FF / YUNJAE / Romancing Train / T / Chap 1


ROMANCING TRAIN

Author: Me a.k.a Jaehan Kim Yunjae

Pairing: YunJae

Length: 1

Rating: T / Yaoi

Genre: Romance/ fluff/ M-preg

Cast:

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

others

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other but I hope I can own them. The plot, story and poster are mine.

 

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments and I don’t care with your comments.

Happy Reading ^^

All Yunho POV

“Ah.. menyebalkan, hari ini pulang malam lagi… kalau seperti ini terus kapan aku bisa istirahat dengan nyaman, terpaksa aku tidur di dalam kereta terakhir lagi”

Inilah yang terjadi jika bekerja di perusahan yang cukup besar, walaupun tidak menjadi manager atau direktur tetap saja menjadi pimpinan di bagian pemasaran itu sangat sibuk. Ini saja hampir satu minggu aku pulang malam seperti ini sampai aku harus menaiki kereta api terakhir untuk pulang ke apartemenku.

Oh iya aku lupa memperkenalkan diri… Namaku Jung Yunho, saat ini aku sudah 24 tahun bahkan hampir 25 tahun.. walaupun tidak bisa dibilang sukses tapi aku cukup senang dengan hidupku sekarang, setidaknya aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa membebankan orang tuaku lagi. Saat ini aku berkerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak dalam bidang penjualan apartemen dan perumahan… aku cukup senang dengan pekerjaan ini.

Satu hal yang selalu membuatku kesal, yaitu ketika orang tuaku yang selalu memaksaku untuk segera menikah, padahal kan untuk ukuran seorang pria, usia 24 tahun masih terhitung muda dan tidak masalah jika masih belum membina rumah tangga… tapi tetap saja mereka selalu memaksaku dengan alasan ingin segera mendapatkan cucu, sekarang aku yang bingung sendiri harus menikah dengan siapa.. sedangkan untuk melakukan hubungan spesial dengan seorang wanita saja sangat tidak mungkin dengan penyakitku ini.

Ya, aku memiliki penyakit yang bisa dibilang aneh,, aku tidak bisa bersentuhan dengan wanita, jika aku tidak sengaja menyentuh wanita atau tersentuh oleh wanita maka tubuhku akan memerah dan gatal-gatal ditambah itu akan bertahan selama seminggu penuh…

“apakah hari ini aku akan mendapatkan sebuah catatan lagi?” gumamku setelah mendudukan tubuhku di atas bangku besi di dalam kereta api terakhir yang aku naiki saat ini.

“sudah 1 minggu aku menerima catatan itu” gumamku lagi

Sejak aku mulai sering pulang malam dan tidak sengaja tertidur di dalam kereta cepat ini selama perjalan pulang, aku selalu menemukan catatan kecil di genggaman tangan kiriku dengan berbagai tulisan, misalnya ‘Yo! Yunho… Namaku Kim Jaejoong, salam kenal’ atau ‘kau pasti lelah’ bahkan ‘Aku menyukaimu’.. aku tidak pernah tau siapa dia karena setiap aku terbangun dia pasti sudah tidak ada… aku terus memikirkannya hingga tanpa terasa aku mulai terlelap dan tertidur selama perjalanan.

“Mmmmm…” tidurku terganggu oleh sentuhan halus di pipiku

Ku buka perlahan mataku dan melihat seseorang dengan kulit yang putih seperti susu berada dihadapanku.. apa aku bermimpi? tapi ini begitu nyata… Ku coba menggerakkan tanganku untuk menyentuhnya, namun dia malah berbalik dan pergi berlari menjauhiku

“Ee.. Oi oi tunggu!!” ucapku berusaha mengejarnya namun ia telah hilang

“siapa dia? apa dia orang yang selama ini memberikan catatan itu padaku?”

“sepertinya wajahnya sangat cantik, pasti wanita yang manis”

“Kedo.. tunggu dulu!! Kenapa alergiku tidak muncul saat disentuh olehnya??”

“apa…??”

“Sepertinya ini pertanda baik” aku menyeringai

“mungkin yang dikatakan Yoochun ada benarnya juga” ucapku..

Yoochun adalah sahabat baikku di kantor, dia tahu tentang alergi ku ini dan dengan enaknya dia membuat kesimpulan yang menurutku sedikit aneh, Yoochun pernah bilang jika dengan alergi ku ini aku sama sekali tidak bisa bersentuhan dengan wanita maka, wanita yang bisa menyentuhku tanpa menimbulkan alergi ku ini adalah jodohku.

“akan aku coba”

“aku harus menemukannya, tapi wajahnya tidak begitu jelas tadi…”

“bagaimana ini?”

