Bloody Love Chapter 8 – Stay in My Side Forever | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 8 – Stay in My Side Forever
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

 

[Yoochun pov]

 

BLAAARRRRRR…. BLAAARRRRRR…..

 

Petir menyambar dengan kerasnya.. Tiba-tiba aku terbangun.. Kudengar suara Junsu dari kamar sebelah.

 

“Hyung..hyung..” dia berteriak memanggil hyungnya..

 

Aku pun segera loncat dari tempat tidurku,aku datangi Junsu ke kamarnya. Saat aku buka pintu kamarnya. Kulihat dia sedang terduduk di tempat tidurnya sambil memeluk erat kakinya dengan posisi kaki di lipat ke dadanya dan wajah menunduk diantara dua kaki.

 

Saat kudekati dia kulihat ada air mata di wajahnya.

 

“Ada apa? Mengapa kau berteriak? Mengapa kau menangis?” tanyaku sambil memegang pundaknya.

 

“Aku takut sekali petir.. Biasanya hyung akan datang memeluku saat ada petir. Tapi hyung sedang pergi. Maukah kau memelukku dan menemani ku tidur. Aku benar-benar takut petir” ucapnya seperti anak kecil.

 

“Oh Junsu.. Baiklah.. Tidurlah lagi.. Aku akan menenamimu tidur..”

 

Aku tak tega melihatnya ketakutan. Ku usap airmata di pipinya. Aku tidurkan dia dan aku berbaring di sampingnya.

 

BLAAARRRRR… BLAARRRRR….

 

Petir kembali menyambar-nyambar. Suara gemuruhnya membahana di malam hari yang tenang. Junsupun langsung memelukku dengan erat. Dia benar-benar ketakutan. Aku yang semula sangat terkejut, perlahan mulai membiarkannya terus memeluk tubuhku.

 

“Yoochun.. Aku rindu hyungku..” ucap Junsu di dalam pelukanku dan mata terpejam.

 

“Hyungmu kan baru saja pergi beberapa jam yang lalu..”jawabku.

 

“Entahlah..Tapi aku benar-benar merindukannya. Jangan pernah tinggalkan aku sendiri ya Yoochun..”pintanya.

 

“Nae.. Aku akan selalu di sampingmu” jawabku.

 

Kulihat dia mulai tertidur dalam pelukanku. Tampak wajahnya seperti anak kecil. Matanya terpejam dan bibirnya mengatup kecil. Dia tertidur dalam kondisi rindu dengan hyungnya. Dia sangat menyayangi hyungnya. Walau baru saja ditinggal sebentar saja dia sudah rindu.

 

Entah kenapa aku mau menemaninya tidur dengan memeluknya begini? Entahlah… Aku hanya kasihan dengannya. Dan aku senang bisa menemaninya. Aku tak tega melihatnya ketakutan. Kami berduapun tertidur dengan keadaan berpelukan.

 

=======================================================

 

[Donghae pov]

 

“Akhirnya sampai juga.” kataku.

 

“Iyaa… Melelahkan ya..” jawab Eunhyuk.

 

“Kau istirahat lah dulu.. Aku mau mengabari Jaejoong hyung kalau kita sudah sampai. Kira-kira dia sudah sampai mana ya?”

 

“Baiklah.. Segera menyusul..” jawabnya.

 

“Nae.. Tapi nanti pijat punggung ku ya.. Capek sekali rasanya..” pintaku pada Eunhyuk.

 

“Pijat punggung atau pijat yang lain saja??” tanya Eunhyuk sambil tersenyum-senyum malu dan pergi ke kamar. Eunhyuk.. Eunhyuk… Dia benar-benar nakal. Saat baru tiba dan lelah seperti ini bisa-bisanya dia sudah memikirkan hal-hal seperti itu.

 

Kemudian akupun duduk di sofa ruang tamu dan mencoba menghubungi Jaejoong hyung.

 

TUT…

TUT…

TUT….

 

Kenapa hyung tidak mengangkat teleponku? Ah.. Hyung pasti sedang konsen menyetir. Aku tak boleh mengganggunya. Bisa berbahaya. Baiklah kalau begitu aku sms saja. Akupun sms dia untuk segera mengabariku sudah sampai dimana. Aku berharap dia dapat segera membalas sms ku atau meneleponku balik. Aku akan menunggunya. Aku tunggu sambil mendengarkan musik. Lelah rasanya tubuh ini menyetir beberapa jam tadi. Mengantuk sekali rasanya. Tiba-tiba tanpa sadar aku sempat ketiduran beberapa kali di sofa. Aku memang benar-benar sangat lelah. Akhirnya kuputuskan untuk menunggunya sambil tiduran di kamar. Saat aku masuk ke kamar. Ternyata Eunhyuk sudah tidur.

