Bloody Love Chapter 35 – I’m sorry we’re close today | @beth91191


Anyeonggggg… FF pertama yg aku post setelah sibuk2 kegiatan akhir semester. Aslinya sekarang masih sibuk sih.. Tapi curi2 waktu… hahaha…

“Tak ada waktu luang, yang ada hanyalah meluangkan waktu”

Itu kata temenku yang bener2 nempel di otakku.

Aslinya ni FF cocoknya buat taun baru kemarin.. Tapi berhubung kemarin gak sempat, sekarang aja ya di postnya.. Lagi pula skg kan masih Januari. Bau2 taun baru masih kerasa.

Udah ahh.. langsung aja yaa…

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 35 – I’m sorry we’re close today

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+

CHAPTER XXXV – I’m sorry we’re close today

[Jaejoong pov]

Kujalani hidupku bahagia bersama Yunho. Tak pernah sedikitpun aku merasa menyesal menjalani hidup seperti ini. Memang benar aku tak lagi memiliki rumah yang mewah, mobil yang mahal, uang berlimpah, kehidupan foya-foya setiap hari dan lain sebagainya. Tapi aku sangat bersyukur pada Tuhan, di balik kesederhanaan yang aku alami saat ini aku memiliki seseorang yang sangat mencintaiku dengan sepenuh hatinya.

Walau terkadang aku merindukan kehidupan ku dahulu bersama Dongsaengku dan teman-teman baikku. Tapi Yunholah yang mampu mengobati rasa rinduku itu.

[Yunho pov]

Suatu hari, saat bersiap-siap menutup tempat makan..

“Joongie.. ” panggilku padanya yang sedang merapikan meja.

“Hmm..” sahutnya masih dengan merapikan meja tanpa melihat ke arahku.

Ku datangi dia dan kupeluk dia dari belakang.

“Yunnie ah..” ucapnya karena kaget dengan pelukanku.

Dia pun langsung menghentikan aktifitasnya dan memegang tanganku yang sedang melingkar di pinggulnya.

“Cantik..” bisikku di telinganya.

“Kenapa?” tanyanya dengan tangan kanannya memegang pipi kananku.

“Bagaimana kalau besok kita tak usah membuka tempat makan?”

“Nae?? Bagaimana bisa begitu?” tanyanya sambil berbalik menghadap ke arahku.

“Ani.. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu.” Jawabku sambil menariknya untuk menghadap ke depan dan kupeluk dari belakang kembali.

“Bukannya setiap hari kita sudah selalu bersama?” tanyanya.

Kuciumi tengkuk dan telinganya.

“Yunnie ah~ ayolah.. Katakan dulu kenapa kita besok tidak perlu membuka tempat makan?” tanyanya sambil menikmati kecupanku di tengkuknya.

“Aku ingin mengajakmu berkencan Joongie. Besokkan tahun baru Joongie..” jawabku disela-sela ciumanku pada lehernya.

“Nae?? Benarkah??” dia memutar badannya dan melihat ke arahku.

“Benar ne saranga..” jawabku sambil mencium bibir merahnya.

“Yunnie.. ah~” ucapnya sambil melepaskan ciuman kami.

“Mwo?? Kenapa kau tak mau aku cium?” tanya ku penuh tanda tanya.

“Aku mau menciummu asal kau besok membawaku ke taman hiburan. Sudah lama sekali aku tak pergi kesana. Kumohon Yunnie..” katanya dengan wajah yang sangat menggemaskan.

“Baiklah.. besok kita akan ke taman hiburan seharian penuh ya?” jawabku.

“Jeongmal?? Gomawo Yunnie..” jawabnya dengan senyum dibibir merahnya.

Kukecup bibirnya lembut. Kami pun berciuman dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Joongie.. Aku benar-benar mencintaimu. Tak pernah lelah kuakui bahwa aku sangat sangat mencintaimu. Selamanya aku akan mencintaimu..

[Jaejoong pov]

Hari ini kami sepakat untuk tidak membuka tempat makan, kami akan pergi ke taman bermain Everland yang ada di Provinsi Gyeonggi-do, tepatnya di kota Yongin. Mungkin sekitar 1 jam saja dari Seoul.

