It’s Christmas and DBSK’s Day! part 2/2


Judul                         : It’s Christmas and DBSK’s Day!

Author                      : Sherly

Cast                            : DBSK dengan pairing utama yunjae😀

Rating                       : PG

 

 

Jaejoong POV

“hoaahhmm~~”

Kugerakkan badanku sedikit dan mengangkat tanganku ke atas dengan mata yang masih terpejam. Setelah kurasa cukup, mulai kuraba bagian kasur di sebelahku. Mencari seseorang yang pasti akan kulihat pertama kali setiap hari.

Eh? Langsung kubuka mataku lebar-lebar saat tidak menemukan apa yang kucari. Ke mana dia? Apa sudah bangun?

Ahh.. bagaimana bisa aku lupa. Mulai hari ini dan tiga bulan ke depan aku tidak akan bisa melihatnya saat aku membuka mataku setiap pagi. Ck.  Perlahan aku turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Dengan gontai, aku berjalan ke ruang makan. Tampak chunnie yang sedang memegang ipad miliknya dan su-ie memegang ponselnya. Raut wajah mereka terlihat sangat serius.

“hey.. kenapa kalian berdua sangat serius? Apa ada berita baru?”, tanyaku sanai yang langsung membuat mereka sedikit terlonjak dari duduknya.

“a-aniyo.. ehm hyunh, bagaimana kalau hyung mulai memasak sekarang? Kita sudah lapar. Hehehe.”, jawab junsu cepat-cepat.

Kukerutkan alisku. Apa memang ada berita buruk sampai-sampai mereka mengalihkan pertanyaanku? Ya sudahlah. Mungkin memang tidak ada apa-apa.

“arasso..”, kubuka kulkas dan mengambil segelas air putih kemudian meminumnya, “apa yang kalian mau makan pagi ini?”, tanyaku seraya menaruh gelas tadi di atas meja makan lalu beranjak ke dapur.

“apa saja hyung.”, jawab yoochun singkat.

Kubuka kulkas dan melihat bahan-bahan apa saja yang ada. Hmm.. ternyata soo man songsaenim memang benar, ia sudah mempersiapkan semuanya. Bahan-bahan di dalam kulkas ini sangat lengkap. Setelah mengambil bahan-bahan dari dalam kulkas, kuambil pisau untuk memotong daging yang sudah kusiapkan.

PING! *ini ceritanya si jae masih pake BB yaa*

Cepat-cepat aku berlari hendak mengambil ponselku yang tadi malam kuletakkan di meja depan TV.

“HYUNG!”, teriak junsu tiba-tiba, membuatku berhenti berlari dan menatapnya.

“waeyo su-ie?”

“ehmm.. aku saja yang mengambil ponsel hyung.. hyung lanjutkan memasakmu saja.”, kata junsu yang disetujui yoochun dengan anggukan.

Aku mengerutkan alisku, “waeyo? Mungkin saja itu yunnie?”

“tidak hyung! Pasti bukan yunho hyung!”, sahut yoochun tiba-tiba yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya,

Bisa kulihat junsu memanadng yoochun dengan taatpan yang seolah mengatakan apa-yang-baru-saja-kau-katakan?

“darimana kau tahu itu bukan yunnie?”, sekarang kulipat kedua lenganku di depan dada dan mereka berdua hanya diam. Karena mereka tidak juga menjawab, langsung saja aku berjalan untuk mengambil ponselku.

Eh? Ternyata bukan yunnie, melainkan nunaku. Bagaimana yoochun bisa tahu? Keren.

SEETT!

“jaejoong hyung~ aku pinjam ponselmu yaa?”, sahut junsu yang entah sejak kapan berada di belakangku dan barusan mengambil ponsel dari tanganku.

“untuk apa?”

“ehm.. eh? I-itu.. untuk.. eumm..”

Kukerutkan alisku. Ada apa sih dengan mereka berdua?

“kembalikan atau aku tak akan mengampunimu.”

