Vicious Jonquil 2 – The Apple of The Eye 2/2 | @beth91191


Anyeonghaseyooooooooo….

Vicious Jonquil 2 sudah ada nihhhh…

Langsung aja baca yaa…

Yuk~

VICIOUS JONQUIL 2 – YUNJAE – 21+

 

Title        : Vicious Jonquil

Author   : Beth

Chapter : one shoot PART 2

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

 

[Author pov]

Semantara itu..

Di tempat lain..

Terlihat berpuluh-puluh orang berjajar rapi dengan kesiagaan paling tinggi. Mereka berjajar berdasarkan kesatuan mereka.

“Kita sudah bahas tentang teknik dan lokasi penangkapan tadi. Sekarang saatnya kita beraksi. Saatnya kita menangkap penjahat yang sudah meresahkan masyarakat di seluruh negara. Bubarkan barisan dan segera menuju kendaraan masing-masing. Bubarrrr jalannn!” seru komandan utama operasi penangkapan Vicious Jonquil.

“Siap!” seru anak buahnya sambil membubarkan barisan dan berlari menuju kendaraan masing-masing.

“Ayo bubar ayo gerak.. Ayo ayo ayo….” seru kepala dari masing-masing kesatuan.

“Kita harus berhasil kali ini. Sulit kita menemukan lokasi tempat Vicious Jonquil berada.” Ucapnya komandan utama pada kepala-kepala dari masing-masing kesatuan.

“Usaha kita berbulan-bulan akan sia-sia saja jika penangkapan ini gagal. Nama dan kredibilitas masing-masing kesatuanpun ikut dipertaruhkan.” Jawab salah seorangnya yang berpakaian militer.

“Tentu saja. Tapi kita semua sudah mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk mempersiapkan hari ini.” Jawab beberapa yang lain.

“Tapi.. sumber yang mengatakan bahwa Vicious Jonquil ada ditempat itu apakah benar?” tanya seorang namja berseragamkan polisi intel.

“Pihak kami sudah berhasil melacak lokasi tempat dia berada dari sinyal handphone yang dia gunakan saat berada di lokasi pencurian ke-tujuh di Manhattan minggu lalu.” Jawab namja berseragamkan FBI.

“Aku sudah tahu kalau hal itu, yang aku tanyakan benarkah itu lokasi tempatnya berada? Sementara kita baru mendapatkan hasil pelacakan itu sore tadi. Dan belum ada yang melihat sosoknya benar berada disana atau tidak. Menurut saya penangkapan ini masih immature. Saya rasa terlalu dini jika kita langsung melakukan penggerebakan besar-besaran seperti ini.” Jawab pemimpin kesatuan kepolisian intel itu.

“Kau meragukan kemampuan kesatuanku?” tanya namja berpakaian FBI itu dengan emosi yang tersulut.

“Aku tak bicara seperti itu, aku hanya merasa kita kurang melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebelum mengerahkan orang sebanyak ini. Seluruh dunia tengah menatap kita saat ini. Seperti yang kita ketahui nama kesatuan kita masing-masing tengah dipertaruhkan.” Jawabnya lagi.

“Kau!!!” seru pemimpin FBI sudah dengan sangat emosi.

“Sudahlah… Kalian tak seharusnya bertengkar seperti ini. Aku sendiri telah menyetujui penangkapan ini. Aku tahu Vicious Jonquil memiliki seribu telinga dan seribu mata, jika kita menunda-nunda penangkapannya, dia akan berhasil melarikan diri.” Ucap komandan utama operasi ini.

“Baik pak!!” seru semuanya bersamaanya.

“Segera kita menuju lokasi..” ucap sang komandan yang melangkah menuju ke kendaraannya diikuti oleh yang lain ke kendaraan mereka masing-masing.

Para FBI, interpol internasional, militer dan kepolisian intel bersiap untuk berangkat ke lokasi penggerebekan. Semua terlihat siap dengan seragam, rompi anti peluru, topi anti peluru, senjata laras panjang berbidikan laser. Mobil-mobil dan truk-truk berlogokan FBI, interpol, kepolisian dan militer melaju berarak-arakan, melesat cepat menuju lokasi. Senjata peluru tumpul, senjata peluru tajam, bom asap, hingga basoka mereka siapkan. Mereka berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk jika terjadi baku tembak dengan pencuri kelas satu yang sudah lebih dari setahun menjadi buronan internasional itu. Ambulan dan paramedis pun sudah bersiap jika sewaktu-waktu ada pihak-pihak yang terluka. Mungkin lebih tepatnya bersiap-siap mengangkut tubuh Vicious Jonquil yang berhasil tertangkap dan memastikan nyawa penjahat itu baik-baik saja, sehingga dia bisa mengembalikan semua The Ruby yang telah dicurinya dan menerima hukuman dari pihak yang berwajib dengan seberat-beratnya. Semua orang ingin penjahat itu tertangkap. Telah cukup rasanya dia melakukan aksi-aksi gilanya, mencuri The Ruby dengan gesit dan kemudian menghilang.

Mobil-mobil terus berjalan hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah belokan.

Namun…

Mereka semua ercekat dalam diam.

Tak ada satupun yang tak terkejut dan ekspresi mereka tiba-tiba berubah kosong.

“Apa ini?”

Tak tampak rumah berdiri di lokasi itu. Hanya terlihat sisa-sisa terbakar disana. Abu-abu, debu-debu, bongkahan-bongkahan arang bertaburan di atas sebuah lahan yang menjadi letak akan diadakan penggerebekan. Api-api kecil masih menyala di sana-sini membakar apapun yang bisa dibakar. Semuanya lenyap.. Terbakar habis dan bersih.. Tak tersisa sedikitpun, hanya hitam, hitam dan hitam  disana-sini.

“SIALLL!!!!” seru sang komandan.

“Maaf pak, sss.. sep..sepppertinya kita terlambat. Vicious Jonquil telah berhasil melarikan diri sebelum kita tiba. Dan yang sangat disayangkan, dia benar-benar sudah membakar habis rumah ini dan menghilangkan semua jejak dan barang bukti yang ada di dalamnya.” Seru anak buahnya takut pada pimpinannya.

Semua orang terlihat sangat terkejut dengan pemandangan yang mereka dapatkan. Lokasi tersebut benarlah letak Vicious Jonquil berada, namun mereka sudah terlambat, benar-benar terlambat. Ekspresi tak menyangka, bingung, stres, tertekan, lelah dan putus asa terlihat dari masing-masing wajah mereka.

