Bloody Love Chapter 7B – That Happen | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 7B – That Happen
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

 

===DI LAIN TEMPAT===

 

[Jaejoong pov]

 

Untuk menuju ke vila butuh waktu beberapa jam. Karena tempatnya cukup terpelosok.

Tempatnya berada di dataran tinggi dan sangat asri. Aku pernah ke sana setahun yang lalu. Tempat yang sangat indah. Dan aku rindu untuk kesana lagi.

 

Perjalanan ini benar-benar perjalanan ku yang paling menegangkan. Hujan deras,petir menyambar-nyambar, kilat menyala-nyala bagai kembang api di malam hari, banyak jurang-jurang dengan tikungan-tikungan yang tajam, kanan kiri jalan tampak sangat gelap. Tidak ada lampu. Tidak ada sinar bulan. Aku benar-benar hanya mengandalkan lampu dari mobil ku. Timbul sedikit perasaan sedikit takut dan gelisah di hatiku. Entah mengapa aku bisa segelisah ini? Ada apa? Jarang-jarang aku merasa tidak setenang ini..

 

Kali ini kita menggunakan beberapa mobil. Donghae dan Eunhyuk menggunakan mobil Donghae. Aku dan Yebin menggunakan mobilku. Dan beberapa temanku lainnya menggunakan mobil mereka masing-masing. Mobilku yang paling depan. Walau itu vila itu milik Donghae tapi justru aku yang paling hafal jalan menuju vila.

 

Kulihat di sebelah ku, Yebin sudah tertidur lelap. Coba kalau dia masih bangun. Aku kan bisa bermain-main dengannya untuk menghilangkan rasa kantuk ku ini. Minimal dia bisa menemani ku mengobrol. Ah,biarlah. Dia pasti mengantuk sekali. Wajar sekarang sudah jam 12 malam.

 

Tiba-tiba kurasakan mobil ku sedikit tidak enak dikendarai. Sepertinya bannya bocor. Aku tidak mungkin membiarkan ban bocor ini. Berbahaya jika aku memaksa untuk melanjutkan perjalanan. Kemudian ku tepikan mobilku.

 

Mobil Donghae yang semula tepat di belakangku. Sempat bingung, kenapa aku menepikan mobilku. Mobil mereka pun juga ikut menepi. Mobil-mobil yang lain yang mengetahui hal itu juga berhenti di pinggir jalan.

 

Dari dalam mobil Donghae,menelponku.

 

“Hyung.. Ada masalah apa? Mengapa kau menepi?” tanyanya.

 

“Ban ku bocor sepertinya. Aku tak berani nekat. Aku akan memperbaikinya. Tapi kau dan yang lain berangkatlah dulu. Nanti aku menyusul.” jawabku.

 

“Tidak apa-apa kami menunggu mu,hyung..” kata Donghae.

 

“Tidak perlu. Aku kasihan kalian pasti sudah capek dan mengantuk sekali. Kalian pasti ingin cepat sampai. Sudahlah kalian berangkat dulu saja. Oya,Yebin bawa dalam mobilmu. Dia sepertinya capek. Tidak tega aku melihatnya menungguku mengganti ban.”

 

“Baiklah.. Eunhyuk akan ke mobilmu membawa payung.”

 

Eunhyuk keluar dari mobil sambil memakai payung dan mendatangi mobilku. Kubangunkan Yebin.

 

“Ne saranga.. Bangun sayang..”

 

“Ha? Sampai mana ini?” dia terbangun sambil melihat ke luar jendela.

 

“Kita belum sampai. Kita masih di tengah jalan. Ban mobilku bocor.”

 

“bocor??” kata Yebin dengan wajah khawatir.

 

“Tidak apa-apa.. Sudah biasa.. Aku akan mengganti bannya dulu. Kau ikut mobil Donghae saja. Aku nanti menyusul.”

 

“Andwe.. Aku tidak mau meninggalkanmu sendiri..”

