Bloody Love Chapter 38 – Without You | @beth91191


Anyeonghaseyo…

Chapter ini cukup sedih..Di chapter ini akan terlihat bagaimana perasaan Yunho, Jaejoong dan Junsu tentang perasaan mereka yang tidak bisa saling bertemu. Semoga apa yang ingin aku sampaikan di chapter ini bisa sampai ke reader sekalian. Langsung aja baca ya..

Selamat membaca…

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 38 – Without You

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+

 

CHAPTER XXXVIII – Without you

Hari hari Yunho lewati seorang diri. Saat ini hidupnya benar-benar terasa hampa dan sengsara. Hidupnya bagikan pepatah ‘Hidup segan mati tak mau’ saja. Betapa tidak? Hidupnya, penerang hatinya, penyejuk jiwanya, cintanya, kasihnya, sayangnya, bagian terpenting dalam dirinya telah pergi meninggalkannya dengan menyisakan kesedihan di hatinya.

“Aku Kim Jaejoong.. Aku tidak mencintaimu Jung Yunho.. Bahkan tak pernah.. Sedikitpun aku tak pernah mencintaimu.. Tak pernah dan tak akan pernah..”

Bayang-bayang Jaejoong muncul dalam mimpinya. Terlihat jelas kejadian hari disaat Jaejoong meninggalkannya. Tapi kali ini dia berusaha mencegah cintanya itu pergi.

Jaejoong.. Jaejoong… Jangan pergi.. Jangan pergi..

[Yunho pov]

“Bangunlah.. Bangun…” seru seseorang.

Pagi ini aku terbangun saat seseorang membangunkan ku sambil menepuk-nepuk lenganku.

“Jaejoong??” tanyaku sambil berusaha membuka matanya.

“Bukan hyung.. Ini aku Yoochun..” jawabnya.

Aku berusaha membuka mataku dan melihat sumber suara itu.

“Oh Yoochun..” kataku sambil berusaha duduk.

“Hyung.. Kau bau alkohol.. Apa yang terjadi padamu?” tanya Yoochun padaku.

“Jaejoong….” aku tak sanggup melanjutkan kata-kataku.

“Dia pergi? Apa karena alasan itu?” tanyanya khawatir.

“Benar seperti yang aku duga. Jaejoong memanglah..” Kata-kataku terhenti tak sanggup melanjutkannya. “Dia pergi.. Padahal aku sangat mencintainya.. Aku rela menerimanya apa adanya.. Aku rela menanggung semua resiko.. Aku rela menempuh bahaya sekalipun.. Aku rela melakukan apapun demi nya.. Lalu kenapa dia harus pergi seperti ini??” kataku.

“Iya hyung.. Iya.. Aku mengerti hyung.. Walau mungkin aku tak bisa banyak membantu.”

“Tidak apa-apa. Terima kasih Chun.. Oya, Kenapa kau kemari?” tanyaku sambil berusaha menghilangkan sakit kepala yang kurasakan.

“Aku khawatir denganmu, hyung.. Beberapa hari ini aku berusaha meneleponmu. Kau tak juga mengangkat teleponku. Bahkan saat aku kemari pintu depan tidak kau kunci. Terpaksa aku langsung masuk begitu saja. Mian hyung..” ucapnya.

“Tak apa-apa.. Kau sudah sarapan? Aku buatkan ya..” kataku dengan mencoba tersenyum sambil berusaha bangkit.

“Hyung kau baik-baik saja?” tanya nya ragu melihat ekspresiku.

“Aku baik-baik saja. Ayo aku siapkan makan tapi aku mandi sebentar.” ucapku berusaha menutupi yang sebenarnya padanya.

Mana mungkin aku baik-baik saja. Aku hanya tak ingin membuatnya khawatir. Aku tak ingin dia tahu bahwa sebenarnya hatiku sedang hancur lebur saat ini. Tapi cukup aku yang merasakan sakit hati ini tanpa ada orang lain yang tahu.

