Bloody Love Chapter 26 – Keep Word


Anyeonhaseyo reader…

Are u ready for sweet Yunjae moment???

Gimana jadinya kemari Yunho menunggu Jaejoong sampai larut malam ya??

Pokoknya jangan sampai banting2 kompy/lappy gara-gara gemes sama ke-sweet-an mereka yaaa..

Hahahaha..

Yuk ini lanjutannya..

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 26 – Keep Word

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

 

Chapter XXVI – Keep Word

 

 

[Jaejoong pov]

 

Ketika aku tiba di restauran tempat dia menungguku, kulihat lampu restauran itu sudah padam, pintunya pun sudah tertutup rapat. Sudah pasti restauran itu sudah tutup melihat sekarang sudah lewat tengah malam. Aku rasa tak mungkin Yunho masih menungguku. Restauran sudah tutup. Dia pasti sudah pulang.  Kulangkahkan kakiku sedikit mendekat ke restauran. Ingin duduk sesaat rasanya lelah setelah berlari cukup jauh. Tapi siapa itu duduk dalam kegelapan. Berusaha kupertajam penglihatanku. Seseorang tampak sedang duduk meringkuk di emperan restauran. Wajahnya menunduk. Tangannya mengenggam erat serangkai bunga.

 

“Jung Yunho??” panggilku padanya.

 

Namja itu mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku. Kali ini bisa kulihat jelas wajahnya walau hanya disinari cahaya remang-remang dari lampu-lampu pinggir jalan. Wajahnya yang semula tampak lusuh berangsur-angsur tampak cerah.

 

“Jaejoong?” senyuman senang terukir di bibirnya.

 

“Kau menungguku selama ini?” tanyaku tergetar.

 

“Tentu saja. Aku kan sudah janji akan selalu menunggumu.” Jawabnya sambil berdiri dan menghampiriku.

 

“Bagaimana kalau aku tidak datang?” tanyaku lagi.

 

“Tapi kau datang kan? Aku yakin kau pasti datang.” Katanya ketika berdiri di dekatku.

 

Sesaat aku merasa speechless. Aku tak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar membuatku tersentuh. Bagaimana jadinya jika aku benar-benar tak datang? Apakah dia akan terus menunggu dengan bodohnya di emperan restauran yang sudah tutup dan gelap?

 

“Oya.. Ini bunga untukmu. Tapi sepertinya sudah layu. Aku membelinya sudah sejak sore. Besok aku belikan lagi yang segar ya.” Ucapnya sambil menyerahkan  bunga itu padaku.

 

Kuambil bunga itu perlahan dengan tangan bergetar. Kuamati serangkai bunga yang dia berikan itu baik-baik. Indahnya bunga ini walaupun sudah sedikit layu. Kudekatkan bunga itu pada hidungku dan kucium harum ketulusan dan perhatian dari Yunho padaku. Ku kembali memandangi wajahnya yang masih tersenyum padaku.

 

“Apakah sedari tadi kau menungguku?” tanyaku lirih.

 

“Iya..” Jawabnya sambil berhati-hati menyentuh rambutku.

 

Tak biasanya aku terdiam tak bereaksi ketika dia mulai bersikap manis padaku. Tubuhku mematung menerima sikap manisnya dalam diam. Hatiku terasa sangat tersentuh dengan semua yang dia lakukan dan berikan padaku.

 

“Aku menunggumu sambil mengamati pengunjung yang lain. Aku terus menunggu tanpa sadar malam sudah larut. Hingga akhirnya aku diusir oleh pegawai restauran karena sedari tadi hanya duduk dan minum kopi tanpa pesan apa-apa. Hahaha..” dia berusaha tertawa, akhirnya justru sebuah tawa yang terkesan di paksakan yang bisa dia munculkan.

 

Dia kembali menarik tangannya dan berpindah memegang tanganku.

 

“Jadi kau belum makan dari tadi?” tanyaku dengan wajah tertunduk.

