Bloody Love Chapter 18 – My First Love | @beth91191


CHAPTER XVIII – My First Love

 

[Yunho pov]

 

Suatu hari..

 

Hari ini aku berlatih basket dengan tim basket sekolahku. Di sela-sela latihan kami istirahat sejenak. Seperti biasa, aku mengobrol-ngobrol dengan sahabatku Yoochun dan Changmin.

 

“Gimana hyung? Kau sudah kerasan di rumah dan keluarga barumu?” tanya Yoochun padaku.

 

“Tentu saja sudah.” sahutku cepat sambil merangkul Changmin.

 

“Iyaa.. Tiap hari saat Umma dan Appa menciumnya atau merangkulnya,dia selalu tampak bahagia sekali.” sahut Changmin.

 

“Tentu saja dia bahagia lah.. Sekarang dia punya Umma dan Appa yang menyayanginya plus adik yang sedikit bodoh..” kata Yoochun.

 

“Yoochun hyung!!” kata Changmin sambil mengepalkan tangannya.

 

“Benar juga kau Yoochun..” sahutku reflek.

 

“Hyungggg…” teriak Changmin.

 

Haahahahahhahaa..

 

Kami bertiga tertawa terbahak-bahak.

 

Tiba-tiba perhatianku tersita pada seorang yeoja yang lewat di depanku. Wajahnya cantik, rambutnya terurai panjang gelap dan berkilau, kulitnya bersih, bibirnya merah merona, tubuhnya mungil, dan senyumnya manis sekali.

 

Kudengar temannya memanggil namanya.

 

“Lee Yeonhee.. Tunggu aku..”

 

“Iya..” Jawabnya dengan suara yang merdu.

 

Ternyata namanya Yeonhee. Cantik namanya seperti orangnya. Kubayangkan aku bisa berjalan berdua bersamanya, berkencan dengannya, mengobrol dengannya dan lain sebagainya. Pasti senang sekali bisa mengenalnya. Ingin sekali aku mengenalnya. Ingin sekali.. Bisakah aku mengenalnya? Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama.

 

-oOo-

 

Saat jam istirahat..

 

Saat jam istirahat tiba, segera aku menuju ke kantin seperti biasanya. Kantin adalah tempat aku,Yoochun dan Changmin selalu menghabiskan waktu istirahat bersama. Tapi kali ini mereka tidak kelihatan batang hidungnya. Kemana mereka.

 

Kemudian aku menerima sms..

 

[Changmin] : Hyung.. Aku dan Yoochun hyung disuruh pak Leeteuk menemaninya mencari bahan untuk seragam basket kita yang baru. Mian hyung. Kita tidak bisa makan siang bersama. Oya.. Nanti hyung pulang duluan saja. Aku masih ada urusan. Jadi tidak usah menungguku. Mian sekali lagi hyung..

 

Ooo.. ternyata mereka tertangkap pak Leeteuk. Tadi guru itu sebenarnya mau mengajakku mencari bahan. Tapi aku berhasil kabur darinya demi makan bersama dengan mereka. Tapi ternyata justru mereka yang tertangkap. Sudahlah.. Aku makan sendirian saja. Kupesan makanan seperti biasa. Kali ini aku memilih duduk di sudut ruangan. Kulahap makanan itu sesendok demi sesendok dengan melamun entah kemana.

 

Tiba-tiba lamunanku terbuyarkan,saat melihat Yeonhee ada di kantin itu juga. Aku melihatinya sedari tadi. Sejak dia baru datang. Saat memesan makanan. Saat makan dan akhirnya selesai makan. Dia benar-benar cantik. Cara dia makan. Cara dia minum. Cara dia berbicara. Cara dia tersenyum.

 

Kulihat teman-temannya pergi duluan meninggalkan dia sendirian. Sepertinya teman-temannyaa ada urusan. Namun tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah. Dia mencari-cari sesuatu di dalam tasnya. Wajahnya menjadi tampak gelisah. Kuberanikan diri mendekatinya.

 

“Ada yang bisa aku bantu?” Tanyaku padanya.

