Bloody Love Chapter 16 – Past Time | @beth91191


Anyeong…..

 

Ini dia lanjutannya Bloody Love. Pasti udah nggak sabar kan.. Numpang curcol nih dikit..

Bloody Love adalah ff yunjae yang aku garap paling serius sepanjang masa. Pengeditannya gila-gilaan berkali-kali. Ceritanya emang panjang. Karena konfliknya juga nggak dangkal. Banyak konflik berat yang aku munculin disini yang mana, mau nggak mau harus menjadi sebuah jalan cerita yang panjang. Tapi aku yakin, reader sekalian nggak akan pernah bosan dan akan menanti-nanti lanjutannya. Nggak tau kenapa, aku sebagai authornya aja, suka sekali mengulang-ulang membaca ff ini. Sebenarnya aku punya ff lain yang bisa aku post, tapi nggak tahu kenapa konsentrasiku lebih fokus ke ff yang satu ini.

Bloody Love make me bloody crazy..

Author sepertinya lagi stress… Mending langsung baca aja deh..

Check it out..

Let’s GOOOOO…..

===================================================

CHAPTER XVI – Past Time

 

===SUATU HARI===

 

Saat ini, aku dan Yunho mulai menutup tempat makan. Hari ini cukup melelahkan, banyak pelanggan yang makan di tempat ini. Tak pernah menyangka aku, tempat makan seperti ini memiliki pelanggan setia yang cukup banyak. Tak kalah banyak di banding restoran-restoran yang sering aku kunjungi dulu. Justru di tempat kecil ini, bisa kurasakan rasa kekeluargaan yang lebih kental antara Yunho,pemilik tempat makan dan pelanggannya.

 

Kali ini aku sedang mengelap piring dan gelas satu persatu. Entah mengapa dia tak pernah membiarkanku melakukan pekerjaan yang berat. Kulihat dia tengah mengangkat dan membalikan kursi di atas meja. Dapat kurasakan ada seorang namja yang akan masuk ke dalam tempat makan. Walau sosoknya belum muncul,sudah dapat kurasakan kehadirannya. Siapa malam-malam begini datang kemari. Tak bisakah dia membaca bahwa tempat ini sudah tutup.

 

Tak lama terdengar suara pintu terbuka dan muncullah seorang namja yang asing bagiku.

 

“Anyeonghaseyo..” sapa namja itu.

 

Belum sempat ku membalas salamnya..

 

“Wa… Changmin… Sudah lama kau tidak berkunjung.. Lama kita tidak bertemu..” kata Yunho dari dalam yang tiba-tiba sudah berada di belakangku dan mendekati namja itu.

 

“Hyung..” ucap namja itu sambil berpelukan dengan Yunho.

 

Dengan cepat dapat kuketahui bahwa namja itu adik dari Jung Yunho. Sepertinya bukan adik kandungnya. Wajah mereka tidak terlalu mirip. Merekapun duduk di salah satu sudut ruangan dan mereka berdua mulai bercakap-cakap. Aku tak begitu memperhatikan apa yang mereka bicarakan yang aku perhatikan hanya ekspresi bahagia di antara mereka. Menurutku Yunho sudah lama tak bertemu dengan adiknya itu. Tampak sekali dari wajahnya yang bersinar-sinar.

 

Akupun jadi rindu dengan Junsu adiku.. Dolphinku.. Adikku yang selalu menyusahkanku. Adikku yang selalu mengganggu dan membuatku marah. Adikku yang bisa membuatku langsung seketika ceria saat sedang sedih atau marah. Junsu… Aku rindu kamu.. Maaf aku tak bisa menemuimu Junsu. Aku tak boleh egois. Aku takut jika kita bertemu akan ada sesuatu yang buruk yang dapat menimpamu.

 

“Oyaa… Jaejoong kemarilah..” Panggil Yunho padaku.

 

Aku pun berjalan mendekati mereka.

 

“Kenalkan ini adikku, Shim Changmin. Dia memang bukan adik kandungku. Tapi aku menyayanginya bagai adik kandungku sendiri. Dan kami dekat sekali.” jelasnya padaku.

 

“Changmin,kenalkan ini pegawai dan sekaligus roomate baruku, Jaejoong.” jelasnya pada Changmin.

 

“Anyeonghaseyo..Jaejoong hyung. Kenalkan Shim Changmin imnida..” dia menjabat tanganku.

 

Saat aku menjabat tangan Changmin dapat ku lihat jelas apa yang pernah terjadi antara dia,Yunho dan keluarga mereka. Semuanya tampak sangat jelas seperti penayangan film yang muncul begitu saja di benakku. Aku pernah mengalaminya  hal serupa dulu saat di rumah Siwon-shi. Kala itu aku melihat saat-saat bahagiaku bersama orang tuaku, dongsaengku, teman-temanku dan kekasihku. Tapi bayangan tentangnya yang kali ini aku lihat justru….

