Bloody Love Chapter 36 – Hyung Please Come | @beth91191


Anyeonghaseyo.

Chap ini adalah chap yang akan menuju klimaks inti cerita dari FF Bloody Love ini. Kita tau kalo FF ini bercerita tetang seorang vampir yang jatuh cintaa dengan seorang manusia. Ya, masalah dari hubungan terlarang itu akan mulai muncul di Chapter ini..

Mungkin Yunjae momentnya gak banyak, tapi cukup manis lah di awal chapter. Tapi makin kebelakang akan semakin menegang. Cinta mereka tak akan semudah itu bersatu.

Langsung baca aja yukkk..

🙂

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 36 – Hyung Please Come..

Genre    : Romance, Action, Yaoi

Rate       : 21+


CHAPTER XXXVI – Hyung please come..

Keesokan malamnya…

[Yunho pov]

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Aku sedang menonton TV bersama Jaejoong di kamar sambil tidur-tiduran. Dia sandarkannya kepalanya di lenganku. Kami menonton acara reality show yang sangat lucu. Beberapa kali kami tertawa bersama. Sembari menonton terkadang Jaejoong memain-mainkan tanganku. Disentuh-sentuhnya jari jemariku.

“Tanganmu indah honey..” ucapnya sambil mengamati jariku.

“Benarkah? Menurutku biasa saja.” Jawabku sambil ikut mengamati jariku.

“Tidak Yunnie.. Lihat.. Jemarimu itu indah.. Ramping dan lentik tapi tak mengurangi kejantanannya sama sekali. Jari yang indah.. Apalagi lihatlah punggung tanganmu yang dihiasi urat-urat ini. Uhhh~ benar-benar jari seorang pria..” pujinya.

Akupun berganti memegangi tangannya. Kuamati jemarinya juga.

“Jarimu lebih indah.. Putih, kecil, dan penuh padat.Enak mungkin kalau digigit..” ucapku sambil mencoba menggigit jari itu.

“Ihhh..” pekiknya.

“Hahaha.. Mian mian..” ucapku.

Diapun tertunduk malu dan tak menatap wajahku sama sekali.

“Maafkan aku my Joongie..” ucapku sambil mengangkat dagunya agar aku dapat melihat wajahnya dengan jelas.

Kusentuh pipinya perlahan. Tanganku benar-benar dimanja rasanya ketika menyentuh kulit pipinya yang sangat lembut ini. Tapi tangannya terasa dingin seperti biasa. Sepertinya dia mudah sekali merasa kedinginan. Mungkin sebaiknya kuberikan sedikit kehangatan untuknya agar dia tak lagi merasa kedinginan. Kusentuh kedua pipinya dengan kedua tanganku. Kutekan lembut kedua pipinya itu sambil kugesek-gesek pelan.

“Kenapa kau selalu terasa dingin Jae? Mungkin dengan ini aku bisa sedikit membuatmu hangat.” Kataku.

“Yun..” ucapnya sedikit mendesah.

Kuamati wajahnya. Matanya tampak membulat menatapku ragu-ragu dan yang paling menarikku untuk melihat dari wajahnya adalah bibir merahnya. Bibir plum itu selalu tampak manis dan membuatku tertarik untuk mengecupnya barang sedetik saja. Kudekatkan wajah ini dengan wajahnya. Ketika bibir ini menyentuh bibirnya tiba-tiba…

KRINGGG…

Kudengar HP ku berbunyi. Aisshhh… Ciuman kamipun terhenti begitu saja. Sungguh menyebalkan.

“Joongie.. bisa ambilkan HP yang ada di sampingmu itu.” Pintaku padanya.

Kemudaian di raihnya HP ku dan dibacanya sekilas.

“Telepon dari Yoochun.” Jawabnya sambil menyerahkan HP ku padaku.

“Yabuseyo..” kataku sambil mengangkat telepon.

“Yabuseyo hyung..” jawab Yoochun dari seberang telepon.

“Kau sedang sibuk kah hyung?” tanyanya.

“Tidak. Hanya sedang menonton TV.” jawabku sambil kembali menonton TV.

“Aku ingin bicara denganmu hyung sekarang. Bisa?” tanyanya padaku.

“Wae? Ada apa?” tanyaku mulai konsen pada telepon Yoochun. Sepertinya ada hal penting jika mendengar dari suaranya.

“Ah tidak aku hanya ingin mengobrol-ngobrol saja. Aku tunggu sekarang di kedai soju dua blok dari rumahmu ya. Kau bisa kan?” Ucapnya.

“Oh.. ya.. baiklah. Tunggu aku ya..” kututup teleponku.

“Ada apa Yunnie?” tanya Jaejoong padaku.

“Aku keluar sebentar ya. Yoochun mengajakku minum soju di kedai soju dua blok dari sini.” Kataku padanya.

“Oh ya tidak apa-apa. Kemarinkan kalian belum sempat mengobrol banyak saat di food festival.” Katanya.

“Kau tidak ingin ikut?” tanyaku.

“Tidak usah. Sampaikan saja salam ku padanya. Tapi jangan malam-malan ya Yunnie. Sebelum aku tidur kau harus sudah pulang.” Jawabnya sambil memasang wajag menggemaskan.

“Iya-iya Joongie. Sebelum tengah malam aku sudah kembali. Kau jangan tidur dulu ya.” Kataku sambil mengelus pipinya lembut dan memberinya ciuman singkat dibibir merahnya.

-oOo-

 

Sebelumnya di rumah Junsu..

