Bloody Love Chapter 11 – Forever I don’t want | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 11 – Forever I don’t want!
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

===DI RUMAH SIWON===

 

[Jaejoong pov]

Saat ini aku adalah seorang vampir. Siap tidak siap, mau tidak mau, aku harus tetap mengetahui bagaimana kehidupan vampir ini. Aku harus menemui Siwon-ssi sekarang. Banyak yang ingin aku tanyakan. Banyak sekali pertanyaan yang menjejali otak ini. Mana Siwon-ssi??

Tiba-tiba..

“Benarkah kau sudah siap?” seseorang di belakang ku bertanya, yang ternyata adalah Choi Siwon.

“Nae..” jawabku singkat. Bagaimana dia bisa tahu kalau aku sudah siap? Entahlah namja ini benar-benar misterius.

“Baiklah.. Aku akan mulai menjelaskan. Aku hanya akan mengatakannya sekali. Dan dengarkan baik-baik. Aku bukan namja misterius seperti yang kau katakan itu.” katanya

“Mwo?? Bagaimana kau tahu isi hatiku.” Tanyaku tak percaya dia mampu membaca pikiranku.

“Yaa.. Karena seorang vampir memiliki indera yang lebih  tajam dibanding manusia. Kita memiliki mata yang dapat melihat sesuatu di balik dinding. Dapat melihat masa depan dan masa lalu serta dapat mengetahui apa yang ada di pikiran yang lain. Kita memiliki telinga yang dapat mendengar berpuluh-puluh kilometer. Kita dapat menafsirkan bau dan rasa dari sesuatu secara akurat. Kita juga memiliki kekuatan yang sangat besar dan kecepatan yang tinggi. Satu lagi. Kita tak akan pernah mati. Tak akan pernah terluka. Karena kita akan hidup selamanya. Di dalam kutukan ini.” Jelasnya.

Wowwww… Seruku di dalam hati.

“Tapi bukan berarti jika kau menjadi vampir kau bisa melakukan semaumu. Ada satu hal yang harus kau taati. Yaitu tidak boleh ada satu manusiapun yang tahu bahwa kau adalah seorang vampir,kecuali manusia itu ingin kau ubah menjadi seorang vampir atau kau ingin membunuhnya. Jika kau melanggar peraturan itu. hanya ada dua pilihan, aku sendiri yang akan membunuh manusia itu, atau kau pilih untuk dihukum mati.” jelasnya padaku yang membuat hatiku tergetar.

Mwo? Dia bilang vampir tak akan bisa mati. Tapi mengapa dia berkata akan membunuh vampir yang melanggar aturan. “Memang bagaimana ca…” belum sempat ku selesai berkata.

“Tentu saja aku bisa. Karena aku lah yang memiliki kuasa penuh terhadap nyawa seorang vampir.” jawabnya tiba-tiba. Lagi-lagi dia mampu membaca pikiran. Tapi mengapa dia memiliki kuasa penuh atas nyawa vampir? Siapakah dia sebenarnya? Apa memangnya kedudukannya?

“Oya.. Satu lagi.. Kita vampir tidaklah takut terhadap sinar matahari. Cerita yang ada di film-film itu tidaklah benar. Tapi jika kau terkena sinar matahari, itu akan dapat membuatmu lebih mudah haus dan lemah. Maka dari itu,para vampir lebih senang menghindari berada di ruangan terbuka saat ada sinar matahari.”

Namun tiba-tiba ada seorang namja datang mendekati kami,memotong pembicaraan kami.

“Yang Mulia Siwon.. Aku sudah menyiapkan makan malam.” ucap namja itu.

Mwo??? ‘Yang Mulia’??? Sebenarnya siapakah dia? Mengapa namja ini memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia?

“Dia adalah rajamu. Kau beruntung sekali bisa menjadi vampir karena Raja sendiri yang telah mengubahmu.” jawab namja itu tanpa perlu aku bertanya. Sepertinya benar kata Siwon-ssi bahwa seorang vampir dapat membaca pikiran.

Tapi dia adalah raja?? Benarkah dia seorang raja? Mengapa seorang raja langsung turun tangan mengubahku? Beruntung kata namja itu?? Menjadi seorang vampir itu bukanlah suatu hal yang aku inginkan. Itu katanya beruntung.

“Sudahlah jangan kau pikirkan.. Ayo kita makan malam..” ucap Siwon padaku. Dia lagi-lagi tahu isi hatiku bahwa aku tidak menyukai kata-kata namja ini.