-oOo-

Sejak hari itu Yoochun selalu menyempatkan diri mengunjungiku barang sebentar saja. Memang tidak setiap hari, tapi kutahu bahwa dia benar-benar peduli padaku. Dia lah satu-satunya orang yang dapat menghiburku dan memberiku semangat di saat aku benar-benar jatuh seperti saat ini. Tapi bagaimanapun juga Yoochun berusaha sering mengunjungiku, tetap saja kehidupan ku terasa begitu hampa, tanpa Jaejoong di sisiku. Menyesakan rasanya jika di saat aku terbangun di pagi hari tak ada dia di sampingku. Menyesakan rasanya jika aku bekerja tanpa melihat dan mengganggunya. Menyesakan rasanya jika aku tak makan bersama diselingi canda tawa dengannya. Menyesakan rasanya jika aku tak mengobrol hangat dengannya di saat akan pergi tidur.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Dia telah meninggalkanku begitu saja secara tiba-tiba. Dia telah pergi dari kehidupanku. Dia bilang dia tidak mencintaiku, bahkan dia bilang dia tak pernah mencintaiku dan tak akan pernah mencintaiku. Bagaimana dia bisa berkata seperti itu? Lalu kebersamaan kita selama ini apa maksudnya?? Kata-kata cinta yang dia ucapkan padaku apa artinya? Kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu? Berulang-ulang kali aku berpikir tak kutemukan alasan mengapa ia bisa berkata seperti itu. Sekeras apapun otakku berpikir hasilnya sama saja. Di dalam hati kecilku yakin. Yang dia katakan bukanlah yang sebenarnya dia rasakan. Dia pasti meninggalkanku bukan karena alasan itu. Dia meninggalkanku pasti karena sebuah alasan lain yang tidak aku ketahui.

-oOo-

[Jaejoong pov]

Sejak aku pergi meninggalkan Yunho. Aku tinggal bersama Siwon. Mau tak mau aku harus tinggal disini. Dari pada aku harus tidur di jalanan. Di sini lebih baik. Di sini lebih baik. Di sini lebih baik. Itu yang sering kuucapkan pada diriku untuk menyemangati diriku sendiri. Walau memang sebenarnya aku masih tidak suka dengan nya. Karena dialah yang telah menyeretku dalam kehidupan nista ini. Dia yang membuat hidupku seperti saat ini. Dia yang telah membuatku harus merasakan kesedihan yang tiada berakhir ini.

“Jaejoong..” panggilnya membuyarkan pikiranku.

Aku tak berniat menjawabnya.

“Kim Jaejoong..” panggilnya kembali.

Aku masih saja tak bergeming.

“Sudahlah..Lupakanlah dia kumohon.. Mulailah kehidupan baru tanpanya..” ucapnya tiba-tiba sudah berada di sebelahku.

Melupakan katanya?? Tidak semudah itu aku melupakan seseorang yang sangat aku cintai. Ingin rasanya aku berteriak ‘Aku tak akan pernah bisa melupakannya’ pada Siwon. Tapi aku sangat enggan berbicara padanya.

“Baiklah kalau kau tak mau menjawab kata-kataku. Toh aku sudah tahu apa yang ada dalam kata hatimu. Tapi kau jangan melamun saja. Tak laparlah kau?  Bagaimana kalau kita makan?” tanya Siwon kembali menggusikku.

“Makan katamu? Makan yang seperti apa yang kau maksud kan?” tanyaku sinis sambil menatapnya tajam.

“Akhirnya kau menjawab juga..” ucapnya sambil berusaha merengkuh tubuhku.

Kutepis keras pelukannya. Sepertinya ia sadar aku tak pernah suka dipeluknya.

“Hentikan..” seruku serius.

