[YUNJAE] I Want You – part 1


huahh..

udah lama gak ngepost ff di sini >< sibuk nih sibuk, kelas 9 #curhat

yeah.. sepertinya walaupun udah kelas 9 tetep aja jadi magnae dari semua auhtor di sini -___-

sebenernya ini ffnya udah lumayan lama nginep di laptop, tapi baru sekarang sempet di post.. hehehe😀

 

Judul                : I Want You..

Main Cast       : YunJae!

Support Cast: YooSuMin

Author             : sherly

Rating               : PG

Genre                : romance

 

Seorang namja tengah duduk di bangku airport dan matanya melihat sekitar,  seperti menunggu sesuatu. Sesekali melihat jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, lalu lagi-lagi menghembuskan nafas dan menatap langit-langit airport tersebut.

“Hyuuunnggg!!” seorang namja kurus tinggi menghampirinya sambil berlari, rambutnya juga berantakkan tidak karuan, namja yang duduk itu hanya memandangnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya kea rah lain.

“hyung.. hosh.. hosh.. sudah lama menunggu? Hosh..” tanyanya masih dengan nafas yang tersengal-sengal, kedua tangannya bertumpu pada lututnya dan matanya melihat pada namja yang sedang duduk di depannya, namja yang duduk itu melihat jamnya sekali lagi.

“pesawatku mendarat jam 12 dan sekarang sudah jam 1 lebih 5 menit, jung changmin, apakah menurutmu itu sebentar?” tanyanya dengan  nada sinis, seperti tidak mempedulikan raut wajah kecapekan adiknya itu, setelah sudah dapat mengatur nafasnya, changmin ikut duduk di samping orang yang dipanggilnya hyung dan menyandarkan punggungnya di kursi.

“mianhae yunho hyung, tadi jalanan macet..” katanya santai, yunho menoleh menatap changmin tidak percaya, dia sudah menunggu 1 jam lebih dan adiknya itu mengucapkan maaf dengan santai?! What the..

“lagipula hyung..” lanjut changmin “kurasa baru satu jam kau sampai di korea, tapi sudah menjadi primadona di sini, lihatlah, banyak yang memperhatikanmu.” Yunho mengerutkan alisnya lalu menatap sekitarnya, ah, benar saja.. ada beberapa, well, mungkin lumayan banyak, orang yang melihat ke arahnya.

“apa bajuku aneh?” tanya yunho melupakan amarahnya tadi, memperhatikan pakaian yang dipakainya. Tidak aneh sama sekali, ia memakai kacamata hitam, jaket kulit berwarna coklat, dan oh, jangan lupakan sepatu coklatnya, sama sekali tidak aneh kan?

“tidak hyung.”, changmin menggeleng “ahh.. hyung kapan akan mulai sekolah di korea?”

“mungkin besok aku akan mulai sekolah, aku akan satu sekolah denganmu?” tanya yunho, changmin mengangguk semangat.

“aish hyung.. lagipula kenapa kau menuruti keinginan umma agar aku sekolah di sini? Bukannya lebih enak sekolah di amerika? Banyak wanita cantik di sana, di sini wajah mereka standart semua.” kata changmin, yunho tertawa sedikit lalu menoleh menatap changmin.

“itu urusanku, kau tahu?” jawab yunho sambil memukul pelan lengan chanmgin, changmin menatap hyungnya dengan tatapan sinisnya.

“kau mau mencari masalah denganku hyung?”

Yunho menggeleng cepat “lupakan, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Aku ingin istirahat.” Tanya yunho, changmin mengangguk dan berdiri diikuti oleh yunho, yunho mulai menarik koper merahnya dan mereka pun berjalan keluar airport.

.

.

.

.

“yunhoo!”

“ummaa!”

Nyonya Jung setengah berlari menghampiri anaknya, lalu memeluk anak tertuanya itu, menepuk-nepuk punggungnya untuk melepas rasa rindu. Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukan mereka, kedua tangan nyonya jung masih pipi yunho, menatap anaknya lekat-lekat.

“umma tahu kau tidak akan menolak permintaan umma.” kata nyonya jung, yunho mengeluarkan senyum manisnya.

“umma tahu aku tidak mungkin membantah umma, tidak sepertinya” jawab yunho lalu melirik changmin yang tengah duduk di sofa, merasa disindir, changmin melebarkan matanya.

“apa yang barusan kau katakan hyung? Aku apa?” tanya changmin menatap yunho dengan tatapan sinis seperti waktu yunho memukul lengan changmin di airport tadi, nyonya jung menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya.