“Damn!!! Cepat panggil pemadam kebakaran!! Cepat matikan api yang masih bisa dimatikan!! Cari apapun juga yang terisa. Cepat cari barang bukti dan jejak yang adaa…!!!” serunya gusar.

“Tapi pak, semuanya sudah menjadi abu. Bersih tanpa sisa.” Ucap anak buah itu ketakutan.

“Kau tak dengar kata-kataku?? Cepat temukan apapun yang bisa ditemukan!! Cepat!!! Cepat cepat!!!” seru komandan itu lagi dengan lebih keras.

“Siap pak!” seru anak buah itu diikuti yang lain segera turun ke lokasi puing-puing sisa terbakarnya rumah sasaran mereka.

Terlihat sekali komandan itu tampak sangat marah, begitu juga dengan pemimpin-pemimpin pasukan lain. Mereka benar-benar sudah kecolongan dan terlambat. Semua orang tahu, sia-sia belaka jika ingin mencari sesuatu dari abu-abu sisa pembakaran rumah itu. Tapi semua tampak bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

Sirine pemadam kebakaran meraung-raung. Para petugas pemadam kebakaran sibuk menyemprotkan air yang sebenarnya tak berguna itu. Semua membantu memadamkan api yang tersisa dan mencari apapun yang bisa ditemukan. Para wartawan sibuk meliput kegagalan penangkapan Vicious Jonquil malam ini. Tampak semua wartawan dari seluruh penjuru mengambil gambar, mewawancari pasukan yang bisa diwawancarai, bertanya-tanya mencari berita dan lain sebagainya.

Semuanya benar-benar tampak tak percaya atas kejutan yang diberikan oleh Vicious Jonquil. Semua orang semakin yakin, bahwa Vicious Jonquil tidak pernah main-main. Dia benar-benar penjahat yang luar biasa dan profesional. Penjahat yang disebut-sebut sebagai penjahat angin, yang dapat bergerak dan menghilang secepat angin, tak terlihat, tak tersentuh, tapi sangat bisa dirasakan.

Nama Vicious Jonquil kian terkenal hingga pelosok dunia akibat peristiwa menggemparkan yaitu kegagalan besar seluruh oknum yang terlibat dalam penangkapan itu.

Vicious Jonquil, Vicious Jonquil..

Siapa yang tidak mengenalmu saat ini? Bahkan anak kecil atau orang tak berpendidikanpun tahu siapa kau, apalagi para konglomerat yang takut hartanya akan dicuri oleh sang Pencuri berdarah dingin itu. Kepolisian dan militer seluruh dunia sudah sangat gusar, para konglomerat sudah sangat ketakutan, para masyarakat umum benar-benar terkejut, dan anak-anak banyak yang mengidolakannya. Sosoknya yang kontroversial dan luar biasa, mampu menarik perhatian semua orang untuk menyimak berita tentangnya. Tapi rasanya hingga detik ini tak ada yang tahu siapakah sebenarnya Vicious Jonquil itu?

Siapa dia?

Siapa??

Bagaimana wujudnya?

Bagaimana perangainya?

Apa motifnya?

Tak ada yang tahu.

Tak ada..

Sama sekali tak ada..

-oOo-

 

Di vila kecil milik Jung Yunho..

[Jaejoong pov]

Kami saling berpelukan tanpa menggunakan sehelai benangpun, hanya bed cover yang melindungi tubuh kami dari dinginnya malam. Dipeluknya tubuhku oleh kedua tangannya. Aku merasa tubuhku begitu kecil jika bersamanya. Sepertinya begitu mudah baginya untuk mendekapku. Seakan-akan tangannya memang tercipta untuk medekap tubuhku. Kubenamkan kepala ini ke dalam dadanya. Kunikmati setiap detik yang mampu kuhabiskan selama mungkin dengannya.

“Jae..” panggilnya lembut.

Kupandangai wajah namja yang baru saja menghabiskan malam yang indah bersamaku ini setelah sekian lama aku sempat melupakannya.

“Hmmm?” tanyaku lirih.

“Kau tahu? Sepertinya aku sudah tergila-gila padamu.” Ucapnya yang membuat hatiku entah mengapa begitu senang.

“Benarkah?” tanyaku sambil berusaha menutupi senyumanku.

“Sangat..” sahutnya cepat sambil mempererat pelukannya dan memejamkan matanya sekilas.

Dia terlihat begitu bahagia sekaligus gemas denganku. Mampu kulihat dari caranya menatapku, caranya bicara padaku dan tentu caranya memelukku. Tangan panjangnya seakan benar-benar melindungi tubuhku ini. Tak biarkannya aku merasa kedinginan barang sebentar saja. Aku benar-benar merasa hangat dan terlindungi dalam pelukannya.

Kembali di tatapnya mataku tapi kali ini dengan lebih tajam.

“Maukah kau menjadi kekasih ku?” tanyanya padaku secara tiba-tiba yang membuatku terdiam.

Beberapa saat kupandang balik mata elangnya, kupandang dengan sangat lekat, berusaha kucari jawaban atas pertanyaan itu di dalam matanya, berusaha kumengerti apa yang sebenarnya yang kurasakan padanya, berusaha kupahami perasaannya, namun kemudian kubuang pandanganku ke jendela kamarnya yang masih terbuka lebar. Kulepaskan pelukannya dan bangkitlah aku dari tempat tidur. Tak kupedulikan ekspresi kebingungannya melihat reaksiku. Dengan masih tak menggunakan sehelai benang pun, akupun berjalan menuju jendela kamarnya.  Jendela besar itu terbuka lebar dan mengarah ke perkebunan di belakang rumahnya. Kuberjalan terus hingga tibalah aku di balkonnya. Malam begitu terasa terang. Kuamati langit berhiaskan bulan purnama dan bintang-bintang disekitarnya. Terus kuamati langit yang indah itu dengan hati dan pikiran yang berusaha memahami semuanya. Tiba-tiba kurasakan sepasang tangan menyelimuti tubuh polosku dengan selimut lembut. Kemudian dipeluknya tubuhku oleh si empunya tangan dari balik selimut. Dipeluknya dengan sangat erat dari belakang. Tanpa melihatnya aku sudah yakin siapa yang tengah memelukku saat ini.

“Ada apa Jae? Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku?” tanyanya sambil menempelkan dagunya dibahuku.

Berusaha tanganku melepaskan pelukannya tapi terlalu erat tangannya mengait di pinggangku, hingga akhirnya akupun pasrah membiarkan dia memelukku.