“Hwaaa…. Ayo Yunnnie.. Cepat bersiap..Sudah jam berapa ini? Bisa-bisa waktu kita nanti di habiskan hanya untuk antri masuk..Ayo Yunnie..” teriakku sambil menarik-narik Yunho yang baru saja bangun.

“Iya..Iya Joongie.. Ini baru jam 6 pagi sayang.” Yunho mulai duduk di tempat tidur.

“Iya memang baru jam 6. Tapi bersiap saja membutuhkan waktu berapa jam? Belum perjalanannya? Belum kalau macet? Belum antrinya? Ah Yunnie.. Cepat mandilah..” aku tarik dia hingga dia berdiri.

“Joongie..” dia pasrah saja aku tarik ke arah kamar mandi.

“Aku mau mandi kalau kita mandi bersama. Bagaimana?” godanya padaku sambil mencoba memelukku.

“Hey.. Aku sudah mandi dan kau masih bau. Jangan peluk-peluk aku..” aku berusaha melepaskan pelukannya di pinggangku.

“Bagaimana kalau ciuman di pagi hari?” tanyanya dengan wajah menggoda.

Kukecup bibirnya sekilas.

“Nae? Begitu saja??” dia tidak terima aku menciumnya hanya sebentar seperti itu.

“Lalu harus bagaimana?” aku tanya padanya pura-pura tidak tahu apa-apa.

“Seperti ini..”

Kemudian dia mencium bibirku dengan sangat dalam. Dengan mudah dia dapat membuatku sangat menikmati ciuman ini. Dipagut dan di kecupnya bibir bawah dan bibir atasku bergantian. Kupejamkan mataku untuk menikmati ciuman itu. Hingga akhirnya aku teringat bahwa sekarang sudah jam berapa. Kutarik bibirku paksa.

“Hey Jung Yunho… Ayo cepat mandiii!!!” teriakku kembali.

“Ah Joongie..” aku belum sempat merasakan apa-apa kenapa sudah berhenti.

“Kau mandi cepat.. Cepat..Cepat..” paksaku sambil mendorong-dorong tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.

“Iya.. Iya..” jawabnya.

Kuberikan handuk padanya dan kututup pintu kamar mandi.

Sambil menunggu Yunho mandi, ku siapkan semua yang sekiranya diperlukan. Kumasuk-masukan dompetku, obat-obatan untuk berjaga-jaga, snack seadanya untuk perjalanan, dan lain sebagainya. Setelah semuanya sudah kusiapkan, akupun berdiri di depan cermin. Kurapikan rambutku yang masih belum begitu rapi. Kurapikan pakaianku. Aku pandangi wajahku di cermin. Kurasakan wajahku sudah mulai kembali memucat. Sepertinya aku mulai kembali membutuhkan darah. Aku selalu merasa gelisah setiap kali aku mulai membutuhkan darah seperti ini. Sampai kapan aku harus seperti ini? Sejujurnya aku sangat lelah. Lelah..

Tiba-tiba dari arah belakang.

“Ada apa sayang?” dirangkulkan kedua tangannya yang masih sedikit basah di bahuku.

“Tidak apa-apa.” Jawabku berusaha tersenyum.

“Sepertinya ada yang menganggu pikiranmu?” tanyanya.

“Tidak ada apa-apa Yunnie sayang..Cepat bersiap. Aku tunggu kau di bawah. Aku mau memanaskan mobil dahulu. Kali ini biar aku yang mengemudi.” Jawabku.

“Mwo? Kau mau mengemudi?” tanyanya meremehkanku.

“Tentu saja.” Jawabku cepat. Dia pikir aku siapa? Aku Kim Jaejoong yang sering balapan di jalanan bersama teman-teman komunitas mobilku dahulu, balapan dimana terkadang mobil sebagai taruhannya.

-oOo-

Beberapa saat aku memanaskan mobil, kulihat dia keluar dari rumah dan berjalan menuju mobil.

“Ayo berangkat Jung Yunho.. Siap-siaplah menikmati perjalanan dengan mobil yang dikendarai oleh pengemudi profesional ya..” sahutku saat dia masuk ke dalam mobil.

“Benarkah? Coba kita lihat..” ucapnya sambil tersenyum.

Didalam hati aku berkata, kencangkan sabuk pengamanmu Jung Yunho. Jangan sampai kau tiba-tiba lari terbirit-birit karena takut dengan cara mengemudiku.

