Bloody Love Chapter 37 – Joongie You Turn Out to Be.. | @beth91191


Anyeong.. Chapter ini adalah chapter yang merubah kehidupan keduanya.. Cinta mereka dilanda masalah yang rumit.. Inti dari cerita Bloody Love adalah pada chapter-chapter terakhir ini. Semuanya akan terkuak dan klimaks masalahpun muncul. Dapatkah mereka melalui ini semua?

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 37 – Joongie, you turn out to be..

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+

 

CHAPTER XXXVII – Joongie, you turn out to be..

[Yunho pov]

Aku pun menuju kedai soju yang di maksud oleh Yoochun. Jarang-jarang rasanya Yoochun menelepon malam-malam hanya untuk sekedar mengobrol seperti biasa. Pasti ada sesuatu hal penting yang ingin dia katakan. Setelah aku tiba disana kulihat Yoochun tengah memandangi layar HPnya.

“Yoochun..” sapaku padanya.

“Oh,hyung.. Kau sudah datang..Duduk hyung..” jawabnya.

“Bagaimana kabarmu Chun?” tanyaku membuka pembicaraan.

“Baik hyung..” jawabnya.

“Terus bagaimana kabar Junsu?” tanyaku kembali.

“Dia juga baik-baik saja. Aku baru saja makan malam di rumahnya. Tadi pertama kalinya dia memasak untukku.” katanya.

“Oh.. Benarkah?.” tanyaku.

“Iya..” jawabnya singkat.

“Bagaimana? Enak masakannya?” tanyaku lagi.

“Enak sekali hyung..” ucapnya sambil sedikit tersenyum.

“Bagus kalau begitu..” sahutku cepat.

“Iya.. Oya, hyung. Aku tuangkan soju untukmu ya..” ucapnya sambil mengangkat botol soju.

“Tentu. Gomawo.” Ucapku sambil mengarahkan gelasku padanya.

Dia tuangkan soju tersebut hingga gelas yang ku bawa penuh. Lalu diletakan kembali botol itu di atas meja.

“Ayo diminum hyung..” katanya.

Kamipun meneguk soju kami masing-masing.

“Hyung..” panggilnya.

“Iya?” sahutku.

“Omong-omong. Kau sekarang bersama siapa? Masa kau belum juga menemukan seseorang yang kau cintai? Dengan wajah tampanmu dan pekerjaanmu yang cukup mapan itu pasti banyak yeoja yang mudah tertarik padamu.” Katanya yang membuatku sedikit terkejut.

“Yeoja?? Hahaha..” geli aku dengan kata-katanya. Dia berpikir aku akan mencintai seorang yeoja. Rasanya tidak mungkin. Aku mencintai Joongie dengan sepenuh hatiku sekarang, esok dan selamanya.

“Ada apa hyung kenapa tertawa?” tanyanya bingung mendengar tawaku.

“Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih Chun.. Tapi aku belum memberikan tahu padamu saja.” Jawabku sambil kembali meneguk soju.

“Siapa? Namja yang kau kenalkan di food festival?” tebaknya.

“Bagaimana kau tahu??” tanyaku tak percaya.

“Aku hanya melihat kedekatan, cara berbicara dan cara memandang antara kau dengannya saat itu. Hangat sekali rasanya. Aku pikir kalian pasti saling mencintai.” jelasnnya.

“Hwa? Sebegitu kelihatannya kah kalau kami memang sepasang kekasih? Hahaha.. Padahal dia tidak ingin kau mengetahui hubungan kita saat malam itu.” kataku.

“Tentu saja aku tahu hyung.. Aku pengamat yang baik. Oya, siapa nama namja itu?” tanyanya kembali.

“Joongie..” jawabku cepat.

“Joongie??” tanyanya tak puas dengan jawabanku.

“Maksudku Jaejoong,Kim Jaejoong.” jawabku sambil lagi-lagi meneguk soju yang ada di depanku.

“MWO?? Kim Jaejoong?? Berati benar dugaanku..” katanya terputus, kulihat wajahnya tiba-tiba terkejut dan memucat.

“Dugaan apa? Apa yang kau katakan?” tanyaku penuh tanda tanya di kepalaku.

“Hyung.. Benarkah kau mencintainya?” tanyanya yang semakin membuatku penasaran.

“Tentu saja.. Sebenarnya apa yang kau katakan?” tanyaku lagi.

“Benarkah kau akan tetap mencintainya walau kau mengetahui dia mungkin tak seperti yang kau pikirkan?” tanyanya dengan wajah serius.

“Yoochun.. Cepat katakan..” kataku dengan nada sedikit meninggi.

“Liatlah ini hyung..” dia menyodorkan HPnya.