“Jung Yunho..” ucapku lirih.”Aku ini bukan siapa-siapa. Aku ini orang asing bagimu. Kenapa kau bisa memintaku sebagai kekasih mu?” tanyaku padanya.

“Aku tahu hal itu.” jawabnya berbisik di telingaku.

“Dengan kau memintaku sebagai kekasihmu, berarti kau memintaku untuk terikat padamu. Itu bukanlah suatu hal yang main-main..” Ucapku lemah.

“Aku tahu dan aku tak sedang main-main. Aku benar-benar ingin memilikimu seutuhnya Jae.” Jawabnya yakin.

“Tapi..” ucapku terputus.

“Tapi apa??” tanyanya berbisik ditelingaku sambil menggesekan hidungnya di leherku yang menyalurkan kehangatan di seluruh tubuhku.

“Tapi aku ini penjahat Jung Yunho. Aku pencuri. Bahkan aku pernah mencuri darimu. Aku bukan orang baik. Aku selalu dikelilingi bahaya. Kau tahu itu juga kan?” tanyaku lagi.

“Nae, Aku juga tahu hal itu..” jawabnya santai.

“Lalu mengapa kau masih saja mencintai orang sepertiku??” pekikku.

Kudengar dia tak menjawab. Dia hanya terdiam tanpa kata. Aku yakin dia tidak benar-benar mencintaiku. Aku yakin dia tak bisa menjawab pertanyaanku. Mana mungkin seorang Jung Yunho yang agung dan sempurna mencintaiku, penjahat yang telah mencuri darinya, penjahat yang menjadi buron nomer satu di dunia, penjahat yang selalu dikelilingi bahaya.

Kubalikan tubuhku untuk melihat ekspresinya yang tak bisa menjawab pertanyaanku. Ingin kulihat wajahnya yang pasti sedang kebingungan dan salah tingkah. Masih dengan tangannya yang merangkul di pinggangku, kupandangi wajahnya lekat untuk kesekian kalinya. Kulihat dia tengah menatapku juga. Kudapati wajah serius darinya. Sama sekali jauh dari kata bingung atau salah tingkah. Tatapannya begitu yakin dan tajam.

“Kenapa kau diam saja. Aku bertanya padamu Jung Yunho. Mengapa kau mencintaiku?” kuulang pertanyaanku.

“Karena..” ucapnya sedikit terputus, “Karena kau Kim Jaejoong. Hanya itu. Tak kurang dan tak lebih. Aku mencintaimu beserta seluruh hal yang ada dalam dirimu, tanpa terkecuali. Aku benar-benar tergila-gila padamu Kim Jaejoong.” Ucapnya yang membuatku tergetar

“Walau aku penjahat?” tanyaku.

“Ya..” sahutnya cepat.

“Walau aku berbahaya?” tanyaku lagi.

“Ya..” sahutnya.

“Walau aku bisa kapan saja membunuhmu?” tanyaku padanya yang membuat dia mengernyitkan dahinya sesaat.

Tampaknya dia tak menyangka aku akan bertanya hal ini padanya.

“Ya. Tentu saja.” Jawabnya sambil tersenyum dan membelai rambutku. “Kau bahkan sudah berkali-kali membunuhku Kim Jaejoong..” ucapnya yang justru membuatku berbalik mengernyitkan dahiku.

“Kau sudah berkali-kali membunuhku ketika ku menatap matamu, ketika kumendengar suaramu, ketika ku menyentuh kulitmu, ketika kurasakan hembusan nafasmu. Kau sudah berjuta-juta kali membuatku mati. Aku benar-benar cinta mati padamu Kim Jaejoong. Matipun aku rela untukmu.” Jawabnya yang membuatku tertunduk malu.

“Jae..” panggilnya lirh.

Aku masih tertunduk diam.

“Jae..” panggilnya lagi sambil mengangkat daguku untuk melihat wajahku.

“Aku tak tahu apa yang tengah aku rasakan Jung Yunho.” Jawabku yang membuat wajahnya tampak kecewa, “Tapi apapun itu yang pasti aku senang menghabiskan waktu bersamamu. Mungkin aku belum bisa menjawabnya saat ini. Biarkan aku berpikir. Tapi sementara itu, apapun yang terjadi di antara kita, biarkanlah tetap seperti ini. Aku suka seperti ini.” Ucapku sambil mengecup bibirnya cepat.

Awalnya dia sedikit terkejut dengan ciuman tiba-tiba ku, tapi lambat laun,dia membiarkanku mencium bibirnya. Kuciumnya dengan lebih dalam. Kupejamkan mata merasakan kehangatan dari bibirnya. Tanpa sengaja selimut yang aku kenakanpun nyaris terjatuh. Namun ditahannya oleh kedua tangannya selimut itu. Dia tak biarkan aku merasakan kedinginan. Ditariknya tubuhku masuk kembali ke dalam kamar. Hendak kudorongnya lagi tubuhnya ke atas tempat tidur seperti yang tadi aku lakukan, namun kali ini ditahannya aku untuk mendorongnya. Dibaliknya posisi berdiri kami hingga akhirnya akulah yang berdiri di dekat tempat tidur.

“Kali ini tak kubiarkan kau yang melakukannya, Vicious Jonquil..” ucapnya sambil berbisik di telingaku.

Sekilas aku mendengar dia memanggilku dengan nama penjahatku. Terasa sedikit geli ketika dia menyebutkannya seperti itu. Entah kenapa membayangkan pertemuan kami yang tidak wajar ini. Aku ingat pasti malam itu. Malam yang lucu. Bisa-bisanya aku sibuk bermesraan dengan pemilik the Ruby yang aku curi disaat body guardnya tengah berusaha memastikan aku sudah mati apa belum diluar sana. Benar-benar konyol. Aku menahan tawaku agar aku tak merusak suasana yang tengah terjadi di antara kita.

“Ada apa Jae?” tanyanya melihat ekspresiku.

“Aku hanya geli saja mendengarmu memanggilku dengan panggilan Vicious Jonquil di saat seperti ini.” Ucapku sambil tersenyum manja padanya.

Kukalungkan tanganku dilehernya. Kuamati wajah namja tampan di depanku ini.

“Geli?? Itukan memang namamu. Nama yang sangat aku sukai, walau bahkan aku tak tahu apa arti nama Jonquil sendiri.” Ucapnya sambil kembali mengecup bibirku dan mulai menciumi leherku.