[Yoochun pov]

Malam ini aku makan malam di rumah Junsu. Dia tumben-tumbennya memasak makan malam. Biasanya selalu aku yang memasak atau kita makan di luar. Aku jadi penasaran makan malam hasil masakannya. Aku menunggunya menyiapkan makanan sambil membaca-baca majalah yang baru saja aku beli tadi siang. Setelah beberapa lama…

“Chun.. Makanannya sudah siap di meja makan. Ayo kita makan.” Ajaknya sambil menggandengku ke arah meja makan.

“Ayo makan.. Mari kita lihat kemampuan memasakmu ya. Kalau tidak enak, kau harus menerima hukumannya.” Godaku padanya.

“Siapa takut. Tapi kalau sampai enak, berarti kau yang harus menerima hukumannya ya.” Dia balik menggodaku.

Jadi pada intinya enak atau tidak enak, tetap saja akan ada ‘hukuman’ malam ini. Kamipun berjalan menuju meja makan. Kutarikan kursi untuknya dan kupersilakan dia duduk di kursi itu. Kemudian akupun duduk di kursi di sampingnya. Kulihat dimeja makan terdapat beberapa jenis makanan yang aku sendiri tak tahu namanya.

“Ini makanan apa sayang?” tanyaku.

“Entahlah aku juga kurang tahu yang aku tahu ini berbahan daging dan ini enak.” Ucapnya sambil menggaruk kepalanya.

“Hahaha.. Iya..iya.. aku tahu.” Kataku.

Kuambil sedikit nasi dan beberapa lauk yang ada di meja. Kurasakan suapan pertama masakannya. Hmmm.. enak sekali makanan ini. Aku tak menyangka dia pandai memasak.

“Su-ie, ternyata masakan buatanmu sangat enak. Wah aku jadi takut mendapat hukumanmu.” Ucapku sambil memasang wajah pura-pura ketakutan.

“Awas kau Park Yoochun. Nanti malam kau harus menerima ‘hukuman’ dariku.” Godanya kembali.

“Aigoo~ aku takut..”

Akhirnya kami tertawa bersama sambil menikmati makan malam ini. Belakangan ini cukup sibuk sehingga membuatku tak banyak waktu lebih untuk bersamanya. Kunikmati malam ini dengan perasaan senang bersama Kim Junsu ne saranga.

“Oya Junnie sayang..” kataku teringat sesuatu.

“Nae Chun?” tanyanya.

“Kapan peringatan seratus hari meninggalnya hyungmu?” tanyaku untuk membuka topik tentang hyungnya.

“Beberapa hari lagi..” tiba-tiba wajahnya tampak muram.

“Jeongmal? Mmmmm… Selama aku mengenalmu aku belum pernah bertemu dengan hyungmu ya..” tanyaku dengan pertanyaan yang sebetulnya tidak memperlukan suatu jawaban.

“Iya juga..” wajahnya semakin melesu.

Aku sebenarnya tidak ingin membicarakan topik ini tapi aku sungguh penasaran dengan sosok hyungya setelah peristiwa di food festival beberapa hari lalu. Sungguh kebetulan yang aneh saat Junsu melihat sosok namja itu mirip dengan hyung nya dan saat itu juga namja itu tak ingin bertemu dengan Junsu. Aku harus mencari tahu yang sebenarnya.

“Honey..” panggilku.

“Nae?” jawabnya.

“Aku bahkan tak tahu namanya. Aku memang sengaja tak pernah mengungkit tentang hyung mu selama ini, aku takut kau merasa sedih. Tapi saat ini, aku rasa kau lebih kuat di banding sebelumnya. Bolehkah aku melihat foto hyungmu?” Pintaku padanya.

“Oh.. Hyungku namanya Kim Jaejoong. Ini fotonya.” Katanya sambil membuka-buka Hpnya untuk mencari foto hyungnya.

“Mana?” tanyaku.

“Ini..” dia menyodorkan Hpnya dan membiarkanku melihat foto hyungnya.

MWO?? FOTO INI??? Bukannya wajah yang aku lihat ini adalah namja yang Yunho hyung kenalkan padaku??? Iya.. Aku ingat pasti wajah namja itu. Walau memang tatapan namja itu lebih tajam dan warna kulitnya lebih pucat serta badannya tampak lebih bagus, tapi tetap saja hyungnya sangat mirip dengan namja itu. Bukan hanya sangat mirip, aku rasa mereka memanglah orang yang sama. Ya Tuhan… Sebenarnya apa yang terjadi?? Apakah namja itu adalah hyungnya?? Bukannya hyungnya sudah meninggal?? Jika dia memang benar hyungnya mengapa sampai saat ini dia tak menemui Junsu juga?? Mengapa kemarin dia justru terlihat menghindari Junsu saat di food festival ketika aku hendak memperkenalkan Junsu pada Yunho hyung? Sebenarnya apa yang terjadi?? Berbagai pertanyaan memenuhi otakku. Aku benar-benar gelisah dibuatnya. Semakin aku berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi, semakin penat dan penuh kepalaku ini, serasa mau pecah saja.. Ya Tuhan… Rahasia apa yang ada di balik ini semua??

-oOo-

 

[Yoochun pov]

Setelah makan malam selesai…

“Jun.. Aku pergi menemui Yunho hyung dahulu ya..” kataku.

“Mwo? Bukannya kau harus menerima ‘hukuman’ku malam ini?? ” serunya tidak terima dengan kata-kataku.

“Iya sayang.. Aku akan tetap menginap. Aku hanya akan menemui Yunho hyung sebentar. Aku ingin mengobrol-obrol sebentar dengannya. Sebelum tengah malam aku sudah kembali dan siap menerima ‘hukuman’ darimu..” bujukku padanya.

“Baiklah.. Benar lho ya sebelum tengah malam kau harus sudah kembali??” Tanyanya meyakinkan diri.

