All I Want for Christmas is Only U | @beth91191


All I Want for Christmas is Only U

 

Title        : All I Want for Christmas is Only U

Author   : Beth

Chapter : one shoot

Genre    : Romantic, Yaoi, Sweet

Rate       : PG-13

 

 

(Author pov)

 

Di saat malam natal..

 

Jaejoong duduk terdiam di kamarnya. Selimut tebal menyelimuti tubuhnya. Lampu kamarnya padam. Hanya cahaya dari perapian yang dia nyalakan di depannya dan cahaya dari lampu-lampu pohon natal kecil yang berada tak jauh darinya. Terlihat bola-bola warna-warni berserak di dekatnya. Hiasan santa, hiasan rusa-rusa kecil,hiasan tuan kue jahe, hiasan permen tongkat, bintang, bulu-bulu dan lain sebagainya masih tertata rapi dalam kotaknya. Suara lagu-lagu natal berbisik pelan dari cd-playernya. Mata Jaejoong tampak sayu menatap api-api yang berkobar hangat. Tapi hangatnya api itu sama sekali tak menyentuh hatinya. Hatinya begitu dingin saat ini. Sedingin salju yang sedang turun diluar. Tangannya tengah memegang dua buah kaos kaki merah yang diberi inisial J dan Y dengan sulaman di atasnya. Beberapa kali nafasnya terhembus panjang. Hatinya benar-benar muram di malam natal ini.

 

Tiba-tiba teleponnya berbunyi..

 

Diangkatnya lemah telepon itu..

 

“Yabuseyo..” Ucap Jaejoong lirih.

 

“Jaejoongie..” Terdengar suara dari seberang sana yang seketika membuat Jaejoong sedikit bahagia.

 

“Yunho-ah.. Kukira kau lupa denganku..” Ucapnya.

 

“Mana mungkin aku lupa.. Ini kan malam natal. Marry christmas Boo..” Jawabnya.

 

“Marry christmas..” Sahutnya masih dengan tak bersemangat.

 

“Maafkan aku.. Aku..” Belum sempat Yunho selesai bicara.

 

“Aku tahu.. Tohoshinki ada pekerjaan mengisi acara malam natal live di stasiun TV di Jepang kan? Aku tahu itu. Aku menontonnya barusan. Jadi karena itu kau tak bisa menghabiskan malam natal bersamaku.” Jawab Jaejoong cepat tapi masih dengan nada yang monoton.

 

“Aku benar-benar minta maaf..” Sahut Yunho benar-benar merasa bersalah.

 

“Sudahlah.. Jangan minta maaf terus.. Mau bagaimana lagi..” Sahutnya dengan membuang nafasnya lagi.

 

Beberapa saat Yunho terdiam. Begitu juga dengan Jaejoong. Suasana sedikit beku saat itu.

 

“Kau dengan siapa sekarang?” Tanya Yunho membuka kembali pembicaraan.

 

“Sendiri..” Jawab Jaejoong sambil memainkan-mainkan kaos kaki itu.

 

“Yoochun dan Junsu tidak menghabiskan malam natal bersamamu?” Tanyanya lagi.

 

“Andweyo. Yoochun dan Yoohwan ke Amerika siang tadi.” Jawab Jaejoong.

 

“Junsu??” Tanyanya.

 

“Dia pulang ke rumah umma nya setelah mengantar  soju sore tadi. Dia bilang dia rindu sekali pada keluarganya. Sudah sebulan ini mereka tidak bertemu.” Jawab Jaejoong.

 

“Kau kenapa tidak pulang ke rumah umma saja? Setidaknya kau tidak sendiri. Ada orang tuamu dan kakak-kakakmu disana. Kau bisa menikmati natal yang menyenangkan di rumah.” Tanya Yunho pada kekasihnya itu khawatir.

