It’s Christmas and DBSK’s Day! part 1/2


yeeyy~~ merry x’mas all!!

buat yang agama kristiani, udah ke gereja belom?? aku sudah lohh.. hohoho #abaikan

FF ini itu ff yang ditulis di jadwal dengan judul ‘Just Three Months, But..’ tapi aku ganti judulnya soalnya tiba-tiba latar waktu sama alurnya aku ubah ^^

eum.. di ff ini, bayanginnya DBSK masih aktif berlima yaa.. soalnya nanti jadinya ff angst kalo aku bikinnya mereka kayak sekarang -__- #eh?

trus juga menurutku yang part 1 itu agak panjang, jadi persiapkan mental kalian untuk membaca ff panjang bin abal abal ini😀

sudahlah.. gak usah banyak-banyak..

enjoy ^^

Judul    : It’s Christmas dan DBSK’s Day!

Author : sherly

Cast     : DBSK dengan pairing utama Yunjae😀

Rating  : PG

Author POV

Namja cantik itu menatap laptop putih di pangkuannya sambil tersenyum. Tangannya bergerak terus memainkan  tombol-tombol itu dan matanya tidak berhenti menatap layar laptop. Padahal sudah 3 jam ia menikmati dunianya sendiri bersama dengan laptop kesayangannya. Entahlah.

“Hyung~”, teriak seseorang di belakang tubuhnya tapi tidak membuat namja yang dipanggilnya membalikkan badannya, menoleh saja tidak.

“Hyung!”, teriaknya lagi tapi sekarang tangannya memukul bahu namja cantik itu dan akhirnya itu membuahkan hasil. Sekarang namja yang dipanggilnya menoleh dan menatapnya dengan wajah polos.

“hm? Waeyo?”

“aish hyung. Apa kau tidak capek? Sudah 3 jam hyung bermain sendiri dengan laptop hyung.”, tanyanya dengan wajah khawatir.

Namja cantik itu mengerutkan alisnya, “sudah 3 jam? Benarkah? Uwaa.. aku sangat jarang mendapatkan kesempatan bermain laptop selama ini.”, menganggukkan kepalanya puas.

Sekarang namja di depannya yang mengertukan alisnya, “eh? Hyung tidak sadar? Ckckck. Tadi yunho hyung menelpon dan aku bilang hyung masih bermain dengan laptop hyung. Jadi.. yunho hyung menyuruhku untuk menyuruhmu berhenti bermain laptop.”

“sebentar.. tunggu sebentar lagi.”, tolak jaejoong lalu mengalihkan pandangannya kembali pada laptop.

“kau sedang apa sih hyung?”, taya changmin lalu duduk di samping jaejoong dan melihat layar laptop, “eh? Youtube? Untuk apa hyung? Yun.. yunjae moment?”, changmin membaca tulisan di kotak pencarian youtube.

Jaejoong menganggukkan kepalanya, “coba kau lihat comment di video ini.”, menggeser laptopnya agar changmin bisa melihat layarnya lebih  jelas.

“hmm.. ada apa memang hyung? Ini yunjae moment dua hari yang lalu kan?”

“commentnya changmin!”

Changmin memicingkan matanya pada layar laptop.

[kyaa!! Yunjae moment (again)! They’re a perfect couple right??]

[I’ll support them if yunjae is real!]

[yeah~~ I know it! They can’t hide it anymore; even tough it’s in front of the camera]

[I’m surely a yunjae shipper! Wohoo!!

[is it just me or yes they do a lot of yunjae moment in front of the camera this few days.]

[I’m agree! It makes me more believe that they’re real!]

“it makes me more believe that they’re real!”, gumam changmin pelan membaca comment teratas dari video itu.

“changmin-ah!! Mereka semakin yakin kalau yunjae itu real!!”

“lalu kenapa hyung? Kenyataannya memang seperti itu kan?”, tanya changmin polos.

“menurutmu..”, jaejoong menoleh menatap changmin, “itu hal bagus atau hal buruk?”

“hmm..”, Changmin tampak berfikir sebenak, “mungkin berita baik untuk kalian tapi berita buruk untukku.”

“eh? Wae?”, tanya jaejoong heran. Berita buruk untuk changmin? Memang apa pengaruhnya?

“begini hyung..”,changmin menggerakkan badannya sedikit mencari posisi duduk yang pas, “seperti yang kau tau.. eum.. hubungan sesame jenis itu agak.. eum.. ‘aneh’ di pandangan orang-orang.”, changmin berusaha menjelaskan hati-hati agar hyungnya tidak tersinggung dan memelankan suaranya saat mengucapkan kata ‘aneh’.

Jaejoong tersenyum mendengar jawaban changmin, “kalau itu tidak masalah. Aku dan yunnie tidak akan peduli pendapat orang-orang.”

“well eum..”, changmin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, “tapi kurasa itu akan berimbas juga pada DBSK hyung.”

