Bloody Love Chapter 9 – Don’t cry baby | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 9 – Don’t cry baby
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

 

[Junsu pov]

 

Matahari mulai menyinari kamarku dari celah-celah tirai jendela. Sebenarnya sedari tadi aku sudah bangun. Tapi aku tak ingin beranjak. Saat aku terbangun ternyata aku sedang berada dalam pelukan Yoochun. Dia benar-benar memelukku semalaman. Dia benar-benar melakukannya agar aku tidak ketakutan saat ada suara petir. Aku merasa hangat dalam pelukannya. Tapi kenapa rasanya tidak ingin beranjak dari pelukannya yang dapat membangunkannya.. Aku masih ingin berlama-lama dalam posisi seperti ini. Karena aku bisa mengamati wajahnya dari dekat dan aku merasa sangat nyaman dalam pelukannya.

 

Tiba-tiba HP ku berbunyi.

 

KRING..KRING…

 

Hyahhhh… Terpaksa aku harus bangun dan mengangkat teleponku. Terpaksa kulepaskan pelukannya dan mengambil HP yang ada di meja. Yoochun pun juga ikut terbangun dan melepaskan pelukan dan membiarkan aku mengambil HP ku.

 

“Yabuseo..Siapa ini?” salamku.

 

“Yabuseo.. Aku Donghae.. Hyungmu dirumah?” tanya Donghae pada ku.

 

“Andwe.. Ada apa emangnya? Bukannya dia semalam berangkat bersama kalian ke vila” aku bertanya pada Donghae.

 

“Ani..ani.. Jaejoong hyung kemarin berkendara sendirian di belakang. Dan sampai sekarang dia belum tiba di vila. Tapi tidak apa-apa.. Kau jangan khawatir dulu.. Mungkin dia mampir ke suatu tempat karena istirahat sesaat.. kau tenang saja.. Nanti aku kabari.. Sekarang kami akan mencarinya lagi.” jawab Donghae menenangkanku. Kemudian dia mematikan telepon.

 

Aku khawatir sekali. Jantung ini berdetak dengan sangat cepat. Kurasakan tubuhku terasa sangat lemas. Rasanya dadaku sangat sesak. Hyung.. Ada apa ini sebenarnya? Dimana kau hyung?

 

“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Yoochun padaku.

 

“Entahlah.. Mereka bilang Jaejoong hyung menghilang. Seharusnya dia sekarang sudah sampai vila. Tapi ternyata sampai sekarang dia belum sampai..” ucapku gelisah.

 

Hyung.. Hyung.. Kau dimana? Aku bingung.. Aku takut hyung ku kenapa-kenapa. Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang.

 

[Yoochun pov]

 

Ku lihat matanya berkaca-kaca. Dia benar-benar khawatir dengan hyung nya. Aku ikut sedih dibuatnya. Walaupun aku tidak mengenal hyung nya. Bahkan belum pernah bertemu sekalipun. Tapi aku ikut sedih. Mungkin aku sedih bukan karena hyungnya,tapi sedih karena melihat wajah Junsu yang tampak sedih.

 

“Tenanglah Junsu..”

 

“Bagaimana aku bisa tenang bila tidak mengetahui keberadaan hyungku????” bentaknya.

 

Aku sanget kaget sekali saat dia membentakku. Tak pernah aku bayangkan dia bisa membentakku seperti itu. Tapi saat dia membentak seperti itu justru aku yakin bahwa dia sedang merasa sangat sedih dan bingung saat ini.

 

“Hyungmu akan baik-baik saja..” aku berusaha menenangkannya.

 

“Kau tidak tahu perasaanku!!! Hyung adalah seseorang yang paling berharga dalam hidupku… Aku tak bisa hidup tanpa dirinya..tak bisa..tak bisa..” katanya dan perlahan dia mulai menangis.

