Bloody Love Chpater 33 – Hyung.. | @beth91191


Anyeonghaseyo yorobeun..

Gimana udah penasaran gimana kelanjutannya?

Sebetulnya siapa ya yang manggil Yunho malam itu? Siapa?? Apakah ia seseorang yang berbahaya untuk Jaejoong?? Lalu bagaimana kelanjutannya??

Langsung aja baca yaaa.. dan yang pasti jangan lupa leave comment please..

Yukk~

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 33 – Hyung..

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

 

CHAPTER XXXIII – Hyung..

 

[Yunho pov]

 

Kupandangi Jaejoong dari kejauhan yang sedang asyik melihat-lihat makanan dan minuman yang dia lewati. Lucu sekali melihat tampangnya seperti itu. Bibir mungilnya berkomat kamit berbicara dengan penjual soju itu. Tangannya sibuk mengangkat-angkat botol-botol soju yang tertata rapi di tempat itu. Dipandanginya botol-botol itu dengan berbicara pada ahjushi penjualnya. Aku terus mengamatinya hingga tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang menyapaku.

 

“Yunho hyung..” seru seseorang dari belakang.

 

Kumenoleh ke asal suara sepertinya aku kenal dengan suara itu.. Saat ku melihat kearahnya, ternyata itu adalah Park Yoochun, sahabatku di bangku SMA sekaligus tetanggaku dahulu, yang menyapaku.

 

“Wahhh.. Yoochun.. ternyata kau di sini juga..Sudah lama ya kita tidak bertemu.” Kataku sambil memeluknya.

 

“Iya hyung.. belakangan ini aku sudah jarang mampir ke tempat makanmu ya..Jadwal kantor sangat padat.” Jawabnya.

 

“Kau kesini dengan siapa? Sendirian?” tanyaku padanya.

 

“Aku bersama dengan kekasihku. Tapi entah dimana dia. Dia kelaparan tengah malam hingga membangunkanku untuk menemaninya mencari makan. Sepertinya dia sedang asyik memilih-milih makanan hingga lupa bahwa dia datang kemari denganku.” Jawab Yoochun diikuti tawa kami bersama-sama.

 

“Hyung dengan siapa kemari?” tanya nya padaku.

 

“Dengan…” belum sempat aku bicara.

 

 

[Jaejoong pov]

 

Apa-apaan ini?? Tiba-tiba kurasakan kehadiran seseorang yang aku kenal di tempat ini. Benarkah apa yang kurasakan ini? Kupertajam perasaanku dan benar, aku berani bertaruh memang ada seseorang yang amat sangat aku kenal di tempat ini. Aku tahu siapa dia. Tapi aku belum berani menyakinkan diriku bahwa yang ada di pikiranku ini benar. Kujelajahi mataku ke seluruh tempat. Kulihat semua orang satu persatu yang ada di tempat ini. Kemudian mataku tertuju pada suatu sosok namja yang berdiri beberapa ratus meter dariku. Siapa itu? Siapa namja yang sedang memilih-milih makanan di stan itu?

 

Junsu~ah????

 

Ya Tuhan….

 

Mengapa kebetulan sekali Junsu disini?

 

Kulihat Junsu baik-baik saja. Tak tampak lagi kesedihan dimatanya. Ingin rasanya berlari kearahnya dan memeluknya erat dan tak akan aku lepaskan lagi. Junsu aku sangat rindu padamu, Dongsaengku sayang.. Tapi tak mungkin. Dengan kondisiku seperti ini tak mungkin aku menemuinya. Junsu, aku sangat merindukanmu. Benar-benar akan berbahaya bagimu jika kau mengetahui ternyata aku belum mati, melainkan menjadi seorang vampir.. Junsuuuu… Dongsaengkuuuu… Hyung mu disiniiiii….

 

Dalam jarak waktu yang tidak terlampau jauh, tiba-tiba kurasakan Yunho sedang berbicara dengan seseorang. Kumenoleh ke arahnya dengan hati-hati. Aku takut yang ada di benak ku ini benar adanya. Dan..

 

Ahhhhh.. Tidakkkk..

 

Dia sedang bicara dengan Yoochun.

 

Gawat!!

