Bloody Love Chapter 14 – Just Him | @beth91191


Title          : Bloody Love
Author      : Beth
Chapter    : Chapter 14 – Just Him
Genre       : Romance, Yaoi
Rate          : 21+

 

 

[Jaejoong pov]

 

Tak terasa aku ketiduran cukup lama di sini. Saat ku terbangun,ternyata hari sudah malam. Aku bingung harus kemana sekarang? Junsu tak mungkin kembali malam ini. Dia pasti sedang menginap di suatu tempat dengan namja itu. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Tak mungkin juga aku menunggunya disini sampai dia tiba. Apalagi masuk ke dalam rumahpun aku tak bisa.

 

Akhirnya kuputuskan untuk pergi saja, entah kemana aku akan tuju, akupun mulai melangkah keluar dari halaman rumahku. Aku berjalan dan terus berjalan, tanpa sadar aku berjalan ke tempat makan yang semalam aku datangi. Mengapa justru aku kemari? Sejenak aku terdiam  mematung di depan tempat makan ini. Setelah berpikir-pikir, memang hanya dia orang satu-satunya yang aku kenal selain keluarga dan teman-teman ku disaat aku masih hidup. Dia pun juga sangat baik. Tidak ada salahnya aku menemuinya.

 

Kumasuki tempat makan itu. Kulihat tak ada seorang pun di dalamnya. Kemudian ada seorang namja yang keluar dari arah dalam. Ya.. Dia adalah namja itu, Jung Yunho. Kulihat dia keluar dengan membawa sekaleng minuman.

 

“Selamat malam.. Oh ternyata kau,pria yang tadi pagi. Akhirnya kau kembali juga.. Aku sudah menyangka kalau kau akan datang kembali. Ini untukmu.” ucapnya sambil menyodorkan minuman yang di bawanya,mungkin semula untuknya,tapi karena melihat ku datang, diberikannya minuman itu untukku.

 

Ku ambil minuman dari tangannya.

 

“Mmmm….” Jawabku.

 

Akan kah aku mengatakan nya? Sejenak kuberpikir. Susah bagi orang sepertiku meminta bantuan pada orang lain. Keringat dingin sedikit menetes di dahiku.

 

“Mmmm… Aku mau kerja di sini. Bisa kau katakan ada boss mu.” kataku cepat  dan dengan ekspresi datar. Aku tak ingin dikira mengemis pekerjaan. Mana mungkin seorang Kim Jaejoong melakukan sesuatu yang hina itu.

 

Senyum terkembang di bibirnya. “Baiklah.. kau diterima.” Jawabnya cepat.

 

Aku masih belum mengerti.

 

“Iya.. Aku yang punya rumah makan ini. Katamu kau ingin bekerja. Ya,kau sekarang diterima kerja disini.” Jelasnya.

 

Ternyata dia adalah pemilik tempat makan ini. Pikirku,baguslah kalau begitu. Ternyata tidak susah untuk mendapatkan pekerjaan.

 

“Oya sekarang bantu aku menutup tempat makan. Sapu dan rapikan meja. Aku akan mencuci piring di belakang, setelah itu aku akan mengantarmu ke kamarmu.” kata Yunho padaku.

 

Mau tak mau aku pun melakukan apa yang di suruh. Aisssshhhh…. Seorang Kim Jaejoong menyapu lantai?? Jika teman-teman atau musuh-musuh ku di saat hidup di saat hidup melihatnya, pasti mereka akan menertawai dan menghinaku. Benar-benar kehidupanku sekarang sudah berubah 180 derajat. Tapi mau bagaimana lagi. Aku tak mungkin tidur di jalanan. Apalagi tidur bersama kawanan vampir mengerikan itu. Tiba-tiba aku kembali teringat bahwa kini aku bukanlah seorang manusia lagi. Perasaan sedih kembali menggellanyutiku.

 

Saat aku masih sibuk menata meja. Kulihat Yunho sudah selesai dengan kegiatan mencucinya. Dia mendekatiku perlahan dari belakang. Diambil lap meja yang ada di tanganku dengan cepat.