 

Airmatanya mengalir di pipinya. Dia terduduk lemas di lantai. Matanya menerawang jauh. Beberapa kali dia melihat ke arah HP nya. Seperti menunggu sesuatu. Dia benar-benar kebingungan sendiri. Dari bibirnya terdengar ia memanggil-manggil nama hyungnya..

 

“Hyung..hyung..Jaejoong hyung”

 

===BEBERAPA JAM KEMUDIAN===

 

Aku tidak tega melihatnya seperti itu terus-terusan. Aku memang tak bisa membantu apa-apa. Tapi setidaknya aku bisa menyiapkan sarapan untuknya. Dia boleh saja khawatir dengan hyungnya,tetapi tetap saja dia tidak boleh lupa untuk makan. Apalagi dia masih kondisi lemah.

 

“Junsu…” panggilku lembut padanya.

 

Dia tidak menjawab panggilanku.

 

“Makanlah..” kataku. Tapi dia sama sekali tidak mempedulikanku. Dia hanya melihat ke arah HPnya dan jam dinding.

 

“Ku mohon kau makanlah.. Kau masih sakit” kataku sambil menaruh makanan yang sudah aku siapkan di depannya.

 

Dia tetap saja tidak meresponku.

 

“Junsu…” kataku sambil meletakan piring di tangannya.

 

“ANDWEE…!!!” dia melemparkan makanan yang sudah aku siapkan begitu saja. Semuanya berserakan. Berantakan. Dan dia kembali menangis.

 

“Aku tidak butuh makan. Yang aku butuh saat ini adalah hyung ku..” teriaknya yang membuatku sedih.

 

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mungkin memang dia sedang belum bisa diganggu. Aku bereskan piring dan makanan yang tercecer di lantai kemudian kubawa kembali ke dapur.

 

Saat aku kembali menemuinya,HPnya berbunyi.

 

KRINGG..KRINGGG…

 

[Author pov]

 

Junsu melihat telepon itu dari Donghae. Dengan segera dia mengangkat teleponnya sambil beranjak berdiri. Dia takut sekali untuk mengangkatnya. Siapkah dia menerima apapun yang akan di katakan Donghae hyung padanya. Dia sangat takut Donghae hyung mengabarkan hal yang buruk. Tapi mau tidak mau,dia harus tetap mengangkat telepon darinya. Siapa tahu Donghae akan memberikan kabar yang baik untuknya.

 

“Yabuseo..” kata Junsu.

 

“Junsu..” kata Donghae.

 

“Ada berita apa hyung?? Bagaimana keadaan Jaejoong hyung?? Bagaimana?? Katakan hyung… Katakan…” tanyanya bertubi-tubi.

 

Donghae masih saja terdiam.

 

“Hyung… Cepat katakan..” Tangisnya semakin tak terbendung. Hatinya benar-benar berkecamuk saat ini.

 

“Junsu..” kata-kata Donghae hyung kembali terputus.

 

Hatinya makin tak karuan. Jantungnya berdebar dengan sangat keras seakan-akan mau meledak. Air matanya sudah membasahi pipinya.

 

“Hyung mu junsu..”

 

“Hyung ku kenapa??!!” tanya Junsu dengan sedikit berteriak.

 

“Hyungmu..Hyung mu mengalami kecelakaan mobil. Mobilnya hancur. Polisi menemukan banyak darah dimana-dimana. Tapi mereka tidak menemukan keberadaan hyung. Polisi sudah menyisir sekitar daerah itu tapi mereka belum juga menemukannya. Tetapi menurut polisi mungkin dia mungkin dalam kondisi meninggal. Karena mobilnya sangat hancur. Walau dia tidak meninggal dalam kecelakaan itu tapi banyak binatang buas berkeliaran di hutan itu. Polisi menduga tubuh hyungmu telah di bawa oleh serigala. Junsu.. Junsu..” Donghae memanggil-manggilnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Mulutnya terkunci.