“Baiklah baiklah. Tapi rasanya kau sudah tahu yang kumaksudkan dengan kata ‘makan’. Jangan menyiksa diri seperti itu.” katanya sambil kembali duduk di depanku.

“Sudahlah.. Keputusanku sudah bulat. Aku tak akan mau mengonsumsi darah manusia kembali, selamanya.” ucapku tegas.

“Selamanya??” tanyanya sambil menaikan alisnya.

“Selamanya!!!” seruku sambil terus menatap matanya tajam.

“Kenapa kau tak pernah mendengar yang aku katakan? Ini semua demi kebaikanmu. Ini semua karena aku peduli padamu. Kau bisa mati jika tidak mengkonsumsi darah. Dan tentu aku tak ingin kau mati Kim Jaejoong. Tak perlu kukatakan sekalipun, kau sudah tahu aku sangat mencintaimu. ” Ucapnya lembut.

“Aku tidak butuh perhatianmu Choi Siwon dan berhentilah mencintaiku. Aku tak kan mau menuruti mu.” jawabku sambil memalingkan wajahku.

“KAU HARUS MENURUTIKU!!” bentak Siwon dengan keras sambil tangannya mencengekram rahang bawah ku dan menarik wajahku untuk melihat wajahnya.

Ekspresinya tiba-tiba berubah jadi begitu emosi. Rahangnya mengeras. Tatapannya menajam dan kornea matanya menggelap. Tampak taring-taringnya menajam dan terlihat samar di sela-sela bibirnya. Aku tak menyangka dia bisa sebegitu emosinya. Terlihat tatapannya sangat tajam menusuk ke dalam hatiku. Tak pernah sebelumnya aku melihatnya semarah itu. Jujur aku sedikit merasa tergetar dan tercengang saat melihatnya reaksinya kali ini. Sesaat aku kembali teringat bahwa yang ada di depan ku bukanlah seorang manusia, di adalah seorang vampir. Bahkan bukan seorang vampir biasa, dia adalah vampir yang begitu disegani oleh semua kalangan vampir, karena dia adalah seorang raja.

“Sakit.. Kumohon lepaskan..” ucapku menahan air mataku.

Dia sempat terdiam menatapku dengan tatapan mengerikan itu selama beberapa saat, namun tak lama, tiba-tiba ia langsung cepat melepas tangannya dari rahang bawahku dan berkata, “Maafkan aku.. Maaf.. Jeongmal mianhe..Aku tak bermaksud begitu.”

Setelah dia menyelesaikan kata-katanya, diapun melangkah pergi begitu saja. Padahal aku
belum berkata akan menerima permintaan maafnya atau tidak. Aku sama sekali belum berkata sepatah katapun. Bahkan aku belum sempat berpikir apa-apa, tapi dia sudah pergi meninggalkanku dalam tangisku dengan langkah cepat dan tak menoleh ke arahku barang sedikit saja. Ada apa dengannya? Perasaan takut bercampur sedih menyeruak dalam hatiku. Aku berusaha menahan tangisanku. Hingga kemudian kulihat Yesung-ssi mendatangiku.

“Permisi Tuan Kim.. Maaf sebelumnya, sebaiknya Anda menuruti permintaan Yang Mulia. Benar kata Yang Mulia,Anda tidak baik menyiksa diri seperti itu.” ucapnya.

“Yesung-ssi..” panggilku.

“Iya Tuan..” jawabnya sopan.

“Entah kenapa saat dia berteriak tadi, aku sangat takut padanya. Seperti ada Siwon yang lain yang selama ini disembunyikannya dalam dirinya. Apakah Siwon yang sebenarnya adalah seperti itu?” pikirku.

Kulihat Yesung-ssi hanya tersenyum.

