Rainy Night – Part II


Halloooooowwww

Btw, ada yang nungguin lanjutan FF ini ga yaaahh??

Hehehe

Oh iya , pertanyaan di chap sebelumnya , kira2 apa yaaa jawabannya?? Akankah terjawab di chapter ini?? Hmmm gatau deeeehhh hehehe

mian yahh telat , yg prtama td salah xP

Weh, sudahlahh

marii kita cekidot sajaaaa

yuuuukk marii dibacaaa…

Here we go…….

Title              :         Rainy Night

Author        :         a’dee’cted

Chapter       :         Rainy Night ☂ Part II

Genre           :         Confidentiality

Rate               :         13+

☂ Author’s POV

—di kamar Jaejoong—

“Apa yang sebernya aku pikirkan? Kenapa aku bisa mengatakan hal itu padanya? Sungguh aku tak ada niat sekecilpun untuk mengatakannya. Aku tak tau dapat kekuatan apa sehingga aku sungguh berani seperti tadi.” Jaejoong sendari tadi melamun dan terus memegang pulpen yang niatnya awalnya sih untuk mengerjakan tugas, tapi kejadian siang tadi tak pernah sedikitpun lepas dari benaknya.

“Aku harus melakukan apa setelah ini? Haruskah aku benar-benar melakukan apa yang kuucapkan tadi?”, Jaejoong menghelakan napasnya dan meletakkan pulpennya lalu berbaring telungkup di kasur.

‘tokk..tokk..tokk’

“ish siapa sih?”, decik Jaejoong namun tetap bangun dan berjalan menuju pintu dan kemudian membukanya.

Betapa terkejutnya Jaejoong ketika melihat seseorang yang dilihatnya itu. Orang itu adalah orang yang ia paling takuti untuk ia temui saat ini. Ya, dia adalah Yunho.

“Ada apa dengannya? Kenapa dia mengetuk pintu? Tak seperti biasanya. Tuhaaaaaann, ia sungguh membuatku takut” batin Jaejoong saat Yunho melewatinya dan duduk di sofa dekat meja belajar.

“Jae..” panggil Yunho yang melihat Jaejoong sedang berdiri membatu di pintu.

“Duduklah aku ingin berbicara denganmu.”

Jaejoong hanya diam membisu dan duduk cukup jauh dari tempat Yunho.

“Tenang saja, malam ini aku tidak akan membunuhmu. Aku hanya perlu mengatakan ssesuatu dan pergi.” Ucap Yunho seakan tau apa yang sedang dipikirkan oleh Jaejoong.

“Baik. Katakanlah dengan cepat karna aku sudah lelah, besok ada ujian.”

“Jae.. Soal janjiku padamu saat di Jepang, aku tidak benar-benar melanggarnya, aku.. Maaf.. Terima kasih karna telah mengingatkan.”

Setelah mengatakan apa yang ingin ia katakana, Yunho berdiri dan meninggalkan kamar Jaejoong.

“Ya TUHAAAAANN!! Terima kasih kau telah menerima doaku!!” ucap Jaejoong seraya mengunci pintu kamarnya.

—di kelas—

“Jae, bagaimana ujian tadi? Pasti itu mudah kan bagimu? Itu mudah sekalii Jaee..” ucap Changmin pada Jae yang sedang sibuk membereskan alat tulisnya ke dalam tas.

“Changmin!” ucap Jaejoong semangat dengan nada yang cukup tinggi dan tentunya membuat Changmin sedikit terkejut karenanya.

“Tadi malam! Aku tidak jadi mati. HAHAHAHAHA. Tapi… hal itu justru membuatku takut Min. Dia..”

“sssssssstt.. di sini masih banyak orang. Kau tak ingin mereka mendengar ceritamu itu kan?” seru Changmin pelan seraya menarik Jaejoong menuju kantin.

Sesampainya di kantin Jaejoong memberitahu sahabatnya itu tentang yang terjadi semalam.

“Benarkah? Waahh itu bagus dong! Akhirnya dia tidak memperlakukanmu semaunya. Kau bisa tidur dengan tenang bukan?”

