Bloody Love Chapter 20 – Trauma | @beth91191


Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 20 – Trauma

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

CHAPTER XX – Trauma

[Changmin pov]

 

Belakangan ini hyung tampak aneh. Dia jarang pulang atau berangkat sekolah bersamaku lagi. Hari-harinya hanya dihabiskan di sekolah. Setelah itu dia pasti menghilang dan pulang ke rumah saat sudah larut malam. Yang dia kerjakan selama di sekolah pun tak lebih dari kegiatan belajar mengajar dan dia tak lagi mengikuti latihan basket seperti biasanya. Kadang dia menghilang saat jam sekolah dan tak kutemukan keberadaannya di seluruh penjuru. Kadang pula dia duduk termenung di ruang kelas saat jam istirahat berjalan. Dia tampak tak ceria belakangan ini. Pandangannya kosong dan wajahnya tidak bersinar. Apakah dia ada masalah? Kenapa dia tidak pernah cerita denganku? Sepertinya ada yang dia sembunyikan. Aku sempat ingin menanyakan padanya. Tapi setiap aku akan bertanya, dia selalu saja menghindar dan buru-buru pergi.

 

Saat sore hari..

 

Kulihat Yunho hyung duduk di teras melihat ke arah kolam kecil di depan rumah.

 

“Hyung..” sapaku mendatanginya.

 

“Nae..” jawabnya pelan.

 

“Kau sedang ada masalah kah hyung?” aku memberanikan diri menanyakan.

 

“Tidak apa-apa..” jawabnya singkat.

 

“Hyung.. Aku ini adikmu.. Bahkan sebelumnya aku telah menjadi sahabatmu bertahun-tahun lamanya. Aku tahu kau sedang ada masalah. Kumohon jangan kau simpan sendiri. Ceritakan padaku. Aku akan membantu sebisaku.” jelasku padanya.

 

“Hyung tahu.. Tapi memang belum ada yang perlu hyung ceritakan padamu.” jawabnya dengan melihat ke arahku.

 

“Bahkan denganku? Adikmu?” tanyaku serius.

 

Di tatapnya tajam mataku. Seakan-akan dia mencari keseriusan kata-kataku dari mataku. Sepertinya dia tengah berpikir untuk mengatakan masalahnya atau tidak. Dia tampak berpikir keras dan diapun menarik nafas dalam-dalam dan  menghembuskannya cukup keras.

 

“Ya, bahkan denganmu.” Jawabnya kembali tertunduk.

 

“Aku adikmu hyung.. Bahkan aku sahabatmu..” aku berusaha memaksanya mengatakan masalah yang menimpanya.

 

“Aku tahu.” Jawabnya datar.

 

“Lalu mengapa kau menyembunyikannya dariku?” tanyaku tetap bersikeras.

 

“Karena memang tak ada yang perlu kau ketahui Shim Changmin!!” dia membentakku.

 

Apa aku tak salah dengar. Dia baru saja membentakku?? Tak pernah sekalipun kudengar dia membentak, apalagi padaku. Bahkan saat aku melakukan kesalahanpun, dia tak pernah membentakku. Dia bukan tipe seperti itu yang mampu membentak orang lain.

 

“Baiklah hyung kalau begitu.. Tapi bila memang ada yang perlu kau ceritakan,kapanpun dimanapun,aku selalu siap mendengarkan keluh kesahmu.” kataku meyakinkan bahwa aku akan selalu siap membantunya.

 

Aku pun pergi meninggalkannya sendiri. Entah saat ini timbul perasaan berbeda saat berada di sampingnya. Sepertinya dia bukanlah hyung yang aku kenal selama ini. Aku yakin di benar-benar sedang ada masalah. Mungkin dia tidak ingin mengatakannya padaku supaya aku tidak ikut khawatir. Tapi justru dengan sikapnya yang berubah tertutup membuatku kian khawatir.

 

[Yunho pov]

 

Maafkan aku Changmin, bukan maksud aku membentakmu. Tapi kalau tak begitu kau akan terus memaksaku mengatakan hal yang amat sangat tak perlu kau ketahui. Aku tak ingin kau ikut merasakan kesedihanku. Justru aku takut jika kau mengetahui yang sebenarnya akan membuatmu membenci appa. Bukan penyelesaian seperti itu yang aku inginkan. Itu bukan menyelesaikan masalah lebih tepatnya. Tapi justru memperkeruhnya.