 

===FLASH BACK===

 

Sepuluh tahun yang lalu..

 

[Yunho pov]

 

Orang tua ku saat ini bukanlah orang tua kandungku. Aku di besarkan di sebuah panti asuhan kecil dengan kondisi yang sangat buruk. Bangunan panti asuhan itu adalah bangunan tua yang gelap,kotor dan kumuh. Tak ada yang namanya fasilitas standar yang seharusnya ada di sebuah panti asuhan. Hanya sebuah ruangan besar dengan banyak kamar susun di dalamnya. Kasurnya pun dekil dan tak layak pakai. Kamar mandinya kecil,jorok dan terbatas. Dan satu lagi adalah sebuah ruangan serba guna yang biasa kami gunakan untuk berkumpul bersama,makan dan belajar. Dalam ruangan itu hanya terdapat karpet tipis yang banyak lobang dimana-mana dan sangat tidak layak pakai. Sungguh kondisi panti asuhan ini sangat buruk. Hanya ruang kerja sekaligus ruang tamu untuk pemilik panti yang lumayan bagus kondisinya. Tentu dia tak ingin pihak luar melihat betapa buruknya panti asuhan ini.

 

Pemilik panti asuhan itu bukanlah namja yang baik. Dia tidak mau menghabiskan uangnya untuk memperbaiki kondisi panti asuhan itu. Dia justru suka menggunakannya untuk kepentingan pribadinya. Padahal sumber uang itu adalah bantuan pemerintah untuk kami dan juga hasil kerja keras kami saat bekerja. Ya..Dia sering memanfaat kami,anak-anak yatim piatu yang harusnya dilindungi.

 

Pemilik panti asuhan selalu menyuruh kita bekerja, kita tak boleh masuk ke dalam rumah jika tidak membawa uang. Karena itulah sejak kecil,aku sudah terbiasa bekerja berat. Menjadi buruh angkat di sebuah pabrik pakaian, menjadi pengantar koran, menjadi pengantar susu, menjadi tukang cuci piring di sebuah kedai makan, menjadi penjaga parkir dan lain sebagainya. Kehidupan terasa berat sekali. Saat aku dan penghuni panti lain seharusnya belajar dan bermain, kami justru di perlakukan dengan sangat buruk.

 

Pemilik panti tak segan-segan menendangku keluar,saat aku ketahuan diam-diam menyimpan uang hasil bekerja di bawah kasurku. Kata pemilik panti,semua uang harus di serahkan padanya. Pernah pula aku tak di beri makan beberapa hari. Karena hasil setoranku sedikit.

 

Suatu hari..

 

“Heh kelinci busuk.. Cuma segini uang yang kau berikan??” ucap pemilik panti padaku.

 

“Mian ahjussi.. Tempat aku mencuci piring kemarin tidak buka. Karena pemiliknya sedang sakit. Jadi aku hanya dapat uang dari hasil mengantarkan susu dan koran.” Jawabku.

 

“Uang setoran hanya segini kau ingin masuk?? Ha??” bentaknya padaku.

 

“Mian ahjussi.. Perbolehkan aku masuk. Kemarin saat kau tidak memperbolehkanku masuk,ternyata hujan deras. Jadi ijinkan aku untuk masuk ahjussi.. Kumohon..” pintaku dengan wajah memelas.

 

“Tak tahu malu kamu, meminta untuk bisa masuk hanya dengan berbekal uang yang hanya cukup membeli makanan basi ha??” ucapnya begitu menusuk hatiku.

 

Kenapa ahjushi harus berkata seperti itu. Walaupun memang uang yang aku bawa sangat sedikit kali ini, tapi tetaplah aku mendapatkannya dengan sangat susah payah. Setiap peluh dan tenaga aku kerahkan untuk mendapatkan uang itu. Hingga aku mengorbankan waktu belajarku dan bermainku.

 

“Ahjushi tak boleh berkata seperti itu..” ucapku lirih berharap dia tak mendengarnya.

 

“Apa katamu??” dia sedikit menarik kerah pakaianku.

 

“Mian ahjushi tapi uang itu aku sudah dapatkan dengan susah payah. Aku minta hargai kerja kerasku, ahjushi. Aku tak meminta apa-apa. Aku hanya ingin bisa masuk ke dalam. Karena hari sudah mendung dan sepertinya akan hujan seperti kemarin.” Ucapku tanpa berpikir terlebih dahulu.