 

“Bagaimana aku bisa makan duluan, sementara kau memintaku untuk jangan makan sebelum kau datang?” ucapnya yang kembali membuat hatiku tergetar.

 

“Bodoh!” ucapku teramat lirih.

 

“Apa?” dia tak mendengar perkataanku.

 

“Bodoh!! Kau bodoh Jung Yunho!! Kau manusia paling bodoh yang pernah aku tahu!!” kataku berteriak sambil berusaha menahan tangisku.

 

“Kenapa kau bersikap bodoh  demi aku? Kenapa kau rela melakukan hal-hal yang tak perlu kau lakukan demi aku? Kenapa kau begitu peduli padaku? Kenapa harus aku? Kenapa?” mataku terasa begitu berat untuk menahan air mata lebih lama lagi.

 

Mataku yang sudah mulai berhenti menangis, kembali basah karenanya. Tak ingin aku, dia melihat air mataku ini. Kutundukan kepalaku dalam-dalam. Berusaha kutenangkan diriku yang sangat sedang bergejolak ini. Hari ini terasa begitu emosional bagiku. Tiba-tiba kurasakan pelukan hangat dari nya. Dipelukanya secara hati-hati tubuhku, takut aku akan merasa risih atau terganggu dengan pelukannya itu. Aku hanya bisa terdiam menerima pelukannya. Kuserahkan tubuhku sepenuhnya dalam pelukannya. Tak ada penolakan kali ini. Kuserap kehangatan tubuhnya sebanyak yang aku mampu. Aku merasa sangat dingin saat ini. Bukan hanya tubuhku tapi juga hatiku.

 

Setelah aku rasa aku cukup tenang saat ini kulepaskan pertahan pelukanku dengannya. Kutatap wajahnya dalam-dalam.

 

“Kau belum jawab pertanyaanku. Kenapa kau melakukan ini semuanya demi aku?” tanyaku berusaha lebih tenang.

 

Sejenak dia berpikir menatap mataku lekat. Namun.. Ada apa ini? Kenapa wajahnya memudar? Kenapa wajahnya tampak buram? Kenapa kepalaku menjadi pusing? Kenapa rasanya tubuhku sangat lemas? Kenapa rasanya tubuhku seperti melayang? Ada apa ini?

 

[Yunho pov]

 

Dia sedang menangis dalam pelukanku saat ini. Aku ingin memelukanya lebih erat lagi. Tapi aku takut melakukannya. Dia tampak begitu rapuh di mataku. Seakan jika aku terlalu erat memelukanya, tubuh lemahnya itu akan hancur karena ku. Kupeluk dia dengan sangat hati-hati namun tetap membuatnya hangat dan nyaman.

 

Kami terdiam satu sama lain selama beberapa saat. Dia tampak lebih tenang saat ini. Perlahan dia melepaskan pelukan kami. Dipandanginya wajahku dalam-dalam. Bisa kulihat matanya begitu sembab saat ini. Wajahnya sangat pucat. Tapi bibirnya masih tampak merah seperti biasa.

 

“Kau belum jawab pertanyaanku. Kenapa kau melakukan ini semuanya demi aku?” tanyanya.

 

Kenapa dia perlu bertanya seperti itu? Belum jelaskah alasanku melakukan ini semua? Sesaat aku berpikir. Apakah aku akan mengatakannya malam ini? Apakah dia tidak akan marah jika aku mengatakannya?

 

“Mmmmm… Sebenarnya…”

 

“Mmmmm…”

 

“Aku..”

 

“Aku..”

 

“Aku mencintaimu Kim Jaejoong..” ucapku lirih.

 

BRUKKK!!

 

Tiba-tiba tubuhnya lunglai dan nyaris terjatuh. Dengan sigap kupegang tubuh lemahnya itu. Benar dugaanku. Dia sedang sakit saat ini. Apa yang perlu aku lakukan? Tubuhnya begitu terasa dingin dan wajahnya tampak sangat pucat. Bagaimana ini? Tak kupedulikan lagi apakah dia mendengar pernyataan cintaku apa tidak. Yang penting aku harus segera membawanya pulang. Secepatnya..