“Benarkah kau tak tahu?” tanyaku.

“Nae..” sahutnya masih sibuk menciumi leherku.

“Ahh..” aku mendesah pelan menikmati cumbuannya di leherku.

“Saranghae Jonquil.. Saranghae.. Kau jangan pergi lagi dari sisiku. Tetaplah bersamaku..” ucapnya ditengah mencumbuku.

“Jung Yunhoo.. Ahhh..” desahku untuk kesekian kali.

Kecupannya menyebar semakin ke bawah. Dikecupinya dada dan perutku dengan sangat lembut dan hangat. Membuatku mendesah-desah menikmatinya.

“Kumohon..” ucapnya menyambung kata-katanya sambil setengah melihat ke arahku dan menghentikan kecupannya.

“Puaskan aku, maka aku tak akan pergi.” Ucapku sambil tersenyum genit dan menekan kepalanya untuk melanjutkan kecupannya di dadaku.

“Benarkah?? Baiklah kalau begitu..” ucapnya bahagia.

Tanpa aba-aba diremasnya milikku dengan kerasnya.

“Awwwww… Apa yang kau lakukan Jung Yunho??” pekikku.

“Aku gemas sekali denganmu Jaejoongie..” ucapnya sambil mencubit kedua pipiku.

“Gemas??” tanyaku.

“Nae.. Kenapa kau bisa begitu menggemaskan seperti..” belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya.

“Sudah.. sudah.. cepat puaskan aku.. Sebelum aku berubah pikiran..” ucapku sambil menarik kepalanya mendekat ke wajahku lagi.

“Arasho…” jawabnya.

Tanpa berpikir lagi, dia mulai mengecup bibirku dengan kuat. Ditekannya di lumatnya habis, seakan-akan bibir ini seperti ceri yang siap untuk disantap. Tangannya mulai sibuk bermain-main di bawah sana pada tubuh bagian bawahku yang memang sudah tidak tertutup lagi sejak ronde pertama yang sudah kita lakukan tadi.

Ahhhhhh..

Ahhhhhhhhhhh…

Ahhhhh…

Akhirnya saat itupun, aku kembali merasakan kenikmatan yang dia berikan padaku melalui kecupan, sentuhan dan belaian hangatnya. Terlalu dini bagiku untuk berkata aku menyukai namja ini. Tapi seperti yang aku katakan tadi, aku tak peduli pada apa yang sebenarnya aku rasakan padanya, yang pasti aku senang bersamanya dan aku senang berhubungan seperti ini dengannya. Biarkan waktu yang menjawab apa kata hatiku yang sebenarnya padanya. Untuk saat ini, aku hanya ingin menikmati malam indah ini bersamanya, berdua, tanpa ada hal lain yang mengganggu, kami lakukan hal ini lagi, lagi, lagi dan lagi, sampai rasanya tubuh ini sudah terlalu lelah untuk melakukannya lagi..

Jung Yunho..

Ahhh…

Jung Yunho..

Kau benar-benar luar biasa..

-oOo-

 

Keesokan harinya..

[Yunho pov]

Sinar matahari menyusup dari balik jendela dengan hangatnya menyinari wajahku. Sudah pagi kah? Kenapa waktu berjalan dengan cepat?

“Jae..” ucapku memanggil namja cantik yang baru saja menghabiskan malam yang luar biasa denganku.

“Jae..” panggilku lagi dengan masih malas membuka mata.

“Jae.. Jaejoongie..” panggilku lagi.

Kuraba-raba bantal yang ada di sebelahku. Kuraba ke atas dan ke bawah. Tak kudapati apa-apa disana. Dimana dia??

Dengan berat kupaksa mataku untuk terbuka.

Benar ternyata, dia tak ada di sebelahku saat ini. Dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap mengumpulan kesadaran, kulihat ke seluruh penjuru ruangan. Tak kudapati sosoknya yang kucari-cari.

Kubangkit dengan tergesa-gesa. Dengan cepat aku berdiri dan meraih bathrobeku. Kukenakan bathrobe itu sekenanya dan melangkahlah aku ke kamar mandi yang ada di dalam kamar. Tak kutemukan sosoknya disana. Kuberjalan keluar. Kulihat ke ruang tamuku, tak ada juga dia disana. Kucari dia di dapur dan ruang tengah, tapi sama sekali tak ada. Rumah villa ini begitu kecil, seluruh pelosok rumah bisa terlihat jelas dari tempat aku berdiri, tapi tak ada sama sekali dirinya sejauh mataku memandang. Kemana dia?? Pergikah dia??

Kuraih telepon yang menggantung di dinding. Kutekan tombol cepat dan tersambunglah aku ke ahjushi penjaga vila ku yang tengah berada di rumah sebelah.

“Yabuseyo..” ucap ahjushi dari rumah sebelah.

“Dimana dia ahjushi??” tanyaku tanpa basa basi.

“Maksud Anda namja yang semalam?” tanyanya.

Jujur saat ini aku sudah sangat-sangat khawatir. Aku takut terjadi apa-apa padanya ketika aku tidur. Aku benar-benar tak ingin hal buruk terjadi padanya. Jika sampai memang ada hal buruk yang telah terjadi, aku pasti akan sangat menyesal seumur hidupku. Aku tentu tak akan memaafkan diriku. Apalagi semalam dia baru saja melarikan diri dari penggerebekan besar-besaran yang dilakukan oleh banyak pihak. Aku benar-benar takut dan khawatir.

“Iya.. Dimana dia??” tanyaku kebingungan.

“Tadi pagi-pagi sekali saya lihat dia pergi meninggalkan rumah vila ini. Saya hendak menanyakan kemana dia akan pergi? Kenapa pergi dini hari seperti itu? Saya ingin mencegahnya pergi dan memintanya untuk menunggu sampai Anda terbangun tapi sepertinya saya kalah cepat. Begitu saya keluar ke halaman, dia sudah menghilang. Saya mengikutinya keluar hingga keluar pagar. Tapi sama sekali tak saya temukan jejaknya. Dia menghilang secepat angin. Saya benar-benar mohon maaf Tuan.” Ucapnya yang membuat hatiku seketika sedih.

“Ohh.. Begitu.. Baiklah kalau begitu.” Jawabku lemah dan kembali menggantungkan telepon di dinding.