Jaejoong membelakkan matanya. Benar juga! Ia bahkan tidak eprnah berfikir sejauh itu. kalau orang-orang sudah tahu tentang yunjae, kemnungkinan besar itu akan mempengaruhi DBSK juga. Sebuah boyband legendaries dengan sepasang gay, well mungkin dua pasang kalau yoosu juga ketahuan, tidak akan laku di korea.

“tapi sudahlah hyung..”, changmin menepuk pundak hyung tertuanya itu, “itu masih lama. Yang penting nikmati saja saat-saat sekarang.”

Namja cantik itu tersenyum mendengar perkataan magnae itu, setidaknya tu bisa sedikit membuatnya lega.

“hyung, aku mau makan sekarang. Kau sudah memasak?”, tanya changmin tiba-tiba.

“ah aku lupa!”, jaejoong menepuk dahinya sendiri, “aku akan memasak sekarang”, katanya sambil mematikan laptop dan menaruhnya di meja lalu pergi ke dapur.

“cepatlah hyung! Perutku sudah menari sekarang”, teriak changmin dari ruang tengah.

Jaejoong menggelengkan kepalanya. Dasar. Kalau sudah lapar seharusnya langsung saja menelpon delivery kan? itu bisa meringankan pekerjaannya sebagai ‘umma’ atau mungkin baginya ‘PRT’ di dorm ini.

oOo

CKLEK. Pintu dorm terbuka dan beberapa saat kemudian muncul 3 orang yang sedang memijit tengkuk mereka. Hmm.. sepertinya sangat lelah. Terang saja, mereka pergi dari pagi dan baru pulang pukul 8 malam. Tidak terlalu larut sebenarnya, tapi malam sebelumnya mereka hanya tidur 3 jam. Well.. itu konsekuensi menjadi seorang penyanyi terkenal bukan?

“ah. Kalian sudah pulang?”, tanya changmin dan matanya tetap menatap TV di depannya.

“hmm..”, hanya itu yang bisa tiga orang itu ucapkan. Lelahkah? Sangat.

“mana nae jongie?”

“pfhh~”, changmin menahan tawanya saat leader mereka mencari.. siapa tadi? Nae jongie? Jongienya?, “nae jongie? Terserahlah. Dia ada di dapur sekarang.”

Tanpa banyak bicara ia langsung melangkahkan kakinya ke dapur. Melewatkan hari ini tanpa ‘jongienya’ membuat lelah yang dirasakannya semakin terasa.

Ia menghentikan langkahnya saat sudah sampai di pintu dapur. Memperhatikan seseorang yang sedang memasak dengan serius. Sepertinya tidak menyadari kehadirannya.

Setelah beberapa saat puas memandang kekasihnya, ia berjalan mendekatinya lalu memeluknya dari berlakang.

“kau sudah pulang yunnie?”, tanyanya dan menghentikan aktifitas memasaknya.

“eum..”, bergumam tidak jelas, menyandarkan dagunya di bahu jaejoong.

“kau pasti sangat capek eum?”, jaejoong membalikkan badannya, “mandilah dulu lalu kita akan makan bersama.”, menusuk-nusukkan jari telunjukknya di pipi namja di depannya.

Yunho menggembungkan pipinya, “arraso..”, mengecup pipi jaejoong singkat lalu berlalu dari situ. Setidaknya ia sudah menghilangkan ‘sedikit’ rasa kangennya pada jaejoong.

Jaejoong tersenyum dan melanjutkan memasaknya.

oOo

“haahh.. aku sangat kenyang sekarang..”, kata changmin menghempaskan badannya di sofa.

Mereka berlima baru saja selesai makan malam bersama dan yoosu langsung masuk ke kamar mereka, entahlah apa yang mereka lakukan sekarang.Sedangkan yunjae? Setelah mereka selesai membersihkan meja makan, mereka ikut duduk dengan changmin di sofa.

Tangan yunho memeluk pinggang jaejoong dari belakang. Sedangkan tangannya dimainkan oleh jaejoong. bahunya menumpu kepala jaejoong yang sedang bersandar. Tanpa sengaja matanya melihat kalender yang ada di samping TV.

“sekarang sudah 22 Desember.”, katanya entah ditujukan untuk siapa.

“eum.. lalu kenapa yunn??”, tanya jaejoong polos.

“itu artinya.. sebentar lagi natal dan ulang tahun DBSK.”

“ah benar juga!”, sahut changmin tiba-tiba, “apa yang akan kita lakukan waktu natal dan ulang tahun DBSK hyung?”

“seperti biasa. Mungkin akan ada pesta kecil-kecilan.”, jawab yunho singkat.

“hanya itu yunnie?”, jaejoong mengangkat wajahnya dan menatap yunho.

“mungkin pesta meriah kalau semua artis SM datang seperti tahun lalu.”, setelah itu ia mendekatkan mulutnya ke telinga jaejoong dan berbisik, “and of course there’s a special activity for us.”

