Vicious Jonquil – The Haughtiness in a Blaze 1/2 | @beth91191


Anyeong reader…

Aku dateng kali ini dengan membawa FF Yunjae Double Shoot Full NC nih…

Judulnya “Vicious Jonquil – The Haughtiness in a Blaze”. Kalau reader sekalian baca judulnya kok kesannya mewah wah wah wah atau mungkin malah kesannya lebay aneh gak jelas ya??? Duhh repot nihh… Apa sih sebenarnya arti ni judul??? Reader bisa tau artinya setelah membacanya sampai selesai pastinya.

Kalau menurut aku sendiri, FF yunjae kali ini adalah FF yang emang penggambaran kehidupan salah satu tokoh memiliki kehidupan yang mewah, sempurna, kaya raya, terhormat dan luar biasa. Tapi di sisi lain, tokoh lainnya memiliki penggambaran sebagai sosok yang berpikir berbeda dengan jalan pikiran kita, suka memikirkan hal-hal yang nggak perlu dipikirkan, tapi justru hal-hal yang seharusnya dipikirkan malah dengan mudahnya dia lalui dengan perfect dan berhasil. Dia benar-benar sosok yang unik. Lalu bagaimana kisah antara dua individu yang berbeda ini?? Apa yang terjadi di antara mereka?? Apa hubungan diantara mereka?? Apa yang membuat aku memberi judul seperti ini? Siapa mereka sebenarnya?? Apa misteri yang ada dibalik semuanya?? Apa???

Yayayaya…. Silakan baca aja..

Tapi sebelumnya, aku mau memberi tahu sesuatu ygang “SANGAT PENTING. FF ini adalah ff Double Shoot, yang mana tidak ada lanjutannya setelah part 2. Jikalau reader sekalian ingin aku membuat lanjutannya, silakan RCL sebanyak-banyaknya. Bujuk aku biar mau bikin lanjutannya. Karena jujur, aslinya aku pingin buat lanjutannya tapi apa daya semangatnya kurang nih.. #authorMintaDilemparWajan

So, RCL sebanyak-banyaknya yaaa… Buat aku yakin kalau aku nggak akan kecewa kalau buat sekuelnya. Kobarkan semangat YUNJAE… #kaburSebelumDitimpukinnnn #kaburrrrrr

Oke… Dari pada banyak cincong.. LET’S GOOOO…

Check it out..😉

========================================================================

VICIOUS JONQUIL – THE HAUGHTINESS IN A BLAZE  DOUBLE SHOOT 21+]


 

Title        : Vicious Jonquil

Author   : Beth

Chapter : double shoot – PART 1/2

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

 

[Yunho pov]

Aku Jung Yunho. Aku adalah pemilik tunggal Jung Corporation, sebuah perusahaan barang-barang elektronik nomer satu di Asia. Satu kata yang menggambarkan diriku adalah ‘perfect’. Sebuah kata yang rasanya tak berlebihan yang memang sangat mencerminkan siapa aku. Aku adalah lulusan terbaik Oxford University,aku lahir di keluarga kaya raya, tanpa kekayaan dari orang tuaku pun aku sudah mampu mengokohkan diriku sebagai orang kaya dengan hanya mengandalkan kepandaian dan keahlianku dalam berbisnis, kekayaanku saat ini tak terhitung jumlahnya dan akan terus bertambah setiap detiknya, wajahku tampan, tubuhku atletis, tanpa cacat sedikitpun, senyumku mampu membuat semua wanita meleleh, tatapanku mampu membuat semua orang hancur lebur. Semua orang patuh padaku. Semua orang segan padaku.

Lalu dimana letak kekuranganku?

Aku rasa tak ada.

Aku sempurna sebagai seorang pria. Aku semurna sebagai seorang manusia. Mana ada wanita yang mampu menolakku? Tapi sayangnya aku tak tertarik pada mereka semua. Melainkan..

TOK TOK TOK..

“Masuk..” kataku.

“Maaf Tuan, kita mendapat  pesan dari interpol Korea, bahwa Vicious Jonquil akan mencuri the Ruby malam ini.” Ucap salah seorang pengawalku.

“Benarkah? Hah.. Sudah kuduga.. Lima dari sembilan the Ruby sudah berhasil dia curi. Aku sama sekali tak takut. Siapkan pengawalan paling ketat di sekitar mansion ini.” ucapku pada pengawalku itu.

“Interpol Korea menawarkan pengawalan ketat pada Anda, Tuan.” Ucapnya.

“Apakah kalian merasa tak sanggup menangani seorang saja?” jawabku dengan sebuah pertanyaan.

Tampak wajah kepala pengawalku ini sedikit tertegun, sejenak dia terdiam,

“Sanggup. Kami sangat sanggup Tuan.” Jawabnya dengan sedikit keraguan yang terlihat jelas dari suaranya yang bergetar.

“Ya sudah. Cepat laksanakan..” seruku sambil menyuruhnya pergi.

“Baik Tuan..” jawabnya lantang.

Hah.. Vicious Jonquil… Aku sudah menanti-nanti kedatanganmu. Mampukah kau merebut the Ruby dariku. Aku selalu ingin bertemu denganmu dan  melihatmu beraksi. Aksi-aksimu yang banyak diberitakan di media cetak dan TV, membuatku sangat penasaran dengan sosokmu yang sebenarnya. Cara kau melakukan aksimu dengan sangat cerdas dan elegan membuatku semakin terkesan denganmu. Kau selalu bisa berhasil mencuri the Ruby dari tangan pemiliknya dan menghilang tanpa jejak. Bahkan tak satupun orang yang pernah melihat wajahmu. Tapi tentu saja kau tak akan pernah menang dariku kali ini. Kita lihat saja nanti.

Sebuah senyuman keyakinan merekah dibibirku..

-oOo-

 

 

[Author pov]

 

Malam sudah menjelang..

Semua pengawal sudah bersiap di tempatnya. Enam orang pengawal di gerbang utama, sekitar 20 orang berjaga mengelilingi mansion ini dan sisanya yang mencapai sekitar 14 orang berjaga di dalam ruangan.  Sepuluh di lantai bawah dan empat di di lantai dua tepat di depan kamar Jung Yunho, tempat the Ruby di simpan.