“Dia hanya ingin yang terbaik untuk Tuan Kim. Dia peduli dan sayang pada Tuan Kim. Seperti seorang kakak yang marah jika adiknya melakukan kesalahan. Tetapi sebenarnya kakak itu tak ingin memarahi adiknya. Dia hanya ingin yang terbaik bagi adiknya itu. Agar adiknya tidak melakukan sesuatu yang salah, maka ia perlu sedikit mengingatkan adiknya dengan cara yang tegas. Mungkin apa yang terjadi di antara Tuan Kim dan Yang Mulia bisa di analogikan seperti itu.” Jelasnya.

Aku menerawang jauh. Terlintas masa-masa bersama Yunho begitu saja di benakku.

Pfuhhhhhhhhhhh…

“Tapi Yunho tak pernah marah padaku sekalipun. Padahal dia sangat menyanyangiku.” ucapku dengan suara bergetar dan hati yang miris. Air mata mengalir lembut begitu saja dari kedua mataku.

Tiba-tiba perasaan menyesakan timbul dengan sendirinya di hati ini saat mengucapkan kalimat itu. Aku rindu dengannya. Aku rindu Jung Yunho.. Sangat.. Aku sangat merindukannya.

“Yesung-ssi..” desahku masih dalam tangisanku.

“Iya ada apa Tuan?” sahutnya.

“Apakah keputusan yang aku ambil ini sudah benar?” tanyaku padanya sambil melihat wajahnya.

Kulihat dia kembali tersenyum tapi kali ini senyumannya tampak sedikit dipaksakan.

“Tanyakan saja pada hati nurani Tuan. Tuan lah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk Tuan. Maaf Tuan saya harus mengurus sesuatu. JiKa Tuan membutuhkan apa-apa,panggil saja saya.” ucapnya sambil menghilang begitu saja dari hadapanku.

Padahal aku masih ingin bertanya dan bercerita dengannya. Tak banyak seseorang yang bisa menjadi tempatku bertukar pikiran saat ini. Tapi kenapa dia justru pergi tiba-tiba seperti itu. Seakan-akan tak ingin melanjutkan percakapan ini lebih lanjut.

Yunho.. Aku benar-benar merindukanmu.. Andai kau ada di sini…

Entah mengapa saat teringat Yunho hatiku selalu terasa sesak.. Sesak hingga terasa sangat sakit.. Terlintas semua yang pernah terjadi pada ku saat bersama Yunho.. Saat-saat kami baru saja kenal, saat-saat aku masih begitu acuh dan dingin dengannya, saat-saat kami mulai jatuh cinta, saat-saat kami sudah saling cinta satu sama lain, suaranya, senyumannya, tatapan matanya, perhatiannya, kebaikannya, kasih sayangnya, genggamannya, pelukannya, ciumannya, sentuhannya, hingga saat-saat aku bermesraan dengannya. Aku rindu semua itu. Aku rindu Jung Yunho, sangattttttttt dan semua yang ada pada diri dan kehidupannya, aku sangat merindukannya.

Mengapa takdir harus memisahkan kita??
Tak bisakah kita bersatu walaupun kita berbeda seperti ini??

Tak terasa air mata terus menetes membasahi pipiku.

Yunnie.. My Yunnie.. Aku merindukanmu.. Apa yang harus aku lakukan sekarang Yunnie.. Biasanya di saat aku bimbang dan sedih seperti ini,kau akan datang untuk memelukku dan menenangkanku. Kenapa saat ini terasa begitu berat Yunnie……. Yunnie…….

Aku membutuhkanmu sekarang, saat ini, disini..

Jung Yunho..

-oOo-

[Yoochun pov]

Malam ini adalah malam menginap aku di rumah Junsu. Sejak hyungnya meninggal,beginilah yang kulakukan setiap beberapa hari sekali. Tidak tentu harinya memang. Tapi jika dia ingin aku menginap atau aku yang ingin menginap, aku akan menginap. Kebetulan beberapa hari yang lalu aku disibukan dengan kegiatan kantor. Jadi malam ini setelah semua itu beres, aku sempat-sempatkan untuk menginap.