Perkataan yunho sukses memunculkan semburat merah di wajah jaejoong, “apa yang kau katakan?”

“ehem..”, changmin berdehem membuyarkan percakapan pribadi antara dua hyung tertuanya, “kalau kalian lupa, aku masih dibawah umur.”

“hanya umurmu. Otakmu sudah sepenuhnya tercemar kau tahu?”, ejek jaejoong dan sesaat kemudian ia mendapat tatapan mematikan dari changmin.

“katakan itu pada dirimu sendiri hyung! Kau bahkan otak dan badanmu sudah tercemar.”, balas changmin.

Jaejoong menaikkan kedua bahunya, “kalau kau lupa, aku sudah cukup umur kau tahu?”

Tiba-tiba pintu kamar yoosu terbuka dan keluarlah dua namja lalu ikut duduk di sofa.

“ada apa? Kenapa keluar?”, tanya yunho yang jelas-jelas mengetahui kalau pasangan itu akan langsung masuk kamar dan tidak akan keluar lagi sampai pagi setelah beraktivitas hari itu.

“tadi manager kita menelponku, katanya sebentar lagi ia akan ke sini.”, jawab yoochun yang sekarang ikut menonton TV sedangkan tiga member yang tidak tahu apa-apa memandangnya heran.

“ke sini? Untuk apa? Tumben sekali.”, kata changmin masih belum menghilangkan raut heran di wajahnya.

Yoosu dengan kompak mengangkat bahu mereka.

Yunho melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. 21.30. meskipun tidak ada masalah kaalau manager mereka datang jam segini, tapi tetap saja aneh.

TING TONG! Suara bel berhasil menghilangkan rasa heran mereka untuk sesaat. Junsu langsung berdiri dan membuka pintu melihat siapa yang datang yang tak lain dan tak bukan adalah manager mereka.

“hyung sudah datang? Masuk hyung.”, kata junsu lalu memiringkan badannya agar managernya bisa masuk.

Mata junsu terbuka lebar saat melihat ada seorang namja yang sedang berdiri di belakang managernya. Bukan. Bukan hantu atau siapa. Tapi ia adalah..

“junsu-ah, ayo sapa Soo Man-ssi.”, kata managernya.

Dengan agak ragu junsu membungkukkan badannya, “annyeonghaseyo, Songsaengnim.”

“ne. annyeong junsu-ssi. Ada beberapa hal yang harus dibicarakan. Kuharap ini tidak mengganggu malam kalian.”, jawab Lee Soo Man.

Junsu menggelengakn kepalanya cepat-cepat, “aniyo aniyo. Sama sekali tidak mengganggu. Silahkan masuk.”

Lee Soo Man berjalan masuk di depan, diikuti manager mereka lalu Junsu. Kehadiran dua orang penting di dalam dorm mereka membuat member lain yang sedang bersantai buru-buru berdiri dari tempat duduknya masing-masing dan menyapa mereka.

“ne. maaf mengganggu malam-malam begini. Tapi ada hal penting yang harus dibicarakan.”, kata Lee Soo Man lalu dengan santai duduk di sofa. DBSK dan manager mereka juga turut duduk di sofa yang berlawanan.

“ne songsaenim? Hal penting apa?”, tanya yunho. Sebagai seorang leader, ia merasa harus memimpin member yang lainnya.

“ehm.. begini yunho-ssi..”, Soo Man membenarkan duduknya, “dan jaejoong-ssi.”, nama kedua yang diucapkan Lee Soo Man sontak mengagetkan orang yang diucapkannya tadi.

“aku? Waeyo?”, tanya jaejoong yang masih merasa kaget. Perasaan akhir-akhir ini ia tidak memiliki masalah apapun.

“tentang fanservice yunjae couple.. kurasa kalian sudah agak berlebihan.”

Jangan ditanya kagetnya yunho dan jaejoong saat ini. Yahh.. fanservice. Tapi sebenarnya itu sudah berubah menjadi yunjae couple yang sesungguhnya.

“berlebihan?”, sekarang junsu yang bertanya melihat yunjae hanya diam dan membisu.

“ne. berlebihan.”, soo man menyandarkan tubuhnya di sofa, “sekarang malah banyak yang mengira yunjae couple itu real karena banyaknya yunjae moment yang kalian berikan pada mereka. Sangat konyol bukan?”

Yunjae tetap diam. Konyol? Terserah. Tapi mereka sungguh-sungguh dalam hubungan ini.

“lalu..”, kata yunho akhirnya, “apakah kami harus mengurangi fanservice kami?”

“tidak. tidak perlu.”, jawaban soo man membuat lega semua member DBSK dan managernya, “sebaiknya kalian terpisah saja.”

“MWO?!”, teriak DBSK bebarengan. Pisah? Berpisah? Yunjae? WTH dengan hari ini.