“Pasti sayang..” jawabku.

Setelah itu pun aku menelepon Yunho hyung untuk mengajakannya bertemu di kedai soju favoritku yang kebetulan hanya berjarak beberapa blok dari rumahnya. Kuberikan kecupan singkat pada kekasih ku itu dan dengan segera ku beranjak pergi meninggalkannya. Kunaiki mobilku dan akupun melesat menuju tempat yang aku maksudkan tadi.

Sambil menunggu kedatangan Yunho hyung, kuamati foto Jaejoong hyung dan Junsu yang secara diam-diam aku kirim ke Hpku.

Yunho hyung.. Kau harus tahu yang sebenarnya. Aku tak tahu yang sebenarnya terjadi. Tapi aku tahu pasti ada suatu hal penting yang sebenarnya terjadi dan tidak diketahui oleh Junsu maupun Yunho hyung. Entahlah apa yang Jaejoong hyung sembunyikan dari mereka. Tapi aku yakin ada sesuatu yang tidak beres. Aku harus memberi tahu pada Yunho hyung setidaknya. Biarlah dia yang akan mencari tahu lebih lanjut mengenai kebenarannya. Aku tak ingin suatu kepura-puraan ini terus berlanjut.

-oOo-

 

[Jaejoong pov]

Sesaat setelah Yunho pergi, tiba-tiba aku teringat pada cerita yang dikatakan oleh Yesung-ssi malam itu. Aku ingin bertanya sesuatu padanya. Sesuatu yang menjadi pikiranku beberapa saat ini. Aku ingin mencari tahu informasi mengenai suatu hal yang tak boleh aku anggap enteng dan angin lalu. Bagaimanapun juga hal itu adalah hal yang sangat penting. Aku tahu bahwa selama ini dimanapun dan kapanpun Yesung-ssi selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi. Bahkan dapat aku rasakan dia sedang memperhatikanku saat ini.

“Yesung-ssi.. Aku ingin bicara padamu.” Panggilku padanya.

Dengan seketika dia sudah berada di sampingku dan menampakan wujudnya. Dia berdiri tak jauh dariku dan wajahnya tertunduk serta kedua tangannya di satukan di depan tubuhnya.

“Apa yang bisa saya bantu Tuan Kim?” tanyanya ramah.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanyaku balik.

“Silakan Tuan..” jawabnya.

“Apakah kau akan menjawab semua pertanyaanku dan mengatakan yang sebenar-benarnya?” tanyaku lagi.

“Jika saya tahu jawabannya tentu akan saya jawab dengan jujur, Tuan.” Jawabnya.

“Baiklah.. Begini Yesung-shi.. Mmmmm.. Malam itu kau berkata padaku tentang kau pernah mencintai seorang manusia. Kau berkata hubungan antara manusia dan vampir tidak akan bisa bersatu. Lalu bagaimana akhir hubungan kalian?” tanyaku padanya.

Kulihat dia tidak menjawabnya.

“Kumohon jawab pertanyaanku..” pintaku.

“Maaf tidak seharusnya saya mengatakannya Tuan.. Mianhae shimnida..” katanya.

“Tidak.. Katakan saja. Kau sudah terlanjur mengatakannya sedikit. Beri tahu aku semuanya.” Paksaku padanya untuk bercerita.

“Tapi Tuan..” katanya.

“Yesung-shi.. Katakan..”

 

[Yesung pov]

Sejenak aku kembali terdiam. Aku tak tahu harus mengatakan hal ini atau tidak. Aku tak bisa menilai hubungan antara manusia dan vampir tak akan pernah berhasil seperti ini yang aku katakan saat itu. Tapi..  (mengembuskan nafas keras-keras) Entahlah.. Aku sudah terlanjur mengatakannya, aku tak bida menutupi hal ini lagi dari Jaejoong-shi.

“Saya meninggal tahun 1945. Bahkan Tuan Kim belum lahir bukan? Bahkan mungkin Appa tuan Kim juga belum lahir.” Kataku membuka ceritaku sambil berusaha mengingat masa-masa itu..

“Benarkah Yesung-ssi.. Maksudku Ahjussi.. ah maksudku Haraboji..” jawabnya.

“Panggil saja saya seperti biasanya.” pintaku padanya.

Dia mengangguk pelan.

“Saya dulu meninggal saat berusia 25 tahun. Karena sebuah kecelekaan, sepeda yang saya naiki tersambar kereta.”

Kulihat alisnya menyerengit.

“Tragis kah? Tragis memang nasib saya.” Kataku sambil tersenyum berusaha sedikit mencairkan suasana.

“Kemudian kenapa Yesung-ssi bisa menjadi seorang vampir?” tanyanya.

“Sama seperti yang Tuan alami. Yang Mulia Siwon lah yang menggigit saya hingga saya berubah seperti ini. Saat saya sudah sekarat dan nyaris meninggal, Yang Mulia mendatangi saya. Semula dia menanyakan pada saya apakah saya benar-benar ingin menjadi vampir atau tidak?”

“Lalu kenapa Yesung-ssi mau menjadi vampir? Bukannya menjadi seorang vampir bagaikan sebuah kutukan yang sangat mengerikan?” tanyanya bingung.

“Yang ada di benak saya saat itu adalah yeoja yang sangat saya cintai. Jika saya meninggal, saya tak akan sempat menyampaikan perasaan cinta ini padanya. Jadi mau tak mau saya memilih untuk menjadi vampir. Dan saya sempat sangat menyesalinya.”

Kuhembuskan nafas dalam-dalam ketika ceritaku akhirnya tiba pada bagian ini.