Dengan langkah gontai aku kembali menuju kamarku. Kuterduduk lemas di pinggir tempat tidurku membelakangi jendela kamarku. Kumenatap lesu ke bayang-bayangku sendiri. Matahari mulai bersinar dengan hangatnya diluar sana, berusaha menghangatkan hatiku yang seketika beku ketika mengetahui kepergiannya yang tiba-tiba. Kenapa dia harus pergi seperti ini? Bagaimana cara agar aku dapat bertemu dengannya? Perlu waktu berbulan-bulan untukku bisa bertemu dengannya lagi. Dan setelah semalam kami bertemu dan menghabiskan waktu indah bersama, kini dia telah pergi kembali.

Fyuhhhhhhh….

Aku menghela nafas panjang.

Terasa berat sekali untuk menyadari kenyataan yang tengah terjadi bahwa dia telah pergi dan tak tahu kapan lagi kami akan bertemu. Bukannya dia berjanji tidak akan pergi lagi dari sisiku? Tapi mengapa sekarang dia pergi? Bahkan tanpa berkata sepatah katapun padaku sebelumnya. Dan aku belum sempat mengembalikan syal miliknya..

Fyuhhhhhhhhhhhhhh…

Tak yakin aku sanggup menjalani hidup tanpanya lagi seperti ini. Seperti ada lubang besar di dalam hatiku ini. Dia telah pergi membawa serta separuh hatiku. Jaejoong… Waeyo kau seperti ini padaku??

Aku terus melamun meratapi nasibku. Namun tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah benda yang sedikit mencolok warnanya. Sebuah kertas bewarna pink terang di atas meja yang berada tak jauh dariku.

Apa itu??

Jangan jangan???

Dengan cepat aku berdiri dan melangkah mengambil kertas tersebut. Sebuah tulisan indah terpampang di atasnya. Ya, itu adalah surat darinya, Kim Jaejoong yang sangat aku sayangi. Kubaca surat itu dengan hati-hati dan teliti. Tak ada satupun kata yang terlewati, kubaca dengan sepenuh hatiku.

 

===THE LETTER===

Dear Jung Yunho :*

 

Selamat pagi tampan? Sudah bangun ya??

 

Cepat mandi.. Kau bau dan kotor sekali.. Siapa yang telah membuatmu begitu kotor seperti ini???

Kalau bertemu dengannya jangan beri ampun yaa.. :p :p

 

Aku yakin kau pasti kebingungan sekali barusan. Lihatlah wajahmu tampak sangat pucat. Kau pasti bingung ketika menyadari aku sudah tak ada di sampingmu ketika kau bangun. Hahaha.. Ekspresi wajahmu pasti lucu sekali.. Sayangnya aku tak bisa melihatnya secara langsung. Aku hanya membayangkannya di sini, di hatiku dan di otakku.

 

Sudahlah.. Tenanglah..

Aku baik-baik saja saat ini. Mungkin aku sedang meneguk secangkir kopi hangat disuatu tempat yang tak perlu kau ketahui. Mungkin aku sedang asyik membaca-baca berita kegagalan penangkapanku semalam di surat kabar – surat kabar. Mungkin juga TV ku sedang menayangkan berita itu juga. Hahaha.. Menyenangkannya sekali melihat orang-orang bodoh itu gagal menangkapku.

 

Jung Yunho-ah, aku benar-benar berterima kasih kau telah mencintaiku. Seperti yang aku katakan semalam, aku belum bisa menjawab pertanyaanmu. Bukan suatu hal yang mudah untuk menjawabnya. Perlu banyak hal yang aku pikirkan dan aku pertimbangkan. Tapi tenanglah, aku janji suatu saat nanti aku akan menjawabnya. Entah kapan, mungkin besok, mungkin seminggu lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin setahun lagi, mungkin seabad lagi. Aku tak bisa memastikan apa dan kapan aku akan menjawab pertanyaanmu itu. Mianhaeyo Jung Yunho..

 

Tapi sekali lagi aku berterima kasih padamu. Kau telah menolongku semalam dan membawaku ke vilamu. Aku juga berterima kasih padamu yang telah memberiku malam yang luar biasa. Jujur, sudah lama rasanya aku tidak merasakan malam seindah itu sejak terakhir kita bertemu saat aku mencuri The Ruby darimu. Ya.. Aku memang hanya melakukan itu bersamamu. Tak banyak waktu untukku memikirkan hal ‘seperti’ itu. Hahaha.. Kau senang kau menjadi satu-satunya pria yang menyentuhku?? Dasar pervert..

 

Mungkin sudah cukup main-mainnya, aku hanya ingin meminta kau benar-benar membuka hati, mata dan pikiranmu, sadarilah siapa aku yang sebenarnya. Aku tak seindah yang kau bayangkan, aku jahat dan buruk. Mungkin aku tak pantas untukku. Jadi janganlah terlalu berharap padaku untuk menjadi kekasihmu. Aku sendiri takut untuk berharap bisa bersanding denganmu. Terlepas entah bagaimana perasaanku padamu, aku bukanlah orang yang baik untukmu. Tapi bagaimanapun juga aku masih ingin bisa bertemu denganmu, walau tidak sebagai kekasihmu, walau entah apa kata hatiku yang sebenarnya, aku tetap ingin kita memiliki hubungan seperti yang saat ini kita jalani. Aku senang seperti ini.😀

 

Satu hal lagi, aku tak sengaja menemukan syal merah mudaku..

Uhhhhhh… dasar pencuri… :@

Aku ambil syalku. Itu adalah syal kesayanganku yang aku cari kemana-mana. Aku membelinya diluar negeri. Aku kira aku sudah menghilangkannya. Ternyata kau yang membawanya. Ckk! Awas kau kalau kita ketemu…!!

 

Lalu.. tentang bagaimana kita bisa bertemu lagi.

Mmmmmmm……

Mungkin lebih cepat dari yang kau bayangkan, kita sudah dapat bertemu lagi. Aku sudah merasa candu menikmati malam bersamamu.. Walau sekali lagi mungkin aku belum tahu apa yang aku rasakan padamu, tapi aku tak mau kehilangan kesempatan menyenangkan ketika bersamamu. Kau tak perlu repot-repot mencariku, biar aku saja yang akan menemuimu. Jadi biarlah angin yang membawaku kepadamu, dan aku akan menagih kata-katamu semalam untuk memuaskanku.. Kau tahu??? aku belum puas tadi semalam..!! Maka dari itu aku tak bisa berjanji untuk tidak pergi.. Karena janjiku adalah ‘aku tidak akan pergi jika kau berhasil memuaskanku’.. :3 Hahahaha..

