Rainy Night – Part III -end-


Allloooooohhaaaaaaaaaaaaaaa (◠◡◠)

Adakah yang masih ingin membaca lanjutan FF ini????

Aku ga akan banyak ngomong deh , silahkkan langsung dibaca sajaaaa *bow*

 

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

Title               :         Rainy Night

Author         :         a’dee’cted

Chapter       :         Rainy Night  Part III –end-

Genre            :         YAOI/Conflict

Rate                :         17+

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

☂ Jaejoong’s POV

 

“apa yang akan kau lakukan Jung Yunho?” tanya Ku dalam hati sambil menatapnya dengan penuh ketakutan.

 

“Aku Jung Yunho! Sesungguhnya.. Telah menikah dengan Kim Jaejoong!”

 

DEG~

Apa? Apa yang aku dengar ini adalah benar?? Kenapa? Kenapa dia memberitahukan hal ini kepada semua orang? Bukankah dia yang selama ini bersikeras untuk tetap merahasiakan ini??

 

Aaahh kini semua mata memandang Ku dengan tatapan yang aneh. Aku gemetar, bahkan nyaris terjatuh sebelum sepasang tangan menangkapku.

 

“Cha.. Cha.. Chang..min..” ucapku terbata saat melihat ternyata Changmin lah yang menangkapku. Matanya menatap tajam lurus ke depan, dan dapat langsung ku ketahui siapa yang sedang dia tatap.

 

“Jae, maafkan aku. Mari kita pulang sekarang.”

 

Aku sungguh tak dapat berkata apapun. Aku hanya berusaha untuk berdiri namun nihil. Kakiku sangat lemas.

 

“Apa yang kau lakukan JUNG YUNHO???? Setelah selama ini kau membuatnya menderita untuk tetap menjaga ini semua, dengan mudahnya kau memberitahukan semuanya di depan semua orang!! Kau ini.. ishh Aku akan membawa Jae pergi dari sini, bahkan kalau perlu aku akan membawanya pergi darimu!! Sejauh mungkin!!” Changmin berbicara dengan nada yang tinggi kepada Yunho.

 

Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan? Aku sungguh tak tau apa yang harus kulakukan, aku sungguh bingung. Tuhan bantulah aku, kumohon.. kumohon Tuhan..

 

Tak terasa air mata ku pun jatuh begitu saja. “Changmin bawa aku pergi dari sini. Ku mohon..” ucapku pelan padanya, entah dapat didengar atau tidak. Tapi kurasa dia mendengarnya karna dengan cepat ia membawaku pergi dari tempat itu. Aku hanya dapat melihat sosok Yunho yang hanya terdiam dari tempatnya. Terlihat samar, sangat samar karna air mata ku terus saja mengalir keluar dari mataku ini.

 

“Yunho, kenapa kau melakukan hal ini padaku?” tanyaku dalam hati.

 

–di dalam mobil—

 

“ISH!!! Apa sih maunya si bodoh itu?? Dia terus saja menekanmu untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun tapi tadi dia mengatakan semuanya di hadapan semua orang!! ARGH!!” Changmin terus saja menggerutu sepanjang perjalanan sambil memukul-mukul stir.

 

“Changmin sudahlah, kumohon jangan membahas hal ini terus. Aku lelah dan pusing. Kumohon..”

 

“Maafkan aku Jae, aku sungguh kesal! Maaf” jawabnya sambil terus menyetir dan tak berbicara lagi.

 

☂ Jaejoong’s POV end

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

☂ Yunho’s POV

 

Sudah seminggu sejak kejadian malam itu, aku tak pernah melihatnya di kampus dan tak bisa menghubunginya. Ia pun tidak pulang ke rumah. Ku coba untuk menghubungi Changmin, namun sama saja, nihil. Aku sungguh bingung harus berbuat apa. Aku pun tak tau dimana tempat tinggal Changmin. Semua teman sekelas mereka telah kutanyai, adakah yang tau alamat Changmin, tak ada satupun yang ingin memberitahukan ku. Ah Tuhan, aku sungguh bingung.

 

“Yunho.. ya Yunho-ah!”

 

“o.. Yuchun.. Junsu.. ada apa?” tanyaku setelah mereka berdua duduk di sampingku.

 

“Yunho.. kau sudah tau tantang keberadaan Jaejoong?” tanya Yuchun membuka pembicaraan.

