsaenim kami.

Dengan segera kami pun duduk di tempat duduk yang kosong yaitu tempat duduk yang paling belakang.

Sepanjang perjalanan menuju hotel bisa kulihat pemandangan kota Tokyo yang banyak perbedaan dengan Seoul.

Korea Selatan dan Jepang memanglah negara bertetangga tapi antara mereka berdua banyak sekali perbedaannya. Mulai dari segi bangunan, tata kota, adat istiadat, kebiasaan masyarakatnya hingga bahasanya yang benar-benar sangat berbeda. Padahal kami satu rumpun, tapi entah mengapa kalau aku pergi ke Jepang, seperti pergi ke suatu tempat yang jauh aja.

Ini pertama kalinya aku ke Jepang. Andai sekolahan nggak memutuskan liburan ke Jepang, aku pasti nggak akan pernah ke Jepang. Walau aku sangat ingin ke Jepang, tapi karena kendala bahasanya, aku nggak pernah berani pergi ke Jepang. Mana aku juga nggak punya saudara atau teman yang berasal dari Jepang. Makanya aku merasa sangat excited begitu tahu liburan kelulusan ini adalah ke Jepang. Yey!

-oOo-

Setibanya kami di hotel, pihak sekolah langsung membagi kunci kamar kepada kami. Satu kamar berisi dua orang. Entah mengapa aku kebagian kamar sendirian. Padahal Yoochun dan Junsu mendapat kamar yang sama. Mungkin karena jumlah murid yang ikut ganjil atau mungkin kenapa, akhirnya aku sendirian di kamar 4011. Yang lebih mengecewakan lagi aku harus berjauhan kamar dengan sahabat baikku. Yoochun dan Junsu mendapat kamar di kamar 3001.

“Kalian nggak pingin main-main ke kamarku kah?” tanyaku pada mereka.

“Buat apa hyung?” tany Yoochun sambil mengangkat tas bawaannya.

“Aku pasti akan merasa kesepian, harus tidur sendirian di kamar.” Jawabku.

“Kan enak hyung kalau sendirian, tempat tidurmu jadi lebih luas.” Kata Junsu.

“Ya.. Tapi kan aku kesepian..” kataku.

“Kita nggak ketemu hanya waktu mau tidur aja kok hyung. Selain itu kita nanti bisa bareng-bareng.” Jelas Yoochu padaku.

“Mmmm… atau aku yang tidur ke kamar kalian?” tanyaku.

“Jangan!!!” jawab Yoochun dan Junsu bersamaan.

“Mwo? Kenapa?” tanyaku.

“Kasurnya itu sempit hyung. Tanpa ada kamu aja udah sempit. Apalagi ketambahan kamu akan lebih sempit lagi. Sudahlah hyung nikmati aja kamar mu sendiri.” Jawab Junsu sambil tersenyum dengan senyuman menjengkelkan.

Aku tahu.. Mereka berdua pasti ingin bermesraan berdua. Makanya nggak ingin aku mengganggu kesempatan berharga mereka. Dasar mereka ini. Tega sekali membiarkan aku tidur kesepian sendirian dan mereka sendiri nanti sibuk bersenang-senang. Aishh..

Akhirnya dengan langkah berat akupun menuju kamarku. Kamarku adalah kamar yang paling ujung. Kubuka pintu kamarku. Kulihat ruangan kamarku ini cukup nyaman. Sebuah springbed ukuran double tampak sangat empuk kelihatannya. Kugantungkan tas ku di tembok kamar dan kubnating tubuhku ke spring bed.

Ahh..Kasur yang nyaman..

Tapi..

Ada yang salah.. Kenapa ruangan ini terasa nggak begitu dingin. Kulihat AC nya menyala. Tapi kenapa nggak dingin. Huh.. gerah..

Kubangkit dan meraih remote AC. Mwo?? 24oC??

Kukecilkan suhu di remote tapi kenapa nggak berubah juga angkanya. Pati baterenya abis, kalau nggak gitu pasti rusak remotenya ini. Kuraih telepon di samping tempat tidur. Kutekan tombol customer service.

Tiiitttt…. Tiiitttt…. Tiiitttt….