Kupacu mobilku dengan kecepatan tinggi menuju Everland. Ku dahulu semua mobil yang ada di depanku hingga terkadang jarakku terlalu mepet dengan mobil yang aku dahului itu. Kumenyelip lewat kanan, kiri, celah sempit, mendahului truk-truk besar, bis-bis, mendahului dengan cepat dan tiba-tiba, hingga sering sekali mobilku kena klakson dari pengendara lain. Kulihat wajah Yunho yang ketakutan dengan cara menyetirku. Tapi dia diam saja tidak mengomentari atau menggerutu dengan cara menyetirku. Padahal jika aku jadi dia, aku pasti sudah memarahinya habis-habisan.

Yunho..Yunho.. Kita harus segera sampai di Everland secepat mungkin. Mian jika aku harus membuatmu tertekan dengan cara mengemudiku. Tapi tenanglah aku benar-benar pembalap jalanan profesional. Haha..

[Yunho pov]

Baru pertama kalinya ini aku melihat Jaejoong mengendarai mobil, sejak aku mengenalnya. Aku tak menyangka dia bisa segila ini saat berkendara. Tapi kulihat dia sangat menikmatinya. Biarlah. Aku senang jika dia juga senang. Walaupun aku yakin Jaejoong tak akan menabrakkan kita berdua tapi sebenarnya ada perasaan takut di dalam hatikku. Bagaimana mungkin aku tidak takut, dia mengemudi seperti diburu-buru sesuatu sehingga jika terlambat sedikit saja bisa fatal jadinya, seperti dikejar hantu atau monster saja di belakang sana. Ada-ada saja Jaejoong.

Sejujurnya walau aku sangat mencintai Kim Jaejoong tapi sepertinya sama sekali tidak mengenalnya dengan baik. Aku sama sekali tidak mengetahui latar belakangnya. Aku tak tahu keluarganya. Aku tak tahu kehidupannya dulu. Aku tidak mengetahui apa yang terjadi padanya hingga dia pergi dari rumah dan akhirnya dia bekerja di tempat makanku. Aku juga tak mengerti berbagai tingkah lakunya yang aneh yang pernah dia lakukan. Mulai dari kejadian saat tidak sengaja dia melukaiku, kejadian saat dia pulang larut malam dengan kondisi banyak bercak darah di pakaiannya hingga kejadian saat bertemu Yoochun di food festival.

Sebenarnya aku tidak memperdulikan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya sebelum dia mengenalku, itulah bukan suatu yang penting, yang terpenting kini dia bahagia bersamaku dan aku akan menjaganya hingga kapanpun. Sungguh aku tak bisa hidup tanpa dirinya.

-oOo-

Setibanya di Everland..

Kami datang cukup pagi, hingga belum begitu banyak orang yang antri masuk ke dalamnya. Bisa kulihat saat pertama kali menginjakan kaki di dalam Everland, banyak sekali wahana dengan berbagai bentuk ada di sana, mulai dari yang untuk anak-anak hingga untuk dewasa saja. Banyak juga patung-patung berbentuk tokoh kartun, binatang dan bentuk-bentuk lucu lainnya. Terdapat juga kebun binatang mini. Dari kejauhan dapat kulihat bioskop 4D. Juga ada museum dan banyak lagi tempat menyenangkan lainnya. Selain itu juga bisa kulihat jajaran tempat makan, tempat perbelanjaan, toko-toko souvenir, penjual minuman.

“Wowwwww… Yunnie.. sudah lama sekali aku tidak kemari? Terakhir aku kemari, lima tahun yang lalu bersama Jun…” katanya.

“Bersama siapa?” tanyaku tak mendengar kata-katanya karena kondisi di sini sangat ramai.

“Ah..sudahlah.. Ayo kita coba semua permainan yang ada..” dia pun menggandengku dan berlari ke wahana terdekat.

Kami coba naik semua wahana yang menguji adrenalin, jet coaster, tornado, hysteria, vertigo, dan lain sebagainya. Tapi kulihat dia sama sekali tidak takut. Dia justru tertawa bahagia sangat menaikinya. Padahal aku saja sudah sangat ketakutan hingga rasanya seluruh tubuhku terasa dingin. Baguslah jika dia senang. Memang tujuanku menurutinya untuk berlibur ke Everland adalah untuk menyenangkannya. Selama ini kita tak pernah berkencan kemanapun. Waktu yang miliki, hanya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja.

