SNOW IN THE DESERT/YUNJAE/PROLOG


PROLOG – DIARY KIM JAEJOONG

Pairing : Kim Jaejoong x Jung Yunho

Author : Amee

.

.

.

Seoul, 4 Oktober

Aku Kim Jaejoong.

            Aku melukai diriku sendiri hari ini, untuk melihat apakah aku masih bisa  merasakan sesuatu atau tidak. Aku hanya menyayatkan sebilah silet di perbatasan lututku, perih, ternyata aku masih bisa merasakan apa itu sakit, aku pikir Tuhan telah membuatku melupakannya setelah kakiku lumpuh.

            Aku masih sedikit meringis ketika menatap Eomma yang jatuh terduduk lemas menatapku dari ambang pintu. Maaf, aku tidak bermaksud bertindak bodoh dan menyakiti hatimu. Aku sangat menyesal, maafkan aku.

 

Seoul, 10 Oktober

            Aku mengurung diri di dalam kamar selama berminggu-minggu sejak hari itu. Seperti terkurung dalam sangkar bukan? Tapi aku yang telah memutuskannya sendiri. Toh, untuk apa aku keluar jika hanya bisa diam.

            Aku merasa tubuhku menggigil, meski aku tahu sebenarnya aku baik-baik saja, aku sedang dalam keadaan normal. Tapi entahlah. Aku hanya bisa menarik selimut hingga membungkus seluruh tubuhku. Mencoba menyesapi kehangatan yang ditimbulkannya, namun nihil, aku tetap merasa menggigil. Ayolah sugesti, cepat pergi!

            Aku baru saja terperosok ke dalam malam kebodohan, dan inilah malamnya. Aku hanya mampu mendecih kesal, dan membentak diri sendiri. Mengapa bisa aku sampai tidak menyadari bahwa aku tengah dihinggapi demam. Sial! Dan aku membuat Eomma kembali jatuh dalam kerepotan mengurusiku. Apa aku terbentuk hanya untuk menjadi sosok yang tidak berguna. Ini maumu?

 

Seoul, 11 Oktober

            Teh dan kue telah tiba! Eomma bersikeras bahwa aku tengah sakit, mengapa dia sebegitu ringannya menjerumuskan diri dalam kesibukan merawatku. Aku ini bodoh, hanya menyusahkan!

            Sebuah sensasi aneh menyapu seluruh tubuhku, seolah-olah aku mendapatkan perawatan terbaik di dunia. Aku merasa sangat bahagia, dan kembali hidup untuk pertama kalinya, setelah mati rasa dalam waktu yang lama. Namun tetap saja, aku ingin segera sembuh!

 

Seoul, 16 Oktober

            Sudah berapa lama aku diam di sini? Aku mendecih keras sembari berusaha menekan-nekan titik saraf, semoga ada keajaiban. Dan kau tahu apa kebodohannku? Bahkan aku tidak tahu yang mana titik saraf. Aku hanya asal menekannya.

            Aku menatap Eomma yang tengah tersenyum ke arahku dari ambang pintu, aku membalasnya, sekadar tidak ingin membuatnya sakit hati. Itu saja. Dari semua hal yang bisa ia lakukan, aku selalu ingin bertanya tentang kemampuannya yang hebat dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat sebagai seorang Eomma. Bagaimana mungkin ia mengatakan siap ketika ia tidak tahu bagaimana rasanya menjadi single parent ketika pertama kali dihadapkan dengan pilihan itu? Dan kini, ketika putranya tidak berdaya sepertiku, yang selalu bertindak menyebalkan, ia bahkan tetap tidak menyerah. Ia bidadari yang dikirmkan Tuhan untukku.

 

Seoul, 28 Oktober

            Aku benci mengingatnya, namun memori itu selalu hadir tanpa aku memintanya. Tentang dia yang telah meninggalkanku, tentang dia yang mengabaikanku setelah kaki ini tak berfungsi, tentang dia yang membenci kekuranganku. Tentang dia, Shim Changmin.