 

“Tidak. Terima kasih.”sahutnya.

 

“Kau tidak bisa membohongiku. Ada masalah apa? Mungkin aku bisa membantu.” desakku.

 

Kulihat dia berpikir sejenak sambil menggigit bibir bawahnya. Akhirnya dia bicara.

 

“Mmmm… dompetku tertinggal di rumah. Aku mmm.. Aku…” belum selesai dia berkata aku sudah tahu maksudnya.

 

Aku pun berjalan menuju kasir. Kubayar makanan yang telah dia makan kemudian ku datangi lagi mejanya.

 

“Sudah aku bayar.” ucapku sambil tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan mejanya.

 

“Oppa..” katanya.

 

Aku menghentikan langkahku dan membalik badan.

 

“Lee Yeonhee imnida.. Siswi kelas 2C. Kalau boleh tahu, siapa namamu?” tanya nya.

 

“Aku Yunho. Shim. Maksud ku Jung Yunho. Jung Yunho imnida. Siswa kelas 3A” jawabku.

 

“Terima kasih banyak oppa. Aku akan membayarnya segera.” balasnya dengan senyum manis di bibirnya.

 

Entah kenapa aku tak menyebut namaku Shim Yunho. Padahal saat ini aku adalah bagian dari keluarga Shim. Tak apalah aku tetap menggunakan nama Jung untuk hal-hal yang tidak resmi. Ini untuk mengingatkanku pada Appa dan Umma kandungku. Bagaimanapun juga aku adalah Jung Yunho.

 

Kumengingat-ingat kembali proses perkenalanku dengan Yeonhee. Rasanya senang sekali hari ini aku bisa berkenalan dengan Yeonhee. Senang sekali..

 

-oOo-

 

Saat jam pulang sekolah..

 

Hari ini Changmin pulang lebih dulu dari sekolah karena ada urusan katanya. Sepertinya dia ada kerja kelompok lagi bersama teman-temannya. Akupun pulang sendirian. Seperti biasa aku berjalan menuju parkiran. Ku ambil sepedaku. Sepeda pemberian Appa padaku. Sebuah sepeda gunung yang sangat keren untuk ukuran anak SMP. Sesaat aku terdiam melihat ke arah sepedaku. Sudah beberapa kali aku mengendarainya,tapi tak ada habisnya perasaan takjubku memiliki sepeda sebagus ini.

 

Kupacu sepedaku menuju pintu gerbang. Tiba-tiba,sepedaku terhenti saat melihat sosok Yeonhee sedang berdiri di dekat pintu gerbang. Ku sapa dia ramah.

 

“Anyeonghaseyo..”

 

“Anyeong..” jawabnya dengan senyuman manisnya.

 

“Kau tidak pulang? Sedang menunggu apa?” tanyaku.

 

“Aku sedang menunggu bis lewat. Kakakku tidak bisa menjemputku.” jelasnya.

 

“Bagaimana kalau kau,aku antar saja?” tanyaku sambil berharap dia mau aku antar.

 

“Benarkah?? Gomawo ya..” jawabnya cepat tanpa pikir panjang.

 

Beruntungnya aku dapat pulang berboncengan dengannya.

 

Dia segera naik ke atas sepedaku. Dan kugenjot sepedaku ke rumahnya. Rumahnya berada di lingkungan elit. Rumah di sekitar sini besar-besar dan bagus-bagus. Yeonhee pasti orang kaya. Dia benar-benar beruntung memiliki paras yang cantik serta berasal dari keluarga yang berada. Setiba di depan rumahnya akupun menurunkannya.

 

“Gomawo Yunho oppa.. Mampir dulu oppa.” pintanya.

 

Sesaat aku berpikir. Aku tak boleh menolak tawarannya. Kesempatan yang sangat bagus untuk ku dapat mengenalnya dan keluarganya lebih baik. Ku parkirkan sepedaku di halamannya. Kuikuti dia masuk kedalam rumahnya. Tampak rumahnya dari luar saja sudah sebagus ini, apalagi dalamnya. Pasti jauh lebih bagus lagi. Yeonhee pun membuka pintu dan mulai melangkah masuk diikuti olehku di belakangnya.