Lelah rasanya seharian kami mengelilingi taman bermain ini. Kemudian akupun mengajak Jaejoong untuk beristirahat sejenak sambil menikmati minuman dingin. Kumembeli dua buah kaleng minuman dingin di salah satu stan penjual minuman.

“Jae.. Ini untukmu..” kataku sambil menyerahkan salah satu kaleng minuman itu padanya.

“Gomawo..” jawabnya sambil mengambilnya dari tanganku.

“Kita istirahat sebentar disini ya. Aku haus dan lelah dari tadi berteriak terus..” kataku padanya.

Kubuka minuman kaleng yang sudah aku bawa. Kuminum beberapa tegukan. Segar.. Benar-benar melelahkan hari ini.

“Yunnie ah.. Aku baru tahu kalau kau ternyata penakut.” Katanya.

“Tidak.. aku bukanlah penakut.” Sahutku.

“Bohong.. Sedari tadi wajahmu pucat setiap saat permainan dimulai. Hahaha.. Lucu sekali ekspresimu saat itu. Dan satu lagi yang ku lihat, kau selalu berkeringat dingin dan wajahmu tertekan ketika wahana itu berada di posisi yang paling mendebarkan. ” Katanya dengan wajah bahagia.

“Ayo kita buktikan siapa yang sebenarnya penakut. Setelah ini kita masuk lorong hantu itu. Bagaimana? Kau berani?” tantangku padanya.

“Tentu saja aku berani. Aku kan..” kata-katanya terputus.

“Apa?” tanyaku.

“Aku kan pemberani, mana mungkin takut dengan mainan bodoh itu.” Jawabnya.

“Baiklah.. Tapi sebentar lagi ya. Aku masih lelah.” Ucapku.

Dia mengangguk dan melayangkan pandangannya pada pemandangan yang  terhampar disana. Everland ini memang berada di suatu kota kecil yang cukup jauh dari keramaian Seoul. Bahkan dengan ibukota provinsinya sendiri jaraknya jauh. Everland berada di kota kecil yang masih sangat banyak pepohonan dan persawahan. Rumah-rumah masih sangat jarang dan hanya beberapa di pinggir jalan utamanya. Sehingga pemandangan di Yongin masih asri dan alami.

“Oya,minumanmu tidak kau minum?” tanyaku padanya.

“Oh iya..” kemudian dibukanya tutup kaleng itu namun tiba-tiba..

KRAKKK…

Kulihat dia melukai tangannya sendiri saat mencoba membuka kaleng itu.

“Joongie.. tanganmu terluka.” Kuraih tangannya untuk melihat dan mengobati luka di jarinya.

Tapi betapa kagetnya aku saat melihat darah yang keluar dari lukanya bewarna hitam pekat. Benarkah yang aku lihat ini? Benarkah darahnya bewarna hitam? Aku yakin aku bisa membedakan warna merah darah dan hitam dengan sangat jelas. Ya benar.. Ini hitam bukan merah..

“Joongie lukamu?” tanyaku kebingungan melihat lukanya yang seperti itu.

Ditariknya tangannya dengan sangat cepat untuk menyembunyikan lukanya.

“Ah tidak apa-apa. Aku ke kamar mandi dahulu untuk mengobatinya ya.” Dia pun berlari ke arah kamar mandi terdekat tanpa menunggu persetujuanku.

Ada apa dengannya? Kenapa darahnya bewarna hitam? Apa dia memiliki suatu penyakit berbahaya? Walau aku bukan seorang dokter tapi aku tahu pasti warna normal darah manusia adalah merah atau merah gelap. Tidak sampai bewarna sehitam itu. Jaejoong apa yang kau sembunyikan dariku.

-oOo-

[Jaejoong pov]

Oh Tuhan.. Kenapa aku harus terluka di depannya seperti itu? Kenapa aku ceroboh sekali? Dan kenapa darah ku bewarna hitam? Itu pasti gara-gara aku sudah beberapa hari ini tidak mengonsumsi darah manusia. Apa yang harus aku jelaskan pada Yunho tentang hal itu tadi? Saat aku tiba dikamar mandi aku melihat kembali tanganku yang terluka tadi. Kulihat luka yang ada di tanganku perlahan-lahan menghilang dan akhirnya tanganku kembali seperti semula tanpa luka.