“tapi aku melihat dengan jelas tanda lahir berwarna coklat muda di leher putihnya”

“hahh-“ aku menghela nafas

“apa mungkin dia memang jodohku?”

“kalau memang iya, berarti kami pasti akan bertemu lagi kan?”

“aku harap”

Kududukan kembali tubuhku menunggu hingga kereta ini tiba di stasiun terkahir dan pulang ke apartemenku, hari ini cukup melelahkan…

Segera setelah tiba di apartemen aku merebahkan tubuhku, jika sudah jam segini aku sangat malas untuk mandi, lagi pula hanya tinggal beberapa jam lagi aku akan mandi pagi dan berangkat lagi. Kuangkat tubuhku dan mengambil kotak kecil berwarna hitam yang berada di laci meja kerjaku di samping ranjangku. Ku buka kotak itu dan memasukan kertas catatan darinya, sudah ada tujuh kertas di dalamnya.. aku penasaran sampai kertas keberapa dia akan bertahan dengan tanpa menunjukkan jati dirinya dihadapanku secara langsung.

Aku mengambil kertas itu satu-persatu, dimulai dari kertas yang pertama kali diberikannya padaku, aku memberi tanggal pada setiap kertas agar aku tahu perkembangan apa yang akan terjadi…

“Aku menyukaimu” ucapku membaca tulisan di dalamnya

“di hari pertama sudah langsung menyatakan suka, wanita yang menarik” aku tersenyum mengingatnya dan mengambil kertas yang kedua

“Jung Yunho adalah nama yang bagus” kembali kubaca tulisan itu

“dari mana dia tahu namaku?” tanyaku dan kembali mengambil kertas yang ketiga

“kau menyukai ku Yunnie?” isi kertas ketiga ini sedikit membuatku tergelitik

“bahkan dia sudah memberikan nama panggilan untukku” aku hanya mampu tersenyum dengan semua yang ditulisnya.. tingkahnya sangat imut, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya

“Yunnie.. kau pasti sangat lelah” bunyi kertas keempat yang diberikannya

“dia sangat perhatian padaku”

“hoaaammm.. sepertinya aku sudah sangat mengantuk. lebih baik aku tidur sekarang”

“Joongie-ah sampai bertemu besok.. Oyasumi” ucapku pada kertas-kertas itu dan menyimpannya ketempat semula lalu merebahkan kembali tubuhku di ranjang

“Joongie aku ingin melihat wajahmu” gumamku dan terlelap

%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%

Aku masuk ke ruanganku dengan langkah gontai, kadang pekerjaan ini mengyiksaku.. sudah harus pulang lewat tengah malam tapi harus tetap bangun pagi dan mulai bekerja lagi

“Yo! Yunho” seseorang menepuk pundakku dari belakang, dengan malas aku membalikkan tubuhku dan melihat orang itu

“Yoochun-ah” ucapku malas

“ada apa denganmu? kenapa lesu seperti itu?”

“aku lelah sekali.. harus bangun pagi lagi” ucapku sambil memegang kepalaku

“memang kau tidur jam berapa semalam”

“entahlah, otakku sudah tidak bisa mencerna jam berapa aku tertidur”

“Nande? Kau terlalu sibuk memikirkan pacar misterius mu itu?” ejeknya

“bakayaro” ucapku menepuk kepalanya

“Aish.. kau ini suka sekali memukul kepala orang” balasnya sambil mengelus-ngelus bagian kepalanya yang tadi aku pukul

“itu karena kau bodoh” tambahku

“kau ini, kau harus tanggung jawab jika aku menjadi bodoh beneran” ancamnya

“untuk apa? bukankah kau sudah bodoh sejak lahir”

“dasar kau.. tidak bisa jika tidak menghinaku sehari saja??” tanyanya masih tetap mengelus-ngelus kepalanya

“Ie..! karena aku menyukainya” jawabku mengejek

“Soka.. Soka..!  ” ucapnya kesal

“Oops.. sepertinya aku terlalu kasar hari ini”

“kau memang selalu kasar tau.. aku bingung kenapa aku bisa menjadi temanmu, racun apa yang kau beri padaku hah..?”

“tidak ada.. itu karena kau terlalu menyayangiku” balasku

“ya.. mungkin, kau sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri”

“dan kau adalah adikku” tambahku dan kami tertawa

Inilah yang aku suka dari Yoochun, dia sangat mudah mengubah mood-ku yang tidak enak menjadi nyaman dan bersahabat.. aku sangat bersyukur bisa bertemu dengannya.