Berhasil! Dengan wajah takut ia memberikan ponselku kembali.

Tanpa basa-basi kubuka BBM dari nunnaku. Kulihat sekilas yoochun dan junsu. Mereka saling berbisik dan sesekali menatapku dengan wajah khawatir. Ada apa sih?”

[jaejoongie~~! Apa kau dan yunho sudah putus? Mengapa kau tidak memberitahuku?]

DEG!

Putus? Sialan. Siapa yang memberitahu berita sampah itu padanya? Cepat-cepat kubalas BBM nunnaku itu.

[putus? Aniyoo~~ siapa yang bilang?]

Beberapa detik kemudian nunnanya sudah membalas lagi.

[benarkah? Tapi bagaimana bisa? Bukannya yunho sudah punya yeoja chingu?]

Hah? Apa katanya? Yeojachingu? Yeoja?

[apa yang kau katakan nunna? Yeojachingu?]

Aku menggigit bibir bawahku. Yunnie-ku punya yeojachingu? Tidak mungkin!

[ahh.. kau belum membaca beritanya eoh? Buka link ini!]

Cepat-cepat kubuka link yang nunnaku berikan. Kurasa mataku sudah sangat besar saat kulihat foto di layar ponselku. Itu kan yunnie dan.. yoona? Yang benar saja. Bagaimana bisa?

Aku menutup mulutku dengan salah satu tanganku yang bebas. Rasa-rasanya kakiku tidak bisa berdiri lagi, terasa lemas.

GREB!

Kulihat yoochun dengan sigap menopang tubuhku sebelum aku jatuh tersungkur di lantai. Dibopongnya tubuhku dan mendudukkanku di sofa sementara mataku masih melihat foto-foto yang terpampang di hadapanku sekarang.

“hyung? Hyung baik-baik saja?”, tanya junsu yang sekarang berlutut di depanku dan menatapku khawatir.

“yunnie.. ba-bagaimana bisa? Di-dia.. ki-kita baru be-berpisah kemarin k-kan?”, ucapku terbata-bata.

Mau tahu yang kurasakan sekarang? Sesak. Sakit. Terutama di bagian dadaku. Yunnie.. bagaimana bisa dia.. aish~

“hubungi yunnie. Aku ingin bicara dengannya. Sekarang.”, perntahku pada mereka berdua.

“t-tapi hyung—“

“CEPAT!”

Cepat-cepat yoochun menekan bebrapa tombol di ponselnya. Jujur aku merasa bersalah karena membentaknya tadi, tapi.. ini harus dijelaskan. Sejelas-jelasnya!

“hyung, tidak diangkat.”

Apa? Tidak diangkat? WTH.

“terserahlah.”, ujarku sebelum masuk kamar mandi dan membersihkan badanku.

Jaejoong POV end

 

Author POV

“Shit! Kenapa bisa ketinggalan?!”

Namja jangkung disebelahnya hanya bisa menatap hyungnya horror. Tidak berani menanggapi apalagi bertanya macam-macam. Bisa-bisa ia jadi menu makan malam hari ini.

“changmin-ah! Apa ponselmu juga tertinggal?”, tanya namja tampan itu memandang changmin dengan wajah yang terlihat.. frustasi?

Changmin menggelengkan kepalanya, “aniyo. Kan tadi pagi manager hyung langsung datang dan menyuruh kita pergi secepatnya. Aku lupa membawa ponselku.”

Orang yang diajak bicara menghempaskan badannya keras di sandaran kursi mobil. Menutup matanya rapat-rapat dan memikirkan jalan keluarnya.

“yunho hyung..”, panggil changmin pelan sambil menggoyangkan tubuh hyungnya pelan dan berhasil membuatnya membuka mata, “sepertinya kita sudah sampai.”

Yunho melihat sekeliling. Mereka berada di depan sebuah gedung dan terlihat banyak mobil wartawan terparkir di depan gedung itu. ia mulai khawatir sekarang. Untuk apa mereka berada di sebuah gedung yang penuh dengan wartawan?