 

Benar juga kata Changmin. Beberapa hari ini aku benar-benar berubah. Aku hanya merenung sendirian atau menghilang ke suatu tempat yang tidak di ketahui siapapun. Bahkan saat pelajaran pun aku kadang melamun entah kemana. Masalah ini sudah banyak menyita pikiranku. Kehidupanku serasa berhenti dan berkutat pada masalah ini saja. Aku benar-benar lupa dengan kehidupan basketku, aku lupa dengan sahabatku, aku lupa dengan adikku, aku lupa dengan pelajaranku, dan aku bahkan lupa dengan Yeonhee..

 

Ya..

Yeonhee..

Tiba-tiba aku rindu dengannya. Sudah lama aku tak bertemu dan berkencan dengannya.

 

Lalu kuraih HPku yang sudah lama tidak aku pegang. Bahkan baterainya sudah benar-benar habis hingga HPku mati dengan sendirinya. Saat aku sambungkan HP ku dengan charger,kucoba menyalakannya. Seketika banyak sms yang masuk. Kulihat sebagian besar sms berasal dari Yeonhee..

 

Yeonhee : “Oppa malam ini aku masak lasagna lho. Datang ya.. <3”

 

Yeonhee : “Oppa bagaimana kalau kita pergi ke toko buku besok? Aku sudah menentukan akan membeli apa untuk ulang tahun Eunhyuk oppa. Bukannya kau sudah berjanji akan menemaniku? Saranghae oppa.”

 

Yeonhee : “Oppa… <3_<3”

 

Yeonhee : “Oppa.. kenapa kau tak pernah membalas sms ku?”

 

Yeonhee : “Oppa.. Kau marah padaku kah? Maafkan aku jika aku membuatmu marah. Tapi aku mohon balas smsku.”

 

Yeonhee : “Oppa aku demam, aku berharap kau mau menjengukku. Gomawo..”

 

Yeonhee : “Oppa.. aku sedih.. Kenapa kau seperti ini?”

 

Dan masih banyak lagi sms darinya yang membuatku menyesal. Dia pasti sangat bingung karena aku menghilang beberapa hari ini dan tak memberikan kabar sedikitpun padanya.

 

Oh.. Yeonhe.. Mianata..

 

Dengan segera kuhubungi Yeonhee..

 

“Yabuseyo..” salamku.

 

“Yabuseyo.. Benar ini kau oppa??” tanyanya sedikit tak percaya.

 

“Nae.” Jawabku.

 

“Oppa…. Oppa kemana saja?? Aku sangat merindukanmu.. Memangnya apa yang terjadi sehingga kau menghilang seperti itu, Oppa.. Apakah ada suatu masalah yang menimpamu? Apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah? Apa yang membuatmu tiba-tiba menghilang tanpa kabar? Oppa.. Aku sangat rindu padamu..” jawab Yeonhee menyerbu ku dengan pertanyaan-pertanyaannya.

 

“Mianata Yeonhee.. Ada sedikit masalah kecil beberapa hari ini. Mianata.. Aku rindu padamu juga.. ” ucapku.

 

Apa yang aku katakan? Masalah ‘kecil’?? Aku rasa jika masalah ini dikatakan ‘kecil’ lalu akan seberapa mengerikannya masalah yang bisa disebut masalah ‘besar’?? Sungguh masalahku ini jauh dari kata ‘kecil’. Ini adalah masalah yang sangat ‘besar’. Yang mana tak dapat kukatakan pada siapa saja mengenai masalahku ini.

 

“Bagaimana kalau kita keluar malam ini?” tanyaku.

 

“Tentu saja aku mau oppa, aku sangat merindukanmu.” Ucapnya.

 

“Baiklah nanti malam aku jemput ya..” ucapku datar.

 

“Mmmm… Malam ini aku sendirian di rumah.. keluargaku sedang pergi. Aku takut sendirian. Bagaimana kalau kita tidak perlu pergi jalan-jalan, tapi oppa nanti malam menginap di rumahku saja? Aku akan masakan menu spesial dan kita akan menonton film bersama. Bagaimana oppa?” tanya nya

 

Sejenak aku berpikir. Kalau aku meninap di rumahnya,itu berarti Appa tak mungkin dapat melakukan hal itu pada ku malam ini. Sebuah penawaran yang baik untukku. Aku memiliki tempat yang aku tuju dan alasan untuk pergi malam ini.