 

“Aku tidak apa-apa.. Kau pasti capek.. Sudahlah ikut mobil Donghae saja.. Liatlah Eunhyuk lama menunggumu di luar..”

 

Eunhyuk sudah berada di samping mobilku dengan payung besar menutupinya dari hujan ini.

 

“Tapi oppa..” belum selesai dia berkata.

 

“Sudahlah.. Cepat ke mobil Donghae.. Aku akan baik-baik saja..”

 

Akhirnya Yebin mau pindah ke mobil Donghae. Dia kenapa berat sekali meninggalkan mobilku. Aku saja merasa tidak masalah ditinggal sendiri.

 

KRING KRINGG…

 

Donghae menelponku.

 

“Hyung.. Kau benar tidak apa-apa aku tinggal sendiri?” tanya Donghae meyakinkan dirinya.

 

“Iyaa… Sudahlah cepat berangkat.. Keburu malam semakin larut.”

 

“Nanti kau tersesat..” kata Donghae.

 

“Heyyyy… Kau lupa aku yang paling tau jalan ke vila mu. Atau kau yang justru takut tersesat gara-gara tidak ada aku??” candaku.

 

“Ani..ani.. Aku lumayan hafal jalannya.. Mungkin aku atau Eunhyuk salah satu dari kami menemanimu??” tanya Donghae yang kelihatan khawatir denganku.

 

“Tidak perlu..Sudahlah.. Cepat berangkat..Aku baik-baik saja.” jawabku dengan nada sedikit tinggi.

 

“Baiklah kalau hyung memaksa. Kami berangkat dulu. Hati-hati ya hyung.. Kami menunggumu disana..” kata Donghae.

 

Kemudian kulihat satu persatu mobil mulai meninggalkanku.

 

Aku pun mulai keluar. Hujan diluar sedikit reda. Baguslah.. Jadi aku tidak terlalu basah jadinya. Aku ambil ban cadanganku. Aku ambil alat-alat. Dan mulai aku ganti bannya. walau ini pertama kalinya aku mengganti ban. Tapi aku tahu sedikit-sedikit cara mengganti ban.

 

Setelah selesai aku ganti ban mobilku. Aku masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba hujan kembali deras. Aissssssshhh… Aku sebetulnya tidak suka mengendara dalam hujan di malam hari.

 

Aku pacu mobilku. kulewati gelap dan hujan dengan penuh waspada. perjalanan ini benar-benar berat. Kulihat jam yang ada di mobilku,kulihat jam sudah menunjukan pukul 2 pagi. Badan ku terasa sangat lelah. Apa aku berhenti sebentar ya. Tapi nanggung rasanya, perjalanan ke vila tinggal sebentar lagi.

 

Semakin lama tubuhku semakin lelah. Semakin lama semakin mengantuk rasanya.

Mataku sempat beberapa kali tertutup sendiri. Jaejoong.. Jaejoong.. Bangun bangun.. Aku tak boleh mengantuk.. Aku berusaha membuat diriku tidak tertidur.

 

Tiba-tiba..

 

MEONGGGG….

 

Ada seekor kucing hitam berlari menyeberang jalan. Aku kaget sekali. Aku berusaha menghindari agar tak menabrak kucing itu. Aku banting setirku ke kiri. Aku berusaha menguasai mobil. Tapi aku kehilangan kendali dan…

 

AAAARRRRGGGGGHHHHHHH…

 

Semuanya terjadi begitu cepat. Yang dapat aku dengar hanya suara ranting-ranting pohon yang patah karena ditabrak oleh mobilku. Tiba-tiba mobilku sudah ada di dalam jurang yang dalam. Banyak pepohonan hutan di sekitarku. Langit tak begitu terlihat jelas karena rimbunnya pepohonan di sekitar situ. Hujan masih turun dengan cukup deras.

 

Ahhh…. Bodoh.. Kenapa aku bisa begitu kecolongan. Aku berusaha merangkak keluar dari mobil dengan semua tenaga yang ada. Aku seret tubuhku keluar dengan berat.