“Oya.. Kenalkan dia adalah Yesung. Dia yang akan menjadi pengawalmu. Dia lah yang akan banyak membantumu saat kau perlu bantuan.”lanjutnya.

“Siwon… Maksud ku Yang Mulia Siwon..” kataku

“Tidak… Kau cukup panggil aku Siwon saja..” jawabnya sambil tersenyum pada ku.

“Siwon..Lalu bagaimana jika aku ingin bertemu adikku. Bolehkah dia tau aku adalah vampir? Atau aku pura-pura seperti manusia saja? Aku ingin sekali bertemu dengannya.” tanyaku.

“Mmmm… Sebaiknya jangan.. Biarlah dia mengetahui kau sudah mati. Tapi jika kau ingin bertemu dengannya tanpa sepengetahuannya tidak apa-apa..” jelasnya sambil menggandengku ke ruang makan,”Sudahlah.. Lama-lama kau akan terbiasa dengan aturan ini. Karena aturan dibuat sebenarnya dengan tujuan untuk melindungi mu dan kaum kita.”

Sesampainya di ruang makan, di tariknya kursi untukku duduk dan dipersilakannya aku duduk disitu. Sebenarnya apa yang dia lakukan. Kenapa dia begitu baik padaku. Mengapa seorang raja berlaku baik sekali pada seorang vampir biasa yang baru saja berubah menjadi vampir? Ah entahlah. Aku lapar. yang penting saat ini adalah makan. Kecelakaan itu membuatku sungguh kelaparan.

Kulihat semua makanan yang tersedia di meja sangat lezat dan menggoda.

“Silakan makan..” kata Siwon padaku.

Akupun segera mengambil duduk dan melahap makanan-makanan itu. Ku lihat Siwon tak makan apa-apa dia hanya melihatku dengan tersenyum-senyum sendiri. Ah,biarlah.. Yang penting aku makan. Aku pun mengambil banyak makanan di piringku kemudian aku habiskan. Tapi mengapa aku masih lapar? Ah sepertinya aku sangat kelaparan. Kemudian aku isi kembali piringku dengan makanan. Dan habis lagi. Tetapi kenapa masih ada perasaan lapar? Siwon yang melihatku makan masih saja senyum-senyum sendiri. Sekali lagi aku ambil makanan. Dan aku habiskan kembali. Tapi.. Ahhh… Mengapa aku tak puas-puas juga makan?? Ada yang salah padaku. Apa yang salah? Mengapa rasa laparku tal pernah hilang. Padahal aku sudah makan berkali-kali. Kemudian..

“Sampai semua makanan di dunia ini kau habiskan,kau tak akan pernah puas makan,masih saja kurang dan kurang.. Itu memang karena tak ada makanan manusia yang dapat memuaskan nafsu makan mu kecuali darah” ucapnya masih dengan senyum yang sama.

“Darah katamu??”

“Ya,tentu saja. Karena hanya darahlah yang dapat memuaskan nafsumu. Yesung-ssi bisa sediakan kami makanan yang sebenarnya..” ucap Siwon pada asisten nya Yesung.

Kemudian Yesung membawa sebuah nampan yang diatasnya terdapat dua gelas kecil berisi cairan merah.

“Apa ini?” tanyaku padanya.

“Ini darah, Tuan Jaejoong.. Silakan..” jawab Yesung ramah.

“Darah adalah kebutuhan bagimu. Jika kau tidak meminum darah,lambat laun darah yang ada dalam tubuhmu akan menghitam, lama-kelamaan darah dalam tubuhmu itulah yang akan meracunimu dan membunuhmu perlahan hingga pada hari ketujuh kau tak mengkonsumsi darah, kau akan mati. Jadi minumlah Jaejoong-ssi” ucapnya.

Siwon mempersilakan aku meminum darah itu. Itu hal yang menjijikan. Aku tak mau tak mau. Lebih baik aku mati dari pada meminum darah manusia.

“Andwe!!! Aku tak mau..” Aku pun memukul meja dan pergi ke kamar tempat aku terbangun tadi. Aku pun terduduk di lantai dan bersandar pada tepian tempat tidur. Benarkah hanya darah yang dapat memenuhi nafsuku ini? Yang ada di pikiranku saat itu hanya meyakinkan diriku bahwa aku dapat hidup tanpa meminum darah manusia. Tapi entah mengapa semakin aku meyakinkan diriku, semakin aku terbayang darah yang di bawa oleh Yesung-ssi tadi. Merah.. Kental… Terlihat nikmat dan segar.. Baunya pun sangat lezat…

Ahhhhh Tidakkkk… Aku tidak mau meminum minuman menjijikan itu.. Tapi mengapa perasaan ini sangat besar?? Mengapa aku sangat ingin meminum darah?? Mengapa?? Tuhan… Kau benar-benar telah mengutukku…

Sejam dua jam.. aku berusaha menahan gejolak di dalam hati ini untuk tidak meminum darah. Tapi..