           Aku sungguh membencinya saat ini, lesung pipi, postur tinggi, mata onyx, dan segala hal yang berkaitan dengannya. Dia adalah pria terangkuh yang pernah kukenal. Dia, si bungsu Shim dengan segala kearoganismeannya. Aku bersyukur, tidak sepenuhnya memberikan hatiku padanya. Kekasih baginya hanyalah boneka, yang boleh dia permainkan dan dia buang ketika dia tengah dilanda kejenuhan.

           Memori itu sungguh kuat. Aku ingat ketika itu aku tengah terpuruk karena kecelakan tak diharapkan ini, aku membutuhkan tempat bergantung. Tapi setiap kali ia melihatku, Shim Changmin akan berpura-pura seakan aku tak pernah ada.

           Dia menghampiriku, mengatakan bahwa ia harus menjalani hidup seperti apa yang ia inginkan. Ia mengatakannya dihadapanku, seakan tengah mengingatkan bahwa ia masih muda, tampan, kaya, dan serba bisa. Setelah itu ia pergi, seakan bumi menelannya. Hebat! Aku sungguh harus memberikan standing applause padanya.

           Aku terkena insomnia untuk yang ketujuh kalinya dalam minggu ini. Ah bodoh, mengapa otakku tidak berjalan sesuai keinginanku. Aku ingin tidur!

           Aku mendengarnya lagi, alunan melodi yang sangat indah, denting piano yang begitu harmonis. Lagu klasik yang menenangkan, pengantar tidur. Karena itulah keajaibannya, aku tertidur setelah mendengarnya.

 

Seoul, 1 November

           “Minggu depan kita akan physiotherapy, sayang. Kau harus siap-siap. Eomma yakin, kakimu akan segera kembali seperti dulu, kau akan kembali lincah, kau malaikat kecilku!”

Aku hanya pura-pura tersenyum saat itu. Toh, apa yang harus aku harapkan. Aku tahu, sejak awal kakiku memang akan cacat permanen. Tidak ada harapan.

 

Seoul, 9 Movember

            Aku belum memejamkan mataku sedikitpun, meskipun kantuk telah benar-benar menyerangku sekarang. Suasana telah sepi sempurna. Tentu saja, orang bodoh mana yang memilih berkeliaran di tengah malam seperti ini.

            Jam dinding berdetak singkron, menghasilkan melodi yang sangat indah, aku menikmatinya. Angin malam yang begitu dingin masuk melalui jendela yang tidak terkunci, mungkin Eomma lupa menutupnya. Sebenarnya bisa saja aku menutupnya sendiri, tapi itu artinya aku harus menaiki kursi beroda itu, maaf, tapi aku sangat tidak menginginkannya, kecuali untuk keadaan terpaksa. Dan ini bukanlah keadaan terpaksa aku kira.

            Menunggu itu memang sesuatu yang sangat menyebalkan. Hampir satu jam, tapi yang aku tunggu belum juga tampak. Aku menarik nafas panjang, membiarkan oksigen membasahi dinding paru-paruku.

            Akhirnya alunan musik klasik itu terdengar, kali ini Pachabel Cannon in D minor karya Mozart.  Sungguh menghanyutkan, permainan piano yang begitu tanpa cela. Aku ingin bertemu dengannya.

            Ah, hampir aku lupa menceritakannya. Pianis itu tetanggaku, dan aku belum pernah melihatnya. Jangan pikir aku ini anti sosial. Hanya saja dia mengisi rumah itu tepat di hari kecelakaanku, sebulan yang lalu. Aku hanya mendengar sedikit  tentangnya dari Eomma. Itu pun sangat sedikit, hanya sebatas dia ahli memainkan piano, dan dia sangat introvert. Aku ingin bertemu dengannya, ingin sekali. Aku harap ia tidak akan jijik melihat keadaanku ini.

