Saranghae Do Dwel Gayo Part 1


Title        : Saranghae Do Dwel Gayo

Author   : Kim Chi Hee

Part         : 1

Pair         : Yunho x Jaejoong, Yunho x Karam

Genre    : Romanc, Yaoi

Rate       : PG

 

 

“Hyung, kau mau membantuku?” Tanya Karam takut-takut pada Yunho baru pulang sekolah.

 

“Bantu apa?” Tanya Yunho sambil mendudukan dirinya di samping Karam yang sedang duduk bersila di atas karpet ruang TV.

 

Karam adalah adik angkat Jung Yunho, dia hanya berjarak empat tahun dari Yunho. Orang tua Yunho mengadopsi Karam tiga tahun lalu dari panti asuhan atas permintaan Yunho sendiri sebab Yunho pernah meminta adik pada kedua orang tuanya tapi kedua orang tuanya tidak bisa mengabulkannya keinginannya dikarenakan ibunya Yunho tidak mungkin memiliki anak lagi sebab ibunya Yunho menidap penyakit kanker rahim dan karenanya rahimnya harus diangkat.

 

Saat pertama kali Karam datang ke keluarga Jung, Yunho senang sekali karena dia bisa mendapatkan seseorang yang bisa diajak bermain dan berbagi. Sebenarnya ada alasan lain kenapa Yunho memilih Karam ketimbang anak-anak lain di panti asuhan tersebut. Alasannya adalah Yunho pernah menolong Karam saat Karam ingin diperkosa oleh tiga orang laki-laki tidak dikenal.

 

*Flashback*

 

Seorang anak laki-laki berjalan sendirian di di bawah derasnya hujan di malam hari yang dingin. Dinginnya malam itu menusuk tubuh anak itu yang hanya ditutupi selembar baju tipis. Gigi anak itu bergemeletak menahan dingin malam itu bahkan kulit wajah sampai kulit badannya memucat dan bibirnya membiru. Dia lebih mirip mayat berjalan ditambah dengan badannya yang kurus kering.

 

“Bodohnya aku gak bawa uang cadangan! Panti kan masih jauh jaraknya.” Rutuk anak laki-laki itu pada dirinya sendiri. Anak laki-laki itu bernama Karam.

 

Saat Karam sampai pada sebuah gang yang sepi dan gelap, Karam melihat ada beberapa bayangan yang mengikutinya. Dengan perasaan takut dan kalut Karam mempercepat langkahnya berharap bayangan itu hanya halusinasinya saja.

 

Tapi semakin cepat Karam melangkah, semakin cepat pula bayangan itu mengikutinya dan tidak sampai sedetik sebuah tangan melingkar di leher Karam dan hendak membekap mulut Karam. Dan ternyata sebuah tangan lain memegang tangan kiri Karam dan langsung menariknya ke dinding. Dengan gerakan kasat mata bayangan hitam itu menghimpit tubuh Karam di dinding dan mayumpal mulutnya dengan kain.

 

Dengan sekuat tenaga Karam berusaha meronta untuk melepaskan diri, tapi hasilnya nihil. Bayangan itu seakan-akan mengunci pergerakan Karam. Karam terus meronta-ronta dan menangis, terlebih lagi saat ia merasakan sebuah tangan yang mulai menggerayangi badannya. Dengan sekuat tenaga Karam berusaha untuk menepisnya, namun semua usahanya gagal.

 

Sebuah keberuntungan atau bukan, lampu jalanan yang tadinya tidak menyala saat itu tiba-tiba menyala walaupun hanya remang-remang.tapi mata besar Karam masih bisa melihat dengan jelas ada tiga orang yang sedang menggerayangi tubuhnya.

 

Dan tanpa basa-basi lagi tubuh Karam dijatuhkan ke tanah oleh salah seorang dari mereka. Karam merasakan nyeri yang menjalar di punggungnya setelah punggungnya menyentuh tanah dengan kasar. dua orang lainnya mengunci kedua tangan dan kaki Karam. Karam berontak sejadi-jadinya setelah bajunya dilepas paksa dan dirobek oleh mereka. Tapi sebuah tamparan yang keras berhasil menghentikan pergerakan Karam. Saat ini Karam benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya pasrah dan menangis.