“sudahlah, sebaiknya kau istirahat sekarang” ucap nyonya jung yang dijawab anggukan oleh yunho, “dan changmin, bantu hyungmu, bawakan kopernya ke kamarnya”

“tidak mau umma! Yunho hyung kan masih kuat, dia namja kan? Mana mungkin seorang namja tidak kuat menarik kopernya sendiri?” tolak changmin dan memasukkan snack ke dalam mulutnya.

“YAA! JUNG CHANGMIN!” teriak nyonya jung, namun changmin tidak menggubrisnya, tetap menonton TV dengan santai seolah tidak mendengar apapun.

“tidak apa umma, aku bisa membawa koperku sendiri.” kata yunho akhirnya, mengambil kopernya dan masuk ke kamarnya, kamar yang mungkin sudah beberapa tahun tidak ditempatinya.

Yunho melihat sekeliling kamarnya, hmm… tidak banyak berubah, hanya warna temboknya saja yang dulu kuning sekarang menjadi biru, selebihnya tidak ada perubahan lain. Setelah mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek, ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur, merentangkan kedua tangannya dan menatap langit-langit kamarnya, melepas rasa rindunya pada kamar yang dulu ditempatinya semenjak ia masih kecil.

Tok! Tok!

“Hyung?” terdengar suara dari luar, tidak lain dan tidak bukan itu adalah adiknya, jung changmin.

“masuklah” jawab yunho sama sekali tidak merubah posisinya, masih terlentang di atas kasur, changmin masuk membawa beberapa buku, sepertinya buku pelajaran, ia meletakkan buku-buku tersebut di atas meja yang terletak di pojok kamar lalu duduk di kasur hyungnya.

“itu buku-buku pelajaran hyung, seragamnya sudah ada di lemari,sepatunya juga,  dan besok kita berangkat sekolah jam setengah tujuh, lalu… oh, kau masuk kelas XII-A hyung, mengerti?” tanya changmin yang dijawab anggukan lemah oleh yunho yang entah sejak kapan sudah menutup kedua matanya.

“hyung..” panggil changmin lagi, kali ini menggoyang-goyangkan badan hyungnya pelan, yunho membuka matanya dan menatap changmin.

“ada apa?”

“di amerika… hyung sudah pacaran berapa kali?”

PLAK!

Yunho memukul punggung adiknya cukup keras.

“ouch, hyung! Kenapa memukulku? Keras pula” tanya changmin berusaha mengusap-usap punggungnya yang abrusan dipukul oleh yunho.

“untuk apa kau mau tahu?” yunho balik bertanya, changmin mengangkat kedua bahunya.

“hanya ingin tahu saja.. aku ingin tahu apa lebih banyak daripada aku” jawab changmin dengan nada mengejek, tidak terima dilecehkan oleh adiknya, yunho bangkit duduk dan menatap changmin.

“memang kau ada berapa hah?” tanya yunho, changmin mengangkat kedua tangannya dan menaikan delapan jarinya tepat di depan wajah yunho, yunho tertawa dan kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur.

“yaa hyung! Kenapa kau tertawa?” tanya changmin tidak terima karena yunho menertawakannya.

“depalan? Baru delapan kau sudah bangga eum?” yunho menatap changmin dengan tatapan merendahkan, cahngmin mengerutkan alisnya.

“maksudnya? Memangnya hyung berapa?” tanya changmin melipat kedua tangannya di atas dada, yunho menatap jari-jarinya sebentar lalu menurunkannya kembali.

“ahh.. aku tidak dapat memberitahumu lewat tangan, tidak cukup, kau tahu?” jawab yunho enteng, changmin langsung berdiri, membelakkan kedua matanya dan menatap yunho tidak percaya.

“jangan bohong hyung! Tidak mungkin wanita amerika mau dengan orang sepertimu!” kata changmin sedikit berteriak, tidak terima akan jawaban yang diberikan oleh yunho, yunho menaikkan kedua bahunya.

“entahlah, tapi memang itu kenyataannya, kau kalah jung changmin.”

PLUK!

Changmin melempar hyungnya dengan bantal lalu berjalan ke arah pintu, saat hendak keluar changmin membalikkan badannya dan menatap hyungnya sekali lagi.

“dengar hyung, masa kejayaanmu sekarang sudah selesai! Kalau kau satu sekolah denganku, akulah rajanya!”

BLAM!

Setelah changmin menutup pintu kamar, yunho memposisikan kepalanya di atas bantal dan menarik selimut birunya, tidak mempedulikan ‘ancaman’ adik satu-satunya barusan.