Saat aku tiba di rumahnya, aku langsung masuk ke dalam. Aku tak perlu mengetuk atau memencet bel lagi, karena aku sudah punya duplikat kunci rumah dan pagarnya.

Setelah kuparkirkan rapi mobilku, aku keluar dari mobil, kulihat Junsu sudah menunggu di depan pintu.

“Chunnie..” sambutnya menggemaskan seperti biasa. Suaranya terdengar begitu seksi di telingaku.

“Chagiya.. Kau belum tidur? Bukannya sekarang sudah hampir jam 11?” tanyaku sambil melihat arloji ditanganku.

“Kau pikir aku anak kecil yang tak boleh tidur malam-malam?” tanyanya sambil merangkulku.

“Bukan begitu sayang.. Tapi bukannya biasanya kau sudah tidur jam segini?” tanyaku sambil membuka pintu dan melangkah masuk menuju ke kamarnya dengan dia masih merangkulku.

“Memang benar.. Itu biasanya.. Tapi sayangnya, malam ini tidak biasanya. Kan kau mau menginap Chunnie..” ucapnya manja.

Aku melihat ke arahnya,

“Memang kalau aku menginap kenapa? Sering kali saat aku datang menginap disini, ternyata kau sudah tidur duluan.. Lalu ada apa dengan malam ini? Kenapa kau belum juga tidur?” tanyaku sambil tersenyum menggoda pura-pura tak tahu jawabannya.

“Kau pura-pura lupa ya??” jawabnya sambil mencubit pinggang.

“Auuwww… Iya-iya.. Aku hanya menggodamu.. Aku mandi dulu ya..” ucapku sambil mencium pipinya.

“Kau bau Chun.. Mandi dulu..” dia menghindar dari ciumanku.

“Iya.. Tapi nanti aku dapat ekstra ya..” pintaku dengan wajah memelas.

“Dalam rangka apa, kau dapat ekstra??” tanyanya dengan wajah menggemaskan.

“Dalam rangka aku sudah lama tidak mendapatkan’nya’ dari mu Junsu~ah…” jawabku. Sambil memeluknya hendak menciumnya kembali.

“Terserah.. Mau ekstra atau tidak.. Tapi kau bau.. Cepat mandi sana..” dia berusaha melepaskan pelukan dan mendorongku ke kamar mandi.

“Iya-iya.. Sabar ya.. My Dolphin Junsu..” ucapku sambil masuk ke kamar mandi.

Kututup pintunya. Kupercepat mandiku, agar dia tak menungguku terlalu lama. Setelah aku selesai mandi. Ku sengaja tidak mengenakan pakaianku. Aku hanya mengenakan handuk mini yang menutupi bagian bawahku. Kulihat Junsu sudah duduk di kasur dengan badan di sandarakan pada sandaran tempat tidur dan kaki di luruskan ke depan. Kulihat dia memegang sebuah pigura di genggamannya.

Aku pun langsung berhamburan ke arahnya dan berbaring di pahanya.

“Sedang melihat foto siapa Su-ie?” tanyaku sambil berusaha mengintip-intip foto siapakah yang dia lihat.

“Hyung ku Chun.. Aku rindu dengannya.” Ucapnya sedikit mendesah.

“Ohh.. Jangan-jangan sebentar lagi kau akan menangis lagi.” kataku sambil menggenggam tangannya.

“Tidak Chun.. Aku tak akan menangis lagi.” ucapnya sambil berusaha tersenyum.

Andai dia tahu bahwa hyung nya masih hidup,dia pasti bahagia sekali..

Memang  benar hyung nya masih hidup saat ini tapi dalam wujud lain berbeda, wujud yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu dalam wujud yang mengerikan dan berbahaya bagi orang-orang yang dicintainya. Aku bisa mengerti, kenapa sampai detik ini hyungnya tak pernah menemuinya. Mana mungkin dia rela membiarkan dongsaeng kesayangannya satu-satunya berada dalam kondisi berbahaya jika bersamanya. Tenanglah Junsu… Suatu hari nanti pasti kau akan bisa bertemu dengan hyungmu. Entah bagaimana caranya.

