Bloody Love Chapter 17 – Appa Umma | @beth91191


CHAPTER XVII –  Appa..Umma..

 

[Yunho pov]

 

Beberapa hari kemudian..

 

Changmin menepati kata-katanya. Ia datang bersama appa nya untuk mengadopsiku. Saat appa Changmin masuk ke dalam ruang kerja pemilik panti asuhan, Changmin menghampiriku.

 

“Kau sudah bersiap hyung pindah dari tempat ini?”tanya nya padaku.

 

“Yakin appa mu mau?” aku menjawab dengan pertanyaan juga.

 

“Tenanglah hyung..Tenanglah..” ucapnya sambil tersenyum. Senyumnya yang lebar dan tulus itu membuatku tenang.

 

Setelah aku berdebar-debar menunggu appa Changmin, akhirnya beliau keluar juga. Tampak wajah pemilik panti tersenyum-senyum bahagia. Tentu saja dia bahagia karena pasti mendapatkan uang yang banyak dari appa nya Changmin.

 

“Yunho.. Selamat ya kau sekarang sudah memiliki keluarga baru.” ucap pemilik panti sambil memegang pundakku.

 

“Nae.. Ahjussi..”jawabku lirih.

 

“Siapa namamu nak?” tanya appa Changmin padaku.

 

“Yunho.  Jung Yunho imnida, ahjushi.” Jawabku.

 

“Jangan panggil aku ahjussi, panggil aku APPA. Kan kau sudah menjadi anak keluarga Shim. Oya, sekarang namamu Shim Yunho. Arasho?” Katanya.

 

“Nae..” Jawabku masih ragu-ragu.

 

“Ayo Shim Yunho..Sekarang kita pulang ke rumah” rangkul appa.

 

“Benarkah Appa,Yunho hyung bisa ikut pulang bersama kita?” tanya Changmin.

 

“Tentu saja Changmin..” jawab appa sambil mengelus rambut anaknya itu. “Dan kau,Yunho..  Coba panggil aku dengan panggilan Appa.”

 

“Appa..” ucapku lirih dengan senyum di bibirku.

 

“Yeyyyy… Aku punya hyung sekarang..” seru Changmin.

 

Kami bertigapun berjalan ke mobil dengan appa membawakan tas ku. Mobil appa pun melaju menuju rumah. Rumah, suatu tempat yang ku idam-idamkan sejak aku masih kecil. Suatu tempat yang pasti hangat,terang,nyaman,aman dan menyenangkan.

 

Saat kami tiba di rumah,kulihat ada seorang yeoja setengah baya telah menunggu di teras. Wajahnya cantik dan hangat.

 

“Umma….”teriak Changmin dari dalam mobil.

 

“Dia adalah Umma mu sekarang Yunho” kata Appa kepadaku.

 

Akupun datang mendekatinya. Kulihat senyum nya terkembang.

 

“Yunho.. Benar itu namamu?” tanya yeoja itu padaku.

 

“Nae Ahjuma..”jawabku.

 

“Jangan panggil aku ahjuma, tapi panggil aku Umma.”Pintanya padaku.

 

“Umma..”tanpa sadar air mataku menetes.

 

Dan Umma pun memelukku. Hangat sekali pelukannya. Tak pernah aku membayangkan pelukan seperti ini. Tak pernah aku bisa mendapatkan pelukan seorang umma. Sangat kurindukan sekali pelukan seperti ini.

 

“Yunho.. Sekarang kau resmi anak kami. Kami akan menanggung semua kebutuhanmu sekolah,pakaian,makan, kursus seperti Changmin dan kebutuhan  sehari-harimu lainnya. Mungkin untuk sementara kau akan berbagi kamar dengan Changmin. Tapi nanti kalau kamarmu sudah siap. Kau pindah ke kamar pribadimu saja. Untuk saat ini kamar itu belum siap,belum ada tempat tidurnya.”kata Appa kepadaku.

 

Hari ini aku telah mendapatkan apa yang telah aku inginkan sejak aku masih sangat kecil. Tuhan.. Terima kasih banyak. Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kebahagiaanku saat ini.

 

===MALAM HARI===

 

Ini pertama kalinya aku makan malam berama keluarga baru ku. Mungkin ini pertama kalinya aku bisa makan malam di meja makan,dikelilingi orang-orang yang menyayangiku,disinari lampu meja makan yang terang dan dihidangkan makanan-makanan yang belum pernah sebelumnya aku makan.

 

“Yunho,hari ini pesta penyambutan kedatanganmu. Umma telah memasak banyak masakan yang sangat lezat. Bulgogi, kimchi, samkyetang, kimbab dan banyak lagi.  Kau harus makan yang banyak ya anak ayah..” kata Appa padaku.