 

Aku hanya menghela napas dan menggeleng pelan. Mereka berdua pun hanya dapat ikut terdiam, tak tau harus berbuat apa.

 

“Aku memang salah. Dari awal seharusnya aku mendengarkan kalian untuk tidak melakukan ini semua. Aku hanya mengikuti emosiku saja. Tanpa berpikir dampak apa yang akan muncul. Aku menyesal. Tapi..”

 

“Yunho, aku tau kau menyesali ini semua. Tapi tak seharusnya kau menelantarkan kuliah dan hidupmu. Kau masih memiliki tanggung jawab lain. Kami akan membantumu sebisa mungkin. Tapi, ayolah hargai hidupmu yang sekarang. Kau harus menjalani ini semua dan mencari jalan keluar yang terbaik dan dengan pikiran yang jernih.” Ucap Junsu memotong bicaraku.

 

Aku hanya tertunduk, dan.. tak terasa air mata pun jatuh. Sesaat ingatan tentang aku dan Jae di Jepang menghampiriku. Membuatku semakin terisak menangis dan merasa sangat bersalah padanya.

 

Saat aku mengucapkan janjiku padanya. Sesaat setelah pernikahan kami berlangsung. Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh orang tua kami dan sahabat-sahabat kami, ya tentu saja Yuchun, Junsu, dan Changmin berada di sana. Saat itu aku sungguh bahagia karna dapat menikah dengan orang yang kucintai. Ya, orang yang ku cintai, Kim Jaejoong.

 

–flashback–

“Yunnie-ah.. berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu mencintaiku saat kau sudah kembali ke Korea nanti.” Ucap Jae manja padaku.

 

“Ne booJae! Aku berjanji padamu bahwa aku akan selalu mencintaimu dan memberikan kabar padamu setiap hari J kau kan bintang terterang ku~” balasku sambil memeluk pinggangnya dan mengecup dahinya.

 

“Ya! Yunnie-ah. Kenapa kau ini? Mereka melihat kita tau!” ucapnya manja dengan wajah yang memerah karena malu aku menciumnya di depan orang.

 

“Memangnya kenapa Jae? Kau ini kan sekarang sudah menjadi istriku. Jadi wajar saja jika aku mencium istriku!” jawab ku dengan sedikit menggodanya. Dia hanya diam dan menundukkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya.

 

“hahahahahahahahaha!”

Semua orangpun tertawa, menghilangkan kekakuan sesaat yang ada di ruangan itu.

 

Satu minggu kemudian aku harus meninggalkan Jepang dan kembali ke Korea karna masa liburan kuliahku sudah selesai. Mau tak mau aku meninggalkan Jae karna ia berkuliah di Jepang.

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

Setelah 2 bulan berlalu, aku mulai tak mengabari Jaejoong dan mengacuhkan pesan serta telpon darinya. Hal ini karena aku bertemu dengan Hyein, mantanku yang sebenarnya masih aku sayangi dan tak ingin aku putuskan saat itu.

 

Ketika Jaejoong memberitahu ku ia akan pindah ke Korea dan kuliah satu kampus denganku, aku menjadi bingung. Aku langsung menghubunginya.

 

“Jae! Kau benar akan pindah ke sini? Jika benar aku ingin kau berjanji padaku. Jangan pernah katakan pada siapapun tentang hubungan kita. Mengerti?”

 

“eh? Kenapa memangnya? Kenapa kau berubah Yun?” tanyanya dengan suara yang terdengar sedikit serak menahan tangis.

 

“Sudahlah! Tak usah banyak tanya. Jika kau memang tetap ingin pindah, turuti semua ucapanku, mengerti? Sudah lah aku sibuk. Supirku yang akan menjemputmu lusa.” Ucapku tanpa memberikannya waktu untuk berbicara dan langsung memutus telponnya.

 

Dan sejak Jae menginjakkan kakinya di Korea, aku melakukan apapun untuk membuatnya tak betah tinggal di sini dan kembali ke Jepang. Dan lambat laun melupakan janjiku padanya karna terlalu senang dapat dekat kembali dengan Hyein.

 

–flashback end–

 

Hhhhhhhhh aku sungguh bodoh. Mencampakkan orang yang mencintaiku dengan tulus hanya untuk mengejar Hyein yang ternyata hanya menjadikanku sebagai pelampiasannya saja.