 

Yoochun pasti datang bersama Junsu. Bisa-bisa ketahuan oleh mereka bahwa aku sebenarnya masih hidup. Bagaimana ini? Bagaimana? Akhirnya kuputuskan mendekati meja mereka saja dahulu. Aku sepertinya tahu apa yang akan aku lakukan untuk menghindari pertemuanku dengan Junsu. Jika aku bertemu dengan Yoochun saja, aku rasa tidak masalah. Sembari kudekati mereka, akupun  mencoba mendengarkan percakapan mereka.

 

“Hyung dengan siapa kemari?” tanya nya pada Yunho.

 

Jangan sampai Yunho berkata dia kemari bersama ku, Kim Jaejoong. Bisa selesai semuanya jika hal itu terjadi. Secepat kilat kudekati Yunho dan kutepuk bahunya pelan.

 

“Dengan…” belum sempat Yunho bicara.

 

“Dengan teman.. Kenalkan Aku Joongie, temannya Yunho.” ku potong kalimatnya.

 

“Sebenarnya kami bukan hanya teman tapi juga..” sambung Yunho lagi.

 

Hyaaa Jung Yunho!!! Kau ingin bicara apa? Aku tak mau Yoochun tahu lebih banyak lagi tentangku. Nanti akan lebih lebih rumit jadinya jika tahu lebih dari itu. Kuberikan tekanan yang lebih kuat lagi pada bahu Yunho dan kuberi sedikit gerakan kekanan dan kiri disana seperti seseorang yang tengah memijat bahu untuk memberinya tanda padanya untuk berhenti berbicara.

 

“Kami juga bekerja bersama di tempat makan. Aku sebagai pegawainya.” Jawab ku cepat sambil kupandangi wajah Yunho penuh dengan arti. Aku harap dia mengerti apa yang aku maksudkan.

 

“Ooo.. begitu..” jawab Yoochun.

 

“Mmmm..Ini sahabatku sejak kecil Joongie, namanya Park Yoochun.” Jelasnya padaku.

 

Tanpa dijelaskan aku sudah tahu bahwa Yoochun adalah sahabat dekat Yunho dan Changmin. Kalian sudah berteman sejak kecil dan saat kau tinggal di rumah Changmin, kalian sempat bertetangga selama beberapa tahun. Ya, kalian bertiga adalah sahabat kental sejak dulu. Serta satu hal lagi, Yoochun adalah kekasih nya Junsu. Itu yang paling berbahaya saat ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang agar tidak bertemu Junsu.

 

“Dimana kekasihmu Yoochun?” tanya Yunho pada Yoochun.

 

Ah.. Yunho.. Kenapa kau mengingatkan Yoochun untuk mengenalkan kekasihnya seperti itu. Berpikir Jaejoong.. Berpikir Jaejoong.. Aku harus segera melakukan sesuatu.. Berpikir.. Sebelum semuanya kian runyam jadinya..

 

“Entahlah..Ah.. itu dia.. Junsu~ah..” teriak Yoochun memanggil Junsu yang berjarak cukup jauh dari meja kami.

 

Tiba-tiba terbesit suatu ide untuk menghindari pertemuanku dengan Junsu ini dan segera kukatakan pada Yunho.

 

“Yunho.. Sepertinya aku ingin pulang sekarang.” Kataku sambil menatap memohon padanya.

 

“Ada apa Joongie?” tanyanya penuh tanda tanya.

 

“Kepalaku tiba-tiba terasa sakit..” bohongku seraya memegang kepalaku yang baik-baik saja.

 

“Tidak bisakah kau tunggu sebentar sampai kita bertemu dengan kekasih Yoochun?” tanyanya sambil memegang tanganku.

 

Ah.. Yunho.. Justru hal itu yang tidak aku inginkan.

 

“Sakit sekali Yunnie..” kataku sambil meremas tangannya.

 

“Benarkah? Baiklah.. Baiklah kalau begitu. Kita bawa pulang saja makanannya. Yoochun.. Maaf.. Sepertinya kami pamit dulu. Padahal kita belum mengobrol apa-apa. Begini saja besok-besok kalau kau ada waktu luang, datanglah ke tempat makanku dan kita mengobrol lebih banyak lagi. Ya?” pintanya pada Yoochun.

 

“Oh iya hyung.. pasti.. Aku akan bawa Junsu bersamaku kalau mampir ke tempat makanmu.” Jawab Yoochun.