“hyung? Apa yang akan kita lakukan di sini?”, tanya yunho pada orang yang duduk di samping supir yang tidak lain adalah manager mereka.

“eum.. yunho..”, orang itu membalikkan badannya dan menatap yunho dengan wajah bersalah, “ini sepenuhnya adalah kemauan soo man.. jadi aku harap kau tidak—“

“jangan berbelit-belit hyung. Jawab saja dengan singkat.”, potong yunho menatap lurus managernya.

“khh..”, manager mereka menghirup nafas dalam, “kau akan mengadakan konferensi pers tentang kau dan yoona.”

“MWO?!”, pekik yunho dan changmin bebarengan.

“maaf yunho. Ternyata mereka sudah menyebarkan foto kalian berdua di internet kemarin. Karena banyak wartawan yang bertanya-tanya, jadi soo man-ssi memutuskan untuk mengadakan konferensi pers.”

Yunho memandang managernya tidak percaya. bagaimana bisa mereka melakukan itu bahkan sebelum ia memberitahu jongienya?!

TOK! TOK TOK!

Seseorang mengetuk kaca mobil yunho membuat seisi mobil melihat ke arahnya.

“cepat masuk! Wartawan sudah menunggu!”, perintahnya singkat kemudian masuk ke dalam gedung.

“ayo yunho! Mereka sudah menunggu!”, ajak manager mereka lalu keluar dari mobil.

Yunho mengambil nafas kuat-kuat. Mempersiapkan mental untuk apa yang akan terjadi setelah ini.

“fighting hyung!”, changmin mengepalkan kedua tangannya dan tersenyum pada yunho.

Yunho balas tersenyum dan keluar dari mobil mengikuti managernya. Ia hanya berharap junsu dan yoochun dapat menenangkan jaejoong nya saat ini.

oOo

Jaejoong menatap layar TV di kamarnya tidak berkedip. Mungkin bisa dihitung dengan jari hanya berapa kali ia berkedip dalam satu jam ini. Seolah tidak ingin melewatkan sedikitpun tayangan yang sedang ditontonnya.

Tiba-tiba dua orang namja masuk ke kamar jaejoong. namun sepertinya jaejoong tidak sadar saking fokusnya dia pada tayangan yang sedang ditontonnya.

“hyung?”, salah satu dari mereka menepuk pelan pundak jaejoong, “hyung gwaenchana? Kurasa hyung tidak perlu melihat ini.”, ia menunjuk layar laptop putih tersebut.

Khawatir? Tentu saja. Tidak masalah kalau yang dilihat jaejoong adalah spongebob atau semacamnya, tapi masalahnya, yang dilihat jaejoong sekarang adalah tayangan ulang konferensi pers yang sepertinya dilakukan tadi pagi.

“jadi.. apakah dua orang yang ada di dalam foto-foto tersebut benar kalian?”, tanya seorang wartawan.

“ya.. itu memang kami.”, jawab yoona yang tampaknya tenang.

“kapan foto-foto itu diambil?”

“kurasa tadi malam, saat ia mengantarku pulang ke dorm SNSD.”, jawab yoona lagi sambil tersenyum.

“yunho-ssi! Tolong jawab pertayaan terakhir kami!”, teriak seorang wartawan dari barisan belakang.

“ne?”, jawab yunho dengan wajah gugup.

“apa kalian mempunyai hubungan lebih dari teman? Eum.. maksud saya, apakah kalian berdua memang berkencan?”

Hening sejenak. Tidak ada jawaban dari yunho ataupun yoona. Semua wartawan sekarang menatap wajah mereka berdua dengan rasa penasaran.

“ya..”, ucap yunho tiba-tiba, “yes, we are.”

“hehehe. Ini kado natal terbaik karena kita bisa mempublikasikan hubungan kami pada orang banyak.”, kata yoona dengan wajah sumringah.