 

-oOo-

 

 ==KEESOKANNYA=

 

[Jaejoong pov]

 

Kurasakan angin semilir membelai wajahku. Gemericik air terdengar begitu jelas di telingaku. Mampu kuhirup bau wangi pepohonan pinus yang membuat ketenangan dalam sanubari. Sinar matahari malu-malu menghangatkan wajahku. Bermimpikah aku? Indahnya mimpiku kali ini. Ingin rasanya aku terus tertidur saja.

“Tuan Kim Jaejoong.” Sebuah suara lembut menyebut namaku.

 

Mata ini masih enggan terbuka.

 

“Tuan..” panggilnya lagi.

 

Suaranya begitu jelas. Sepertinya yang memanggilku itu berada tak jauh dariku. Siapa yang muncul dalam mimpiku lagi kali ini. Aku berusaha mengenali suaranya. Tak begitu kenal aku dengan suara ini, tapi juga tak begitu asing bagiku.

 

“Tuan..” panggilnya kembali.

 

Kubuka mataku perlahan. Kudapati langit yang tampak sangat biru dengan awan-awan putih bersih bergerumul di beberapa tempat. Dedaunan dari pepohonan memayungiku dengan rindangnya tapi masih bisa kulihat langit dengan cukup jelas. Masih kunikmati pemandangan yang hadir dalam mimpiku ini sesaat hingga aku merasa ini semua terlalu asli. Kuamati sekitarku. Pepohonan pinus mengelilingiku. Sebuah anak sungai kecil mengalir tak jauh dariku. Sedangkan aku tengah berbaring di permadani hijau rerumputan yang begitu lembut di kulit. Kusentuh rerumputan yang ada di dekatku. Begitu nyata. Ini bukan mimpi.

 

Aku sedikit panik saat itu. Dimana aku saat itu. Seingatku semalam aku tengah mengikuti Junsu yang ternyata dia menghadiri pernikahan Yebin. Kemudian aku menyendiri di salah satau atap gedung pencakar langit di Korea. Kemudian aku teringat pada Yunho yang sedang menungguku makan malam. Ya, aku menemuinya setelah itu. Tapi aku tiba-tiba pusing dan tak sadarkan diri. Aku lupa untuk meminum darah. Aku lupa menemui Yesung-shi. Ya , aku lupa. Lalu berada dimana aku saat ini?

 

“Selamat pagi Tuan..” ucap seseorang yang membuatku benar-benar sadar bahwa ini bukanlah mimpi.

 

Kumenoleh pada seseorang yang memanggilku itu.

 

“Yesung-shi. Apa yang terjadi? Mengapa aku disini?” tanyaku ketika mengetahui yang memanggilku adalah Yesung.

 

“Maaf Tuan. Saya membawa Anda setelah Anda jatuh pingsan dan meminumkan darah untuk Anda disini.” Jawabnya tertunduk.

 

“Bukannya aku kemarin malam bersama Yunho? Apa yang terjadi setelah itu?” tanyaku berusaha mengingat kejadian semalam.

 

“Benar sekali Tuan. Beliau menggendong Anda hingga tiba di rumah. Beliau menidurkan Anda di tempat tidur. Sepanjang malam beliau terus terduduk di samping Anda memegang erat tangan Anda dan khawatir akan keadaan Anda. Beliau menyelimuti Anda dengan banyak selimut karena menyadari tubuh Anda sangat dingin. Beliau juga berusaha mengkompres Anda dengan air hangat tanpa berhenti sedikitpun hingga fajar tiba. Saya menunggu beliau untuk tak sengaja tertidur baru saya bisa membawa Anda kemari.”  Jelasnya.

 

“Benarkah?” aku tak menyangka Yunho akan begitu khawatirnya padaku.