 

“Oh jadi Junsu nama kekasihmu?” tanya Yunho lagi.

 

“Nae hyung..” jawab Yoochun.

 

“Ayo Yunnie cepat pulang..” paksaku pada Yunho sambil memotong pembicaraan mereka.

 

“Baiklah..Baiklah.. Kami pamit dahulu. Anyeonghaseyo..” salamnya pada Yoochun.

 

Kami pun segera melesat menuju mobil. Ku berusaha semampu mungkin agar wajahku tidak terlihat oleh Junsu. Jarak kami sudah lebih dekat saat itu. Terlalu berbahaya jika Junsu mengetahui yang sebenarnya terjadi padaku. Setibanya di mobil, segera kami masuk ke dalamnya.

 

“Joongie.. Ada apa denganmu?”tanyanya sambil mulai menjalankan mobil.

 

“Tidak apa-apa..” jawabku singkat.

 

Saat itu mobil kami sudah keluar dari daerah food festival. Mobil terus melaju di bawah lampu-lampu kota di jalanan yang sudah cukup sepi.

 

“Aku tahu pasti ada apa-apa. Kenapa kau tak ingin bertemu kekasih Yoochun? Kenapa kau tak ingin kita berlama-lama mengobrol dengan Yoochun? Bahkan Yoochun pun belum sempat mengenalkan kekasihnya pada kita.” Tanyanya penuh selidik.

 

“Aku hanya ingin cepat pulang. Kepalaku sakit.” Kataku datar.

 

Aku berusaha untuk menutupi yang sebenarnya pada Yunho. Aku tak mungkin mengatakan padanya bahwa ‘Kekasih Yoochun itu adalah adikku dan aku tak ingin menemuinya karena dia mengira aku sudah mati. Padahal dalam kenyataannya aku masih hidup namun sebagai vampir. Bla bla bla’ Sebenarnya aku bukanlah pembohong yang baik sejak dulu. Tapi mau apa lagi. Untuk sementara aku harus menyembunyikan semua kebenaran yang ada semampu yang aku bisa.

 

“Joongie..” Yunho tiba-tiba menghentikan mobilnya dan melihat ke arahku.

 

“Ada apa?” tanyaku gusar.

 

“Kau menyembunyikan sesuatu padaku ya?” dia melihatku tajam.

 

Matanya yang tajam membuat hatiku terasa berdeba kencang. Kualihkan pandanganku darinya. Memang benar aku menyembunyikan semuanya padanya. Aku tak pandai menyembunyikan suatu hal tapi.. Ini benar-benar bukan suatu saat yang tepat untuk mengatakannya Jung Yunho. Aku pun menggeleng sambil melihat ke arah luar jendela.

 

“Jaejoong.. aku mengenalmu dengan sangat baik. Katakan apa yang sebenarnya kau sembunyikan.” pintanya.

 

“Sungguh, tidak ada yang aku sembunyikan. Kenapa kau malah jadi curiga padaku seperti itu.” Jawabku dengan dengan nada sedikit tinggi.

 

“Jaejoong.. Kumohon.. Kau pikir aku ini bukan siapa-siapa bagimu? Aku ini kekasihmu. Aku adalah seseorang yang paling mengerti tentang mu. Bahkan dengan kekasihmupun kau sampai menyembunyikan sesuatu seperti ini?? Aku tak tahu apa itu. Tapi aku rasa, hal itu sungguh penting dan aku perlu mengetahuinya. Apapun yang akan kau katakan, aku tak akan marah. Aku justru dapat membantumu jika kau memerlukan bantuanku. Tak percayakah kau denganku?” Ucapnya.

 

“Jung Yunho!! Cukup!! Kalau kau tidak percaya apa yang aku katakan, itu urusanmu.. Aku sudah mengatakan bahwa aku tak menyembunyikan apa-apa. Cukup itu yang kau ketahui, tak lebih!!” bentakku.

 

Aku tak seharusnya marah. Tapi aku benar-benar jengah jika ia terus memojokanku seperti ini. Aku benar-benar tak ingin mengatakan itu semua sekarang. Kenapa dia harus memaksaku segala??

 

“Baiklah kalau kau tidak mau mengatakan..” ucapnya pasrah.

