Saranghae Do Dwel Gayo Part 6A


Title        : Saranghae Do Dwel Gayo

Author   : Kim Chi Hee

Part         : 6 A

Pair         : Yunho x Jaejoong, Yunho x Karam

Genre    : Romanc, Yaoi

Rate       : PG

 

Saranghae Do Dwel Gayo (Part 6) A
“Maafkan aku senior.” Anak laki-laki itu bangkit dari atas badan Karam. Anak itu juga membantu Karam untuk berdiri. Selain itu ia juga membersihkan celana Karam yang kotor terkena debu dan merapikan almamater yang dikenakan Karam. Tapi, Karam menepis tangan anak itu.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa.” Kata Karam. Karam tersenyum dan sedikit mengangguk lalu meneruskan langkahnya. Tapi sebelum hal itu terjadi, anak laki-laki tadi menahan tangan Karam.

“Tunggu dulu, nama senior siapa?” Tanya anak laki-laki itu penasaran. “Aku Jay. Salam kenal.” Jay membungkukan badannya.

“Aku Karam. Kau kelas satu ya?” Tebak Karam. Jay mengangguk mengiyakan. “Kau tidak masuk kelas?”  Lanjut Karam.

Jay menggeleng. “Aku sedang dihukum karena tidak mengerjakaan tugas.”

“Anak nakal.” Karam memutar bola matanya. Dan tanpa memberitahu Jay, Karam pergi meninggalkannya. Ketujuannya semula, UKS.

Karam berjalan lambat. Tapi ia merasa ada yang mengikuti di belakangnya. Namun Karam tidak memperdulikan hal itu, ia tetap melanjutkan langkahnya. Akhirnya Karam sampai di depan ruang UKS. Karam berniat untuk memutar knob pintu namun ia mengurungkan niatnya.

“Sampai kapan kau akan mengikutiku?” Tanya Karam tanpa membalik badannya.

“Senior pasti memboloskan? Tidak perlu dijawab aku sudah tahu apa yang akan senior katakan. Pasti senior akan bilang, kau sok tahu sekali. Aku tidak membolos. Begitu kan?” Seru Jay yakin.

Karam menarik napas dan menghembuskannya -Kesal. Ia memutar badannya. “Memang kau siapa? Fortune teller? Peramal? Orang yang punya six sense?” Karam menatap Jay dingin. Jay hanya mengangkat sebelah alisnya untuk membalas tatapan Karam.

Karam akhirnya masuk ke ruang UKS bersama dengan Jay. Karam memilih untuk membaringkan tubuhnya di ranjang UKS, menarik selimut sampai dadanya. Jay yang melihat itu mengambil remote pendingin ruangan dan menyalakannya. Memilih temperature yang paling dingin.

“Kenapa dinyalakan?”  Tanya Karam.

“Di sini panas.” Jawab Jay singkat. “Kau mau main sesuatu?” Lanjut Jay sambil duduk di kursi sebelah ranjang yang sedang ditiduri oleh Karam.

Karam tidak menanggapi perkataan Jay. Ia malah merapatkan matanya. Jay mengangkat bahunya, ia bangkit dari duduknya untuk melihat sekeliling ruangan itu. Ia mulai asik dengaan dunianya sendiri.

=======================================================================

“Sekolah ini ketat sekali ya? Masa kita harus ujian sebulan sekali untuk melihat kemampuan kita.” Jaejoong meletakan kepalanya kembali di atas meja.

“Memangnya kenapa?” Tanya Yunho yang ikut meletakan kepalanya di meja sebelah Jaejoong hingga kini wajah mereka berdua berhadapan satu sama lain.

“Kalau nilaiku jelek pasti Mika akan mengamuk padaku. Kau tahukan sifat Mika? Pasti Mika akan melarangku main dan akan mengurungku di rumah untuk belajar bersamanya.”

“Memang susah kalau punya adik jenius.” Ledek Yunho. Jaejoong yang sebal diledek melempar wajah Yunho dengan kamus tebal miliknya.

“Sakit tahu!” Rajuk Yunho. “Kau tidak berpikir ulang tentang ucapanmu kemarin?”

Jaejoong menggeleng. “Dia hanya butuh perhatian, aku yakin itu. Oh iya, aku mau Tanya warna kesukaan Karam apa ya?”

“Menurutku sih putih dan biru. Soalnya semua bajunya rata-rata berwarna itu. Memangnya kenapa boo?”

“Tidak, aku hanya Tanya saja. Oh iya aku pernah nonton drama. Katanya kalau orang hidup harus membuat daftar hal apa saja yang ingin kau lakukan. Kalau begitu bagaimana kalau kita juga membuatnya?”

Yunho terlihat berpikir sebentar. “Terlalu kekanakan sih. Tapi ayo kita lakukan. Kita buat daftarnya. Daftar yang panjang.”