 

Argggghhhh….

 

Tapi kurasakan sakit yang amat sangat pada kakiku. Kumelihat ke arah kakiku. Omo??? Apa yang aku lihat pada kakiku? Ternyata kakiku terjepit badan mobil yang ringsek. Sakit sekali… Tak bisa aku gambarkan perasaan sakit itu. Aku yakin kaki ku sekarang sudah remuk karena di jepit antara badan mobil. Apa yang harus aku lakukan. Aku sangat panik.

 

Kemudian saat aku akan menggerakan tanganku,entah kenapa ada perasaan yang berbeda. Sulit sekali digerakan. Seperti berat rasanya menggerakannya dengan diselingi rasa nyeri-nyeri di bagian dalamnya. Saat aku melihatnya,aku menduga kalau tanganku patah.

 

Kuamati baik-baik tanganku. Dengan seketika aku tahu ada apa dengan tanganku. Ya benar tanganku patah.. Dapat kulihat tulang lenganku bengkok. Ada bagian yang menonjol keluar. Rasanya sangat sakit saat bergerak sedikit saja karena tulang yang patah itu seakan menusuk mengenai daging dan kulitku bagian dalam. Dapat aku rasakan andai aku bergerak lebih lagi,maka tulangku yang patah itu akan benar-benar menembus keluar dari kulitku.

 

Belum hilang kurasakan sakit di tangan dan kakiku,tiba-tiba menyadari hal lain yang tak kalah mengejutkanku. Kurasakan perih di bagian perutku. Ternyata sebuah luka yang sangat besar menganga di perutku. Darah mengucur deras dari perutku. Darah dimana-mana. Aku mual sekali dengan darah. Tapi entah mengapa saat melihat darah keluar dari perutku, justru perasaan miris yang timbul.

 

Aku benar-benar bingung..Panik.. Miris.. sakit.. Perih.. Kurasakan seluruh tubuhku sangat sakit. Sakit sekali..Tak mampu lagi aku menahan sakit ini. Tuhan.. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku akan mati?

 

Aku berusaha  meminta tolong.

 

“Tolong..tolong..”

 

Tapi tak ada yang mendengarku. Percuma saja aku meminta tolong. Sedari tadi aku tak pernah bersimpangan atau mendahului kendaraan apapun. Aku juga tak pernah bertemu dengan orang lain sepanjang perjalanan. Bahkan aku tak pernah melihat rumah warga dan sejenisnya di sekitar sini.

 

Tuhan… Aku tak ingin mati.. Apa yang harus aku lakukan?

 

Dapat kurasakan tubuhku semakin terasa dingin. Semakin lemas rasanya. Tak mampu lagi aku berteriak minta tolong. Kurasakan pandanganku semakin kabur. Apakah seperti ini rasanya saat seseorang akan mati.

 

Yang ada di pikiranku saat itu adalah, aku berharap ini semua hanya mimpi buruk dan aku ingin segera bangun dari mimpi buruk ini. Tapi semakin aku berharap bahwa ini hanya mimpi belaka, semakin aku yakin kalau ini benar-benar nyata terjadi padaku. Dan aku hampir mati sebentar lagi.

 

Tiba-tiba terlintas di benakku keadaan Junsu. Aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya Junsu bila mengetahui aku mati. Aku tak sanggup membuatnya sedih dan menangis. Jika aku mati,siapa yang akan menjaga dan melindunginya lagi. Jika aku mati siapa yang akan menopang hidupnya. Jika aku mati siapa yang akan mengurusnya. Dia masih sangat tergantung padaku. Aku sangat menyayangi Junsu lebih dari apapun. Junsu,adikku..

 

Semakin lama tubuhku semakin mati rasa. Sepertinya waktuku makin dekat. Kurasakan pandanganku semakin kabur semakin kabur dan semakin kabur..