The Ruby adalah sebuah kalung emas platina berhiaskan permata dan berliontinkan batu Ruby yang sangat mahal dan berharga, The Ruby adalah peninggalan abad pertengahan dari tanah Eropa. The Ruby adalah milik saudagar kaya-raya dari Perancis. The Ruby berjumlah sembilan buah di dunia ini. Pemiliknya bermaksud memberikan masing-masing the Ruby pada kesembilan anaknya. Tapi di tengah perjalanan pengiriman the Ruby dari pabriknya di Inggris ke tempat tinggal sang Saudagar di Prancis, the Ruby berhasil dirampok oleh sekawanan perompak. Kabar menyebutkan the Ruby telah tersebar di berbagai belahan dunia dan telah jatuh ke tangan yang berbeda berkali-kali hingga akhirnya salah satunya jatuh di tangan Jung Yunho, seorang bisnisman bertangan dingin yang sangat kaya raya. Benar seperti yang dia katakan, kekayaannya tak terhitung jumlahnya dan bahkan selalu bertambah tiap detiknya. Dia mendapatkan the Ruby pada acara pelelangan perhiasan Internasional yang dia lakukan di Las Vegas akhir musim semi tahun lalu.

Semua orang tahu, Jung Yunho adalah seorang kolektor barang-barang mahal dan antik, dia tak pernah setengah-setengah mengumpulkan barang-barang itu. Weekend adalah saat wajibnya untuk mendapatkan barang koleksi baru. Bahkan kini dia telah memiliki beberapa museum barang-barang antik dan beberapa di antaranya adalah museum pribadi yang tak seorangpun diperbolehkan masuk ke dalamnya. The Ruby adalah barang antik yang paling dia suka. Merah pekat warna batu ruby nya benar-benar mencitrakan dirinya. Agung dan sempurna.

Tapi sangat disayangkan, dimana saat ada sebuah barang antik berada, pasti ada pencuri yang ingin mengambilnya. The Ruby sudah mencari incaran seorang pencuri bertangan dingin bernama Vicious Jonquil. Tentu saja itu bukan nama aslinya, tapi dia sendiri yang menyebutkan dirinya adalah Viciuous Jonquil. Tak ada sekalipun orang yang pernah melihat wajahnya, dia selalu beraksi bagai angin. Tak ada satupun orang yang berhasil menangkapnya. Dia bukanlah pencuri yang sudah  melegenda, namanya saja baru terdengar saat the Ruby pertama kali hilang. Seorang bos mafia yang kaya raya di belahan bumi lainnya mengaku telah kehilangan the Ruby yang ia simpan tepat di bawah bantalnya. Bahkan seorang bos mafia yang dikelilingi oleh anak buah yang tak segan-segan berbuat sadispun, berhasil menjadi korbannya, Dia benar-benar pencuri yang luar biasa. Kehilangan demi kehilangan the Ruby terjadi setelah itu. Setiap misi dia kerjakan dengan sangat rapi dan elegan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, bahkan kepolisian internasional pun tak sanggup menangkapnya. Siapa sebenarnya Vicious Jonquil? Tak ada yang tahu. Tapi jika ada orang awam yang bertanya siapa Vicious Jonquil sebut saja dia dengan penjahat yang digambarkan seperti angin, tak dapat dilihat, tak dapat disentuh, tak dapat ditangkap tapi sangat bisa dirasakan.

Walaupun  pencuri itu bernama Vicious, tapi dia tak pernah bertidak kasar dan kejam seperti nama yang dia sandangnya itu. Dia adalah penjahat yang sangat elegan, tanpa perlu menyakiti apalagi membunuh korbannya dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dengan sangat mudah, bahkan bisa dibilang terlalu mudah. Semua orang yakin Vicious Jonquil akan menjadi legenda ke depannya, legenda dan sejarah bagi para pencuri tentunya.

Pengawal Jung Yunho yang berjumlah puluhan telah berjaga-jaga sejak pagi hari lengkap dengan senjata dan sistem keamanan yang luar biasa di mansion miliknya. Bagi orang penting yang kaya raya seperti Jung Yunho, sangatlah penting menciptakan suatu keamanan tingkat tinggi pada mansionnya. Tentu selain Vicious Jonquil, masih banyak penjahat lain yang mengincar dirinya, baik berniat untuk mencuri dari nya maupun untuk membunuhnya karena merasa tersaingi, dendam, atau semacam itulah.

Waktu terus berjalan. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Tapi belum ada sama sekali tanda-tanda kehadiran Vicious Jonquil.  Pengawal masih terus berjaga tanpa berkurang sedikitpun tingkat keawasannya. Karena musuh yang mereka hadapi saat ini bukanlah musuh yang biasa-biasa saja. Lima dari korban sebelumnya adalah orang-orang penting dengan pengawalan dan keamanan yang tentu saja luar biasa.  Tapi seperti semua orang tahu, seorang Vicious Jonquil tetap berhasil mencuri the Ruby dari tangan mereka.

-oOo-

[Jonquil pov]

Akulah Vicious Jonquil. Tujuanku mencuri hanya satu, aku ingin memiliki ke-sembilan the Ruby. Setelah the Ruby terakhir yang aku dapatkan aku tak berniat mencuri lagi untuk kedepannya. Asal orang-orang itu tahu saja aku bukanlah orang miskin. Akupun tak kalah kaya raya dibanding para korbanku. Lalu mengapa aku tidak membeli the Ruby tapi malah mencurinya? Ini bukanlah perkara uang bagiku maupun bagi mereka. Buat orang-orang maniac collector seperti mereka, tak akan mau melepaskan the Ruby untuk harga berapapun. Seakan menjatuhkan harga diri mereka apabila menyerahkan the Ruby pada orang lain. Mungkin the Ruby sudah menjadi simbol kekayaan bagi mereka. Tapi perlu diingat baik-baik, tujuan ku mencuri the Ruby tidaklah sedangkal itu. Terlalu dangkal rasanya jika seorang Vicious Jonquil, mencuri hanya untuk menaikan tingkat keprestiusanku di depan orang-orang. Dan satu lagi, aku mencuri bukan untuk mencari sensasi atau kepopuleran di mata masyarakat.  Terlalu naif rasanya orang yang sepertiku yang sudah kenyang akan kepopuleran malah mengemis perhatian dari orang lain. Tidak.. Tidak.. Alasanku mencuri the Ruby jauh-jauh-jauh lebih penting dari pada itu semua. Yang mungkin belum bisa kukatakan saat ini.