 

Sementara itu di sebuah tempat dalam waktu yang sama seorang anak laki-laki berlari yang masih memakai kendogi* dan sebuah shinai* masih menggantung di pinggangnya serta tas ransel besar di pundaknya menembus hujan. Anak laki-laki itu berlari sambil membawa sebuah piala. Wajahnya terus dihiasi dengan senyuman. Senyum kemenangan. Walau cuaca saat itu sangat dingin dan juga basah kuyup tapi tidak melunturkan senyumannya yang dari tadi terus terkembang di wajahnya. Dia adalah Jung Yunho.

 

Yunho baru saja memenangi kejuaraan kendo tingkat SMA di sekolahnya. Karena ini kemenangan yang pertama bagi sekolahnya, teman-teman serta guru-gurunya mengadakan pesta kemenangan untuk Yunho yang tidak terasa menghabiskan waktu sampai jam 10 malam. Walau masih terbilang sore, tapi dengan suasana Seoul sekarang yang sedang diguyur hujan deras bisa dibilang jam 10 malam sudah seperti jam 12 malam.

 

Yunho berlari sekencang-kencangnya sebab ibunya sedari tadi ibunya sudah menelponinya. “Ne umma!!! Tunggu sedikt kenapa?!” Teriak Yunho sambil terus berlari.

 

Saat Yunho melewati sebuah gang sempit Yunho melihat ada beberapa orang yang bergerombol, seperti sedang melakukan sesuatu. Yunho yang memang pembawaannya mudah penasaran, dengan rasa penuh keyakinan diam-diam mendekati mereka. Yunho benar-benar tidak percaya apa yang ia lihat di sana. Seorang anak laki-laki setengah sadar sedang dikerjai oleh tiga orang laki-laki.

 

Jiwa heroik Yunho keluar. Dengan gerakan cepat dia meraih shinainya dan mengarahkannya ke orang-orang yang tengah asyik mengerjai tubuh seorang bocah laki-laki. Dengan kecepatan kilat Yunho berhasil menumbangkan mereka bertiga. Beruntungnya hujan sudah berhenti. Yunho buru-buru megeluarkan baju ganti miliknya yang tadi belum sempat dia pakai. Anak laki-laki itu hampir telanjang. Mungkin kalau Yunho tidak datang, Yunho tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan anak itu.

 

Dengan hati-hati Yunho memakaikan bajunya ke anak itu. Yunho yang bingung mau dikemanakan anak itu akhirnya mengambil keputusan untuk membawa pulang anak itu kerumahnya.

 

*flashback end*

 

“Hyung… Jatuh cinta itu menyakitkan.” Seru Karam tiba-tiba.

 

“Loh?! Kenapa? Jatuh cinta itu indah Saeng, hmmmm… apa jangan-jangan adikku tercinta ini sedang jatuh cinta?” Tanya Yunho to do point.

 

“Ani hyung.” Jawab Karam tersipu malu.

 

“Oke! Sepertinya dongsaengku ini sudah besar. Jadi apa yang mau kau tanyakan?” Tanya Yunho sambil menagmbil sebuah snack yang ada di tangan Karam. Yunho mendengarkan adiknya dengan serius

 

“Hyung, tolong jawab dengan jujur pertanyaanku. Apakah kau menyayangiku?” Tanya Karam sambil menunduk.

 

“Ya ampun! Jadi pertanyaanmu hanya itu?!” Seru Yunho sambil mengacak-acak rambut Karam. “Tentu saja aku menyayangimu! Aku sangat menyayangimu seperti aku menyayangi diriku sendiri.”

 

Mata Karam membulat sempurna. Ada sebersit kebahagiaan di hatinya mendengar pertanyaan Yunho. “Apakah jika ada dua pilihan, aku atau orang lain, kau akan memilihku?”

 

“Aku akan memilihmu! Adikku sayang!” Seru Yunho mantap.

 

Karam menatap kedua mata Yunho, mencari jawaban dan kepastian di dalamnya.

 

========================================================================

 

(Karam’s POV)

 

Aku tahu Yunho hyung. Kau tidak akan memilihku. Kau pasti akan memilih Jae hyung, teman sekolahmu kan? Akhir-akhir ini aku sering melihatmu jalan dengan Jae hyung kan? Aku cemburu hyung! Aku cemburu! Aku ingin merebutmu darinya. Akan kupastikan kau akan berpisah dari Jae hyung!

 

*flashback*

 

Tok…Tok…

 

Suara pintu diketuk membahana di ruang tengah yang sedang ditempati Karam yang sedang bermain dengan kucing Persia peliharaannya. Awalnya Karam tidak peduli dengan suara ketukan itu, karena Karam yakin itu pasti hanya seorang sales keliling yang menjual dagangannya. Yunho tadi juga berpesan sebelum dia pergi latihan kendo bahwa Karam tidak boleh membukakan pintu bagi siapapun sebab hari ini kedua orang tua mereka pergi dan baru akan pulang minggu depan.