“Huh.. nggak ada yang ngangkat lagi. Kurang profesional.” Gerutuku sendirian.

“Lebih baik aku mandi dulu aja. Setelah itu aku laporkan remote rusak ini sambil turun makan malam.” Ucapku.

Kemudian kutanggalkan semua pakaianku dan menenteng handuk berjalan ke kamar. Kututup pintu kamar mandi. Kugantungkan handuk di gantungan dan ku nyalakan shower yang ada di atas kepalaku.

Hahh… segarnya…

Kurasakan bulir-bulir air membasahi tubuhku yang merasa kegerahan sejak tadi karena remote AC yang rusak. Segar.. Kusapu seluruh tubuhku dengan air segar yang mengucur dari shower. Ku usap perlahan sambil menikmati mandi yang menyenangkan ini. Rasanya semua perasaan lelah, capek sirna begitu saja.  Tanpa sadar aku sudah mandi terlalu lama. Kuraih handuk yang menggantung di belakang pintu. Sejenak kuberpikir untuk melingkarkannya di pinggangku tapi kupikir buat apa juga. Aku kan sendirian di kamar ini. Kubuka daun pintu kamar mandi dengan bertelanjang tubuh sambil menghanduki rambutku yang basah.

Ketika pintu kamar mandi sudah terbuka.

Ahhhh…

Kulihat seorang namja tengah berbaring di atas ranjangku. Aku benar-benar terkejut hingga sesaat aku terdiam melihat namja itu. Namja itupun terperanjat dan bangun dari tempat tidur dan menatapku tajam.

“Hey.. Apa yang kau lakukan disini???” teriakku sambil teringat untuk menutupi tubuh bagian bawahku.

“Aku yang harusnya bertanya ngapain kamu di kamarku?? Udah nggak ijin pake” ucapannya terhenti sejenak. “pake mandi segala lagi.. Dasar pornoaksi..”

“Yak!!! ‘kamarmu’?? Ini kamarku..” sahutku sambil mengambil kunci yang ada di kantong tasku yang kugantungkan di dinding.

“Mwo??” ucapnya.

“Ini kunci kamarku. Kamar 4011.” Ucapku sambil menunjukan nomer yang terpampang di gantungan kunci itu.

“Em..Em..Empat ratus katamu??” kata namja itu sambil merogoh kantong celananya sendiri.

Tampak dia mengeluarkan sebuah kunci dengan gantungan bernomor 3011. Wajah namja itupun langsung berubah kebingungan dan malu. Dia pun segera meraih jasnya dan beranjak keluar dari kamarku tanpa berkata apa-apa.

“Yak!!! Dasar kurang ajar.. Udah salah masuk.. Marah-marah padaku.. Nggak minta maaf.. Ngeliat tubuhku lyang lagi telanjang lagi.. Dasarrrr….” pekikku sambil membanting pintu kamar dan menguncinya rapat-rapat.

Aisshhh.. Malunya.. Namja itu pasti sempat melihat itu. Aishhh.. Entah kenapa aku merasa sangat malu saat dia melihatnya. Padahal dia juga laki-laki yang punya seperti punyaku. Wajahku pasti memerah dibuatnya. Ckk..

Kemudian akupun teringat sesuatu. Kulihat jam yang terpasang di dinding.

Yak!!! Sudah jam7.. Waktunya makan malam hampir selesai dan dilanjutkan tour ke pasar malam di sudut kota Tokyo. Aku harus cepat.

Segera kupakai pakaian sekenanya. Kuraih tasku dan berlarian di sepanjang lorong-lorong dan menuju ke restauran. Kulihat tinggal beberapa anak saja yang makan dan yang lainnya udah mulai bersiap di lobby hotel. Kulihat Yoochun dan Junsu masih duduk-duduk di meja makan di sudut ruangan. Kuambil makanan yang tersisa di meja prasmanan yang tinggal sedikit dan akupun berjalan ke meja Yoochun dan Junsu.

“Kalian kenapa tidak mengingatkanku?” seruku sambil duduk di samping mereka.

“Aku baru aja mau telepon hyung.” Sahutnya Yoochun.