“Justru karna itu Min, aku malah menjadi semakin takut padanya.” Jawab Jae dengan suara yang pelan dan lirih sehingga nyaris tak dapat didengar oleh Changmin.

—di kelas Yunho—

“Yunho, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Tak biasanya kau seperti ini?!?” Junsu memecah keheningan yang terjadi di antara mereka bertiga.

Kelas memang sudah kosong satu jam yang lalu dan hanya ada mereka bertiga duduk di pojok menghadap satu sama lain.

Sejak tadi pagi Yunho diam seribu bahasa, ia tak berbicara sedikitpun bahkan keyika Hyein yeoja yang sudah diincarnya menyapa. Hal ini sangat membuat kedua sahabatnya khawatir bukan main. Ini bukanlah sifat dari Jung Yunho yang mereka kenal.

“Jaejoong..” ucap Yunho membuka mulutnya.

“Dia telah benar-benar berubah. Aku sudah habis akal dibuatnya. Aku bisa saja mengacuhkannya seperti biasa. Tapi… Tapi kali ini berbeda..”

“Yunho, sudah kukatakan untuk tak melakukan ini sejak awal. Sejak hari pertama Jaejoong masuk ke kampus ini, aku sudah mengingatkanmu untuk tidak melakukan semua ide gilamu ini. Tapi kau tak mendengarkan.” , “Benar apa yang dikatakan Yuchun itu. Kau tak mau mendengar. Inilah buah yang harus kau makan karna perbuatanmu. Bukannya aku tak mau membelamu, tapi ini memang kenyataan yang harus kau hadapi. Lambat laun, sekarang atau nanti semua ini akan terungkap.”

“hhhhhhhhhhhhhh” Yunho menghela napas panjang lalu berdiri.

“Aku tak tau mana yang benar dan salah saat ini. Aku ingin menenangkan diri. Kalian pulanglah duluan” ucap Yunho yang lalu pergi meninggalkan kedua temannya yang sama-sama menghela napas secara bersamaan.

“ne Umma, aku baik-baik saja. Kuliahku juga baik. Tenang saja”

“Syukurlah. Jae, Umma sangat merindukanmu. Kapan kau akan pulang ke Jepang untuk mengunjungi kami? Appa sangat merindukanmu tapi ia malu mengucapkannya.”

“Arraseo. Jika liburan datang, aku pasti akan berkunjung ke sana Umma. Jangan khawatir. Ne Umma, sudah dulu ya. Aku sangat lelah. Annyeong Umma.”

‘tok..tokk’

“Masuk saja, tidak kunci.” , “oh! Kau rupanya. Ada apa?”

“Jae. Tak bisakah kita menyelesaikan ini semua tanpa harus diketahui oleh orang lain? Aku benar-benar tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila mereka tau yang sebenarnya.” Suara Yunho begitu pelan, pelan dan sangat tulus. Jaejoong yang tadi membelakanginya kini sudah berpindah posisi menjadi menghadapinya dan dengan tatapan tajam seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

“Sejak awalpun aku tak ingin melakukan ini semua Yun. Tapi tingkah lakumu itulah yang memaksaku untuk melakukannya. Kau sungguh membuatku seakan hidup di sangkar emas yang indah dan mewah namun tak dapat melakukan apa yang ingin ku lakukan. Dari awal aku sudah memegang teguh janjiku padamu. Tapi kau? Tak sedikitpun memegang janjimu sejak aku pindah ke sini. Yang ku harapkan bukanlah hal yang seperti ini. Aku ingin kehidupan ku akan berjalan sesuai keinginanku, sesuai dengan apa yang kubayangkan saat masih di Jepang. Tinggal bersamamu, satu kampus denganmu dan tentu saja juga dapat bertemu dengan sahabatku Changmin…”

“Jae, aku sungguh menyesal. Maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu seperti ini. Aku…”

“Aku tau Yun, ini semua hanyalah permainanmu untuk membuatku tak betah tinggal di sini dan kembali ke Jepang. Agar kau dapat dengan leluasa menikmati hidupmu, berkencan dengan gadis manapun yang kau inginkan, pergi ke klub-klub malam bersama Junsu dan Yuchun. Kau tak ingin aku tinggal dan mengganggu kesenanganmu bukan? Aku sungguh tak akan melakukannya, aku sudah berjanji bukan? Kumohon, hentikanlah semua ini, kumohon Yun.”