 

Tapi, bunyi pintu itu terus saja terdengar, dengan sangat terpaksa Karam membukakan pintu. “Ya siapa?” Tanya Karam saat pintu sudah benar-benar terbuka.

 

“Hai! Yunhonya ada?!” Tanya seorang anak laki-laki yang tengah berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah tas ransel di punggungnya.

 

Karam menatap anak laki-laki itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mirp dirinya. “Maaf. Hyung siapa?” Tanya Karam.

 

“Aku?!” Anak laki-laki itu menatap balik Karam dengan mata besar dan indahnya. Setelah beberapa lama anak laki-laki itu menatap Karam akhirnya ia buka suara. “Mirip sekali! Kau mirip denganku!” Seru anak laki-laki itu.

 

“Hah?!”

 

Anak laki-laki itu merangkul bahu Karam dan mengajaknya masuk padahal Karam belum menyuruhnya masuk. Karam yang keheranan dengan tingkah anak laki-laki itu hanya menurut dan mengikutinya, tapi sebelumnya ia menutup pintu terlebih dahulu.

 

Anak laki-laki itu lalu duduk di sofa ruang tamu. Karam yang keheranan hanya berdiri di samping sofa menatap anak laki-laki itu yang sekarang sedang bermain dengan kucing persianya. Beberapa saat berlalu Karam masih saja diposisinya yang semula dan tidak bergeming. Melihat hal itu anak laki-laki itu menarik tangan Karam untuk menyuruhnya duduk.

 

“Ayo duduk!” Seru anak laki-laki itu. “Kau pasti adiknya Yunho ya? Yunho sering sekali bercerita tentang dirimu! Benar katanya kau benar-benar mirip denganku! Hanya…. Dagumu saja yang berbeda. Aku seperti melihat diriku sendiri deh.” Seru anak laki-laki itu sambil memeluk Karam.

 

Karam yang masih tidak tahu apa-apa mencoba melepaskan pelukan anak laki-laki itu. Setelah lepas Karam langsung menembak anak laki-laki itu dengan pertanyaan yang sedari tadi berputar-putar di otaknya. “Hyung sebenarnya siapa?”

 

“Aku?! Yunho tidak pernah bercerita ya? Aku calon kakak iparmu, tapi jangan bilang-bilang ya! Kata Yunho dia mau merahasiakan hubungan kami sampai kami lulus SMA.”

 

“Calon kakak ipar?!” Mata Karam terbelalak kaget. Dia benar-benar tidak percaya ucapan dari anak laki-laki barusan.

 

“Ya! Oh iya aku belum perkenalkan diri kan? Namaku Kim Jaejoong. Dan sebentar lagi akan jadi Jung Jaejoong. Kau pasti Karam kan?” Kata Jaejoong sambil mencubit pipi Karam gemas. “Kau imut sekali ya!”

 

Tidak beberapa lama pintu terbuka dan nampaklah Yunho yang sedang membawa perlengkapan kendonya. “Boo!” Seru Yunho yang kaget melihat kedatangan kekasihnya.

 

“Hai Yunnie!” Teriak Jaejoong. Dengan refleks Jaejoong menghampiri Yunho dan memluknya. “Aku kangen sama kamu!” Seru Jaejoong manja.

 

“Boo~ kan kita baru ketemu di sekolah. Lagian kenapa kamu kesini sih boo?”

 

“Emangnya gak boleh, kenalan sama calon adik ipar aku?! Lagian aku penasaran sama perkataan kamu kalau adikmu itu mirip aku, dan ternyata benar adikmu itu mirip aku! Dunia memang sempit yah.”

 

Yunho hanya tersenyum melihat tingkah kekasih tercintanya dengan cepat dia menjatuhkan tas dan shinainya lalu dengan cepat pula Yunho meraih dagu Jaejoong dan langsung malumat bibir plump milik Jaejoong. Jaejoong yang belum siap akhirnya menyerah juga dengan aksi Yunho. Jaejoong mengalungkan lengannya di leher Yunho dan membalas ciuman panas dari Yunho.

 

Karam yang melihat aksi pasangan Yunjae hanya bisa melihat mereka dengan hati yang panas. Karam benar-benar tidak rela Yunho melakukan hal itu pada Jaejoong. Ingin sekali Karam menghentikan kegiatan mereka dan menampar wajah Jaejoong dan menyeretnya keluar dari rumah.