 

===FLASH BACK===

Aku dahulu adalah seorang petani bunga dan penjual bunga di pinggir jalan. Bukan suatu pekerjaan yang menjanjikan, tapi itulah yang mampu ku lakukan saat itu. Aku merasa sangat bersyukur dengan semua yang telah di berikan pada Tuhan pada ku.

Suatu hari,datanglah seorang yeoja mengunjungi kiosku untuk membeli bunga. Dia adalah yeoja tercantik yang pernah ku temui. Wajahnya meneduhkan dan manis. Suaranya pun sangat lembut. Sampai sekarang mampu ku ingat wajah dan suaranya dengan sangat baik. Setiap hari ia selalu mendatangi kios bunga ku. Entah untuk membeli bunga atau hanya melihat-lihat saja. Semula aku menganggapnya hanya seperti pelangganku biasanya. Percakapan yang kami jalin tak lebih dari sekedar membahas bunga. Tapi lambat laun aku mulai merasa jatuh hati dengan yeoja itu. Hingga akhirnya aku berani untuk berkenalan dengannya.

“Maaf noonaa.. Noonaa sering membeli bunga di kios saya tapi sampai sekarang saya tidak mengenal noonaa.. Kalau boleh tahu siapa nama noonaa?” tanyaku memberanikan diri.

“Oh.. Kenalkan Seohyun imnida. ” jawabnya sambil tersenyum sangat manis.

“Kenalkan Yesung imnida.” Sahutku.

Sejak saat itu kami sering mengobrol bersama saat dia menyambangi kios bungaku. Dari obrolan itu, aku ketahui bahwa dia adalah seorang penjahit dan dia sangat ingin pergi melihat pawai bunga yang diadakan beberapa tahun sekali di Jepang. Sering pula ku berikan dia bunga yang ku jual di kios secara cuma-cuma. Dia benar-benar menyukai bunga. Awal mulanya dia menolak pemberianku karena merasa sungkan denganku. Tapi karena ku paksa, akhirnya dia pun menerimanya. Tapi dia tidak begitu saja menerima, dia sering pula membuatkan makan pagi untuk ku sebagai gantinya. Hari demi hari ku rasakan hubungan kami kian dekat. Beberapa kali aku bermain ke rumahnya. Untuk mengantarkan pesanan bunga nya atau untuk sekedar mengobrol bersama. Orang tuanya pun sudah cukup mengenalku.

Hari demi hari kami lewati. Saat ini, aku sudah mengenalnya cukup lama. Tapi mau dibawa kemana hubungan ini? Akankah ini hanya akan berakhir seperti ini. Aku harus membawa ke tahap yang lebih lanjut. Aku harus berani mengajaknya keluar malam ini. Ya.. Aku ingin melamarnya. Kubulatkan tekadku untuk melakukannya. Aku benar-benar yakin bahwa dia adalah cinta pertama dan cinta terakhir bagiku. Aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamanya sebagai sepasang suami istri.

-oOo-

 

Suatu hari..

Hari ini aku tunggu dia dengan tidak sabar. Aku sudah ingin cepat-cepat mengajaknya berkencan malam ini. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya dia pun datang juga hari ini. Tapi sedikit terlambat dari biasanya.

Kulihat wajahnya pucat pagi ini bak bulan yang kesiangan.

“Noonaa baik-baik saja? Sepertinya sedikit pucat?” tanyaku padanya.

“Ah..tidak.. Mungkin karena semalam tidur kemalaman saat menyelesaikan jahitan.” jawabnya.

Kuserahkan ikatan bunga yang sudah kusiapkan dari tadi untuknya.

“Hari ini saya memberikan bunga matahari untuk noonaa karena bunga ini melambangkan sinar matahari yang seperti hati noonaa yang selalu hangat pada orang lain.” ucapku.

Aku bukanlah seorang penggombal yang handal. Tapi ku lihat dia sudah tersipu malu saat ku mengatakannya.

“Oya noonaa.. Bagaimana kalau malam ini kita pergi berjalan-jalan di taman kota?” tanyaku sedikit ragu-ragu.

Kulihat wajahnya tampak tersenyum tersipu malu.

“Bagaimana noonaa?” tanya ku menunggu jawaban darinya.

Dia hanya mengangguk pelan.

“Baiklah saya akan menjemput noonaa nanti malam ya..”

Dia hanya tersenyum dan pergi meninggalkan ku yang sedang kegirangan. Akhirnya Aku memiliki kesempatan untuk melamar Seohyun noonaa.

-oOo-

 

Malam harinya…

Malam ini Aku bersiap untuk melamar Seohyun noonaa. Aku siapkan sebuah cincin sederhana. Hanya ini yang mampu ku beli. Tak apalah noonaa pasti tak menilai dari harganya. Kemudian ku rangkai bunga yang paling indah dan yang paling segar yang ku miliki. Semuanya sudah siap, bunga dan cincin. Aku Yesung akan melamarmu malam ini juga noonaa.

Setelah bersiap dengan menggunakan pakaian yang terbagus yang ku miliki, aku pun mengayuh sepeda aku ke rumah Seohyun noonaa. Ku kayuh sambil bersenandung-senandung kecil karena begitu bahagianya membayangkan aku akan melamar noonaa.

Setelah tiba di rumahnya, ku ketuk pintu rumahnya. Tampak ummanya keluar dengan mata sembab.

“Anyeong hashimnika Ahjuma.. Seohyunnya ada?” tanyaku sesopan mungkin.

Aku lihat Ahjuma tidak menjawab pertanyaanku, justru mulai menitikan air mata.

“Ada apa Ahjuma? Mengapa Ahjuma menangis?” tanya ku khawatir.

“Tidak taukah kau Yesung-shi, Seohyun kini berada di rumah sakit tadi sore dia jatuh pingsan saat tak sanggup menahan sakit pada kepalanya.”