 

Sekian suratku, sampai jumpa di malam yang indah berikutnya.

Siapkan kemampuanmu yang terhebat untuk memuaskanku. Aku tagih itu.

Arasho Jung Yunho??

Aku serius..

 

 

Big Hug

-VJ-

 

Note : Kalau kau ingin tahu apa arti dari namaku ‘Jonquil’, saat ini keluarlah ke balkon kamarmu dan kau akan menemukan apa sebenarnya arti dari ‘Jonquil’.

 

===END OF THE LETTER===

 

Aku benar-benar tersenyum-senyum membaca surat itu. Memang ada bagian yang sedikit membuatku sedih ketika dia berkata dia belum bisa menjawab pertanyaanku dan tak tahu kapan baru bisa menjawabnya, selain itu aku juga sedikit tergetar ketika dia berkata dia bukanlah seseorang yang baik bagiku. Walaupun begitu aku sama sekali tak peduli pada bagian itu. Aku yakin aku akan memiliki hatinya suatu saat nanti. Aku yakin aku tercipta untunya dan dia tercipta untukku. Aku yakin dia akan jadi milikku seutuhnya. Tapi secara keseluruhan, isi suratnya benar-benar membuatku tersenyum geli dan senang ketika membacanya. Vicious Jonquil Vicious Jonquil.. Ada-ada saja. Dibalik nama besarnya terdapat kelucuan dan kepolosan pada kepribadiannya. Menurutku dia adalah orang yang hangat dan baik. Nama Vicious terlalu jahat dan menyeramkan untuknya yang begitu menggemaskan dan cantik itu. Bagaimana bisa namja kecil cantik itu memilih nama Vicious? Aneh-aneh saja..

Tapi tunggu dulu, benar apa katanya, aku belum tahu sampai detik ini apa arti kata Jonquil. Kenapa dia menggunakan nama itu dibelakang nama seramnya, Vicious?? Kuikuti apa yang dikatakannya di dalam surat. Bangkit dan berjalanlah aku menuju balkon kamarku. Kumelangkah terus melewati pintu dan tibalah aku di balkon kamarku. Sekilas aku berpikir apa yang sebenarnya ingin dia tunjukan? Apa memangnya arti dari Jonquil? Mengapa dia menyuruhku ke balkon ini? Namun tiba-tiba….

“Ya Tuhan…” aku tercekat..

Aku terdiam sesaat, tak tahu harus berkata apa.

…..

…..

….

Benarkah ini…….

Aku terkejut bukan main dengan apa yang aku temukan di sana. Aku benar-benar terkejut. Kugenggam erat surat itu. Kupegang dadaku yang tiba-tiba berdebar-debar..

Ternyataaaa…..

Aku masih tertegun mematung menyadari apa yang aku lihat. Mataku tak berkedip barang sedikitpun..

Aku tahu..

Aku tahu Kim Jaejoong.. Aku tahu…

Aku tahu apa arti Jonquil.. Aku tahu kenapa kau memilih nama itu.. Aku tahu..

Tapi tak menyangka aku..

Benar-benar tak menyangka aku..

Sungguh..

Terbesit sedikitpun tidak dibenakku..

Jonquil memang benar-benar kau..

Ya..

Kau adalah Jonquil, Vicious Jonquil, benar-benar menggambarkan Kim Jaejoong yang indah.

Karena Jonquil adalah….

 

Pic. White Jonquil Flower

Terpampanglah di depanku lautan bunga Jonquil yang begitu indah tumbuh dengan subur sejauh mata memandang. Ternyata selama ini aku begitu dekat dengan sosoknya, Jonquil, bunga indah yang kecil dengan warna putih bersih dibagian luar dan warna kuning terang di bagian dalam. Benar-benar memancarkan dirimu yang dari luar tampak dingin, kecil, indah, putih dan bersih layaknya warna putih, namun di dalamnya memiliki sifat yang hangat, periang dan menarik layaknya warna kuning. Aku tersenyum sambil membayangkan wajahmu. Melihat bunga-bunga Jonquil itu, membuatku menyadari betapa indahnya dirimu. Kau benar-benar manusia terindah yang pernah kutemui.

Aku mencintaimu Vicious Jonquil..

Sangat..

Aku sangat mencintaimu..

Mungkin bukan cinta lebih tepatnya..

Tapi, aku sangat memujamu..

Saranghae.. JONQUIL..

THE END

-oOo-

 

Wahhhhhhh… Jaejoong…. ternyata oh ternyataaa… nama Jonquil yang kau sandang adalah nama bunga yang cantik dan kecil dan harum dan cantik dan cantik dan cantik dan cantikkkkkkk……

Ya Ampyunnnnnnnn… Jaejoong bikin aku gemessssss…….

Hahahaahhahaa… lagi2 belum tamat ni ceritaaa…

Ditunggu komennya yang banyak ya readerdeul… Komenmu penentu Vicious Jonquil3.

Apakah yang terjadi pada Jonquil? Bagaimana nasib Yunho tanpa Jonquil disisinya? Apakah mereka akan bertemu kembal? Bagaimana pertemuan mereka berikutnya? Maukah kalian ceriatnya stop disini aja??

Sebelum digebukin readerdul, kabur dulu ahhhhhhh…. #lariiiiiii…..

Gomawo all..

 

Salam Yunjae!

 

-Beth-

52 thoughts on “Vicious Jonquil 2 – The Apple of The Eye 2/2 | @beth91191

  1. Akhirnya bisa baca ff ini. Walaupun chapter sebelumnya aku g baca, sedikit2 aku tahu dan nyambung ttg ff ini. Hehe.
    Aku tunggu yg ke tiga😀

  2. nama VJ ud pasti bunga cantik n mencerminkan umma bgt..klo ga, mana mungkin bikin yunpa kesemsem setengah mati bgtu..yunpa ga bakal bs nolak pesona jaema…never ever dah.

    waaaaahhhhhhh ga pernah gagal deh chinqu bwt aku terpesona sm ff mu..
    kereeennnn (^^,)b

    Benar2 bikin aq pengen baca lanjutan critanya secepatnya >o<

    Lanjutkaaaan Authorr…
    Semangattttt \\(^.^)//
    I'll be waiting next VJ

  3. Malam yg indah,
    seperti yg uri umpa lakukan, ber nc ria,
    eukyangkyang…..*evil smirk
    ‘aku tdk akan pergi jika kau berhasil memuaskanku’
    genit bget sih umma,
    tp aq suka….😉
    arti dr nama umma emg sesuai n cocok bget ma org.y,
    cantix, cantix, cantik n cuantix…..*ketularan author😛
    dlanjut thor….
    Masih penasaran dg jawabn umma….