“dasar, tidak pernah berubah”

.

.

.

.

“jaejongie hyungg~~” teriak seorang namja imut di koridor sekolah, berlari menuju seseorang yang sedang berjalan dengan santai beberapa meter di depannya, namja cantik itu menoleh dan tersenyum saat melihat siapa yang menyapanya, namja imut tadi sekarang sudah berdiri di samping namja cantik itu dan mereka berdua mulai berjalan bersama menyusuri koridor.

“su-ie, masih pagi tapi kau sudah bersemangat sekali” kata jaejoong tetap memandang ke depan, namja imut itu tersenyum mendengar ucapan barusan.

“pagi-pagi kan memang harus semangat hyung” jawabnya santai.

“junsu! Jaejoong!”

Kedua orang yang merasa namanya dipanggil langsung menghentikan langkah mereka dan menoleh ke arah suara yang barusan memanggil mereka.

“ada apa yoochun?” tanya jaejoong langsung tidak berbasa-basi, karena ia tahu sahabatnya, sekaligus ketua murid di sekolah mereka, adalah tipe orang yang langsung to-the-point. Namja yang bernama yoochun itu sekarang sudah berdiri di hadapan mereka berdua.

“tadi Mrs. Choi memberitahuku, kalian ada latiah vocal nanti sepulang sekolah untuk mempersiapkan lomba antar sekolah bulan depan” kata yoochun yang dijawab dengan anggukan oleh jaejoong dan junsu, yah.. mereka berdua memang sudah terkenal di sekolah ini untuk urusan nyanyi-menyanyi, walaupun junsu masih satu tingkat di bawah yoochun dan jaejoong, tapi kemampuan bernyanyinya tidak perlu diragukan lagi, mungkin karna itulah jaejoong dan junsu bersahabat dengan baik sekarang,

“baiklah, aku menger—“ BUGH! “aww..”, jaejoong meringis karena baru saja bahunya ditabrak oleh salah seorang siswi yang berlari.

“mianhae sunbae!” teriak siswi yang barus saja menubruk bahunya, ia membungkuk cepat-cepat lalu melanjutkan larinya, jaejoong mengerutkan alisnya.

“apa dia tidak punya sopan santun? Mana ada cara minta maaf seperti itu tadi?” ucap jaejoong sewot, tidak terima karena kelakukan adik kelasnya barusan.

“sudahlah hyung, mungkin dia sedang ter—“

KYAA!! KYAAA!!

Kalimat junsu terpotong karena teriakan beberapa,eehm.. banyak, siswi yang berlari dan berteriak sesuka hati mereka. Jaejoong junsu dan yoochun segeran merapat ke tembok agar tidak bertabrakan dengan murid-murid yang tengah bertingkah seperti orang gila sekarang.

“ada apa ini? Apa mereka semua kesurupan?” tanya jaejoong agak berteriak agar suaranya dapat didengar oleh yoochun dan junsu.

“entahlah jae, kurasa itu karena anak baru itu” kata yoochun santai, jaejoong dan junsu mengerutkan alisnya, anak baru? Nugu? Yoochun menyadari raut wajah junsu dan jaejoong yang berubah.

“kalian tidak tahu?” tanya yoochun, junsu dan jaejoong menggeleng polos “ada murid pindahan, ia baru masuk hari ini, dengar-dengar dia kakaknya changmin dan sebelumnya sekolah di amerika.”

“ahh.. hyungnya changmin? Pantas saja kemarin dia tampak sangat senang di kelas, pasti hyungnya baru pulang kemarin” ucap junsu, yah.. junsu dan changmin memang satu angkatan dan satu kelas, jadi tidak heran junsu sedikit tahu tentang hyungnya changmin

“lalu, kenapa mereka bertingkah seperti orang gila?” tanya jaejoong sambil menunjuk seorang murid perempuan yang sedang berteriak dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“dengar-dengar sih dia tampan, aku tidak tahu wajah hyungnya changmin seperti apa, tapi kurasa dia memang tampan sampai-sampai mereka semua bertingak seperti sekarang”  jawab junsu masih memandangi murid-murid perempuan yang bertingkah seperti orang kerasukan dan barusan berlari melewati mereka bertiga.

“kurasa kita harus cepat masuk kelas” kata jaejoong akhirnya, ia melihat jam tangan merahnya “sudah jam 7 kurang 5 menit, kita harus segera masuk” junsu dan yoochun mengangguk setelah mendengar arahan dari jaejoong, dan beberapa saat kemudian, saat keadaan sudah cukup aman untuk mereka, mereka masuk ke kelas mereka masing-masing.