Sontak suasana heboh terjadi dalam ruangan tersebut.

PIP!

Jaejoong mematikan TVnya dan menatap dua kawannya dengan wajah horror, “dia masih belum menghubungi kalian?”

“belum. Sudahlah hyung, mungkin ada sesuatu yang membuat yunho hyung terpaksa melakukan ini semua.”, ucap namja yang lain, sepertinya mencoba menenangkan jaejoong walaupun sebenarnya ia sendiri tidak tenang.

“setidaknya ia bisa memberitahuku.”, balas jaejoong dingin.

Dua namja yang tadi berniat menenangkannya langsung diam. Mereka juga tidak tahu kenapa leader mereka tidak menghubungi jaejoong dan menjelaskan apa yang terjadi sekarang. Tidak mungkin kan leader mereka itu selingkuh? Apalagi dengan seorang wanita.

Tiba-tiba terdengar lagu ‘Super Girl’ dari ponsel BB yang terlekatk di samping jaejoong. Mereka bertiga melirik siapa yang menelpon dan terpampang nama ‘My Yunniiee~~<3’.

“tidak diangkat hyung?”, tanya yoochun karena melihat jaejoong yang sepertinya tidak berminat menjawab panggilan itu.

“biarkan saja chunnie.”, balas jaejoong singkat masih menatap ponselnya yang bergetar.

Beberapa saat kemudian ponsel itu berhenti berdering karena tidak juga diangkat oleh pemiliknya. Dan hal itu terjadi berkali-kali sampai pada akhirnya ponsel itu berhenti bordering dalam waktu yang cukup lama.

“sudah selesai? Bagus.”, ucap jaejoong kemudian mematikan laptopnya.

Saat jaejoong hendak berdiri dari kursinya, sekarang gentian ponsel yoochun yang bordering. Cepat-cepat pemiliknya mengambil ponselnya dari dalam saku celana. Melihat siapa yang menghubunginya, senyum kecil terbentuk dari bibir tipisnya.

“yunho hyung menelponku.”, kata yoochun membuat jaejoong kembali duduk dan tampak berpikir.

“angkat saja, loudspeaker. Jangan katakana kalau aku ada di sini.”, kata jaejoong akhirnya.

Yoochun dan junsu tersenyum lebar mendengar jawaban hyungnya.

[yeoboseyo?]

“hyung! Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan? Berita itu bohong kan?”

[akan kujelaskan, tapi mana jaejoong?]

“ehm.. jaejoong hyung sedang di kamar seharian ini.”

[kalian tidak ada jadwal?]

“tidak. ah hyung, langsung saja jelaskan apa yang kau lakukan!”

[euhm.. itu.. itu perintah si soo man. Tidak mungkin aku benar-benar mengencani yoona kan?!]

Yoochun dan junsu mengambil nafas lega sedangkan jaejoong masih tetap diam tidak bereaksi.

[yoochun? Kau masih di sana? Bagaimana keadaan jaejoong sekarang?]

“jaejoong hyung? Dia—“

“untuk apa menanyakanku?”, sahut jaejoong tiba-tiba membuat yoochun, junsu, serta orang yang diseberang kaget.

[jongie? Itu kau?]

“…”

[jongie~~ maafkan aku. Aku tidak ada pilihan lain, eum? Ini untuk kebaikan kita semua.]

“kebaikan kita semua? Khh.. darimana kau tahu ini untuk kebaikan kita semua?”

[kau masih tidak percaya? baiklah. Kalau begitu kita bertemu besok, kita bicara empat mata.]

“besok? Bukannya besok natal? kau pasti akan ada kencan dengan YOONAMU itu.”

[ayolah jongie.. jangan seperti ini.. tenanglah sedikit..]

“terserah lakukan saja sesukamu di korea sana.”

PIP. Jaejoong merebut ponsel dari tangan yoochun dan mematikan sambungan telepon itu. yoochun dan junsu hanya berdiri mematung, tidak berani berkata apa-apa melihat situasi hati hyung tertua mereka sedang sangat buruk.