 

Yunho sepertinya mengerti bahwa aku benar-benar tak ingin mengatakan apa yang ingin dia ketahui. Yunho tak ingin aku lebih marah lagi dari pada saat ini. Kemudian Yunho kembali memacu mobil menuju rumah dengan kecepatan tinggi. Sepertinya perasaannya menjadi tidak enak, gara-gara aku. Kenapa kau harus memaksaku mengatakan sesuatu yang sangat aku rahasiakan ini? Kenapa kau terus memojokanku??

 

Setibanya di rumah.. Aku keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan sedikit keras dan berlari ke dalam rumah.

 

“Joongie.. kau marah?” tanyanya sambil mengejarku.

 

Aku tak ingin menjawabnya pertanyaan bodohnya. Aku sangat jengkel padanya yang memojokanku seperti tadi. Aku benar-benar muak dengan sikapnya yang selalu ingin berusaha melindungi dari suatu hal yang tidak dia ketahui, tapi justru jika mengetahuinya maka dirinya akan berada dalam keadaan bahaya yang sebenarnya. Pabo.. Pabo.. Pabo.. Manusia pabo!!

 

-oOo-

 

 

[Junsu pov]

 

“Junsu~ah…”

 

Kudengar Chunnie memanggil ku dari kejauhan. Kulihat ke arahnya. Dia bersama siapakah itu? Sepertinya dia bersama dengan dua orang namja temannya. Tapi siapa mereka? Yoochun tidak pernah mengenalkannya padaku. Tapi tunggu.. Siapa namja yang itu? Sepertinya aku mengenal nya. Walaupun jarak ku dengannya sangat jauh tapi aku bisa melihat secara baik. Sepertinya aku mengenal perawakannya. Hy..hy..hyung.. Jaejoong hyung kah?? Bagaimana mungkin Jaejoong hyung masih hidup dan berada disini? Ku pertajam penglihatanku. Benarkah dia hyungku? Benarkah?

 

Aku pun segera berjalan mendekati mereka. Tapi kondisi di food festival itu sangat ramai hingga sulit sekali rasanya aku mencari jalan untuk menuju ke meja tempat Yoochun berada dengan dua orang temannya yang mana salah satunya mungkin adalah hyungku.

 

“Permisi.. Permisi..” aku berusaha mencari jalan. Aku tak mempedulikan orang-orang yang aku lewati. Beberapa orang menggerutu karena aku menyenggolnya sedikit keras.

 

“Permisi ahjussi.. Permisi..”

 

Kulihat dua orang namja itu sudah mulai melangkah pergi meninggalkan meja tempat Yoochun berada. Tunggu.. Tunggu.. Jangan pergi dulu.. Aku ingin tahu siapakah namja itu? Aku ingin melihat wajahnya dari dekat barang sekali saja. Jangan pergi dulu..

 

Setelah akhirnya aku tiba di meja Yoochun, kulihat kedua namja itu sudah menaiki mobil dan pergi menjauh. Yaa Tuhan… Siapakah namja itu? Namja yang berpawakan sedikit kecil dan memiliki kulit yang putih itu. Siapakah dia?

 

“Siapa tadi Chunnie yang bersama denganmu?” tanyaku penuh harap.

 

“Tadi Jung Yunho hyung, temanku sejak aku masih kecil.” Jawabnya.

 

“Bukan, yang satunya lagi siapa?” tanyaku.

 

“Oh..tadi temannya Yunho hyung..” jawabnya kembali.

 

“Namanya siapa?” aku benar-benar penasaran siapakah namja itu.

 

“Mmmm… siapa ya?? Sebentar.. sepertinya tadi dia menyebutkan namanya J..jo..jo..Joongie.” jawab Yoochun dengan nada ragu-ragu.

 

“Benarkah namanya Joongie?” tanyaku sambil mulai terduduk lesu.

 

“Iya.. benar..” sahutnya.

 

“Oh yasudah..” jawabku pasrah.

 

Aku kira tadi adalah hyungku. Kim Jaejoong.. Tapi ternyata bukan. Hyung.. Aku sangat merindukanmu hyung. Aku sangat ingin bisa bertemu denganmu dan memelukmu erat. Hyung.. aku rindu padamu.. Begitu rindunya aku hingga aku berhalusinasi dan berharap seseorang yang sedikit saja mirip denganmu adalah dirimu. Aku benar-benar berharap bahwa kau masih hidup, hyung.. Walaupun sebenarnya terkesan tak mungkin, tapi aku berharap kau masih hidup dan kita dapat bertemu kembali suatu saat nanti. Hyung.. Kematianmu membuatku terpuruk.

