Saranghae Do Dwel Gayo – Part 5 A


Siapa yang dah nunggu ni FF???

Udah ada nih apdetannya…

mian terlalu lama gak apdet.. langsung aja yuk kalo gitu..

yuk~

Title        : Saranghae Do Dwel Gayo

Author   : Kim Chi Hee

Part         : 5 A

Pair         : Yunho x Jaejoong, Yunho x Karam

Genre    : Romanc, Yaoi

Rate       : PG

Mika meraih secangkir coklat panas yang teronggok di depannya. Habis. Mika mendengus kesal lalu meletakan pigura yang tadi dipegangnya ke tempatnya semula. “Jae hyung! Kau tahu! Jadi penjagamu adalah pekerjaan yang melelahkan.” Mika meletakan kepalanya di atas meja, bertumpu dengan tangannya sendiri.

Memang semenjak kematian kedua orang tuanya Jaejoong, Nyonya Kim –yang notabenenya adalah abdi setia keluarga Kim- lah yang mengasuh Jaejoong. Namun, nyonya Kim yang sudah mulai menua menyerahkan tugas ini kepada Mika, satu-satunya orang yang memiliki hubungan darah dengan Jaejoong. Awalnya Mika menolak, namun berkat paksaan kedua orang tua Mika yang saat ini berada dan tinggal di luar negri sampai waktu yang tidak ditentukan Mika terpaksa menurut.

Selain menderita phobia naik kendaraan akut, ternyata Jaejoong memiliki penyakit bawaan dari lahir, yaitu Systemic Lupus Erythematosus atau yang sering disebut Lupus. Jaejoong sering merasa kesakitan dan itu sering terjadi saat malam tiba. Maka tidak aneh Mika berinisiatif untuk memasang cctv di kamar Jaejoong tanpa sepengetahuan Jaejoong.

“Yah~ tidurlah Jae hyung, ini sudah malam. Aku juga sudah ngantuk.” Seru Mika sambil mematikan layar komputer di depannya.

===========================================================================

Yunho melemparkan tubuhnya ke tempat tidur berseprai biru muda miliknya, diikuti Karam. Yunho menepuk-nepuk bantal lalu menyerahkan bantal itu kepada Karam yang duduk di sampingnya. Yunho baru akan merebahkan tubuhnya saat Karam buka suara.

“Hyung, gak mandi?” Tanya Karam.

“Males, atau mau kamu yang mandiin?” Tanya Yunho cuek.

Satu pertanyaan Yunho sukses membuat wajah Karam memerah. Karam menunduk malu. Yunho yang melihatnya hanya tersenyum gelid an mulai menatapnya. Lama sekali Yunho menatap Karam. Karam yang ditatap seperti itu makin salah tingkah.

Karam akhirnya mengangkat wajahnya dan melirik kearah jam digital yang terletak di atas meja di samping tempat tidur Yunho. Pukul 7 malam. “Hyung, ini sudah malam kalau mandi di saat seperti ini bisa bikin sakit, bagaiman kalau aku siapkan air panas dulu.” Karam beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi yang ada di kamar Yunho.

Melihat kepergian Karam Yunho tertawa geli melihat muka malu-malu milik Karam. “Lucu sekali.” Batin Yunho. “Dia mirip Jae deh kalo lagi malu-malu.”

Karam keluar kamar mandi dengan baju yang setengah basah. “Hyung, air panasnya sudah siap. Aku kekamar mandi dulu mau ganti baju.”

Yunho mengangguk. Dengan bersenandung kecil Yunho masuk kamar mandi. Melihat Yunho yang sudah masuk kamar mandi Karam berniat untuk mengganti bajunya yang basah dengan piyama.

Karam masuk kamarnya dengan perasaan tidak menentu. Karam menutup pintu kamarnya lalu menyandarkan punggungnya ke pintu. Perlahan Karam beringsut duduk di lantai. Karam menekuk kakinya hingga lututnya menyentuh dadanya. Mata Karam menerawang sambil memegang bibirnya.

“Masih terasa.” Lirih Karam. Seringaian terkembang di bibir Karam. “Sedikit lagi.”