 

Hatinya hancur berkeping-keping mendengar berita itu. Tubuhnya tiba-tiba lemas. HP nya terjatuh ke lantai. Diikuti dengan tubuhnya yang melemas terduduk lesu ke lantai. Air matanya tak lagi keluar. Matanya benar-benar kosong. Dia hanya melihat keluar jendela dengan tatapan kosong. Wajahnya tampak pucat. Seharusnya dia menangis. Tetapi entah mengapa dia tidak menangi? Apakah karena terlalu sedih maka dia sama sekali tidak menangis. Justru ini yang lebih metakutkan. Kesedihan yang amat sangat hingga membuatnya sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa. Lebih baik jika dia bisa menangis daripada seperti ini.

 

Yoochun yang melihat respon Junsu seperti itu, tahu bahwa kabar yang dibawa bukanlah suatu kabar yang baik, tapi suatu kabar yang buruk, bahkan sangat buruk. Yoochun pun mendekatinya. Dipeluk tubuh lemah itu. Dia sama sekali tidak merespon. Seakan-akan jiwanya ikut mati bersama dengan kabar bahwa hyungnya telah mati.

 

====MALAM HARINYA===

 

[Yoochun pov]

 

Seharian dia tidak makan, tidak istirahat, tidak mandi, tidak melakukan apa-apa, bahkan menangis pun tidak. Dia masih saja terduduk di tempat yang sama dan dengan posisi yang sama. Dia masih saja melihat ke luar jendela. Seakan-akan menunggu kedatangan hyungnya. Dia sama sekali tidak bergerak. Aku benar-benar tidak tega melihatnya. Dia tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan yang menyakiti dirinya sendiri dan menyaktiti hati orang lain yang melihatnya. Karena melihatnya seperti itu sungguh membuatku dadaku terasa sakit.

 

Aku tak boleh membiarkannya seperti ini terus. Aku harus melakukan sesuatu. Jika dengan cara lembut tak berhasil juga,mau tidak mau aku harus memaksanya. Aku tarik dia. Dia masih saja terdiam. Dia sama sekali tidak melawan. Aku tarik dia ke kamar mandi.

 

“Mandilah.. Kau boleh saja bersedih karena hyungmu telah tiada tapi kehidupanmu harus terus berlanjut..”

 

Dia masih saja tidak bergeming.

 

“Mandilah..aku mohon..”

 

Dia masih saja berdiri terdiam di depan ku.. Kubuka kancing kemeja nya satu persatu. Kulepaskan dan kumasukan ke tempat pakaian kotor. Kemudian kuraih celananya. Hendak kubuka celanya tapi tiba-tiba sebuah pikiran buruk menghinggapiku.. Sempat beberapa saat aku ingin menyentuhnya seperti kemarin. Tapi hentikan Paark Yoochun.. Haruskah aku memandikannya? Tapi aku takut. Aku takut. Takut kalau aku saat memandikannya aku kelepasan dan melakukan hal itu. Tidak… Tidak… Aku tak perlu melakukannya. Aku tak boleh sampai melakukan hal itu lagi padanya. Apalagi di saat dia sedang berduka seperti ini. Akhirnya aku lap saja wajahnya  dan badannya dengan kain basah. Ketika aku membuka celananya, kepejamkan mata ini rapat-rapat dan kulakukan dengan sangat cepat. Aku ganti pakaiannya. Biarlah. Besok pasti dia akan mandi juga.

 

Setelah itu aku gandeng dia keluar kamar mandi. Aku dudukan dia di kasurnya. Aku pun menyuapinya dia makanan. Seharian dia belum makan. Untunglah dia mau makan,walau hanya beberapa sendok. Makannya kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Biasanya dia makan makanan buatanku dengan lahap dan rakus. Tak seperti ini.. sedikit dan terkesan dipaksakan. Tapi tak apalah,yang penting perutnya terisi makanan.

 

Dia benar-benar sedang kosong. Semua gerak-geriknya aku yang mengatur. Andai sekarang ada yang bertindak jahat padanya,dia pasti tetap diam dan pasrah. Benar-benar kondisinya sangat menyedihkan dan memprihatinkan.