“Chunnie.. Bukannya kita berniat meninggalkan hyung aja sendirian??” ucapnya sambil menyenggol lengan Yoochun.

“Xiah Junsu!! Kau..” kata-kataku terputus sesaat, “ ‘Chunnie’ katamu? Kau panggil dia dengan panggilan ‘Chunnie’? Apa aku tak salah dengar? Kau memanggilnya dengan panggilan sayang ‘Chunnie’??” ucapku sambil memandang penuh selidik ke mata Junsu.

“Ani.. Cepat selesaiakan makanmu hyung. Aku tunggu di lobby aja.” Jawabnya dengan wajah sedikit memerah dan beranjak pergi.

Ada apa dengannya? Dia malukah? Jangan-jangan benar ada apa-apa antara mereka? Aku jadi semakin curiga. Kutatap Yoochun dengan tatapan yang sama.

“Aku juga menunggu di lobby aja ya hyung. Jangan lama-lama..” dia pun mengikuti Junsu melangkah ke lobby hotel.

Ah iya benar juga. Kulihat sekelilingku udah nggak ada yang makan lagi. Hanya aku yang masih makan. Aku harus cepat. Segera kuhabiskan makanan yang ada di piringku. Akupun tak memikirkan lagi tentang panggilan sayang tadi. Yang harus kupikirkan adalah makan kenyang dengan cepat. Songsaenim pasti marah lagi gara-gara aku telat. Huh..

Setelah selesai makan, aku segera berlarian menuju lobby dan lagi-lagi aku telat. Sudah nggak ada anak-anak yang berada di sana. Semua udah naik ke dalam bus. Akupun segera berlari menuju bis.

“Jeongmal mianhaeyo songsaenim..” ucapku pada songsaenimku.

“Yak!! Kim Jaejoong..” bentaknya padaku.

Tak kupedulikan kata-kata songsaenimku itu dan segera aku duduk di kursi yang kosong. Tampak semua anak tertawa melihat polah tingkahku, termasuk sahabat-sahabat terbaikku Yoochun dan Junsu. Ya tertawalah..tertawalah..

-oOo-

Tak terasa ini adalah malam terakhir kami berada di kota Tokyo. Malam ini adalah malam bebas dan aku hanya tidur-tiduran di kamar sambil mendengarkan i-Pod ku. Aku nggak tahu harus ngapain malam ini. Kucoba sms Yoochun dan Junsu tapi nggak juga di balas. Mau mendatangi mereka ke kamarnya tapi malas sekali rasanya. Jangan-jangan mereka nggak ada di kamar lagi.

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah benda bercahaya di atas meja.

Apa itu? Kupertajam pandanganku. Apa ya?

Aku pun beranjak dan mengambil benda itu. Ternyata sebuah jam tangan. Jam kelihatan mahal. Kulihat jam itu dengan baik-baik. Kubalik-balik jam tangan itu terlihat sebuah guratan tulisan di belakangnya. Kubaca baik-baik tulisannya yang udah nggak begitu jelas. Ini sepertinya tulisan korea.

Sa-rang-hae.. Jung-Yun-ho. Ya benar, saranghae Jung Yunho tulisannya. Jung Yunho?? Ahh.. namja itu.. Ini pasti jam tangan namja itu. Pasti jam ini pemberian pacarnya. Ini pasti penting baginya. Kenapa dia tidak mencarinya ya? Atau dia lupa kalau meninggalkannya di kamarku. Dasar namja ceroboh.

Kemudian aku ingat kejadian malam itu. Saat aku baru selesai mandi dia tampak tidur-tiduran di kasur. Aku ingat wajahnya. Wajah yang tampan. Matanya yang kecil tapi sangat tajam bila menatap. Hidungnya. Bibirnya. Badannya yang tampak atletis dengan kemeja ketatnya.

“Aishhh… apa yang baru aja aku pikirin?? Sadar Jaejoong..Sadar Jaejoong..” ucapku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri.

Tiba-tiba..

Tok..tok..tok..

Ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku. Kupakai jam tangan itu dan aku pun beranjak dan membuka pintu. Ternyata Yoochun dan Junsulah yang mengetuk kamarku.

“Yoochun.. kenapa kamu nggak bales sms ku?” tanyaku.