Karam bangkit menuju lemarinya. Lama Karam memilih piyama yang nyaman untuk dikenakannya, akhirnya pilihannya jatuh pada piyama berwarna putih dengan motif mickey mouse. Setelahnya Karam kembali ke kamar Yunho.

Karam membuka pintu kamar Yunho prlahan. “Hyung~” Panggil Karam. Merasa tidak ada jawaban Karam langsung masuk saja.

Ternyata Yunho sudah ada di atas tempat tidur dan dilihat dari gerak-geriknya Yunho sepertinya sudah tertidur pulas. Karam mendekati ranjang Yunho perlahan. “Hyung sudah tidur yah? Apa aku ganti bajunya lama?” Karam mengusap perlahan pipi Yunho. “Saranghae.” Lirih Karam.

Yunho tiba-tiba membuka mata dan menangkap tangan Karam yang berada di atas pipinya. “Kamu bandel yah!” Seru Yunho. Karam yang syok tidak berkutik. Yunho buru-buru bangkit dan mendorong Karam hingga ia terjerembab jatuh terlentang di atas tempat tidur Yunho. Dengan tanpa ampun Yunho menggelitiki Karam.

“Gyahhahaaha~ Hyung geli!” Teriak Karam namun Yunho bukannya berhenti malah makin menjadi.

“Hyung! Berhenti!” Karam berusaha lepas dari serangan gelitikan Yunho. Dan yup! Dia berhasil lepas dengan cara menendang lutut Yunho. Yunho meringis kesakitan, melihat kesempatan itu Karam menghadiahkan Yunho sebuah pukulan bantal.

Pukulan itu mengena telak di wajah Yunho. Yunho  yang tidak terima balas memukul Karam dengan bantal lain. Akhirnya semalaman suntuk mereka berdua melanjutkan aksi perang bantal.

===========================================================================

Pagi-pagi sekali Jaejoong sudah bangun setelah selesai bersiap-siap dan membereskan semua buku-bukunya yang berserakan di lantai kamar Jaejoong keluar dari kamarnya sambil bersenandung ria. Karam yang melihatnya hanya tersenyum dan memberikan segelas susu coklat kepada Jaejoong.

“Hyung, ini minum dulu.” Seru Mika sambil menyodorkan segelas susu coklat kepada Jaejoong.

“Mika, aku udah telat! Aku lagi ada test nih.”

“Test apa? Kok aku gak tahu ya?” Tanya Mika sambil menaikan sebelah alisnya.

“Itu loh! Uji kemampuan buat kelas 3.” Jaejoong buru-buru memakai sepatunya.

“Hyung, di luar kan panas banget.” Seru Mika sambil menyeruput susunya.

“Ah~ udah deh gak apa-apa, aku juga udah minum obat. Dah~” Jaejoong keluar rumah dengan terburu-buru.

Mika mengikutinya sampai ke pintu depan. “Aku antar hyung!” Mika berteriak.

“Tidak usah!” Balas Jaejoong

“Hyung ingat, sampai sekolah makan ya! Jangan kelelahan juga!” Teriak Mika

“Oke!” Sahut Jaejoong.

Jaejoong berlari secepat kilat. Dalam semenit sekali Jaejoong melirik jam tangannya. Sepanjang perjalanan Jaejoong mendumel karena begitu bodohnya sampai lupa belajar dan baru bangun untuk belajar pukul 1 malam dan alhasil ia bangun kesiangan padahal kepala sekolahnya sudah mengingatkan bagi semua peserta ujian harus datang ke sekolah pukul 7 tepat.

Akhirnya Jaejoong sampai di sekolahnya dengan keringat bercucuran di dahinya dan napas tersengal-sengal. Sedikit lagi Jaejoong bisa mencapai gerbang sekolahnya. Tapi sayang tenaganya habis karena berlari tadi. Jaejoong merasa kepalanya pening dan berputar-putar. Ini sering terjadi pada Jaejoong bila ia kelelahan. Keseimbangan Jaejoong mulai menipis. Dan puncaknya tubuh Jaejoong mulai terjatuh. Jaejoong menutup matanya.

#HUPP

“Hah? Kok gak sakit? Masa ia Cuma jatoh begini langsung meninggal?” Batin Jaejoong. Perlahan Jaejoong membuka matanya.