 

“Ya.. Tentu aku mau.. Mau sekali..” jawabku cepat.

 

Sebuah kegembiraan kembali bersemi dihatiku ini ketika aku berbicara dengan Yeonhee. Walaupun kegembiraan yang dia berikan hanya bagaikan menyiram seember air pada sehamparan gurun pasir. Tak begitu membantu. Tapi ini jauh lebih baik, daripada tidak sama sekali. Yeonhee.. Gomawo..

 

-oOo-

 

 

Malam harinya..

 

Aku tiba di rumah Yeonhee.. Ku ketuk pintunya. Beberapa saat pintu terbuka dan keluarlah Yeonhee.. Dia tampak sexy sekali malam ini. Dia memakai pakaian tidur tipis tanpa lengan yang sangat pendek,jauh diatas lutut. Sehingga menampakan pahanya yang putih,mulus dan indah. Rambutnya yang sedikit ikal jatuh dengan indahnya. Mampu kucium parfumnya yang sangat lembut dan manis. Wajahnya yang cantik tak berubah sedikitpun, bahkan tampak lebih cantik  dari terakhir aku bertemu dengannya.

 

“Oppa..Ternyata kau sudah datang.. Ayo masuk..” sambut Yeonhee sambil menarikku masuk ke dalam.

 

 

[Yunho pov]

 

Malam harinya..

 

Aku tiba di rumah Yeonhee.. Ku ketuk pintunya. Beberapa saat pintu terbuka dan keluarlah Yeonhee.. Dia tampak sexy sekali malam ini. Dia memakai pakaian tidur tipis tanpa lengan yang sangat pendek,jauh diatas lutut. Sehingga menampakan pahanya yang putih,mulus dan indah. Rambutnya yang sedikit ikal jatuh dengan indahnya. Mampu kucium parfumnya yang sangat lembut dan manis. Wajahnya yang cantik tak berubah sedikitpun, bahkan tampak lebih cantik  dari terakhir aku bertemu dengannya.

 

“Oppa..Ternyata kau sudah datang.. Ayo masuk..” sambut Yeonhee sambil menarikku masuk ke dalam.

 

Setelah masuk ke dalam..

 

“Oppa.. Duduklah.. Aku sudah menyiapkan makan malam. Liat.. Ada spageti spesial buatanku dan sebotol wine yang aku curi dari kamar oppa ku.” jelasnya

 

“Wow.. Pasti lezat..” responku berusaha tampak senang. Walau tak bisa kututupi, perasaan sedih masih saja menyelimutiku.

 

“Oya.. Tapi jangan bilang-bilang ya,aku mengambil wine ini dari kamar Eunhyuk oppa tanpa ijin.” kata nya

 

“Yeonhee nakal..” kataku sambil mencolek hidungnya, mencoba melakukan apa yang sering aku lakukan dulu.

 

“Biarin aja.. Dia selalu minum minuman mahal tanpa membaginya denganku..” jawabnya centil.

 

Kemudian kami makan malam berdua dengan hanya lilin yang menerangi. Candle light dinner yang sangat romantis. Dengan disinari cahaya lilin remang-remang membuat wajahnya tampak lebih cantik dan manis. Kami selingi makan malam kami ini dengan gurauan gurauan ringan.

 

Seusai makan,kamipun memutuskan untuk menonton film.

 

“Film apa oppa yang kita tonton malam ini?” tanya Yeonhee padaku.

 

Dia memlihat-lihat rak dvd nya. Matanya tertuju pada sebuah dvd, sepertinya filmnya menarik. Tampak seorang namja dan yeoja yang sedang berpelukan sambil tersenyum di covernya.

 

“Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya.

 

Aku sedang ingin film yang tidak terlalu berat. Sepertinya film ini film comedy romantis. Ku lihat aktor utamanya memang aktor komedian. Tak apalah film yang ini saja.

 

“Boleh juga..” jawabku sambil berusaha tersenyum.

 

Kami pun mulai menonton film itu. Memang benar ini film comedy. Aktor dan aktrisnya benar-benar lucu dan sering melakukan hal konyol. Kulihat Yeonhee tertawa saat aktor di film itu terjatuh karena ulahnya sendiri.