“eum maafkan aku menyela,”, manager DBSK yang sedari tadi diam akhirnya angkat suara, “tapi fanservice itu membuat semakin fans DBSK bertambah. Kurasa kita tidak perlu memisahkan mereka.”

YES!, yunjae bersorak dalam hati. Tidak.. apa saja selain harus berpisah.

“kita harus. Apa kata orang kalau ada boyband yang memiliki member gay kan?”, kata-kata soo man tepat mengenai sasaran, “mereka harus bekerja secara terpisah.”

“tapi.. bagaimana dengan yang lainnya?”

“kita ubah mereka menjadi 2 grup. Yunho dengan Changmin lalu Jaejoong Junsu dan Yoochun. HoMin dan JYJ”, jawab soo man enteng sambil melihat mereka satu persatu.

Semua member DBSK dan managernya sangat kaget. Mereka? Berpisah? Bukan hanya masalah yunjae, tapi juga semua member! Mereka sudah terbiasa bersama setiap saat,  bagaimana mungkin bisa berpisah? Aish~ ada apa dengan otak orang tua ini?!

“HoMin akan melakukan aktivitas di korea, sedangkan JYJ di Jepang. Tenang saja, tidak akan lama. Mungkin 3 bulan?”, lanjut Soo Man.

3 bulan tidak lama? Yang benar saja! Berani-beraninya orang ini memisahkan DBSK?!

“ehm.. songsaenim, kurasa tidak perlu. Kami akan mengurangi fanservice kami, tapi tolong jangan pisahkan kami berlima.”, pinta yunho dengan wajah memelas.

Soo man menggeleng tegas,”tidak. rencana akan tetap berjalan seperti itu. untuk JYJ, aku sudah memesan tiket pesawat untuk kalian besok pagi. Dan kalian jangan khawatir, kegiatan kalian di jepang tidak sepadat di Korea karena di Jepang cuacanya sedang tidak mendukung. Kalian mengerti?”, jelasnya panjang lebar.

“ne songsaenim.”, jawab mereka berlima serempak.

“bagus..”, soo man tersenyum lalu bangkit dari kursinya, “kurasa sudah cukup. Dan.. oh! Yunho-ssi, aku harus bicara empat mata dengamu di luar.”, lalu ia pergi ke luar dorm meninggalkan enam orang yang masih tidak terima keputusan yang telah dibuat secara sepihak.

“Hyung! Bagaimana ini?! Kenapa orang tua itu seenaknya saja?!”, protes Junsu pada managernya.

“benar hyung! Seharusnya dia bertanya dulu pada kita!”, sekarang changmin ikut-ikutan protes pada managernya.

“ya! ya! ya! jangan salahkan aku! Dia yang memintaku menemaninya ke sini! Aku tidak tahu apa yang direncanakannya, ternyata ini. Ckckck.”, jawab manager mereka yang tidak terima disalahkan.

“aish hyunh..”, junsu menjambak rambutnya, “bagaimana bisa kita berpisah hyung?! 3 bulan! Waktu yang cukup lama!”

“khh..”, manager DBSK menghempaskan diri bersandar di sofa, “tapi setidaknya hanya yunjae yang berpisah kan? yoosu, kalian tidak berpisah kan?”

Jaejoong melempar bantal pada managernya, “hyung tidak mengerti juga? Itu bukan tentang yunjae atau yoosu hyung! Kita sudah terbiasa melakukan kegiatan sehari-hari bersama!”

“sebentar! Kalau begitu..”, ucap yoochun tiba-tiba, “kita tidak bisa merayakan natal dan hari debut kita bersama?”

Empat member yang lain tersentak, baru menyadari hal itu. ya ampun.. bahkan tidak pernah terlintas dalam benak mereka kalau mereka tidak akan merayakan natal dan hari debut DBSK bersama.

“aish hyung! Kenapa kau mengingatkan kita?”, protes changmin pada yoochun.

“ya Tuhan.. ini lebih buruk dari yang kubayangkan sebelumnya ><”, ucap jaejoong emosi.

“sudahlah boo..”, yunho menenangkan kekasihnya yang sedang emosi sekarang, “ah.. aku harus keluar sekarang.”, katanya singkat, mencium pipi jaejoong lalu berjalan keluar dorm.

“hash!”, umpat jaejoong lalu membenamkan wajahnya ke dalam bantal.

“hyung hyung..”, panggil junsu menepuk pundak jaejoong pelan, “apa hyung tidak apa berpisah dengan yunho hyung?”, wajahnya tampak khawatir, dongsaeng yang sangat baik menurut jaejoong.

“entahlah..”, jaejoong menghirup nafas dalam-dalam.

Untuk apa memecah DBSK kalau masalahnya hanya itu? well.. mungkin ini memang salah jaejoong dan yunho yang tidak dapat menyembunyikan kemesraan mereka seperti yoosu, tapi oh.. ayolah.. awalnya kan orang itu yang meminta mereka melakukan fanservice yunjae couple?!