 

Setelah hampir sepuluh menit mereka berciuman Jaejoong melepaskan ciumannya dengan napas terngah-engah Jaejoong mengelap bibirnya yang dibasahi oleh saliva Yunho, begitupun Yunho. “Ya ampun Yunnie! Kita jadi ngajarin yang enggak-enggak sama Karam yang masih innocent ini!” Seru Jaejoong sambil memukul dada Jaejoong.

 

Yunho hanya meringis mengusap-usap dadanya yang tadi dipukul oleh Jaejoong. “Boo~ mian! Tadi aku hilang kontrol, habis bibirmu yang manis itu selalu menggoda imanku sih boo~” Cengir Yunho.

 

“Saeng, anggep kejadian tadi gak ada ya!” Seru Jaejoong sambil menginjak kaki Yunho.

 

“Au! Boo sakit!” Ringis Yunho.

 

*End of Flashback*

========================================================================

(My POV)

 

“Kenapa bengong?” Tanya Yunho sembari mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Karam.

 

“Yunho hyung! Kalau benar memang jatuh cinta itu memang indah, tunjukan padaku hyung! Tunjukan kalau jatuh cinta itu indah.” Seru Karam serius dan langsung menatap ke dalam mata Yunho.

 

“Hah?!”

 

“Perlakukan aku seperti hyung memperlakukan Jae hyung.”

 

“Kau bercanda saeng.” Cengir Yunho.

 

“Aku serius! Perlakukan aku seperti hyung memperlakukan Jae hyung, perlakukan aku selayaknya aku adalah kekasih hyung.”

 

 

TBC

 

Leave comment yawwww….

Gimana komentarnya?? Nah lho Yun… Karamnya mulai aneh-aneh..

Hehehe..

Tunggu kelanjutannya yaa…

 

Salam Yunjae!

 

KIM CHI HEE❤

17 thoughts on “Saranghae Do Dwel Gayo Part 1

  1. Kagak mau ahh..
    Masa Yunho sma Karam?
    Karam lari aj ke Mika noh, Yunho itu milik Jaejoong mutlak xDD

  2. yunpa bener” baek hati
    huhu
    karam jgan ganggu yunjae dunk . . .
    Yunjae lg so sweet” na
    karam cari pasang’an yg laen az
    haha
    lanjuut

  3. Si karam ntu emg tak tau trima kasih y.
    Bukan.y ngedukung yunjae malah mw ngrebut yunpa.
    Tau diri dong,
    kmu ntu g da pantes2.y ma yunpa.
    Yunjae dah dtakdirkan tuk bersama.
    Karam, pergi ke laut ja >.<

  4. . karaaaam mau mnta gorook, apa”n eto, huueeex huuuiii mika cpetan datng dewh biar c.karam” eto ga kaia gni *ganyante woooey.

    . jaemaaaaa, kau lbh cantik dri karam, huehehehe’

    . aiikh aye jdi esmosi ene >,< kram lbih berbahaya dri yeoja iblis #plaaak

  5. wah karam gila ga tau terima kasih.. udah ditolong sekarang mau ngerusak kebahagiaan yunho
    semoga yunho nolak deh permintaan karam yang ini
    ckckckckck

  6. hah karam?
    ck gak cocok
    dari dulu emang gak suka nih sama si karam

    karam mirip jae ?
    masyallah beda banget,cantikan umma kemana-mana
    ish masa adik gitu sih,harusnya seneng dong liat kakanya bahagia
    ini malah pengen ngehancurin hubungan yunjae
    cih
    /lempar karam ke planet mars/

  7. Aku setuju karam sama yunho, Yunho manapun asal bukan jung yunho!! Cho yunho kek park yunho kek choi yunho kek gpp deh.
    Karena Jung Yunho cuma buat Kim Jaejoong kyaaaa >__<

  8. wwuuiisshhh..
    apa”an tuhh karamm…
    mnta d perlakukan sprti kekasihh.. aiigoo..
    bhaya tingkat akut nnicchh…

  9. Ъ>:/ rela..dunia akhirat kalau ά̲ϑª ýanƍ berani misahin yunjae….Q anak’a yunjae pasti akan melindungi mereka….kalau ά̲ϑª ýanƍ berani misahin yunjae ayo Qt duel…(>_<)…..✗i✗i✗i

    ªª2an tuh sih karam tingkahnya mulai aneh"…appa jangan terpengaruh ýª apalagi tergoda…appa ųϑªђ punya umma TITIK!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s