 

Kemudian yeoja dalam film itu menolong namja dalam itu. Dia mengobati kepala namja itu yang terluka. Kulihat namja itu melihat wajah yeoja itu yang mengobati kepalanya dari jarak dekat. Lama kelamaan yeoja itu sadar bahwa namja itu sedang melihatinya. Merekapun bertatapan-tatapan. Lama kelamaan suasana berubah jadi romantis. Keduanya pun berciuman lembut. Backsoundnya menambah adegan itu menjadi semakin romantis.

 

Tapi lambat laun ciuman mereka makin mesra dan berubah menjadi ciuman liar. Aku mulai gelisah. Tampak adegan mereka saling mencumbu satu sama lain. Desahan desahan nya makin membuatku tak tenang.

 

Kurasakan tangan Yeonhee yang semula hanya memegang biasa tanganku berubah menjadi genggaman yang erat.

 

Kulihat wajahnya. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan itu. Aku tak berani bergerak. Bahkan andai aku bisa, aku ingin menarik tanganku dari genggamannya dan mengganti film ini. Aku takut film ini menyebabkan aku dan Yeonhee…..

 

Belum sempat aku selesai berpikir, tiba-tiba Yeonhee sudah mendekati wajahku dan mencium bibirku. Aku benar-benar terkejut,aku hanya bisa membiarkan dia menciumi bibirku. Dia benar-benar dibuai nafsu. Ciumannya sangat nikmat dan membuatku ikut terangsang. Ku balas ciumannya perlahan. Tapi tetap saja dia yang lebih mendominanasi saat ini.

 

Tak ku sangka tiba-tiba dia memasukan lidahnya dalam mulutku. Dia benar-benar agresif malam ini. Tangannya meraba-raba dadaku dan mulai membuka kancing kemejaku perlahan. Satu demi satu kancing bajuku telah terbuka hingga sekarang aku sudah bertelanjang dada. Dapat kurasakan dia yang menyerangku malam ini.

 

Aku masih saja terkaget-kaget dengan perlakuannya padaku. Aku tak pernah menyangka Yeonhee mampu seagresif ini. Ku rasakan dia menciumi leherku. Aku tak perlu melakukan apa-apa. ku biarkan Yeonhee yang melakukannya malam ini.

 

Kurasakan aku benar-benar melayang dibuatnya. Tiba-tiba kurasakan Yeonhee mulai membuka celanaku perlahan sedikit demi sedikit. Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang mengganjal dihatiku. Sesuatu yang menggelanyuti hatiku beberapa hari ini.

 

Kulihat Yeonhe mulai mengecup dan mengulum ‘adik’ku. Entah kenapa saat ia melakukannya aku jadi tidak terangsang seperti dulu yang biasa dia lakukan pada ‘adik’ku. Justru ada persaan sedih dan miris di dalam hatiku. Sepertinya ada yang salah denganku. Tapi apa yang salah.  Saat aku berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi padaku. Tiba-tiba aku teringat pada bayangan Appa. DEGG!!! Langsung hatiku terasa teriris-iris saat teringat Appa pernah melakukan ini padaku. Semua mimpi-mimpi buruk seakan terflash back kembali di otakku. Seakan-akan semuanya seperti film yang diputar ulang di depanku.

 

Tanpa sadar air mataku menetes. Aku tak sanggup membiarkan Yeonhee melakukannya lagi. Karena setiap bibirnya menyentuh ‘adik’ku, seperti ada cambukan yang sangat perih di hatiku ini.

 

“Yeonhee mohon hentikan..” ucapku lirih.

 

Yeonhee tak mendengar kata-kataku. Ku ulangi perkataanku.

 

“Yeonhee… Hentikan!!!” ku paksa Yeonhee melepaskannya.

 

“Oppa… Kenapa??? Mianhe.. Apa aku menyakitimu??” tanyanya penuh khawatir.

 

“Andwe.. Mianhe.. Aku tak bisa..” jawabku sambil memakai celanaku kembali dan memungut kemejaku.

 

“Oppa.. Mianhe oppa.. Jeongmal mianhe oppa.. Apa sekarang kau marah karena selama ini aku selalu tak mau melayani kemauanmu. Sekarang aku siap oppa.. aku siap.. aku mau.. Kumohon oppa.. Kumohon..” kulihat dia memohon dan air matanya mulai membasahi pipinya. Dia menyangka aku marah padanya.