“tenanglah hyung. Hanya 3 bulan, ka nada kami yang menemani hyung. Tidak seperti yunho hyung yang ditemani oleh changmin. Kasihan sekali.”, kata yoochun yang langsung mendapat lemparan bantal dari changmin tepat di kepalanya.

“aku baik-baik saja. Sudahlah, jangan mencemaskanku. Lebih baik kita menyiapakan beberapa baju kita. Kita akan lama tinggal di Jepang.”, kata jaejoong akhirnya dan berdiri dari tempat duduknya lalu masuk ke kamarnya.

CKLEK. Pintu dorm mereka terbuka dan masuklah yunho yang langsung ikut duduk bersama 4 orang lain yang sedang kalang kabut sekarang.

“apa hyung? Apa yang dia bicarakan denganmu?”, tanya changmin tidak sabaran.

“ah..ani.. dia hanya memberitahuku kalau kalian tidak perlu menyiapkan baju untuk  di Jepang. Semuanya telah disiapkan di Jepang. Jadi kalian hanya perlu bawa diri saja.”, jawabnya namun matanya tampak kosong seolah memikirkan sesuatu.

Changmin yang menyadari itu lantas duduk di sampingnya dan menatap mata hyungnya itu dalam-dalam, “benarkan hanya itu hyung?”

Yunho menoleh kaget ternyata Changmin sudah duduk di sampingnya, “benar.. hanya itu..”, katanya lalu mengalihkan pandangannya lagi.

“terserah hyung.”, changmin ikut memandang lurus ke depan, “tapi mulai sekarang kita akan bekerja hanya berdua hyung. Jadi kurasa kau boleh semuanya padaku. Arraso?”

Yunho terkekeh mendengar perkataan dongsaengnya, sejak kapan magnaenya itu menjadi baik seperti ini?

“jangan bersikap begitu changmin. Aku jadi semakin takut.”, ujar Yunho.

“baiklah. Kurasa kalian harus mengurus ini sendiri kan? aku bisa pulang sekarang.”, kata managernya lalu berjalan keluar dari dorm mereka.

Sekarang tersisa empat orang yang tenggelam dalam pikiran mereka sendiri. Masih memikirkan keputusan sepihak yang baru saja mereka terima dan mau tidak mau harus mereka lakukan. Haah.. tuntutan pekerjaan.

“ah hyung,”, ujar yoochun memecah keheningan, “kau tidak ingin berbicara dengan jaejoong hyung? Kurasa kau harus menenagkannya sekarang.”

Benar juga! Jaejoong! yunho bahkan melupakannya sejenak karena mengingat obrolan singkatnya dengan pemilik SM entertainment barusan. Langsung saja ia masuk ke dalam kamar mereka, yunjae.

Lampu kamar menyala dan TV di dalam kamar juga menyala, tapi saat yunho melihat dari belakang seseorang yang sedang duduk dan membenamkan kepalanya ke dalam lututnya, suasana kamar itu langsung berubah menjadi suram.

Perlahan yunho berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang,”boo.. apa yang sedang kau lakukan?”

Jaejoong mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang, “ah, kau sudah selesai? Apa yang orang itu katakan padamu?”

“heum?”, yunho mengeratkan pelukannya, “dia hanya memberitahuku kalau kalian tidak perlu menyiapkan baju kalian. Semuanya sudah diatur di Jepang.”

“hmm..”, gumam jaejoong pelan lalu bangkit berdiri dan duduk di tempat tidur. Yunho mengikutinya dan ikut duduk di sampingnya.

“apa menurutmu 3 bulan itu waktu yang sebentar?”, tanya jaejoong tiba-tiba.

“tentu saja kalau kita menjalaninya dengan senang.”, jawab yunho sambil menggenggam tangan jaejoong.

Jaejoong tersenyum, “baiklah. Kita pasti bisa menjalaninya kan?”

Yunho terdiam sejenak seakan memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian ia baru menjawab, “kita pasti bisa. Sekarang ayo tidur, besok kalian harus berangkat pagi kan?”

Senyum kecil terbentuk dari bibir tipis jaejoong, “benar juga. Aku harus tidur sekarang.”

Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Melihat yunho yang tidak ikut tidur di sampingnya, jaejoong memanyunkan bibirnya.

“yunnie.. temani aku tidur..”, rengeknya manja.

Sambil tertawa pelan yunho ikut merebahkan tubuhnya di samping jaejoong. Sekarang lengan jaejoong memeluk pinggang yunho dan membenamkan kepalanya di dada bidangnya. Merasakan aroma tubuh yunho yang mungkin tidak akan dapat ia rasakan lagi selama 3 bulan.

Tangan yunho mengelus-elus rambut jaejoong. Saat jaejoong sudah terlelap, yunho mengecup pucuk kepala jaejoong.

“saranghae boo..”