 

Ya aku memang bodoh!

 

Sesaat setelah Jae membentakku di lapangan basket, aku melihat Hyein sedang bermesraan dengan pria yang tak ku kenal dan belakangan ku ketahui namanya adalah Jiwoon, kekasih Hyein yang selama ini sedang berada di luar kota yang entah untuk apa. Aku menghampiri mereka dan menampar Hyein lalu pergi meninggalkan mereka.

 

Saat itu, barulah aku tersadar bahwa selama ini aku memungkiri perasaanku yang sesungguhnya. Perasaan bahwa hanya Jaejoong lah yang pantas untuk kucintai.

Argh! Aku sungguh telah dibutakan oleh keegoisanku. Tanpa dapat berpikkir

dengan jernih. Aku juga menyesal karna tak mendengar perkataan Yuchun dan Junsu untuk tidak melakukan ini semua. Namun kini semuanya telah terlambat.

 

Akupun menghapus air mata ku dengan tangan dan berdiri “Aku mau pulang dengan berjalan kaki. Kalian pakailah mobilku.” Ucapku pada Yuchun dan Junsu yang hanya terdiam dan akupun pergi meninggalkan mereka setelah memberikan kunci mobilku.

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

Saat berjalan menyusuri jalanan yang mulai gelap, aku melihat toko eskrim dan ada anak kecil yang dengan lahapnya memakan eskrim strawberry. Aku lalu teringat pada Jaejoong karna ia sangat suka sekali dengan eskrim strawberry. Aku berhenti dan memutuskan untuk mencoba menghubunginya, berharap kali ini aku beruntung dan dapat berbicara padanya. Namun semua hanyalah sia-sia, ia tak dapat dihubungi sama sekali.

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

–satu bulan kemudian—

 

Huwaaaaaaaaaahhh aku sungguh bingung harus mencarinya kemana lagi. Hal ini sungguh menguras semua pikiran dan tenagaku.

 

‘tokk..tokk..tokk’

 

“Masuk”

 

“Maaf Tuan, ada tamu untuk anda. Namanya Shim Changmin.”

 

“eh? Nuguya? Changmin?” tanyaku bingung.

 

“Ne Tuan! Ia menunggu anda di ruang tamu”

 

Akupun segera beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju ruang tamu dengan sedikit berlari tentu saja. Aku berharap ia membawa kabar yang baik tentang Jae.

 

“Changmin!” ucapku bersemangat hingga Changmin sedikit terkejut dan bangun dari duduknya.

 

“oh! Yunho hyung aku..”

 

“Duduklah, dulu” ucapku cepat memotong pembicaraannya dan duduk tepat di depannya”

 

“hmm begini, aku ke sini untuk memberikanmu kabar tentang Jaejoong. Tapi sebelumnya, berjanjilah padaku bahwa kau tak akan pernah menyakitinya lagi?!” ucapnya langsung ketika aku telah duduk dan aku langsung mengiyakan ucapannya itu dengan menganggukan kepalaku pelan.

 

Dia terdiam sesaat sebelum membuka pembicaraan.

 

“Aku tau bahwa selama ini kau sudah berusaha untuk mencari kami, ah tidak maksud ku Jaejoong. Aku sengaja menjauh darimu karna ini semua adalah permintaan dari Jae sendiri. Ia tak ingin memberitahukan..”

 

Aku mendengarkan dengan seksama dan tak berkata sepatah katapun, tapi ada apa ini? Kenapa Changmin berhenti dan menundukkan kepalanya, kulihat pundaknya ssedikit bergetar dan tangannya mengusap mukanya pelan lalu melanjutkan kembali pembicaraan yang terhenti tadi.

 

“..Jaejoong, ia sungguh mencintaimu hyung. Bahkan ia rela bertahan tinggal di sini hanya untuk melihat dirimu setiap hari. Merelakan tinggal jauh dari orang tuanya hanya demi ingin tinggal bersamamu, suami yang sangat ia sayangi. Ia tak pernah benar-benar membencimu hyung.. tidak seperti yang ia perlihatkan selama ini.. hhhhhh seminggu setelah kejadian malam itu, Jaejoong jatuh pingsan. Aku yang panik segera membawanya ke rumah sakit dan mencoba untuk menghubungimu, tapi ia malah mencegahku dan tak ingin siapapun tau. Aku menunggu, menunggu dan menunggu, setelah akhirnya dokter keluar aku disuruhnya untuk menunggu hasil cek nya keluar keesokan harinya. Dan ternyata, hhhhhhhhh mian hyung, Jae ia… ia…”

 

Changmin tak dapat membendung tangisnya lagi. Hal ini sungguh membuatku takut dan bingung. Apa yang sebenarnya terjadi pada Jaejoong ku, my booJae. Aku hanya dapat menatap Changmin dengan tatapan kosong dan terdiam di tempatku terduduk.