Tiba-tiba..

“Chunnie~ah…. Kau tidak pakai celana!!! Kelihatan..” pekiknya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.

Benar juga aku sempat lupa kalau aku hanya menggunakan handuk mini ini.
Tiba-tiba ada niatan ide jahil untuk mengganggunya.

“Bukannya kau sudah sering melihatnya? Kenapa kau pakai menutup mata Junsu~ah..” kataku sambil berusaha membuka matanya.

“Iya.. Tapi itu sudah beberapa hari yang lalu.. Dan sekarang aku malu jika melihatnya begitu saja tanpa ada apa-apa sebelumnya..” ucapnya.

“Hahahaha.. Ayolah.. Sebentar lagi mau tak mau kau juga akan melihatnya bahkan lebih dari sekedar melihat menurutku..” godaku sambil memaksa tangannya terbuka.

“Chunnie!!!” teriaknya keras dengan lengkingan khas yang sudah lama tak kudengarkan itu.

Kemudian dengan masih posisi tidur dalam pangkuannya, kunaikan tubuhku sedikit dan kucium bibirnya yang merah itu dengan sangat lembut. Teriakannya terhenti, dia tampak pasrah dengan ciumanku yang tiba-tiba ini. Matanya di pejamkan. Lambat laun mulai liar ciuman antara kami berdua. Kumain-mainkan lidahku dalam mulutnya. Disela-sela ciuman tangannya meremas-remas rambutku dan meraba-raba punggungku. Desahan demi desahan dan tampak nafsunya mulai meningkat.

Kim Junsu.. Malam ini kau adalah milikku sepenuhnya..

[…]

-oOo-

Setelah terjadinya malam indah ini..

Kami tengah berbaring di atas kasur dengan tubuh telanjang kamu tertutup selimut tebal. Kepalanya beralaskan lenganku dan tengah kutatap wajahnya lekat-lekat.

“Junsu~ah.. Saranghaeyo..” ucapku sambil mengecup keningnya lembut.

Telah beberapa hari kami berdua tidak melakukan’nya’.. Rindu sekali rasanya bisa
menghabiskan malam bersama Junsu seperti ini. Kulihat Junsu yang tengah memejamkan mata di sampingku. Tapi aku tahu dia tidak sedang tidur.

Diapun membuka matanya.

“Naedo saranghaeyo Chun..” jawabnya sambil tersenyum kecil.

Kupandangi wajahnya yang tampak kelelahan. Lucu sekali. Sangat menggemaskan memang. Wajah yang masih seperti anak kecil dengan wajah yang menggemaskan, mata yang kecil, bibir yang tipis dan merah. Manisnya kekasihku ini..

“Oya Chun~” panggilnya.

“Iya kenapa?” tanyaku.

“Beberapa hari yang lalu aku bertemu Jaejoong hyung saat pulang membeli keperluan sehari-hari di supermarket.” ucapnya datar.

Mwo???

Apa yang dia katakan?
Benarkah dia bertemu dengan Jaejoong?
Apakah benar hal itu terjadi??
Lalu bagaimana reaksinya?
Lalu bagaimana reaksi Jaejoong hyung??
Apa yang terjadi setelah itu??

Banyak pertanyaan berkecamuk di otakku. Tapi berusaha aku setenang dan senetral mungkin pada situasi ini.

“Aku tahu kau rindu dengan hyung mu. Tapi mana mungkin kau bertemu dengan orang yang sudah tiada Su-ie..” ucapku berbohong padanya.

“Tapi buktinya sampai sekarang kita juga belum menemukan mayatnya bukan?” sanggahnya sambil menatapku.