Segera kuraih HPnya. Kulihat foto yang ada di layar HP itu. Kuamati baik-baik wallpaper yang ada di HP Yoochun itu. Dengan yakin bisa kukenali bahwa salah seorang namja dalam foto itu adalah Jaejoong, Kim Jaejoong yang aku cintai selama ini. Tapi kulihat dia tengah bersama dengan seorang namja yang asing bagiku.

“Apa maksudnya?” tanyaku yang sudah memuncak rasa penasaranku.

“Benarkah orang dalam foto itu adalah Kim Jaejoong mu,hyung?” tanyanya.

“Ya tentu saja dia Kim Jaejoong ku, Lalu siapa yang ada di sebelahnya dan apa yang sebenarnya terjadi? Cepat katakan Chun..” ku tatap dia dengan tajam.

“Namja yang ada di sebelahnya adalah Junsu, Kim Junsu kekasih ku.”

“Lalu??” tanyaku.

“Kata Junsu, foto yang ada di sebelahnya itu adalah hyungnya yang…” dia berhenti berbicara.

“Yang apa Park Yoochun.. Jangan membuatku penasaran seperti ini.” paksaku padanya agar segera mengatakan.

“Hyungnya yang telah meninggal hampir sebulan yang lalu.”

JEGLAAARRRRRR…..

Rasanya ada petir yang menyambar di dalam hatiku saat mendengar kata-kata Yoochun. Aku tak tahu maksud kata-katanya. Aku tak mampu berpikir. Aku tak mengerti yang sebenarnya terjadi. Aku benar-benar bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Kim Jaejoong telah meninggal? Jika benar Kim Jaejoong ku telah meninggal sebulan yang lalu, terus siapa yang bersamaku selama ini?  Otakku tak bis berpikir.  Aku benar-benar tak mengerti semua ini. Aku tak tahu.. Tak tahu..

“Kau bersungguh-sungguh kah?” tanyaku dengan sisa kewarasanku yang ada.

“Aku bersungguh-sungguh.”  Jawabnya yakin.

“Ya Tuhan…..” seruku sambil mengepalkan erat tanganku.

“Tenanglah hyung.. Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik ini semua.”

Yoochun memegang bahuku untuk menenangkanku.

“Lalu siapa yang selama ini bersamaku Chun?” tanyaku masih dengan menatap kosong.

“Entahlah hyung.. Tapi aku curiga dengannya saat dia tidak mau aku kenalkan dengan Junsu dan dari ekspresi sepertinya dia sengaja menghindari Junsu. Mungkin sikapnya itu menunjukan bahwa dia memang memiliki hubungan dengan Junsu dan tak ingin Junsu mengetahui keberadaannya saat ini.” katanya.

Aku berusaha menyimak semua kata-katanya. Tapi entah mengapa semakin aku menyimak semakin aku bingung. Aku benar-benar bingung dan tak tahu arah. Aku merasa seperti orang buta yang dilepas di tempat asing. Aku merasa seperti orang yang tersesat di hutan belantara sendirian dan tanpa tahu arah mata angin. Aku merasa benar-benar tak tahu harus berbuat apa..

“Hyung.. Tenanglah dulu.. Aku tahu kau pasti sangat bingung saat ini. Aku sebenarnya tak ingin mengatakannya, tapi aku hanya mengatakan yang sebenarnya, aku takut dia adalah orang yang jahat dan berbahaya untukmu ..” kata Yoochun.

“Tidak!! Joongie tidak mungkin jahat padaku. Dia sangat mencintaiku dan aku sangat mencintainya.”

Ku coba berpikir sekuat tenaga. Memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Berpikir Jung Yunho.. Berpikir.. Aku pun berbicara dengan diriku sendiri di dalam hati.

Pertama, ingatkah kau Jung Yunho hal-hal aneh apa saja yang pernah dilakukan oleh Jaejoong. Kubuka kembali ingatanku untuk mengingat semua yang pernah aku alami bersamanya.

Aku merasa selama ini aku memang belum benar-benar mengenal Jaejoong dengan baik. Aku benar mencintainya tapi aku sama sekali tidak mengetahui latar belakangnya, mengapa dia meninggalkan rumahnya, mengapa dia tiba-tiba hadir dalam hidupku, siapa keluarganya, siapa adiknya, siapa dia?? Siapa Kim Jaejoong?? Mengapa aku mencintai seseorang yang sama sekali belum aku kenal. Sepertinya cinta benar-benar menutup rapat mata, telinga dan pikiranku.

Aku ingat saat di food festival. Benar kata Yoochun dia sepertinya tidak ingin menemui Junsu. Aku sudah bertanya-tanya tingkah laku anehnya hari itu ketika tiba-tiba memaksa mengajak pulang padahal kamibaru saja memesan makanan. Tapi jika memang benar Junsu adalah adiknya kenapa dia justru tak ingin bertemu dengannya. Atau dia memang menghindari orang-orang yang dikenalnya?