 

“Jaejoong menderita kanker hati dan ia masih di rawat di rumah sakit hingga saat ini”

 

Apa??? Apa yang kudengar ini adalah benar?? Jaejoong, selama ini ia sakit dan aku tidak mengetahuinya?? Ya Tuhan apa yang telah kulakukan?? Orang yang kucintai selama ini sakit dan aku hanya memperparah keadaannya saja. Ya Tuhan aku sungguh menyesal.

 

Akupun hanya dapat menangis dan menyesali segalanya. Aku sungguh menyesal. Bukan ini yang kuharapkan. Bukan ini Tuhan. Ku mohon maafkanlah aku dan ku mohon berikanlah aku waktu untuk menebus semua kesalahanku pada Jaejoong.

 

☂ Yunho’s POV end

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

☂ Author’s POV

 

–3 bulan kemudian

 

“Jae.. kau masih tak mau berbicara padaku? Ayolah kumohon! Aku sudah meminta maaf padamu bukan? Dan aku juga sudah memenuhi janjiku padamu. Selain itu, aku juga sudah menarik semua kata-kata yang ku ucapkan saat kau akan datang ke sini. Jae kumohon berbicaralah padaku. Minggu depan orang tua kita akan datang ke sini, dan tidak mungkin kita menunjukkan situasi yang seperti ini. Kumohon Jae, kumohoooooooonn”

 

Yunho terus saja merayu Jaejoong untuk berbicara padanya. Karna sejak Yunho merawatnya selama di rumah sakit bahkan saat sudah kembali ke rumah dan kembali melaksanakan perkuliahan, Jaejoong tidak sedikitpun berbicara pada Yunho. Tidak satu katapun persisnya.

 

Hal ini tentu saja membuat Yunho frustasi, ditambah lagi dengan orang tua mereka yang akan datang berkunjung yang memang tak tau apapun tentang yang terjadi sebenarnya karna mereka berdua selalu berbohong dan menutupi segalanya.

 

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

–kantin DongBang—

 

“Jae, tidakkah ini terlalu berlebihan? Sudah 3 bulan kau mendiamkannya seperti ini.” tanya Changmin kepada Jaejoong yang tengah asyik menyantap makan siangnya.

 

“Biarkan saja, dia harus merasakan balasan atas apa yang sudah diperbuatnya.” Jawab Jaejoong santai dan membuat Yuchun seketika menoleh dan menatapnya aneh dan juga bingung.

 

‘cekk..cekk’

 

Semua orang terdiam ketika mendengar suara microphone yang berbunyi, tak terkecuali Jaejoong, Changmin, Yuchun dan Junsu yang sedang makan.

 

“Maaf semuanya. Aku hanya akan mengganggu sebentar..”

 

“AH! Itu suara Yunho! Apa yang..” teriak Junsu ketika menyadari siapa yang sedang berbicara di microphone. Sontak Yuchun langsung menutup mulutnya dengan roti yang besar “diamlah kau Kim Junsu!”

 

“Aku hanya ingin membuktikan sesuatu pada seseorang. Aku ingin mengatakan padanya bahwa aku sangat mencintainya dan sangat menyesal karna selama ini aku hanya menutupi perasaan ini darinya. Kim Jaejoong! Ku mohon, maafkanlah aku. Aku sungguh menyesal. Aku sangat Mencintaimu Kim Jaejoong”

 

Jaejoong yang sendari tadi biasa saja terkejut ketika namanya dengan sangat jelas disebutkan. Ia pun dengan cepat menyadari bahwa seluruh pasang mata yang ada di kantin tersebut tengah menatapnya dan menyorakinya. Ia pun menarik Changmin untuk segera pergi keluar dari sana. Namun ketika ia akan meninggalkan ruangan itu Yunho sudah berada tepat di hadapannya.