27 thoughts on “SNOW IN THE DESERT/YUNJAE/PROLOG

  1. siapa siapa siapa tetangganya jaema ???
    Pasti yunho… Hahaha *plakk sotoy…
    Seru nih ceritanya, bikin penasaran… Kenapa jaema bisa kecelakaan trus lumpuh….?
    Haaa… Ayoooo di lanjut……
    Daebak…. *lambai2 tangan brg jiji

  2. Yunpa lum muncul yah….
    Minnie jahat bget, tega ninggalin umma yg lg sakit….
    Jangan2 tetangga baru umma ntu appa… *sotoy mode on

  3. stuju ma koment d atas*tunjuk”*,,ntu pasti appa*sok tau*,,ahh minnie,kok gtu sie,,ntar ndak d ksh mkn umma lhooo,,,
    ksiah jeje knp trksn depresi bgt,,sabarr cuyy tunggu yunppa ya??,,,ni prolog y eon(?)?,,tak tunggu lanjutanna

    thnx for writing~ ^^

  4. huhuhu kasian amat jaema…..
    kga bsa k mana”……
    siapa tuuh pianis yg suka tunggu oleh umma……
    jgan” yunpa ya…..
    gak sabr nunggu part 1 na…..

  5. min maap yaa baru komen T^T

    kasian amat mommy ane -.-
    trus min itu mata onxy? mata yg kaya gimana min? O.O
    *ngebayangin*

    but ffnya buat penasaran🙂 lanjutt yaa u,u

  6. uuuuh jae kasian bgt siiih
    umma jae tegar bgt y,bisa sbr dalam mengurus jae,pdhl dia single parent
    changmin ko jht bgt sih,ninggalin jae,stelah jae mengalami kecelakaan
    spa y tetangga br jae,yg sk maenin piano?
    mudah2an yunho

  7. changmin tega bgt ninggalin jae gara2 kecelakaan truz lumpuh.. pasti pianis tu yunho… penasaran ma chap satu ny..

  8. Jaema lumpuh?? Hiks..Hiks..
    Tnang umma..
    Author psti g kn tega bkin umma lumpuh slamany..
    Ea kn thor??
    N pianis tv yunpa bkn?? Kyakny yunpa deh..
    N moga ja tu yunpa..

  9. fanfic ini juga seru ternyata..
    oh changmin mantan jaejoong toh.. ih jahatnya gara2 jaejoong lumpuh changmin ninggalin jaejoong gitu aja
    tetangga jaejoong jangan jangan yunho???

  10. Jaemom lumpuh gr2 kclak2n n minnie ninggalin mom? Tega amat. Aih it pzti yundad, yo bc part 1 akh

  11. Kasian amat jaemom…ųϑªђ lagi sakit di tinggalin pula ªⓜª Minnie…awas aja Minnie Kau Ъ>:/ di akuin anak’a yunjae lagi baru ƭªŮ rasa Kau

    Kayaknya sih semua nebak yundad ýanƍ maen piano…Şiaρα lagi ýª ýanƍ bisa bikin hati jaemom tenang, ntu baru suara piano’a gimana kalau ketemu orangnya langsung
    Semangat dong mom jangan menyerah…bentar lagi Kau akan bertemu dengan belahan jiwamu

  12. Omo ><
    Jaema lumpuh trus ditinggalin Minnie?
    Kasian banget Jaema.. T_T
    Tetangga Jaema yg pianis itu mudah2an aja Yunpa, trus dgn adanya dia semoga aja bisa bikin Jaema ceria lagi. *berdoa slesai*

  13. nugu? nuguya?? #tengok kirikananatasbawah# pasti yunnie khan thor yg lg maen piano??
    yaahh..jongie lumpuh ya? min koq jahat, ninggalin jongie lg terpuruk gt? tp gpp, smoga jongie segera ktmu yunnie #berdoa dgn khusyuk#..;-)

  14. jaema lumpuh? jahat banget sii minnie ninggalin jaema😦 tapi jaema tetep harus semangat eoh, kasihan umma jae sedih liat jaema putus asa gitu~~~

    tetangganya umma yunpa bukan? aaaahhh jaema baru denger suara piano yang dimaininnya aja udah tenang sampe bisa tidur, gimana ketemu orangnya. cieciee~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s