Jam tanganku tepat menunjukan pukul 12 malam. Senyum kecil tersungging dibibirku. Ini adalah waktu prima bagiku untuk melakukan aksi ini, waktu dimana semua orang berada di titik konsentrasi mereka paling tinggi, setelah lewat jam 12 bisa dibilang sudah bukanlah hari ini lagi, tapi sudah berganti esok hari. Sedangkan pesanku menyatakan akan melakukan aksi ini hari ini bukan besok. Hahaha.. Hal-hal tidak penting mulai merayapiku. Masalah kurang atau lebih dari jam 12, aku rasa tak perlu di bahas. Tapi entah mengapa aku suka membahas hal-hal seperti itu. Hahaha.. Cukup.. Kuberi semangat pada diriku sendiri untuk segera menyelesaikan misi ke-enamku ini. Aku siap.. Benar-benar siap.

Dengan langkah kecil kudekati dinding samping mansionnya. Setelah melakukan pengamatan berbulan-bulan, aku rasa lewat dinding sebelah baratlah yang paling aman untukku masuk. Bahkan aku sudah memberi tanda pasti tentang posisi strategisnya berupa sebuah guratan kecil berinisial VJ. Kulihat baik-baik dinding yang tengah berdiri kokoh di depanku ini. Tingginya sekitar 4-5 meter. Tinggi juga… Selain itu aku juga yakin kalau ada sensor tepat di bagian atasnya. Berdasarkan pengamatanku sensor itu berada di ketinggian 5-6 meter. Jadi tidak akan mungkin ada orang yang mampu menerobos dinding Jung Yunho jika menggunakan tali yang dikaitkan diatas seperti di film-film itu. Mansion milik Jung Yunho memang terkenal dengan sistem keamanan yang baik. Tapi itu tak mampu menghadangku sama sekali. Lihat saja.. Hahaha..

Kutekan sebuah tombol yang ada di sepatuku dan..

WUZZZZZ….

Tubuhku melompat sangat tinggi dan dengan sedikit kulakukan gerakan berputar di udara dan mendaratlah aku di atas atap pos pengawal bagian tengah-barat. Tepat sesuai dugaanku.

DUKK…

Suara atap pos yang berbenturan dengan kakiku. Aku yakin dalam waktu lima detik pengawal yang berada di dalam pos ini akan keluar..

1..2..3..4..5..

Mana mereka? Kenapa belum muncul? Sepertinya terlalu cepat hitunganku.

“Hey siapa kau?” teriak salah satu dari tiga penjaga yang muncul dari dalam pos.

DOR.. DOR..DOR…

Tiga kali kutembakan senjata pistol bius ini tepat mengenai tubuh mereka.  Pistol dan pelurunya sudah aku modifikasi sendiri untuk menghasilkan senjata yang bukan untuk membunuh lawan tetapi hanya melumpuhkannya. Tak tega tentu aku membunuh seseorang. Kasihan pula anak istrinya jika setiap aksiku aku selalu membunuh. Kuturuni atap pos ini dengan sebuah loncatan kecil. Dengan sepatu ini aku bisa meloncat dan melompat kesana kemari dengan mudahnya, oleh karena itu sepatu ini kusebut dengan kango-shoe. Aku dapat terus melompat dan meloncat seperti  kangoroo. Nikmatnya sepatu buatan luar negeri yang aku pesan secara khusus ini.

Sekilas kupandang sekitar, tak kudapati pengawal yang menyadari kedatanganku. Pabo.. Alat-alat keamanan yang sangat canggih tapi benar-benar tak didukung dengan SDM yang berkualitas. Kulangkahkan kaki ini dengan sangat ringan mendekati dinding dalam mansion ini. Bunuh diri jika aku memilih masuk lewat lantai satu dengan ekspetasi pengawal yang berjumlah lebih banyak dari pada pengawal di lantai dua. Kuarahkan arloji ku ini dengan seksama, kubidikan tempat yang tepat, dan kutekan pelan tombol yang ada di arlojiku ini dan keluarlah tali baja yang terus menghujam ke atas hingga mengenai pinggiran jendela dan terkait disana dengan kuatnya. Dengan mainan canggih yang aku pun dengan mudahnya aku naik ke atas hanya dalam hitungan detik dan berhentilah aku tepat di jendela yang menghadap ke barat ini. Dengan cepat ku hantam jendela kaca ini dan masuklah aku. Aku suka masuk ke dalam rumah korbanku dengan cara yang terang-terangan seperti ini, walaupun kadang sedikit terasa menyakitkan. Sebenarnya aku bisa masuk ke dalam tanpa diketahui oleh siapapun, kemudian mengambil the Ruby dan menghilang begitu saja. Tapi dimana nilai estetika jika seperti itu?? Toh aku sering keluar masuk rumah korbanku dengan mudahnya tanpa disadari oleh siapapun bahwa akulah sang Vicious Jonquil. Bagaimana aku bisa tahu seluk beluk rumah korbanku jika aku tak sering keluar masuk ke dalamnya bukan?

Kutahu kedatanganku membuat para pengawal itu langsung siap menembakiku dan memanggil temannya. Kulihat beberapa pengawal lain naik ke lantai dua ini.

Dengan sedikit gerakan bela diriku, kuhindari tembakan demi tembakan yang mereka lepaskan. Sedikit berputar dan melakukan lompatan beberapa kali membuatku berhasil mencapai sebuah meja besar yang mampu melindungiku dari tembakan mereka. Aku harus melakukan sesuatu agar aku bisa bergerak masuk ke dalam ruangan tempat the Ruby disimpan, yaitu kamar utama pemilik mansion ini, kamar Jung Yunho. Kulihat dari sebuah cermin yang tak begitu jauh dariku beberapa pengawal berpakaian serba hitam bak agen-agen rahasia yang ada di TV-TV tengah terus menembakiku tanpa berpikir sebelumnya. Benar-benar pabo. Tak bisakah mereka berhenti menembak yang takkan mungkin bisa mengenaiku itu dan mulai berpikir cara yang lebih cerdas untuk menangkapku?

Kuberpikir sejenak, melihat celah yang bisa ku dapatkan untuk pergi dari situasi ini. Kulihat ada sebuah pintu terbuka yang berada tak jauh dariku. Dengan pemikiran yang matang dan cepat, kuberikan tembakan perlindungan dan kuberanikan diri berdiri dan menembaki mereka dengan pistol bius ku ini dengan akurat. Bisa kurasakan beberapa kali peluru para pengawal itu hampir mengenaiku dan yang bisa kurasakan hanyalah hembusan angin yang dihasilkannya saat melewati sekitar kulitku. Aku terus fokus menembak sambil terus merangkak dan berguling hingga mencapai pintu itu. Setibanya aku di dalam kututup rapat dan kukunci pintu itu. Benar sesuai dugaanku pintu ini anti peluru sama seperti pintu-pintu lainnya yang ada di mansion ini. Lalu apa saat ini yang harus aku lakukan? Kulihat tak ada jalan lain untuk keluar dari ruangan ini selain pintu ini. Kuperhatikan seksama ruangan itu. Sama sekali tak ada celah bagiku untuk pergi. Apakah aku terjebak diruangan tanpa jendela ini?