Tanpa disadari, air mata sudah membasahi pipi Jaejoong. Hal ini membuat Yunho terdiam dan hanya dapat melihat Jaejoong dari tempatnya berdiri. Ia sungguh menyesali semua yang telah ia lakukan sejak Jaejoong menginjakkan kakinya di Korea.

Awalnya ia hanya ingin mengerjai Jaejoong hingga tak mau lagi tinggal di Korea. Ia sungguh tak menyangka bahwa Jaejoong akan sangat sakit hati karna perbuatannya.

Dan juga, ia sungguh marah pada dirinya karna janji yang diucapkannya saat di Jepang.

Ini bukanlah pertama kalinya Jaejoong menangis sejak tinggal di Korea, tapi ini pertama kalinya ia menangis di hadapan Yunho. Ia sungguh tak dapat menahan sedih yang selama ini ia rasakan. Mungkin awalnya dengan menangis di hadapan Changmin dan mendengarkan musik sudah cukup untuk menenangkan dirinya. Tapi ternyata mengungkapkan semuanya pada Yunho lah hal yang paling tepat, karna kini ia merasa jauh lebih baik.

—keesokan harinya—

“Changmin, aku ingin menginap di rumahmu malam ini, boleh kan? Kumohoooooonn….”

Changmin terhenti sejenak namun kemudian melanjutkan kembali membereskan alat-alat musik yang tadi ia gunakan untuk berlatih bersama teman-temannya yang lain “Ada apa Jae? Apakah terjadi hal yang sangat buruk hingga kau ingin menginap di rumahku?”

“Tidak. Aku hanya ingin sedikit menenangkan diriku saja. Lagipula, aku bosan sendirian di rumah. Meskipun di sana banyak orang, tapi tetap saja aku merasa sendiri.”

“mmmmm.. baiklah tapi apakah benar tak apa jika kau menginap di rumahku?”

“iyaaa benar.. tenanglah, kali ini benar tak akan ada apa-apa Min” , jawab Jae sambil membantu membereskan alat-alat di ruangan itu.

“hemmmmm sudah rapih. Ayo kita makan dulu baru setelahnya kita pulang, aku sangat lapar” ucap Changmin sambil merenggangkan tubuhnya yang sedikit pegal.

“ahh kau ini Min, mau makan sebanyak apapun kau akan tetap saja lapar” jawab Jae sambil sedikit tertawa karna ucapan Changmin.

“hahahahaha itulah keahlianku Jae. M-A-K-A-N makan! Ayo cepat.”

“hey! Kau ini kalau makan pelan sedikit, seperti sudah tidak makan 7hari 7malam saja” , gerutu Jaejoong karna melihat Changmin makan dengan cepat seperti makanan itu hanya langsung ditelan saja tanpa dikunyahnya terlebih dahulu. “dari dulu kau memang tidak pernah berubah Min.” ucap Jae sambil tertawa.

“Jae” panggil Yunho yang entah dari kapan sudah berada di samping Jaejoong “ayo kita pulang”

“oh Yun. Aku tidak akan pulang ke rumah. Malam ini aku akan menginap di rumah Changmin, ada tugas yang harus kami kerjakan bersama. Jadi kau pulanglah saja.”

“oh baiklah. Hati-hati ne! annyeong Changmin”

“eh? Oh! Ne ne annyeong Yunho hyung.”

Changmin melihat ke arah Jaejoong dengan tatapan tajam dan bingung. Seolah tau apa yang dipikirkan oleh temannya itu Jaejoong berkata “akan ku jelaskan nanti di rumahmu. Sekarang cepat habiskan makanannmu, aku sudah lelah dan ingin segera sampai di rumahmu untuk istirahat”

–satu minggu kemudian–

Satu minggu sudah Yunho bersikap dingin pada Jaejoong. Hal itu sedikit mengganggu pikiran Jaejoong, di sisi satu ia merasa senang karna Yunho tak lagi mengganggunya namun di sisi lain ia merasa sedikit aneh dan ganjil. “apa yang sebenarnya Yunho pikirkan? Ia sungguh manusia teraneh yang tak bisa ditebak.” Gerutu Jaejoong sambil berbaring di kasur sambil mendengarkan lagu. Tiba-tiba ponselnya berdering dan ia pun duduk di pinggir kasur..