“Pulsaku abis hyung. Junsu nggak bawa HP nya. Jadi kami langsung ke kamarmu aja.” Jawab Yoochun sambil masuk ke dalam kamar diikuti Junsu.

“Lalu kenapa teleponku nggak kamu angkat.” Tanyaku lagi.

“Mian hyung. Setahuku kalo menelpon di luar negeri dengan nomer hp korea bisa kena biaya besar. Hyung nggak mau tekor kan gara-gara telepon aku.” Jawabnya lagi.

“Ohh..”

“Terus malam ini kita mau ngapain hyung? Masa’ kita di kamar aja. Sayang dong waktu yang berharga di negeri orang ini Cuma diabisin di kamar.” Kata Junsu.

“Kemana ya??” Yoochun tampak berpikir keras.

“Yang pasti kita harus ke tempat yang keren di Tokyo yang belum kita datengin.” Kataku sambil terus berpikir.

“Hyung..Chunnie.. Itu gedung apa?” tanya Junsu yang udah berdiri di depan jendela dan menatap ke sebuah gedung yang tampak kecil.

“Itu kan menara Tokyo.” Jawab Yoochun.

“Ahh.. kita kesitu aja..” teriak Junsu.

Benar juga. Menara Tokyo icon kota Tokyo bahkan icon negara Jepang. Kalau belum pernah kesana rasanya belum lengkap. Jangan bilang pernah pergi ke Jepang kalau nggak pernah menyambangi menara Tokyo.

“Tumben kamu pintar, Jun” sahutku.

“Ayoo..ayoo.. berangkat sekarang.” Ajak Junsu pada kami berdua.

Akhirnya kami bertiga pun pergi ke menara Tokyo dengan hanya modal nekat. Diantara kami bertiga nggak ada yang benar-benar bisa bahasa Jepang. Kami pun juga nggak hafal jalan. Hanya Yoochun aja yang pernah ke Jepang selama setengah semester untuk pertukaran pelajar saat kelas dua SMA. Itupun nggak begitu membuatnya pintar bahasa Jepang dan hafal jalan.

Setelah beberapa kali ganti bis. Akhirnya kita bisa melihat menara Tokyo dari jarak dekat.

“Wa…. Menara Tokyo…” teriak Junsu dengan suara khasnya yang cempreng.

“Junsu!!!” sahutku dan Yoochun bersamaan.

“Mian..” jawab Junsu yang mengerti maksud kami.

Kami bertigapun berlarian menuju pelataran menara Tokyo. Tampak menara Tokyo yang dihiasi lampu-lampu. Indah sekali. Ingin rasanya naik ke atas sana dan melihat pemandangan kota Tokyo dari ketinggian. Kami saling berlari-larian untuk berlomba siapa yang sampai duluan di sana.

Tapi alangkah kecewanya kami begitu melihat sebuah papan yang terpampang di pagar luar menara Tokyo. Kami nggak tau pasti apa bunyinya yang jelas terdapat tulisan ’10.00 – 18.00’. Dan pintu pagarnya sudah terkunci rapat.

“Yahhhh… Sudah tutup menaranya..” ucapku dengan sangat kecewa.

“Aku benar-benar nggak tahu kalau ternyata menara Tokyo tutup jam segini. Seingatku aku dulu pernah kemari malam hari dan masih buka.” Sahut Yoochun.

“Terus sekarang kita gimana dong?” Tanya Junsu yang juga tak kalah kecewa.

Sejenak kita terdiam satu sama lain, bingung harus berbuat apa setelah mengetahui menara Tokyo yang kita impikan sudah tutup.

“Yaudah kita duduk-duduk di taman situ aja. Keliatannya ada penjual makanan. Kita duduk-duduk menimkati jajanan sambil melihat menara Tokyo dari bawah aja.” Kataku pada mereka berdua.

“Baiklah..” jawab Yoochun dan Junsu lesu.

Kami bertigapun berjalan kearah taman yang aku maksud. Langkah ini terasa berat, tapi mau apa lagi, daripada kita menghabiskan waktu di kamar aja.

Pfuhhh… Kecewanya..

Aku berjalan di depan. Yoochun dan Junsu mengikuti di belakangku.