 

Biasanya setiap malam natal Jaejoong menghabiskan malam bersama dengan Yunho. Mereka selalu menghias pohon natal bersama. Lebih tepatnya Jaejoong bermain-main dengan hiasan-hiasan natal itu dan Yunho-lah yang melakukan semuanya. Jaejoong sama sekali tak pandai menghias pohon natal. Dia memang ahli jika harus membuat makanan tampak indah. Tapi menurutnya, hiasan pohon natalnya sangatlah buruk dan Yunholah penghias pohon natal terbaik yang pernah dia kenal. Mereka juga selalu memasang kaos kaki di perapian. Mendengarkan lagu-lagu natal sambil minum dan bercengkerama. Kadang mereka ikut menyanyikan lirik-lirik lagu natal itu dan bercanda sambil tertawa hingga pergantian hari. Akhirnya merekapun tertidur di depan perapian dengan damainya. Masa-masa itu adalah masa-masa yang tak dapat mereka rasakan pada malam natal kali ini, karena Yunho harus mengisi acara natal di sebuah stasiun TV terkemuka di Jepang. Yunho sempat ingin menolaknya. Tapi apalah daya.. Dia hanya seperti anak kecil yang tak boleh bolos kursus bagi Lee Soo Man. Jika dia bolos, maka tak akan ada uang saku untuk seminggu. Yahh.. Yunho benar-benar berada dalam kuasa pemilik SM entertainment itu.

 

“Besok aku baru kesana. Malam ini aku sedikit tak enak badan.” Ucap Jaejoong bohong.

 

Sesungguhnya bukan tubuhnya yang tak enak badan, tapi hatinyalah yang sedang tak enak. Dia benar-benar sedih malam natal kali ini harus dijalaninya sendiri. Tapi dia juga tak ingin menghabiskan malam natal bersama keluarganya. Dia sedang ingin sendiri. Meratapi nasibnya yang kesepian dan merana karena tak ada Yunho di sampingnya.

 

“Benarkah? Sudah minum obat?” Tanya Yunho kian cemas.

 

“Hmm..” Sahut Jaejoong mengiyakan walaupun sesungguhnya dia belum minum obat.

 

“Kau istirahat saja.. Sekarang juga..” Pinta Yunho.

 

“Baiklah..” Sahut Jaejoong sambil beranjak dari tempatnya duduk dan berpindah ke atas tempat tidur. Digunakannya selimut tebal sambil terus memegang HP di telinganya.

 

“Bagaimana?” Tanya Yunho lagi.

 

“Aku sudah berbaring di atas tempat tidur.” Sahut Jaejoong menuruti kata kekasihnya itu.

 

“Bagus.. Kau harus banyak istirahat. Makan yang teratur. Minum obat. Secepatnya aku akan pulang, setelah semua urusan disini beres tentu aku akan pulang.” Ucap Yunho di seberang sana.

 

“Nae..” Sahut Jaejoong tak bersemangat.

 

“Kau mau oleh-oleh apa? Cincin lagi? Atau pakaian? Atau jam tangan, sepatu?? Ahhh.. Atau mungkin kalung?? Katakan saja. Aku akan membelikannya.” Tanya Yunho terdengar antusias.

 

Tapi tidak dengan Jaejoong. Dia hanya diam seribu bahasa. Dia tak menjawab pertanyaan Yunho barang sepatah-katapun.

 

“Jae..” Panggil Yunho pelan.

 

Tak ada jawaban darinya.

 

“Kau mau apa? Katakan saja..” Tanya Yunho lagi.

 

Tapi Jaejoong masih saja diam dengan indahnya.

 

“Jae…” Panggil Yunho lagi.

 

Namun yang terdengar suara setengah terisak dari bibir Jaejoong.

 

“Kau menangis Jae?” Tanya Yunho kembali khawatir.

 

Jaejoong kembali tak menjawab namun isakannya terdengar lebih keras. Yunhopun yakin bahwa kekasihnya tengah menangis.

 

“Jae.. Mianhe..” Ucap Yunho lirih.

 

Semakin keras isakannya dan semakin membuat Yunho ikut sedih.

 

“Jae.. Aku..” Belum selesai dia bicara..

 

“Aku tidak butuh cincin, aku tidak butuh kalung, aku tidak butuh pakaian, aku tidak butuh jam tangan, aku tidak butuh sepatu. Aku tidak butuh semua ituuuuu… Tak butuh tak butuh tak butuh!!!!!! Apapun itu aku tidak butuh, yang aku butuhkan hanya Jung Yunho, kekasihku, disini, saat ini, malam ini ketika malam natal!!!!!!” Pekiknya sambil terisak-isak.

 

Selama sedetik dua detik Yunho terdiam, terkejut, tak tahu harus berkata apa. Hatinya ikut sedih mendengar tangisan Jaejoong, tapi dia sendiri merasa bingung harus berbuat apa. Dia benar-benar tercekat mendengar kata-kata Jaejoong. Sesak rasa di dada ketika kekasihnya itu memintanya berada di sisinya saat ini.