“tapi.. sepertinya walaupun wajahmu sangat tidak enak dilihat, aku merasa ada aura bahagia dari wajahmu.. ada apa?” ucapnya tiba-tiba dengan senyum yang membuatku sedikit bergidik

“a.. apa maksudmu?” ucapku gugup

“jangan berlagak bodoh Yunho. Aku tahu siapa kau” tambahnya tanpa merubah raut wajahnya yang menyebalkan itu

“Aish…”

“apa ada hubungannya dengan pacar misterius mu itu?”

“haii.. haii.. kemarin dia memberikan surat lagi padaku”

“benarkah? apa yang di tulisnya kali ini” ledeknya

“i.. itu..mmmm…”

“itu…”

“dia menulis ‘Yunnie apa kau mencintaiku?’

“wah.. sepertinya dia semakin agresif Yun” ucap Yoochun dengan wajah menyebalkannya itu

“ya.. aku sempat melihat wajahnya kemarin”

“benarkah?!!” ucapnya dan mengguncang-guncang tubuhku

“iya.. tapi aku tidak bisa mengingatnya” ucapku sedikit kesal

“kenapa?” Yoochun melepaskan tangannya di tubuhku

“pandanganku sedikit buram tapi aku bisa melihat dengan jelas tanda lahir yang ada di lehernya” ucapku mengingat kejadian saat itu

“kau yakin?” tanyanya ragu

“sangat yakin dan kulitnya berwarna putih.. awalnya aku pikir dia itu malaikat”

“kau terlalu berlebihan Yunho” ejeknya kali ini

“aku serius”

“aku tidak yakin”

“kau harus yakin, karena dia adalah wanita pertama yang membuatku penasaran” ucapku meyakinkannya

“wanita?”

“tentu saja wanita, mana mungkin ada pria dengan ciri-ciri seperti itu” tambahku

“tapi alergi mu Yunho?” tanyanya semakin tidak yakin

“sepertinya alergi ku tidak berpengaruh padanya”

“mana mungkin, alergi mu itu sangat parah.. atau mungkin dia itu pria” kesimpulan yang cukup aneh menurutku

“tidak mungkin” bantah ku

“siapa tahu.. kau kan belum melihat wajahnya” Yoochun malah memanas-manasi

“tapi aku yakin dia itu perempuan… mana mungkin dia laki-laki”

“yaaa.. kalau benar dia perempuan, mungkin dia memenag jodohmu Yun”

“Ummm..”

“berusahalah, aku selalu mendukungmu” ucapnya menyemangatiku

“Naruhodo, aku tidak akan melepaskannya” ucapku tersenyum

Pikiranku pasti tidak mungkin salah, mana mungkin ada pria dengan ciri-ciri seperti itu. Tubuhnya terlalu ramping untuk menjadi seorang pria dan pingganya juga sangat kecil apalagi kulit putih itu tidak mungkin dimiliki seorang pria. Aku yakin dia adalah wanita yang manis…

“Kim Jaejoong…” gumamku

“aku benar-benar ingin bertemu denganmu” kulangkahkan kakiku menuju kantor yang akan memakan waktu ku hingga tengah malam nanti.

“Oi.. matte kure” Yoochun berlari mengejarku yang sudah beberapa langkah di hadapannya

“Hayakku…” ucapku melihatnya yang berada di belakangku

Kembali aku berkutat pada pekerjaan yang selalu menguras otak dan tenagaku. Walaupun memang sebenarnya aku menyukai pekerjaan ini, tapi jika harus terus lembur sampai sebulan penuh… bisa-bisa aku langsung tua. Memang belakangan ini bisnis perumahan seperti ini sedang banyak digandrungi orang-orang.

Banyak orang yang lebih memilih tinggal di apartement dari pada rumah pada umumnya.. mungkin biar lebih simple dan nyaman apalagi biasanya apartemen dan perumahan itu selalu berada di pusat kota. Tapi justru dengan keadaannya yang berada di pusat kota seperti itu malah makin sering terjadi kejahatan seperti pencurian.. serba salah sepertinya.

Hari ini pun aku harus lembur kembali, memang susah menjadi pemimpin di bagian pemasaran. Aku harus selalu mengecek semua pekerjaan bawahanku apalagi dalam keadaan sibuk seperti ini, mereka sering sekali melakukan kesalahan.. tapi sekarang beban itu terasa tidak terlalu berat sejak Jaejoong memberikan catatan-catatan kecil untukku.. kadang aku selalu berharap untuk terus lembur, karena saat itu saja aku bisa bertemu dengannya, ya.. walaupun tidak secara langsung bertatapan dengannya, tapi jika mengingat dia pernah ada disisku.. aku sedikit merasa senang.