Sebenarnya ia takut memikirkan kondisi jaejoong dan dua member lainnya saat di jepang nanti. Tapi ada yang membuatnya lebih takut, obrolan pribadinya dengan Lee Soo Man beberapa saat yang lalu.

Flashback~

“kita harus melakukan sesuatu lagi agar gossip yunjae itu hilang.”, kata soo man serius.

“maksud songsaenim?”

“kurasa kita harus menyusun scenario.”

Yunho semakin heran dalam benaknya. Apa masih kurang orang ini memisahkannya dengan jaejoongnya?

“kita harus membuat berita kau berpacaran dengan seorang artis.”

DEG! Kaget? Jangan ditanya. Berpacaran dengan seorang artis? Meskipun itu memang hanya pura-pura, tapi bagaimana dengan jaejoongnya?

“haruskah kita melakukan itu songsaenim?”

Lee Soo Man mengangguk tegas, “kita harus melakukan apapun agar gossip yunjae itu benar-benar hilang. Kau mengerti?”

Yunho diam tidak mengucap sepatah kata pun.

“tenang saja. Tidak akan lama. Hanya sampai gossip mu dengan jaejoong hilang.”, lanjut soo man seakan mersakan keraguan salah satu artisnya tersebut.

“siapa?”

“kurasa dengan salah satu member SNSD. Itu juga bisa membantu mendongkrak popularitas mereka.”

Yunho mengambil nafas dalam-dalam, “baiklah songsaenim.”

Soo man tersenyum puas, “bagus. Aku tahu kau adalah anak yang baik. Dan, oh, katakan pada JYJ kalau mereka tidak perlu membawa baju atau yang lainnya. Semuanya sudah kuurus di Jepang.”, katanya seraya menempuk-nepuk pundak yunho lalu pergi dari situ.

End Flasback~

oOo

“changmin! Kalau kau lapar, minta saja pada yunho. Jangan sampai kau kelaparan. Mengerti?”, ucap jaejoong menatap changmin serius.

“iya hyung. Tenang saja.”, jawab changmin sambil cengar-cengir.

Yah.. mereka berlima berada di airport sekarang, menunggu pesawat yang akan mengantar JYJ ke jepang. Untungnya tidak ada fans yang datang karena memang tidak ada yang tahu kalau JYJ akan ke Jepang. Jadwal ini sangat mendadak. Lagipula mereka sedang berada di ruang tunggu VVIP jadi tidak sembarang orang bisa masuk.

“jaejoong, junsu, yoochun!”, teriak managernya dari kejauhan membuat tiga orang yang dipanggilnya tadi menoleh, “pesawat kalian sudah datang! Cepat masuk!”

“ne hyung!”, teriak jaejoong.

Mereka berlima sontak berdiri dan saling berpelukan satu sama lain. Eum.. terutama bagi yunjae. Mereka berpelukan lumayan lama.

“jaga kesehatanmu. Kau ingat itu boo?”, bisik yunho di telinga jaejoong.

“eum. Kau juga yunn.”, balas jaejoong sambil berbisik pula.

Mereka berdua melepaskan pelukan mereka. Yunho mengecup pipi jaejoong lembut.

“nah. Pergilah.”, ucap yunho lalu melepaskan pelukannya.

Jaejoong tersenyum lalu mengambil tas kecilnya, “chunnie, su-ie, ayo jalan.”

Yoochun dan junsu berjalan mengikuti jaejoong di belakangnya. Tangan mereka melambai-lambai pada homin yang juga melambaikan tangan mereka asmpai akhirnya tidak terlihat lagi.

Yunho dan changmin menurunkan tangan mereka. Sebenarnya masih tidak rela melepaskan tiga orang itu pergi. Tapi yasudahlah, toh itu Cuma untuk tiga bulan kan? Pasti mereka bisa bersama lagi.

==

“MWO?!”, teriak changmin kaget mendengar kabar yang baru saja diberitahu oleh partner kerjanya selama tiga bulan ke depan.

“jangan kaget changmin-ah. Aku juga masih bingung sekarang.”, jawab yunho frustasi lalu menyeruput kopi di hadapannya untuk mengurangi pikirannya.

Mereka berdua sekarang sedang makan siang  dengan santai di salah satu restoran dekat dorm mereka. Sesuatu yang jarang mereka lakukan mengingat jadwal gila yang selalu mengatur aktifitas mereka seharian.

“hyung sudah memberitahu jaejoong hyung?”

Yunho menggeleng polos.

“MWO?! KENAPA TIDAK MEMBERITAHUNYA HYUNG?!”, teriak changmin lagi, tidak mengerti jalan pikiran namja yang sedang duduk di depannya sekarang.

“aku pikir itu akan membuatnya tidak focus menjalani aktifitasnya di Jepang. Lagipula cuaca di jepang sedang tidak bagus kan? Bagaimana kalau dia jatuh sakit? Kau tahu sendiri kan ia sangat gampang sakit?”, elak yunho.