.

.

.

.

“khh.. peristiwa penyambutan yang sangat meriah kau tahu? Mereka seperti melihat artis saja” keluh yunho lalu meminum coca-cola yang tadi dibelikan oleh changmin, changmin tertawa mendengarnya dan ikut meminum minumannya.

“ya ya, aku tahu hyung, bahkan ada beberapa murid yang bilang kau mirip dengan salah satu anggota DBSK” kata changmin, yunho hampir saja tersedak mendengar ucapan changmin.

“tapi walaupun begitu, bisa kan mereka bertingkah sewajarnya saja? Tingkah mereka sangat anarkis, aku sampai taku keluar kelas” kata yunho lagi, changmin menepuk pundak hyungnya itu.

“sudahlah hyung, tapi di sini kita aman, tidak banyak murid yang ke sini” kata changmin, yunho melihat sekeliling, benar juga.. walaupun taman belakang ini mashi terawatt, tapi sepi sekali di sini.

“benar juga.. tapi kau harus mengantarku kembali ke kelas, jangan meninggalkanku seperti tadi, mengerti? Mereka seperti macan kelaparan dan aku dagingnya, kau tahu?”

Yunho mengingat kembali kelakukan murid-murid perempuan sekolahnya tadi pagi.

Flashback~

ia dan changmin baru saja keluar dari mobil dan melewati gerbang sekolah, beberapa saat kemudian mereka mulai merasakan beberapa orang berbisik-bisik sambil melihat mereka. Karena tidak tahu apapun, yunho mendekati salah satu dari mereka dan bertanya.

“permisi, apa ada yang salah denganku?”

Hanya itu yang yunho katakan tapi murid tersebut dan temannya langsung berteriak lalu berlari menjauh, yunho menatap changmin di belakangnya dengan tatapan bingung, changmin yang juga tidak mengerti ada apa hanya bisa mengangkat kedua bahunya dan mereka kembali berjalan menyusuri koridor.

Semakin lama mereka berjalan, semakin banyak pula murid yang berbisik-bisik sambil melihat mereka, karena masih tetap tidak tahu apa-apa, yunho tersenyum pada mereka dan sedetik kemudian.. murid itu berlari. Berulang kali yunho tersenyum mencoba menyapa mereka dan reaksi mereka tetap sama.. berlari menjauhi mereka.

“changmin? Apakah ada yang salah denganku? Aku salah pakai seragam?” tanya yunho khawatir, takut ia akan mendapat image buruk di hari pertamanya sekolah di sekolah ini, changmin tertawa sambil menggeleng.

“sudahlah hyung, mungkin mereka kaget karena ada dua orang tampan berjalan di depan mereka” jawab changmin santai.

Yunho tertawa mendengarnya “hahaha, siapa? Kau dan aku?” yunho merangkul pundak changmin.

KYYAAAA!!!!!

Sontak yunho melepaskan rangkulannya dan beberapa saat kemudian dia sudah dikerubungi oleh murid-murid perempuan, ia mencoba mencari changmin namun nihil. Changmin sudah pergi seiring dengan bertambahnya murid yang mengerubunginya.

“kau murid baru kan? Siapa namamu?” tanya salah seorang dari mereka.

“aku yunho, jung yunho” jawabnya sambil tersenyum.

KYAAAAA!!!

Mereka makin berteriak tidak karuan

“kau lihat kan? Dia menjawabku tadi! Dia bahkan tersenyum padaku!!” kata yeoja tadi histeris, teman-temannya merangkulnya dan mereka berteriak bersama.

“eum.. yunho-ssi, kau pindahan dari mana?” tanya lagi yang lain.

“aku pindahan dari amerika, aku baru datang kemarin” jawab yunho sambil tersenyum, yang sebenarnya hanya untuk menutupi wajah herannya. Ada apa dengan mereka semua?!

KYYYAAAAAA!!!

“amerika! Dia bilang amerika! Benar-benar pangeran idaman!”

Dan begitulah, pagi pertama yunho di sekolah itu dihabiskan dengan menjawab pertanyaan dari murid-murid yang mengerubunginya, sampai akhirnya bel berbunyi dan ada guru datang membubarkan mereka semua.

Fiuuhh~~

Flashback end~

“hahahahaha” changmin tertawa sambil memegangi perutnya “setidaknya kau tidak pernah merasakannya di amerika kan hyung? Aku yakin di amerika kau bukan apa-apa” yunho menatap changmin tajam.