Mwo? Apa yang Ahjuma katakan? Seohyun sakit parah hingga pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Kenapa dia tak pernah mengatakan padaku bahwa dia sedang sakit? Kenapa dia menyembunyikan hal sepenting ini?

“Seohyun tak pernah menceritakan apa-apa pada saya..” kataku bergetar.

“Dia sakit sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi dokter sendiri belum tahu penyakit yang dia alami. Selama ini dokter hanya memberi obat pengurang rasa sakit.” jelas Ahjuma itu.

Kurasakan tubuh ku terasa melemas saat mendengar hal itu. Aku tak menyangka Seohyun menyembunyikan hal ini dari ku. Dengan cepat ku ambil sepeda dan ku kayuh menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan aku sungguh merasa sedih dan gelisah. Aku harus menemui Seohyun noonaa untuk mengetahui ke adaannya saat ini. Aku kayuh sepeda ku secepat mungkin dan saat melewati rel kereta api saya terjang begitu saja. Keadaan di sekitar rel itu sangat sepi dan gelap. Aku sempat mendengar dari arah belakang seseorang berteriak-teriak. Aku menoleh ke arah kanan dan ternyata kereta berjarak sangat dekat dari ku. Aku merasa sangat terlambat menyadarinya. Akhirnya dengan sisa waktu yang ada ku kayuh sepeda ku.

Namun semua terlambat. Ban belakang sepeda ku terkena sambaran kereta hingga memelantingkan ku dan sepeda ku meringsek ke bawah kereta. Aku terJungkal-Jungkal dan terseret hingga jarak beberapa meter. Dapat ku rasakan sakit disekujur tubuh ku. Aku lihat banyak sekali luka dan darah dimana-mana.

Mana cincin untuk noonaa?? Ku rogoh celanaku. Untung tidak kenapa-kenapa dengan cincinnya tapi bunga yang ku rangkai tadi sudah hancur berantakan yak seberapa jauh dariku. Aku harus bertemu Seohyun sekarang tapi bagaimana aku bisa kesana jika kondisi ku saat ini saja seperti ini.

Aku berusaha bangkit tapi sama sekali tak sedikitpun aku berhasil bangkit. Aku rasakan sakit yang amat sangat di tubuh saya. Mungkin banyak tulangku yang patah karena terantuk dengan jalanan saat aku terpelanting tadi.

“Tolong..Tolong..” rintihku pelan.

Tiba-tiba tubuh ku terasa dingin. Yang terpikir di benak ku saat itu adalah menemui matahari ku, noonaaa Seohyun. Hingga tak sadar ada seorang namja yang mendekati tubuh ku.

“Saya mohon.. Tolong saya.. Saya harus menemui Seohyun. Tolong saya..” kataku pada namja itu.

“Benarkah kau ingin menemui Seohyun walau dengan cara apapun?” tanyanya.

Namja itupun menjelaskan semuanya kepada ku. Demi cintaku pada Seohyung, tanpa pikir panjang, tanpa membayangkan resiko dan dampaknya, aku pun mengiyakan semua pertanyaannya. Akhirnya namja itupun mengubahku ku dan dalam hitungan detik aku berubah menjadi vampir. Sakit sekali rasanya ketika dia mengubahku menjadi vampir, seperti darah diseluruh tubuhku ini mendidih, seperti seribu pisau yang menusuk-menusuk seluruh tubuhku, seperti tubuhku dilempar pada sekawanan serigala lapar yang mencabik-cabik tubuhmu. Sakit… Sangat sakitt…

Ahhhhhhhhhhhhhh…

Tak berapa lama, mampu kurasakan sebuah kekuatan yang sangat kuat keluar dari tubuh ini. Semua rasa sakit yang timbul akibat luka-luka hilang seketika. Tubuhku tiba-tiba merasa lebih sehat dari sebelumnya. Luar biasa sekali rasa yang timbul di dada ini. Bisa kurasakan sebuah ledakan-ledakan yang menjalar yang membuat sebuah perasaan aneh yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Namun tiba-tiba bisa ku rasakan kalap yang luar biasa saat harus menghisap darah mangsa yang pertama. Rasa haus dan nafsu yang luar biasa saat melihat darah. Semuanya ini ku lakukan hanya demi untuk bertemu dengan Seohyun. Ya demi dia, cintaku sayangku.

 

===SINGKAT CERITA===

Aku datangi Seohyun di rumah sakit. Ku masuki ruangan tempat dia dirawat. Tampak tak ada seorangpun di sana. Hanya terlihat Seohyun dengan wajah yang sangat pucat dengan selang infus yang menempel di tangannya dan selang oksigen di hidungnya. Seohyun tengah memejamkan mata indahnya dan wajahnya tak lagi bersinar-sinar seperti biasanya.

“Seohyun..” panggil ku padanya sambil membelai rambutnya.

Kulihat matanya terbuka perlahan.

“Ah.. Oppa.. Maaf aku tidak bisa ikut berjalan-jalan di taman.” jawabnya.

“Tidak apa-apa Seohyun..” jawabku.

“Aku kira oppa akan marah padaku.” tebaknya.

“Mana mungkin Seohyun..” kupaksakan untuk tersenyum di depannya, padahal sebenarnya hati ini sungguh hancur melihat kondisinya.

“Terima kasih oppa sudah mau datang menjenguk..” ucapnya manis.

“Seohyun..” ucapku berat.

“Ada apa oppa?” tanyanya.

Ku ambil cincin yang ku simpan di kantong celana.

“Mau kah menikah dengan ku?” tanyaku.

“Oppa..” dia tampak sangat terkejut.