“kalian bisa keluar sekarang? Aku harus tidur sekarang, besok kita ada jadwal.”, ucap jaejoong sebelum naik ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya.

“arraso hyung. Kita keluar dulu, ne?”, kata junsu lembut dan perlahan meninggalkan kamar itu.

Jaejoong membuka matanya yang tadi tertutup, “kita lihat besok jung yunho. Apa kau bisa membuktikan ucapanmu itu.”

oOo

“hyung mau ke jepang besok?”

Yunho mengangguk sambil tetap mengetuk-ngetukan ponselnya ke kaca mobil.

“tapi besok kita masih ada jadwal hyung. Hyung tidak mungkin meninggalkannya begitu saja kan?”, tanya namja jangkung itu cemas membayangkan ia harus menjalani  jadwal sendirian saja.

“tidak. aku akan tetap melakukan jadwal gila itu. tapi malamnya aku akan langsung berangkat ke jepang.”

Changmin manggut-manggut mendengarnya, “lalu kapan hyung kembali?”

“euhm..”, yunho tampak berfikir, ”mungkin besoknya.”

Changmin manggut-manggut lagi kemudian melempar pandangannya ke luar jendela. Tampak beberapa toko pinggir jalan memajang pohon natal dengan hiasan berwarna-warni di depan toko mereka. Seolah berlomba menarik perhatian pengunjung agar masuk ke toko mereka.

“besok sudah natal? Kalau begitu lusa kita ulang tahun.”, gumam changmin spontan.

Yunho yang mendengarnya hanya tersenyum, “kurasa kau harus ikut bersamaku ke jepang besok.”

“aku? Waeyo?”

“kita akan memberi kejutan untuk mereka.”

oOo

“aahhh~~”

Jaejoong, yoochun, dan junsu menghempaskan tubuh mereka ke sofa. Merasa capek setelah menjalankan aktifitas mereka. Mungkin kalau hanya sakit badan tidak masalah. Tapi kali ini mereka juga capek pikiran memikirkan tidak bisa melewatkan malam natal, hari natal, serta hari debut mereka berlima. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi aneh kalau melewatkan natal hanya bertiga.

Satu-satunya nuansa natal apartemen mereka sekarang hanyalah sebuah pohon natal yang berdiri tegak di pojok ruangan. Hiasan-hiasan serta lampu yang berkedap-kedip menambah keindahan pohon natal tersebut. Sayangnya, bukan mereka sendiri yang mengias pohon natal itu. ya.. waktu pertama kali mereka datang ke apartemen ini, pohon natal itu sudah berada di situ.

Jaejoong melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. 23.45. hari natal tahun ini sudah hampir selesai.

“hyung masih berharap dia datang eoh? kangen dengan yunho hyung?”, tanya yoochun usil.

Jaejoong melempar bantal pada muka yoochun, “apa yang kau katakan? Aku hanya ingin melihat apa dia menepati kata-katanya sendiri.”

“baiklah.. baiklah..”, balas yoochun parah.

Junsu mengelus-elus kepala yoochun yang tadi terkena serangan bantal dari jaejoong, “chunnie~~ gwaenchana? Apa sakit?”

“junsu-ah! Jangan berlebihan! Aku haya melemparnya dengan bantal, tidak mungkin sesakit itu!”, teriak jaejoong saat melihat yoosu couple sedang mengumbar kemesraan di depannya. Tak tahukah mereka kalu itu membuat jaejoong merasa.. eum.. iri mungkin?

“ah hyung.. bilang saja kau iri dengan kami, eum??”, goda junsu dengan nada menggoda.

“TIDAAKK!”

Ting! Tong!