“yah! Apa maksudmu? Bukan apa-apa?” tanya yunho sedikit menyentak, changmin yang melihat itu langsung menghentikan tawanya.

“a-aniyo hyung, aku hanya bercanda, kau tahu kan?” tanya changmin menaik-turunkan kedua alisnya, yunho menatapnya jijik.

“jung changmin, apa kau mencoba merayuku hah?”

“sudahlah hyung, lupakan” kata changmin akhirnya, memutuskan untuk berhenti menggoda hyungnya, mereka berdua kembali meminum minuman mereka masing-masing. minuman yunho yang habis duluan, ia membuang kaleng tersebut ke dalam tempat sampah yang ada di dekat mereka.

“ayo kembali ke kelas” ajak yunho lalu berdiri dari tempatnya duduk, changmin mengangguk dan buru-buru menghabiskan minumannya lalu membuangnya ke dalam tempat sampah dan berdiri pula.

“kajja! Ehm hyung, apa aku benar-benar harus mengantarmu ke kelas? Kelasmu ada di lantai dua, dan kelasku ada di lantai bawah, jadi nanti aku harus naik-turun? Kau tidak kasihan dengan ku hyung?” changmin menatap yunho dengan wajah memelas, namun yunho justru menggeleng tegas.

“kau HARUS mengantarku, tidak ada pengecualian” perintah yunho menekankan nadanya saat mengucapkan kata ‘harus’, sedangkan changmin hanya bisa mengangguk pasrah.

“arraso hyung..” changmin berjalan terlebih dahulu meninggalkan yunho yang mengikutinya setelah sebelumnya tertawa sebentar melihat tingkah adiknya.

Saat mereka berdua berjalan ditangga, sudah dapat ditebak kalai perkiraan yunho benar. Banyak murid, terutama yeoja, berbisik-bisik saat mereka lewat, ada beberapa yang berteriak namun mereka tutupi dengan cara menutup mulut mereka, hey.. tentu saja yunho dan changmin tahu hal itu, untuk apa disembunyikan lagi? Dasar aneh, ck ck ck

“hyung..” bisik changmin tiba-tiba, wajahnya seperti menahan sesuatu “aku kebelet pipis hyung, hyung bisa kan kembali ke kelas sendiri?” yunho menatap adiknya itu dengan tatapan membunuh.

“kembali ke kelas sendiri huh? Apa kau gi—YAA! JUNG CHANGMIN!” yunho berteriak karena tiba-tiba saja changmin sudah berlari kembali ke lantai bawah meninggalkan yunho dan beberapa ‘pemangsanya’, dengan agak takut yunho memandang sekeliling, sudah banyak yeoja yang memandanginya sambil senyum-senyum.

‘what the hell is going on now?! WATCH OUT FOR MY REVANGE JUNG CHANGMIN!’ gerutu yunho dalam hati.

Perlahan-lahan yunho menaikki satu anak tangga, namun matanya tetap mengawasi sekeliling, dia mencoba naik satu anak tangga lagi, tidak ada yang terjadi. Murid-murid yeoja itu masih di tempat mereka walaupun masih menatap yunho dengan tatapan ‘aku akan memangsamu’. Karena dia rasa tidak ada yang terjadi, yunho menarik nafas lega dan mulai menaiki beberapa anak tangga sampai akhirnya…

“OPPPAAAA!!!!!!”

“YUNHO-SSI!!”

“MY PRINCEEE!!!”

“YUNJJAEEE!!!” err.. well, kalau yang ini author yang teriak #abaikan. Back to the story..

Yunho sontak kaget dan mulai berlari menaikki anak tangga, dia selalu berolahraga rutin jadi tidak heran kalau sekarang dia menaikki 2 anak tangga sekali melangkah, matanya terus melihat ke belakang, terlihat lautan yeoja sedang mengejarnya. Setelah sampai di lantai atas, yunho segera membelokkan tubuhnya ke kiri.

BUGH!

“aishh~~”

Yunho agak mundur ke belakang karena baru saja dia menabrak seseorang, entahlah siapa, yang jelas orang itu sekarang sibuk mengelus-elus bahunya yang baru saja ditabrak.

“a—ahh mianhae.. aku tidak tahu kalau—“ permintaan maaf yunho terpotong saat ia mendengar suara teriakan-teriakan murid-murid yeoja itu semakin mendekat, entah apa yang ada dipikirkannya, tapi ia langsung memposisikan dirinya di belakang orang yang baru saja ditabraknya dan memegang kedua bahunya.