 

Dengan sigap Yunho menarik tangan Jaejoong dan membawa pergi dari sana. Hal itu tentu saja membuat muka Jaejoong merah seperti tomat. Yuchun yang melihatnya pun langsung tertawa-tawa kecil dibuatnya.

☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂☂

 

Yunho melajukan mobil menjauhi hiruk-pikuk kota Seoul. Jaejoong yang daritadi diam akhirnya berbicara, “kau mau membawaku kemana?”

 

Hening..

 

Yunho tak menjawab pertanyaan Jaejoong sambil terus melihat lurus ke depan dan tak berhenti melajukan mobilnya hingga haripun beranjak gelap.

 

15 menit kemudian Yunho memarkirkan mobilnya di depan pondok kecil di pinggir pantai dan keluar dari mobil.

 

“Keluarlah Jae, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu” ucap Yunho lembut sambil menyunggingkan senyumnya yang sungguh indah.

 

Jaejoong yang sendari tadi menahan diri untuk tidak luluh atas apa yang dilakukan Yunho akhirnya luluh juga dan mengikuti Yunho berjalan tepat di belakangnya.

 

Sesampainya di dalam pondok, Jaejoong tidak melihat ada yang spesial di sana, hanya ada sebuah meja bundar kecil yang dihiasi oleh miniatur gajah dan lampu meja berwarna biru yang berbentuk rumah. Di ujung ruangan ada TV 14inch yang di depannya diletakkan dua kursi malas lengkap dengan permadani berwarna coklat dan meja kecil yang kosong.

 

“Kenapa ia membawa ku ke sini?” tanya Jaejoong dalam hati.

 

Yunho membuka pintu yang berada di samping kiri TV dan terlihatlah pemandangan pantai yang sangat indah yang langsung menarik perhatian Jaejoong. Ia sangat menyukai pantai di malam hari, yang menurutnya jauh lebih indah dibandingkan dengan melihat sunset.

 

Tanpa Jaejoong sadari, Yunho telah berada di sampingnya “Ayo ikut dengan ku booJae” bisik Yunho di telinga Jaejoong dan dengan lembut menggenggam tangan kirinya lalu mengajaknya keluar menuju pantai.

 

Jaejoong tak menolak dan hanya mengikutinya.

 

Sesampainya di luar, betapa terkejutnya Jaejoong ketika melihat sederetan lilin tersusun dengan rapihnya membentuk bintang di hamparan pasir putih yang lembut.

 

Yunho membawanya ke tengah-tengah bintang tersebut. Tanpa menunggu apapun lagi, Yunho membalikan tubuh Jaejoong sehingga kini mereka berdiri berhadapan.

 

“Kim Jaejoong! Kau tetaplah bintang terterangku. Nomu saranghaeyo” ucap Yunho lembut sambil memluk pinggang rampingnya yang lalu mengecup keningnya pelan.

 

Jaejoong hanya terdiam dan tersipu malu. Karna memang ini lah yang ia inginkan sejak awal ia datang ke Korea.

 

“Aku tau kau akan memaafkan ku Jae” ucap Yunho seakan tau apa yang sedang dipikirkan oleh pria yang sangat dicintainya itu.

 

Rintik hujan mulai turun.

 

“Yun.. aku juga sangat mencintaimu” ucap Jaejoong pelan sambil memeluk leher Yunho dan mengecup bibirnya.

 

Yunho tersenyum lalu mencium bibir indah Jaejoong dengan lembut seakan tak ingin melepasnya membuat Jaejoong semakin erat memeluknya.

 

Malam yang indah, disinari terang bulan dan lilin. Hujan kecil yang turun itupun menambah indahnya malam itu, untuk Jaejoong dan untuk Yunho.

 

“In this rainy night, I’m promise that I will never let you go and make you cry again Kim Jaejoong. Never!”