 

“Katanya mau memijat punggungku,ternyata sudah tidur duluan.” ucapku di dalam hati sambil mencubit pipi Eunhyuk. Kucium pipinya. Aku pun kemudian berbaring di sampingnya.

 

Beberapa saat aku tertidur, tapi kemudian akupun terbangun. Kulihat HP ku tapi belum juga ada sms atau telepon dari hyung. Akupun kembali tertidur dan lagi-lagi setiap tertidur,beberapa saatkemudian aku terbangun dengan sendirinya. Entah mengapa tidurku tidak nyenyak. Mungkin karena aku masih menunggu hyung. Aku lihat jam yang terdapat di meja.

 

Mwoo??? ternyata sudah dua jam dari saat aku tiba di vila ini.. Kenapa hyung lama sekali. Dia harusnya mengganti ban hanya sebentar. Maksimal setengah atau satu jam lah. Dia harusnya di belakangku satu jam lebih lambat. Aku khawatir..

 

Aku pun bangun dan menelepon hyung lagi. Tapi lagi-lagi dia tak mengangkat. Hanya nada sambung yang lama dan akhirnya terputus. Aku pun semakin khawatir. Aku pergi keluar untuk melihat. Apakah hyung sudah datang apa belum. Ternyata memang belum kutemukan mobilnya di halaman vila. Hyung dimana kau?

 

Aku tunggu hyung.. Tunggu dan tunggu…

Tak terasa fajar sudah mulai menyingsing. Kulihat jam ku sudah menunjukan jam 6 pagi. Dia sudah terlambat hampir tiga jam dari jam seharusnya.

 

Hyung.. Semoga kau tidak apa?

 

Aku tunggu hyung sambil terus mencoba meneleponnya.

 

Setelah menunggu menunggu dan menunggu. Aku sudah tidak tahan lagi.. Ini sudah terlalu lama untuk batas toleransi terlambat. Aku pun segera mengambil kunci mobilku di kamar. Aku ingin menyusul hyung. Mungkin dia ada masalah dan membutuhkan bantuan. Saat aku mengambil kunci, tanpa sengaja Eunhyuk terbangun.

 

“Kau mau kemana?” tanya Eunhyuk.

 

“Sekarang sudah pagi dan Jaejoong hyung belum juga tiba.. Aku khawatir. Aku akan menyusulnya..”

 

“Mungkin saja dia lelah dan memutuskan untuk berhenti istirahat sejenak.” kata Eunhyuk.

 

“Mungkin saja.. Tapi bisa saja dia memang benar-benar dalam masalah. Aku akan menyusulnya walau ternyata dia terlambat karena berhenti istirahat.” jawabku dengan bersikeras.

 

“Baiklah.. Aku akan menemanimu..” kata Eunhyuk.

 

Eunhyuk mengambil jaket dan kami pun keluar. Yebin terbangun mungkin gara-gara suara bicara ku dan Eunhyuk yang sedikit keras. Dia keluar dari kamarnya dan mengejarku keluar. Dengan wajah penuh khawatir dia bertanya padaku.

 

“Kalian mau kemana? Jaejoong oppa sudah sampai?”

 

“Belum. Kami mau menyusul Jaejoong hyung.. Dia belum sampai-sampai juga..” jawabku.

 

“Aku ikut.. Aku khawatir..” pintanya..

 

“Baiklah..”sahutku.

 

Akhirnya kami bertiga berangkat menyusul hyung. Ku pacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Kususuri jalanan yang tadi malam aku lewati. Tak terasa kami sudah sampai di tempat ban Jaejoong bocor semalam. Seharusnya jika dia berhenti untuk istirahat,kita pasti melewatinya tapi sedari tadi kita tidak melihat mobil Jaejoong. Atau dia tersesat?? ah.. Tidak mungkin. Jalan menuju vila ya hanya satu jalan ini. Tidak mungkin dia tersesat. Dan tidak ada percabangan atau belokan sama sekali. Atau dia kembali ke rumah? Tapi buat apa?

 

Akhirnya aku telepon Junsu.