 

“Iya Tuan. Tapi sepertinya beliau tengah terkejut tak menemukan Anda di atas tempat tidur. Ya.. Beliau kebingungan. Beliau mencari-cari Anda saat ini.” Ucapnya sambil memejamkan matanya seakan mampu melihat apa yang terjadi pada Yunho.

 

“Kau bisa melihatnya Yesung-shi?” tanyaku.

 

“Tentu tuan.” Jawabnya kembali membuka mata.

 

“Lalu mengapa aku tak dapat sama sekali melihatnya, membaca pikirannya maupun mengetahui kata hatinya?” tanyaku.

 

Sejenak dia terdiam. Pandangannya di alihkan pada pepohonan pinus yang berada di kejauhan sana.

 

“Mungkin karena Anda belum begitu lancar menggunakan kemampuan Anda itu.” jawabnya sedikit ragu.

 

“Ohh.. Baiklah. Kalau begitu aku harus segera pulang. Aku tak ingin dia khawatir.” Kataku sambil beranjak berdiri.

 

“Tuan..” panggilnya.

 

“Ada apa?” tanyaku.

 

“Demi kebaikan Anda , saya mohon jangan lupa untuk meminum darah. Saya hanya bisa mengingatkan Anda dan menyiapkan darah untuk Anda. Selebihnya berada di tangan Anda.” Ucapnya hati-hati.

 

“Maaf. Telah merepotkanmu Yesung-shi.” Kataku sambil tersenyum.

 

“Tidak. Itu sudahlah tugas saya yang diberikan oleh Yang Mulia Siwon.” Jawabnya.

 

“Jangan.. Jangan kau sebutkan lagi nama itu.” kataku tiba-tiba berubah suasana hati.

 

“Maaf Tuan.” Dia menunduk lebih dalam lagi menyesal karena telah membuatku sedikit emosi mendengar nama itu.

 

“Tidak apa-apa..” aku kembali berusaha tersenyum padanya.

 

Akupun hendak melangkah meninggalkan hutan pinus ini dan menuju rumah untuk menemui Yunho yang tengah khawatir menyadari aku tiba-tiba menghilang. Ketika aku berada beberapa langkah dari Yesung-shi..

 

“Tuan..” panggil Yesung padaku.

 

Aku memutar badan dan melihatnya, “Ada apa?” tanyaku.

 

Dia menatapku kali ini dengan sebuah tatapan berbeda. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu tapi entah mengapa suaranya tertahan di tenggorokan. Dipejamkan matanya beberapa detik.

 

“Hati-hati di jalan.” Ucapnya kembali menunduk.

 

“Ohh.. Ya.. Aku akan hati-hati. Terima kasih untuk hari ini.” Akupun kembali melanjutkan langkahku meninggalkan hutan pinus ini, meninggalkan Yesung yang masih terdiam di sana. Aku yakin ada hal lain yang ingin dia sampaikan tadi. Tapi dia tak berani mengatakannya. Apa memangnya yang akan dia katakan? Sejenak pikiranku terganggu dengan hal itu, namun kemudian aku teringat bahwa aku harus cepat pulang. Cepat Kim Jaejoong.. Cepat..

 

-oOo-

 

Setibanya aku di rumah, kumasuki pintu masuk dengan cepat. Kulihat tulisan tutup belum di balik dengan tulisan buka di jendela tempat makan. Pantas saja tidak ada pengunjung yang datang. Kursi-kursi masih terbalik. Meja-meja masih berantakan. Tampak panci berisi air berada di atas kompor, mangkok yang berisi bubur tergeletak tak tersentuh sedikitpun, meja tampak basah di sana-sini dengan genangan air, beberapa kain tampak berantakan di meja. Dimana Yunho? Kenapa semua begitu berantakan?

 

Aku berjalan hendak menuju lantai dua. Setibanya aku di mulut tangga, kudengar suara Yunho dari atas sana.

 

“Jaejoong.. Kau kah itu??” tanyanya.

 

Kunaiki anak tangga satu persatu. Tak lama munculah Yunho di atas sana.