 

“Hmmmmm…. Sllllrrrrrrrpppppp… Enak sekali sepertinya Umma.. Hyung kau pasti akan mati kekenyanganan..” kata Changmin.

 

Aku hanya bisa tertawa kecil bahagia.

 

“Sudah Appa, Changmin, Yunho ayo lekas di makan keburu dingin nanti.” perintah Umma.

 

“Tapi Umma Yoochun hyung akan datang ikut makan bersama kita” jelas Changmin.

 

“Mana? Dia belum juga datang.” sahut Appa.

 

“Apa aku jemput saja? Biar kita cepat makan.” tanya Changmin.

 

“Tidak usah. Aku saja yang menjemputnya” jawabku.

 

“Hey kalian berdua.. Tidak perlu.. Umma telepon saja ke rumah Umma nya. Kalian duduk saja di sini.” kata Umma pada kita berdua.

 

Belum sempat Umma berdiri,tiba-tiba dari depan ada seseorang yang mengetuk pintu.

 

Changminpun langsung berteriak dan berlari ke arah pintu,”Itu pasti Yoochun hyung.”

 

Aku dan Umma pun ikut berjalan di belakang Changmin.

 

Saat kami buka pintu..

 

“Anyeonghaseyo…” ternyata memang benar Yoochun yang datang.

 

“Mianhae shimnida Ahjuma,Changmin,Yunho hyung.. Tadi aku masih disuruh Umma ke toko sebentar. Makanya aku terlambat.” kata Yoochun pada kami.

 

“Gwaechana… Ayo masuk Yoochun..” ajak Umma.

 

Setelah semua siap di meja masing-masing..

 

“Kali ini siapa yang memimpin doa?” tanya Umma.

 

“Tentu saja anak tertua kita dong Umma.” jawab Appa.

 

“Yeyeyeee… Yunho hyung ayo pimpin doa..” sahut Changmin.

 

“Aku??” tanyaku.

 

“Ayo hyung.. Pimpin doa..” kata Yoochun menambahi.

 

“Baiklah.” akupun mengiyakan permintaan mereka.

 

Setelah kami berdoa yang dipimpin olehku,kami pun makan bersama-sama. Benar-benar makanan terlezat yang pernah aku makan. Umma pandai memasak. Aku merasa sangat beruntung sekali mengenal Changmin dan Yoochun yang sangat baik padaku. Mereka berdualah yang telah membuatku sekarang bisa duduk di sini dan makan makanan lezat ini bersama mereka semua sebagai anak tertua keluarga Shim.

 

-oOo-

 

Setelah makan,Yoochunpun pamit pulang. Sedangkan aku dan Changmin menuju kamar kami. Kamar yang nyaman dengan kasur yang sangat nyaman. Jauh jauh jauh lebih nyaman dibanding tempat tidurku di panti asuhan. Kami belajar bersama di atas kasur dan tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Kemudian..

 

Tok tok tok..

 

Terdengar pintu kamar kami diketuk. Saat pintu terbuka,ternyata Umma lah yang mengetuk pintu. Kulihat Umma membawa sebuah nampan berisi dua gelas susu.

 

“Sudah malam. Kalian segera tidur.” kata Umma.

 

“Nae Umma”,jawab kita bersama.

 

Setelah kita membereskan buku-buku dan alat tulis kami, kamipun bersiap tidur. Changmin berbaring di tempat tidur dan aku mengikutinya. Kemudian Umma mendekati kami.

 

“Ini minum susu kalian.” kata Umma.

 

Aku merasa geli sekaligus terharu, saat Umma memberikan susu pada ku. Seumur hidupku,inilah pertama kalinya aku diberi susu sebelum tidur. Bahkan saat aku kecil sekalipun,rasanya tak pernah aku mengalaminya. Segera  kuhabiskan susu itu dengan cepat. Kulihat Changmin juga meminumnya tak kalah cepat.

 

“Umma.. Sudah aku bilang. Jangan susu lagi. Nanti tinggiku bertambah terus. Aku padahal sudah tinggi Umma..” Kata Changmin sambil mengelap bibirnya setelah meminum susu.

 

“Iya..iya.. Tapi kau suka-suka saja. Buktinya kau habiskan dengan cepat.” kata Umma.

 

“Terpaksa umma. Abis enak sih..” Jawabnya lugu.

 

Kami bertiga pun tertawa.

 

“Sudah-sudah.. Yunho Changmin.. Tidur yang nyenyak ya.” Umma membelai rambutku. Sambil mencium keningku.