Fiuhh~ jaejoong beruntung ada sesuatu yang mampu membebaskannya dari keadaan yang sedang memojokkannya sekarang. Langsung saja ia berdiri dan membuka pintu. Tapi, eh? Tidak ada seorang pun di sana. Hanya ada amplop, yang mungkin sebuah surat, yang ditempel di pintu apartemen mereka. Dengan wajah heran diambilnya amplop itu dan membawanya ke dalam.

“siapa hyung?”

“tidak  tahu, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada ini.”, jaejoong menyodorkan amplop putih di tangannya pada junsu.

Junsu mengambil amplop itu dan membolak-balikkannya, “tidak ada tulisan apa-apa. Apa langsung dibuka saja?”

Jaejoong dan yoochun mengangguk, “cepat buka!”

Perlahan junsu membuka amplop tersebut dan mengeluarkan kertas yang ada di dalamnya. Ah.. sebuat surat ternyata.

 

From     : eumm..

To           : three of you

Heyy!! Kalian bertiga! Cepat pergi ke atap gedung apartemen ini!

Hehehe. Maaf kalau tiba-tiba memerintah kalian. Tapi ini sungguh-sungguh, cepatlah datang!

 

NB : aku sangat berharap kalian datang dengan cepat. Sangat dingin di sini!

 

Jaejoong, yoochun, dan junsu bergantian saling melihat.

“sepertinya ini tulisan changmin.”, komentar yoochun setelah berfikir sejenak.

Junsu mengangguk setuju, “kalau ada changmin di sini, kalau begitu yunho hyung juga?”

Mood jaejoong langsung naik saat mendengar kemungkinan ada yunho di atap gedung mereka.

“apa yang kalian tunggu?”, kata jaejoong menyambar jaketnya di kursi, “kita harus cepat bukan?”

Yoochun dan junsu mengambil jaket mereka dengan cepat dan mengikuti langkah jaejoong.

Di atap gedung…

Gelap. Mereka bertiga celingukan mencari si evil maknae. Sangat gelap di sini sehingga mereka nyaris tidak dapat melihat apapun.

“hyung, apa mungkin kta hanya dikerjai?”, tanya junsu melihat situasi atap gedung yang mencekam.

Jaejoong menundukkan kepalanya lesu, “hmm.. mungkin saja..”

Sesaat kemudian tiba-tiba atap gedung tersebut menjadi terang benderang. Banyak lampu-lampu kecil berwarna-warni yang ternyata ada di sekiling mereka. Lalu munculah seorang namja jangkung mengenakan topi ala santa clause dan mengenakan baju berwarna merah.

“changmin!!”

Sahut mereka bertiga bersaamaan kemudian langsung berlari memeluknya.

“hyung.. lepaskan aku! Aku sulit bernafas!”

Buru-buru JYJ melepaskan pelukan mereka dan nyengir kuda.

“kau tahu changmin, kurasa aku kangen padamu. Hmm.. aku sendiri merasa aneh bagaimana bisa, padahal kita hanya tidak bertemu selama 3 hari!”, ucap yoochun bersemangat.

“benar-benar! Aku juga merasa aneh tidak mendengar suaramu yang selalu meminta makan dan selalu bertengkar mulut denganku. Kau tahu, aku sangat kesepian tidak ada teman untuk diajak bertengkar~”, sahut junsu tidak kalah bersemangat.

“benarkah? Uwaa~~ aku tahu.. aku tahu.. memang banyak orang yang gampang kangen padaku, hahaha.”

Jaejoong menjitak kepala changmin, “ya! kenapa narsismu tidak hilang-hilang, eoh?”

Changmin terkekeh pelan, “eum.. itu kan aku tiru darimu hyung..”

“ya ya ya. terserah padamu, shim changmin.”, balas jaejoong dengan wajah meledek.

Mereka berempat tertawa bersama hingga akhirnya jaejoong meyadari sesuatu. Kembali ia menyapu pandangannya di tempat itu, mencari.. oh.. ayolah.. kalian tahu kan?

“kenapa hyung?”, tanya changmin yang pertama menyadari jaejoong mulai celingukan, “mencari yunho hyung?”