 

-oOo-

 

 

[Yoochun pov]

 

Kulihat Junsu terduduk lesu setelah menanyakan perihal namja yang bersama Yunho hyung tadi. Wajahnya menyinarkan suatu kesedihan dan kekecewaan yang sangat mendalam dan menusuk hati.

 

“Ada apa denganmu Su-ie?” tanyaku padanya.

 

Kulihat dia mulai terisak-isak. Kuangkat dagunya untuk melihat wajahnya. Matanya sudah sangat berkaca-kaca dan air mata hampir saja jatuh dari sudut matanya. Tubuhnya sedikit bergetar menahan tangisannya sendiri.

 

“Aku sangat merindukan hyung ku Chunnie..” katanya dengan wajah sedih.

 

Kupeluk tubuhnya. Dia benar-benar rapuh saat ini. Hatinya pasti masih sangat sulit melupakan sosok hyung nya. Sepertinya luka karena kehilangan hyungnya tak akan pernah bisa terobati sampai kapanpun. Karena kepergian hyungnya yang terlampau tiba-tiba dan dengan cara yang amat sangat miris itu. Kubelai rambutnya pelan dan ku tepuk perlahan punggungnya.

 

“Wajar jika kau rindu dengan hyungmu. Tapi hyungmu pasti sedang bahagia di surga sana. Jika hyungmu sudah bahagia lalu buat apa kau tangisi? Ikhlaskan honey..” ucapku sambil tak henti memeluknya.

 

“Namja yang bersamamu tadi sangat mirip sekali dengan hyungku, Chun.. Saat aku ingin mendekatinya tapi dia sudah keburu pergi.” katanya dengan terisak-isak.

 

Mwo? Benarkah namja itu mirip hyungnya. Jujur aku belum pernah melihat foto hyungnya. Karena sejak meninggalnya Jaejoong hyung, semua foto dan barang-barang pribadinya di simpan di dalam kamar tidur Jaejoong hyung yang dikunci rapat  dan tak pernah dibuka kembali. Tiba-tiba aku jadi penasaran dengan wajah hyung kekasihku ini. Tapi mana mungkin hyungnya benar-benar masih hidup jika semua bukti sudah menunjukan bahwa hyung nya sudah meninggal. Walau memang tak bisa dipungkiri, bahwa jasad hyungnya belum ditemukan hingga detik ini.

 

“Hanya mirip saja honey, dia dengan hyungmu. Mana mungkin dia hyungmu. Kau jangan berharap yang tidak-tidak.” Kataku dengan sangat hati-hati. Aku tak ingin menyakiti hatinya yang sudah sangat terluka karena di tinggal satu-satunya keluarganya.

 

“Setidaknya jika dia memang bukan hyungku, aku ingin melihatnya dari dekat untuk mengobati rasa rinduku pada hyungku Chun..” katanya dengan tak bisa lagi membendung air matanya.

 

“Sudahlah-sudahlah.. Ayo kita makan saja sekarang. Apa saja yang sudah kau beli sayang?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan.

 

“Entahlah, semuanya aku tinggal. Aku tadi tak mempedulikan yang lain, yang ada di benakku hanya mendekati namja itu. Tapi aku lapar Chun~” katanya dengan wajah memelas seakan-akan berkata aku saja yang membelikan makanan untuknya. Sepertinya dia sedikit terhibur ketika ku mengatakan tentang makanan.

 

“Baiklah aku belikan sebentar makanan kemudian kita bawa pulang saja. Wajahmu sungguh merah karena menangis seperti itu.” Kataku sambil mencubit pipinya.

 

“Ah~” pekiknya pelan seperti suara Dolphin saja. Lucu.. Aku suka dengan suaranya yang seperti Dolphin itu.

 

Sepertinya dia muali bisa mengatur perasaannya. Tapi walaupun begitu, masih bisa kulihat jelas mata kecilnya menyiratkan kesedihan yang ditutup-tutupi. Setelah aku membelikannya sebuah makanan, kami pun pulang ke rumah Junsu. Sepanjang perjalanan pulang kulihat dia tertidur di dalam mobil. Bukannya dia bilang dia lapar, tapi ternyata rasa lelah batinnya karena merindukan hyungnya dapat mengalahkan rasa laparnya.

