GYEOLHON?/YUNJAE/CHAPTER 1 OF ?


CHAPTER 1 OF ? – ENGANGED
Pairing : Kim Jaejoong x Jung Yunho x Shim Changmin
Author : Amee
.
Warning : don’t copy this story without permission!

Bahasanya sederhana, semoga tetap menarik untuk dinikmati🙂 sebenarnya cerita ini dibuat 4 tahun yang lalu, lmao #curcol

.

.

Kim Jaejoong, seorang pemuda 17 tahun dengan paras cantik dan pintar. Dan dengan segala pesona yang dimilikinya, serta keramahannya, ia mampu menyihir kaum adam dan hawa untuk terpana padanya, hanya dengan sekali tatap.

Angin berhembus mempermainkan rambut auburnnya. Ia menampilkan sebuah senyuman manis seperti biasanya. Di sampingnya, Junsu tengah asik dengan sejuta cerita dan informasi yang ia pikir dapat dibaginya dengan Jaejoong, tanpa peduli apakah sosok yang diajaknya berbicara menangkap atau tidak. Mata jadetnya tiba-tiba membelalak sempurna, setengah kesadarannya ikut terbang bersama angin yang sempat menghempasnya.

Pangeran tampan berkuda putih, Jung Yunho. Dengan sejuta pesona yang ia miliki, dengan sedikit sikap acuh dan kesempurnaan penampilan elegan, pemuda itu berjalan dengan pasti menyebrangi halaman sekolah. Senyuman manisnya mampu menerbangkan hati gadis-gadis di sekitarnya, melelehkan segala pikiran naïf tentangnya. Hanya dia satu-satunya yang dapat menandingi ketampanan seorang Shim.

“Ah, kenapa dia begitu tampan,” Jaejoong merasa dirinya mulai meleleh, bagai es yang dibiarkan begitu saja dibawah hujaman terik matahari.

“Lumayan,” balas Junsu datar. Ia sama sekali tidak tertarik dengan pemuda yang satu ini. Ah, jika hanya untuk menyenangkan sahabatnya, kenapa tidak.

            Jaejoong tersenyum dalam imajinasinya. Pikirannya mulai berfantasi ke dalam seluruh ruang yang dapat ia sentuh, berharap sedikit saja cupid mau berbaik hati mengabulkan permohonan konyolnya, semoga ia dapat berjodoh dengan pemuda tampan dihadapannya. Meski dengan pikiran waras Jaejoong tahu, itu mustahil.

++Amee++

            Jaejoong baru saja memasuki pekarangan rumahnya, ia menghentikan langkah kakinya sejenak, membiarkan hidungnya menyesap udara segar tanpa polusi sebelum ia memutuskan untuk memasuki istananya. Pemuda cantik itu menganggukan kepalanya dua kali, kemudian berlari menyongsong dunia di dalam istananya. Langkahnya segera ia tuntun agar semakin cepat, berharap segera tiba di ruang privacynya, kamar.

Jaejoong menjatuhkan tubuhnya di atas kasur setelah melempar sepatu dan tasnya asal. Gesekan ranting-ranting pohon, siulan-siulan merpati yang tengah jatuh cinta, dan sentuhan lembut angin yang menyapa dedaunan, merupakan harmoni alam ciptaan Tuhan yang maha sempurna di telinganya.

“Joongie, cepat ganti baju, Eomma tunggu di bawah, ada hal penting yang harus Eomma sampaikan!” suara yang begitu merdu, memanggil tanpa dapat ditolak.

Jaejoong menghela nafas malas, dalam benaknya terukir sebuah bisikan yang mendorongnya untuk tetap diam. Namun di sisi lain, ia sama sekali tidak dapat menolak permintaan wanita yang paling dicintainya. Setengah bersungut, pemuda itu mulai melepaskan seragamnya dan menggantinya dengan yang baru. Ia memutar pinggulnya ke kanan dan kiri, kemudian mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sekadar untuk meregangkan otot-otot dan mengusir jauh rasa malas.

Kedua bola matanya terus menekuni cermin di hadapannya. Ia menarik nafas panjang. Cukup sempurna. T-shirt putih polos dipadukan dengan cardigan baby blue semakin menonjolkan kecantikannya. Pemuda itu tersenyum bangga mendapati kelebihan yang ia miliki. Sekali lagi Jaejoong menarik nafas panjang, kemudian meninggalkan cermin di hadapannya.

Satu hentakan lagi, dan Jaejoong telah berdiri tepat di samping Nyonya Kim, jadetnya menatap dalam mata sang Ibu, berusaha menguak apa yang tengah direncanakannya, namun sia-sia. Ia mendesah panjang, kemudian menyandarkan tubuhnya di atas kursi. Dilempar pandangannya ke sekeliling ruangan. Suasana terasa begitu magis.