 

Di detik detik terakhir,dengan sisa penglihatanku yang ada,aku melihat suatu sosok. Dia berpakaian hitam. Wajahnya tidak jelas. Dia mendekatiku. Apakah dia malaikat pencabut nyawa? Apakah dia yang akan mencabut nyawaku? Apakah aku akan mati? Tiba-tiba semua gelap dan aku yakin kalau aku kini sudah mati. Selamat tinggal Junsu.. Selamat tinggal adikku… Hiduplah bahagia… Semoga kau baik-baik saja.. Doaku akan selalu menyertaimu…

 

=====

TBC

Gimana Chapter 7B Bloody Love ini? Komen yang banyakkk ya… please..😥

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 8 tanggal 21 July 2011 jam 19.00 WIB

Jadwal Postingnya udah aku taruh di side bar, jadi gampang kalo mau liat.

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

41 thoughts on “Bloody Love Chapter 7B – That Happen | @beth91191

  1. Andwaeeeeeee……
    Ngeri bgt kecelakaan jae
    Kaki kejepit, tangan patah, dperut kluar darah, hiks
    Jaema ㅠ.ㅠ

  2. kn ad apa2nya..serem nih pake ad hujan deras,petir,kgelapn,jurang,hutan,g ad rmh warga…jln k villa angker y…yg dtg sapa tuh…????yunho kn???i wish

  3. andwae >. itu sapa yang mau ngedeketin jae??
    haduu smoga aja bukan org jahat,,
    smg aja itu yun XDD

  4. Astga..Umma kok kclakaan gtu..Waduh..Waduh..Ni prtnda kmunculan yunpa.(g nyambung comentny)
    q lnjut ea chngu..

  5. Waaahh bener kan kecelakaan jaejoongnya…
    Eh siapa itu??manusia bukan?? Cepet tolongin jaejoong

  6. oppa !!!! andwae !!!!!
    gajima …!!!!
    oppa g blh mati sblm menikah dgn q !!!!!!!!! *g nyambung*
    lol
    oppa !!!! bertahan ..!! aku akn menyelamatkanmu !!!!😀

  7. Nahhh lowww….. bner kan, prjlanan tuw awal dre smuanya…
    org yg berjubah htam tuw pste seseorang yg mbuat umma mnjadi sorang vampire….
    wowww.. kren, serasa twilight…ckckckckckc

  8. yuhuuu..sepertinya yunjae moment akan dmulai..ihaaaa
    entah mengapa aku demen ai jeje kecelakaan /plak
    lanjut lagi daahh

  9. andwweeeeeeeeeeee…
    eoma gk boleh mati…
    appa ma sapa didunia ini..???
    thor ko’ eoma mati sebelum ketemu appa sih..??
    #reader yang cerewet..dari tadi nanya terus
    mianhae thor..
    heheee

  10. Tuhkan!! Tuhkan!! Jaemom kecelaka’an……….(╥﹏╥)
    Keada’an mommy parah banget….

    Gimana nasib’a jaemom??? Matikah???
    Şiaρα tuh ýanƍ berpakaian serba hitam???

    Mommy….mommy…bertahanlah!!!

  11. kyaaaaa…. spa itu yg nolong umma ??? appa kah ???
    aigooo… yunjae moment…
    umma ga ush khwatir tntng junchan da chun yg jagain….

  12. ommo
    kecelaakaaannn
    Jae kamu keras kepala banget sih
    ditawarin ditemenin malah nolak
    hiks
    Junsu gimana itu nasibnya
    aigooo …

    siapa sosok itu ?
    malaikat prncabut nyawa beneran kah ?

  13. Ommoooo

    Umma gax apa2 kan ?
    Gax rela umma klau mninggal dulu’an

    Siapa orang yg brpakai’an srba hitam itu ?
    Appa jung kan ?

  14. Kyaaa eomma jangan matiiiiiii *hiks* ehh tapi kalo eomma mati ceritanya abis dong yaa *pout*

    Itu siapa? Itu siapa? Huwaaaa pasti appa *sotaubanget*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s