  4. yaaaaaa onnie
    sequelnya kok ngegantung lagi
    hiks…
    mau sampe berapa sequel ini

    udah ngapa yunjae jadian aja
    jeje pensiun jadi penjahat
    jadi istri yg baik aja dirumah
    melayani suami

    ini harus ada sequelnya lagi
    harus…
    berniat bikin sequel kan on
    ayolah kutunggu cepat^^

  5. lho?,,lho?,,lho?*clingakclinguksambilgendongjiji*,,,lho ni crita pa??*pabokumat*,,yaiyalahh ndak mudengg,,orang baca”lngsng chap 2b,,mau bc yg a,,ehhh d protek tek tek*getok”kura”yesung*,,,chap 1 na d protek kah??,,
    maap gg bs koment ni ff,,soalna q bcna ngebut*lirik jam*,,cm baca surat umma doang*baca surat umma bkn yadong langsng on*,,, klo da bc compmplete q psti-InsyaAllah- coment,,,,tp tetep ja chap b nya d protek,,,emm,,,chap1ma 2 klo yg b d lewatin apakah ttp nyambung???

    thnx for writing~~

  6. hohoho….jaema udah kecanduan ama yunpa nih
    tpi sikap’a jaema bner” gak jelas dan gak pasti
    yunpa bner” harus bersabar

    w0w~ surat’a jaema panjaaaang amat…..
    kata” na lucu lgi

    o00oo jdi itu too makna dri nama vj
    kereeeeeen…..

  7. Wah..critanya romantic..
    Walau jaejoong dan yunho blm bsa brstu tp mrka ada stu p’rasaan tlus yg mngikat mrka..
    Jd jonquil itu sjenis bngu ya?
    Sweet bnget sich jae pinter nyri nma yg mlambangkan drinya..

  8. . Apa ini author, apa ini ???? #PLAAAK

    . aiiikh dlemmm bngd kta” na, heu, heu, akk bca lncat chap 2😦 chap 1 na kna protect😦

    . huuuee knpa jaema mlah nggln yunppa agy, haduuuh kpan yunjae brsatu ene, ayolah author satuin mereka sekuel, sekuel, sekuel, *plaaak digtng author k’sngai han.

    . bnran dewh bikn pnsrn ene thoor, ayo dunk lnjtan’y, akk ska neyh #plaaak mksa.

    . bnran akk ga mkir klo nma’y jonquiel eto adl bnga yg indah kaia gtu, yaampun… jaema emank bner” indah dewh🙂 .

  9. please update kilat… aku beneran nggak mau kalau ceritanya harus end disini… gila penasaran tingkat akut aku.. pengen tau gimana akhirnya kisah cinta mereka.. o ya thor satu lagi alasan kanapa jae curi ruby2 itu, itu juga hal yang bikin aku penasaran ,, dan semoga segera terjawab…
    please jangan end disini…

  10. menarik bngt nich crtx.akhrx dlnjtn jg,aq sempat khawtr loch kq lma bngt gk lnjtnx tp akhrx trbalaskn jg.chap 3 dtunggu chingu…..semngt yach???;)

  11. hot hot banget,
    yunjae hot banget~

    jebal thor..
    ini dilanjut yak!!
    sampe jj pensiun jd vj, trus beranak cucu dah..
    hahag^^

  12. thor lanjutt thor *penasaran*
    >_____<

    cocoklah JONQUIL artinya bunga yg manis :3
    cocok sama mommy yg manis, :33
    trus nasib mommy ma appa gimana??
    ;______;

  13. huaanyunho dah nyatain cinta ma jae
    taaapiiii,uuuh jae’y lom ngasih jawabn
    ayo donk jdian
    waaaah,arti nama jonquil itu ter’yata bunga yang sangaaaat indaaah
    kereeeen

  14. Akhirny aku dah baca chp 1ny seru !!! Apalagi ad ncnya(plakk) jae itu pnuh teka-teki kalau cinta bilang aja cnta ngk usah ngilang trs gmana ni ff masih ad lanjtiny?

  15. bunga…… Bener kan bunga yg ada di gambar itu….?
    Belum tamat…. Penasaran… Aku kira ini FF bakalan tamat… Di tunggu kelanjutannya…..

  16. Kenapa dri tdi aq mo komnt kok susah yo?? Unn kok yg di sini nc ny di skip sih?? Uh ni ad sequel ny lgi g massa yunjae hubunganny ng gantung??

  17. thooorrr … buat lg yg ke 3 yaaa…
    masih gantung nih hubungannya
    aku jg masih pnsaran ma jae.
    siapa sbnernya dy.
    masih gelap bgt dah… ><

  18. Eotokhae… Jaejong masih menggantungkan jawabannya *eaaa #PLAK!
    Unn ini masih ada lanjutannya kan? Masih dong ? Ya kan lanjut kan? Iya lah pasti lanjut haha *maksatingkatdewazeus
    ga bosen2 deh bacanya dr yg pertama what a beautiful story😀

    haha ganbatte kudasai !!

  19. authorrr…
    lanjutttt…lanjuttt…
    masa sih thor jaema blum puas…??
    ih itu mah jaema mgkin udah puas…
    ato mungkin jaema bakal puas klo ditetot ama yunppa smpe gak bsa jalan….???wkwkwkwk…
    eh beneran thor jaema cma pernah gtuan ama yunppa…
    yeayyy…
    thor cepet di updet lanjutannya…
    ceritanya bagus bget sih…bikin penasaran aja…:D

  20. ah author nya daebak
    keren banget ceritanya
    seru abissssssssssssssss

    penasaran sebenernya pa sih rahasia umma,buat apa dia ngambil the ruby segitu banyaknya?
    ane yakin nih sebenernya umma juga udah cinta sama appa
    cuman dia gka mau ngakuin aja
    #plak sok tau

    penasaran sama lanjutannya
    jangan lama-lama yah author lanjutannya
    plissssss
    #mohon-mohon bareng jiji

  21. errrr ini ga beneran tamat kan yah?? masih ada lanjutannya lagi kan yah???
    oooh harus dong author coz yunjae masih belum bener2 bersatu nih…

    eh gawat jaejoong bisa dilacak dari sinyal handphone??? berarti FBI bisa lebih cepet dong ngelacak jaejoong.. hmmm bener2 gawat.. semoga aja jaejoong bisa terus nyelametin diri
    yah koq jaema nolak yunpa sih.. padahal kan jaema sendiri juga ada rasa sama yunpa😦
    jaema sama pervertnya kayak yunpa >////< udah hot begitu masih bilang belum puas aiguuuuuuu