“Ah…” kembali kududukan tubuhku di bangku besi kereta terakhir yang berjalan menuju satsiun terakhir.

“apa hari ini dia akan datang juga?” tanyaku

Aku berusaha untuk tetap membuka mataku dan tidak tertidur agar aku bisa melihat wajahnya hari ini. Aku ingin tahu diamana dia akan naik dan turun, karena selalu saja Jaejoong muncul saat aku tertidur dan sudah tidak ada saat aku terbangun, kemarin itu merupakan keberuntungan aku bisa sedikit melihatnya

“kenapa lama sekali datangnya?” aku mulai tidak sabar

“padahal ini sudah stasiun ketiga” tanpa kusadari aku mulai terlelap

…………………………………………

“Jaejoong?” tanyaku pada sosok itu

“kau kah itu?” tambahku.

Kulitnya sangat putih dan terlihat halus, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena cahaya terang yang menyerang mataku… sungguh tak ada wanita seperti ini yang pernah ku lihat

“Are?? Oi.. kau mau kemana?” aku berusaha meraih sosoknya namun dia malah semakin jauh dan menghilang

“Oi..! tunggu” namun dia sudah menghilang

“apa benar dia Jaejoong?” akhirnya aku menyerah untuk mengejarnya

………………………………………….

“Mmm….” ku buka mataku perlahan

“Jaejoong?” ku coba untuk menyesuaikan cahaya dengan mataku

“Eh… aku masih disini? jadi tadi hanya mimpi?” tanyaku setelah dapat melihat sekitarku

Ternyata aku masih berada di dalam kereta cepat ini. Sepertinya aku tertidur juga, sulit memang untuk menahan kantuk dengan pekerjaan yang bertumpuk seperti itu. Ku tegakkan tubuhku dan memebenarkan posisi duduk ku, karena sepertinya sebentar lagi aku akan tiba di stasiun terakhir, kurasakan sesuatu yang kasar di genggaman tangan kiriku dan kembali aku menemukan kertas kecil dalam genggamanku.. aku angkat tangan kiriku dan membuka kertas itu

“Yunnie-“

“hanya ini?” tanyaku bingung, Jaejoong hanya menulis namaku di kertas itu

“kenapa hanya menulis namaku?”

“sudahlah.. mungkin dia hanya rindu padaku” ucapku tersenyum dan melangkahkan kakiku keluar dari kereta berjalan menuju apartementku

“Ah… lelah sekali,.. mm.. kalau begini terus kapan aku bisa melihat wajah Jaejoong secara langsung? Aku selalu saja tertidur di dalam kereta… padahal kan aku ingin sekali melihat wajahnya.. pasti dia sangat cantik” aku mulai membayangkan wajahnya

“Joongie kau sangat membuatku penasaran”

Sesampainya di apartement segera ku rebahkan tubuhku di ranjang namun tetap sebelumnya aku tidak lupa untuk menaruh catatan kecil darinya dalam kotak rahasiaku… aku selalu tidak mampu menahan senyumku setiap membaca isi catatan yang di berikan Jaejoong padaku. Setiap isinya selalu membuatku berharap untuk dapat bertemu dengannya dan keinginan ini semain besar dari hari ke hari.

“Joongie-ah, apa aku mulai menyukaimu?” tanyaku memikirkan tingkahku belakangan ini yang selalu di penuhi pikiran tentangnya

“sore ga ai deshou… ??”

%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%

“hahh… akhirnya hari bebasku datang juga”

“hari ini tidak ada pekerjaan yang menupuk dan melelahkan, aku bebas kemanapun” ucapku kegirangan karena akhirnya masa lemburku berakhir juga… ini hari libur, jadi aku bebas walau pun hanya sehari saja.

Sebenarnya akan lebih menyenangkan jika menghabiskan waktu hanya dengan beristirahat satu harian di rumah, tapi rasanya aku ingin sekali jalan-jalan melihat keadaan kota hari ini, sudah lama aku hanya berkutat dengan pekerjaanku… entah sudah ada perkembangan apa sekarang

“Hmm… sepertinya ke Shibuya lumayan menarik” aku menimbang-nimbang tempat yang akan aku kunjungi

“kesana saja dech, mungkin ada yang bisa ku beli disana” aku segera membersihkan tubuhku dan mengambil pakaian terbaik ku selain jas dan kemeja lengan panjang tentunya… kugunakan kaos longgar berwarna hitam dan celana jeans dengan warna senada, karena cuaca juga tidak terlalu panas.. tapi tetap aku tidak melupakan kacamata hitam dan topi kesayangan ku

Walaupun hanya di bagian pemasaran, tapi tetap kami harus tampil rapi agar para pelanggan percaya dengan apa yang kami tawarkan. Tapi akhirnya justru hampir seluruh pakaianku adalah setelan jas dan kemeja lengan panjang, selain memang harus memilikinya juga dikarenakan waktu ku yang sedikit untuk pergi membeli pakaian, ini juga kadang yang dijadikan alasan orang tuaku memaksaku untuk segera menikah… agar ada yang memperhatikan kebutuhanku.