 

Seketika saat aku menyadarinya aku merasa sangat takut sekali. Kulihat wajah ahjushi tampak sangat murka. Digenggamnya kerahku dengan sangat kuat dan di tatapnya tajam mataku. Aku hanya bisa menunduk tak berani membayangkan apa yang akan dia lakukan. Pikiran-pikiran buruk sudah melayang-layang di otakku. Aku takut sekali hingga kurasakan kakiku bergetar hebat. Kupejamkan mata ini bersiap jika ahjushi akan memukulku.

 

Namun tiba-tiba..

 

“Mmmm… Begitu.. Jadi kau ingin masuk?” tanyanya dengan melepaskan kerahku dan merapikannya.

 

Aku sedikit terkejut kenapa dia tak marah padaku atau memukulku. Aku mengangguk dengan sangat pelan.

 

“Masuklah..”katanya dengan sebuah senyuman di wajahnya.

 

Aku senang sekali kenapa pemilik panti hari ini baik sekali. Tanpa berpikir lagi akupun  melangkah masuk dengan mantapnya. Saat aku sudah beberapa langkah darinya,kemudian dia berkata dengan sangat kerasnya..

 

“Berhenti..” teriaknya.

 

Akupun sekonyong-konyong menghentikan langkahku.

 

“Tak ada makan bagimu,untuk malam ini,besok pagi,besok malam,besok lusa dan besoknya lagi hingga setoranmu cukup menutupi biaya makanmu.” teriaknya.

 

DEG!!

 

Apa yang dia katakan? Tak ada makanan untukku? Aku hanya bisa terdiam dan berjalan menunduk ke kamarku. Dia jahat sekali. Padahal aku tahu pasti kalau di lemarinya banyak sekali uang,entah dari mana saja asalnya.

 

Andai aku bisa memilih untuk tinggal dimana.. Andai orang tua kandungku tidak meninggal.. Andai ahjussi dan ahjuma ku tidak menyerahkanku ke panti asuhan.. Andai aku tidak ditakdirkan seperti ini. Andai aku memiliki kemampuan untuk melawan kesewang-wenangannya. Andai.. Andai.. Andai.. Andai tetaplah menjadi andai bagiku. Tapi aku tetap tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa bercerita pada teman baikku, Park Yoochun dan Shim Changmin.

 

Kami tidak satu tingkat tapi kami sering bersama di sekolah. Park Yoochun satu tingkat di bawahku. Dan Shim Changmin berada dua tingkat di bawahku. Kami berkenalan saat kami sama-sama satu tim bola basket. Mereka adalah tempat aku meluapkan perasaanku. Merekalah yang selalu menghiburku. Merekalah sahabat terbaikku. Hingga suatu hari Changmin memiliki ide agar aku bisa terlepas dari jeratan pemilik panti.

 

“Hyung.. Bagaimana jika aku minta ayah mengadopsimu dari panti asuhan itu? Setidaknya agar kau keluar dulu dari tempat mengerikan itu. Terserah nanti ke depannya bagaimana.” Tanya Changmin padaku.

 

“Tidak.. aku tak ingin merepotkan orang tuamu.” Jawabku jujur.

 

“Sudahlah Hyung.. Jangan menolak bantuanku. Aku benar-benar tak ingin melihatmu ditindas seperti ini terus menerus. Aku benar-benar tak tega setiap mendengar ceritamu. Aku selalu merasa sedih saat kau juga ditindas pemilik panti yang jahat itu.” ucapnya.

 

“Tidak Changmin.. Aku..” belum selesai kata-kataku.

 

“Kumohon hyung… Kumohon..” pintanya memelas.

 

“Tapi aku dengar biaya pengadopsian di panti itu mahal. Makanya sering ada orang tua yang batal mengadopsi anak karena tidak mampu di biaya nya.” kataku murung.

 

“Sudahlah hyung.. Ayah pasti mampu dan mau. Aku tanyakan pada ayah. Dan kalau dia tidak mau akan aku paksa. Tenanglah hyung..” kata Changmin menenangkanku.

 

“Mian hyung.. Aku tak bisa membantu banyak.” kata Yoochun di sampingku.

 

“Tidak apa-apa. Gomawo kalian berdua selalu bisa menenangkanku dan membantuku keluar dari masalah. Itu sudah lebih dari cukup bagiku.” kataku pada mereka berdua dengan tersenyum getir.

 

Benarkah yang Changmin katakan? Apakah aku tidak bermimpi? Sebentar lagi aku akan keluar dari panti asuhan itu. Apakah orang tuanya akan bersedia? Sejujurnya aku merasa tak enak dengan orang tua Changmin. Itu pasti akan sangat merepotkannya harus mengeluarkan uang untuk menebusku yang bukan siapa-siapa baginya. Aku tak lebih dari teman anaknya.