 

Padahal aku bisa saja meninggalkannya sendirian saja. Ada urusan apa aku harus menemaninya dan melayaninya seperti ini?  Tapi entahlah. Yang jelas aku senang dan ingin melakukan hal ini. Dan satu lagi. Aku telah berjanji tidak akan meninggalkannya sendirian, setidaknya sampai upacara peringatan meninggalnya hyungnya besok. Jika bukan aku yang mengurusnya,siapa lagi yang mau. Yang dia miliki hanya hyungnya. Dan kini hyungnya telah tiada.

 

Saat ini dia tertidur setelah aku suapi makanan. Dia tidur dengan lelapnya. Biarlah dia tidur. Batinnya pasti capek. Fisiknya pun lemah. Junsu.. Tegarlah..

 

===SAAT UPACARA===

 

[Author pov]

 

Hari ini di rumah Junsu banyak sekali tamu yang datang. Untuk sekedar menunjukan rasa berduka citanya atau datang untuk menghiburnya. Junsu masih saja terlihat kosong. Yoochun medudukan dia sebuah sofa di pojok ruangan tepat dimana orang-orang tengah berkumpul. Mereka menjabat tangan nya dan berusaha memeluknya. Tapi sama sekali tak ada respon balik darinya. Semua orang sepertinya sudah datang. Tetapi rombongan Donghae belum juga datang.

 

Beberapa saat kemudian. Donghae, Eunhyuk, dan Yebin datang. Saat itu juga mereka langsung berlari menuju Junsu. Yoochun yang semula di sampingnya sedikit menyingkir.

 

Pertama Yebin yang memeluk Junsu.

 

“Junsu… Hyungmu Junsu…” Yebin tak mampu berkata-kata lagi. Dia sendiri sedang menangis bahkan semua orang dapat melihat bahwa mata Yebin sangat bengkak karena terlalu banyak menangis.

 

Setelah itu Donghae memegang pundak Junsu dan memeluknya.

 

“Junsu.. Tegarlah.. Walau hyungmu sudah tiada. Kau masih punya kami. Anggap saja aku hyung mu.” kata Donghae.

 

Kemudian Eunhyuk memeluk Junsu. Eunhyuk tak berbicara apa-apa. Karena dirinya hanya bisa menangis. Tapi itu lebih baik dari pada Junsu yang hanya terdiam kosong.

 

Kemudian upacara pun berlangsung. Sebetulnya inti dari acara upacara ini adalah memakamkan jenazahnya. Tapi apa yang mau di makamkan. Jenazahnya saja sudah hilang. Dan bahkan yang lebih menyakitkan hati semua orang adalah ada dugaan jenazahnya hilang karena di bawa oleh serigala. Karena kabarnya di sekitar situ memang sering terlihat serigala. Sungguh miris sekali kematian Jaejoong. Banyak orang yang merasa kehilangan sosok Jaejoong yang hangat dan menyenangkan.

 

Setelah upacara, semua orang pamit untuk pulang. Hanya Yoochun yang masih setia di sampingnya. Dia pun memutuskan untuk tinggal dengan Junsu sampai Junsu benar-benar siap menjalani hidupnya kembali seperti dulu.

 

===Beberapa hari kemudian===

 

[Yoochun pov]

 

Hari demi hari terlewati. Kurasakan bahwa aku sudah benar-benar gila. Mengapa aku sebegitu relanya menyisihkan segala hal demi untuk selalu berada di sisinya? Mengapa aku tak pergi saja dan mengurus urusanku sendiri yang sudah terbengkalai beberapa hari ini. Mengapa? Aku baru saja mengenalnya. Tapi mengapa aku melakukan hal yang sebenarnya bukanlah tanggung jawabku. Mengapa justru aku merasa senang dan tak terbebani melakukannya? Mengapa aku justru merasa sangat nyaman bila berada di sisinya? Mengapa? Ada apa denganku? Ada apa dengan perasaanku?