Tapi ini belum cukup untuk memberi tahuku apa yang sebenarnya terjadi.

Kuingat-ingat kembali dengan baik. Memang benar aneh saat hari itu saat pertama kali aku mengenalnya, dia pria pendiam yang berwajah pucat dan memiliki tatapan tajam. Aku sempat curiga padanya dan mempertanyakan hal itu di dalam hatiku. Tapi seiring berjalannya waktu aku tidak memperdulikan hal seperti itu lagi karena aku mengira memang begitulah warna kulit dan tatapannya.

Tapi.. Itu belum cukup Jung Yunho.. Berpukurlah lagi.. berpikir..

Pertama aku mengenal Jaejoong kira-kira sebulan yang lalu. Benar sebulan yang lalu, seperti yang dikatakan Yoochun, hyung dari kekasihnya meninggal juga sekitar sebulan yang lalu. Apa mungkin dia memang menghilang dari kehidupan adiknya dan muncul dalam kehidupanku setelahnya. Lalu kenapa adiknya berkata dia sudah mati sedangkan dia jelas-jelas masih hidup dan setiap hari menghabiskan waktu bersamaku?

Apa yang sebenarnya terjadi.. Apa??

Ah, tiba-tiba aku teringat sesuatu.. Malam itu.. Ya malam itu.. Malam saat Jaejoong tiba-tiba langsung pergi saat melihat darah dari lukaku dan saat pulang-pulang tengah malamnya kulihat pada pakaian dan tubuhnya terdapat banyak bercak darah.. Kala di taman bermainpun kulihta kejanggalan pada luka Jaejoong ketika membuka kaelng minuman. Anak TK pun tahu darah manusia berwarna merah. Tapi mengapa darahnya hitam.. Sangat hitam.. Seperti warna sang langit ketika malam menjelang. Gerakannya pun terkadang terlalu cepat.. Tenaganya pun kadang terlalu kuat.. Dia sering terlihat misterius. Bahkan saat sisi misteriusnya sedang hadir di antara kita seketika aku merasa perasaan aneh di dada ini. Atau jangan-jangan Kim Jaejoong benar sudah meninggal?? Dan…

Dan..

Sekarang dia berubah menjadi..

Tak mampu aku memikirkan hal itu.

Tapi memang benar aneh rasanya jika seseorang berwajah pucat yang pendiam, misterius, dan bertatapan tajam yang merasa sangat gelisah bila melihat darah dan suatu hari kau mendapati banyak bercak darah di sekitar tubuhnya padahal dia sendiri tidak terluka. Lalu darimana asal dari darah itu jika bukan dari..

Ah.. Aku tak sanggup membayangakan hal itu..

Aku pun teringat Jaejoong yang sering tiba-tiba sudah berada di sampingku tanpa aku sadari sebelumnya, dan juga saat aku menyentuh tubuhnya selalu terasa dingin. Dan takmungkin seorang manusia memiliki darah sehitam itu. Tak mungkin… Tak mungkin..

Kim Jaejoong sebenarnya siapa kau? Sebenarnya siapakah kau my Joongie??

Aku putuskan untuk pulang kembali ke rumah. Aku membutuhkan penjelasan langsung darinya. Sepanjang perjalanan pulang aku berusaha berpikir keras. Tapi entah mengapa aku merasa amat sangat takut mengungkapkan prasangka-ku walau hanya pada diriku sendiri. Aku benar-benar takut apa yang aku pikirkan adalah sebuah kenyataan.

[Jaejoong pov]

Masih terngiang-ngiang di benakku kata-kata Yesung-ssi. Semua yang dia katakan adalah benar. Mana mungkin aku membiarkan Yunho menanggung resiko jika bersamaku? Mana mungkin aku membiarkannya berada dalam kondisi berbahaya seperti saat ini. Sewaktu-waktu jika dia tahu, nyawanya pun bisa terancam oleh peraturan vampir. Atau mungkin saat sewaktu-waktu aku lepas kontrol dan justru melukainya atau mungkin justru aku bisa mengakibatkan hal-hal lebih dari itu. Sebelumnya semuanya kian terjerumus terlalu dalam, sebelum semuanya kian tak terkontrol, sebelum semuanya kian memburuk, aku harus pergi dari kehidupannya. Aku harus menghilang dari hidupnya. Sejauh-jauhnya.. Saat ini juga.. Ya..

Saat ini juga..

Tapi..

Masalahnya..

Sanggupkah aku? Mampukah aku? Aku terlalu terbiasa berada di sampingnya. Mampukah aku tidak melihatnya berada di sampingku saat aku membuka mata di pagi hari suatu hari nanti? Mampukah aku tidak melihat wajahnya barang sehari saja? Mampukah aku tidak mendengar suaranya barang sehari saja? Mampukah aku tidak bersamanya?