Tiba-tiba..

GUBRAKK!!!

Terdengar suara orang jatuh tepat di belakangku. Aku menoleh untuk melihat apa yang terjadi. Tampak Junsu yang tengah tersungkur ke tanah dan tampak seorang namja tengah merebut paksa tas yang dibawa oleh Junsu. Aku bingung harus berbuat apa. Kulihat Yoochun langsung segera berusaha menghalangi namja itu melangsungkan niatnya. Terjadi sedikit perkelahian diantara Yoochun dan namja itu. Tapi karena tubuh namja itu yang lebih besar dari pada Yoochun, akhirnya Yoochun pun berhasil dijatuhkannya.

Namja pencopet itu berhasil mengambil tas Junsu dan berlari melarikan diri. Akupun segera mengejar namja itu. Yang ada di pikiranku hanya mengejarnya dan mengambil tas Junsu. Namja itu berlari dengan gesit dan tangkas sekali. Namja it uterus berlari mengetahui aku mengejarnya. Aku berlari berlari dan berlari hingga rasanya tubuh ini begitu lelah. Tapi aku tak boleh berhenti. Sia-sia belaka pengejaranku ini jika aku menyerah sekarang. Kurasakan tubuhku ini sudah penuh peluh. Tapi karena udara malam di Tokyo yang dingin membuat ku banyak mengeluarkan keringat dingin. Aku benar-benar lelah. Dapat kurasa jantung ini berdetak dengan sangat cepat. Nafasku tersengal-sengal. Hingga rasanya sulit sekali bernafas. Tubuhku benar-benar terasa lemah. Tanpa kusadari akhirnya aku…

GUBRAKK!!!

Aku jatuh tersungkur ke tanah. Nafasku benar-benar memburu. Kulihat pencopet itu terus berlari hingga akhirnya hilang dari pandanganku. Sejenak aku terdiam dalam posisi tersungkur ini. Sama sekali tak ada tenaga untuk mengejarnya lagi. Jangankan untuk mengejar, untuk bangkit dan duduk menepi saja aku udah benar-benar nggak kuat.

Kulihat sekelilingku, tak ada sama sekali orang di sekitar sini. Kenapa tidak ada yang datang menolongku. Akhirnya aku berusaha bangkit dengan segala tenaga yang tersisa. Kuseret tubuhku ke teras sebuah bangunan yang gelap. Kududukan tubuhku dengan menyandar di dinding bangunan itu. Kulihat sekelilingku. Sepertinya aku berada di depan sebuah kantor yang sudah tutup. Jalanan di depan kantor itupun juga sepi. Mungkin karena di sekitar situ hanya terdapat kantor-kantor yang sudah tutup, jadi sama sekali tidak ada yang lewat atau berada di sekitar situ.

Pfuhhh.. Dimana lagi aku sekarang? Aku sama sekali tidak ingat sudah berlari kemana ini? Aku sama sekali tidak memperhatikan sekitar. Hanya memperhatikan pencopet sialan itu. Kemudian kubuka tas yang kubawa untuk mencari HPku. Haaa??? Mana HP ku?? Mana?? Dompetku juga mana?? Kenapa hanya ada i-Pod dan sapu tangan?? Aishhh… aku benar-benar lupa nggak membawa HP dan dompetku. Pabo.. Benar-benar pabo.. Dasar Kim Jaejoong pabo.. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang???

Aku berusaha berdiri tapi awwww….

Kakiku sakit sekali.

Kulihat kakiku yang terasa sangat ini. Sepertinya kakiku keseleo. Tampak juga luka di kedua lututku dan telapak tanganku. Di kaki ku yang keseleo bahkan tampak sedikit kebiruan. Aduhh.. Bagaimana ini?

“Tolong.. Tolong..” ucapku dengan bahasa Korea.

Tak adakah yang mendengarku? Aku tersesat, tak ada HP, tak ada dompet, tak ada uang sepeserpun, tak tahu jalan, keseleo dan terluka. Kenapa nasibku malang sekali??

Tiba-tiba hujanpun turun dengan derasnya.