 

 

 

=============END=============

 

Tadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Huhuhuhuhuhu

Maaf yaaaa klo ceritanya cepet banget berubah n ganyambung di sana-sini, niatnya mau aku bikin sad ending tapii tapiii gategaaa xD

Makasih yaaa udah luangin waktu kalian buat baca FF aku , saran dan kritik are welcome lhoooo (⁀‿⁀)

Don’t forget leave your comment my lovely readers ^ვ^

✌ best regards

-dee

36 thoughts on “Rainy Night – Part III -end-

  1. aaahhh, ternyata suami istri,. kirain pas pertma jaema meninggal tp wiiihh ^^ ahirnya romantis bangeut,. nice banget thor,. ^^

  2. Co cweeeet…..
    Appa romantis bget dah, wkwkwk….
    Kalo appa dah ngegombal, umma pasti luluh…
    Senang.y happy ending….😉
    saengil chukahamnida junchan….
    Jeongmal saranghaeyo ^^

  3. wah..last part..
    c yunho kejam banget ngrahasiain statusnya pernikahannya sama jae,gegara ketemu ma mantan..dasar suami(?) ga bertanggung jawab ma istri(?) -___-” emang enak 3 bulan didiemin..:P
    tadinya aku kira bakal sad ending,jae ngilang2 udah meninggal gtu aja..untugnya happy end..*terharu*

  4. awal yang cekcok, berakhir sama ending yang so sweet >w<"

    ceritanya bagus chingu, ^^b tapi kurang panjang…

    bikin sequel'a dong🙂

  5. akhir ny pndritaan jae brakhir,dsar yunppa pabo..nyadar ny tlat mulu!
    Alur ny emang cpat tp gpp..
    Bkal ad epilog ny ga?

  6. tamat ya ?
    Jujur aja, ff ini bagus. Tpi bbrapa scenenya banyak yg kurang koheren.
    Gimana nsip penyakit jae itu ?, dy sembuh kah ? Atau apa kah ?.
    Banyak part yg gantung di sini, alurny juga msih bisa dibilang trllu cepat.
    krna sjujurny aku gak dpt feel dri ff ini.
    mianhamnida *bow

    Keundae, overall, ff ini bgus, hanya ada bbrpa kkurangan sja😀

    Maaf klo komentar saya sangat mengkritik, saya cma mau mnyalurkan pndapat.

    Mian ya author, keep writing ne.
    Fighting😀

  7. yunjae emang pasangan paling romantissss~~~~~~
    huaaa,,,,love them !! >.<
    ffnya bagus thor, romantis sekaliiii~~~

  8. Oh trnyta hbngan yun n jae tu suami istri to..
    N jnjiny yunpa salut..
    Tp dy mlupakanny..
    Untungny yunpa sdar bhwa hny jaema yg pntas u/ny..

  9. Huaaaa cweett…
    Ai kira sad.. Tp untnglah happy ending..😄
    Suka pas terakhr.a…
    Tp kanker hati umma gmana?? Mudah2n smbuh…
    Hehehee

  10. tuh kan bener suami istri ternyata mereka
    hadooohh
    tapi yunpa jahat juga, nikah sm jaema karna cinta eh selang dua bulan bisa ngelupain jaema gara2 ketemu cewe laen ckckckck
    sakit ati banged tuh pastinya jaema
    tapi untungnya happy end yah ^^

  11. huwaa bikin nyesek
    yunho paboya !
    umma bela-belain datang ke korea,malah di perlakukan gitu sama appa
    ck appa pabo! pabo! pabo!

    tapi untunglah semuanya berakhir dengan indah

  12. Akhirnya happy ending jg.
    Aku mengerti skrg jaln crita ny.
    Itu jae ny sembuh kan dr pnyakit ny?

  13. yes!!!
    akhirny aku jelas juga!!
    happy end ne! !
    huwaaa daebakkk!!!
    waktu bac awalny nyesek bget😦
    itu jae beneran kena kanker ya?:/

  14. Kirain jae meninggal…kasiankan appa sendirian #peluk yunpa #di bunuh jaema

    Happy ending…yeeeaaaa #nari brg yoosu

  15. gyaaa…tebakanku bener..yunjae merit. ..horeeee….#kibar2 boxer junsu#
    tp jongie sakit kanker hati, trs gmn tuh?? penasaran setinggi monas…

  16. ohhh
    ternyata yunjae i2 suami-istri ,,
    aiiiishh
    cman krn cwelain yunho lupaon janju.x ama jae ,,
    tega bgt ,,
    ahhh
    aqr.x happy ending ,,
    yunjae udah baikan lagi ,,

  17. Yun tega sekali sama jae, jae sampe tertekan gitu. Hmm giliran udah sadar cuma buat pelampiasan baru balik ke jae-_-
    Part 3 sedih bikin nangis:'( tapi selama endingnya yunjae bersama aku suka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s