“Ku mohon menikahlah dengan ku.” bujukku.

“Tapi kau pasti sudah tahu dengan kondisiku saat ini..” jawabnya dengan wajah suram.

“Aku tahu dan aku tak peduli. Aku yakin kau akan segera sembuh dan kita akan segera menikah, kita akan membangun rumah kita bersama, kita memiliki anak-anak yang lucu dan cerdas dan kita akan hidup untuk waktu yang lama hingga kakek nenek. Ya kita akan hidup bahagia selamanya, Seohyun.” Ucapku sambil berusaha menahan air mata.

“Tapi oppa…” ucapnya dengan setitik air mata jatuh dari matanya.

“Sssttttttttt…. Kau harus yakin.” Sahutku sambil menggenggam erat tangannya.

“Tapi oppa…” dia sudah menangis saat ini.

Kupeluk tubuhnya, kuberikan ciuman terhangat yang bisa kuberikan pada keningnya. Bisa kurasakan tubuhnya sangat dingin.

“Jadi. Kau mau menikah denganku?” kuulang pertanyaanku.

“Tentu oppa.. Tentu..” ucapnya dalam pelukanku.

“Terima kasih Seohyun terima kasih..” kataku sambil melepas pelukan kami dan menatapnya.

Wajahnya tampak bahagia tapi matanya masih tetap menyiratkan kepedihan bagi orang-orang yang melihatnya. Kurogoh cincin dari saku celanaku dan ku sematkan cincin itu di jari manisnya dan kembali ku kecup keningnya.

“Setelah kau keluar dari rumah sakit, kita akan segera menikah..” ucapku berusaha meyakinkannya.

“Ya oppa.. Pasti..” jawabnya dengan tersenyum.

“Pasti..” sahutku sambil membelai rambutnya.

“Oppa.. Selalu ingatlah cinta kita..” ucapnya.

“Tentu saja kau adalah satu-satunya yang ada di hati ku. Mana mungkin aku bisa lupa. Aku sangat mencintaimu Seohyun.. Sangat..” kugenggam erat tangannya.

“Terima kasih oppa..” jawabnya degan kembali tersenyum.

“Sekarang istirahatlah.. Kau masih perlu banyak istirahat. Aku akan selalu di sampingmu.” pintaku agar dia mau beristirahat.

Dia pun kembali membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya Aku selalu duduk disebelahnya sepanjang malam. Kugenggam tangannya erat sembari kupandangi wajahnya. Beruntungnya aku bisa mengenalnya dan memperoleh cintanya. Ingin rasanya dia cepat-cepat sembuh, sehingga kami dapat segera melangsungkan pernikahan kami. Suatu anugerah yang luar biasa jika dia menjadi istriku kelak. Tak berapa lama aku pun ikut tertidur di sebelahnya.

-oOo-

 

Keesokan paginya..

Kurasakan sinar matahari menyinari wajahku dari balik jendela. Kulihat tanganku masih bergenggaman dengan Seohyun. Tampak dia masih tertidur. Wajahnya masih saja terlihat cantik walau dia sedang tertidur. Kubiarkan dia tetap tidur. Aku tak ingin mengganggu istirahatnya. Dia perlu banyak istirahat agar cepat sembuh. Namun kemudian datanglah seorang perawat yang mengantarkan sarapan.

“Ini Tuan sarapan untuk nona Seohyun. Mohon segera diingatkan untuk makan. Karena harus tepat waktu meminum obat.” Ucapnya.

“Oh iya.. Saya akan membangunkannya.” Jawabku sambil meraih makanan itu dan meletakannya di meja di sebelah tempat Seohyun berbaring.

Tak lama perawat itupun pergi. Kuamati wajah calon istriku ini dengan seksama. Kenapa wajahnya begitu pucat. Dia harus segera makan dan minum obat, agar penyakitnya tidak bertambah parah dan dapat segera sembuh.

“Seohyun bangunlah.. Kau harus sarapan.” kataku.

Kulihat Seohyun masih tertidur.

“Seohyun.. Bangunlah..” ku belai pipinya lembut.

Dia belum bangun juga..

“Seohyun.. Ayo bangun..” kataku lagi.

Tapi dia sama sekali tidak bereaksi. Aku mulai khawatir dan gelisah..

“Seohyun kumohon bangunlah.. Kau harus makan agar cepat sehat.. Seohyun..”

Dia masih saja tidak bergerak..

“Seohyun..Seohyun…” kataku sambil menggoyangkan tubuhnya.

“Seohyun.. Bangunlah..” seruku untuk kesekian kalinya.

Aku baru menyadari bahwa tubuhnya dingin sekali. Jangan jangan….

“Seohyun.. Jangan tinggalkan aku…”

“Jangan kau tinggalkan aku..”

“Seohyun…”

“Bukannya kita akan segera menikah??”

“Bukannya kau ingin ke pawai bunga..”

“Kumohon Seohyun.. Bangunlah..”

“Seohyun..Seohyun..”

Aku terus memanggil-manggilnya tanpa mempedulikan perawat dan dokter yang datang untuk memeriksanya. Aku terus berharap dia hanya berpura-pura saja, aku terus saja berharap dia akan membuka matanya kembali dan tersenyum padaku, aku terus berharap ini semua hanya mimpi. Tapi semua harapanku sepertinya sia-sia belaka, dokterpun memastikan bahwa Seohyun telah tiada.