-oOo-

[Author pov]

“Dia masuk ke ruangan itu..” ucap salah seorang pengawal.

“Cepat kunci otomatis pintu itu dan nyalakan gas beracunnya..” ucap kepala pengawal.

“Benarkah kita akan membunuhnya?” tanya yang lain.

“Tuan Jung Yunho tidak menyuruh kita untuk menangkapnya hidup-hidup tapi menyuruh kita untuk melindungi the Ruby miliknya dari Vicious Jonquil. Vicious Jonquil mati atau hidup tak menjadi masalah baginya. Jadi cepat lakukan saja.” Ucap kepala pengawal dengan wajah marah pada anak buahnya yang lamban itu.

“Cepat.. Cepat..” ucap yang lain.

“Lapor.. Pintu sudah dikunci otomatis dan gas akan menyala dalam waktu 5 detik.” Ucap salah seorang pengawal.

“Baiklah.. Semua kenakan masker kalian untuk mencegah apabila ada kebocoran gas.”

5..4..3..2..1..

BUSHHHHHH….

Tedengar suara mesin penghasil gas menderu di dalam sana. Gas beracun telah memenuhi ruangan itu saat ini dan tak ada sedikitpun celah untuk gas itu keluar.

“Lapor Tuan. Gas sudah memenuhi rungan itu hingga tingkat 100%. Dengan pendeteksi  panas tubuh manusia kita dapatkan hasil nihil, sehingga dapat dipastikan Vicious Jonquil telah mati. Tapi kita belum bisa masuk dan mennge-checknya perlu waktu 25 hingga 30 menit untuk menunggu gas benar-benar padam dan aman untuk kita masuki.” Ucap salah seorang pengawal.

“Baiklah tidak apa-apa. Kalian tetap berjaga disini dan aku akan menemui Tuan Jung Yunho untuk memberikan kabar bahagia ini. ” ucap kepala pengawal.

Memang seperti inilah mansion milik Jung Yunho. Setiap ruangan memiliki panel yang terhubung dengan penghasil gas beracun. Ini adalah salah satu teknik pengamanan yang diterapkan oleh para pengawalnya. Sehingga akan mudah bagi para pengawal untuk membunuh orang-orang yang menyelundup ke dalam tanpa perlu adanya baku tembak lagi yang bisa saja memakan jiwa para pengawal. Sebuah karya yang menakutkan, bayangkan jika kau berada disuatu ruangan yang tertutup dimana pintu terkunci secara otomatis dan tiba-tiba ada gas yang menyembur memenuhi ruangan serta tak ada sedikitpun jalan untuk kabur dari ruangan itu. Mau tak mau kau harus menghirup gas beracun itu yang mampu membuatmu sesak dan tak bisa bernafas, hingga kau rasakan seluruh tubuhmu melemah dan akhirnya secara perlahan kau akan mati dalam rasa sakit yang amat sangat di bagian saluran pernafasanmu. Lalu bagaimana nasib Vicious Jonquil? Akankah kisahnya berhenti sampai disini? Akankah misinya mengumpulkan ke-sembilan the Ruby gagal dan berhenti sampai disini? Akankah ke-lima the Ruby yang telah dicurinya menghilang begitu saja? Akankah ini akhir dari perjalanannya?

-oOo-

[Yunho pov]

 

Walaupun pintu dan dindingku terbuat dari bahan nomer satu yang kokoh dan sangat kuat, tapi tetap saja mampu kudengar dengan cukup jelas suara baku tembak diluar sana. Sepertinya Vicious Jonquil sudah memulai aksinya kali ini. Kudengar pula para pengawal dengan berisiknya berteriak-teriak diluar sana. Entah apa yang mereka teriakan. Tapi yang jelas aku berharap agar Jonquil berhasil lolos dari serangan pengawalku dan bisa segera bertatap muka denganku. Aku sangat sangat ingin bertemu dengannya. Aku benar-benar penasaran dengan sosoknya yang sangat misterius itu. Aku terus menyeruput kopi hitamku dan menatap menerawang jauh ke luar jendela dengan damainya hingga akhirnya..

BRUKK..

Sebuah suara cukup keras mengagetkanku. Sebuah suara yang seakan menjadi penanda telah lolosnya Vicious Jonquil dari para pengawalku.

“Selamat malam Vicious Jonquil.” Ucapku sambil berbalik dan melihat ke arahnya.

Kumelihat sesosok pria baru saja turun terjatuh dari ventilasi udaraku diatas. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, hari ini aku berhasil bertemu dengan seorang pencuri yang sangat cerdas dan bertangan dingin ini. Bayang-bayang seorang penjahat yang bertubuh tinggi besar dengan wajah yang seram dan kulit yang agak gelap seperti layaknya mafia-mafia di belahan Amerika Latin sana langsung sirna seketika saat yang kudapati adalah seorang pria Korea, berkulit putih bersih bagaikan susu. Dia menggunakan pakaian hangat sederhana dengan syal bewarna merah muda melingkar di lehernya sambil menenteng sebuah tas kecil hasil rajutan, bertubuh kurus dan sedikit lebih kecil dariku dengan lekak-lekuk tubuh yang cukup kelihatan tapi tetap saja jauh dari ekspetasiku, serta yang paling membuat terkesima adalah wajahnya. Wajahnya benar-benar bukanlah wajah seorang penjahat, wajahnya begitu mengagumkan dengan mata yang tampak bercahaya, hidung yang sempurna, bibir yang merah dan itu semua adalah perpaduan yang luar biasa hingga menampilkan sosok wajahnya yang benar-benar indah bak lukisan di salah satu dinding museum.

“Selamat malam Jung Yunho, pemilik Jung corporation. Ada apa dengan ekspresimu?” Ucapnya sambil tersenyum manis padaku.

“Ekspresiku? Sepertinya aku berdebar ketika bertatapan langsung denganmu.” Jawabku jujur sambil meletakan cangkir kopiku, berjalan mendekati kursiku kebesaranku dan duduk di sana dengan gagahnya.

“Oww… Kau berdebar rupanya. Haha.. Kenapa? Kau takut denganku?” tanyanya dengan berusaha mendekat ke arahku.