Tapi kau tidak boleh egois Kim Jaejoong!!!

Tuhan sudah mengutukmu menjadi seorang vampir,masihkah kau menyeret orang lain yang kau cintai ke dalam kutukanmu ini?

Jahat jika kau tetap memilih jalan ini!!!

Tuhan akan semakin mengutukmu Kim Jaejoong!!

Tanpa sadar aku sudah meneteskan air mata mengalami tekanan seberat ini. Ini adalah sebuah pilihan yang sangat berat yang pernah aku alami seumur hidupku; baik sebagai manusia maupun sebagai vampir. Aku benar-benar berada di persimpangan jalan.

Kurasakan tangisku semakin keras. Tubuhku bergetar.

Tuhan.. Mengapa Kau memberiku pilihan yang sulit?? Mengapa Kau mengenalkan cinta yang indah padaku namun tiba-tiba Kau memaksaku menjauhi dan melupakan cinta ini begitu saja?? Apa yang sebenarnya Kau rencanakan??

Aku sudah tahu hari ini pasti akan datang. Hari dimana aku harus memutuskan pergi dari kehidupannya.

Air mata membasahi pipiku. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tak mampu menahan tangisku kembali.

Hingga tiba-tiba..

DEG!!!

Sepasang tangan memelukku dari belakang dengan sangat hangat melewati kedua tanganku dan merengkuhku erat-erat. Tampak sepasang tangan indah yang sangat aku kenal di depan dadaku. Kuberusaha menoleh ke arah seseorang yang memelukku.

“Jung Yunho…” ucapku lirih.

[Yunho pov]

Setelah ku tiba di rumah,aku segera menuju ke kamar. Aku ingin menanyakan semuanya yang sebenarnya terjadi pada Kim Jaejoong. Aku membutuhkan penjelasan darinya sejelas-jelasnya dari bibirnya langsung. Tetapi saat membuka pintu, tiba-tiba hatiku terasa sangat sesak.

Kulihat Jaejoong sedang menangis menghadap ke luar jendela. Walau aku tak melihat wajahnya tapi hanya mendengar suara tangisannya saja aku sudah tahu bahwa dia sedang merasa sedih saat ini. Hatiku terasa sangat sakit. Sakit hingga membuat sesak rasanya.

Kudekati dia dan kupeluk erat tubuhnya dari belakang. Dia yang semula sedikit terkejut dengan pelukan ini pun membiarkan aku terus memeluknya selama beberapa saat. Dia terdiam tanpa suara dan tak lama diapun menoleh ke arahku.

“Jung Yunho..” ucapnya lirih.

Sekarang dapat kulihat wajahnya yang sembab. Matanya sangat berkaca-kaca. Wajahnya memerah. Air mata membasahi pipi lembutnya.

“Jangan menangis.. Aku sedih jika melihatmu menangis..Joongie..”

Ku seka air mata di pipinya.

“Jung Yunho..” ucapnya yang hanya terdengar seperti desahan karena begitu pelannya.

“Joongie.. Apapun yang kau tangiskan. Aku akan selalu mencintaimu.”kubelai rambutnya dan tak henti kupandangai wajahnya.

Dia kembali menangis. Air mata kembali menetes dari sudut matanya. Kupeluk tubuhnya erat dan sangat erat, semakin erat dan erat, lebih erat dibanding pelukanku sebelum-sebelumnya. Kuberusaha untuk melindunginya dari hal-hal yang membuatnya bersedih hati dengan cara ini tanpa kuketahui apa yang membuatnya menangis.

“Jangan menangis Joongie.. Aku selalu di sampingmu.” Ucapku yakin.

Tak sedikitpun berkurang rasa cintaku setelah mengetahui yang sebenarnya. Walaupun tanpa dia katakan,aku sudah tahu semuanya. Ya… Kini aku sudah tahu semuanya.. Kim Jaejoong yang aku cintai ini adalah seorang..

Vampir..

[Jaejoong pov]

DEGG!!

Yunho sudah tahu yang sebenarnya.. Benarkah.. Dia sudah tahu.. Tapi mengapa aku tiba-tiba mengetahui kata hatinya?? Aku tak boleh berlama-lama lagi bersamanya. Semakin aku menunda kepergianku, semakin berbahaya untuknya. Aku sangat mencintainya dan tak ingin membuatnya terluka. Aku tak yakin akan ada suatu akhir yang bahagia jika kami terus mempertahankan hubungan kami ini. Aku yakin semuanya akan bertambah buruk jika aku menunda-nunda kepergianku. Aku harus pergi sekarang.. Bukan beberapa hari lagi.. Bukan besok.. Bukan sebentar lagi.. Tapi sekarang.. Ya.. Aku harus pergi sekarang!!