 

“Jaejoong.. Ternyata benar kau..” teriaknya gembira.

 

Dia hendak menuruni tagga mendatangiku, tapi karena kecerobohannya, akhirnya dia salah menapak anak tangga dan diapun kehilangan keseimbangannya.

 

“Hyaaaaa…..” teriaknya.

 

Dengan cepat kupegangi tubuh itu. Tubuhnya memang tidak jadi terjatuh, tapi sepertinya kakinya keseleo.

 

“Kau baik-baik saja?” tanyaku khawatir sambil membopongnya naik ke atas.

 

“Aku baik-baik saja.Gomawo..” jawabnya sambil tersenyum.

 

Setibanya di atas, kubantu dia untuk duduk di atas tempat tidur perlahan. Kulihat kakinya yang keseleo. Kutekan pelan kaki itu.

 

“Awww…” pekiknya.

 

“Sakit ya?” tanyaku lagi.

 

“Sedikit.. Kau kemana memangnya? Aku terkejut sekali ketika melihat kau tidak ada di atas tempat tidur.” Ucapnya sambil memegang tanganku yang tengah berada di atas kakinya yang keseleo.

 

Kupijat perlahan bagian kakinya yang keseleo itu..

 

“Awww…” pekiknya lagi.

 

“Berhentilah terluka karena ku” ucapku sambil menatapnya tajam.

 

Dia terdiam.

 

“Yunho??” ucapku menunggu jawabannya.

 

“Baiklah baiklah.. Aku akan lebih hati-hati.” Jawabnya.

 

Kembali kupijat kakinya. Tapi kali ini dia tak berteriak, tapi hanya meringis menahan rasa sakit pada kakinya.

 

“Kau belum jawab pertanyaanku.” Ucapnya datar.

 

“Aku ada urusan mendadak tadi. Aku ingin membangunkanmu. Tapi aku kasihan melihatmu yang sepertinya kelelahan. Benarkah semalam kau tidak tidur sama sekali dan sibuk merawatku?” tanyaku sambil mengintip wajahnya sekilas.

 

“Tentu saja..” jawabnya.

 

“Gomawo.” Sahutku.

 

Suasana tiba-tiba menghening, aku bingung untuk berkata apa saat ini. Setelah aku rasa ototnya yang keseleo kembali terasa lancar. Akupun menghentikan pijatanku. Kubalikan badanku hendak pergi ke lantai bawah. Tempat makan harus segera di rapikan dan dibersihkan. Kasihan pelanggan yang ingin makan di sini ternyata tempat makannya belum buka. Ketika aku hendak berdiri tiba-tiba kurasakan pelukan dari belakang.

 

DEG!!

 

Yunho tengah memeluk tubuhku erat dan hangat. Tubuhnya yang memang lebih besar di bandingkan aku, dapat memelukku dengan mudahnya. Tubuhku terasa kian kecil kali ini dalam pelukannya. Direngkuhnya tubuhku mendekat dalam dekapannya.

 

“Kau jangan pergi lagi seperti tadi..” ucapnya sedikit berbisik di telingaku membuat bulu romaku berdiri di sekujur tubuh.

 

“Lepaskan Jung Yunho. Kita harus bersiap membuka tempat makan.” Jawabku sambil berusaha melepas pelukannya.

 

“Berjanjilah Jae.. Jangan pergi..” pintanya sambil memelukku lebih erat lagi.

 

Aku hanya terdiam. Jujur aku tak tahu harus menjawab apa. Kali ini kupaksakan tangannya terbuka dengan sedikit lebih kuat. Akhirnya aku bisa lepas dari pelukannya. Kutatap matanya tajam.

 

“Jae..” dia menunggu jawabanku.

 

“Baiklah.. Baiklah.. Terserah apa katamu.” Jawabku.

 

Sebuah senyuman tersungging dibibirnya.

 

“Kau sudah lebih baik ya sepertinya. Wajahmu tak lagi pucat. Tapi masih terasa dingin. Sini aku peluk lagi.” Katanya berusaha memelukku lagi.