Bisa sangat berbahaya jika Yunho melihat luka di tanganku sudah menghilang. Haduh.. aku menyesal tidak berhati-hati membuka tutup kaleng itu.

Akhirnya kuambil tisu yang ada di kamar mandi itu dan melilitkan di jariku sekenanya. Yang pasti sekarang aku harus menyembunyikan lukaku yang menghilang ini dahulu, baru jika Yunho bertanya-tanya dengan warna darahku ini aku akan mengarang sesuatu.

Setelah tak berapa lama..

Aku kembali ke tempat Yunho berada. Dia tengah duduk di sana dengan wajah khawatir.

“Tanganmu baik-baik saja Joongie?” tanyanya penuh khawatir sambil menarik tanganku untuk melihatnya.

Kutarik tanganku dan kutunjukan saja bahwa tanganku sudah aku perban dengan tisu.

“Sudahlah.. Tidak apa-apa. Ayo bukannya kita mau masuk lorong hantu. Keburu semakin malam dan kita akan ketinggalan pawai tahun baru nya.” Aku pun menggandengnya ke lorong hantu untuk mengalihkan pembicaraan kita.

“Yakin kau baik-baik saja?” tanyanya lagi.

“Nae.. Sudahlah.. Hanya luka kecil..” kataku berpura-pura tidak tahu yang dia khawatir sebenarnya bukanlah lukanya tapi warna darahnya.

Akupun menariknya menuju wahana lorong hantu yang berjarak tak jauh dari kami. Setelah mengantri beberapa saat, kamipun sampai juga di depan pintu masuk lorong tersebut. Saat kami masuk ke dalam. Kurasakan kegelapan ruangan menyelimuti kami. Namun walaupun  begitu aku masih bisa melihat jelas apa saja yang ada di dalam sana dengan kemampuan melihatku yang sangat peka. Kuamati sepenjuru lorong. Tampak beberapa orang bersembunyi di balik mainan-mainan bodoh itu. Sudah ku tebak bahwa semua mainan yang ada di lorong ini sama sekali tidak menakutkan. Andai sekarang aku buka identitasku dan memunculkan taring dan mata vampirku, mereka semua akan jauh lebih takut padaku di banding pada mainan-mainan bodoh ini.

Kurasakan Yunho memegang tanganku erat. Kurasakan ada aliran kehangatan yang di salurkannya dari tangannya. Sepertinya dia begitu melindungiku dengan sepenuh hatinya dari mainan-mainan ini. Kurasakan darahku berdesir. Bukan karena aku ketakutan tapi karena genggamannya yang hangat yang sangat membuatku nyaman disampingnya. Tampak sebuah boneka wanita memakai pakaian serba putih membawa bayi, tampak monster-monster dengan wujud yang aneh, tampak boneka hantu jubah hitam tanpa kepala dan kemudian tiba-tiba ada kepala yang berseliweran di depan kami. Suara-suara palsu hantu-hantu di bunyikan nyaring-nyaring. Backsound-backsound horor memenuhi lorong. Benar-benar bodoh.. Kami terus berjalan hingga akhirnya lorongpun berakhir.

“Kau baik-baik saja Jae?” tanyanya sambil merangkulku.

“Iya.. Sama sekali tidak menakutkan..” ucapku.

“Benarkah kau tidak takut?” tanyanya heran.

Aku mengangguk dan berjalan meninggalkan area lorong hantu itu.

“Saat naik wahana kau tidak takut, saat masuk lorong hantu kau tidak takut, lalu apa yang membuatmu takut?” tanyanya penasaran.

“Mmmmmmm… Entahlah..” jawabku.

“Kalau denganku apakah kau takut? Hrrrr…” dia memperlihatkan wajah pura-pura menjadi hantu.

“Aigooo~ Aku takut sekali..” jawabku untuk menghiburnya.

Kamipun tertawa bersama menertawai kekonyolan yang kami perbuat. Aku benar-benar tak menyangkan akan ada waktu-waktu menyenangkan seperti ini bersamanya.