“apa yang kau—“ pertanyaan namja itu terpotong karena yang dia lihat di hadapannya sekarang adalah beberapa murid yeoja, kebanyakan adik kelas, berteriak-teriak sangat keras dengan suara mereka yang cempreng.

Namja itu menatap mereka datar, murid yeoja itupun perlahan menghentikan suara teriakan mereka dan mulai menundukkan kepala mereka setelah melihat siapa yang berdiri di depan mereka, sepertinya takut, eoh?

“apa yang kalian lakukan? Berteriak-teriak tidak jelas” kata namja itu dingin sambil menatap mereka bergantian, murid-murid yeoja tersebut semakin menundukkan kepala mereka dalam-dalam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, sedangkan yunho yang berdiri di belakang namja itu memandangnya kagum, bagaimana bisa mereka semua tunduk pada orang ini??

“kalian..” sekarang namja itu memperhatikan bet masing-masing anak “kalian masih kelas X dan XI, kenapa kalian di sini? Lantai atas hanya untuk kelas XII, kalian tahu itu kan? Kembalilah” tidak menunggu lama, murid yeoja yang memakai bet kelas X dan XI turun kembali ke lantai bawah dengan wajah ditekuk.

“dan kalian juga..” namja itu memandangi sekumpulan yeoja yang masih tersisa di hadapannya “kalian adalah kakak kelas, bisakah kalian memberi mereka contoh yang baik? Bukannya malah bertingkah seperti ini” katanya datar.

“jaejoong-ssi, kami hanya ingin menyapa anak baru ini” kata salah seorang dari mereka yang dijawab dengan anggukkan oleh beberapa temannya yang lain, sedangkan jaejoong menoleh ke belakang namun tetap tidak menatap orang yang sekarang sedang berdiri di belakangnya dan memegang bahunya.

“jadi kau anak baru itu? cih” katanya dengan nada yang sedikit melecehkan, yunho memandangnya heran dan hendak bertanya namun jaejoong sudah kembali menatap sekumpulan yeoja di depannya “menyapa dengan cara berteriak-teriak? Kurasa kalian tidak menyapanya, kalian hanya akan membuatnya takut”

Hening..

Mereka semua diam, bahkan murid-murid yang ada di dekat tempat itu langsung menjauhkan diri mereka sejauh-jauhnya karena merasa ada hawa-hawa tidak enak di tempat itu, sedangkan para murid yeoja tadi tetap menundukkan kepala mereka.

Yunho pun semakin mengerutkan alisnya tidak menegrti, oh ayolah.. mereka ada di tingkat yang sama, sama-sama kelas XII, tapi kenapa para yeoja itu takut pada namja yang bernama jaejoong itu?

“kembalilah ke kelas kalian” kata jaejoong memecah keheningan, beberapa saat kemudian murid-murid yeoja itu kembali ke kelas mereka dalam diam, yunho perlahan melepas tangannya dari bahu jaejoong lalu berdiri di hadapannya.

Tidak ada yang mereka berdua katakana, hanya saling memadang satu sama lain, yunho menatap jaejoong heran, dan jaejoong menatap yunho datar.

“namamu jaejoong kan?” tanya yunho tiba-tiba, jaejoong menyilang kedua tangannya di depan dada.

“apa aku harus menjawabnya? Jelas-jelas mereka tadi memanggil namaku” ucapnya dingin, namun yunho malah tersenyum menanggapinya.

“jaejoong-ah.. apa kau benar-benar seorang namja?”

“apa kau buta? Tentu saja aku namja!”

“heumm..” yunho memperhatikan jaejoong dari atas sampai bawah “tapi kenapa kau sangat cantik? Kulitmu putih, bibirmu juga pink.. ah! Jangan-jangan dulu kau adalah seorang yeoja lalu kau operasi agar menjadi seorang namja?” tanya yunho semangat, tentu saja dia hanya bercanda, ia hanya ingin tahu reaksi orang dihadapannya ini. Beberapa saat ia menunggu, jaejoong tetap tidak bersuara, hanya memandang yunho datar, tidak tertarik.

Teng! Teng! *sound effect gagal*

“kau dengar, sudah waktunya masuk kelas, kembalilah ke kelasmu” kata jaejoong dan membalikkan tubuhnya meninggalkan yunho.

Namun baru beberapa melangkah, jaejoong menoleh ke belakang, ke arah yunho yang masih tidak bergerak dari tempatnya tadi “ahh.. dan juga.. aku 100% namja, mengeti?” katanya singkat dan kembali melanjutkan langkahnya.

Yunho masih diam di tempat dan tersenyum penuh arti, masih tetap memandangi punggung jaejoong yang berjalan menjauh pandangannya.