Aaaaarrrrrrgggggghhhhhh…. Aku tak kuat lagi… Tak kuat menahan perasaan ini. Segera ku keluar dari kamarku dan berlari menuju ruang makan tadi. Dan kulihat gelas yang disajikan Yesung masih ada di atas meja. Aku pun segera meminumnya hingga habis, hingga tetes terakhir. Ahhhh… Nikmat… Tak puas satu gelas. Ku ambil gelas kedua yang seharusnya milik Siwon.

Tiba-tiba dari arah belakang..

“Wahhh.. Ternyata kau mampu menahan perasaan itu lebih lama di banding vampir pada umumnya.. Hebat.. Tapi tetap saja.. Seorang vampir tak akan mampu menahan untuk tidak meminum darah yang memang kebutuhannya.. Hahaha..” senyum lebar terkembang di bibirnya..

Sialan kau Siwon,pekikku di dalam hati. Tapi memang benar apa yang dia katakan. Aku tak snaggup menahan rasa untuk meminum darah. Rasa meminum darah bagaikan rasa narkoba kelas satu. Benar-benar membuatku ketagihan dan melayang. Siwon-ssi.. Kau lah yang telah membuatku seperti ini.

“Aku haus.. Aku masih haus… Berikan aku lagi” kataku dengan nada sedikit tinggi..

“Benar kau ingin lagi??” tanyanya.

Aku menggangguk.

“Ikut aku..” jawabnya

Kuikuti dia dan asistennya Yesung ke sebuah ruang bawah tanah yang cukup gelap. Kemana dia akan membawaku. Ku lewati lorong-lorong sempit. Yang sebelah kanan kirinya terdapat pintu-pintu yang tertutup rapat. Dia pun berhenti di sebuah pintu.

“Buka Yesung-ssi..” perintahnya pada asistennya.

Setelah Yesung membuka pintu,kemudian kami bertiga masuk. Kulihat ada seorang wanita yang satu tangannya terikat di tembok. Matanya sayu, kulitnya pucat, pakaiannya lusuh, umurnya mungkin sekitar 20 tahun, sebenarnya wajahnya cantik. Tetapi dia tampak sangat menyedihkan. Mengapa Siwon mengajakku kemari?

“Gigitlah..” ucap Siwon.

“Mwo?? Aku menggigitnya??” mana mungkin aku menggigitnya. Tak sanggup aku melakukannya. Melakukan perbuatan yang sangat menakutkan itu.

“Kenapa? Kau tak berani melakukannya?” sindir Siwon padaku.

“Bukan…. Bukannya aku tak berani.. Tapi tak mungkin aku melakukan hal sejahat itu..” teriakku.

“Tapi bukannya kau ingin darah??” tanya Siwon

“Yaa… Tapiii…” belum selesai aku berkata.

“Beginilah caranya jika kau ingin mendapatkan darah. Kau dapat meminum darah mangsamu sepuas-puasnya. Lihatlah dia hanya manusia lemah. Yang bahkan kau tak kenal. Mereka bukan lagi sejenis denganmu. Kedudukan kita berada di atasnya. Kita kuat. Cepat. Dan tak bisa dilukai. Sedangkan mereka lemah dan rapuh.” kata Siwon

“Tidak…”

“Baiklah kalau begitu..” Siwon pun memberi kode kepada Yesung. Kemudian Yesung mengeluarkan sebuah pisau dari balik jasnya.

Dapat kulihat wanita itu sangat ketakutan.

“Apa yang akan kau lakukan? Kumohon jangan.. Kumohon..”

Wanita itu sungguh ketakutan. Terlihat air mata jatuh dari matanya. Yesung mendekati wanita itu dan dipegangnya kepala wanita itu. Kemudian di buatnya sebuah luka kecil yang sedikit dalam pada leher wanita itu. Tampak darah mulai meleleh dari leher nya.

Dapat ku cium bau yang sangat nikmat menyerbak di seluruh ruangan. Ya.. Bau darah.. Bau yang sangat kuinginkan. Tak mampu aku tahan perasaan untuk menikmati darah itu. Entah kenapa secara reflek ku terjang tubuh wanita itu sampai ia terjatuh ke lantai. Ku gigit dia tepat di lehernya. Ku hisap darahnya,kunikmati tiap tetesnya.