[Yunho pov]

Saat malam hari..

Tak terasa hari sudah mulai malam. Sinar mentari digantikan oleh sinar rembulan dan bintang-bintang yang bertaburan di langit. Di seluruh sudut taman hiburan tampak lampu-lampu yang bertaburan. Lampu-lampu dengan berbagai macam warna yang disusun begitu indah menghiasi berbagai sudut di taman hiburan itu. Indah sekali..

“Yunnie..” katanya.

“Nae Joongie?” tanyaku.

“Kau tidak lapar?” dia benar juga. Seharian aku belum sekali makan karena terlalu senang menemani dia bermain ke sana kemari hingga semua wahana yang ada sudah kami naiki dan masuki satu per satu.

“Kau sendiri tidak lapar?” tanyaku padanya sambil merangkul pinggulnya.

“Ayo kita cari makan dahulu, kau pasti kelaparan dari tadi.” Katanya.

Dia sunggu perhatian sekali padaku. Dia takut aku kelaparan karena seharian memang belum makan. Padahal dia sendiri juga belum makan apapun seharian. Setelah kami membeli makanan, kami duduk di suatu meja yang berada di pinggir jalan tempat berlangsungnya pawai Tahun Baru. Dapat kami lihat orang-orang berarak-arakan menggunakan kostum yang lucu-lucu sambil menari-nari dan melakukan berbagai macam atraksi.

Kulihat Jaejoong beberapa kali tertawa saat melihat ada orang yang bertindak konyol di barisan pawai. Kami menghabiskan waktu dengan makan, tertawa bersama, mengobrol sambil melihat dan menertawakan polah tingkah para peserta pawai. Tanpa sadar kulihat jam  sudah menunjukan pukul 23.00.

Kupegang tangan Jaejoong yang asyik melihati pawai.

“Joongie..” kataku.

“Hmmm.. ” dia melihat ke arahku.

“Ayo kita naik gondola.. Dari atas sana kita bisa melihat taman bermain ini.” Ajakku padanya.

“Benar juga..” jawabnya.

“Ayo.. cepat kalau begitu..” ajakku.

Kamipun beranjak berdiri dan berjalan menuju tempat gondola dinaiki. Setelah menunggu antrian gondola beberapa saat, akhirnya kami mendapat giliran menaiki nya. Tak berapa lama setelah pintunya tertutup, gondola mulai berjalan perlahan mengelilingi taman hiburan yang besar ini. Kulihat di bawah sana taman bermain ini sangat bewarna-warni dengan lampu-lampu hias yang menghiasi setiap sudutnya. Seperti Tampak wahana-wahana yang telah kita naiki atau masuki tadi. Taman bermain ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah bila kami lihat dari luar gondola ini. Suatu pemandangan yang belum pernah sekalipun aku lihat. Karena ini memang baru pertama kalinya aku pergi ke taman bermain.

Kulihat Jaejoong melihat lekat ke arah luar gondola. Matanya tampak sangat senang.

Ku rangkul bahunya dengan tangan kiriku dan ku genggam tangannya dengan tangan kananku.

“Joongie..”

“Hmmm..” jawabnya sambil asyik melihat ke arah luar.

“Indah sekali ya..” kataku.

“Iya Yunnie.. Indah sekali.. Kamsa hamnida ya kau mengajakku kemari.” ucapnya.

“Joongie..”

“Nae Yun?” tanyanya.

“Jeongmal saranghamnida Kim Jaejoong..” ucapku.

Kulihat dia mulai menatap wajahku. Sempat beberapa detik kami diam satu sama lain, memandang wajah satu sama lain dan tak berkata apa-apa. Hingga akhirnya,

“Naedo saranghamndia Jung Yunho.” jawabnya.

“Aku akan selalu ada di sampingmu selamanya.. Karena aku amat sangat mencintaimu dan aku tak sanggup hidup tanpamu, Joongie..” ucapku sambil mengecup keningnya lembut.