 

“Jae.. Aku tahu tak seharusnya aku menerima pekerjaan ini. Tapi saat ini aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Yunho lemah.

 

Jaejoong masih tak berkata-kata.

 

“Jae..” Panggil Yunho lagi.

 

“Sudahlah Yun.. Aku lelah.” Ucapnya sambil mematikan telepon begitu saja tanpa memberi kesempatan Yunho berkata lagi.

 

Setelah teleponnya dengan Yunho terputus dia kembali menangis dan kali ini dilampiaskannya tangisan itu sepuas hatinya. Dia ingin sekali marah tapi dia tak bisa begitu saja menyalahkan Yunho. Mungkin lebih tepatnya yang bisa ia salahkan adalah  situasi yang ada saat ini. Malam natal ini sudah terlanjur dia habiskan sendiri tanpa kekasihnya itu. Semarah apapun dia, tak ada gunanya. Hanya tangisan yang keluar dari kedua mata indahnya.

 

Jaejoong terus menangis sepanjang malam,sambil memeluk bantal kesayangannya hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur..

 

 

===Beberapa saat kemudian===

 

(Jaejoong pov)

 

Deng.. Deng..

 

Jam dindingku berdentang dua kali. Ahhh… Sepertinya baru jam dua dini hari. Kenapa aku harus bangun jam segini? Sayup-sayup terdengar suara lagu-lagu dari cd-playerku masih berbunyi.

 

Tapi tunggu-tunggu.. Ini bukan lagu-lagu natal yang aku putar tadi. Ini bukannya lagu-lagu bahasa Jepang?? Apa aku tak salah dengar??

 

Kupertajam pendengaranku. Iya,benar ini adalah lagu-lagu yang ada di sebuah album lagu kompilasi spesial natal dari penyanyi-penyanyi papan atas Jepang. Dan satu hal yang penting, aku tidak memiliki album ini. Apa jangan-jangan..

 

Kubuka mataku perlahan. Kutengok ke sebelahku,tak kudapati apa yang ingin aku lihat. Kukerjap-kerjapkan mataku. Kulihat seluruh ruangan dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seorang namja tengah sibuk menghias pohon natal di bawah sana. Tangan terampil memasang hiasan-hiasan itu. Meliuk-liuk memutari pohon dengan cepatnya. Aku berusaha mendekat sepelan mungkin yang aku bisa agar dia tak menyadarinya. Kulihat dia selesai menghias pohon natal itu dan dinyalakannyalah lampu-lampu yang terpasang itu. Ketika lampu-lampu itu sudah menyala, dengan cepat kupeluk namja itu dari belakang.

 

“Jung Yunho..” Pekikku tak percaya. Ini benar-benar serasa mimpi. Dia tak mengelak. Dia juga tak menolak. Dia justru mempererat pelukanku dengan menarik tanganku untuk melingkar lebih erat.

 

“Jae.. Marry Christmas..” Ucapnya pelan serasa berbisik.

 

“Bukannya kau di Jepang. Kau bilang baru akan pulang besok. Bukannya kau baru saja selesai mengisi acara. Kau bilang kau akan pulang setelah urusan selesai. Bukannya kita baru saja bercakap-cakap di telepon 2 jam yang lalu. Kau kan seharusnya masih di Jepang.. Lalu lalu.. Kenapa kau sekarang sudah berada di sini?? Aku pasti mimpi.. Ya!! Aku pasti mimpi..” Ucapku membabi-buta dan berusaha menahan tangisanku.

 

“Kau tidak bermimpi Jae. Aku memang disini.” Jawabnya pelan.

 

“Tapi bukannya..” Belum selesai aku bicara.

 

“Saat aku meneleponmu. Aku sudah di Narita di dalam pesawat. Begitu tiba di Incheon aku segera kemari. Dan ketika kumasuki kamarmu,kulihat kau sudah tertidur pulas,dan aku tak berani mengganggu tidur cantikmu. Akhirnya kuputuskan menyelesaikan menghias pohon natal ini saja.” Jawabnya sambil mengelus punggung tanganku lembut.

 

“Kenapa tak bangunkan aku saja?? Kau tahu kan aku ingin sekali menghabiskan malam natal bersamamu.. Bagaimana kalau aku tidak terbangun juga dan baru terbangun saat sudah pagi atau mungkin saat kau sudah pergi??” Tanyaku tak terima.