 

Aku benar-benar terharu. Bahagia sekali rasanya. Aku tak pernah membayangkan ada seorang Umma yang membelai rambutku dan mencium keningku seperti ini saat aku akan berangkat tidur. Biasanya aku tidur di kasur yang kumuh,dingin dan gelap dalam keadaan lelah dan kelaparan. Kini aku tidur di kasur yang empuk,penghangat ruangan, selimut yang lembut dalam keadaan kenyang dan senang karena ada sahabat terbaikku dan adik baruku di sampingku serta Umma yang membawakan susu,membelai rambutku dan mencium keningku. Terima kasih Tuhan.. Terima kasih..

 

Tiba-tiba Changmin berkata..

 

“Umma… aku tidak dicium?” serunya

 

“Changmin.. Tentu Umma cium.. Sini kamu..” kata Umma.

 

Kemudian Changminpun mendekatkan wajahnya dan Umma mencium keningnya juga. Changmin pun tersenyum.

 

“Changmin sayang Umma” kata Changmin dengan nada memanja.

 

“Iya,Umma juga sayang Changmin. Umma juga sayang Yunho. Lekas tidur. Besok kalian harus sekolah kan.” kata Umma sambil mematikan lampu kamar dan meninggalkan kami berdua.

 

Aku belum bisa memejamkan mata ini. Mataku masih menatapi langit-langit kamar sambil tersenyum-senyum sendiri karena perasaan bahagia yang amat sangat yang aku rasakan.

 

Aku masih tak menyangka. Serasa mimpi saja… Mimpi yang sangat indah… Tak ingin aku terbangun dari mimpi ini. Selamanya aku ingin berada di dalam mimpi ini tak pernah bangun. Terlalu indah semua yang terjadi padaku saat ini untuk menjadi suatu kenyataan. Tapi bagaimanapun juga inilah kenyataannya. Mimpi yang benar-benar menjadi kenyataan. Mimpi yang tak pernah sedikitpun terbesit di otakku. Kini semuanya ada di hadapanku.

 

Lama kelamaan akupun tertidur dalam kehangatan tempat tidur, kehangatan rumah dan kehangatan keluarga baruku ini dengan sangat damai.


TBC

================================================

Ditunggu komennyaaa…. Komen aja terserah apaaaa ajaaa…😀

Wah Yunho berhasil pergi dari panti asuhan yang sialan itu.. Upsss.. Panti asuhan yang buruk itu maksudnya.. Kini dia berhasil memperoleh keluarga baru yang sangat mencintainya, dengan seorang appa, seorang umma dan seorang dongsaeng baru di sisinya. Sebuah impian yang seakan terlalu indah untuk menjadi kenyataan baginya.

Lalu masalahnya, sampai kapan kebahagiaannya akan berlangsung..  Apakah benar dia sudah terbangun dari mimpinya dan mendapati kenyataannya yang indah?🙂

#DENG DENG DENGGGG

Tunggu aja kelanjutannya di chapter berikutnya.. RCL yaa… :*

SALAM YUNJAE❤

-Beth-

22 thoughts on “Bloody Love Chapter 17 – Appa Umma | @beth91191

  1. snang yunho bs kluar dri panti asuhan buruk itu…dia bhgia tpi pnsran jg knp yunho skrg g tgal brsama klrga brunya lg…?!!!

  2. huwaaaaaaaa!!! *terharu*

    kalo aq jd yunho bener2 nangis kejer >,<
    bayangkan!!! pertama, dia bisa terbebas dari pemilik panti
    kedua, dia punya appa n umma yg sangat sayang ama dia
    ketiga, dia punya fasilitas mewah di rumah barunya n diperlakukan sama ama changmin
    DAN YANG KEEMPAT, DIA BOBO BARENG CHANGMIN!!!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

  3. akhirny yunho keluar juga dari panti asuhan.. soalny kasihan bgt di siksa terus ma pemilik panti asuhan… sekarang hidup yunho senang…

  4. ,Hadu, saya terharu dh, akhr.a yunho bebas dri panti usahan yg buruk,
    Chukae ^^

    Tpi bc part ini bkin deg2.an gmana g2, cz di re,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  5. Yunho akhirnya diadopsi juga..
    Tapi keluarga changmin baik tuh sama yunpa kenapa yunpa keluar dari rumah yah??

  6. Aigoo … so sweet bgt sech …
    Yunppa akhirnya punya keluarga …
    Jdi pingin nangis … *terharu tingkat akut*..

  7. kisahnya bahagia
    tapi kok Yun kluar dari rumah ya

    dan ekspresinya Jae waktu jabatan juga kayaknya kaget
    ada apa yaaa

  8. Wahhhh akhirnya uri appa keluar juga dari tempat ituuuu yeay *tebarbunga*
    Sampe kapan appa bahagia? Selamanya dong *nyalahinkembangapi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s