 

Kulihat hari ini Junsu masih saja kosong. Aku tak mampu berbuat apa-apa lagi. Sampai kapan dia akan seperti ini? Terlalu menyakitkan melihatnya seperti ini. Aku selalu berada di sampingnya. Aku selalu berusaha menghibur dan mengajaknya berbicara. Sama sekali tak sadarkah dia bahwa ada aku di sampingnya?? Tak sadarkah dia bahwa aku selalu menjaga dan mengurusnya? Tak sadarkah dia bahwa aku sangat-sangat peduli padanya? Tak sadarkah bahwa aku menyayanginya??

 

Apa?? Apa yang aku pikirkan? Aku menyayanginya? Benarkah yang aku rasakan saat ini padanya adalah perasaan sayang? Haruskah aku mengatakannya padanya bahwa aku menyayanginya?

 

Akupun mencoba duduk di samping Junsu. Kupegang tangannya. Aku tak mampu lagi menahan perasaan ini. Aku harus mengatakannya padanya segera. Mungkin aku mengatakannya tidak tepat waktunya. Tapi mungkin ini dapat sedikit menghiburnya. Bahwa masih ada orang yang sangat menyayanginya yang akan selalu berada disisinya, melindungi dan menjaganya,yaitu aku, Park Yoochun.

 

Aku rengkuh tubuhnya dan kudekatkan pada dadaku. Kupeluk dia sambil kubelai rambutnya.

 

“Junsu.. Entah kau mendengar perkataanku atau tidak. Entah kau merasakannya atau tidak. Entah kau akan diam saja atau akan menanggapiku. Tapi asal kau tahu Junsu bahwa aku..” kata-kataku terhenti. Akankah aku mengatakannya sekarang?

 

“Aku.. Aku sangat menyayangimu Junsu… Aku mencintaimu..” ucapku sambil menatap wajahnya.

 

Kulihat wajahnya tiba-tiba bereaksi. Ekspresi wajahnya seperti wajah orang yang sedang berpikir. Dia sepertinya tenga berpikir keras. Selama beberapa saat dia terdiam dan berusaha mencerna kata-kataku. Kemudian dia melihat ke arahku. Dilihatinya terus wajahku dengan tajamnya selama beberapa saat. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku tak bisa membaca pikirannya.

 

Lama kelamaan air mata mulai mengalir lembut dari mata nya. Dia masih saja melihatiku. Ku usap air mata di pipinya lembut. Dan kemudian..

 

“Yoochun..Gomawo.. Gomawo shimnida.. Karena kau mau menyayangiku dan mencintaiku.” dia pun memeluk tubuhku erat.

 

“Sejak hyung meninggal. Aku takut. Takut tak ada lagi yang bisa mencintai dan menyayangiku seperti hyungku. Berjanjikah kau akan mencintaiku sebesar cinta hyung padaku?” tanyanya.

 

“Lebih.. Aku akan mencintaimu lebih dari siapapun yang mencintaimu. Aku akan selalu menyayangimu. Aku akan selalu melindungimu. Aku akan selalu menjagamu. Aku akan selalu membuatmu bahagia dan aku akan selalu ada disisimu, selamanya. Aku janji.” kataku dengan terus memeluknya erat.

 

“Gomawo.. Gomawo Yoochun… Gomawo..” akhirnya dia menangis sejadi-jadinya dalam pelukanku. Aku lebih senang jika dia menangis seperti ini. Jiwa nya telah kembali. Jiwanya telah kembali. Tidak lagi kosong seperti beberapa hari ini. Aku tahu, lambat laun, sedikit demi sedikit dia pasti akan mulai bisa menerima kematian hyungnya. Aku akan selalu di sampingmu Junsu dan membantumu melewati hari-harimu yang terasa berat tanpa hyungmu di sampingmu.