Kurasakan sesak di dalam di hati ini.. Sakit sekali rasanya.. Air mata menetes begitu saja. Tubuh ini terasa lemas dan akupun terduduk lemas di kursi yang kududuki sedari tadi malam. Kupandangi wajah Sehyun yang masih saja cantik di mataku walau kini dia telah pergi. Kulihat perawat menutupi wajahnya dengan selimut. Semakin hancur rasanya hatiku ini. Sungguh tak percaya hal seperti ini bisa terjadi. Lalu buat apa aku sekarang masih hidup jika tidak bisa bersama Seohyun?? Lalu buat apa hidupku sekarang ini?? Kehidupan yang menyakitkan dan sia-sia. Kehidupan sebagai vampir yang kekal.

-oOo-

 

Sejak kematian Seohyun berkali-kali aku pernah mencoba untuk bunuh diri walaupun sebenarnya aku tak akan pernah bisa mati. Kehidupan kekal ini tak ada artinya tanpa keberadaannya disisiku. Hidupku hampa, kosong, gelap. Kulalui hari-hariku dengan menyiksa diriku sendiri. Entah mengapa Yang Mulia Siwon selalu mencegahku dan memberikan aku semangat untuk terus bertahan hidup. Aku semula tak peduli dengan sikapnya. Aku tak berniat sedikitpun mengikuti kata-katanya. Tapi lambat laun, aku mulai merasakan apa yang dikatakannya benar juga. Tak ada gunanya aku menyesali sesuatu yang sudah terlanjur terjadi. Mungkin memang dia bukanlah jodohku. Mungkin dia akan lebih bahagia jika tidak bersamaku. Aku mulai menerima takdir kami. Memang berat awal mulanya. Tapi lama kelamaan akupun mulai terbiasa dengan keadaanku saat ini. Aku ikhlaskan Seohyun. Aku yakin dia bahagia di sana.
===END FLASH BACK===

 

“Jadi begitulah perjalanan cinta saya dengan seorang manusia. Cinta kami tak akan pernah bisa bersatu.” Kataku sambil menerawang jauh.

“Yesung-ssi..” dia menepuk bahuku untuk menenangkan perasaanku.

“Saya tidak apa-apa Tuan. Kejadian itu sudah sangat lama. Dan saya sekarang sudah bisa mengikhlaskannya.” Jawabku.

Aku tahu aku sudah mengikhlaskannya tapi tak semudah itu aku melupakan bagaimana  besarnya rasa cinta ini padanya.

“Tapi sampai sekarang kau masih mencintai Seohyun noonaa?” tanyanya.

“Tentu” jawabku cepat.

“Kenapa kau tidak megubahnya saja saat detik-detik sebelum dia meninggal?” tanyanya.

Pfuhhhhh… Aku menghembuskan nafas panjang.

“Aku rasa terlambat. Tapi walaupu begitu, kehidupan sebagai vampir bukanlah suatu pilihan tapi merupakan suatu kutukan. Ini bukanlah suatu kehidupan yang baik, ini adalah kehidupan yang gelap, menakutkan dan menyedihkan. Tuan Kim sendiri pasti tahu rasanya. Relakah kita jika orang yang kita cintai mengalami kutukan ini?” tanyaku.

Tampak dia tidak menjawab, hanya terdiam saja.

“Saya harap Tuan Kim lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Hubungan dengan manusia tidaklah semudah yang Tuan bayangkan. Banyak sekali resikonya. Hal itu sangat membahayakan bagi manusia yang Tuan cintai. Ingatkah tuan pada peraturan Yang Mulia yang mengatakan bahwa tidak boleh ada seorang manusia pun yang mengetahui keberadaan vampir. Jika hal itu  terjadi maka orang itu harus mati ataupun menjadi vampir juga. Relakah Tuan jika orang yang Tuan cintai harus mati atau menjadi vampir, jika suatu saat tak sengaja terbongkar semuanya??” tanyaku padanya.

Lagi-lagi dia tak bisa menjawab pertanyaanku.

“Belum lagi dengan resiko bahaya yang bisa Tuan timbulkan sendiri ketika Tuan lepas kontrol dan justru menyerangnya? Atau mungkin dengan kedekatan Anda bisa membuat vampir-vampir lain tertarik untuk menyerangnya? Saya rasa manusia sangatlah rentan dan lemah dalam situasi seperti ini. Sekali lagi, saya minta Tuan bisa lebih bijaksana dalam menyikapinya. Baiklah Tuan. Sepertinya cukup untuk hari ini. Saya permisi dahulu..” ucapku sambil menghilang meninggalkan dirinya yang masih terpaku.

Sungguh bukan hal ini yang aku sampaikan padanya. Bagaimana mungkin sanggup mengatakannya sesuatu yang semenyesakkan ini? Bagaimana mungkin aku bisa mencegah dua makhluk yang saling mencintai satu sama lain? Maafkan aku Tuan Kim, aku harus berkata seperti ini. Kuharap dia mengerti kondisiku. Kuharap dia bisa mengambil jalan terbaik yang mampu dia tempuh. Maaf..  Aku terpaksa…

TBC

 

Apakah Yoochun akan mengetahui bahwa kakak kekasihnya yang telah meninggal ternyata masih hidup? Apakah Yunho mengetahui bahwa Jaejoong yang selama ini di kenalnya adalah vampir? Apakah yang akan dilakukan Jaejoong setelah benar-benar menyadari betapa berbahayanya Yunho jika terus bersamanya? Bagaimana kisa cinta mereka selanjutnya??

hahahaha…

silakan penasaran.. author kabur dulu dan bahagia bikin reader penasarannnnnn

komen yang banyak dan tunggu kelanjutannya ya,,

Gomawo  readerdeul yg udah menyempatkan diri membaca FF ku ini..