 

“Sini biar aku bantu.. Kau istirahatlah.. Oya ambilkan air saja untuk kita berdua.” Ucapnya sambil tersenyum padaku.

 

Baguslah kalau begitu, jadi aku tak perlu lama-lama memegang lap yang kotor itu. Aku pun mengambilkan minum untuk kita berdua seperti yang ia katakan. Saat aku kembali. Ternyata dia sudah selesai membersihkan semua meja.

 

“Duduklah dulu. Istirahat sebentar. Habis ini aku antarkan ke kamarmu” katanya.

 

Akupun ikut duduk bersamanya. Kulihat dia tidak bicara apa-apa. Akupun juga terdiam seribu bahasa. Apa yang sedang dia pikirkan. Mengapa aku masih tidak bisa membaca pikiran manusia seperti yang Siwon katakan. Tapi tadi pagi aku bisa membaca pikiran Junsu dan kekasihnya. Lalu mengapa tidak bisa kulakukan hal yang sama pada Yunho? Kami berdua sama-sama terdiam. Kenapa dia diam saja? Tidak seperti tadi yang banyak bicara dan sering merasa sok tahu. Dia lebih tampan kalau diam seperti ini.

 

Aigoo… apa yang aku pikirkan. Segera ku buang jauh-jauh pikiran yang baru saja terbesit di benakku. Sepertinya jalan berpuluh-puluh kilometer belakangan ini membuat otakku sedikit tidak beres.

 

“Kau bisa tunjukkan dimana kamarku sekarang. Aku lelah. Ingin cepat tidur.” bohong ku padanya. Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin tidur. Seharian aku sudah tertidur di gazebo rumahku.

 

“Ooo… Baiklah… Ayo..” dia pun beranjak dari kursinya.

 

Dia berjalan dan aku mengikuti di belakangnya. Ternyata lantai satu bangunan ini hanya tempat makan dan semua fasilitas nya. Kamipun naik ke lantai dua. Saat tiba di lantai dua, aku melihat sebuah ruangan kecil yang merupakan sebuah kamar.

 

“Ini kamar kita.. Tidak begitu besar tetapi cukup buat kita berdua. Kalau tidak tidur,kasurnya di gulung tapi kalau mau tidur baru di pasang kasurnya. Kalau mau ke kamar mandi. Kita menggunakan kamar mandi di bawah.” jelasnya begitu tiba di kamar.

 

Mwo? Aku berusaha menutupi ekpresi kecewaku. Seorang Kim Jaejoong yang biasa tidur di kasur springbed yang mahal. Sekarang harus tidur di kasur tipis dan ruangan yang sempit seperti ini serta yang paling parah adalah harus berbagi kamar dengan orang lain? Bahkan dengan Junsupun aku tak mau berbagi kamar. Apa tidak lebih baik aku tinggal bersama Siwon saja? Tapi.. Ani ani ani.. Jaejoong ingat kau tak ingin berhubungan lagi dengan nya bukan. Fuhhhh.. Mau bagaimana lagi. Aku berusaha mensyukuri saja. Tak apalah. Ini lebih baik dari pada aku tidur di kursi.

 

“Kenapa? Sepertinya kau tidak terbiasa tidur di tempat seperti ini? Tenanglah. Kalau uang kita cukup aku akan membeli tempat tidur.” katanya. Sepertinya dia tahu perasaanku.

 

“Ayo tidur.. Aku juga sangat mengantuk” dia pun berbaring tidur. Aku yang berkata sudah mengantuk tadi terpaksa juga harus tidur di sampingnya. Setidaknya sampai dia tertidur.