Tapi entah mengapa berat rasanya untuk melepaskan pelukan ini darinya. Berat rasanya untuk lepas darinya. Berat rasanya harus pergi dari sisinya.

Kurasakan tangisanku semakin tak terbendung.

“Yunho…” ucapku berat.

“Jangan.. Jangan berkata apa-apa.. Aku ingin memelukmu seperti ini selamanya..” jawabnya tanpa mencoba mendengarkan apa yang ingin aku katakan.

“Yunho..” ucapku lagi.

“Sarang hamnida Kim Jaejoong..” dia kembali memutus kata-kataku.

DEGG!!

Entah kenapa sakit sekali perasaanku saat dia mengatakan hal itu. Sering aku mendengar kata-kata itu dari bibirnya. Sangat sering.. Bahkan setiap hari dan setiap waktu. Tapi entah mengapa kali ini kata-kata itu yang baru saja dia ucapkan terasa sangat menyesakan dada.

Kulepaskan pelukan ini dengan perlahan. Kulihat wajah Yunho yang tampak sedih.

“Jeongmal mian hamnida.. Lupakan aku Jung Yunho..” kataku hati-hati.

“Maksudmu?” tanyanya sambil menatapku tajam seakan-akan mencari jawaban di mataku.

“Kamu pikir aku juga mencintaimu?” kataku dengan suara bergetar.

Dengan berat aku pun bangkit.Tangannya menahanku melangkah.

“Kim Jaejoong.. Benarkah kau tidak mencintaiku?” tanyanya.

Tak mampu aku melihat wajahnya. Terlalu sakit hati ini jika harus melihat wajahnya.

“Ya.. Aku tak mencintaimu..” jawabku lirih sambil tak melihat ke wajahnya.

Aku berusaha melangkah pergi tapi tangannya tetap mengenggam erat tanganku.

“Liat mataku Kim Jaejoong..” pintanya.

Kenapa dia menahan kepergianku seperti ini. Aku ingin cepat pergi darinya. Berlama-lama bersamanya seperti ini semakin membuat hatiku terasa sakit. Akhirnya kuturuti permintaannya. Ku tatap matanya tajam, Ku coba menahan air mata yang sudah ingin menetes kembali ini.

“Mwo?” tanyaku dengan suara sedikit bergetar.

“Katakan dengan melihat mataku. Bahwa kau sudah tidak mencintaiku..” ucapnya.

Sakit… Sakit sekali hati ini… Terlalu perih rasanya harus melakukan itu dengan menatap wajahnya. Wajah seorang namja yang amat sangat aku cintai demi apapun di dunia ini. Wajah namja yang selalu mengisi hari-hariku. Wajah namja yang selalu membuatku bahagia jika menatapnya. Wajah namja yang selalu bisa membuatku terhibur jikalau aku merasa sedih. Wajah seorang namja yang ingin selalu aku pandangi seumur hidupku. Wajah seorang namja yang…. Aku tak sanggup mengatakannya lagi.. Terlalu banyak alasan untukku untuk tidak pergi dari namja ini. Tapi aku harus pergi. Harus.. Harus.. Demi kebaikannya dan keselamatannya aku harus pergi.. Aku harus cepat pergi..

“Dengarkanlah baik baik Jung Yunho…” kata-kataku terhenti sejenak.

Kukumpulkan semua keberanian dan semua akal sehatku yang masih berjalan.

“Aku Kim Jaejoong.. Aku tidak mencintaimu Jung Yunho.. Bahkan tak pernah.. Sedikitpun aku tak pernah mencintaimu.. Tak pernah dan tak akan pernah..”

Hatiku benar-benar hancur berkeping-keping mengatakan hal itu. Aku sendiri yang mengatakannya justru aku yang merasa sakit yang teramat sangat mendengar kata-kataku itu keluar begitu saja dari bibirku.. Kulihat dia meneteskan air mata. Tak sanggup aku melihatnya menangis. Tak pernah sekalipun aku melihat Jung Yunho yang begitu tangguh dan kuat dalam menjalani hidup ini, menangis, apalagi karena aku, seorang Kim Jaejoong yang tak pantas mendapatkan cintanya.

Pegangannya pada tanganku perlahan-lahan mengendur dan akhirnya tangannya terlepas dan terkulai ke bawah. Kulangkahkan kakiku keluar dari kamar ini. Keluar dari rumah ini. Ingin rasanya aku menoleh kebelakang. Tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menoleh. Aku tahu justru jika aku menoleh aku akan semakin tak sanggup meninggalkannya.