 

Btw, follow Twitter aku di @beth91191 yaaa kalo mau kenal aku lebih deket, soalnya aku yg di FB gak begitu ‘aku’ banget, ya agak2 jaim gitu lahh.. maklum frens FB ku bener2 heterogen mulai dari aktivis2 sampe dosen2 dan keluarga besar, u know lah what I mean kenapa aku harus agak jaim di FB.. ntar aku follback dahh.. mention aja yg penting.. So, follow aku dan kita akan menggila di twitter.. hehehe~

follow juga twitter nya fanbase Yunjae kita di @fanficyunjae …

 

Gomawo sangatttt…

Salam Yunjae!

 

-Beth-

20 thoughts on “Bloody Love Chapter 36 – Hyung Please Come | @beth91191

  1. Omonaaa gaswat banged ini yoochun udah tau jaejoong temen yunho sm jaejoong kaka junsu orang yang sama,klo dia bilang ke yunho, yunho pasti bakal berusaha nyari tau nih..
    Klo identitad jae ke bongkar jae bakal dilema deh

  2. Kek.y makin rumit ja nih crita, ck….
    Makin penasaran dg gimana reaksi chun jika tau yg sebener.y dg umma….
    Chingu…. Kau membuatku penasaran ma lanjutan.y ^^

  3. wah wah wah…
    ceritanya makin complicated tapi bkin penasaran..
    ayo unn, lanjut lagi..
    ga bs menghentikan imajinasiku nig buat next chap nya..hehehehe

  4. Hya..
    Jaema bimbang tuch..
    Dy jd dilema gra” critany yesung..

    N uchun..
    Dy kaget bgt wkt liat fto kkny su-ie yg trnyata jaema..
    Hihihi

    Terus..
    Gmna dgn yunpa ea??
    Pa yg kn dlakukanny stlah uchun crta tntg jaema ke yunpa?? N jaema jg..Pa yg kn jaema lkukan stlh mndgar crta dr yesung?? ..
    Pnasaran chngu..
    Q tnggu next chapny..
    Cpetan ngepostny ea chngu..

  5. Aku nongol~~~😛
    Huaaa…
    Ga tau kenapa tiap baca chap demi chap aku yakin bakal ada cinta segitiga disini*sotoy*
    Hahahahaha
    Aku punya pikiran Siwonnie jatuh cintrong sama Jaemma,,*lirik Appa*

    Beth.,I like your fanfic..❤

    Aku nebaknya Yesung dulu jatuh cinta'y ama Wookie.,ternyata straight ya??

    Bakal seru nih~
    Kalo Jidat lebar *dijewer bang ucun* sampe jelasin soal Jaemma bakal ada bejibun konflik ya,.dan tentunya akan ada hujan air mata. . . . -___-

    Tapi tetep jangan pisahin Yunjae…😥

    Yunjae~~yunjae~~
    Yunpa~~Jaemma~~*tereak pake toa*

  6. Andweee!!!!!!! Kisah cinta Yunjae jangan sama kaya Yesung…..
    Aissshh semoga si jidat lebar #ditimpuk Yoochun# ga bikin huru-hara,
    Gimana pertemuan Yoochun & Yunho nantinya??????? eothoke

  7. kerenn >____<
    makin penasaran apalagi yg aps yunho ma yoochun ketemuan u.u
    trus nasib jeje gimana??
    u.u

    lanjutt yaa thor ^^v

  8. jadi tambah penasaran ma ceritany…. hua… yoochun penasaran sapa tu jae?? tp pa ya?? keputusan jae tentang hub mereka??

  9. Annyeong aq dta li unnie hahaha…
    Sblunya unnie q mo protes nama pnggilanny junsu itu SU’IE bkan junnie mian….. N q mo thu ntzr jae bkal ktauan ga?? N knapa couple ny yesung itu seohyun bkan ryewook unn???

    • kan manggil junsu bisa berubah… kadang suie, kadang duckbutt, kadang bebek, kadang pantat, kekekek~ *ditoyor tante junchan*
      kalo couple slain yunjae yoosu, aku gak begitu hafal. tapi selain yunjae yoosu mending sama cewek aja dah.. :p

  10. omooo,,brapa lamaa q ktinggalann blodylop???aaaahhh,,bner dahh gg da waktu luang yg da hanya meluangkan waktuuu*contek*,,,hwaaa uda konplik ni y,,,hadew smwa pertanyaan q uda d sampein di A/N,,,andwaeeeee yunjaeee haruss brsatuuu,,,biarlah si yesung kpisahh*digaplok tmpurng kura”yesung*,,yg pentingg bkn yunjaeee,,,aaaa,,,gg rela klo ni epep jd angst,,,walo gg bc dr awalll,,,tp feel yunjaena krasaa bgt,,,tp d chap ni yjmoment na bnr” cm d awal y,,,ahhh yunjae lg ja bernahagiaa,,,ehh malahh dah mulai klimaksss,,,,figthing thorrr lanjutiiinnnnn

  11. Pas baca flashbacknya yesung pertama gak nyambung, tapi akhirnya nyambung juga *manggutmanggut*
    gimana kalo yunho, yoochun, junsu tau kalo jj vampir?
    Bakalan jd vampire family nih mwehehehe #ngaco!

  12. Aduuuh gimana nih jadinya…bingung…bingung

    Chunnie ųϑªђ ƭªŮ, skrg dy mau ksh ƭªŮ aPpa Şiaρα Jaejoong/masa lalu’a jeje
    ªª ýanƍ akan yunpa lakukan ýª ??

  13. Yesung ngenesss ihhh
    tapi mudah2an ga bikin Jae jadi ninggalin YUn karena takut
    tapi kan
    ah bingung
    semoga merrka nemu jalan kluarnya

  14. Uchun udah mlai curiga pda umma

    Akan kah smua rahasia umma trbongkar ?

    Ani,aku gax rela jika umpa hrus terpisahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s