Di sela-sela aku menghisap darahnya,kulihat wanita itu hanya menangis dan tidak berkata apa-apa,air matanya mengalir membasahi pipinya. Tapi aku benar-benar tak mampu mengontrol diriku. Sangat nikmat mendengar detak jantung wanita ini yang semula berdetak dengan cepat dan kemudian melemah dan melemah. Sangat nikmat menikmati ekspresi wajahnya yang ketakutan dan pasrah saat aku menghisap darahnya. Tapi yang utama adalah sangat nikmat rasa darahnya.

Saat kontrol diriku kembali segera kulepaskan wanita itu. Ku pegang tangan wanita itu.

“Noonaa.. Mianhe.. Aku tak bermaksud begitu.. Aku benar-benar tak mampu menahan diriku. Mianhae shimnida…”kataku pada wanita itu. Wanita itu masih melihatku dengan air mata yang masih menetes dari sudut matanya.

Kemudian aku menoleh ke arah Siwon. Kulihat dia tersenyum puas atas apa yang telah aku lakukan.

“Siwon-ssi.. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini??” aku benar-benar bingung.

Kulihat Siwon memberi tanda kembali pada Yesung. Yesung masih dengan memegang pisau di tangannya memintaku untuk sedikit menyingkir. Dan kemudian diayunkannya pisau itu tepat ke jantung wanita itu.

ZRRREEEEPPPPP….

Wanita itu berteriak dan kemudian mati.

“Apa yang kau lakukan” ku dorong tubuh Yesung ke belakang. Ku angkat kepala wanita itu dan ku goyang-goyangkan tubuhnya.

“Bangunlah noonaa.. Bangunlahh… Jangan mati..” kataku.

“Jika kita tak membunuh wanita itu. Dia akan berubah menjadi vampir dalam hitungan detik. Aku tak ingin populasi vampir bertambah dengan mudah saat kita memangsa manusia. Bila tidak dibunuh,jumlah vampir akan meningkat,lama-lama dapat meningkatkan persaingan mangsa sesama vampir dan pada akhirnya bisa membuat manusia punah.”

“Kalian semua gila..” Aku pun berlari keluar dari ruang bawah tanah ini. Kulihat darah di seluruh tubuhku,wajahku,tanganku,dadaku,menjijikan sekali. Setelah sampai di atas,aku segera ke kamar mandi. Kubanting pintunya.

BRAKKKK…

Kunyalakan shower diatasku dan ku bersihkan seluruh tubuhku dari darah wanita itu. Menjijikan sekali. Ku buka kemejaku. Ku gosok-gosok setiap inci tubuhku. Wajahku.. Tanganku.. Menjijikan… Tiap kali kupejamkan mata. Wajah wanita itu terbayang di depanku. Aku tak akan mau melakukannya lagi. Tak mau…. Se-haus apapun juga. Lebih baik aku mati kehausan darah dari pada aku melakukannya lagi.

Akupun keluar dari kamar mandi, ku ambil pakaian seadanya yang ada di kamarku. Akupun berjalan keluar dari rumah ini. Tak ingin lagi aku kembali kemari. Hanya mengingatkanku pada wanita malang yang menjadi korbanku.

“Kau mau kemana?” tanya Siwon padaku.

“Bukan urusanmu..” teriakku padanya. Dia berusaha mencegah ku pergi dengan memegang tanganku. Tapi ku tepis tangannya dan keluar dari rumahnya.

Aku harus pergi dari rumah ini. Tak ingin sekalipun aku menginjakan kaki di sana. Tapi masalahnya, aku benar-benar tak tahu harus kemana saat ini. Sempat terpikir untuk pulang ke rumahku. Tapi rasanya tidak mungkin dengan kondisiku saat ini. Akupun berjalan dan berjalan. Dinginnya malam mulai menusuk kulitku. Kurasakan lelah karena sedari tadi aku berjalan.Dan sepertinya aku telah berjalan berpuluh-puluh kilo meter jauhnya. Kulihat sekelilingku.  Sepertinya aku mengenal tempat ini. Kemudian teringat aku pada suatu tempat yang nyaman untukku beristirahat sejenak.

Aku pun berjalan ke sebuah tempat makan yang pernah aku kunjungi dulu, sebuah tempat makan yang di depannya terdapat sebuah kursi panjang yang cukup empuk. Aku dulu pernah kemari bersama Junsu. Saat itu aku menemani Junsu yang tak tahan ingin ke kamar mandi. Jadi kamipun berhenti di depan tempat makan ini untuk sekedar ke toiletnya saja. Memoriku bersama Junsu adikku.