Jeongmal mianhae shimnida Jung Yunho.. Lupakanlah aku. Mulailah kehidupan barumu, tanpa diriku. Lupakan aku.. Ini semua demi kebaikanmu.. Aku tak ingin seseorang yang amat sangat aku cintai terluka karenaku.. Maafkan aku Jung Yunho.. Jeongmal saranghamnida.. Jeongmal saranghamnida.. Jeongmal..

[Author pov]

Yunho tak mengerti apa yang baru saja ia dengarkan. Yang berputar-putar di benaknya saat ini adalah benarkah Kim Jaejoong yang mengatakan hal itu? Benarkah yang mengatakan hal itu adalah Kim Jaejoong yang selama ini dia kenal dan dia cintai? Benarkah seorang Kim Jaejoong tega mengatakan hal seperti itu pada nya? Benarkah apa yang dikatakan oleh Kim Jaejoong?

Hancur rasanya hatinya. Hatinya memang tak mempercayainya tapi telinganya ini mendengar yang sebaliknya. Seluruh tubuhnya langsung melemas dan bersimpuh bersamaan dengan hatinya yang hancur.

Jaejoong.. Aku akan menerimamu apa adanya. Aku juga siap menanggung semua resiko yang bisa terjadi karena aku bersamamu. Tapi mengapa kau justru pergi dari hidupku seperti ini? Aku benar-benar mencintaimu Jaejoong lebih dari apapun di dunia ini. Bahkan dari nyawaku sendiri. Lalu mengapa justru hal ini yang aku dapatkan? Mengapa?’ ucapnya di dalam hati..

Dia benar-benar terkejut hingga tak sanggup berkata-kata. Apalagi untuk mencegah Jaejoong pergi. Dia hanya bisa terdiam dengan pandangan kosong. Yang ada hanyalah air mata yang menetes dari sudut matanya. Dia bukanlah seseorang yang mudah menangis. Tapi hal ini terlalu menyakitkan untuk tidak menangis.

Jaejoong.. Jaejoong..” batinnya memanggil-manggil nama kekasihnya itu.

Disisi lain Jaejoong terus saja berlari.. Berlari.. Dan berlari.. Hingga jauh sudah dia pergi meninggalkan Yunho yang terpuruk di kamarnya. Dia menangis sekeras-kerasnya dalam larinya. Dia tak mempedulikan pandangan orang lain yang dia lewati. Yang dia pedulikan hanyalah pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan Jung Yunho.

Di dalam pelariannya, tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang pejalan kaki. Pejalan kaki itu terjatuh dan barang-barang yang tengah di bawanya berserakan di bawah. Jaejoong berhasil menjaga keseimbangannya dan diapun tak terjatuh. Sempat beberapa saat dia tak menyadari siapa yang baru saja yang ditabraknya, dan dengan cepat diapun sadar bahwa orang itu adalah Junsu, Kim Junsu dongsaengnya.

Tanpa berpikir panjang diapun segera pergi meninggalkan adiknya sendirian. Sama sekali dia tak menoleh kebelakang. Dia berharap adiknya itu tak menyadari bahwa dia adalah Kim Jaejoong. Dia berharap adiknya itu tak sempat melihat wajahnya. Tapi sepertinya usaha menghindar secepat kilatnya sia-sia. Junsu menyadari bahwa yang baru saja membuatnya terjatuh itu adalah kakaknya. Beberapa saat Junsu terdiam dan menatap bayangannya sendiri. Dia berusaha mengingat wajah yang baru saja di tatapnya. Dia mengenali benar wajah itu. Wajah putih manis dengan mata yang besar dan indah.

 

“Hyung.. Benarkah itu kau??”

“Tapi jika benar itu kau, lalu kau mengapa pergi begitu saja tanpa kata.”

“Kenapa kau menghindariku?”

“Ini bukan pertama kalinya aku menyadari sosokmu. Apakah sebenarnya kau belum mati?”

“Sebenarnya apa yang terjadi?”

“Aku yakin seyakin yakinnya bahwa kau masih hidup hyung dan itu tadi adalah kau.”

“Karena kata hatiku berkata seperti itu..”

“Hyung.. Aku rindu padamu.. Dan aku menantimu menemuiku..”

“Aku yakin akan ada masa dimana semua akan berakhir bahagia. Aku yakin!” gumam Junsu di dalam hati.

Di samping itu, Jaejoong terus berlari dan berlari hingga akhirnya rasanya dia terlalu lemah untuk terus berlari. Dia berhenti dalam kegelapan di salah satu sudut taman yang ternyata sudah berjarak berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Tubuhnya bergetar dengan sangat hebat menahan tangis yang sebenarnya sudah tak mampu dia bendung sedari tadi. Lututnya terasa begitu lemas hingga akhirnya dia perlu bersandar pada dinding-dinding agar tidak terjatuh. Disandarkannya kepalanya di dinding itu. Menangislah dia dalam sendirian dan kegelapan. Menangisi takdirnya, menangisi keputusannya, menangisi keadaan yang terjadi, menangisi dirinya sendiri yang tak sanggup berada di dekat seseorang yang amat sangat dia cintai, menangisi hatinya sendiri yang tak bisa berhenti mencintai Jung Yunho walau dia sudah berusaha pergi sejauh-jauhnya dari sisi namja itu.