Jaejoong membulatkan matanya, “tidak! untuk apa? Dia sangat jahat! Bahkan ia belum mengucapkan selamat natal padaku.”, ia mengerucutkan bibirnya.

SRET!

Tiba-tiba jaejoong merasa dua lengan kekar memeluk lehernya dari belakang. Ia hendak berbalik namun ditahan oleh orang yang memeluknya tersebut.

“merindukanku eoh?”

Jaejoong sedikit merinding mendengar bisikan suara bass tepat di telinganya.

“aku sudah bilang tidak. kau jahat.”

“benarkah?”, namja yang memeluknya melirik jam tangannya, “eum.. 23 lebih 59. Masih sempat kan? merry Christmas jongie~”, ia mengecup pipi jaejoong lembut.

“baiklah.. kurasa kita harus pergi sekarang.”, kata changmin kemudian pergi dari tempat itu diikuti dengan yoochun dan junsu.

Yunho perlahan membalikkan badan jaejoong hingga sekarang berhadapan dengannya. Namun mata jaejoong tetap menunduk tidak ingin melihat wajah kekasihnya. Dengan lembut yunho menyentuh dagu jaejoong dan mengangkatnya hingga sekarang mata mereka berdua bertemu.

“kau kelihatan kurang tidur jongie..”

“kau pikir ini gara-gara siapa?”

Yunho tersenyum melihat reaksi jaejoong, “baiklah.. aku memang salah. aku minta maaf ne..?”

“tidak. jelaskan dulu. Untuk apa membuat skandal seperti itu?”, balas jaejoong memandang yunho sengit.

“eum itu..”, yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “itu soo man yang menyuruhku agar gossip yunjae hilang. Benar-benar hilang.”

“ish~ dasar orang tua itu..”, gumam jaejoong kesal.

“sudahlah.. yang penting aku di sini sekarang..”, yunho menyentuh pipi jaejoong menimbulkan semburat pink di pipi tersebut.

Yunho mencium bibir jaejoong lembut. Saat melepaskannya, ia melihat jam tangannya lagi, “00.01, sangat pas. Happy DBSK day~”

Sekarang gantian jaejoong yang mengecup pipi yunho, “eum.. happy DBSK day..”

Yunho menggandeng tangan jaejoong, “kurasa kita harus merayakan ini dengan yang lain.”

Jaejoong tersenyum dan mengikuti yunho masuk ke dalam apartemen.

oOo

“HAPPY DONG BANG SHIN KI DAY!!”

Teriak member dbsk di ruang tengah kemudian saling berpelukan. mereka sedang merayakan hari debut mereka. Sangat menyenangkan karena mereka mengira tidak akan bisa memperingati hari ini bersama-sama.

“maaf hyung, tapi..”, kata changmin tiba-tiba, “aku merasa ngantuk sekarang, jadwal kita sangat padat. Aku boleh tidur duluan?”

“tentu saja, tidurlah. Kamarmu di sebelah kanan.”, ujar yoochun.

“ne ne ne.. good night hyung~~”, kata changmin sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kamar.

“apa kita juga perlu ikut tidur sekarang?”, tanya junsu tiba-tiba.

Jaejoong, junsu, dan yunho mengangguk setuju.

“aku juga capek.. mau tidur.. ayo su-ie!”, ajak yoochun dan mereka berdua pun masuk ke dalam kamar.

“yunnie, ayo masuk juga. Untuk apa hanya kita berdua sekarang?”, kata jaejoong dan berjalan masuk ke dalam kamar diikuti yunho dibelakangnya.

Jaejoong naik ke atas kasur dan menarik selimut untuk mengurangi rasa dingin yang dirasakannya.

“kau mau tidur jongie?”, tanya yunho tiba-tiba.

“tentu saja. Yunnie juga kan? yunnie pasti lelah,”, jawab jaejoong sambil tersenyum.