Memang lebih menyenangkan naik kereta itu pada jam-jam pagi menjelang siang seperti ini, selain dapat melihat pemandangan yang dilewati tapi juga penumpangnya tidak terlalu banyak, walaupun sering juga ada penumpang yang berdiri.. seperti saat ini, padahal bangku kosong masih lumayan banyak, kenapa dia memilih untuk berdiri? Apa karena sudah mau sampai tujuan?

Ku perhatikan orang yang saat ini berdiri tepat di depanku, wajahnya tidak terlalu terlihat karena dia sedang berpaling… sepertinya ada sesuatu di belakang sana yang membuatnya sangat tertarik, dia naik dari stasiun ke empat tadi, aku terus memperhatikannya hingga mataku terjurus pada satu titik yang sangat aku kenal…. bagian lehernya yang sangat terekspos karena ia melihat kearah kanan dengan sempurna

“tanda itu” gumamku

“bukankah itu tanda lahir yang dimiliki Joongie”

Dia mulai bergerak dan berjalan turun di stasiun keempat, tanpa pikir panjang segera kususul orang itu dan mengikutinya.. aku sudah lupa dengan tujuan awalku tadi, saat ini yang ada dipikiranku hanyalah orang yang berada di depanku. Aku terus mengikutinya hingga kulihat ia masuk kedalam salah satu toilet di stasiun, toilet pria tepatnya…

“jadi benar dia laki-laki?” gumamku sedikit terkejut dengan apa yang aku lihat

Aku berjalan mendekati pintu masuk toilet itu dan menunggunya keluar sambil bersandar di dinding putih yang menutupi usia tua tempat ini. Segera saja ketika pria itu keluar dan melewatiku, aku berjalan mengejar mendekatinya

“Kim Jaejoong” ucapku sedikit berteriak

“Haii..” balasnya dan mengalihkan pandangannya padaku

“wajahnya…” bisikku setelah melihat wajahnya yang tanpa cacat berada di hadapanku, aku hanya mampu diam dan terkagum oleh wajahnya yang sangat jauh lebih cantik dari yang ku bayangkan selama ini

Segera ku gelengkan kepalaku untuk meluruskan pikiranku setelah terhipnotis oleh wajahnya, segera ku buka topi dan kaca mata hitam yang menutupi wajahku sejak tadi karena sepertinya dia tidak mengenalku dengan penutup ini… langsung saja matanya membesar setelah melihat wajahku, ia menutupi mulutnya dengan tangan kanannya

“ternyata benar dia laki-laki” aku sedikit sedih dengan apa yang aku temukan

“Yunnie-“ ku dengar suaranya yang selama ini aku harapkan untuk mendengarnya

“Kim Jaejoong?” tanyaku

“ba.. bagaimana bisa?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku

“bisa kita bicara?” tanyaku lagi

“mmm.. ” gumamnya dan mengangguk

Aku mengajaknya berjalan menuju café terdekat di daerah dekat stasiun. Sesampainya disana aku segera mengambil tempat duduk di sudut belakang dekat jendela, kami duduk berhadapan.. suasananya terasa kaku, kami hanya duduk diam tanpa ada yang bicara

“Kim Jaejoong kan?” ucapku dengan pertanyaan yang sama untuk memulai pembicaraan

“ee.. tapi bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya bingung dan menatapku

“tanda lahir mu”

“Hu.. Huh??”

“aku mengingat tanda lahir yang ada di leher mu” digerakkan jari lentiknya menyentuh tanda lahir yang berada di leher putihnya

“jujur saja, awalnya aku sempat ragu jika itu benar-benar kau…  karena mungkin banyak orang yang memiliki tanda lahir yang sama dengan mu, apalagi kau ini laki-laki”

“A.. Are?” dia semakin bingung menatapku

“sebenarnya.. awalnya aku mengira kau itu wanita, tapi ternyata…” aku tertunduk

“Soka..” ucapnya singkat dan berhasil membuatku menatapnya

“banyak orang yang mengira aku wanita dengan wajahku yang seperti ini” tambahnya dengan suara pelan dan sedikit bergetar