 

====

TBC

Lhooo Junsu sedih…. tenang ada yoochun di sampingmu… jangan sedih….

Gimana Chapter 9 Bloody Love ini? Komen yang banyakkk ya…

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 10 yaaa..

Jadwal Postingnya udah aku taruh di side bar, jadi gampang kalo mau liat.

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

37 thoughts on “Bloody Love Chapter 9 – Don’t cry baby | @beth91191

  1. Junsu jngan sdih donk..kta smua jg sdih dg keadan jaejoong yg ilang bhkan dkra mti..:'(:'(
    Trus gmn nsibnya jaeumma..??

  2. junsu jd gila??? *asekkk* hlo???

    ahhhhh junsu…. segitu menderitakah dirimu saat ga ada jejung ????

    untung ada yuchun yg setia nemanin junsu.

    sabar ya su-ie T.T

    lanjut ah~~~

  3. huweee….
    jae ke mana?? og tubuhnya g ada ??

    aigoo.. junsu udah kayak mayat hidup aja ditinggal ama jae..
    begitu berarti jae untuk junsu..
    untung aja ada uchun yang nemenin junsu, coba kalok g, bisa bahaya ><

    yes! akhirnya uchun menyatakan perasaaannya juga ^^
    jadi junchan g perlu terlarut dalam kesedihan terus menerus..
    karena ada uchun yg mencintai dan menemaninya..

  4. Jujur yah koq sampe chap ini lebih banyak scene yoosunya?? Yunjaenya malah belum muncul.. Yunjae ada di chap berapa nih.. Klo yoosu aq kurang fokus bacanya..

    Mwo serigala???
    Masa sih??? andweeee
    Jeje pasti dibawa sosok itu

  5. walaupun judulnya dun cry baby tpi tetep aj mewek !
    T_T oppa g blh mati !!!
    aku g terima !!!!! T_T
    oppa g blh mati !!!! -_-

  6. waddooowwww… umma bner2 kgak ada khbarnya yaa???
    pste dbwa org yg brjubah htam ntuw, yg akan mengubah segalanya dre umma…huftttt
    suie immuettt jgn sedig trus dunnk kan ada bang chun yg akan sllu mnemanimu, kapanpun, dimananapun, keadaan apapun,….huuuftttt SEDIIHhhh… HIkssssssssss

  7. buseettt tega amat ituu..tubuhnya jeje di makan hewan buas hohoho Yunho hewan buas douung kekekekekk
    cacian my duckbutt.. untung ada si uchun.. cep cep cep

  8. ahjumma kasian amat ditinggal eoma..
    pasti kesepian..tpi ada yoochun ahjussi jadi tenang deh..
    btw Yunjae kemana dah???
    masih lama ya..???

  9. Junsu…sadar… jgn berlarut-larut sedih’a…msh ά̲ϑª org ýanƍ menyayangimu, ά̲ϑª chunpa di sampingmu…tabahlah!!!
    (╥﹏╥)°°˚˚Ħȋȋκ̣̝̇ (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)°˚˚Ħȋȋκ̣̝̇ !! Ku menangis liat keada’an kmu seperti itu!! Ky zombie!!

  10. iwow !!! yoosu udh jadian…
    malah umma lgi ni pa kbrnya… blm muncul” …. ummmaaaaaaa….
    junsu pcrn ma chun tuh …

  11. andwe
    Jae pasti dibawa sama sosok itu kan
    siapa sebenernya sosok itu

    thanks buat abang jidat-lebar karena udah mau nemenin Junsu duckbutt yg lagi berkabung
    apa jadinya Junsu tanpa Yoochun
    poor Junsu

  12. tuh kan bener tubuhnya jae gak bisa ditemukan..dibawa pergi sama sosok berbaju hitam itu kayanya..
    Jun ma chun beneran jadian..hahb

  13. hiks hiks sedih ngeliat keadaan suie oppa
    untung ada chunnie oppa yg selalu ada disisi’a
    tp dimana jaemma sekarang ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s