 

“Bukan kesalahanmu Yeonhee.. Ini sepenuhnya salah ku.. Mianhe.. Jeongmal mianhe..” kataku sambil memakai dan merapikan pakaianku.

 

“Oppa.. Maafkan aku.. Aku benar-benar minta maaf kalau aku membuatmu marah. Kumohon oppa  jangan pergi. Jangan marah oppa.” Ucapnya sambil terus memegang tanganku untuk mencegahku pergi.

 

Aku tak menjawab kata-katanya. Terlalu menyakitkan bermesraan dengannya, seakan mengingatkanku pada yang appa lakukan padaku. Setelah selesai kukenakan pakaianku. Ku ambil kunci motorku. Ku dengar dia memanggil-manggi namaku.

 

“Oppa..oppa.. Oppa.. ku mohon jangan pergi oppa.. Oppa..” ucapnya terus memegangiku.

 

“Oppa.. Oppa..”

 

“Kumohon oppa..”

 

Dia terus saja memohon dengan berlinang air mata. Sejenak aku terdiam. Kupandangi wajah cantiknya. Kubelai pipinya perlahan. Kuamati wajahnya dengan seksama. Sungguh dia tak melakukan kesalahan sedikitpun padaku.

 

“Yeonhee.. Lupakan aku.. Mianata.” Ucapku dengan melepas tanganku dari wajahnya.

 

Kutinggalkan dia tanpa menoleh sedikitpun kebelakang. Sepertinya aku terlalu jahat padanya. Tapi aku benar-benar tak sanggup bertemu dengannya untuk waktu dekat ini. Mianhe Yeonhee.. Biarlah aku menata hatiku dulu. Baru aku akan menemui mu kembali suatu saat nanti dan meminta maaf pada mu.

 

Aku pun segera memacu motorku ke rumah. Padahal tempat itu juga bukan tempat yang aku ingin tuju. Justru sumber sakit hatiku adalah di rumah itu, yaitu Appa. Lalu harus kemana aku pergi sekarang? Aku bingung. Aku pun teringat Yoochun. Ya… Aku akan ke rumahnya. Tapi.. Rumahnya dan rumahku sangat dekat. Hanya berjarak beberapa rumah. Dan Yoochun tinggal bersama Umma Appanya. Bisa-bisa mereka memberitahu Appa dan Umma tentang keberadaanku di rumahnya. Appa dan Umma Yoochun sangat dekat dengan Appa dan Umma ku. Tidak.. Aku tak boleh ke rumah Yoochun. Lalu aku harus kemana sekarang? Kemana?

 

Aku benar-benar terombang ambing. Kulihat jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Ku tak bisa kemana-mana. Setelah berputar-putar tidak jelas,akhirnya aku berhenti di depan sebuah tempat makan.

 

Tempatnya sederhana tapi kulihat ada sebuah kursi yang cukup nyaman terpasang di depannya. Ku putuskan istirahat sebentar disitu. Aku tak mungkin pergi ke tempat lain. Aku terlalu lelah. Biarlah aku istirahat sebentar.

 

Saat pagi hari..

 

“Nak.. Bangunlah.. Kenapa kau tidur disini di depan tempat makanku?” sebuah suara yeoja membangunkanku.

 

Saat ku buka mataku, kulihat seorang yeoja berusia sekitar 60 tahun sedang menggoyang-goyangkan tubuhku agar aku terbangun.

 

“Mianhe nek.. Mianhe aku telah tidur di tempat makanmu..” kataku sambil segera bangkit.

 

“Tunggu nak.. Kalau kau ingin tidur,kau bisa tidur di dalam saja. Kebetulan ada kamar kosong,punya anakku dulu sebelum dia meninggal.” katanya.

 

“Tidak usah nek.. Jeongmal kamsahamnida..” aku menolaknya dengan halus. Aku tak ingin merepotkannya.

 

“Setidaknya sarapanlah dahulu. Aku akan buatkanmu sarapan spesial.” pintanya.

 

Aku pun tak bisa menolak. Karena ku rasakan perutku memang sudah sangat lapar.

 

“Baiklah nek.. Kamsahamnida..” aku pun masuk mengikuti yeoja itu ke dalam tempat makannya.

 

Setelah menunggu beberapa saat..