 

Saat dia sepertinya sudah benar-benar tertidur. Aku pun beranjak bangun. Aku penasaran dengan pintu yang berseberangan dengan pintu masuk tadi. Aku pun membukanya. Ternyata pintu itu menuju ke sebuah ruangan terbuka. Ada atap kecil ditengah -tengahnya dengan ayunan di bawahnya. Aku berjalan ke ayunan itu. Dari tempat itu,aku bisa melihat lampu-lampu kota berkelap-kelip dengan indahnya karena rumah ini berada di tempat yang cukup tinggi. Di samping itu aku juga bisa melihat bintang-bintang di langit. Damai sekali rasanya di tempat ini. Tak pernah aku bayangkan ada suatu tempat yang indah dari bangunan ini. Tiba-tiba perasaan damai ini sirna saat aku ingat bahwa aku adalah vampir. Terakhir aku menghisap darah manusia adalah kemarin. Aku takut kalau suatu hari nanti aku haus kembali dengan darah manusia. Aku takut menyakiti orang lain. Aku takut menjadi vampir. Mungkin sekarang aku masih bisa mengontrol nafsuku, tapi entah besok..

Tanpa sadar air mata menetes membasahi pipiku. Ini pertama kalinya aku menangis sejak aku mengetahui bahwa aku adalah seorang vampir. Semula aku mengira hidup itu berat ternyata kematian jauh lebih berat.

Semilir angin membuatku kian nyaman berada di tempat ini. Lambat laun akupun tertidur di ayunan ini dengan damainya..

TBC

 

===

Gimana Chapter 14 Bloody Love ini? Ditunggu komennya yang banyak…

Tungguin kelanjutannya di Bloody Love Chapter 15 yaaa..

Dalam rangka YOOSU DAY nanti malam bakal aku post’in chapter spesial Yoosu Couple❤ ….

==Bloody Love Chapter 15 – Beautiful Night (Spesial Yoosu Day – FULL NC) tgl 29-07-2011, 20.00 WIB==

Trus jangan lupa join di GRUP FB : Fanficyunjae yeaaa.. :D

Gomawo

:)

-Beth-

28 thoughts on “Bloody Love Chapter 14 – Just Him | @beth91191

  1. Omo yunho baek pisan
    Cb klo g ad yunho jae mo tinggal dmn cb

    Jae sifat.a g brbh yaa ttp aj angkuh kek gtu

  2. jae nih vampir limited edison hahahahaha…vampir yg msh py sisi manusianya….kpn nih mreka fall in love???!

  3. kasian jejung tidur di gubuk punya yunho~~~ tapi tak apa~~~~ gubug pun bakal jadi indah kalo ada YUNJAE~~ mhwohohhohohohoho *ketawa setan*

  4. ternyata jae balik gi ke tempat yunho… tp knp gak mo tdr bareng ma yunho?? malah tidur di ayunan…

  5. yay! akhirnya jae nerima tawaran kerja yunho juga , hha
    yun og jadi pendiem di sini??
    ayolah beraksi *emg rangers XDD*

    jae og terlihat nelangsa banget di sini,..
    sabar ya jae,, ada yunho og..

  6. Yunpa kau baik bgt sih ma jaema..
    Aish..Tp ni umma ttap ja cuek bebek ma yunpa..
    Sbar ea yunpa..
    Kbaikanmu psti kn trblaskan ko swtu saat nnt..

  7. Ternyata yunho bosnya jiahhh kenapa ga bilaaaannng dasar appa malah pura2 jadi pegawai ^^
    Umma nangis ynyesel jadi vampir kasian umma..
    Minum darah binatang aj klo ga mw darah manusia

  8. aigoo jaeppa kacian beudth …
    tpi jaeppa g blh minum drhnya yunppa yh … kacian ntr kehabisan drh😀
    jdi pingin nangis deh klu bca ff na nich -_-

  9. Aigooooo…. umma msh az tetap arogan…wuiihhh.. sbar yaaa appa….
    Appa knfu qmu ga bsa dbca oleh umma yawww???? WTH?>>>
    ciyeee… umma ma appa sekamar nihh crtanya… co cwettt..
    ga sbar nunggu yunjae moment..hheh

  10. Berkibarlah bendera YunJae di langit bersama gugusan bintang “W” #senyum” gaje ^o^»

    Akhirnya tanpa sadar jaema pergi ke tmpt yunpa ǰƍ!!…cihuy!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s