“Eomma, ada apa?” tanya Jaejoong seadanya, tangannya seolah tidak mau diam, ia terus membolak-balikan majalah dalam genggamannya.

“Ini rahasia, tapi sebentar lagi kau akan tahu sendiri jawabannya, cantik,”

“Aa.. menyebalkan! Aku tidak suka, Eomma tahu sendiri kan? Lebih baik aku kembali ke kamar,”

“Hm… Dasar tidak sabaran. Kau harus bersabar sedikit jika ingin mendapat hasil terbaik, Joongie. Eomma hanya ingin memperkenalkan seseorang padamu!”

“Nugu?”

Nyonya Kim belum sempat menjawab pertanyaan puteranya ketika dua sosok itu telah memenuhi ambang pintunya. Seorang pria dewasa dan putranya, lengkap dengan topi dan kacamata hitam. Membuat siapapun penasaran dibuatnya, belum lagi aura yang ditimbulkan, mampu menyedot rasa penasaran sedalam mungkin. Tidak terkecuali pemuda cantik yang kini tengah focus pada garis pandangnya. Ia menekuni lamat-lamat dua sosok di hadapannya, meskipun hasilnya nihil.

Jaejoong dapat merasakan debaran jantungnya yang tiba-tiba di luar garis batas normal. Ia sampai perlu menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali untuk menolak bahwa ini adalah kenyataan, meski ia tahu sia-sia. Rasa penasaran yang membuatnya hampir gila, dua sosok misterius yang menyimpan sejuta rahasia dan pesona. Sepertinya ini akan menarik.

“Aa.. kalian datang lebih cepat. Ayo, silakan masuk ke dalam gubukku ini!” ujar Nyonya Kim ramah.

“Hahaha.. kau tidak pernah berubah Hanna, selalu saja bergurau, seperti itu dari dulu!” Tuan Jung tertawa renyah. “Ah, hampir aku lupa, ini putraku, Yunho,” tambahnya sembari menepuk dahi.

Jaejoong merasa aliran darahnya terhenti, membeku seketika. Ia masih mematung di tempatnya tadi, bahkan untuk bergeser satu sentipun rasanya begitu sulit. Ia tidak bergurau, itu benar. Nama itu, nama yang tiba-tiba menohok jantungnya. Bukan rasa sakit, namun keterkejutan tingkat dewa.

“Ya Tuhan, kau sangat tampan, Yun. Bahkan mengalahkan ketampanan ayahmu, aku bisa melihatnya,” puji Nyonya Kim sepenuh hati, ia sampai tidak sadar bahwa malaikat kecil di sampingnya tengah terperosok dalam jurang keterkejutan.

“Aa.. Gomawo,”

Harapan Jaejoong agar keterkejutannya berakhir, pupus sudah. Kini, rasa itu justru semakin belipat ganda, entah sepuluh, seratus atau bahkan berpuluh ribu kali. Suara itu, suara damai yang selalu diingatnya, selalu berusaha didengarnya setiap kali ada kesempatan. Dan kini ia benar-benar mendengarnya, dari dekat, garis bawahi itu.

“Kau lihat Seo Hee, ini putraku, dia cantik bukan? Tentu saja, serupa denganku, Hahaha,” Nyonya Kim membawa Jaejoong ke dalam rangkulannya, membuat pemuda itu sedikit meringis sesak. “Ayo senorita, perkenalkan dirimu!”

Jaejoong yang sedari tadi menundukan wajahnya, mencoba untuk melawan penjara ketakutan dalam dirinya sendiri. Ia mengangkat wajahnya perlahan, mencoba untuk menata serpihan hatinya, agar tidak menunjukan kekonyolan ketika mendapati kenyataan.

“Ja… Jae.. Jaejoong,”

“Yunho,”

Demi Tuhan, Cupid benar-benar mengabulkan permohonannya. Ajaib. Pemuda dengan julukan pangeran berkuda putih kini tengah duduk kokoh di hadapnnya. Ini mimpi, atau halusinasi, atau bahkan imajinasi. Namun sayangnya ini realita.

Jaejoong merasakan rasa menggelitik yang aneh di sekujur tubuhnya. Jantungnya telah turun ke perut. Dan darahnya tengah bergolak sempurna tepat di ubun-ubunnya. Ini menggelikan. Pemuda itu menarik nafas dalam, dan mengulanginya beberapa kali. Mencoba menenangkan diri, ia mensuggest dirinya sendiri tentang apa yang ia lihat adalah hal biasa.

“Dasar anak muda, mudah terpesona dengan permata di depan mata. Yun, ayo cepat keluarkan!” goda Seo Hee.