 

“Ini sudah siap sarapanmu.. Makanlah yang banyak. Kalau kau masih kurang jangan sungkan bilang padaku. Aku akan menyiapkan lagi untukmu.” kata yeoja itu.

 

“Kamsahamnida.” jawabku sambil menerima makanan darinya.

 

Sendok demi sesendok kulahap makanan buatannya. Enak sekali. Kebetulan aku lapar, itu semakin membuat makanan ini menjadi tambah lezat dimataku.

 

“Oya.. Siapa namamu anak muda?” tanyanya padaku.

 

“Aku Yunho, Shim.. Maksudku Jung Yunho” aku tak mau menggunakan marga itu. Membuatku teringat pada Appa saja.

 

“Ooo.. Yunho namamu. Kau pasti bukan orang miskin.. Buktinya kau punya motor yang bagus di depan. Sebenarnya kau ada masalah apa hingga kau pergi dari rumah?” tanyanya padaku.

 

“Tidak apa-apa nek..” aku berusaha berkelit. Sepertinya dia tahu aku memang ada masalah.

 

“Ya sudah.. Jika kau tidak ingin cerita tidak masalah. Tapi kalau kau butuh tempat untuk berteduh, kemarilah. Kebetulan aku butuh pegawai disini. Jika kau mau,kau bisa bekerja disini menemaniku. Maka kau akan mendapat fasilitas kamar pegawai dan gaji yang cukup. Bagaimana kau tertarik?” jelasnya.

 

Aku belum kepikiran untuk bekerja. Aku belum berpikiran sejauh itu. Aku juga belum tahu harus berbuat apa setelah ini.

 

“Mianhe shimnida nek.. Aku belum bisa menerima tawaranmu. Khamsa hamnida atas sarapannya. Ini lezat sekali. Aku harus pamit sekarang.” kataku sambil mulai bersiap pergi dari tempat makan itu.

 

“Baiklah.. Kalau kau butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan ya.. Aku akan siap menolongmu. Karena kau mirip sekali dengan anakku. Kau membuatku teringat dengannya.” ucapnya.

 

“Nae..” aku pun keluar dari tempat makan itu dan melesat pergi dengan motorku.

 

Sekarang aku benar-benar bingung harus kemana. Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang. Aku tak mungkin juga ke sekolah. Aku tak memakai seragam dan aku sepertinya sudah terlambat. Lalu aku harus kemana.

 

Aku pun menuju tempat biasa aku berlatih basket di gedung lapangan basket umum di tengah kota. Disitu aku bisa bermain basket sepuasku yang sudah cukup lama tidak aku lakukan.

 

DUG DUG DUG..

 

Ku pantul-pantulkan bola basket ke lantai. Ku giring bola dan ku masukan ke ring. Ku ambil bola itu dan ku pantul-pantulkan lagi. Ku giring bola dan ku masukan ke ring kembali.

 

Ku coba segala macam trik basket yang aku bisa. Ku coba semua jenis teknik yang aku tahu. Ku giring ke sana ku giring ke sini.

 

Kadang kupantul-pantulkan bola ke dinding dan karena aku kurang awas, bola pun menatap tiang ring dan terpental mengenai dadaku sendiri.

 

DUGGGG….

 

Awwww.. Pekikku..

 

Aku pun terjatuh ke lantai. Dapat kulihat langit-langit gedung ini. Dari celah celah ventilasi dapat kulihat sinar matahari yang mulai condong ke barat. Menunjukan hari sudah sore.

 

Hahhh.. Aku lelah dan bingung harus melakukan apa sekarang?? Bayangan appa, umma, Changmin, dan Yeonhee melayang-layang di otakku. Saat-saat appa melakukan kebejadannya padaku, saat-saat umma tersenyum hangat padaku, saat Yeonhee menghabiskan waktu bersamaku, saat Changmin yang tampak begitu khawatir padaku. Otakku penuh.. Otakku penuh.. Aku tak tahu harus berbuat apa. Tak pernah kubayangkan hidup akan bisa serumit ini.

 

Akhirnya ku putuskan mandi terlebih dulu. Aku yakin jika tubuhku sudah segar. Aku bisa berpikir lebih jernih.