Jaejoong melirik kebawah. Melayang. Dia melayang, pikirnya. Pandangannya naik sedikit ke atas. Sebuah tangan –yang menurut Jaejoong- cukup mulus melingkar indah di pinggangnya. Pandangannya dinaikan lagi hingga sekarang menghadap wajah seorang anak laki-laki –yang lagi-lagi menurut Jaejoong-  cukup tampan.

“Kau baik-baik saja?” Tanya anak laki-laki itu

“A… aku baik-baik saja kok.” Seru Jaejoong gugup. “Ya ampun dekat sekali wajahnya!” Batin Jaejoong.

“OMG Aku telat!” Sebuah suara yang sangat familiar di telinga Jaejoong membahana.

“Yunho!” Jaejoong buru-buru bangun dari posisinya –yang mengundang curiga- itu. Dia tidak mau Yunho mengamuk di saat yang tidak tepat karena ia hapal betul sikap posesif Yunho.

Tapi mungkin keseimbangannya belum pulih benar, Jaejoong hampir terjatuh, tapi berkat tangan anak laki-laki tadi yang memapah Jaejoong, Jaejoong tidak jadi terjatuh.

“Boo~” Panggil Yunho saat ia mendekat.

“Yun~ kamu telat juga?”

“Apa-apaan tanganmu itu hah?! Cepat singkirkan!” Yunho menarik tangan anak laki-laki itu agar cepat-cepat menyingkir dari pinggan Jaejoong.

“Oh, maaf.” Seru anak laki-laki itu.

“Siapa dia?” Tanya Yunho ketus.

“Yun~ udah deh, gak usah kayak mau ngajak berantem gitu! Kita udah telat mending kita masuk terus…” Omongan Jaejoong terhenti saat Yunho menangkup kedua pipi Jaejoong dengan tangannya.

“Boo~ kenapa pipimu ada ruamnya?”

“Ini udah biasa Yunnie! Kan aku emang gak tahan panas.” Tidak terasa ada sesuatuyang berwarna merah keluar dari hidung Jaejoong.

“Boo~ hidungmu mimisan.” Yunho buru-buru melap darah yang keluar dari hidung Jaejoong. “Boo~ kita ke UKS aja.”

“Gak usah Yun~ ini sih biasa kalo aku kepanasan! Udah deh kita telat nih!” Bujuk Jaejoong. Akhirnya Yunho pun menurut dan langsung menarik Jaejoong untuk menuju kelas mereka. Sebelumnya Jaejoong mengucapkan terima kasih dulu pada anak laki-laki yang tadi menolongnya. Tapi Jaejoong lupa bertanya padanya siapa namanya.

===========================================================================

Mika datang ke sekolah sambil terus menghisap permen coklat di mulutnya. Dan pada saat yang sama Karam datang. Mereka berdua secara kebetulan berpapasan. Mika memandang dengan nada mengejek ke arah Karam yang datang dengan membawa sebuah tas ransel besar.

“Kau mau kabur dari rumah hah?!” Ejek Mika.

“Bukan urusanmu!” Seru Karam dingin.

Mika menaikan sebelah alisnya. “Ya memang bukan urusanku, ayo kita bertaruh.”

“Aku tidak sudi bermain denganmu.”

“Begitu ya? Karam aku tahu semua kartu as yang kau punya. Jadi kau jangan pernah bertindak bodoh, apalagi sampai punya pemikiran untuk memisahkan Jae hyung dengan senior Yunho.”

Karam hanya menanggapi perkataan Mika dengan senyuman –senyuman dingin-. “Kau terlalu percaya diri.”

“Kita lihat siapa yang akan menang.” Mika tersenyum meremehkan. “Tapi aku bisa membantumu.”

“Hah?!”  Karam menghentikan langkahnya.

“Membantumu untuk menggagalkan rencanamu.” Mika melipat tangannya di dada.

“Kau iblis!”

“Aku memang iblis! Iblis bermuka dua, asal kau tahu saja. Aku bisa sangat baik padamu dan di saat yang sama bisa sangat kejam padamu.” Mika meraih dagu Karam.

“Enyahkan tanganmu dari wajahku.”

Mika menjauhak tangannya dari wajah Karam. “Aku mau tahu Tanya padamu, apa orang yang ingin memisahkan dua insane yang mencintai bukan iblis? Menurutku dia sama iblisnya denganku.”