“Tidak.. Aku tak takut sedikitpun padamu. Nama besarmu memanglah sangat menakutkan. Tapi dengan yakin kukatakan bahwa kau tak akan mungkin menyakiti orang lain. Semua alat-alat canggihmu hanyalah untuk melindungi dirimu dan melumpuhkan mereka tapi tak akan mungkin bisa menyakitinya apalagi membunuhnya. Benar bukan?” ucapku yakin.

Selama ini aku sudah banyak mencari informasi mengenainya. Semua informasi aku dapatkan termasuk kebiasaannya, alat-alatnya canggih, teknik-tekniknya yang cerdas, pemikirannya dan lain sebagainyanya tapi hanya satu hal yang belum aku ketahui, yaitu tentang identitas aslinya.

“Oh.. Ternyata kau lebih pintar dari pada para pengawalmu itu. Lalu jika kau mengetahui banyak tentangku , mengapa tak kau ingatkan pengawal-pengawal bodohmu itu?” tanyanya  ketika berada tepat di depan meja kerjaku.

“Aku ingin berjumpa denganmu Vicious Jonquil.”jawabku mantap.

“Lalu kenapa kau berdebar ketika melihatku?” tanyanya sedikit membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada wajahku hingga jarak beberapa centi saja.

Kami terdiam satu sama lain,

Benar-benar tercekat aku dibuatnya. Jantungku berdebar kian kencangnya karena melihat wajahnya dari jarak sedekat ini. Mampu kurasakan hembusan nafasnya diwajahku. Kuamati wajahnya dengan sangat teliti dari rambutnya dahinya matanya hidungnya dan ahh.. bibirnya.. Bibirnya benar-benar menantang, seakan-akan minta untuk di…

TOK TOK TOK..

Suara ketukan membuatku terkejut dan kamipun saling menjauhkan wajah satu sama lain.

“Itu pasti pengawalmu yang melaporkan kebodohannya.” Ucapnya dengan wajah sedikit memerah.

Ada apa dengannya? Kenapa wajahnya memerah? Malukah dia? Apa yang membuatnya malu?

“Kau sembunyilah di sana dan jangan  bersuara.”ucapku padanya diikuti perasaan bingung di hati ku ini.

Mengapa aku justru melindunginya seorang penjahat kelas kakap yang ingin mencuri dariku dari pengawalku sendiri. Yang pasti aku tak ingin dia tertangkap. Aku tak ingin dia mendapat masalah. Ku melangkah mendekati pintu kamarku. Kubuka perlahan dan tidak terlalu lebar agar pengawal tak dapat melihatnya keberadaannya.

“Ada apa?” tanyaku pura-pura tak tahu.

“Saya hendak melapor tuan, bahwa kami berhasil membunuh Vicious Jonquil di ruang perlengkapan lantai dua, tuan. Tapi kami belum bisa masuk ke dalam untuk mengeceknya. Karena pengaruh dari gas itu masih sangat berbahaya walaupun kami sudah menggunakan masker pelindung.” Ucapnya yakin.

Benar kata Jonquil, pengawal-pengawalku benar-benar bodoh. Jelas-jelas Jonquil berhasil lolos hingga berhasil masuk ke kamarku dengan selamat tapi mereka malah berkata Jonquil sudah mati. Bodoh.. Makiku di dalam hati.

“Baiklah. Lapor padaku nanti setelah kau memastikan kematiannya.” Ucapku datar.

“Baiklah Tuan.” Jawabnya sambil kututup pintu kamarku rapat-rapat dan tak lupa kukunci agar tak ada orang lain yang bisa masuk tiba-tiba.

Kemudian..

“Jung Yunho.. Jung Yunho.. Ada apa dengan kau ini? Ha? Seingatku kau adalah yang menjadi terget sasaran pencurianku, kau adalah korbanku dan aku adalah pencuri yang akan merebut kalung berhargamu?” tanyanya dengan berjalan mendekat secara perlahan dengan langkah yang sedikit diseret.

“Benarkah? Mungkin sesaat aku lupa akan hal itu.” jawabku dengan kupasang senyuman di bibir ini.

“Kau lupa?” tanyanya dengan ekspresi pura-pura polos sambil terus berusaha mendekatiku.

“Ya.. Aku benar-benar lupa..” jawabku dengan menyilangkan kedua tanganku didepan dadaku.

“Kenapa? Kenapa kau bisa sampai lupa Jung Yunho? Lupakah kau bahwa aku adalah Vicious Jonquil?” ucapnya dengan tangannya yang menyentuh pinggangku dan tangan yang lain secara terang-terangan menyentuh dadaku.

Perkataanku mulai mengawang dan keluar begitu saja tanpa sempat kucerna apa yang dia katakan. Otakku sudah tidak sempat memikirkan tentang apa yang harus katakan karena terlalu sibuk menatap wajah pria cantik di depanku ini.

“Entahlah..” Jawabku dengan tatapan menantangnya untuk berani melakukan sesuatu yang lebih.

“Benarkah kau tidak tahu?” tangannya mulai bergerak sedikit demi sedikit mengusap lembut dadaku dari luar kemejaku.

Sejenak aku terdiam karena merasa sedikit terkejut dengan keberanian tangannya. Tangannya yang tampak sangat lembut dan indah.

“Benarkah kau tidak tahu Jung Yunho?” tanyanya sekali lagi.

Kali ini bisa kurasakan tangannya mengusap kedua tanganku yang kulipat di depan dadaku itu dengan sangat perlahan dengan lembut. Seakan dia meminta agar tangan ini untuk melakukan sesuatu padanya. Seakan dia ingin merasakan kemampuan dari tanganku.

“Iya..” jawabku sedikit bergetar dan mulai tidak konsentrasi atas jawabanku sendiri karena perlakuan tangan nakalnya di daerah dadaku.

Bisa kurasakan tangannya terus mengusap lembut pada bagian-bagian yang cukup sensitif disana dengan kadang memberikan tekanan-tekanan yang membuat jantung ini mulai berdebar. Dapat kulihat wajahnya yang sangat tampak sexy menggodaku untuk menyentuhnya, membelainya, dan menciumnya. Dengan sekuat hati kuberusaha menahan keinginanku ini. Aku tak boleh tergoda dengannya walau sesungguhnya aku sudah amat sangat tergoda saat ini.

“Kenapa Jung Yunho kau diam saja?” dia melangkah berputar mengelilingiku beberapa kali dengan langkah perlahan dengan tangan yang terus menjamah badanku dan berakhir di belakangku. Dia terdiam di belakang sana dengan kepala yang disandarkan ke punggungku.