 

Saat aku masuk tanpa sengaja aku melihat seorang namja yang tengah berpelukan dengan seorang namja juga. Terkejut bukan main aku dibuatnya.

 

“Oppa…” teriak Yeonhee.

 

Kulihat kedua namja itu langsung menghentikan pelukannya.

 

“Yeonhee.. Kau sudah pulang sendiri?? Oyaa.. Oppa lupa belum menjemputmu..” kata namja salah satunya.

 

“Oppa lupa terus lupa terus.. Gara-gara Donghae oppa sih makanya Eunhyuk oppa jadi lupa sama adiknya.” kata Yeonhee sambil merengut.

 

“Mian calon adik iparku sayang..” kata namja yang satunya.

 

Mwo? Adik ipar? Aku jadi bingung. Belum habis rasa terkejutku dengan pelukan antara sesama pria itu, kini salah satunya mengatakan adik ipar?

 

Kemudian..

 

“Siapa dia Yeonhee?” tanya namja itu pada Yeonhee.

 

“Oya.. Kenalkan dia Jung Yunho. Dia yang mengantarku pulang. Untung ada dia. Kalau tidak entah aku pulang jam berapa.” Jawab Yeonhee.

 

“Perkenalkan Jung Yunho imnida. Saya teman sekaligus kakak kelas Lee Yeonhee.” kataku pada kedua namja itu.

 

“Oo.. Gomawo Yunho. Aku Lee Hyukjae tap semua biasa memanggilku Eunhyuk. Aku kakak kandung Yeonhee. Ini kekasihku, Lee Donghae.” jelas salah seorang namja.

 

“Mwo? kekasih?” tanpa sadar keluar kata-kata itu dari bibirku.

 

Kulihat pandangan mereka tampak sedikit berbeda.

 

“Mian shimnida.. Bukan maksudku begitu.” jelasku.

 

“Ani.. Tidak apa-apa.. Sudah biasa orang terkejut dengan keadaan kami.” jawab namja satunya yang bernama Donghae itu.

 

“Mianhe mianhe.. Mianhae shimnida hyung..” aku benar-benar merasa bersalah.

 

“Tidak apa-apa Yunho. Kami memang berbeda. Wajar jika kau kaget. Sudahlah,kami sudah biasa. Yang penting kami bahagia dan tidak merepotkan orang lain,itu sudah cukup. Bahkan Yeonhee dan orang tua kami sudah terima keadaan kami.” jelas namja yang bernama Eunhyuk itu.

 

“Oya.. Kau tidak perlu memanggil kami dengan panggilan hyung. Kita seumuran. Tapi kami tidak satu sekolahan dengan kalian.” jelas Donghae.

 

“Nae..sekali lagi mianhae shimnida..” jawabku.

 

Sungguh walau aku sangat terkejut mengetahui kakak Yeonhee adalah gay,tapi aku tidak bermaksud merendahkan kaum mereka. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan. Biarlah itu menjadi pilihan mereka.

 

“Sudah-sudah.. Kalian ini.. Yunho oppa..kita mengobrol di teras samping saja ya..” kata Yeonhee berusaha menengahi kecanggungan antar aku dan oppanya.

 

Aku pun mengikuti Yeonhee. Dia mengajakku ke sebuah teras kecil yang nyaman dengan karpet dan meja kecil di atasnya. Tak ada barang lain di ruangan itu. Tapi dapat kulihat kolam renangnya yang setengah indoor dan setengah outdoor.

 

Nyaman sekali di sini. Dapat kudengar suara gemericik air mancur yang mengalir ke kolam renang. Dapat kurasakan udaranya segar dari pepohonan cemara yang ada di tamannya. Bunga-bunga dan tanaman tanaman hias tampak terawat dengan sangat indah dan rapi. Tampak juga olehku dari kejauhan,sebuah ayunan dengan atap kecil di atasnya. Rumah yang sangat nyaman dan bagus.

 

Setelah lama bercakap-cakap dan bercanda dengannya,tak sadar hari sudah mulai malam. Aku pun pamit pada Yeonhee.

