Bloody Love Chapter 13 – Beach, My Love | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 13 – Beach, My Love
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

[Junsu pov]

Sudah cukup lama aku berpisah dengan hyungku. Tapi masih terasa sakit di hati ini. Aku masih sering tak mampu mengontrol emosiku. Hal sekecil apapun tentang hyungku bisa membuatku menangis dalam waktu yang cukup lama. Kata Yoochun itu wajar, karena aku sangat menyayangi  hyungku. Aku merasa sangat bersyukur karena di saat-saat aku merasa sangat hancur seperti ini,Yoochun selalu ada di sisiku, selalu ada untukku, menjaga dan menghiburku.

Dialah yang selalu mengusap air mata ku di saat aku menangis. Dialah yang selalu mau memelukku dalam pelukannya yang hangat saat aku tak mampu menahan rindu pada Jaejoong hyung. Dialah yang selalu membiarkan aku bersandar di dadanya saat aku butuh tempat untuk melepaskan rasa sedih ini. Dialah segalanya bagiku.

Saat ini dia sedang menyetir mobil. Kumenatap ke arahnya. Kulihat dia sangat tampan dengan bibir yang merah dan mata yang indah. Beruntungnya aku mengenal namja ini.

===Beberapa jam kemudian===

Sampailah kita di suatu tempat yang aku tak ketahui ini dimana. Karena aku sibuk mengamati Yoochun daripada mengamati jalan. Mobil kami parkir tepat di samping sebuah cottage. Yoochun keluar dari mobil.

“Keluarlah.. Kita sudah sampai..” ujarnya

“Kita dimana?” tanyaku kebingungan.

“Ini cottage kita. Kemarin aku sudah menyewa cottage ini untuk kita. Tidak terlalu besar. Tetapi cukup nyaman dan view dari cottage ini yang paling indah.” Jelasnya

Kemudian Yoochun menggandengku masuk ke dalam cottage. Benar-benar cottage yang masih alami. Semuanya serba kayu. Kulihat cottage ini hanya sebuah ruangan besar dengan sebuah tempat tidur, meja dan kursi tamu, televisi sederhana dan sebuah kamar mandi. Tapi ini cukup nyaman. Lalu dimana view yang dibilang Yoochun indah? Dia masih saja menggandengku hingga kita berhenti di depan sebuah jendela. Dibukanya jendela itu. Dan..

Tampak terbentang lautan biru di depanku. Pasir pantai yang terlihat lembut dari kejauhan. Batu-batu karang yang di hempaskan ombak menimbulkan suara yang sangat indah. Daun-daun pepohonan di pinggir pantai tampak melambai-lambai dan terlihat matahari senja mulai condong ke barat. Menunjukan bahwa hari sudah sore.

“Wowwwwww…. Yoochun… Ini benar-benar tempat yang indah. Terima kasih banyak ya..” seruku.

Secara tak sadar kupeluk Yoochun dengan erat. Sejak aku tinggal bersama Yoochun tak pernah sekalipun aku memeluk Yoochun saat perasaan ku sedang baik. Sebelumnya aku memeluknya atau dia memelukku pasti saat aku sedang menangis dan sedih. Pelukan kali ini benar-benar berbeda. Lebih hangat dan aku merasa sangat nyaman. Yoochun aku menyayangimu.

“Sudahlah mau berapa lama kau memelukku? Ayo kita masukan koper, kemudian kita turun ke pantai.” Ajak Yoochun.

Setelah semua koper dimasukkan. Kami pun segera turun ke pantai. Kulihat hanya sedikit pengunjung lain yang ada di pantai ini. Pantai ini benar-benar indah. Sejauh mata memandang hanya tampak lautan biru dan hamparan pasir yang luas. Deburan ombak menjadi nyanyian yang menenangkan jiwa. Angin semilir membela-belai. Langit di sore hari semakin memperindah semuanya. Benar-benar lingkungan yang masih alami.

Indah sekali…

[Yoochun pov]

Saat aku membuka jendela, tiba-tiba dia memelukku dengan erat.

Hatiku berdebar-debar. Kurasakan pelukan kami kali ini berbeda dengan pelukan yang biasanya. Pelukan kali ini bukan pelukan dengan rasa kasihan melihatnya sedih dan terpuruk melainkan pelukan yang penuh rasa sayang. Kubalas pelukannya dengan hangatnya. Sempat beberapa saat kami terdiam dalam pelukan.