Kurasakan udara malam di kala hujan semakin terasa dingin. Jaket tipisku tak mampu menghalau rasa dingin ini. Aku berusaha menarik tubuhku lebih kebelakang tapi tetap saja samar-samar air hujan masih mengenai ku karena tertiup oleh angin.

Bbbrrrrrrrrrr…. Dingin..

Yoochun.. Junsu.. Tolong aku..

-oOo-

Segini dulu yaa.. Dilanjutkan kapan2.. hehe.. secepatnya deh..

Tapi leave comment please.. biar aku semangat bikin fanfic nya.. oke??😉

52 thoughts on “Tokyo Love Tokyo Chapter 1/3 | @beth91191

  1. hwaaa … ini alur’y mundur y thor?
    sukaaaa bagus bagus bagus😀

    yunho salah masuk kamar, pasti malu aja banget tuh mana jae’y lagi telanjang >,< hmmm kira2 yunho ngeliat ga ya? *ngeliat apa tuh?

    lanjut thor buruan !!!!
    penasaran tingkat tinggi nih …
    FIGHTING !!😀

  2. Annyeong author~ ^^

    Ada sedikit masukan dari aku..
    Ideritanya ceritanya udah bagus. Cuma ada beberapa yg kalimatnya kurang efektif. Seperti penggunaan kata jepang yg selalu digunakan dalam satu paragraf.
    Kalau lebih diperhatikan lagi, pasti lebih bagus.

    Jae kasian banget deh..
    Demi junsu dia rela2 ngejar pencopet,
    Tpi yoosu malah mesra2 so rahasia gt ke jae😄

    • makasih sarannya ya..

      Chapter ini emang belum melalui proses reading.. *ketauan dah.. hehe
      Mianata..
      Sebisa mungkin ku minimalisasi kekurangannya ya..

      Terimakasih🙂

  3. Bwahhahahaha…..
    Lom apa² yunho udh liat jae naked
    Ksian jae, hihihi

    Aduhh jae kna sial mulu udah tidur dkmr sendirian, kmn2 sering telat, skrg tersesat pula d jepang
    Yunho-yah dmn kau brda LOL

  4. malang bgt nasib’a jAe…
    Dah dikamar sendirian…
    Diliat yunnie telanjang…
    Kesasar…
    Ckckckckckckc…

  5. hahaha yunho slah msuk kmar…dasar paboya…gmn nih nasib jae yg trsesat….love this fanfic

  6. Appa dah muncul nih,
    meski bru dikit.
    Ntu yoosu kek.y emg da hubungan special.
    Jangan2 mereka pacaran😉
    copet ntu kurang ajar bget sih.
    Gara2 ngejar tu orang,
    umma mpe tersesat n gak tau jalan balik.
    Gimana ntar nasib umma??

  7. hahhahaa…..!!!!
    kasian Jaema….

    Yunpa ada2 ja…
    udah salah msuk kmar, marah2, liat Jaema naked pula…
    Hahahahha…..!!!

  8. Umma kasian..
    Andai q dsna psti q tlongin umma tp syang q g da..Hehehe..Ni yunpa kok blom kluar??Ato jgn jgn umma nnt kn dtlongin appa..N akhrny knlan..Mungkin..Chngu hebat..Q lnjut agi ea..

  9. hiyyaa…
    jaema nasibnya sial mulu deh…hehehe…
    tpy itu yunppa ngap sih di jepang…wkwkwk…
    lgy nyari istri yah….hwahahahah…

  10. itu tadi pasti appa yang masuk ke kamar umma
    aishh si appa bisa salah masuka gitu
    tapi sangat mengunutngkan sekali buat appa mah
    soalny bisa melihat tubuh umma
    kekeke

    umma gak tau jalan,pasti nanti ada appa yang jadi penolong umma
    tunggu saja pahlawanmu umma,err..salah maksudnya suamumi umma

  11. sukaa thor ^^d

    kasian bngt mommy kagak ada yg nolongin T^T
    trus udah tersesat, kagak tau jalan huaaa T^T

  12. ini ceritanya flashback yak thor ?🙂

    Omo.! si yunpa udah ngeliat jaema naked ?
    hihi,
    Ish, si yoosu bener” kejam ama jaema,
    mau’a ber2.an, kasian jaema kesepian.