 

Jung Yunho… Jeongmal saranghaeyo.. Saranghaeyo.. Saranghae..

Tiba-tiba sebuah tangan menarik tangannya dengan paksa.

“Ahhh..” pekik Jaejoong ketika mengetahui seseorang menariknya paksa seperti itu.

Orang itu tiba-tiba memeluk erat tubuh Jaejoong.

Jung Yunho.. Benarkah ini adalah Yunho? Pelukannya memang hangat. Tapi ini bukan Yunho ku.’ ujarnya di dalam hati.

Di tenengadahkan kepalanya untuk melihat orang yang memeluknya.

“Siwon-ssi” pekik Jaejoong.

“Kau jangan lari lagi.. Diamlah dalam pelukanku, dalam sisiku..” ucap Siwon lirih.

Jaejoong berusaha melepaskan pelukan Siwon yang terasa aneh baginya. Tapi Siwon memeluk erat tubuhnya hingga ia tak mampu melepaskan diri.

“Bersedihlah jika ingin bersedih.. Luapkanlah perasaanmu jika ingin meluapkannya.. Menangislah jika ingin menangis.. Tapi lakukanlah dalam pelukanku.” kata Siwon lembut.

Jaejoong pun tak melawan lagi untuk lepas diri dari pelukan Siwon. Dia pun menangis sejadi-jadinya dalam pelukan seorang vampir yang telah mengubahnya menjadi jenisnya. Tubuh Siwon yang lebih besar dan tinggi mampu merengkuh seluruh tubuh Jaejoong dengan seutuhnya, membuat tubuh kecil itu merasa nyaman dalam pelukannya. Dalam tangisnya dia terus menyesali segalanya. Bukan hanya karena kepedihannya berpisah dengan Yunho tapi juga karena mengasihani takdirnya yang tak akan bisa bertemu dengan orang-orang yang dia cintai dan mencintainya. Betapa hancur dan luluhnya hatinya ketika harus mulai melupakan semua masa lalunya dan memulainya lagi dari awal. Betapa berat kesedihan yang saat ini dia rasakan. Tapi yang dapat sedikit menghibur hatinya saat ini adalah, dia tak sendirian. Ada Siwon yang berada di sisinya. Walau memang dia tak begitu menyukai namja ini, tapi ini lebih baik dari pada dia harus menanggung semua ini sendirian.

TBC

*komen authornya mulai serius*

Pilihan hidup yang sulit bagi Jaejoong. Dia memilih perg meninggalkan kekasihnya demi kebaikan orang yang dicintainya itu. Tapi apakah sesuatu yang dia anggap tepat itu, juga tepat bagi Jung Yunho. Bagaimana kehidupan mereka setelah kejadian ini?

Nantikan “Bloody Love Chapter XXXVIII – Without You”…

Gomawo all reader yang bersedia meluangkan waktu membaca dan meninggalkan komennya.

Salam Yunjae!❤

-Beth-

 

28 thoughts on “Bloody Love Chapter 37 – Joongie You Turn Out to Be.. | @beth91191

  1. jiah… penasaran bgt ma kelanjutanny… jae tega bgt sich padahal yunho dah mo nerma jae pa adany walaupun jae vampir?? tp kok bisa ya jae baca suara hati yunho padahal sebelumny gak bisa?? uwah… kelanjutanny jangan lama2…

  2. Huwaaaa yunho oppa kalo gak sama jeje sini sama aku aja. aku mau kok😀
    FF nya jangan di protect lagi ya. kalo ada adegan NCnya di skip aja. boleh kan?
    cepet update ya ^^

  3. kmunculan kmbli q d sne,koq mlh liat bloody love chap sdih..#nangs .. Eon beth tanggu jwb..
    Q ga sanggup lt ummajae gne,knp mreka hrus brpisah..
    Jgn bt mreka pisah,kmblikan yunjae…knp lge ad siwon huft!
    #jduk..q byak utang RC neh d blog ne,hrus siap2 nyicil coment ff neh..mian y para author

  4. Huahh.. critanya makin seru dan mulai bikin menguras emosi,,,huhuhuhuhu
    Aku akan sabar menunggu chap 37 – Without you..
    dari judulnya udah ada perasaan ga enak nih..huaaaa

  5. DEGGG…itu perasaan unn begitu baca..
    Unn sebagai reader bisa ngerasain gimana perasaan jae n yunho pas pisah..
    Beth selalu ada peningkatan loh bwt mendeskripsikan gimana perasaan setiap tokohnya, disetiap chapter terasa..