 

“Ternyata sudah malam. Aku pulang dulu ya.” pamitku.

 

“Makan malam saja dulu disini oppa.”pintanya.

 

“Tapi..”belum selesai kata-kataku.

 

“Ya.. Makan malam dulu bersama kami” kata Eunhyuk dari dalam.

 

“Menu masakan hari ini sangat spesial. Sayang kalau tidak ada yang makan” sahut Donghae dibelakangnya.

 

Aku jadi merasa sungkan juga. Merasa ingin sekali aku makan malam bersama mereka. Akhirnya akupun setuju makan malam disini. Kunikmati makan malam ini bersama Yeonhee, Eunhyuk dan Donghae. Setelah makan, kamipun mengobrol hangat bersama. Tak sadar jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Akupun pamit pulang ke rumah. Mau tak mau kamipun harus berpisah. Kupacu sepedaku menuju rumahku.

 

Tepat pukul 10.30 aku tiba di rumah. Kuparkirkan sepedaku dan perlahan kubuka pintu masuk. Terkejutnya aku lihat Umma tengah tidur di sofa. Kututup pintu dengan sangat pelan, tak ingin aku membuatnya terbangun. Saat pintu tertutup,tidak sengaja Umma terbangun.

 

“Dari mana saja kau Yunho?” tanya Umma padaku.

 

“Dari rumah teman Umma. Umma kenapa belum tidur?” tanyaku.

 

“Tentu saja Umma menunggumu pulang. Umma khawatir kau kenapa-kenapa. Umma tak bisa tidur jika kau belum pulang, Yunho.” jawab Umma.

 

“Umma.. Mianhe shimnida, Umma.. Aku janji tidak akan pulang malam tanpa ijin lagi Umma. Aku tak ingin Umma khawatir.” kataku menyesal.

 

“Yunho.. Walau kau bukan anak kandung Umma. Tapi Umma sangat sayang sama kamu. Umma sangat sangat khawatir kau belum pulang dan tidak memberik kabar. ” Kata Umma sambil memelukku.

 

Ummaa.. Aku benar-benar menyesal. Umma sayang dan perhatian sekali sama aku. Padahal aku bukan siapa-siapanya. Aku tak lebih dari anak angkat yang baru saja di kenalnya.

 

“Sudah sekarang tidurlah. Sudah malam. Besok kau masuk pagi kan. Changmin sudah tidur dari tadi. Oya,kau sudah makan?” tanya Umma.

 

“Sudah Umma..” jawabku.

 

“Ya sudah Umma ke kamar dulu ya. Susu mu sudah ada di kamar. Mungkin sudah dingin. Atau Umma bikinkan lagi?” kata Umma padaku.

 

“Tidak usah Umma..Gomawo. Umma tidur saja.” jawabku merasa sangat bersalah.

 

Umma baik sekali. Aku akan selalu menyayangi dan berbakti padanya. Janjiku di dalam hati. Karena aku makan malam di rumah Yeonhee tanpa ijin, Umma jadi khawatir padaku. Akupun segera menyusul Changmin ke kamar. Kuminum susu dan kubaringkan tubuh ini di samping Changmin. Terbayang saat makan malam tadi. Tak terasa aku senyum-senyum dibuatnya. Tak berapa lama, akupun tertidur pulas.

 

Sejak hari itu, aku dan Yeonhee sudah sering makan dan pergi jalan-jalan berdua. Beberapa kali aku juga bermain ke rumahnya. Bisa dikatakan kami sudah berpacaran. Tapi kami belum memberi tahu teman-teman yang lain dan keluargaku mengenai hubungan kami. Tak apalah,yang kami perlu hanya saling percaya, menyayangi dan mengerti.

 

-oOo-

 

Waktu terus berjalan, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahunberganti tahun. Tak terasa aku sudah menginjak tahun ketiga  menjadi salah satu anggota keluarga Shim. Sudah tiga tahun pula aku tinggal bersama orang-orang yang sangat aku cintai ini. Kini aku sudah menginjak kelas tiga SMA dan Changmin dongsaengku baru saja masuk ke bangku SMA. Hubunganku dengan Yeonhee pun tetap berjalan baik, justru makin mesra setiap harinya.