“gomen nasai” ucapku sedikit menyesal

“nandemonai… aku sudah biasa mendapati hal seperti ini”

“wajar saja, karena wajahmu terlalu cantik untuk menjadi seorang pria” ucapku seperti lupa dengan penyesalanku barusan

“bukan aku yang meminta untuk diberikan wajah seperti ini kan… aku hanya menerima apa yang diberikan Tuhan padaku”

“kau benar… tapi tadi itu aku bermaksud memujimu” ucapku tersenyum dan kulihat wajahnya sedikit memerah

“lalu..” mulaiku lagi

“mmm..” Jaejoong mulai menatapku lagi dengan wajahnya yang masih memerah juga bingung

“boleh aku bertanya sesuatu?” tanyaku

“Umm..” ucapnya dan mengangguk mantap

Bukan hanya wajahnya, bahkan tingkahnya juga seperti wanita. Ku tarik napas dalam-dalam dan berusaha mengatur kata-kata untuk menanyakannya dan kembali menatapnya

“kenapa kau selalu memberikan catatan kecil setiap aku berada di dalam kereta terakhir” tanyaku akhirnya dan Jaejoong hanya terdiam

“apa kau menyukaiku Joongie” tanyaku lagi

“Joongie?” dia malah kembali menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan

“bukankah kau memanggilku Yunnie.. jadi boleh kan aku memanggilmu Joongie?” tanpa menjawab dia hanya tersenyum sambil menundukkan wajahnya, sepertinya dia lebih tertarik pada jari-jarinya dari pada wajahku.. tapi dengan senyumnya itu aku mengambilnya sebagai jawaban’ya’

“Joongie- apa kau menyukai ku?” tanyaku lagi

“I.. itu.. aku”

“jawab saja, aku tidak akan marah”

“sebenarnya saat pertama kali bertemu denganmu di kereta cepat… saat itu aku baru selesai mengerjakan tugas di rumah temanku, jadi aku terpaksa mengambil kereta terakhir untuk pulang… aku melihatmu sedang terlelap di salah satu peron dan aku mulai mendekati mu karena saat itu penumpangnya cuman kita berdua” jawaban yang panjang untuk pertanyaanku yang cukup sederhana, tapi aku suka mendengar suaranya yang lembut

“lalu?” sambutku

“lalu… karena tidak ada yang bisa dilihat, kau tahu kan diluar sangat gelap.. jadi aku terus memperhatikan wajahmu yang terus berubah saat tertidur, dan akhirnya…”

“akhirnya?”

“aku menyukai wajahmu, sepertinya aku menyukai mu sejak pertama melihatmu” aku hanya tersenyum mendengar penjelasannya

“lalu kenapa kau tidak mencoba bertemu denganku ketika aku bangun.. kenapa hanya memberikan kertas-kertas itu padaku?” tanyaku penasaran

“aku takut… aku takut kau akan membenciku, wajahku yang seperti wanita ini kadang sering membuat orang jijik padaku dan menganggap aku orang aneh hingga akhirnya mereka membenciku” ucapnya dengan wajah yang sayu

“makanya aku membuat tulisan-tulisan itu agar kau mengenalku dari kepribadianku saja tanpa mengetahui wajahku hingga nanti aku siap menunjukkan wajah ini padamu” lanjutnya dengan wajah yang tidak berubah

“tapi sepertinya sudah terlambat… kau pasti membenciku sekarang kan?” tambahnya lagi tanpa memberi ruang untukku berbicara

“siapa yang bilang seperti itu”

“Eh… ??”

“seingatku, aku tidak pernah bilang aku membencimu… malah aku kagum padamu Joongie”

“kagum?”

“kau bisa bertahan dengan semua hinaan orang yang kau terima dan tetap berdiri tegak… aku kagum padamu” Joongie mulai tersenyum kembali

“aku menyukai sifat mu itu.. walaupun sekarang aku belum bisa mengatakan bahwa aku menyukaimu, tapi setidaknya kita bisa berteman kan?” tanyaku

“ayo kita mulai dari awal” tambahku dan menawarkan tangan persahabatan untuk dijabatnya

“Jung Yunho desu… kimi no namae wa?”

“Kim Jaejoong desu.. yoroshiku onegaishimasu” senyum indah itu kembali membuatku tersenyum

“yoroshiku na” balasku dan kujabat erat tangan halusnya… sejak itu dimulailah persabatanku dengannya yang akan mengatarkan kebahagiaan pada hidupku akhirnya.