“Bukannya polisi sudah memberitahu bahwa mayatnya kemungkinan di bawa oleh binatang buas.” aku berusaha meyakinkan bahwa hyung telah tiada.

Padahal aku tahu sendiri bahwa memang hyung nya masih hidup. Tapi mana mungkin Junsu mengetahui hyungnya masih hidup tapi dalam bentuk yang lain, yaitu sebagai seorang vampir? Itu pasti berat dan berbahaya baginya. Biarlah Junsu tahu bahwa hyung nya telah tiada. Tapi jikalau dia memang harus tahu bahwa hyungnya adalah vampir, biarlah kenyataan itu di sampaikan oleh Jaejoong hyung sendiri.

“Entahlah Chun yang jelas dia pasti masih hidup dan yang kulihat saat itu memang adalah Jaejoong hyung, Kim Jaejoong hyung..” dia tetap yakin pada yang dia katakan.

“Jika memang dia masih hidup, lalu mengapa dia tidak menemui atau menghubungimu?” ku ajukan sebuah pertanyaan yang sebenarnya aku tahu jawabannya.

“Itulah yang aku bingungkan selama beberapa hari ini Chun.. Mungkin ada suatu alasan penting yang membuatnya tak bisa menemuiku dan mengabariku bahwa dia masih hidup.”

“Junsu-ah.. Sudahlah..” ucapku.

“Tapi aku yakin Chun.. Suatu hari nanti setelah dia menyelesaikan masalahnya. Dia pasti akan menemuiku.” Jawabnya.

“Baiklah Junsu-ah. Aku mengerti..” ku belai rambutnya.

Kulihat dia kembali memejamkan matanya, mungkin dia merasa kelelahan atau mungkin dia juga merasa sedih saat ini.

Jangan terlalu yakin uri Junsu.

Setelah masalah nya selesai katamu? Kapan masalah yang dia hadapi akan selesai? Aku rasa masalahnya adalah menjadi seorang vampir. Kapan masalahnya itu akan selesai? Mungkin tak akan pernah ada kata selesai rasanya untuk masalahnya yang satu itu.

Junsu..

Apapun yang terjadi. Aku akan selalu disampingmu.. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Aku akan membuatmu bahagia my Junsu-ah..

-oOo-

TBC

 

Bagaimana pendapat kalian tentang chapter ini? Kasihan ya mereka semua… Kasihan Yunjae….. Yang paling bahagia di chapter ini adalah Yoosu, mereka bahagia karena nggak ada yang memisahkan mereka baik di dunia nyata ataupun di cerita..

Kasihan Yunjae….

Jujur ini adalah chapter ke-6 terakhir.. Semakin mendekati akhir cerita aku bingung harus merasa sedih apa merasa senang. Semoga 6 chapter terakhir ini bisa menjadi akhir yang seperti reader harapkan. Tapi kayaknya enggak deh.. hahaha… Author hobi bikin penasaran…

Tunggu aja kelanjutannya di Bloody Love Chapter 39 – Who’s there?

Dan selamat menanti kelanjutannya.

Gomawo sudah menyempatkan waktu baca ff ku dan meninggalkan komen. Terus kunjungi blog ini, terus baca semua ff yang ada dari semua author, tanpa kalian kami bukan apa-apa.

Gomawo sekali lagi..

 

Yunjae is real

-Beth-

21 thoughts on “Bloody Love Chapter 38 – Without You | @beth91191

  1. aduh koq jdi miris liat nsip smuanya..kpn smua ny bsa bhgia
    ummajae..yunppa nsip kalian#ga tau mu blg ap

  2. endingny gak bisa ditebak… yoochun juga th klo jae tu vampir.. n junsu jg dah sadar klo jae tu masih hidup hany masih bersabar ja sampai jae berterus terang… kasihan jae ma yunho, mereka benar2 tersiksa bgt…