 

Suatu sore, saat aku pulang sekolah..

 

“Anyeonghaseyo.. Aku pulang..” sapaku saat tiba di rumah.

 

“Kau sudah pulang Yunho. Tadi pagi kiriman tempat tidurnya sudah datang dan Appa taruh di kamarmu,kamar yang ada di lantai 2. Appa juga sudah merapikannya. Umma juga sudah menyapu,mengepel dan memasang sprei, gorden dan taplak meja di kamarmu. Sudah siap kau tempati malam ini juga” jelas Appa padaku.

 

“Benarkah Appa??” tanyaku.

 

“Nae.. Maaf ya appa baru sekarang membeli tempat tidur untukmu. Selalu saja ada yang membuat appa batal membeli tempat tidur. Tapi akhirnya appa bertekad untuk segera membeli tempat tidur secepatnya mengingat kau sudah mulai dewasa. Tak mungkin kau terus tidur bersama Changmin bukan?”

 

“Nae appa.. Khamsahamnida..” jawabku sambil memeluk appa.

 

Appa membalas pelukanku,tapi kurasakan tangan Appa terlalu ke bawah dan sedikit meraba dan mengelus pantatku. Sedikit tidak nyaman menurutku. Apa yang kau pikirkan Yunho?? Appa tak mungkin berpikir aneh-aneh. Dia kan Appaku. Aku tak boleh berpikiran yang aneh-aneh pada appa yang selalu baik padaku.

 

Kemudian aku, Appa dan Umma menuju ke kamarku di lantai dua.

 

“Waa… Bagus Appa.. Umma.. Khamsa hamnida..” kataku pada mereka berdua. Bersyukur sekali aku akhirnya mendapat kamar sendiri.

 

Aku pun mulai memindah-mindah barang-barangku dari kamar Changmin. Kupindahkan pakaian-pakaianku, buku-bukuku, bola basket dan beberapa pajanganku yang kuletakan di meja dan dinding kamar Changmin. Kutata semua barang-barang itu di kamar baruku. Tentu daja dengan dibantu oleh Changmin, dongsaengku.

 

-oOo-

 

Saat malam hari..

 

Saat selesai makan. Biasanya kami belajar bersama di kamar Changmin. Tapi kali ini Changmin ikut aku belajar di kamar baruku. Kami belajar sambil mengobrol dan bercanda bersama. Tak terasa malam sudah mulai larut. Changminpun sudah ketiduran di kamarku.

 

Seperti malam-malam biasanya, Umma mendatangi kamarku. Walaupun aku sudah bisa dikatakan bukan anak-anak lagi, tapi aku tak pernah merasa bosan, umma mengantarkan susu seperti ini setiap malamnya. Mungkin ini karena saat aku kecil, aku tak pernah mendapatkan hal seperti ini. Sehingga walau sampai kapanpun umma melmperlakukanku seperti anak kecil, aku akan tetap senang. Kulihat umma membawa dua gelas susu untuk kami berdua. Umma sedikit terkejut melihat Changmin tertidur di kamarku.

 

“Changmin.. Changmin.. Kau tidak tidur di kamarmu saja.” kata Umma sambil berusaha membangunkan Changmin.

 

“Tidak apa-apa Umma, lagi pula kamar ku, kamar Changmin juga. Biarlah dia tidur disini saja. Lagipula dia tampak nyenyak sekali tidurnya.” kataku agar Umma tidak usah membangunkan Changmin yang sudah tertidur nyenyak sedari tadi.

 

“Baiklah…baiklah.. Tapi jangan dibiasakan juga ya Yunho. Kalian kan juga perlu tempat istirahat yang nyaman sendiri-sendiri. Lagi pula Changmin kan punya kamar.” Umma mengingatkan.

 

“Nae Umma.. Malam ini saja..” bujuk ku.