“Aku benci dia!” Karam melanjutkan langkahnya. Mika hanya tersenyum sinis melihat kepergian Karam. Tapi, tidak beberapa lama Karam memutar tubuhnya. “Aku juga benci kau!” Karam mengacungkan jari tengahnya, menandakan perang di mulai setelah itu ia kembali berjalan meninggalkan Mika.

“Kau yang memulai perang ini, Karam.” Desis Mika.

“Siapa dia?” Seorang anak laki-laki tiba-tiba datang dan merangkul pundak Mika. “Anak baru itu ya? Dia imut sekali! Mukanya mirip dengan sepupumu yah?”

“Injun lepaskan tanganmu dari pundakku! Tak tahukah kau itu berat! Dan jangan suka berlendotan denganku!” Seru Mika sadis dan dipenuhi dengan aura kegelapan.

“Aku bertaruh kau ada apa-apanya dengan anak itu.” Seru Injun.

“Ya! Dan kita lihat aku punya mainan baru, tapi sepertinya dia tidak baru bagiku. Tapi ini akan menyenangkan. Sangat menyenangkan.”

“Aduhh…” Injun memegang keningnya. “Aku gak ngerti sama yang kamu omong! Sumpah! Emang beda orang jenius dengan orang dengan IQ rata-rata kayak aku.”

TBC

cukup sekian duluuu…

Mian.. Mian untuk Part 5 terbagi beberapa sub part juga T^T

Ampuni saya……

ditunggu komennya ya…

gomawo..🙂

11 thoughts on “Saranghae Do Dwel Gayo – Part 5 A

  1. Pendek thor…..*plakk//dgampar author😥
    penyakit lupus ntu apaan yah?
    Kok umma mimisan?? *LOL
    cieh…appa cemburu….
    Masih penasaran dg cwo yg nolongin umma…

  2. waduh kok cuma segini doang thor?? *dilempar author ke afrika*
    athor sukses membuat aq penasaran sama ini cerita..wkwkwk
    updatenya jangan lama2 ya thor.. aq tunggu..hehehehe

  3. Aduuuuuhhh sampe kapan sih karam mau deketin yunpa???sebel banged deh
    Apalagi yunpa pake nanggepin hufh..makin besar kepala karam
    Eh nugu??? Sapa cowo yg nolongin jaejae??

  4. cieee cuit” ada jeless itu :3
    kenapa feelingku mengatakan mika sebenarnya naksir ma karam yaa -____- aneh??-_-

    penasaran c thor U___U
    lanjtt thor jgn buat ak penasaran u-u

  5. ya ampunnn ini typo dimanah-manah
    mianhaeeeeeeeeeeeeeeeeee yaaaaa =_______________=
    waktu itu lagi sakit jiwa jadi gak bisa edit dulu
    kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk~

    gyahahahahahhha~

  6. yah pendek thor
    #plak
    arghhh demi apapun benci banget sama si garam dapur a.k.a karam

    penyakit lupus itu apa sih?
    pernah denger,tapi apa lupus itu berbahaya?
    aishh kasian liat umma T.T
    itu siapa yang nolong umma?

  7. pendek bgt ya #plakk d geplak author
    ih sbel bgt ma karam x,,,dket” ma yunpa mulu,,,oh ya thor pnykit lupus tu pnykit pa??!,,

  8. pendek bgt ya #plakk d geplak author
    ih sbel bgt ma karam x,,,dket” ma yunho mulu, yunho x jg g2 d tnggpin sgla makin brulah ntr tu anak..,
    oh ya thor pnykit lupus tu pnykit pa??!,,

  9. mssihh pnasaran dengan sosok mika..
    agakk misteriusss..
    mkin lama mkin bahaya nicchh karammm..
    gax bsa d biariinn.. huh…

  10. Jaema menderita penyakit lupus..andwe!!! (╥﹏╥)
    Umma jaga kesehatan dong..!! Emang umma Ъ>:/ ƭªŮ ýª umma punya penyakit berbahaya?
    Good job mika! Ayo terus berusaha gagalin rencana’a karam! Kalau perlu santet tuh karam..ggrrr!!! #knp gw emosi banget ýª, inget lagi puasa hrs jaga emosi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s