    Sedih banget chapter ini,, kasian jae harus lari dari smua orang yang dia cintai..tapi kayaknya wonwon punya perasaan deh bwt jaema..wowww

    Good Job my dongsaeng ~~
    ^^,

  6. chap ini bner” mnyedhkn mpe q nngis” lo eon,,,tnggung jwb
    ksian bgt yunjae x,,,,jgn pisahkn mrk eon….,
    mkin pnsran lnjut eon jgn lma” y….,

  7. hueeeee,sedih bgt,masa jae g bisa bersatu ma yunho?tidaaak…!!!
    akhir’y yunho tau jg lo jae itu vampir,tp untung’y yunho mo nerima
    hiyaaaa,junsu dah ngeliat jae?
    waduuuh,jangan bilang siwon suka ma jae,
    huaaaaa makin seruuuuuu

  8. oh my god yunjae pisah!!!!!!!
    andwee!!!!!
    lho koq jae bisa tiba tiba baca kata hati yunho yah??? apa agara gara yun sekarang udah tau gitu klo jae itu vampire???
    huuuuuuuffhh padahal yun bersedia jadi vampire dan ngorbanin dirinya demi jae, tapi jaenya malah pergi..
    aigguuuu malah ketangkep sama siwon pula.. pasti siwon itu suka deh sama jaejoong
    bagaimana ini????

    ups jaejoong tabrakan sama junsu??? wah gawat junsu bisa berusaha nyari tau juga nih.. klo dia tau kan bisa makin gawat..

  9. Haduh, makin rumit aja nih…*pusing
    akhir.y wujud umma ketauan juga…
    kenapa umma malah pergi ninggalin appa,
    padahal appa dah siap nrima umma apa ada.y… :-C
    poor appa, dia pasti sedih bget…*hug appa

  10. Hyaaa aku baru tau ada ff ini. Keren bgt sumpah. Jaejoong jadinya sm yunho dooong. Susah seneng baren bareng hahah

  11. Jiah..Certany makin mmbuatq pnsaran?? Bner deh..
    Jaema mngorbankn prasaanny demi org” yg dicntainy..
    Tp pa kah yunpa kn snggup jk hdup tnp jaema..
    .
    .
    Siwon sprtiny cnta deh ma jaema..Kliatan dari cara dy mmbri prhtian ke jaema..
    .
    .
    Q brharap crita pnjang ni kn brakhr bhgia chngu..
    Krn q g ingn yunjae kepisah..

  12. Nyesek bnget waktu bca..
    Critd ini udah smpai klimaksnya..
    Tp mungkin ngga sich vampire ama manusia itu brstu?
    Yunho kan bru aja ngerasain kbhagiaan knp msti sdih lg sich..
    Aku hrap sich smuanya happy ending..

  13. Hadoh😥
    Koq jadi begini?
    Huwee?
    Kenapa Jaemma minggat?
    Kurang apa coba Yun sampe segitunya?
    Hadoh~~~
    Kembalilah Kim Jaejoong takdirmu sudah ditetapkan hanya akan menjadi milik Jung Yunho seorang*nyeret Jaemma

    Disatuin lagi beth uri Yunjae.,😥

    Bang Won-Won juga maen peluk-peluk aja tuh digampar entar noh ama Lady Chulie*kabur dari markas wajib militer
    😥
    Chap yang menguras emosi..

    Like this😉

  14. lama ga buka fanficyunjae aku disuguhi bloody love sebanyak 4 chapter….hihi

    OMO!!!! Yunjae jangan sampe pisah lama-lama…
    Akhirnya rahasia Ja terungkap….semoga halangan dan rintangannya ga berat😀

    langsung ke next chapt ^^

  15. yunpa dah tw yg sbnerny tp jeje mlh prgi..
    kacian
    huhu

    aah wonnie bner2 ska ma jeje y? jgan donk, wonwon ma sungie aj.
    hehehe

  16. kenapa setiap Siwon muncul Jae awalnya selalu ngerasa kalau itu Yunho ?

    kok jadi ngebayangin kalo Siwon itu wujud vampirenya Yunho ya
    hahahaha

    reader mengkhayal

    kasian YunJae
    hikz

  17. Knapa mreka hrus psah
    Umma knapa harus prgi dari sisi appa,pdhal appa udah mau mnerima umma apa adanya

    Siwon suka umma tuh
    Aduh,mkin ribet

  18. Pilihan yang berat, semoga ada jalan yang terbaik buat yunjae. Ga nyangka selama ini junchan sadar kalau emak masih hidup selama ini. Junchan udah mulai dewasa rupanyq / digampar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s