 

“Hyaa.. Jung Yunho… Kau bicara apa? Sepertinya shock karena terjatuh membuatmu sedikit sinting.” Jawabku sambil berusaha melepaskan tangannya.

 

Aku yakin wajahku memerah saat ini.

 

“Hihihi.. Bagaimana kalau hari ini kita tidak usah membuka tempat makan. Kita jalan-jalan saja di kota. Ingat.. Kau berhutang makan malam padaku.” Ucapnya dengan tatapan jahilnya.

 

“Tapi kasihan pelanggan yang ingin makan disini. Lagipula kakimu masih sakit bukan.” Ucapku berusaha menolak dengan halus.

 

“Kau tahu, kau telah membuatku menunggu lama sekali kemarin. Kau harus membayarnya dengan menemaniku berjalan-jalan hari ini. HARUS. H-A-R-U-S.. Kalau tidak..” ucapnya terhenti.

 

“Kalau tidak, apa?” tanyaku menantangnya.

 

“Aku akan menggigitmu!!” ucapnya sambil menunjukan deretan giginya yang tersusun rapi.

 

Hahaha.. Di dalam hati aku tertawa.

 

“Menggigitku katamu.. Yang ada aku yang akan menggigitmu jika kau tidak melepaskan pelukanmu ini.” Ucapku sambil sedikit memunculkan ekspresi vampirku padanya. Diam. Dingin. Kaku. Ganas. Siap menerkam.

 

Dengan cepat di lepaskannya tangannya.

 

“Ayolah Jaejoong.. Kumohon.. Kasihanilah aku…” ucapnya memelas.

 

“Baiklah.. Baiklah.. Ayo bersiap..” jawabku mengalah.

 

Benar katanya. Kemarin aku telah membuatnya menunggu berjam-jam sendirian di sana. Bahkan sampai restauran itu tutup dan dia tetap menungguku dengan duduk di emperan restauran. Untung saja aku ingat. Kalau tidak dia pasti akan jatuh sakit duduk di luar seperti itu dalam waktu yang lebih lama lagi. Jung Yunho. Gomawo kau memberikan perhatian yang melimpah padaku, yang mana tidak bisa kurasakan kembali perhatian seperti itu dari keluarga dan teman-temanku. Hanya kau yang aku punya saat ini Jung Yunho. Gomawo.

 

 

TBC

 

Ihhhhiyyyyyyy……….. Jae.. Jae… Yun.. Yun… #geleng-geleng

Sapa yang ngiri sama hubungan mereka??? Sayaaa…..

Komen ya yang banyak.. Ditunggu lanjutannya..

Gomawo reader.

 

Salam Yunjae❤

-Beth-

23 thoughts on “Bloody Love Chapter 26 – Keep Word

  1. maaf. saya baca ff ini dari awal, tapi baru saya komen sekarang. saya emang bandel banget. jewer aja kuping saya ^^
    pas Jaejoong nangis, aku juga nangis loh. terharu banget~
    3 hari lagi baru update ya? lama banget T^T.
    sudah gak sabar nunggu chapter selanjutnya.
    okey, sekian ^-^

  2. Uuuuwh so sweeeeeet.. Tapi sayangnya pas yun bilang cinta, jejungnya keburu pingsan huhu.

    Ada ga yg bs ngembaliin jejung jadi manusia ? A kiss gitu kek dongeng2 haha biar yunjae bahagia. Junsu jg bahagia lagi.