 

Kususuri jalanan kota Seoul yang sangat lengang ini. Tiba-tiba terlintas wajah namja yang bersama Yunho hyung tadi. Namja bernama Joongie itu memang sedikit aneh. Kulit nya sangat putih, cenderung ke pucat. Tatapannya tajam dan menakutkan. Sebenarnya memang begitu atau hanya perasaanku saja. Tapi sepertinya tadi dia memang menghindari untuk bertemu Junsu saat aku ingin mengenalkannya dengan mereka berdua. Apalagi Junsu berkata bahwa namja itu mirip dengan hyungnya. Sebenarnya apa yang terjadi? Atau mungkin…. Ah entahlah. Aku juga tidak tahu. Aku tak mau menduga-duga. Aku takut ternyata dugaanku salah. Tapi jika kuamati Yunho hyung sepertinya memiliki hubungan spesial dengan namja itu. Dari cara mereka berbicara dan menatap satu sama lain, pasti mereka tidak hanya teman biasa.

 

-oOo-

 

[Yunho pov]

 

Setelah kami tiba di rumah..

 

BRAKK..

 

Kulihat Jaejoong keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan cukup keras. Marahkah dia padaku? Benarkah dia marah?

 

“Joongie.. kau marah?” tanyaku padanya.

 

Dia terus saja berlari menuju rumah dan tak mempedulikan kata-kataku. Kukejar dia masuk ke dalam rumah.

 

“Joongie.. kau marah padaku?” tanyaku sekali lagi.

 

Kulihat dia langsung menuju ke kamar dan membanting tubuhnya sendiri ke atas kasur. Diapun memunggungiku. Saat aku berusaha melihat wajahnya, kulihat dia memejamkan matanya.

 

“Joongie.. Mianhe jika aku telah membuatmu marah.” Kataku.

 

Tapi dia sama sekali tidak menjawab kata-kataku. Tubuhnya mematung dan tak bergerak sedikitpun. Dia sepertinya benar-benar tak mau berkata denganku.

 

“Joongie..” kataku sambil memegang bahunya dari belakang.

 

“Lepaskan Jung Yunho!!” Bentaknya sambil menyingkirkan tanganku dari bahunya.

 

“Mianhe Joongie..” ucapku pelan.

 

Diampun kembali diam. Diampun tak berkata-kata apapun lagi.

 

“Joongie.. Mianhae shimnida.. Jeongmal mianhe shimnida.. Setidaknya makanlah bulgoginya..Bukannya kau tadi bilang kalau kau kelaparan? Bukannya tadi siang kau hanya makan sedikit sekali. Kumohon makanlah..” bujukku padanya.

 

Sama sekali dia tidak mereseponku. Selama beberapa saat aku coba membujuknya untuk memaafkanku dan memakan bulgogi yang telah kita beli. Hingga akhirnya aku pasrah. Aku pun menyimpan bulgogi itu di lemari es dan berbaring di sampingnya.

 

“Joongie.. Jeongmal Mianhe.. Aku benar-benar tidak bermaksud begitu.. Aku benar-benar minta maaf.. Saranga maafkan aku.. Aku mohon maafkan aku.. Aku benar-benar menyesal. Maafkan aku saranga.. Mianhe..” aku terus meminta maaf padanya hingga tak sadar akupun tertidur disebelahnya.

 

-oOo-

 

[Jaejoong pov]

 

Sejak aku tiba di kamar, aku sudah berpura-pura tidur di depannya. Kupejamkan mata ini lekay-lekat dan kupunggunginya Jung Yunho. Walaupun sebenarnya aku sama sekali belum tidur, tapi aku hanya memejamkan mata dan secara tidak langsung mendengarkan apa yang Yunho katakan. Dia terus saja meminta maaf dan membujukku untuk makan sedari tadi padaku hingga akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Sebenarnya hatiku sangat tersentuh. Seharusnya dia lah yang marah karena aku telah menyembunyikan sesuatu darinya. Entah mengapa justru aku yang marah dan dia yang meminta maaf. Yang jelas ini satu-satunya cara yang terpikirkan olehku untuk menghentikannya berusaha mengetahui rahasia yang aku sembunyikan itu. Kulihat dia sudah tertidur kelelahan di sebelahku. Matanya terpejam lekat. Kupandangi wajah kekasihku yang tak beruntung ini. Benar-benar suatu ketidak beruntungan, seseorang sepertinya bisa suka dengan ku seorang vampir yang seharusnya sangat berbahaya bagi makhluk lemah sepertinya.