Aku pun berbaring di kursi panjang itu. Nyamannya… Setelah berjalan sejauh ini, kursi yang sederhana ini adalah tempat yang sangat nyaman bagiku.

Sungguh kehidupanku saat ini bertolak belakang denganku dulu. Aku dulu terbiasa tidur di tempat yang nyaman lengkap dengan penghangat dan pendingin ruangan,TV, music player,kasur yang empuk dan nyaman. Aku dulu terbiasa kemana-mana dengan menggunakan mobil Jaguarku. Dulu aku benar-benar terbiasa hidup mewah. Tapi sekarang aku sudah miskin,mati dan menjijikan. Tuhan… Mengapa kau menghukumku begitu berat. Apa yang harus aku lakukan Tuhan??

Aku sangat lelah saat ini. Lelah secara fisik dan pikiran. Biarlah aku tidur sejenak. Menikmati kondisiku yang menyedihkan saat ini.

====

TBC

Kasihan Jaejoong… Dia kehilangan segalanya… hikz.. yang sabar ya bang…

Gimana Chapter 11 Bloody Love ini? Komen yang banyakkk ya…

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 12 yaaa..

Jadwal Postingnya udah aku taruh di side bar, jadi gampang kalo mau liat.

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

30 thoughts on “Bloody Love Chapter 11 – Forever I don’t want | @beth91191

  1. Umma terlalu baik hati untuk ukuran vampire.
    Kasian bener ntu cwe yg dbunuh siwon.
    MWO! Siwon raja vampire?

  2. aigoo..
    siwon sadis juga langsung ngasih pelajaran ke jae yg notabene masih vampire baru gigit menggigit itu (?)
    ternyata di balik kenakalan jae.. jae tetap seorang manusia yang baik ya ^^
    #hug jae

    aigo.. kasihan amat si jae, udah kehilangan segalanya, g bisa balik ke rumahnya..
    ckckkc..
    ayo yun,, segera muncul dan selamatkan istrimu ini, kekekekkeke..

  3. Jaema..Hrus bsa kndalikan nafsumu (pda darah) umma..
    Bau drah manusia kn sgt mnyengat bgi vampire ..
    Aduh..Duh..Duh..Umma jd vampire..

  4. Ckckck ternyata jaejoong punya sisi lemah juga.. Di ga mau nyakitin apalagi ngebunuh orang demi kepuasaannya..
    Kasian juga sih jaejoong jadi vampir gitu.. Dia ga bs ketemu sm junsu jadinya

  5. Bad siwon, bad yesung, bad vampires TT,TT
    Huuuaaa gimana nasib jeje oppa ntar klo harus gigit manusia melulu? Harusnya ad PMI ala vampir biar minum darahnya ga sampe harus gigit ato nge’bunuh manusia *merinding…

  6. Eh ad suamiq nongol jd asistenny wonnie,, npa ga jd pndamping wonnie aj c.
    *insting WonSung shipper*
    hehe

  7. woooahhhh………….. umma bner2 kren dehhh….
    q suka bnget sma krkter seorang vampire..hihihihi
    siwon adalah seorang raja yg trun lgsng mnjdikan umma seorang vampire>> WTH?????? mungkinkh ada sesuatu dbaliknya??????/
    mna yaa appa… blom jg kliatan…huftt

  8. eoma nghisap darah manusia..??
    nti dihisap ma appa loh*yadong mode on*
    wakakakak
    btw siwon rajana Vampir..
    ck..ck..ck..
    pasti ganteng y*bayangin*
    tapi tetap tampan appa..
    hehheeeee
    pokokna YunJae deh..

  9. huwaaaaa jaema knapa jdi menakutkaann kyak ginii……
    kesiaaannn tiap hri hrus mnum darah n ngebunuh org

  10. Jeje…kasian sekali ummaku ini…
    Skrg dy ųϑªђ g ky dl ℓƍ…
    Vampire miskin, ýanƍ tersisa kecantikan’a #ngiri..stlh jd vampire umma mkin cantik
    Appa ko blm nongol” sih wat nolongin bini’a

  11. Umma jd vampir seru juga. Ga tega juga ya liat cewe itu di mangsa sama umma. Loh si appa bear mana ya kok blm keluar. Next

  12. jae belajar jadi vampire yang bener..namanya juga awal-awal pasti msh kagok..ntar juga jadi kebiasaan

  13. Umma mnolak mminum drah,tapi pda akhirnya gax kuat juga

    Bnarkah vampire tdak bsa kenyang klau tdak mminum drah ?

    Appa jung dimana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s