  3. yeyeyeye yunjae moment so sweet…..yunho udah nytakn cinta tpi…jae pingsan…yesung mau blg ap y???mungkinkhmau blg jgn trlalu dkat dgn yunho tkut kbradaan vampir diketahui ato mmpringati siwon cmburu klu yunho dkat jae…siwon bs mncelakai yunho..sok pramal nih si reader//

  4. Aq juga sangat iri ma kemesraan yunjae *plakk// dtabok yunjae :-C
    tp pas appa ngaku ttg perasaan.y,
    apakah umma denger?
    Kek.y umma juga cinta tuh ma appa.
    Dlanjut thor…
    Banyakin yunjae momen.y yah….*pasang puppy eyes ^^

  5. yaaaaah … jae denger ga ya pas yunho nyatain cinta’y ?
    si yunho adaaaaa aja penyakit’y ! kemaren kemaren kena piso, sekarang keseleo ckckckck =,=
    masaih lama ya thor yunho tau kalo jae vampir, masih lama juga dong mereka jadian ?

  6. aaaaaahhhhh jejung pura2 ga denger itu~~ masa iya c ga denger??? denger gak!! *todong piso*

    si siwon suka ma jejung ya??? saingan ma yun neh??? ahhhh ga adil… masa iya vampir lawan manusia?? segitunya dia mpe nyiapin darah melalui perantara yesung =,=a

  7. again si jae lemot..ko aku yang jadi geregetan liat jae lemot begini….

    “Mmmmm… Sebenarnya…”

    “Mmmmm…”

    “Aku..”

    “Aku..”

    “Aku mencintaimu Kim Jaejoong..” ucap yunho lirih.

    BRUKKK!!

    Yunho langsung speechless pernyataan cintanya dibalas pake pingsan.. errrrrrrr Kim Jaejoongie kenapa harus pingsan. udah pasti efek jae belum minum nutrisi penguat tubuh vampire

  8. Sunggie mo blg pa ea kira2??
    Pnasaran tngkat akut q jdiny??
    Yunjae??
    Moga klian cpet2 brsatu..Uc

  9. Yaaahh pernyataan cinta yunpa gagal gara gara jaejoong pingsan😦
    Ayo nyatakan lagi yunpa..
    Btw ada yang aneh sama yesung.. Sebenernya dia mau ngomong apa yah waktu jaejoong mau pergi utu?? Apa ada hubungannya tentang siwon?? Dan yang aneh juga kenapa jaejoong ga bs baca pikiran yunho atao liat masa lalu maupun masa depan yunho tapi yesung bisa???
    Mmmm bikin penasaran

  10. ya ampun sempet tegang ..
    kirain jaeppa bakal keracunan ma drhnya sndr ..
    yunppa so sweet bgt sech …
    yunjae couple memang sweet yach 😀
    lol lmao

  11. yaaah joongienya ga dnger pnrnyataan cintanya yunnie yaa~ :l poor yunnie~ xD itu yesung kayanya mao ngomong sesuatu deh ._. baca next partnya lah! xDDD

  12. Umma pake pingsan segala…jadinya Ъ>:/ denger deh pernyata’an cintanya appa…aishh (acak”rambut’ajaema)
    Τρ sekarang mereka lagi jalan”…jaema ngrasa bersalah gara” kemarin datangnya telat banget..yunpanya Ъ>:/ makan…jadi sekarang jaema mau nebus kesalahannya gichu ˘ϑέcђ…(~_^)

    Yesung~ssi mau bilang ªª ýª ???
    Yesung sam̶̲̅α̇ siwon jangan macem” sam̶̲̅α̇ yunjae ýª…!!! Takdir mereka ųϑªђ tertulis jelas..mereka di takdirkan Bersama selamanya…di kehidupan sekarang ataupun di kehidupan nanti…forever together pokoknya mah!!! Ýanƍ bisa misahin mereka cuma 1 yaitu author

  13. Sangat di sesalkan umma ga bisa baca fkiran appa. Yesung knp ga jd ngomong apa yg di sembunyiin yesung. Appa udah ngaku kalo cinta sama umma tp umma nya kbru pingsan nyarisaa banget umma denger

  14. jae bisa banget sih bikin ekspresi nampak ga peduli gitu
    dingin tapi hangat
    cuek tapi trtnyata penuh perhatian dan ga mau bikin Yun khawatir
    so sweeet …
    manisnya Jae

    sayang banget itu pernyataan cintanya Yun ga di denger sama Jae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s