“terserah hyung. Tapi kurasa, jaejoong hyung akan lebih sakit lagi kalau mendengar berita ini lewat orang lain, bukan dari hyung sendiri.”

Yunho menghembuskan nafasnya pasrah, “lalu sekarang bagaimana?”

“apa lagi yang harus kukatakan hyung? Nado molla! Eh, dengan siapa kau akan membuat skandal itu?”

Yunho mengankat bahunya, “tidak tahu. Salah satu anggota SNSD. Aku rasa mungkin—“

Kalimat yunho terputus saat ponselnya  berdering. Cepat-cepat ia mengangkatnya saat melihat siapa yang menelpon.

“yeoboseyo songsaenim?”

[ah yunho-ssi, aku sudah memutuskan siapa yang akan pura-pura berpacaran denganmu.]

“ne? nuguya?”

[yoona. Ia sudah kuberitahu tadi dan ia setuju. Nanti malam akan ada acara pemotretan untuk skandal kalian.]

“baiklah songsaenim. Di mana?”

[di taman XXX. Datanglah jam 7 malam. Mengerti?”

“ne songsaenim. Gamsahamnida.”

PIP. Telepon terputus.  Yunho memasukan ponselnya ke dalam saku celana.

“waeyo hyung? Apa yang orang itu katakan lagi padamu?”, tanya changmin penasaran. Ia tidak perlu bertanya siapa yang menelpon hyungnya karena tadi yunho memanggilnya dengan ‘songaenim’

“ia memberitahuku siapa pasanganku untuk skandal ini. Khhh. Seeprti yang sudah kuduga.”

Changmin menunjukkan wajah herannya, “siapa hyung?”

“yoona SNSD.”

“ah!”, changmin menepuk keuda tangannya, “sudah kuduga. Lalu?”

“nanti malam akan ada pemotretan untuk skandal itu. jadi kurasa aku akan pulang malam.”

Changmin manggut-manggut mendengar hyungnya berbicara. Dalam hatinya ia berharap agar hyungnya tidak menjadi santapan jaejoong saat skandal itu akan menyebar.

oOo

Yunho masuk ke dalam dorm dengan wajah lesu. Sudah jam 11 malam. Ia merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya. Masih tidak percaya ia baru saja melakukan pemotretan untuk skandalnya dengan yoona.

Flashback~

“jadi yunho, kau akan duduk di bangku itu dengannya.”, ucap fotografer yang sudah disewa soo man untuk memotret mereka malam ini, “dan jangan lupa, tanganmu harus merangkul pundaknya.”

Yunho dan yoona hanya bisa mengangguk pelan. Langsung saja mereka duduk di bangku taman yang tadi ditunjuk sang stalker sewaan. Tangan yunho memeluk bahu yoona dan kepala yoona disandarkannya pada bahu yunho.

Mereka saling tersenyum dan berakting layaknya seorang kekasih sedang bermesraan yang tidak tahu kalau ada yang memotret mereka dari balik semak-semak. Setelah beberapa menit bertahan dengan posisi seperti itu, fotografer mereka datang menhampiri.

“bagus. Sekarang kalian berjalan menuju dorm SNSD. Dan kau yunho, kau harus merangkul pinggangnya. Untuk yoona, cukup terseyum saja dan sesekali meyentuh wajah yunho. Mengerti?”

Yunho dan yoona mengangguk lagi mendengar arahan sang fotografer. Mereka berjalan menuju dorm SNSD sesuai dengan arahan fotografer tadi.

“sangat bagus. Kalian sangat cocok. Kurasa kalian bisa menjadi pasangan yang sebenarnya tidak hanya berpura-pura.”

Yunho hanya tersenyum kecil sedangkan yoona.. eh? Apa yunho tidak salah lihat? Tadi ia melihat semburat merah di pipinya. Ah sudahlah, mungkin salah lihat. Lagipula ini sudah malam.

“nah untuk yang terakhir.”, ucap fotografer, “kalian harus berciuman.”

“HAH?!”, teriak yunho kaget.

“tidak tidak. Tidak perlu berciuman bibir. Kening, pipi, dan hidung saja cukup.”

Yoona tersenyum senang mendengarnya. Dan yunho masih diam tidak menunjukkan ekspresi apapun.

“sudah, cepat kalian lakukan agar kita cepat selesai. Sudah mulai dingin sekarang.”, ucap fotografer lalu pergi menghilang di balik semak-semak.

Dengan ragu-ragu yunho merangkul pinggang yoona dan mendekatkan badan mereka berdua. Saat yunho akan mencium keningnya, yoona spontan menutup kedua matanya.

“mengapa kau menutup matamu?”, tanya yunho.

“ah..”, yoona membuka matanya kembali, “sepasang kekasih kalau berciuman pasti akan menutup matanya oppa.”

Yunho menggut-manggut, “baiklah.”