Dapat kurasakan tangan lembutnya menyentuh kulit tanganku dari belakang. Perlahan disentuhnya tanganku dari siku terus merambat hingga hingga punggung tanganku, diulang-ulanginya terus dan terus. Perlahan kurasakan dia mulai menyentuh kembali dadaku. Dengan nakalnya tangan indah itu berusaha menerobos kemejaku dan menyentuh kulitku dari balik celah-celah kemejaku. Tak kalah dengan perlakuan tangannya, mampu kurasakan juga kepalanya tak hanya sekedar menyandar lembut ke punggungku. Beberapa kali kurasakan sebuah kecupan dari luar kemeja di kulit punggungku ini. Kadang kurasakan pula hembusan nafasnya yang mengendus di sekitar leherku, seakan-akan dia tengah menikmati aroma tubuhku dengan sepenuh hatinya.

“Jung Yunho.. Ternyata kau hebat juga ya mampu menahan serangan dariku?” ucapnya.

‘Serangan’ katanya?? Serangan seperti apa yang mampu membuat dada ini naik turun? Serangan seperti apa yang mampu membuat nafas ini mulai tidak teratur? Serangan seperti apa yang mampu membuat otakku tidak mampu berpikir hal lain selain menikmati apa yang dia lakukan padaku. Aku masih saja terus berusaha agar tak terjebak dengan permainannya. Tentu saja ini bukanlah perkara yang mudah. Siapa memangnya yang sanggup melawan godaan pria cantik yang tengah menjahilimu seperti ini ha?

Perlahan dengan tangan masih menyentuh dadaku dia berjalan mengitariku kembali dan dia berpindah tepat berada di depanku. Dapat kulihat jelas wajah indahnya di depan mataku berjarak tak jauh dariku. Sebuah senyuman penuh ejekan terkembang dibibirnya.

“Bagaimana reaksimu dengan serangan dari depan yang akan aku lancarkan?” tanyanya dengan bibir merah kecilnya yang memanggil-manggilku untuk melumatnya.

Aku masih saja terdiam dalam gelora yang dia ciptakan. Kubuat pertahan terkuatku untuk melawan ‘serangan’ seperti yang ia katakan. Dengan mata yang masih menatap tajam padanya, aku terus berusaha berpura-pura tak tergiur sedikitpun dengan apa yang ada di depanku saat ini.

Lagi-lagi sebuah senyuman nakal terukir dibibir merahnya. Membuatku mau tak mau kembali menatap bibirnya. Sungguh bibir itulah mulai membuatku sedikit gelisah. Bibir merah cherry dengan bentuk yang mungil dan menggoda, apalagi dengan lidah kecilnya yang kadang dijulur-julurkannya di sudut bibirnya membuatnya kian tampak sexy.

Tangannya terus beraksi hingga bisa kupastikan kemejaku ini sudah berantakan dibuatnya bahkan dia telah membuka beberapa kancing atas dari kemejaku tanpa aku sadari. Dengan kaki sedikit berjinjit bisa kulihat bahwa dia hendak mencapai sesuatu yang lebih tinggi, dia ingin mulai bermain-main dengan sesuatu yang lebih. Dia pikir aku akan terbawa pada permainannya??

Kurasakan bibir merahnya mulai berani mengecup perlahan dadaku. Sebuah hembusan nafas berat keluar dari mulutku begitu saja.

“Kenapa Jung Yunho? Kau mulai menikmatinya?” tanyanya sambil berhenti sesaat.

Aku masih diam dalam keheninganku dan berusaha tetap tenang dan tak terbawa suasana.

Kurasakan bibirnya mulai menjelajahi dadaku se-centi-demi se-centi tanpa melewatkan sedikitpun bagian. Aku menerawang jauh ke luar sana berusaha mengalihkan perhatianku tapi rasanya percuma saja karena permainannya kali ini jauh lebih berani dari pada sebelumnya. Dia terus memberikan ciuman itu dengan sangat lembut dan perlahan. Kurasakan sapuan bibirnya menyentuh-nyentuh kulitku. Yang mana tiap bibirnya bergesakan dengan kulitku seperti ada perasaan yang luar biasa di hatiku ini. Rasanya seperti sebuah aliran listrik yang merambat ke seluruh tubuh. Hingga membuat tubuh ini semakin terkikis pertahannya. Lambat laun ciumannya makin berani naik ke bagian yang juga tak kalah sensitifnya, yaitu leherku. Ketika ciuman pertamanya mendarat disana secara reflek kuhembuskan kembali nafas ini dalam-dalam. Tampak dia nikmati sendiri ciuman itu dileherku. Bahkan kadang dia tak hanya mengecup, tapi juga memberikan hisapan-hisapan dan gigitan-gigitan kecil yang membuatku serasa melayang. Mataku sudah tak sanggup untuk tidak terpejam lagi. Kugigit ringan bibir bagian bawahku sendiri untuk mencegah timbulnya desahan-desahan dari mulutku. Aku tak ingin dia mengetahui bahwa aku sudah mulai terangsang, sangat.. sangat terangsang lebih tepatnya.

Dengan masih menyerang leherku, bisa kurasakan pula tangannya tak begitu saja tinggal diam. Secara berani tangannya mulai menyentuh punggungku, perutku, pinggulku dan pahaku. Dalam hati aku bergumam, jika dia sampai berani menyentuh ‘milik’ku, maka ‘mati’lah dia di tanganku. Tak akan sedikitpun kuberi ampun dia jika dia berani menyentuhnya barang sedikit saja.

Tanganku yang semula melipat di depan dada sebagai bentuk pertahanan, kini sudah jatuh lemas di sisi tubuhku. Kubiarkan tubuh ini merasakan semua yang dia lakukan pada tubuhku. Tak sedikitpun terbesit keinginan untuk menghentikannya. Aku ingin tahu seberapa hebatnya dia mampu membuatku tergoda padanya.

Aku terus diam dan berusaha tak memberi respon sedikitpun padanya dan dia terus berusaha menyerang pertahananku dengan sekuat tenaga.

Hingga akhirnya…

DEG!!

Apa yang dia lakukan???

[…]

 

TBC part 2
 

-oOo-


======================================================

Gimana-gimana gimana-gimana?? Tunggu kelanjutannya di part 2 yeaa… RCL yang banyak dan bujuk aku ya untuk buat sekuelnya.