 

Tiba-tiba aku teringat pada Junsu. Junsu.. Aku amat sangat ingin bertemu denganmu, Dongsaengku sayang. Bagaimana kabarmu disana? Tapi kau pasti baik-baik saja, karena ada Yoochun yang sangat baik padamu. Oh Junsu.. Kapan kita bisa bertemu? Kapan kita bisa berkumpul kembali seperti dulu? Kapan aku bisa memelukmu lagi? Kapan? Aku yakin kita pasti bisa berkumpul bersama kembali. Entah bagaimana caranya, entah kapan akan terjadi, entah dimana tempatnya, entah apa yang terjadi sehingga hal tersebut terjadi, tapi aku yakin, sangat yakin.. Junsuku my dolphin..

 

TBC

 

Nah lhooooo…. Gimana Jae?? Junsu nyaris tau tu lhooo.. Kasihan Junsu, kasihan Jae.. mereka pasti ingin bertemu satu sama lain.. Kasihan juga diriku.. yang nggak tidur gara2 ngedit+ngepost ff ini.. :”(

Tapi nggak apa2…

Comment kalian yang mampu mengguyur rasa lelah dan kantukku.. Jadi jangan lupa komen yawww.

Gomawo all

Salam Yunjae❤

 

-Beth-

26 thoughts on “Bloody Love Chpater 33 – Hyung.. | @beth91191

  1. Peluk!! peluk aja Junsu Jae!! Peluk!! (jadi kyk nonton pertandingan sepak bola -_-)
    Mianhae ya thor, chapter kemarin2 aku gak komen. aku komen disini aja boleh?
    kalo gak boleh aku akan mengkomen semua chapter sebelum ini. muahahaha😀

  2. huhu~ umma jgn marah gtu dunx,,kasian appa,,,umm knp jae gg jujur aja??,,
    hha jae mati tragiss,,gmn emang matina jae??*digeplak gr” gg bc chap awal*,,mianhae klo da waktu q pasti baca,,,
    fufu~ ndak da yunjae moment T.T

    thnx for writing~ ^^

  3. q kira yg manggil hyung itu junsu,tapi tr’yta yoochun
    aaaah knp jae mlh menghindar?padahal dikiiiiiiiit lagi bakal ktemu ma junsu
    uuuuuuh,jae,kan kasian ma junsu,pdhl junsu dah kangen bgt ma jae
    hiyaaa,knp jae mlh marah ma yunho,kasian yunho g tau pa2
    pngn cptan jae ktemu ma junsu

  4. thor, junsu ma jeje kapan ketemunya ._.
    kasian mereka pasti kepengen ketemu T^T

    appa uno sabar bngt ngadepin c mommy jae ._.
    lanjutt thor ^^b

  5. huhuhu….q merasa kasihan ama yunpa
    pdahal niat’a yunpa baek tpi malah jaema yg maraah
    bener” rumit~
    sampai kpan jaema bakal nutup’n semua’a dri yunpa
    apalgi soal junsu,,,
    lanjuuut

  6. wah eonni hebat, demi lanjutan ff ini dan demi readers, eonni sampe ga tidur buat ngedit dan ngepost ff ini b(><)d

    yaampun, makin penasaran sumpah sma lanjutannya. semoga jae dan junsu bisa ketemu, tapi jae bukan sebagai vampir u.u

    yosh lanjut ya, eonni. SEMANGAT!! (ง◦˘ϖ˘◦)ง

  7. suatu saat jae ma junsu pasti ketemu lagi
    dan semuanya terungkap

    endingnya pasti menarik nih ff
    lanjuut ye unn . . .

  8. Kenapa umma menghindar ketemu suie?
    Kata.y kangen….
    Td hampir saja suie liat umma.
    Umma mudah marah yah,
    kasian appa…
    Semoga sabar ngadepin umma….*hug appa ^^

  9. kasian JJ oppa,.
    batinnya tersiksa gara2 nggk bisa peluk, cium, tunjukkin rasa sayang ke dongsaengnya (Junsu oppa) padahal udah di depan mata.