    Waa, itu jaema ceroboh banget ya ?
    gmn tuh ? moga aja ada org yg nolongin jaema,😥

  13. kasian jaema masa ga ada yang nolongin sih???
    itu pasangan yoosu bener2 deh ga setia kawan nih.. masa ada niat mau ninggalin jae sendirian,,tega benerrr

    ups waktu jae keluar kamar mandi dia naked?? berarti yunpa liat semuanya dong wkwkwkwkwkwk

  14. flashback.. omo jaemom kasihan amat yak…. tidur sendirian, eh tapi yundad beruntung banget, salah masuk kamar n liat jaemom naked… tapi tapi nasib jaemom gmna tuuuu

  15. Yoosu yoosu yoosu \(• ˆ⌣ˆ •)/ \(• ˆ⌣ˆ •)/ \(• ˆ⌣ˆ •)/
    ㅋㅋㅋㅋ ~
    Jae jae makanya jgn sok2an kejar2 gt, jd ga tau dmn kan (⌣_⌣”)
    Ckckckck abang yun tau aja dmn kmr umma hahahahaha

  16. jaema ceroboh yaa,mandi koq ga ngunci pintu kmr dulu..
    telanjang lagi keluar na..
    ckckckck -___-
    cieeeeeee,yoosu udh duluan curi start niy^^..
    jaema ma yunppa kpn niy????
    kasihan nasib jaema ckckckckckk..
    next par!

  17. sebenernya lebih enak kalo bahasa fanfic pake bahasa baku aja, menurutku sih..
    kesialan bertubi2.. hahahaha bakal ada pahlawan yg bakal nyelametin kayanya..

  18. hahahaha yunpa salh masuk kamr jaema ya ^^
    udh liat tubuh jaema yg sexy donk😀
    itu kenapa d jam tangan yunpa ada tulisan saranghae yunho:-/
    apa yunho udh punya pacaro_O

    ya ampun….. knpa gg ada yg nolongin jaema sih😦
    jaema…
    bertahanlah!!!!!

  19. Yoosu…yoosu…~(^.^~) ~(^.^)~ (~^.^)~ ά̲ϑª yoosu…!!

    Kasian jaema ngejar jambret smp Ъ>:/ ƭªŮ dy ά̲ϑª di mana skrg…adakah ýanƍ nolongin jaema?? Sabar ýª umma…mungkin nanti ά̲ϑª aPpa x lewat situ…!!!
    Semangat aja ýª umma…!!!
    Appaaaaaaa cepet datang tolongin ummaaaa TToTT

  20. Yaaaaack,
    umma pabo#plakk
    meskipun d kamar sendiri ga’ telanjang juga kali. Untung appa yg liat coba kalow namja lain..

    Umma, umma!
    Gmna sich kok sampe trsesat? Mana ujan lagi.
    Ckckck #poor umma

  21. Poor jaemma..
    sial bngt sih nasib nya T.T
    yunjae moment nya blum ada ya??
    chap slnjutnya ada kan, mau baca dulu ahh^^

  22. poor jaema….^ ^
    ac panas..kepergok ‘ga pk baju’..ktinggln sarapan..diomelin songsaengnim..ngejar? copet…wiihh…gokil tingkat akut xi xi…:D

  23. Adoooh umma nasibnya kaga enak bnr di captr ini ● 3●
    si Uchun ama Suie teh enak bngt b2, umma sndrn d kmr ckckc
    ada apa” ini😄

    Woa YJ moment.a bru nongol dikit ㄟ(≧◇≦)ㄏ
    lagi lagi lagi

  24. Jiahhh..appa salah masuk kamar >///<
    Pasti malu banget ntu, malah uda liatt badan umma lagi xixixixi..
    Umma dteng ke Tokyo apes bener dah Y^Y
    Gak ada yg bantuin apa ya U.U
    Lanjutttt ya~

  25. hadeh yunho gk tau diri uda salah masuk kamar malah marah” trus gk minta maaf lagi

    kasian jae

  26. yunppa udah marah” ke jaemma ga tau’a salah kamar…ga minta maaf lg. ckckck
    OMMO jaemma tersesat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s