Apakah reader sekalian rela kisah cinta mereka hanya berakhir sampai disini aja dan tanpa kelanjutannya???

Selamat penasaran ria reader sekalian… Mmuuuaaacchhhh…..

Salam YUNJAE❤

-Beth-

69 thoughts on “Vicious Jonquil – The Haughtiness in a Blaze 1/2 | @beth91191

  1. waw….
    jae ko jadi ngegoda begitu.. Apa jae lupa kalo kedatangannya buat mencuri..
    Hehehe.. Hayooo kita liat.. Smpe kapan yunho bisa bertahan…
    Lanjut thor….. Semangat semangat semangat….

  2. tuh yg jdi jonquil si jae…duh jae krg krjaan klu nyuri gtu…mnding jae dkti aj yunho truz jdi pcarnya truz mrid otomatis tuh py yunho milik jae *plak dtmpar author…hihihi*jonquil py rhsia dblik tndkanny…ap mgkin dia slah satu cucu bangsawan francis tuh….oh sgra lnjut

  3. hwaaa!!!
    penasaran akut!!
    ayo thor bikin sequel.a..
    jgn lemes thor.. semangat!!
    pengen bgt bca lanjutan.a!!
    bikin sequel.a thor!!
    hwaiting.. aku selalu menunggu..

  4. kereeeeen >//////< *termasukgw
    aku slalu mendukung apalagi yunjae, lanjutkan yaaa eonn °\(^,^)/°

  5. Uwooooow keren !! Pengen tau tujuannya s jejung apa. Jangan lama2 yah author hehe.

    Ntar di part 2 pokoknya endingnya harus sejelas2nya !! Jangan gantung yah, okeh.😄

  6. Pencuri cantik ny umma kn,,, wah wah kykny pencuri cantik itu dah menemukan kelemahan seorang jung yunho,,, keren, lanjut…

  7. Benarkah appa bisa tahan dgn perlakuan nakal umma?
    G yakin dah.
    Secara umma kan sexy abis.
    Seru banget nih,
    penasaran ma appa reaksi.y bakalan kek gmna.
    Umma nakal.y tingkat tgi dah, ckckck….
    Lanjuuuut….

  8. apa ?! Apa ?! Apa ?!
    Apa yg dilakukan eomma ?
    Kyaaaa~
    Apaaaaan ?! >.<

    Sumpah, bhasa ff ini oke kali😀
    Pendeskripsian yg mantap
    Haha

    yosh !!
    Keep writing nd Sukses buat ff2 lainny ne🙂
    Fighting !!😀

  9. wah.. yun narsis sekali.. bilang diirnya sempurna XDD

    woahh.. itu si jonquil jae ya??
    knapa jae mau nyuri gitu ya??

    wkwkwk blum apa-apa yun udah terpesona ama jae,hha
    jae agresif skali.. membangungkan naga yang sedang tidur XDD
    hha..

    ati2.. ntar kalok udah bangun, jae g bisa jalan seminggu XDD
    wah wah wah..
    apa yang bakal dilakuin jae???

    penasaran ><

    ff.a bagus ^^ bahasanya keren,hhe
    good job author

  10. jdi penasaran ama alasan jaema nyuri ruby
    jaema jd Jonquil ….pasti bner” menggoda
    apalagi jaema lgi menggoda yunpa
    bner” bikin gak nahaaan #plak

    jaema bner” nakal deh….
    hohoho apa yg dilaku’n jaema tuh….ampe yunpa kageet
    ff’a kereeeeeeeeeen

  11. OMG SUN~~~~~~~~

    aku suka FF ini,ntah kenapa aku selalau suka saat melihat uri momy begitu nakal n agresif dia terlihat seperti kenyataan LOL
    wakakaka aku langsung lanjut next chap yah~~

    keep writing ^^d

  12. KYAAAAAAAA!!!!! SUMPAH KEREN!!!! ><
    Aku dari dulu suks bgt ma ff bgini
    tp jaema emng iseng -_-
    mana ada pencuri wajah malaikat #plak

    ff inu bner2 buat pnsaran. agak rumit tp bahasanya gampang dicerna.
    Authooorr!!! saranghae. ^ 3^

  13. Waduh .. Disni jaema jd pncuri eoh??
    Aish umma..
    Jgnlah jd pncuri atuh..
    N tp tp..Niat awalny umma dirmh appa bknny nyuri ruby ea??
    Ko’ jdiny gni..
    Hahay..
    Lanjutkn chngu

  14. wah itu pasti jaema yah…
    wkwkwk
    ngapain tuh grepe” yunppa…tw aja klo yunppa gak than kalo lu goda..hahahahah…
    tpy itu pasti jebakan yah…hihihihi

  15. Kyaaaa appa narsis banget sih
    hahaha tapi emang bener sih appa emang sempurna

    wuihhhh aje gile rumah appa keren banget yah
    andaikan ane punya rumah kaya gitu
    #plak abaikan

    sudah di duga Vicious Jonquil itu umma,mana ada penjahat sempurna gitu kaya umma
    gak pantes umma jadi pencuri,pantesnya noh jadi istri jung yunho
    si umma udah kaya spiderman yah
    haha bedanya umma alat canggihnya sepatunya

    loh ?loh ? tumben umma nyerang appa duluan
    wae ada maksud tertentu kah ?
    haha appa gak mungkin gak tergoda sama umma
    hahha kasian appa menahan hasratnya,padahal udah ga tahan pengen grepe-grepe umma
    wkwkwk

    lanjut lah

  16. wow jujur ini fanfic terkeren yang aq baca di blog ini hari ini wow wow wow
    aq suka cerita yang kayak gini nih,, mendebarkan,, bikin penasaran,, alur ceritanya juga bagus bahasanya juga oke.. pokoknya manteb deh
    itu pencurinya pasti jaema,, ga nyangka yah jaema berani nyerang yunpa duluan hahaha
    btw apaan tuh alesan jaema buat nyuru the ruby??