  10. hua… hampir ketahuan ma junsu klo jae masih hidup… ternyata junsu ngelihat jae jg ya walaupun cuma sebentar… penasaran pa jae bakal ketahuan masih hidup??

  11. Hua!!!!! Knapa dri kmaren g bsa koment!! Unn mian ne q jrng komnt coz q jrang update di blog ni… Dri kmaren kok bang won won jrng kluar y unn n ni kpan yunjae NC’an aq tunggu mpe umma an appa nc an akh… Hahahaha

  12. ga da bosennya2 baca nih ff
    Author excellent jobbbbbb (^^,)b

    wah jaema sm junsu padahal sedikit lagi ketemu tuh, ironis ya..
    Mereka pasti ud kangen tingkat tinggi bgt tuh…

    Semoga suatu saat jaema bs ketemu n bicara sm dongsaeng kesayangannya…

    Author, aq boleh minta pasword chapter 34 nya g??
    Penasaran bgttttt nih T.T
    Apalagi ad NC…hehehe #yadong mode on

  13. jae kenapa menghindar lagi?? itu Junsu dongsaeng ente Jae..
    hedehhh kasian junchan, kasin jaejoongienya juga..
    thor jangan lupa email saya di acc yaaaa…. cepet ya thor kalo bisa…lebih cepat lebih baik biar saya bisa lanjut baca ^^

  14. Trnyta chunnie..
    Wua..Jrak jaema n su-ie dket bgt..Syang rame klo g psti su-ie lhat jaema..
    .
    Jaema npa kbur sih..
    Ju2r ja ma su-ie..Ksian dy umma,dy trpruk saat umma g da n untungny da chunnie..
    Jk umma ju2r ma su-ie kn umma jd bsa mlepas rindu ma su-ie n bsa pluk dy jg umma..
    N umma jgn mrah2 ma appa..Ksian yunpa g tau pa2 tp kna mrah..
    Sbar ea appa..
    .
    . N bwt chngu..
    Lanjutkan..

  15. Hampir aja ketauan sama junsu.. Visa gawat feh klo ketauan.. Untungnya yoochun belum pernah liat muka jaejoong yah.. Tapi klo seandainya yoochun nyari tau foto jaejoong bisa ketauan nih.. Ihh gawat

  16. tu kn bner chunnie..
    kacìan su-ie kangen bgd ma jeje..
    huhu

    joongie mavin yunnie donk, kacian t uh drtadi truz mnta mav gtu..

  17. Huhu gmn ini jj pgn ketemu junsu, junsu pgn ketemu jj… Tapi gakbisaaaaa😦
    jj jgn marah ke yunho, ntar cantiknya ilang #apalah ._.

  18. Aaahh…ternyata ýanƍ manggil chunpa!
    Kasian suie rindu berat sam̶̲̅α̇ hyung’a…kapan mereka bisa bertemu ýª ??
    Memang matinya kenapa ýª ?? #di gampar author
    Mianhae..Q belum baca chap awal’a, Q baca and komen dari chap 19…hehehe
    Jadi blm sempet obrak-abrik ni blogs
    Habis makin penasarn sih..ýª ųϑªђ Q next aja Ъ>:/ mau liat previous’a dl

  19. Aishhhh ambil aja suie umma bkin dia jd vampir juga kalo perlu chunnie nya juga jadiin vampir

  20. Jae sensi bangeeet ya
    dan Yun sabar banget meskipun kadang rada suka maksa
    keliatan bgt Yun cintanya sama Jae
    ya ampuuunnn
    jadi terharu
    kasian Junsu dia kangen sama hyungnya
    Jae juga
    Jae masih bisa liat Junsu tapi Junsu ngira Jae udh meninggal
    kassssiiiaaaan

  21. Appa bner2 namja chingu idaman
    Slalu mnglah dg umma

    Yg mrah hrusnya appa,tapi mlah kbalik
    Dan appa dg sungguh” mminta maaf

    Ksihan lihat saudra kandung gax bsa ktemu

  22. Appa kau luar biasa, sangat sabar menghadapi jaema. Padahal ga salah, appa benar benar sayang sama jaema
    Hampir aja junchan melihat jaema, pengen mereka ketemu tapi bakal sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s