 

Kunyalakan shower dan dapat kurasakan air membasahi tubuhku. Segar.. Mandi benar-benar membuatku bisa berpikir lebih jernih. Aku harus tahu kemana aku harus melangkah berikutnya. Aku harus memikirkannya dengan cepat. Aku tak mau terkatung-katung seperti ini terus menerus.

 

Setelah aku mandi ku duduk di lorong-lorong gedung sambil meminum sekaleng kopi dari mesin minuman yang ada di sana. Terlintas di benakku apa yang harus aku lakukan setelah ini.

 

Yak..

Aku sudah menentukan.

Aku akan melakukannya..

Sekarang.

 

TBC

 


Ayoooo Yunhooooo… Segera tentukan sikap… Pikirkan jalan keluarnyaaaa… Ayo Yunhooo… Jangan mau di tindas terus menerus… Aku mendukung semua keputusanmu.. Kalau perlu bunuh, potong-potong appa juga aku dukung dehh.. Bakar.. Bakar… #LHOHH #SadisModeOn

Kita lihat, apa yang akan Yunho lakukan di chapter berikutnya.. Dan chapter 21 nanti adalah chapter terakhir dari flash back ini.. Semoga pembaca sekalian tidak merasa bosan ya.. Amin..

🙂

Gomawo sudah baca yaa… Aku minta komen komen komen yaa… Gomawo..🙂

 

Selamat penasaran..

 

SALAM YUNNJAE!!

-Beth-

 

24 thoughts on “Bloody Love Chapter 20 – Trauma | @beth91191

  1. yunpa bener kasihan . . .bener” tertekan
    sedih bgt baca na

    udah yunpa cpat tentukan sifat mu . . .jgan ampe tersiksa sndri

    lanjuut. . . .

  2. ga kuat setiap baca bagian nasib yunho yang tragis…
    hatinya terluka terlalu dalam…
    Appa kurang ajar…next chap semoga happy

  3. huweeeeeeeeeeeeeeeeeeee kasian dia mpe taruma kyk gt T.T
    tapi ada untungnya~~~ untunglah gara2 trauma itu, dia ga jd NC an ma tuh cewe

    dibalik derita… ada hikmah~~~ wkwkwkkw
    *tertawa diatas penderitaan yunh brg jejung*

  4. yunho, apa yg mo km lakukan?? ternyata sudah di adopsi malah jd tambah menderita.. gara2 appany sich…

  5. He? Emg knapa ada d antara yun nd appa.a?
    Hbs d perkosa?wkwkwk

    Aigo, jhat bgt,
    Mga yun cpt nentuin pilihan yg tepat

  6. aaaddduuuuhhh… aku baca nya meloncat n ih, langsung ke chapter ini. agak bingung jg..
    tapi aku ngerti kok dari yang chapter ini kaya gmn kehidupan yunho.. semangat yun… !!

  7. Hiks..Hiks..Aku kasian ma yunpa..
    Sni yunpa ma q ja..
    Nnt q knlin ke jaema..(wkt jaman sma)..
    Biar knl jaema dlm bntuk mnusia n bkn vampir..

  8. Kasian yunpa bener bener stress gara gara kelakuan appanya yang bejad itu
    Kenapa yunpa ga terima aja tawaran nenek itu??
    Eehh jd yunpa sering lakuin itu sama yeonhee?? Astajim ngga nyangka

  9. aigoo …
    yunppa klu g punya tmpt tujuan …
    sini aj ke hums aqyu …
    aqyu temenin kok ma jaeppa …
    lol lmao😀

  10. Yunpa segeralah tentukan pilihanmu….moga” pilihanmu Kau keluar dari rumah itu…Dan cepet bertemu dengan kebahagianmu…semoga jaema bisa menyembuhkan luka hatimu dan kalian bahagia ber 2

  11. ya ampun
    traumanya sampe kayak gitu
    kasian Yunho
    kasian Younhee nya juga

    nenek itu baik banget
    mau nolong Yun

    yunppa hwaiting

  12. yunho dirape bpaknya changmin? Hiyaaa..serem..kabur aja yun..amit-amit kudu tinggal ama ajushi mesum kaya begitu

  13. Kerrren chinguuu… pnasaran bgt… maaf aku bru bsa commen… sbelum.ny aku gtw cara.ny… maaf yaaa

  14. Ksihan ,appa jadi trauma gra2 appa shim

    Jngan2 akibat rasa traumanya appa jadi gax nafsu lagi sma yeoja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s