%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%

Tidak terasa sudah hampir sebulan penuh aku berteman dengan Jaejoong, tingkahnya tidak pernah gagal membuatku tersenyum dan mengagguminya. Hatinya sangat lembut, dia bahkan dengan mudah menolong orang yang tidak dikelannya hanya dengan alasan kemanusiaan… bahkan sisi feminimnya juga sering sekali tanpa sengaja keluar apalagi jika sudah melihat anak kecil yang imut, dia pasti akan langsung berteriak kegirangan dan menggedong lalu mencubiti anak itu, sedangkan aku hanya mampu menggelengkan kepalaku melihatnya.

Selain itu, hampir setiap malam aku menghabiskan waktu ku untuk berbicara dengannya melalui ponselku atau hanya sekedar bertukar pesan dengannya, apa yang kami lakukan memang tampak seperti pasangan kekasih yang sedang kasamaran. Tapi aku tidak bisa menolaknya.. sudah lama aku tidak memiliki teman. Setiap hari aku hanya melihat wajah Yoochun.. aku kan butuh suasana baru

Jaejoong tentu sangat berbeda dengan Yoochun, walau baru mengenalnya tapi dia sudah seperti mengenalku sejak lama… Jaejoong sangat tahu apa yang aku butuhkan dan inginkan, tentu saja aku sangat betah untuk terus-terusan bersamanya.. apalagi wajahnya yang manis membuatku tidak bisa berpaling untuk terus menatapnya, hingga aku menetapkan sebuah keputusan…

“Joongie” panggilku

“Umm..” ucapnya dan mengalihkan wajahnya yang tadi sibuk melihat keluar jendela menuju kearah ku

Kami duduk berdua di peron kereta terakhir setelah satu harian jalan-jalan keliling kota tanpa arah… hanya kami berdua yang ada di kereta ini, tapi aku senang karena aku bersamanya, sangking senangnya aku sampai tidak sadar jika sekarang sudah tengah malam. Jadi aku mengajaknya menginap di apartement ku karena rumahnya cukup jauh dari tempat kami berada tadi

Awalnya aku takut dia akan menolak, tentu saja.. kami baru saling mengenal 1 bulan yang lalu dan sekarang dengan tiba-tiba aku mengajaknya menginap di apartement ku… siapa yang akan setuju. Tapi justru Jaejoong membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala

“Joongie.. aku ingin memberitahu sesuatu padamu” ucapku dan ku genggam tangan kirinya dengan tangan kananku

“Mmm..” ucapnya bingung dan melihat tangannya dalam genggamanku

“mungkin ini memang terlalu cepat.. tapi aku tidak bisa menahannya lagi” tambahku

“ada apa Yunnie?” tanyanya padaku

“Joongie kau tahu, sudah sebulan kita saling mengenal… dan selama sebulan itu aku sudah banyak mengetahui tentang dirimu dan kepribadianmu”

“…………”

“dan aku rasa dengan semua itu sudah cukup untuk ku membuat keputusan”

“………….”

“Joongie, apa kau menyukaiku?” tanyaku padanya dan kulihat wajahnya sedikit terkejut dengan pertanyaan ku barusan

“ak.. aku..” jawabnya terbata

“jawab saja” ucapku menenangkannya

“aku menyukai Yunnie” ucapnya malu dan aku tersenyum melihatnya

“tapi… aku tidak menyukai mu Joongie”  kulihat matanya yang mulai berkaca-kaca dengan air mata dan mulai menundukan wajanya dengan pasrah karena jawabanku

“karena aku mencintai Joongie” tambahku dan dengan cepat Jaejoong menatapku tak percaya

“Aisuruyo”

“Yunnie…”

“kau tidak membalas pernyataanku barusan” aku sedikit merajuk dan memajukan bibirku

“ko.. koisuruyo” balasnya akhirnya

Dengan cepat ku tarik tubuhnya dan menjatuhkannya dalam dekapanku. Tubuhnya sangat sempurna berada dalam pelukanku seperti boneka matrioska yang terletak sempurna berada di dalam matrioska yang lebih besar. Perlahan ku lepas tubuhnya dan menatapnya yang masih tersipu malu dengan lembut

“Joongie… aku ingin kau selalu berada disisiku dan jangan pernah meninggalkanku”

“Yunnie..”  hanya kata itu yang di ucapkannya

“Joongie… apakah kau mau menemaniku selamanya dan hidup bersamaku?” tanyaku mantap

“apakah itu lamaran?” tanyanya malu

“yah, mungkin ini memang terlalu cepat untuk melamar mu seperti ini, bahkan aku tidak menyiapkan cincin… tapi ketulusan hatiku dan kejujuranku cukup untuk meyakinkanmu bahwa aku serius kan”

“Yunnie… aku..”