  3. Yah beth~~
    Ini Yoosu moment toh?!
    Aigo..
    Jae ama Yun udah pada stress.,couple yang satu ini malah asik adegan ranjang.. -__-

    Beth,
    Aku tetep berharap bakal happy ending loh sumpah*maksa lagi*

    Liat Jae ama Yun dipisahin ga kuat
    Hiks.hiks.hiks
    *nangis dipojokan

  4. Huaaa.. udah mau ending nih ceritanya??
    huhuhuhuhuhu
    kenapa malah jadi kasihan gini nih…TT__TT
    Ditunggu chap2 lainnya ya unn…

  5. huhuhu,,,ksian bgt yunjae x…..,
    eun jgn psah in mrk y *maksa deh
    eh couple yg atu x mlah sneng” adegan rnjang
    udah mw end y,,,g sbar nngu lnjutan x,,,,lnjut eun…!!!!

  6. Huwaaaaaa,,sedih (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
    Yunjae tersiksa sekali berpisah satu sama lain..
    Suie juga ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ
    Untungnya suie punya pemikiran positif ttg knp hyungnya blm nemuin ϑīa,,dongsaeng yg baik..
    Unnie kira beth bakal nulis NC yoosu..#ngarep..みϱ”̮みϱ”̮みϱ”̮みϱ (⌒˛⌒)╯

    Unn tunngu kelanjutannya ya..화이팅 (ง’̀⌣’́)ง

  7. sedihnya mommy ma appa (ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    nyesek bngt c itu ;_; kangen satu sama lain ;___;

    junsu ma jeje juga kasian (ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    kapann mereka ketemu?? (ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)

    junsu ma yoochun sedih” malah NCan gpp de penghilang stress gitu *?* ._____.

    lanjut yaa thor ^^d

  8. *sigh*
    nasib yunjae jadi amburadul gini.. seandainya ga ada peraturan begitu pasti yunjae bisa hidup bahagia walopun berbeda alam (???)
    bener kata author kayaknya pasangan yoosu yang bahagia terus tanpa masalah
    thor bikin jeje sadar trus balik ke yun yah.. kasian liat yunjae yang sedih terus2an..

    masa sih siwon nganggep jaejoong adenya??? mmm ga percaya sm omongan yesung yang satu ini

  9. Udah mau end…..
    ngarep banget Happy End kisahnya Yunjae…

    kenapa nasib yunjae jadi begini..

    kembalikan Jae pada Yunho *teriak pake toak*

  10. mian ea ru bca lg..
    Sbuk..
    hehehe..
    .
    .dah mw end ea..
    g kerasa bntar lg..
    tp jk bntar lg end npa yunjae msti psah??
    aduh q g rela deh jk mrk psah..bneran..
    .
    .n chun dah tau klo jaejae bkn mnusia tp vampre??
    .
    .q brharap kn jd happy end ni ff..

  11. Angstnya dapet banget!
    *nangis*
    baru nyadar di sebelah ada bawang *ehh* #ngwacoabis
    yunho pasti kuat !
    Semangat appaaa~
    junsu…. T_T

  12. uda mao ending yaw? ah pnasaran emg! terutama bgian kenapa joongie baru bisa baca pikiran yunnie pas yunnie uda tau siyapa jaejoong yg sbnarnya~😀 langsung baca next chap lah~ xD

  13. Umma sama appa tersiksa.
    Hiks kasian. Aigoo si siwon pake suka lg sama umma yah tmbh ga mau ngelepasin umma deh si siwon. Appa cari umma dong terus minta di gigit

  14. beneran nih Siwon ke Jae
    cuma kayak kakak ke adik .
    kok kesannya Siwon sayang sama Jae dalam arti yng lain ya.

    woah
    kasian Jae ga bisa sama Yun

  15. Yunjae trsiksa sndiri karena prpsahan mreka

    Knpa mreka hrus brpisah,tak bsakah mreka bhagia ?

    Umpa kpan klian akan kmbali brsatu😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s