 

[Junsu pov]

 

Matahari mulai menyinari kamarku dari celah-celah tirai jendela. Sebenarnya sedari tadi aku sudah bangun. Tapi aku tak ingin beranjak. Saat aku terbangun tadi aku ternyata sedang berada di pelukan Yoochun. Dia benar-benar memelukku semalaman. Dia benar-benar melakukannya agar aku tidak ketakutan saat ada suara petir. Aku merasa hangat dalam pelukannya. Tapi kenapa rasanya tidak ingin beranjak dan membangunkan Yoochun.. Aku masih ingin berlama-lama dalam posisi seperti ini. Karena aku bisa mengamati wajahnya dari dekat dan aku merasa sangat nyaman dalam pelukannya.

 

Tiba-tiba HP ku berbunyi.

 

KRING..KRING…

 

Hyahhhh… Terpaksa aku harus bangun dan mengangkat teleponku. Terpaksa kulepaskan pelukannya dan mengambil telepon yang ada di meja. Yoochun pun juga ikut terbangun dan melepaskan pelukan dan membiarkan aku mengambil HP ku.

 

“Yabuseo..Siapa ini?” salamku.

 

“Yabuseo.. Aku Donghae.. Hyungmu dirumah?” tanya Donghae pada ku.

 

“Andwe.. Ada apa emangnya? Bukannya dia semalam berangkat bersama kalian ke vila” aku bertanya pada Donghae.

 

“Ani..ani.. Jaejoong hyung kemarin berkendara sendirian di belakang. Dan sampai sekarang dia belum tiba di vila. Tidak apa-apa.. Kau jangan khawatir dulu.. Mungkin dia mampir ke suatu tempat karena istirahat sebentar.. kau tenang saja.. Nanti aku kabari lagi.. Kami akan mencarinya lagi.” jawab Donghae menenangkanku. Kemudian dia mematikan telepon.

 

Bagaimana mungkin aku bisa tenang?? Aku langsung khawatir sekali. Jantung ini berdetak dengan sangat cepat. Kurasakan tubuhku terasa sangat lemas. Rasanya dadaku sangat sesak. Hyung.. Ada apa ini??

 

===

 

TBC

Gimana Chapter 8 Bloody Love ini? Komen yang banyakkk ya… please..😥

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 9 tanggal 22 July 2011 jam 19.00 WIB

Jadwal Postingnya udah aku taruh di side bar, jadi gampang kalo mau liat.

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

36 thoughts on “Bloody Love Chapter 8 – Stay in My Side Forever | @beth91191

    • besok kok chap 9 nya.. rencananya bulan puasa nggak ada update ff terbaru nih. Mau menghindari batalnya puasa gara2 baca ff. Tapi belum tau juga. Jadi, pinginnya cpt2 aku posting sebanyak-banyaknya..
      gomawo ya dah baca dan komen🙂

  1. Ecieeee…..yoosu tidur smbl pelukann hihihihi

    Aduuuh apa yg terjadi dg jae, smg jae hlg krn dtolong olh seseorg

  2. Yoosu bneran mkin lengket dr hari ke hari..N su-ie yg sbar ea jaema psti kmbli ko..
    Moga2 ja jaema ditemukan yunpa..
    Doa ank yunjae..Amin..
    Chngu hebat..
    Q lnjut ea

  3. Nah lho jaejoongnya kemana????????
    Ilang kaan…
    Apa jangan jangan di bawa sama sosok itu?

  4. hedehhhh… umma kgak khbarnya dpart nie… bner2 pnsran apa yg akan trjadi pp umma????hufftttt
    truss2… yoosu couple mkin lengkt az dehh…….. ngiri mode on…heheheh

  5. donghae teman yg baek..doa.khawatir ama Jeje.. alah alah.si Yoosu peyuk2an teruuuss..mau douuung..
    jeje kmn yaaaa
    onniee~ aku nemu “andwe” lagi yg seharusnya “anio” hehe

  6. huaaa… junchan adek yang baikk… khawatir ma kknya…
    tnang umma pasti sama appa kok😀

  7. oiya
    kan mobilnya Jae masuk jurang ya
    jadi mereka ga nemuin Jae
    paling ga jejak mobilnya ada gitu
    eh tapi semaleman hujan. jejaknya pasti ilang

    aigooo
    baik-baik sajakah Jae

  8. jae belum diketemuin yah..tpi kayanya nggak akn ketemu dh bdanya..cuma m0bil doang yg ditemuinya..

  9. Eomma kemana? Dibawa sama appa kah? Emm mungkin saja *laugh*
    Emm yoosu makin lama makin deket ajaa, jae ngiri tuh yun belum keluar dicerita hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s