Jaejoong mengangguk dan menyerahkan selembar kertas yang ia sobek tadi dari bukunya dan sebuah pulpen hitam miliknya. Tapi ternyata bel masuk berbunyi, terpaksa Yunho minta izin kepada Jaejoong untuk kembali ke kelasnya. Jaejoong yang tidak rela kalau Yunho harus kembali ke kelasnya hanya tersenyum mengijinkan. Setelah Yunho keluar kelasnya, Jaejoong mendumel dalam hati, kenapa istirahat di sekolahnya itu cepat sekali.

Satu per satu teman-teman sekelas Jaejoong masuk dan akhirnya yang masuk adalah wali kelas Jaejoong sambil membawa setumpuk kertas yang Jaejoog yakin itu adalah hasil testnya tadi. Erkadang Jaejoong sempat bingung dengan sistem di sekolahnya. Sekolahnya terlalu canggih untuk bisa memeriksa semua hasil ujian para siswa yang lumayan banyak itu dengan waktu yang singkat, walau Jaejoong tahu sekolahnya ini punya beberapa alat canggih yang mirip komputr yang bisa memeriksa hasil ujian satu siswa hanya dalam sekali scanning dan hasilnya 99,99% akurat.

Dada Jaejoong berdebar-debar menunggu hasil ujiannya dibagikan. Ia terus berdoa dalam hati semoga hasil ujiannya tidak buruk. Dia sudah bisa membayangkan hukuman apa yang akan diterimanya kalau sampai Mika tahu hasil ujiannya buruk.

“Jaejoong.” Panggil gurunya yang hamper membuat jantung Jaejoong berhenti berdetak saking kagetnya.

“Ya.” Jaejoong maju ke depan kelas untuk melihat hasilnya. Dengan takut-takut Jaejoong melihat hasil ujiannya. “Oh my god, matilah aku.” Lirih Jaejoong lesu.

==========================================================================

“bulan ini kau tidak mau mengadakan acara?” Tanya Injun yang duduk di sebelah Mika yang sedang serius membaca.

“Hn?” Mika kembali serius dengan kegiatannya.

“Yak! Kau itu tidak sopan sekali dengan yang lebih tua.” Seru Injun sewot.

Mika meletakan bukunya dan menatap Injun dengan tatapan datar, walaupun begitu tetap bisa membuat Injun ngeri setengah mati. “Kau mau kupanggil hyung? Oke! Aku sedang malas melakukannya hyung.” Seru Mika datar.

“Oke.. oke… aku kalah.” Injun memajukan bibirnya dan mulai mendumel. “emang sih, Mika berjarak dua tahun dan karena dia berotak ajaib dia bisa menjadi kelas tiga. Tapi sifat stoik dan dinginnya itu ditambah dengan statusnya sebagai ketua osis makin membuatnya dan tentunya kami teman-temannya lupa kalau dia lebih muda dua tahun dariku. Dunia tidak adil. Aku marah padanya!” Injun menggerak-gerakan bibirnya tidak jelas.

Mika yang tahu Injun sedang kesal karena sedari tadi mencoret-coret bukunya dengan coretan yang tidak berguna ditambah dengan mimik wajahnya dengan bibir digerak-gerakan dengan tidak jelas mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu meletakannya di depan Injun. Injun masih tidak bereaksi, melihat itu Mika sengaja menggoyang-goyangkan benda yang dipegangnya tepat di depan wajah Injun.

Injun mendelik tidak percaya dengan yang dilihat di depannya. Dengan kecepatan kilat Injun merebut susu rasa jeruk yang dipegang Mika. “Gumawoo…..” Seru Injun sumringah.

“Kau baik sekali deh…” Injun memeluk tangan Mika.

“Kau gak jadi marah kan?” Pancing Mika.

“Tentu tidak!” Seru Injun senang. Tapi raut wajahnya berubah. “Mika jahat! Selalu tahu kelemahan orang.” Injun memanyunkan bibirnya.

Mika hanya tersenyum penuh kemenangan. “Kalau tidak begitu bukan Mika namanya.”

==========================================================================

“Kegiatan yang ingin kulakukan ya?” Yunho memukul-mukulkan pulpen milik Jaejoong ke pelipisnya. “Banyak! Apalagi hal yang ingin kulakukan dengan boojaeku tercinta.”

Yunho mulai menuliskan hal-hal apa saja yang ingin dilakukannya. Tapi tangannya terhenti setelah melihat hasil testnya sendiri. “Oh god! Yang ini seharusnya menjadi hal pertama yang harus kulakukan, memperbaiki nilaiku yang merah ini.” Seru Yunho lesu. Ia merebahkan kepalanya ke atas meja.

“Aku ingin melindungi orang-orang yang kusayangi, umma, appa, Boojae, teman-temanku, dan juga tentunya Karam adik kecilku.” Lirih Yunho.

“Tapi menurtku enak sekali punya saudara sejenius Mika, aku kan jadi bisa diajari olehnya. Oh Karam kau kasihan sekali mempunyai kakak yang bodoh sepertiku.” Ratap Yunho.
=========================================================================

“Senior, kau sudah punya pacar?” Tanya Jay yang sedang asyik memainkan boneka manusia di depannya. Karam malas menanggapinya jadi ia hanya menjawab dengan erangan.

“Kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?” Lanjut Jay.

“Hn?”

“Jadi kau percaya?!” Seru Jay yang tiba-tiba naik ke ranjang yang ditiduri oleh Karam.

“Siapa bilang aku percaya hah?!” Seru Karam ketus.

“Bukannya tadi kau bilang.”

“Aku tidak percaya. Itu adalah hal terkonyol yang pernah ku dengar.” Jay mendorong tubuh Jay yang mulai tidur di pangkuannya.

“Aku sangat percaya itu karena aku sedang merasakannya saat ini.” Jay bangkit dari tidurnya. “Maukah kau jadi pacarku?”

Karam mengerenyitkan dahinya dan mendengus. “Kau masih kecil.”

“Oh yah? Umurku 14 tahun dan itu artinya aku sudah besar. Tak tahukah kau anak-anak zaman sekarang cepat dewasa.”

“Terserah katamulah.”

========================================================================

Jaejoong dengan langkah gontai kembali ke kursinya. Ia meletakan kertas –nista menurutnya- di atas mejanya. Ingin sekali rasanya Jaejoong tidak pulang ke rumah hari ini karena ia takut dihukum oleh Mika. Menurut Jaejoong Mika adalah orang yang amat sangat sadis. Dibalik wajah tenang dan bersahabat Mika, ia memiliki sifat yang lumayan psycho. Menurut Jaejoong Mika itu bagai pembunuh dengan wajah tanpa dosa.

“Mengerikan~” Lirih Jaejoong.

Jaejoong baru teringat dengan surprise yang akan ia berikan waktu hari ulang tahun Karam. Yunho bilang Karam suka warna biru. Menurut prediksinya ulang tahun Karam sudah masuk musim gugur, tapi belum begitu dingin. Jaejoong berniat untuk membuatkan sebuah sweater yang tidak terlalu tebal berwarna biru untuk Karam.

Sedang asyik-asyiknya menghayal hp Jaejoong bergetar. Ada pesan masuk.

From: 060854XXX
Hai, selamat siang. Kau Kim Jaejoong? Aku Park Yoochun masih ingat?

Dahi Jaejoong mengerenyit. Yoochun. Dengan lincah jari jemari Jaejoong bermain di keypad hp miliknya. Sebelumnya ia menyimpan dulu nomor Yoochun

To: Yoo~
Aku masih ingat! Kau pasti tahu nomorku dari Junsu yah?

Selang beberapa lama ada balasan dari Yoochun.

From: Yoo~
Ia! Aku harus negmis dulu sama si cempreng itu! Mana sampe dijitakin pula. Sampe benjol

Jaejoong tersenyum melihat isi sms dari Yoochun. Lalu ia membalas lagi.

To: Yoo~
Duh… kasihan anak umma, mau aku obatin?

Begitulah, akhirnya Jaejoong malah ber-sms-an ria dengan Yoochun sampai sekolah selesai. Jaejoong merasa senang sekali bisa sms-an dengan Yoochun. Menurutnya Yoochun adalah orang yang ramah sekaligus lucu.

From: Yoo~
Bagaimana kalo kapan-kapan kita jalan-jalan?

To: Yoo~
Boleh, kapan? Aku siapkan schedule dulu yah^^

=========================================================================

TBC
Sumpah deh bikin part ini gak yakin bgt T^T

Yah begitulah.. mian kalau kurang memuaskan. Gomawo ya yang udah mau ngunjungi baca ff ini dan komen.

Tunggu kelanjutannya ya..

 

Salam Yunjae❤

7 thoughts on “Saranghae Do Dwel Gayo Part 6A

  1. Lha lha koq jae mau mau aja sih diajak jalan sam uchun duuuhh bs berabe klo yunho sampe tau apalgi karam.. Munkin nanti bs dimanfaatin sm dy supaya yunjae putus

  2. nah lho…nah lho
    nah lho kalo c yunho oppa sampai tau kalo jeje jalan ma uchun bejimane?? Щ(˚♊˚щ)

    feelingku mengatakan mika naksir ma karam *sotoy* /ditoyor author

  3. authorrr!!! can’t wait for the next chapter!! bener” pnasaran sma jalan crita nih FF… nge-post nya jgn lama-lama thorr… #maksa
    wwkwkkwkwwwkwkw

  4. Siapa tuh yg ngobrol ma karam, mencurigakan.
    Jaema baik banget,
    mikirin kado buat adik ipar….
    Eh, chunnie mo godain umma yah…

  5. lho lhoo koqq jaema mlah ngeladenin chunie…
    bgaimana ini, jgan sampe hubungan jaema ma appa merenggangg…

  6. Eiitt…eiitt!!! Apa”an tuh jaema sms~an sam̶̲̅α̇ chunnie??!!
    Inget yunpaaa…kalau smp yunpa ƭªŮ entah gimana jadinya!
    Hubungan YunJae lagi byk coba’an…τρ mreka Ъ>:/ nyadar ýª…ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s