“aku memang lelah boo, tapi..”, yunho menggantungkan kalimatnya.

Jaejoong memandangnya heran, “tapi apa yunn?”

“kita harus merayakan hari natal sekaligus ulang tahun DBSK ini.”

Jaejoong makin mengerutkan alisnya, “kan tadi sudah yunn? Dengan yang lainnya?”

Saat yunho hendak menjawab, terdengar suara-suara aneh dari kamar sebelah. Kamar Yoosu. Sesaat kemudian jaejoong baru sadar dan memandang yunho takut karena yunho sudah ada di samping tempat tidur sekarang.

“y-yunn.. apa yang akan kau lakukan?”

Yunho tertawa pelan, “kurasa suara aneh dari kamar yoosu tadi sudah menjelaskan apa yang akan kulakukan.”

Yunho mulai naik ke atas kasur dan memandangi setiap inci wajah jaejoong, lalu.. oh.. ayolah.. kalian semua pasti tahu kan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?

Dan sebagai reader yang baik, kurasa kita tidak boleh mengganggu privasi mereka.

Hahaha :DD *ketawa ala mak lampir*

THE END

 

ada yang mengaharap NC kah? *ngintip pelan-pelan*

no no no, saya masih di bawah umur dan unyu-unyu, masih gak boleh baca apalagi bikin NC, hehehe

yahh..

aku tau kok ini endingnya kurang memuaskan, soalnya aku juga ngrasa gitu –‘

tapi tetep aja, RCL ditunggu loh yaa ^^

12 thoughts on “It’s Christmas and DBSK’s Day! part 2/2

  1. bagus koq thor, ceritanya simple tp pas ^^b
    sukaa >o<

    appa sukanya kasi kejutan yaa ke mommy ^^b
    emang mereka ngapain c thor?._____. /muka polos
    eu kyang kyang kyang :3

  2. Akhir.y uri umpa baikan,
    n semua masalah yunjae pasti berakhir dranjan cinta(?)
    kejutan yg sgt indah…
    Happy 8th anniversary ‘DB5K’
    Alway Keep The Faith ^^

  3. aq jg msh d bwh umurr,,tp jujur ja suka bc nc,,,eiittssss tp cm nc yunjae doonk,,,nc lain mah se hot apapun ttp g semangat(?),,,

    emm memang rda gantung n nanggung endingnaaa,,tp q senenggghh,,,happy anniversaryyy,,,telat y??*lirik jam*

  4. akhirny baikan juga yunho ma jae… tp ceritany kurang greget… berasa ada yg kurang… tp gak th di bagian yang manany…

  5. klo ad ncnya pasti lebih seru wwkwkwkkw *otak yadong*
    jaema jaema sebel sebel tapi kangen juga sama yunpa
    nyariin tapi bilang ngga.. hahahah
    malu malu jiji nih ceritanya

  6. waaaahhhhh….
    Unyu bgt nich cerita…
    Simpel tp ngena…
    Hehehehehe……
    Mang bs mo ngilangin gosip yunjae????
    Yach g bsalah….
    Scr yunjae bkn gosip tp real…
    Hehhehehe

  7. waahhh~~ akhir yang sangat indah dan membahagiakan
    hope that’s true!!
    grrrrr~~ itu org tua bener2 dah, bikin nai darah terus
    walaupun begitu DB5K tak bisa dipisahkan!! DB5K JJANG!!

  8. kereeeenn thor crtanyaaa…
    trhanyut dlam crtanyaa, hee..
    akhrnya mrka bsa mryakan hr jadi dbsk brsamaa, uuwhh cocweettt..

  9. Dasar umma benci tapi rindu 1/2 mati…ampe kurang tidur kan??
    Appa emang pinter ambil hati umma

    Tapi…kurang NC maklumlah Q kan anaknya appa otak yadongnya parah turunan appaQ sih(~_^)

  10. Jaema ngambek na gtu doank😦
    Tp gpp deg biar cpt NC an ma yunpa ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s