 

Aku sebenarnya ingin menolak bantuan Changmin itu. Tapi wajah memelasnya dan keinginanku yang besar untuk pergi dari panti asuhan itu, membuat ku tak bisa menolaknya lagi. Aku pun tak begitu berharap appa Changmin akan setuju dengan ide gila anaknya. Aku tak begitu yakin adea orang yang sebegitu baiknya mau menebusku. Tapi alangkah akan menyenangkannya kalau memang benar aku berhasil pergi dari panti asuhan ini. Aku mengharapkan yang terbaiklah yang akan terjadi.

 

TBC

====================================================

Ayoo.. Ayo,,, Ayoo…. Ayo RCL naaa…

Gimana gimana? Sebenarnya inilah masa lalu kehidupan Yunho. Seorang bocah yang hidup merana di panti asuhan yang tak layak. Apakah Changmin berhasil membantu Yunho keluar dari panti asuhan itu? Apakah appa Changmin setuju dengan keinginan anaknya? Lalu bagaimana kelanjutan nasib Jung Yunho?

Kita tunggu aja kelanjutannya di Chapter 17..

Jadwal liat di sidebar… :*

SALAM YUNJAE❤

-Beth-

35 thoughts on “Bloody Love Chapter 16 – Past Time | @beth91191

  1. yeiy…udah update tpi pendek nih….jdi yunho py masa lalu kelam..untung ad changmin….lnjut y….

    • Mian yaa chap nya pendek.. Kedepannya pjg2 dehh.. Udah ku gabung2 chap nyaa.. Tpi yg udah terlanjur aku schedule’in nggak bisa diubah lagi. Sbtulnya bisa.. Tapi males #lhohh mian mian.. :p
      Changmin penyelamat?? Mmmmm… Baca lanjutannya aja..

  2. annyoeng chingu,hehe mian x ne q gnti id ke ke
    kya kya akhir ny d update jg..
    Y tuhan brt bgt koq khdupn appa?,changmin ayo cpt adopsi appa..q ga snggup lt appa gne!
    Eh yoosu ga nmpak y?

    • Sebelumnnya Id nya apa yaa?? Нεнεε
      Bocoran ya.. Kehidupan yunpa masih akan lebih menyedihkan lagi kedepannya.. Hikz.. Baca aja deh lanjutannya..
      Yoosu nya masih nampak sampai akhir. Tapi udah nggak aku ekspos lebih. Utamanya kan Yunjae.. Bagian2 yg menyedihkan sbntr lagi akan kuceritakan di chap brikut2nya.. Aslinya nggak tegaaa.. Tapi gmn lagi..😥

  3. mian chingu bru d laz,akh q lp id dlu mk ny q gnti hehe…entr clu smpt q liat d commen dlu y he he
    apa?mkin brtmbhkah?
    Bkal nyesek n nangs drah neh

  4. akhirnya changmin nongol juga :*
    waduh??? yunho segitu amat menderitanya???

    *tendang yg punya panti ke neraka*

  5. changmin akhirny muncul jg… ternyata changmin adalah adik yunho walaupun adik tiri… cerita flashback…. jd yunho sebenarny dari panti asuhan…

    • ,Pemilik panti asuhan mcm apa kelakuan.a og kyk gj2,
      Kshn anak2 panti.a tgl ma ahjushi jhat i2 ><

      Untg aja ada uchun nd changmin,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  6. Astga yunpa..
    Masa lalumu kelam sekali.. Sungguh..Q jd brkca2 deh bca part nie..Kau emang org yg sgt kuat n tabah yunpa..
    Masa lalu sekelam tu brhsil ditu2pi serapat2ny tnp da yg curiga..Hebat..

  7. Changmin baik banged,sama yunpa srmiga ayah changmin mau ngadopsi yunpa
    Ihhh jahat banged sih itu pengurys panti..ckck bisa ada orang kayak gitu.. Amit amit
    Ups yunpa ternyata temenan sama yoochun toh

  8. kacian bgd idupny yunppa. .
    hiks
    Eh tp yoochun trnyta tmenny yunppa y? slg brhubungn nih.
    haha

  9. Yunpaaa…masa lalumu menyedihkan sekali…(╥﹏╥)
    Τρ tenanglah appa..skrg Kau ųϑªђ bertemu dgn belahan jiwamu, Kau akan bahagia >__<

  10. Huweeeee appa malang banget nasibnya kasiann. jd ga ya minnie minta ortunya ngadopsi app next chap

  11. Tragis bnget khidupan appa jung
    Appa skrang udah sukses

    Umma trnyata udah bsa bca khidupan orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s