“yeoboseyeo..”

“hmm, jadi kau tak bisa datang ke pesta dansa malam ini? Baiklah, mungkin aku juga tak akan datang. Sungguh aneh rasanya jika pergi ke pesta dansa tanpa teman. Istirahatlah Min, semoga lekas sembuh”

“yaaaaa, malam ini aku akan menonton dvd yang aku pinjam tadi sore saja.” Ucap Jaejoong seraya membaringkan tubuhnya kembali.

“Jae!” panggil Yunho sedikit mengagetkan Jaejoong.

“ayo kita berangkat. Kau akan ke pesta bersamaku!” , “tapi…”

Tanpa mau mendengarkan Jaejoong, Yunho lalu pergi yang sebelumnya memberikan Jaejoong sepasang tuxedo berwarna putih dengan paduan kemeja berwarna biru muda, dasi yang berwarna senada dengan tuxedonya dan sepasang sepatu yang juga berwarna putih.

Yunho sudah rapih dengan tuxedo hitamnya dan menunggu Jaejoong di dalam mobil. Ketika Jaejoong sudah berada di dalam mobil Yunho memacu mobilnya menuju kampus tanpa mengucapkan sepatah katapun.

—aula kampus Dongbang—

“Yunho-ah! Aku tidak suka keramaian yang seperti ini. Lagu-lagu ini membuat kepalaku pusing.” Ucap Jaejoong dengan sedikit berteriak karena kerasnya suara musik d ruangan itu.

“Yuuuuuunn! Aku mau pulang! Ayolah kita pulang saja, tempat ini tidaklah sesuai untuk ku.” Jaejoong kembali meminta Yunho untuk mengantarnya pulang sambil menarik-narik lengan bajunya.

“Bersabarlah sebentar lagi Jae, acara puncaknya belum dimulai. Cobalah untuk sedikit menikmatinya.” Jawab Yunho datar seraya pergi meninggalkan Jaejoong. Jaejoong yang tak mau menyerah begitu saja sedikit berlari untuk mengejar Yunho dan berhenti di hadapanya. “Yun. Aku benar-benar tidak betah di sini. Jika kau memang ingin terus di sini hingga acara selesai silahkan! Aku akan pulang naik taksi saja.”

Yunho tak menggubris dan terus saja melangkah maju. Jaejoong yang kesal dibuatnya sungguh sudah bertekad untuk pulang dan berjalan ke arah pintu keluar.

“Selamat malam semuanya”

“ah suara itu” Jaejoong yang mendengar suara yang sepertinya ia kenal itu langsung menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya untuk memastikan apakah ia salah dengar atau malah benar.

Betapa terkejutnya Jaejoong saat mendapati Yunho tengah berdiri di atas panggung dan melihat tajam ke arahnya.

“Maaf sebelumnya aku megganggu acara kalian. Aku hanya butuh sedikit saja waktu dari acara ini untuk mengatakan sesuatu yang menurutku kalian semua harus mengetahuinya.”

“apa yang akan kau lakukan Jung Yunho?” tanya Jaejoong dalam hati dengan masih saja berdiri kaku di tempatnya berdiri. Jaejoong sungguh tak dapat membayangkan apa yang akan Yunho lakukan.

“Aku Jung Yunho! Sesungguhnya..”

=============TBC=============

Jeng jeng jeng jeeeeeeeeeeengg

Hayoooo Yunpa mau ngomong apaaaa???