 

“Kau sedang sakit boo.. Bagaimana mungkin aku tega membangunkanmu. Yang jelas saat kan saat kau tidur ada aku di sisimu.” Jawabnya lagi.

 

“Dasar pabo pembohong..” Seruku setengah kesal sambil memukul-mukul dadanya masih dengan memeluknya dari belakang.

 

Ditahannya tanganku agar tak memukulnya lagi. Dipegangnya kedua tanganku dan berputarlah dia sehingga kamipun sekarang berhadapan. Kini bisa kulihat wajah namja tampan yang sangat kucintai ini

 

“Maafkan aku.. Aku tak bermaksud membohongimu. Tak ada dari kata-kataku yang berusaha berbohong.” Ucapnya sambil menatap mataku hangat.

 

“Lalu kenapa kau tak bilang kau sudah di bandara saat itu?” Tanyaku sambil tanpa sengaja mempoutkan bibirku.

 

“Aku hanya belum bilang saja dan kau sudah keburu mematikan telepon.” Sangkalnya dengan tersenyum menjengkelkan padaku.

 

“Dasar curang.. Dasar.. Kau sengaja mengerjaiku ya??” Tanyaku berusaha melepaskan genggaman tangannya.

 

“Andwe.. Aku sengaja memberimu kejutan.” Jawabnya sambil terus berusaha menggenggam tanganku.

 

“Lalu… Kenapa kenapa kau bertanya padaku, aku mau oleh-oleh apa? Memang apa yang bisa kau lakukan, kalau ternyata aku menginginkan sesuatu yang belum kau belikan untukku??? Apa kau akan turun dan membelikannya dulu???” Tanyaku tak terima.

 

“Tentu.. Tak apa-apa aku tunda kepulanganku, asal kau senang.” Jawabnya yang lagi-lagi membuatku jengkel.

 

“Bodoh!! All I want for Christmas is you. Just u. Aku tak peduli dengan yang lain..” Sahutku dengan mata yang terasa mulai berkaca-kaca.

 

Kemudian kurasakan dia memelukku hangat dan erat.

 

“Kau menginginkanku. Aku disini dan inilah kado natal untukmu.” Ucapnya sambil membelai rambutku.

 

Kurasakan air mataku terasa berat untuk tak jatuh. Aku menangis begitu saja dalam dekapannya.

 

“Gomawo Jung Yunho.. Kau memberiku kado natal terindah yang pernah kau berikan. Akan kuambil dan kusimpan kado natal ini, yaitu kau, dengan sebaik-baiknya. Tak akan kubiarkan kado natalku ini hilang dan tak akan kubagi dengan yang lain..” Ucapku sambil menahan isakan tangisku.

 

“Tentu boo.. Tentu.. Nikmatilah kado natalmu ini sendiri dan jagalah baik-baik.” Sahutnya sambil melepas pelukan kami dan menatapku kembali.

 

Dikecupnya dahiku dengan lembutnya. Tiba-tiba kehangatan dari bibirnya merambat ke seluruh tubuhku dan menghangatkan hatiku yang sempat beku tadi. Kembali dipandanginya mataku olehnya. Mata itu benar-benar mata yang sangat aku cintai. Tatapan selalu berhasil membuatku tergetar dan bertekuk lutut pada pemilik mata itu.

 

“Gomawo Jung Yunho.. Kau sudah memberiku kado natal terindah seumur hidupku.” Ucapku.

 

Dia mengangguk pelan sambil berkata.”Saranghae boo..”

 

“Saranghae..” Sahutku

 

Perlahan tapi pasti dikecupnya bibirku hangat. Kupejamkan mataku menikmati ciumannya yang terasa begitu sempurna ini. Bibirnya berusaha menekan bibirku lembut. Kamipun berciuman dengan indahnya.

 

Tak berapa lama kemudian…

 

Pohon natal sudah terhias indah dengan hiasan-hiasan yang terpasang dan lampu-lampu yang menyala-nyala. Kaos kaki merah berinisial Y dan J sudah tergantung rapi di atas perapian. Api perapian masih menyala menghangatkan ruangan kamarku ini. Lagu-lagu natal kompilasi penyanyi Jepang sedang mengalun lembut dari sudut kamarku. Aku tengah menyandar pada dada bidang kekasihku di depan perapian. Tangannya melingkar diperutku tak membiarkan aku pergi. Kubelai-belai tangan indah itu. Begitu indahnya suasana malam natal kali ini. Kami berpelukan seperti itu sepanjang malam, hanya diam tanpa kata dan menikmati keindahan dan kedamaian malam natal. Betapa bahagianya aku,aku bisa menghabiskan malam natal ini bersama dengan seseorang yang sangat kucintai.