[Jaejoong pov]

Kurasakan saat ini Yunho memelukku dan mengecup keningku sangat hangat dan lembut. Aku sangat bahagia Tuhan.. Kau memberiku kesempatan untuk bersama dengan kekasihku, Jung Yunho. Lambat laun dilepaskannya ciuman di keningku ini. Kulihat wajahnya yang tampan itu memandang ke arahku. Ini adalah wajah yang selalu membuatku nyaman, tenang dan bahagia jika aku melihatnya. Wajah yang selalu aku rindukan jika aku tak bertemu dengannya walau sebentar saja. Wajah yang selalu ku inginkan berada di sampingku.

Oh Jung Yunho..

Kemudian dia mulai mendekatkan wajahnya di wajahku. Aku mengerti apa yang akan dia lakukan sebentar lagi. Kupejamkan mataku. Dan akhirnya benar, bibirnya mulai mengecup bibirku lembut. Dapat ku rasakan bibirnya yang terasa hangat, lembut, dan manis itu sedang mengecupku. Kunikmati ciuman yang sangat indah ini. Ciuman yang sangat natural dan mengalir begitu saja. Aku berani bertaruh bahwa ciuman kami ini adalah ciuman yang dapat membuat orang lain iri. Ciuman yang aku harapkan tidak segera berakhir. Ciuman yang sangat dalam dan indah.

Hingga akhirnya ciuman kami terhenti ketika mendengar..

BLARRR.. BLARRRR..

Terdengar suara kembang api dari arah luar sana. Kulepaskan ciuman kami dan kulihat jam yang berada di pergelangan Yunho.

“Yun.. Sudah jam 00.00 ternyata.. Pesta kembang apinya sudah dimulai.” kataku sambil melihat ke arah luar.

“Selamat Tahun Baru ne saranga Joongie..” ucapnya sambil menggenggam tanganku erat dan mengencangkan pelukannya.

“Selamat tahun baru ne saranga Yunnie.. Jeongmal kamsa hamnida kau telah memberikan malam terindah dalam hidupku.” kataku.

Kulihat kembang api di luar meletus silih berganti, bersahut-sahutan dan kadang beradu bersamaan. Kembang api yang indah dan bewarna-warni berpadu indah di langit malam yang gelap itu. Membuat malam tampak begitu indah dan terang dengan percikan-percikan sinar kembang api dimana-mana. Benar-benar pemandangan malam ini indah bak lukisan pemandangan malam yang paling indah yang bisa kau bayangkan. Seperti mimpi saja..

Terima kasih Tuhan.. Kau telah memberikan malam terindah dalam hidupku berada di tempat yang indah ini, melihat pemandangan kembang api dan lampu-lampu hias yang indah itu, dan bersama seseorang yang tak kalah indah, kekasihku Jung Yunho, yang sangat ku cintai dan mencintaiku. Tuhan.. Aku ingin selamanya bersamanya.. Jangan biarkan kami terpisah..

Jung Yunho.. Aku akan selalu mencintaimu, walau aku tahu kita sangat sulit untuk bersatu. Aku yakin kita memang ditakdirkan untuk selalu bersama. Kau dilahirkan untuk menjadi takdirku, dan aku dilahirkan untuk menjadi takdirmu. Sungguh ini adalah malam tahun baru yang terindah yang pernah aku rasakan seumur hidupku. Saranghaeyo Jung Yunho..

TBC

Nah lho Jae… gimana nih nyaris ketauan kan… makanya ati2 dong..

Buat reader sekalian.. Gomawo dah baca n komen yaaa.. Tunggu lanjutannya… Oya sebelumnya mau promosi nih..

Like page kita dong di http://www.facebook.com/Fanficyunjae/

Follow twitter kita juga di @fanficyunjae

Sama yg minat gabung sama keluarga besar admin+author Fanficyunjae bisa klik di sini.

Salam Yunjae!

Beth

21 thoughts on “Bloody Love Chapter 35 – I’m sorry we’re close today | @beth91191

  1. first readerkah????
    iiihh soooo sweeeett forst date yunjae…
    ada ada aja jaejoong sempet sempetnya dia mikir nakut nakutin orang di rumah hantu😀

    btw darah jaejoong udah mulai menghitam berarti jaejoong harus cepet cepet minum darah manusia nih, klo ga bisa gawat deh..
    emang nya masih ga ada cara yah supaya jae bisa bertahan hodup tanpa harus minum darah mannusia??? kan kasian jaejoongnya
    gawat yunho udah mulai penasaran sama latar belakang kehidupan jaejoong