“Hahaha.. rasanya seperti muda dulu. Biarkan saja sebentar lagi, mungkin mereka sedang mencoba mengenal satu sama lain,” Nyonya Kim memandang putranya kemudian tersenyum menggoda, membuat Jaejoong hampir meringis menatapnya.

“Aa.. dasar pembual, aku yakin kau juga sudah tidak sabar, sama sepertiku. Benar?” Nyonya Kim hanya tertawa menanggapinya. Ini benar-benar mendebarkan.

“Mwo? Apa yang harus dikeluarkan?” Yunho memasang wajah polosnya, membuat Jaejoong benar-benar tidak sanggup untuk menatapnya berlama-lama.

“Kau tahu itu, Yuni!”

“Aa..”

Yunho mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah bungkusan kecil berbentuk hati. Jaejoong masih terduduk diam. Ia hanya membolak-balikan majalah yang digenggamnya, sesekali meremasnya perlahan. Ia harus bersabar jika ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Ne? Kenapa diam? Apa perlu aku yang mengerjakannya sendiri?” tanya Tuan Jung dengan serentetan pertanyaan. Yunho hanya menggeleng menjawab semuanya.

Jaejoong membelalakan matanya sempurna, seakan kedua bola matanya siap loncat dari tempatnya. Rasanya pemuda itu ingin menangis, menjerit, dan berteriak sekarang juga. Perasaannya kalut, ia benar-benar takut, ia dilemma. Aku menyukai Yunho, kenapa justru ayahnya yang berniat untuk melamarku, pikirnya.

“Jaejoong, kau mau jika kita bertunangan?” Yunho meraih tangan kiri Jaejoong perlahan, kemudian menyematkan cincin di jari manisnya dengan halus.

Jaejoong hanya tergugu dalam diam, lidahnya kelu, suaranya tercekat di kerongkongan. Ia sungguh tidak dapat mencerna apa yang sebenarnya tengah terjadi, nyata dan maya seolah berkombinasi menjadi satu. Ia benar-benar merasa kikuk sekarang, mimpi ini sungguh keterlaluan.

“Kenapa diam, cantik? Aa.. Eomma tahu, kau pasti gugup kan? Itu biasa, ayo, sekarang sematkan cincinnya di jari Yunho,” Nyonya Kim tersenyum lembut, begitu meluluhkan, semakin menjatuhkan Jaejoong ke dalam lamunan.

“Aa.. aa.. Ne,”

Jaejoong menyematkan cincin ke jari Yunho, membuat pemuda itu mengulum senyum menatapnya. Dan selesai, kedua cincin itu telah tersemat di jari masing-masing. Pemuda cantik itu baru saja dihempaskan kembali kealam sadarnya, dan matanya langsung disuguhi oleh pemandangan cincin kembar yang tersemat di jarinya dan pangeran berkuda putihnya. Rasanya Jaejoong benar-benar ingin berteriak dan mengacak-acak rambutnya saking frustasi. Ironis, kenapa ia mudah sekali diperdaya?

Nyonya Kim dan Dan Tuan Jung saling melempar pandangan satu sama lain. Ada kepuasan yang terpancar dari mata mereka, membuat Jaejoong ingin segera menggantung mereka semua. Tanpa pikir panjang dan menjaga perasaan, keduanya member selamat atas pertunangan mereka. Ini mengesalkan bukan? Tentu saja, terutama bagi seorang Kim Jaejoong.

Rasanya ingin meremas semua orang. Tanpa banyak basa basi lagi, Duo ayah anak itu pamit untuk pulang, membiarkan Jaejoong terpuruk sendiri meratapi kebodohan dan kepolosannya.

“Ini sungguh hari yang menyenangkan. Aku tidak sabar menunggu hari bahagia itu. Kau juga kan, Nyonya Kim? Baiklah, mungkin hari ini cukup, lebih baik kami pulang,” Tuang Jung melambaikan tangannya, sementara Yunho tetap dengan kepolosan dan wajah datarnya, sehingga memantri ketampanannya. “Aa.. Dan Yunho akan menjemputmu besok,” Pria itu tersenyu lembut pada Jaejoong.

Jaejoong sudah cukup merasakan kesulitan dengan kenyataan dan kemayaan yang terbolak-balik, seperti benang kusut yang sulit diluruskan. Sepertinya dunia tengah menertawakannya sekarang, bahkan untuk mencerna kata yang baru saja didengarnya pun rasanya tidak bisa.

            Kau pernah bermimpi untuk berjodoh dengan seseorang yang kau kagumi? Dan apa yang akan kau rasakan jika itu sungguh terjadi? Senang? Pasti. Tapi tidak kali ini, bagi Jaejoong, rasanya ini adalah mimpi tanpa akhir, dan ia sungguh ingin menolaknya. Ini tidak cukup indah, hanya menyisakan kebingungan dan keterkejutan. Menyedihkan.