Ia mulau memajukan wajahnya lagi dan yoona juga memejamkan kedua matanya lagi. Bibir yunho mulai mencium kening dan pipi yoona. Lalu hidungnya ia sentuhkan pada hidung yeoja di depannya.

“CUT!”, teriak fotografer yang sekarang sudah ada di belakang mereka. Langsung saja yunho melepaskan  pelukannya pada pinggang ramping yoona.

“apakan sudah selesai?”, tanya yunho tanpa basa-basi.

Fotografer itu mengangguk, “ya, kurasa semua foto tadi sudah cukup untuk membuat skandal.”

End Flashback~

Setelah yunho megingat semua kejadian yang barusan dialaminya, ia langsung mengambil ponsel di atas meja yang memang sengaja ia tinggal agar ia tidak tergoda untuk menelpon jaejoong saat acara pemotretan.

Ia menekan beberapa tombol lalu menempelkan ponsel itu di telinganya.

[yeoboseyo?]

“jongie! Apa yang kau lakukan sekarang?”

[aku sedang bersantai dengan yoochun dan su-ie. Kau yunn? Kenapa daritadi aku telepon tidak kau angkat?]

“aku tadi pergi minum dengan teman-temanku dan ponselku lupa kubawa. Mianhae??”

[ne.. ne.. untuk kali ini aku memaafkanmu]

“hehehe. Kau tidak tidur?”

[ah iya.. sebentar lagi aku akan tidur. Aku merasa sangat lelah sekarang.]

“begitukah? Baiklah. Tidurlah sekarang. Saranghae~~”

[ne.. nado saranghae yunnie! Poppo~]

PIP. Setelah mengucapkan kata terakhir, percakapan telepon itu langsung diputus secara sepihak oleh Jaejoong. Heum. Malu mungkin?

Yunho senyum-senyum sendiri membayangkan wajah kekasihnya yang memerah karena malu. Pasti sangat lucu dan cantik kan? Hehehe

“aku mencintaimu boo.. tapi aku juga mencintai DBSK.. kau bisa mengerti aku kan?”

-TBC

13 thoughts on “It’s Christmas and DBSK’s Day! part 1/2

  1. aduhhh,,,bang ssoman,,buru”tobat dehh,,jaga”klo tiba” dkeroyok shipper,,bener”dahh cari matiii,,,

    uhh napa yunnpa gg blg ja??klo gni kan ntar umma salah paham n cr pacar lagii uwowooo*st12 mode:on*,,n ntar maslh tambh runyamm*soktau*

    eon(?)jgn d bikin angst y??*minjemkittyeyesjiji*

  2. Wah daebak daebak..
    Lanjut thor..
    Ga taw harus ngmg apa nih, terlalu banyak imajinasi di kepalaq..wkwkwkk

  3. ah… nyebelin bgt si lee soo man… smpe misahin yunho ma jae pa gi soo man minta yunho bikin skandal ma yoona… ah… bener2 dech… jae, harap sabar ya…

  4. Apa2n tu si tua soo man, seenak.y ja ngatur2 yunjae, minta dbantai nih ><' *emosi mode on
    WTH….cuma pura2 kok da kissu.y,
    gimana ntar kalo umma tau ttg skandal ntu……
    Happy ending kan thor…
    Aq tgu lanjutan.y….
    Hwaiting!

  5. ihs soo man geblek dasar kake tua rese
    ngapain sih dia pake misah2in segala kan anjuran manajer juga bisa dipake
    bilang aja lu pengen dongkrak tu grup 9 cewe iiiissshhhh
    sebel sebel sebel

  6. Nangis kejer sekejer2nya ‎​(-̩̩-̩̩-̩̩-̩̩__-̩̩-̩̩-̩̩-̩̩)
    Soo Man (*,_,)ノ⌒●~ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́.· lembar bom
    Ah gila yah demi menghilangkan yunjae couple sampe segini nya (¯―¯٥)

  7. waahh gla tuuhh c soemantoo… kjamm bgett msahin umma ma apaa..
    mana hrs pra ” pcaraann ma org lainn.. demii semua mkanan yg d makan changmin bneerr” gaaxx reelaaa.. hhuuhhhhh…

  8. Lee soman…dasar tua keriput kurang kerja’an, mang knp kalau yunjae is real kan jadi makin banyak yunjae shippers and makin ngetop dbsk’a, yunjae shippers Ъ>:/ mempermasalahkan kalau dbsk members’a gay

    Yunnie-ah kenapa Kau Ъ>:/ kasih ƭªŮ boojae, kalau Kau di suruh si soman bikin scandal dgn yeoja, kalau taunya boojaemu ngamuk, gaswat!! Bisa perang dunia peryunjae’an ^.^

  9. idih tuh si lee soo man maunya apa sih..,
    yoona jangn ke geeran sma yunpa donk.., bisa kan..
    mudh2n jaema ga salah paham+ngerti sma kondisi mreka skrang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s