  2. Waaahhhhh,,akhirnya baca juga unn lanjutannya (ง’̀⌣’́)ง
    Jaema lain x lbh hati2 lg,umma terlalu exciting c klo d dpn yunpa..hihihi
    Slamat y bwt yunjae yg menghabiskan tahun baru super romantis berdua..
    Author pinter y untuk mendeskripsikan suasana romantisnya yunjae,,nyampe loh suasana romantisnya ke reader!! Good Job Beth \(^o^)/

  3. Aduh umma…hampir ja ketauan ma appa…
    Malam taun baru yg romantis😉
    umma emg g takut ma semua macem hantu, kan dia sendiri hantu a.k.a vampire…*djitak jaema :-C

  4. vampire itu darahnya jadi hitam kalo lagi kekurangan darah aja? Jadi kalo udah minum darah warnanya merah gitu?

    aku selalu suka part kalo yunjae lagi kencan di taman bermain
    tapi kasian yunho. harga dirinya pasti jatoh pas dia serba ketakutan tapi jeje ga sama sekali hahaha

    good job on. masih bisa lanjutin ff
    keep writing yooo

  5. Fiuh..Akhirny kluar jg nie chap..
    Q nungguin lama bgt..

    Disni yunjae momentny q ska bgt..Umpa sosweet..

    Tp jaema klo nyetil abal”an gtu..Ingat yunpa umma.. Dy kn mnusia,klo ktbrak n trluka gmn??
    N yunpa..Q salut ma tndakanmu..Setakut n sesakit papun psti yunpa psti kn mmbuat jaema bhgia..

    Daebak ni chap..
    N cpet” publish ea chngu..
    Krn q dah pnsaran tngkat akut..Uc..

  6. uwah jae semangat bgt… smpe2 ngejalanin mobilny ngebut bgt… so sweet bgt… tp tu kok darahny warna hitam?? pa gara2 jae tu vampire makany darahny warna hitam… penasaran bgt kelanjutanny…

  7. buahhh apa iniii??napa yunjae jd brani cipok”annn,,ahh ktinggalan satu chap,,bedana udahh bangett kya gniii,,,ahh umma uke bangett disiniii,,,ahh iya donggg bakal pd ngiri dah klo liat yunjae kissuan,,,n stuju ma ummaaaa,,, yunjae emang ditakdirkan bersatuuu,,,yeyyyy tvfxq we❤ uuu*lho*,,,

    ahh mksh bwt ngluaingin waktu bwt ff ni~,,,snenghhh bangettt,,,yunjae hrs brsatuuuu*maksa#ditendang*

  8. Aq kra yunjae bakal nc an di mlm thun bru eh mlh cma kissue (-_-‘) yh pu”s sdh hrpan q liat yunjae nc an HUE!!!~…. Unnie kpn yunjae nc an….. Aq tunggu pkokny hrus itu (maksa)… Annyeong maaf g panjang

  9. huaah seneng banget sama chap ini..yunjae romantis bgt..hehehe
    ditunggu lanjutannya eon…^^

  10. so sweet :3
    mommy and appa romantis :3
    yaa mommy c kagak ati” pas buka kaleng jadinya hampir ketauankan-.-

    lanjutt thor ^^b
    sukaa ^^d

  11. Aaargh kencan d taman hburan..
    mauuu..
    haha

    waduh hmpìr ktauan, drah jeje dah item gmana tuh? dy btuh darah..

  12. Uuuuhh…kencan ýanƍ indah, merayakan taon baru di atas gondola, kissu an, bikin iri…oohh seandainya….

    Umma…kenapa Ъ>:/ ceritain aja sih Şiaρα umma sebenernya, Şiaρα ƭªŮ APpa bisa bantu

  13. Huwaaaaaaa manisnya ga ketolongann. Envy sama ummpa bneran envy sampe ke ubun2. Smoga hubungan ummpa baik2 aja.

  14. kencaaan pertama …
    ketaman hiburan
    adiknya

    iyalah Yun … Jae ga takut
    wong dia srndiri vampire.

    woah
    Yun mulai curiga sama latar belakangnya Jae nih
    mana Jae sempet luka juga
    aduh …

    Jae kesannya dingin tapi
    dia cinta banget ya sama Yun
    aigooo
    kyopta …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s