++Amee++

Jaejoong menggiring langkahnya untuk mencari Nyonya Kim, ia menoleh, dan mendapati Ibu perinya tengah bersantai di depan TV. Pemuda cantik itu segera berlari menyongsongnya. Berharap sedikit saja rasa penasarannya akan dapat terobati setelah ini.

“Aa.. apa semua orang disekelilingku sedang kacau? Kenapa Eomma seenaknya menjodohkanku dengan seseorang tanpa merundingkannya dulu?” Jaejoong memberengut sebal, dan kekesalannya semakin menjadi kala mendapati ekspresi Nyonya Kim yang seadanya.

“Karena Eomma ingin memberimu surprise, senorita,”

“Benarkah? Tapi sayangnya aku tidak percaya. Aku yakin, itu karena Eomma lupa menyampaikannya padaku kan?”

“Tidak, Eomma benar-benar ingin memberimu sebuah kejutan,”

“Eomma tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk. Bagaimana jika tadi aku menolaknya?”

“Sepertinya itu tidak penting sekarang. Kenyataannya kau menerima lamaran Yunho, bukan? Lagipula, Eomma pikir tidak ada masalah. Yunho itu pemuda yang tampan,”

            “Ta.,. tapi, itu semua karena Eomma yang membuatku terkejut. Jika tidak, mungkin aku sudah menolaknya sekarang. Dasar menyebalkan! Semuanya menyebalkan!”

19 thoughts on “GYEOLHON?/YUNJAE/CHAPTER 1 OF ?

  1. ah,Jaema pasti kaget banget tuh dilamar ama pangeran berkuda putihnya.
    ampe diem n nurut aja pas dipakein cincin.

    kejutan Ny.Kim bener-bener berhasil buat Jaema terkejut.n Jaema emang gak akan nolak lamaran dari pangerannya,-Yunpa-.

  2. duh kok jaejoong kesannya munafik ya?
    bukannya dia suka sama yunho?
    kenapa harus sebel?
    nanti nyesel loh

  3. annyeong readers baru nich….
    seru bgt…
    apalgi pas ngeliat jae kyk org bengong yg liat yunnie..
    heheheheheheh…..
    pasti berbunga2 tuch jae ditunangin ma yunnie..
    btw yunnie kok cool bgt yach../
    penasaran..

  4. Aah…
    Diksinya manis banget *_*
    oh ya, maaf klo menyinggung, Author-shhi, diksinya kan cantik, tpi ada beberpa part deskripsi yg kesanny sdikit ngambang, mianhae, hnya menuarakan pkiran aja ._.V aku suka pas Jae Eomma dipanggl ‘senorita’, omona, manisnya😄

  5. Wah, surprise tuh umma djodohin ma appa….
    Bener2 takdir yg sgt menggembirakan….
    Orang tua yg keren….
    Dtgu lanjutan.y chingu

  6. Aduh ada yang malu-malu kambing.. *lho???!* *digampar Jaema*
    Ayo lanjutannya ditunggu thor..^^

  7. penasarann u,u
    c mommy ma appa mau dijodohin yeii u.u
    trus mereka masi malu” gitu :3
    lanjutt thor ^^b

  8. Hoooohh seru hyga nih ff bahasa yang dipake juga cukup bagus.. Bikin enak buat dibaca ^^
    Hmm lho koq yunjae bisa tiba2 tunangan gitu.. ini perjodohan yah?? Jaejoongnya sih yakin suka sama yunho.. Tapi yunhonya gimana yah?? Koq datar gitu dia

  9. hahahahaha ya ampun jaema kok aneh yah. bknx suka ma yunpa tp knp ga bhagia dtunangin ma yunpa. aneh

  10. yah, jae knp malah jadi marah2 bukanny senang coz tunangan ma yunho, laki2 yg disukai jae.. akhirny kesampaian juga ya… penasaran nich ma kelanjutanny… langsung ke chap 2…

  11. Aish..
    Andai kejadian yg dialami jaema tu jg ku alami mngkn q g kn sprti jaema..
    Mngkn q akn lngsng pingsan dtik tu jg..
    Saat org yg kta sukai, kta kagumi,kta hrapkan u/ dkat brada didkat kta n bhkan nglamar kta mngkn q kn shock n pingsan..
    Hehehe..
    Jaema sangat kget bgt tuh..
    Q suka ni ff..
    Lnjutkn chngu..
    Q tnggu next chapny..

  12. Kok jaema gitu sih…bukannya seneng harapannya terkabul, berjodoh dengan pangeran yunpa, kenapa malah kesel

    Lanjut éuy…penasaran nih!!!

  13. he he. .jaema ampe speechless gitu…serasa dlm mimpi pasti jaema…org yg dikagumi jd tunangan…oh ny god sun…..girang tingkat dewa..#gangnam style bareng jiji#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s