 

Gomawo Jung Yunho.. All I want for Christmas is only U..

 

 

END

 

 

Judul terbesit dari lagu Justin Bieber ft. Mariah Carey –  All I Want for Christmas is You, yang dikenalkan oleh temanku yang sangat luar biasa Winona, yang akhirnya mengilhamiku ff manis ini.

Gomawo sudah membaca..

Ditunggu komennya..

 

Marry Christmas reader.. Semoga damai natal bersamamu..

 

Salam Yunjae

 

-Beth-

22 thoughts on “All I Want for Christmas is Only U | @beth91191

  1. walo q bc gg lengkp,,,tp q mudengg*bangga*,,,ahh yun sk amat bwt jeje ngegalau gtuu,,kan kasiann,,,td na mau temenn umma,,,ehh keburu appa datenggg,,,

    nee~slamatt bwt yg merayakannn~~~ ^^

    btw,,ni yunjae pd d mn y??*reader gg aptudet*

  2. merry christmas yunjae, sweet story.
    chingu aku udah join di grup dan kirim emailnya, mohon di acc

  3. So sweeet bget…..
    Crita.y bgus banget.
    Akhir.y kado natal yg sgat di inginkan umma terwujud, appa datang ^^
    appa seneng bget godain umma, ckckck…..

  4. wew
    bener” mengharukan
    merry christmas yunjaeee

    hatiku tersentuh membacanya
    pengen nangis rasanya
    TT_TT

  5. so sweet bgt….. ceritany bikin nangis… padahal yunho dah di bandara… wajar sich jae marah, soalny kan pingin malam natal bareng ma yunho…

  6. Aish…Romantis bgt..Yunpa co cwet..
    Sumppah..Demi apapun q suka bgt ma yunjae momentnya..Q terharu..Seneng pkoknya..Jaema kau harus jga kado natalmu dgn baik..

  7. Annyeong authordeul… New member, Lindha imnida. Bangapseumnida😀

    Crita.a keren banget. Aku kasian ama jaema harus ngelewatin natal sendirian. So sweet banget yunpa disini. Walaupun sempat salah paham tapi akhirnya YunJae bisa menghabiskan natal bersama. Good job thor ^^

  8. si appa pabo bikin orang marah aja
    dasar ^^
    coba bilang klo appa udah dalem pesawat and mau berangkat ke korea jaem kan ga bakal marah2 begitu hohoho
    tapi yah namanya jyga surprise hehe

  9. Eh si umma klo ngambek melebihi cewek nih hehehehe
    Ah yunjae emg selalu so sweet, selalu bikin org iri! (~♥o♥)~ ~(♥o♥~)
    Makanya abang yun kpn2 umma diajak aja klo mlm natal ada acara, drpd ngambek kan malah susah nnt ㅋㅋㅋㅋ ~

  10. Dasar appa pabo!! Demen banget godain umma..!!!
    Q sedih banget pas jae Ъ>:/ bisa nglewatin mlm Natal Bersama yunpa…gimana rasanya kesepian itu begitu menyakitkan (╥﹏╥)

    Tapi akhirnya mereka berdua bisa Bersama menghabiskan malam ýanƍ begitu indah

    Cerita ýanƍ bagus banget…touching!! Good job author!!!

  11. nangis aku pas jaema bilang ga mau apa2 selaian yunpa ada bwt dy..,huhuhuh
    kejutan yang sempurnya..
    so sweet bnget si h yunpa j 2mlm dtng k rmhnya jaema..,
    malam natal yang indah

  12. OMG….romantis niaaannn endingnya ….ngebayangin JJ nangis di telepon sambil teriak : aku tidak butuh yang lain selain Jung Yunho kekashku..#ingat potonya jaema lagi pundung di pojokan..#..sempet sedih sih..
    untung yunpa lgsg datang…wwaahh leganya…

  13. Annyeong…. ^^
    Ada org baru disini…dyna imnida😀
    Ceritax jd bkin mikir jaema lg apa ya skg,no update twit smpe skg tuh hihihihi
    Tp btw kok q liat jdwal do dream bintangx tvxq,nah lho
    Udh malem natalan bareng blm sih yunpa jaema *jd penasaran sndri* soalx lupa selisih indo sma korsel brp jam ya kekekekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s