“Sudahlah mau berapa lama kau memelukku? Ayo kita masukan koper, kemudian kita turun ke pantai.” Ajak ku padanya.

Setelah semua koper dimasukkan dia langsung berlari turun ke pantai. Aku mengikutinya dari belakang.

“Aaaaaaaaa….. pantai” teriaknya.

Kulihat dia langsung menuju ke bibir pantai. Di main-mainkannya air dengan kakinya. Kadang dia mengibas-ibaskan air kepadaku. Tapi aku berusaha menghindar. Dia benar-benar seperti anak kecil. Dia main-mainkan pasir yang basah membentuk istana pasir yang tidak jelas bentuknya. Saat ombak datang dan menyapu istana pasirnya, dia tidak menyerah, Dibuatnya lagi istana pasir itu. Kulihat senyumnya kini terkembang di bibirnya. Dia sedang bahagia. Jika ada orang lain yang melihatnya saat ini, aku yakin mereka tidak akan tahu bahwa dia baru saja mengalami keterpurukan karena hyung nya meninggal. Mereka juga tak akan tahu wajah yang sekarang sedang tersenyum bahagia ini sebelumnya hanya menangis dan menangis. Junsu.. Aku akan selalu di sampingmu dan membuatmu bahagia.

Aku pun duduk dibawah pepohonan dan melihatnya dari pinggir pantai. Kulihat dia berlari kesana-berlari kesini dengan berteriak dengan teriakan khas Dolphinnya yang sudah lama tidak aku dengar. Dia lucu sekali. Kemudian tiba-tiba..

BRUKK…

Dia terjatuh ke air. Langsung aku berlari ke arahnya. Aku khawatir. Tapi ternyata setelah melihat wajahnya yang lucu itu dengan pakaian yang basah kuyup dan kotor terkena pasir di sana sini, membuatku langsung tertawa terbahak-bahak.

HAHAHAAHAHAHA…

Dia semula mengerucutkan bibirnya tapi lama-lama diapun ikut tertawa. Lalu kutarik tangannya. Ku gandeng dia ke pinggir pantai.

“Kau jangan terlalu asyik main air. Jadi basah semua kan. Duduk diam di sini saja sambil menikmati pemandangan.”

Kami pun duduk bersampingan di pinggir pantai. Pandangan kulayangkan jauh ke pantai. Suasana di sini benar-benar nyaman. Tidak salah aku memilih tempat ini. Tanpa aku sadari, dia telah menyandarkan kepalanya di dadaku. Kupeluk erat tubuhnya. Kumelihat ke arahnya. Dia memejamkan matanya seakan-akan merasa begitu nyaman dalam pelukanku. Kulihat wajahnya sangat manis dengan bibir yang tipis dan indah itu. Apalagi dengan rambutnya yang basah dan tertiup-tiup angin. Semakin membuatnya tampak manis. Kukecup keningnya. Dia membuka matanya dan melihat ke arahku.

“Terima kasih” ucapnya singkat dan kembali menyandarkan kepalanya di dadaku.

Aku pun memeluknya erat dalam dekapanku.

Sore ini sore terindah dengan sunset yang terindah yang pernah aku lihat bersama seseorang yang aku sayangi disisiku. Saranghaeyo Kim Junsu..

====

TBC

Aduh romantisnya om sama tante iniiiiii…. Jadi pingin….

Gimana Chapter 13 Bloody Love ini? Komen yang banyakkk ya…

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 14 yaaa..

Jadwal Postingnya udah aku taruh di side bar, jadi gampang kalo mau liat.

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

29 thoughts on “Bloody Love Chapter 13 – Beach, My Love | @beth91191

  1. ok fine!

    junsu ya~~~~ yuchun ah~~~~ kalian pasangan yg paling berbahagia~~~ berbahagialah ya nak~~~

  2. Wah wah yoosu moment.. So sweet bgt deh.. Tp ko q lom prnh tau yunjae moment yah..
    Tp q suka yoosu momentny..

  3. emmmhhh…. co cweetttt bngettzzzzzzzzzzzzz…..
    yoosu couple emang couple plg co cweet dc, bkin orng ngiri z….ckckckc
    \suie: ceileh low ngri mulu dehh sma kemesraan gue mang bang chun….ckckckck
    aq: hehehehehe…………

  4. OMG!! Romantis sekali YooSu moment’a
    #ngiri 1/2 mampus..Ohh seandainyaa…
    Suie..gantian dong…ku pengen di peluk bang uchun ǰƍ ^o^

    YunJae moment msh lama ýª??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s