 

“Baiklah.. Ini minum susumu. Kalau bisa bangunkan dia untuk minum susu juga ya. Kalau tidak bisa, tidak apa-apa.” kata Umma padaku.

 

“Nae Umma..”

 

“Tidur yang nyenyak ya Yunho.” kata Umma sambil mencium keningku. Lagi-lagi walau aku sudah besar. Tapi aku sangat senang Umma menyiumku seperti ini. Rasanya dicium oleh seorang umma di saat akan berangkat tidur lebih menyenangkan dibanding mendapat motor baru. Maklumlah untuk waktu yang lama aku tak pernah sekalipun mendapatkan ciuman seorang umma.

 

Kemudian Umma mencium kening Changmin juga, mematikan lampu kamar dan keluar dari kamar. Bahagianya aku bisa bersama keluarga yang luar biasa seperti ini.

 

TBC

 

================================================

Lhoh lhoh lhohhhhhhh…. MANA YUNJAE MOMENT NYAAAAAAA????? #authornya marah sama hasil karyanya sendiri

Tenang tenang tenang… Belum saatnya author mengumbar Yunjae moment emangnya, eh ini Yunho malah cinta pertama kok sama cewek sihhhh.. Waduh waduh.. Bagaimana ini? Kok jadi gini??

Penasaran??? Tunggu aja kelanjutannya.. Yang penting RCL duluu..😀 #tetepp

Tapi untuk malam minggu ini, tidak ada seri Bloody Love yang aku share, soalnya aku ada kejutan nihh… FF SPESIAL.. ‘Vicious Jonquil – The Haughtiness in a Blaze’. Apa nih yang bikin FF ini aku sebut spesial.. Hihihihiihiii… Sabar.. Tunggu tanggal mainnya.

Yang penting ntar jangan lupa RCL. Bocoran sedikit, RCL kalianlah yang akan menentukan ff Vicious Jonquil kedepannya. Maksudnya?? Yaaa, liat aja ntar deh..

Selamat penasaran..

SALAM YUNJAE❤

-Beth-

19 thoughts on “Bloody Love Chapter 18 – My First Love | @beth91191

  1. wuih msih flashback si yunho…duh tuh appanya mulai nyimpanh nih…cpt dunk yinjae momentnya…

  2. Yunho mendapatkan keluarga impiannnya…semoga ini benar2 keluarga impian Yun…
    rada ga rela Yunho sama si yeonhee itu, hahaha

  3. ngek ngok….. si yun mulai jatuh cinta~~~ *lempar panci bareng jejung*

    ahhhh iya baru sadar tnyt si yoochun tmenya yun… ahhhhhhhhh dunia sempit sekalskiiii

  4. Sbg ank yunjae..
    Q kn berdoa smoga kau mndpatkan impian n kbahgiaan appa..
    Smoga kau sllu dikelilingi org2 yg baik

  5. Eh nah lho ada apa itu sama appanya changmin kok tangannya meraba raba yunpa gitu…
    Mmm jangan jangan gara gara ini yunpa pergi

  6. Aigoo yunppa ngenes bgt sech nasibnya .. T.T
    tpi changmin ma keluargana baek beudth …
    tpi aq g maw yunppa ma cwe g jls kyk tu org . yunppa hrs sma jaeppa .. xD

  7. woaa~
    ada eunhae! Ckckck. Keknya kehdpn yunpa ama jaema itU kek lingkaran. Saling terhubung. u,u
    jgn2 mr.shim ada apa2 nueh ama yunpa. -.-a

  8. hshahaha
    rupanya masih flashback
    dan rupanya dunia jadi lebih sempit ya

    Yoochun chap lalu
    srkarang ada donghae sm eunhyuk
    hahay

    wah ada apa tuh sama appa shim

  9. Appa udah punya pacar,smoga bhagia appa

    Itu tngan appa shim knapa ada d pantat appa ?
    Jngan blang dia gay ?

  10. Kyaaaa yunho oppa suka sama siapa ituuuu *horor* ahhh sudahlah itu masa lalu..
    Jeng jeng jeng, kayanya ada yang ga beres sama appa changmin *sotau*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s