  22. Yunho said “Kau bahkan sudah berkali-kali membunuhku Kim Jaejoong…”
    so sweet… >///<

    surat jaemom bikin ane senyum2 sendiri, ternyata orang pertama yang menjamah jaemom ntu yundaddy..
    hahahah

    jaemom masih ragu neh, padahal tubuhnya sendiri berhianat, menikmati setiap sentuhan yundaddy, tapi masih kaga mau ngaku cinta…
    keknya ne ff butuh sekuel deh ching,,, ^^

  23. aku baru tahu kalua ada sequelnya lagi.
    kenapa gak sekalian bikin bersambung.
    bener-bener…..
    aku tunggu terusanya

  24. AUTHORR!!! aku datangg,, wkwkkwk xD
    critanya msh lanjut nih kan thor??
    Hyaaaaaaaaa… ><
    aishh,., lanjut lagi ya thorr sampe chapter end
    wkwkkwkwk

  25. yah..yah. .yah…
    jeje pergi mlu ikh, kacian yunppa dtgl truz.

    cpet bkin sekuelny. .
    penasaran nih.

  26. Waaaaaaa…aq lgsung klepek2 bc ni ff…>o<
    aaaaa…vicious jonquil..pas bgt namanya!
    Nama.a kereeeen!
    Lanjut thor!!
    Aaaaa..pngen tau lanjutnyaaaa!

  27. aku terharu atas ke daebak’an sang author’,,,,
    gomawoe telah menyuguhkan cerita indah ini
    #mewek di selangkangan umma#

  28. Kyaa jaeppa …..
    nma mu menunjukkap dirimu …..
    aduh dh g sbr nunggu nech …..
    smoga jaeppa pasti bsa ngambil semua perhiasanna itu …..
    hbs itu nikah dech ma yunppa ….. ㅋㅋㅋㅋㅋ
    윤재 4ever ….. xD

  29. yasalaaaam aku ikutan tercekat dan brdebar2 pas tau arti nama yg sesungguhnya~ -,- hahahaha ayok ketemu lagi dong haha cukup penasaran dan suka bgt sama cerita ini! keren~ :DD

  30. Kereeeen!!! Min Beth emang jagonya bikin epep yunjae!!

    Kirain tuh pasukan mau grebeg villa’a yunpa?! Taunya grebeg rmh’a jae ýanƍ di jpg!!! Syukur deh jae aman Bersama yunpa
    Gila..!! Yunpa bener” pervert ýª …semalam aja mereka NCan berapa x?!..lagi..lagi..dan..lagi..ky Iklan (brapa lapis? Ratusaaaan) ^^»
    Ckckck!!!!

    Nama maupun orangnya 22’a memang cuantiik rruaarrr biasaaa #iri ªⓜª kecantikan’a umma (╥﹏╥)

    Kapan thor umma ngasih jawaban’a?? Jgn lama” ýª ??? Pliiiiiiiiiisssssss #ksh butt Suie wat author elus” yar smgt nulis ^o^

  31. aaa~ perjuangan dah yunpa suka jaema. Semangat2. kekeke
    uwo0o. Jdi itU artinya. Ternyata bunga yg wakilin diri jaema toh. Keren. o,ob

  32. SECEPATNYA HARUS APDET!!! *teriak pake toa*
    Bagus sekali narasinya T____T sangat menggbrkan Kim Jaejoong manusia yg d kutuk menjadi ciptaan terindah T.T
    Kalau spt ini, sepanjang apapun ceritanya aku tdk keberatan=w=b
    Tapi, coba perhatikan, Ada bnyak pengulangan kata yg tdk perlu, spt yang dan -ku (apa lg di chap 1) bagiku itu sdikit mengganggu.
    Baik, cukup sekian. Suka sekali dgn keseluruhan fict ini. Pkknya hrs cepat2 diteruskan!! *maksa ♥
    Wkkk

  33. Ishh..yunho romantis banget sihh :’)
    Keren deh!! Si jae cepetan terima tembakan yunyun..sebelum saya yg ambil #eh #dicakarjaema
    Doyan bener ni jae ngilang aaaa kasian yuno nyaaa..
    *lanjut ke next

  34. surat jaema bikin aku cengar-cengir sendiri..,
    oh ternyata nama VJ ity dri bunga..,
    benern jaema itu emang paling bisa dah..

  35. wah ternyata cantik sekali arti nama jae yah,,bunga yg imut,,
    Aigoo ms jae lom puas ma servisnya yun,,^^

  36. anyeong,aku new reader😀
    baru nemu ni ff ^^,waaa critany bguz meskipun aku blum bc yg sblumny o.O
    tp ntr kalo aku da waktu akn aku baca chap sblumny😉
    wah aku kira VJ.ny yunpa. .eehh trnyta mlah jaema
    kereeen😀

  37. aigooo….ni epep daebak nian…swiiiittt…bahasanya lugas..ga bertele2…
    but…knp joongie ninggalin yunnie??..:’(
    tp nda apa2..ntar mereka ktm lg kn thor??…*lari maraton ke next chap…*

  38. Wahhhhhhhh cantik bnga na (⌒˛⌒) (⌒˛⌒) (⌒˛⌒)
    Jaema msh da niatan bwt nyuri ruby La̶̲̅ğÍ iaaaa (¬_¬˚)
    Yunpa siap2 ngejagain jaema iaaa klo da pa2…
    Lanjutttttt saiiiiiiiiiiii

  39. langsung loncat baca nya agak kurang ngerti akhirnya ngerti juga hehehe *maksudnya?*
    oh jd itu artinya bunga hohoho author kreatif bunga ma omma sama-sama indah hehehe

  40. klo pencurinya mcam jaemma gtu gmna appa gak lengket
    kirain mreka mlah udah pcaran
    aigooo hbis brpa ronde yunjae jdi pngn liat
    joquil tu nma bunga
    wrnanya putih septih kulit umma

  41. Umma bener” licin, dkejar polisi smpe kmna” ttp aja lolos,,
    Smpe” dkejar yunpa-pun jaema jga lolos,,😀 /apaan sih,, plakk~/
    .
    Pnasaran bnget, akhirnya yunjae brstu gk yaa??
    .
    Keep writing author ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s