“cih.. kenapa dia sangat dingin? Padahal selama ini tidak ada yang bisa menolak pesonaku” gumam yunho pada dirinya sendiri

“ahh.. tapi sangat menarik.. jaejoong.. aku yakin tidak akan memakan waktu yang lama”

.

.

.

.

Sepulang sekolah changmin langsung berjalan ke tempat parkir mobil, supirnya pasti sudah menunggu di sana. Sesampainya di samping mobilnya, changmin bisa melihat hyungnya dan supirnya sudah duduk di dalam mobil, yahh.. sepertinya sedang menunggu kedatangannya. Tanpa basa-basi lagi ia lngsung masuk ke dalam mobl dan duduk di samping hyungnya.

“hyung.. soal istirahat tadi.. mianhae ne? aku benar-benar kebelet tadi” kata changmin dengan nada memeals, meminta pengampunan dari hyungnya yang pasti sedang marah padanya, yunho tetap diam tidak merespon, pandangannya lurus ke depan memperhatikan jalanan.

“hyung.. hyung tidak marah kan? Iyakan?” kata changmin lagi kali ini dengan nada yang agak dibuat-buat seperti anak kecil.

“hentikan cara bicaramu yang aneh itu” kata yunho akhirnya namun tetap tidak menatap changmin

“hyung, aku kan hanya menco—“

“kau tahu jaejoong?” tanya yunho memotong kalimat changmin yang dirasanya tidak penting.

“jaejoong? Kim jaejoong? Kelas XII?” changmin memastikan.

“kau mengenalnya?”

Changmin tertawa kecil “ohh.. ayolah hyung, satu sekolah pasti tahu namja yang bernama kim jaejoong itu, kau saja yang murid baru sudah tahu tentangnya kan?”

“changmin-ah..”

“ne?”

-tbc-

udah selesai part 1 nya :DD makasih banget yah udah baca.. banyak typonya kah?

tell me~~

sekedar pemberitahuan aja, mungkin lanjutannya bakalan agak lama updatenya ><

maaf banget buat yang nunggu.. eh.. emang ada yang nunggu??

hehehe

annyeong ^o^

35 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – part 1

  1. aq nunggu lhooo,,,*acung”in tangan*,,, saya juga kelas 9 lhoooo*heboh*,,, sumpah deh -demiperutkaretmin-*didamprat*,,,kls 9 emang sibukk bgt,,,mau ol ja susahnya stengah matii,,gni ja curi” waktu tudr bwt bka ffyj*curhat*,,,ndeeee,,,q bakal sabar menunggu*scara ngrasain jg capekna jd anak tngkt tiga*,,yg pntng bakal d lanjut y thorrrr,,,,FIGHTINGGG,,,smangat bwt tryout+UN+dkk,,,moga lancarrr~ n brhsl dlm sgala hal~,,,n smangat lnjtn ff na thorrr,,,

    *mian,komentq rda nyampah y**kabur*,,,

  2. Chingu ceritany seruuuuuuuu….penasaraaaaaaan…..
    Yunho ketakutan gara2 tuh cewe-cewe,ngakak ngebayangin muka yunhony wkwkwkwk…..changmin jahat banget sama hyungnya aigooooo….
    So sweet pertemuan YunJae ny…..❤❤❤

  3. Kyaaaaa cepat” diteruskan ff nya.. Aq penasaran nih apa yg mw 윤호 katakan ke 창민 ..
    Bagus alur plotnya, aq suka karakter 윤호 n 재중 disini..
    Jadi penasaran,gimana caranya 윤호 ngebuat 재중 bertekuk lutut

  4. jiah.. baca ff ni ketawa2 sendiri… image jae jauh bgt.. dari yang polos, baik n lain2… sekarang jd dingin bgt… yunho dah tertarik ma jae… tp kok pada takut ma jae ya??

  5. ak penasaran ma ff nya ><

    itu jeje jeles yaa gara" anak" murid neriakkin nama yunho yaaa (•̯͡.•̯͡)
    jgn" yunho appa udah mulai penasaran ma mommy (•̯͡.•̯͡)
    cieeee suit" #eaeaea

    ff lucu thor ^^d

  6. keren..
    Q suka bgt ni ff..
    part 1 ja dah gni..
    Yunpa emang T.O.P dah..
    g da yg bsa nolak pesona appa..
    Yunpa jd buronan yeoja” diskolahny..
    hohohoho..
    N untungny da jaema jd pra yeoja” tu prgi dah..
    tp knp mrk smw takut pda jaema ea..
    spa kah jaema tuh??