  17. asek asek genre yg aku suka.. oya adegan pencuriannya udah bagus dan jeje menggoda iman yunho banget.. kita lihat sampe kapan appa bertahan.. muahahahaahahahah

  18. umma pervert deh, apa itu cara umma untuk mengelabui smua pemilik ruby? Ah smoga umma cuma pake cara itu buat appa :*

  19. wakk!!!!! apa apa yg dilakukan umma,,,,,,,,,,,,,jaema agresif bgt ya,,,,( ̄▽ ̄)~■□~( ̄▽ ̄)

  20. Uwah …..!!!!!
    Pasti vicious ato sapalah itu adlah jaeppa . ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Yunppa kykna dh maw jebol tuh . wkakakkkkaka
    kerja bgs jaeppa …..!!!!!
    Pertahankan . xD

  21. masih bingung caranya lolos dari ruang tertutup gimana ya @@*abaikan
    uaaaa ini aksi pencurian ruby atau hati wkwkwk
    ga nahan banget nih cara ngegodanya,,,,,,,appa akan runtuh atau bertahan???
    bikin sequelnya ya thor ^^

  22. Alooooha~
    pertama kali mampir nih.. pengen ikutan komen yaa author..
    bagus banget penulisannya.. jelas dan padet..
    aku jadi bisa mengimajinasikan gimana seluk beluk rumah yunho..
    gimana penampilan jaejoong.. waaah.. nice written pokoknya..
    aku juga suka banget yang temanya si umma agak bitchy2 gitu..
    udah ada lanjutannya ya.. langsung daftar deh kalo begitu..

    10 jempol buat author.. (y)

  23. Ceritanya bagus banged dueh sunnpah

    Seberapa lamakah yunpa bertahan dari serangan jaema???
    Semoga jaema menyentuh juniornya yunpa biar di bunuh sam̶̲̅α̇ appa yun…pasti maksudnya di bunuh dalam arti jaema di kerjain ªⓜª appa…uuuuhhh pasti HOT punya nih

  24. Appa sombong banget sih menggambarkan dirinya perfect, hihihi tapi emang perfect sih :3

    Ooh jadi vicous apa lah itu xD
    Kaya juga ya, uumm niat nya cuma mau mngoleksi 9 the ruby, :O

    Aah appa teramat penasaran sama sipencuri, pas udah diliat malah ke jatuh cinta xD

    Ya ampun si umma juga serangan nya ga tanggung” gitu, tapi salut sama appa sih, ga mudah terbawa buat saat ini, hihihi’ lanjud ><

  25. Waaahhh…yang curi ribu nya itu karena bukan.!?
    abiz ciri” nya sama sih..
    Tapi kenapa jadi pencuri yang agresif begitu.?
    apa karena gak bisa dapetin ruby nya jadi pengen dapetin yunppa.?
    astaganaga~~

  26. huaaaa,,,,apa jae udh nyentuh itu yah??
    Aigooo bkl mampus lu jae under yun skin,,
    Lanjuttt,,,^^
    mnt pasword dunk pliss

  27. waduh,,aku suka jae yang kuat,hhaha
    keren bgt jae,pencuri berkelas jd inget kaito kid,haha
    pengen baca lanjtnya,,penasaran,

  28. aigooo oemmaku yg bohai ini ternyata berani banget am appa beruang. . .
    nt kalo appa udah kumat mesumnya. . *sigh* rasain sendiri ya oemma. . semoga perbuatan oemma yg menggoda appa ini diampuni oleh Yang Di Atas. .

  29. annyong! Aku reader baru salam kenal hee…
    Omo omma kenapa jadi ngegodain appa ckckck inget tujuan mu semula omma!
    Ceritanya bgs beda dari yg laen semangat author! Hwaiting!

  30. he he he aku baca ya…………uh Jaema so cool………pencuri cantik ahahahahahaha yunpa pasti kalang kabut dibuatnya….🙂 love it………….

  31. jae umma keren
    berhasil ngelabuhin smua orang
    uma berani ya ma appa..
    wkwk..
    ntar appa marah lho
    appa udah jatuh cinta deh ma umma..
    iya lah
    siapa gitu yg tahan digodain namja paling bohai sedunia

  32. Uwaa…kayanya kalo smua pencuri setampan jae..yd dicuri rela2 aja kalii yaa….emang ada yg bisa menahan pesona jae…. Wew…. Hehe

  33. anyeong aku reader baru… hmm dari judulnya udah penasaran baget dan teryata memang waaaaaahhhhhhh bgd ff ini author sumpah keren abizz… bahasanya,jln ceritanya, waaaa semuanya bener2 baguz, aku mrrasa menyelami setiap adegan dlm ff kereeeennnn…..penasaran nih apa tg akan dilakukan vicious jonquil ke jung yunho zzz kyaaaaa…. next chpter^^
    yoroshiku^^

  34. Uri umma jdi pencuri cantikk😀
    Imajinasi q jelas bnget wktu bca ff ini😀
    Author.ny deabakkk !!!!
    .
    Keep writing author ^^

  35. wuch
    keren !
    pembaca nyasar nich
    lagi selancar nemu ini ff
    tapi wait
    tengok kanan tengok kiri
    dapet PW dimana ya ?
    mau nerus baca nich ?

  36. kalo vicious nya jae eomma mah yunpa bkl ngasih sukarela, malah diksih bonuh hati yunpa jg buat jae eomma kkk wah jd gk sabar buat baca next chap nya hehe
    oh ya thor anyyeong, i’m new reader🙂

  37. kyaaaa !!! anyeong aku reader baruuu . ceritanya seruu aku sukkaaaaaaa . jaemma nakall bangett ke yunho , yunho juga kuat bangett nahan godaan dari eomaa !! ff nya kemriinnnn daebakkk !!

    boleh mintaa PW chap 2 nya gaa ..

  38. Wahhh….alur ceritanya bagus thor….misterius gimana gitu….
    Semangat thor lanjutin ffnya^^
    Yunjae love u damn so muchhhh

  39. ….Abis bloody love ff pertama yang ku baca di wp ini jadi nyari ceritanya beth eonni lagi. Ff yang ini sama serunya dan sama2 bikin penasaran.. *gigitselimut*

  40. melihat gelagat jae tampak nya jae mau melakukan serangan secara spesial.
    mungkin jae juga tergoda dengan wajah tampan yunho hyung.
    kalau ini sih judulnya “pencuri kena curi” ha..ha..ha.. dari awal jae kelihatan banget nakalnya.
    tapi bukankah itu udah jadi ciri khas jae so it’s great story sayang sisanya di pw .
    jadi buat empu blog please dong kirimin pwnya buat lee.
    ok gamsahamida….anniong🙂

  41. Jaema jaema, apa dia lupa misi utama ke mansion Jung buat apa? Malah jadi grepe2 yunpa wkwkwk
    Tapi suka banget sama ceritny ^^

  42. Jaema jaema, apa dia lupa misi utama ke mansion Jung buat apa? Malah jadi grepe2 yunpa wkwkwk
    Tapi suka banget sama ceritanya, good job (anggkat 4 jempol) ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s