Maaf yaaaaa , pertanyaan belum terjawab ternyataaaa

Hahahahahaha

Tunggu ajj deh lanjutannya…

Makasih buat yang udah baca FF inii, ditunggu komennya lhoo😉

✌ best regards

-dee

30 thoughts on “Rainy Night – Part II

  1. huaaaaa….authornya minta ditimpukin sama boxer yunjae.. bikin tambah penasaran..-____-”
    aku suka prubahannya Yunho yg jadi dingin bikin Jae penasaran…aduhhh..rahasia mreka apa yah?di jepang kenapa?rrrr
    author…!update soon..please..>.<

  2. Haduh thor…aq kok jd lupa yah ma ni crita…*dhajar author
    apa ntu yg bakalan diumumkan appa??
    Sikap.y dingin bget ke umma… ><

  3. Ini nyeseknya udah dapet padahal belom tau masalahnya apa haha.

    Yg udah mulai aku tangkep sih si jejung emang cinta yunho, tp gatau yunhonya.

    Aaah penasaraaaan ;;____;;

  4. aduh q lupa ma crita chap sblum ny #gawat d timpukin yunjae
    eh emang ad ap d jpang!
    Koq ngrasa yunjae pnya hbungan rhsia y slma d jpang,kyak pertunangan atau kwina rhsia gtu #ngawur neh
    thor koq d potong,ne penasaran dah smpe ubun2 lo

  5. penasaran setengah mati nih thor . . . .
    mana tbc.nya di tengah jalan pula
    tapi tak apalah
    penasaran stadium 4 nih . . . .

  6. mian baru komen T^T

    thor appa ada janji apaan c ma mommy *penasaran* ._.
    trus c appa mau ngomong apaan c *penasaran*
    lanjutt thor ^^b

  7. Yeeee…. TBC….
    Haaa~ yunpa mau ngomomg apa ??
    Sebenernya masih bingung sama ini cerita….. Sebenernya jaema sama yunpa itu punya hubungan apa sih ? Haaaa… Lanjut ke chap selanjutnya

  8. sdikit beebeda dri prkiraanku ne.
    Yg punya janji yunho appa, yg mengancam jae eomma, tpi knpa yunnie appa yg brsikap tidak sharusny ?
    yaaa. Aku sdikit bingung . Hehe :p
    Chap ini alurny kcepetan #mnurutku.

    Gomawo😀
    Keep writing nd sukses sllu bwat ffnya😀
    fighting !!

  9. Astga author..
    Kau bnar” bkin q pnasaran tngkat akut..
    Aduh duh duh duh..
    N tu pa yg mw diucapin yunpa ea??
    N jg pa ea kira” jnji yunpa ke jaema wkt di jpang..
    Sungguh driku dibuat pnsaran oleh author nieh..

  10. TBC di saat yang tepat sekali saudara sadara T_________T huhuhuhu
    author tega bener sama reader ga tau apa klo reader lagi penasaran sangat
    kekekeke *piiiisss author*

    eh ntu yunpa mau ngomong ppan tuh?? jangan2 mau ngakuin cinta lagi sm jaema hahahaha semogaaaa

  11. huwwaaaa…
    itu yunppa mw ngomong apa itu….???
    jgan ngomong yg bikin patah hti yah yunppa…
    kasian jaema bisa keguguran di tempat…:p #ngaco
    hehehehe

  12. aishh penasaran ku belum terjawab di chap ini
    benar-benar membingungkan
    jangan-jangan umma sama appa udah nikah lagi

    itu si appa mau bilang apa ya?

    ngesot ke chap 3

  13. huweeeee masih bingung:/
    sebenerny mereka ada masalah apa sih😮
    trus ini yunpa mau ngomong apa:/o_O
    aduh duh ~_~
    binging tingkat nasional nih ~_~

  14. Aduuuh…masalah 1 belum kejawab eehh malah nambah 1 masalah lagi…penasaran banged ˘ϑέcђ apa sih ýanƍ sedang terjadi…ά̲ϑª mslh ªª ?? Ά̲ϑª konflik ªª

    Yunpa mau ngomong ªª ýª ??

  15. ommonaaa…penasarannnn……author bikin deg deg an nehh..ya ampyuuunnn…apa sih janjinya yunjae itu? nah lho..yunnie mo ngmg srius apa tuh??..ngintipp aahhh……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s