  7. yunpa kyak seleb aj y dkejar2 seantero skolahan.
    huhuy
    tp syang jejeny jutek bin dingin gtu y.

  8. Waaaa aq baru tau ada ff ini hohoho
    Seruuuuu.. Eh btw kenapa orang2 pada takut sama jeje yah? emang jeje knp?

  9. wah wah, saya ga tau kalo ada fic semenarik ini. ^^
    walau sudah byk fic yg mengangkat tema cerita sperti ini, tapi saya rasa author bisa membawa nuansa berbeda. saya senyum trus baca fic author ini.

  10. wah menarikkkk,,,, umma pura2 jual mahal sama appa, halah, ntnya juga pasti mau, kkk~
    Terbang ke next chapter xD

  11. kyaaa siapapun, dimanapun, kapanpun pasti aka histeris melihat yunpa😀
    Penasaran ma sosok jaejonnnng
    mian ya comment pendek udah kebelet pengen baca lanjutannya ^^

  12. Hmmm heran juga sih knp pd takut sama JJ.
    Apa dia sejenis ketua OSIS gitu?
    *hei! Dia manusia, harusnya seorang bukan sejenis. Reader sarap ==”

    Ciyehh, ada yg penasaran nih sama JJ yg cool,,
    Okkeee lanjutkan yunho! Cari informasi tentang dia, saia juga penasaran muahahaha!

  13. dri jdul’a ja kyak’a dah mnrik n stlh d bca trnyta bner” mnarik..

    yunpa jdi buronan yeoja 1 sklh n jaema dingin bgt skap’a..
    psti seru tu,,
    yunpa yg tnang n jaema yg dingin,,
    hihihi,,
    pnsran driq,,

  14. Cool…!!! Umma Jaim amat sih ^^
    Seorang Jung yunho smp di cuekin gitu..τρ bagus umma tetep Jaim ýª biar appa tambah klepek”

  15. Woaaaaah,
    baru masuk appa udah jadi pangeran sekolah..

    Kyaaaaaa
    umma kereeeeenn
    q suka umma yg bersikap dingin n’ cuek begitu.
    Kkkk

  16. yunpa ngumpet di belakangnya jaema?? he he..ummaa…lindungin suaminya tuh…hampir az mo dimakan yeoja2 centil. ..
    jaema gayanya cool…tyt bs lindungin suami juga…xixi xixi…

  17. awal cerita yg menarik menurutku… yunjae school life i like it!!🙂
    itu yun penurut banget yah ma eommanya. unyu dah~~
    yayy~ jae become a hero for his bear! tp kok judes amit yah…
    ahh~ yun dah mulai penasaran ni ma jae…. demi apa ku penasaran ma klanjutan critanya… ^^
    *gelundungan ke next chpt*

  18. Annyeong^^ reader baru.. Ijin rcl ya author unyu..^.^
    Ff’y seru..><
    Wahh knp pda takut smua sma umma ?? n appa malah trtantang krn sikap cuek umma n pasti krn kcantikan umma yg luar binasa.. eh biasa.. *keselek yunjae😀
    Appa pede'y tngkat dewa.. Tpi pantes lah soal'y umma ujung'y pasti bkalan trpikat pesona appa.. fufufu
    Minnie kikikikikk itu yg 8 org smua ?? Apa kulkas dgn brbagai macam merek ?? Hahhha *d peyet minnie

  19. wuih….jaema keren euih!dingin n dataaaaaar amat ya…..
    sampek takut semua….
    yunpa mulai tertarik tuh!!!

  20. hya…anak sekolah changmin pada lebay..pada teriak-teriak heboh liat cowo ganteng..nyahe..aku kalo liat Yunho paling cuma pingsan*pling lebay

    Jae dingn beud kaya nitrogen cair..kenapa pada takut ama jae? Gara-gara jutek? Yun malah kegrangan diksh mangsa kaya Jae..hahaha..

  21. jae cool kya co beneran -,-
    hiii bayangin jd yun dtengah2 kerumunan itu merinding ndiri dah …
    kereennn ni epepnya …
    #lari ke next chap

  22. kyaa ffnya lucu haha, jaenya dingin banget gitu, kayanya galak banget, ini lagi changmin jahat banget sama hyung sendiri, yunho ditinggal tinggal mulu, wah pokoknya keren deh, penasaran gimana nanti yunho sama jaenya wkwk

  23. Kyaaaaa ceritanya seru *jeritalafangirl* aku suka karakter jae disini, keren pake banget *supicious* *kecupbasah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s