“aku juga maklum jika kau belum bisa menerimanya tap-“ Jaejoong meletakkan kedua telapak tangannya di depan mulutku yang memaksaku untuk berhenti berbicara

“aku mau Yunnie” ucapnya melepaskan dekapnya di mulutku dan kembali tertunduk

“kau serius Joongie?” tanyaku kegirangan

“Eummm..” Jaejoong hanya mengangguk

Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku langsung memeluk kembali tubuhnya dengan erat seolah tidak akan pernah melepas tubuh mungil itu.. ku hirup perlahan rambutnya yang memberikan aroma vanila yang menggoda dan ku lepas pelukan ku lalu menatapnya

“Joongie boleh aku…”

“boleh..” balasnya tanpa menunggu ucapan ku selesai dan tanpa ragu ku kecup keningnya perlahan

Seperti ketagihan kuturunkan ciumanku ke wajah hingga berhenti di mata indahnya yang tertutup perlahan menerima perlakuanku… ku lanjutkan ciumanku hingga berhenti di depan bibir merahnya yang selama ini aku coba tahan untuk tidak merasakannya. Tapi sekarang… saat ini aku dapat merasakannya dan ini kenikmatan yang tidak pernah aku bayangkan… bibirnya sangat lembut bertemu dengan bibirku, aku tidak ingin terlalu memaksanya.. setelah cukup lama, aku melepaskan bibirnya dan kembali menatapnya

“suki dayo” ucapku

“boku mo suki da, Yunnie no koto” balasnya dan kurebahkan kembali tubuhnya dipelukanku. Kami berdua tertidur dan telelap bersama perjalanan kereta cepat ini menuju stasiun terakhir..

-tbc-

*)

Chotto matte :: wait

Kedo :: but

Nande :: whay

Bakayaro :: stupid

Ie :: no

Soka :: I see

Hayakku :: quick

Yoroshiku onegaishimasu :: nice to know you

Aisuruyo/koisuruyo :: I love you

*bows

Sankyuu… Arigatou na

Buat yang udah mampir n baca fic ini

Jaehan sangat menantikan comments temen2 sekalian, biar Jaehan tau berapa orang yang udah baca ff ini ^^

19 thoughts on “FF / YUNJAE / Romancing Train / T / Chap 1

  1. Kereeenn jaehan..bagus critanya,jarang ada plot yang kayak gini
    Yunjae ketemu di kereta,trus pke surat2 gtu..
    ((y) •̃͡ З •̃͡)(y)
    Aq suka bacanya!
    Ditunggu lanjutannya ya ^.^
    화이팅 !!!

  2. ah… so sweet bgt… akhirny yunho tahu muka jae kayak gmn?? trus sekarang jadian dech,,, penasaran ma kelanjutanny…

  3. Ih so sweet deh yunjae momentny.. Jaema diam” mnyukai yunpa..
    Tp akhrny yunpa jg suka ke umma..
    Crita yg bhgia diawal n q hrap kn bhgia smpai akhr..
    N bwt authorny T.O.P..
    Q suka bgt ma ffny..

  4. Pertemuan yg aneh,
    tapi menyenangkan.
    Appa emg daebak,
    baru sebulan dah langsung nglamar umma….*hug appa🙂
    tapi kira2 ortu appa gimana yah?
    Mudah2 menerima mereka.

  5. Memang yunjae tiada duanya…dimanapun kapanpun keromantisannya selalu bikin iri…v(*.*)^

    Asyik…ά̲ϑª epep nih, umma mpreg…suit…suit, semoga keluarganya appa yun nrima joongie jadi menantunya
    Yunjae….fighting!!!…author…fighting!!!

  6. Cieeee
    appa umma romantis bgt deh..
    Appa nembak d dlm kreta pula.
    Ngomongin alerginya appa, kok aneh bgt ya? Masa’ lngsung gatel2 gitu kalau bersentuhan ama yeoja.
    Wkwkwk
    itu tandanya takdir appa emang bwt umma ya! Khukhukhu

  7. Awal na q kira hantu…tw2 na bnran jaema ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ lanjuttttt (⌒˛⌒)

  8. so sweet banget pake surat-suratan gitu ;;)
    hah😮 siapa yang jijik sama umma? sini kasih tau nanti aku jambakin #plak

    ciee appa awalnya ragu tapi baru sebulan langsung ngelamar /sini2 aku peluk/😀
    tapi bisa gitu yaa alergi kalau bersentuhan sama perempuan:/
    tapi gpp jadi appa ga deket2 sama perempuan lain /ehh umma kan bukan perempuan/ #plak *tebarbunga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s