Bloody Love Chapter 39 – Who’s there? | @beth91191


Anyeonghaseyo yorobeun…

Ini adalah 5 chapter terakhir dari serial Bloody Love. Kalau dari judulnya bisa kita ketahui, kalau seseorang sedang bertemu dengan orang yang lain. Lalu apakah Yunjae akan kembali bertemu setelah perpisahan itu? Lalu bagaimana jika mereka kalau bertemu? Apakah mereka akan bersatu? Lalu bagaimana dengan Siwon jika mengetahui mereka bertemu? Apakah Siwon membiarkan Yunjae bersatu?

Mending langsung baca aja deh..

yuk~

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 39 – Who’s there?

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+

 

CHAPTER XXXIX – Who’s there?

[Junsu pov]

Pagi harinya ketika waktu sarapan..

“Junsu-ah..” panggil Yoochun.

“Hmm??” tanyaku sambil terus mengunyah makanan.

“Nanti malam ku ajak makan malam bersama Yunho hyung ya. Ingatkan kau dengannya? Yunho hyung aku ceritakan waktu itu.” ajaknya.

“Ingat. Boleh saja.. Aku juga belum sempat berkenalan saat itu.” jawabku sambil meliriknya ke arahnya.

“Oh ya benar juga. Baguslah kalau begitu.. Malam ini kau akhirnya bisa berkenalan dengannya juga..” katanya dengan mengambil sepotong roti dari piring yang terletak di depanku.

“Lalu kenapa tidak siang ini aja?” tanyaku sambil menghentikan makanku sejenak.

“Karena kita akan bersama Changmin dan Yeonhee juga. Mereka baru bisa nanti malam.” Jawabnya.

“Oo.. Baiklah kalau begitu.. Wah.. Kau belum pernah mengenalkanku dengan Changmin dan calon istrinya itu juga yaa.” Sahutku protes.

“Ya.. Nanti malam akan aku kenalkan pada mereka semua..” jawabnya.

“Asyik..” seruku dan kembali melanjutkan makanku.

Asyikkkk.. Akhirnya aku dikenalkan dengan orang-orang terdekatnya, Yunho hyung dan Changmin temannya sejak kecil serta calon istri Changmin yang tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Changmin. Wahh.. Senangnya mereka yang akan menikah dalam hitungan hari. Tapi kenapa Yoochun tidak menyebut nama kekasih Yunho hyung. Apakah dia tak akan datang pada acara makan malam ini?

“Oya, Chunnie-ahh..” panggilku padanya yang sedang membaca-baca koran.

“Hmmm..” jawabnya dengan tidak melihat ke arahku dan asyik melihat berita yang dimuat hari ini dalam sebuah media cetak.

“Apakah kekasih Yunho hyung juga akan datang?” tanyaku ragu-ragu.

“Tidak.. Dia dan Yunho hyung sepertinya sudah tidak berhubungan lagi. Diapun sudah tidak lagi bekerja di rumah makan Yunho hyung.” Katanya masih konsentrasi dengan korannya.

“Benarkah? Sayang sekali..” ucapku lirih.

Padahal ini adalah kesempatan emas bagiku untuk bertemu dengannya. Kapan lagi aku bisa bertemu dengannya? Tampak Yoochun menghentikan aktifitas membacanya dan melihat ke arahku. Dipandanginya wajahku dengan hangat. Tiba-tiba tangannya menyentuh pipiku dan mengusapnya lembut.

“Memangnya ada apa chagi?” tanyanya.

“Aku hanya tanya..” jawabku.

Sebenarnya aku tak sekedar bertanya saja. Aku malah berharap kekasih Yunho hyung akan datang untuk makan malam ini. Jujur, alasanku berharap dia datang adalah dia sangat mirip dengan hyungku dan mungkin saja dia memang hyungku. Aku ingin sekali melihat wajahnya dari dekat, mengamatinya dan meyakinkan diriku, apakah kekasih Yunho hyung itu benar kakakku apa bukan.

“Yakin hanya sekedar ingin bertanya saja?” tanyanya yang seakan-akan mengerti kata hatiku.

Dia menatapku dengan tatapan curiga dan tak percaya kalau aku memang hanya ingin tahu saja. Ekspresi wajah yang sangat tidak kusukai darinya. Ekspresi wajah dimana rasanya seluruh isi otak dan hatiku sudah terbaca olehnya.

“Chunnie-ah… Sudahlah… Iyaa.. Iyaa.. Aku tak hanya sekedar aku ingin tahu saja. Tapi lebih dari itu, aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku penasaran dengan sosoknya. Aku ingin memastikan apakah dia benar kakakku atau bukan.” Jawabku dengan perasaan jengkel.

“Junsu-ahh.. Kita sudah berkali-kali membahas hal ini. Kau tahu kan kalau..” belum sempat dia selesai bicara.

“Iya aku tahu, hyung ku memang dikabarkan sudah meninggal. Tapi kau tahu sendiri, mayatnya sampai detik ini belum ditemukan. Mungkin saja hyungku masih hidup karena diselamatkan warga dan dia mungkin lupa ingatan seperti di TV – TV. Sehingga sampai detik ini dia belum juga menemuiku.” Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.

“Junsu-ah..” ucapnya dengan suara mendesah.

“Aku tahu.. Aku tak seharusnya berharap lebih seperti ini. Aku seharusnya mengikhlaskan kematian hyungku. Tapi hati ini berkata lain Chun.. Entah bisikan dari mana, tapi aku yakin bahwa hyung ku masih hidup. Dia ada di dekatku. Dan dia menanti waktu yang tepat untuk menemuiku. Mungkin memang ini yang disebut feeling seorang adik yang memiliki ikatan kuat dengan kakaknya. Biarkan aku terus yakin dengan feeling ku ini Park Yoochun.” Aku berusaha terus mempertahankan kata hatiku.

Tanpa sengaja mata ini berkaca-kaca dibuatnya. Obrolan tentang kakakku memang menguras perasaanku. Aku sedih ketika mengingat kenyataan yang ada bahwa hyungku tak ada di dekatku saat ini. Sampai kapan aku akan menanti kedatangannya?

“Sssttttt…. Jangan menangis chagi.. Iya aku mengerti.. Maafkan aku.. Aku hanya tak ingin kau terluka saja. Jika kau yakin suatu saat nanti kau akan bertemu dengan hyungmu kembali, aku akan ada di sampingmu ketika hari itu tiba. Dan kita akan tersenyum bahagia bersama.” Dia berusaha menenangkan perasaanku.

Aku harap hari itu akan segera datang Yoochun. Aku sangat ingin segera bertemu dengan hyungku. Orang mungkin akan berpikiran aku aneh dan sudah tidak waras. Berharap orang yang sudah dikabarkan mati, ternyata masih hidup dan menemuiku, walau kemungkinannya amat sangat kecil sekali. Tapi aku tak peduli dengan kata orang. Asal ada Yoochun di sampingku itu sudah lebih dari cukup.

Gomawo Chunnie-ah..

[Yoochun pov]

Aku mengerti kenapa Junsu begitu yakin bahwa hyungnya masih lah hidup. Sudah dua kali dia tak sengaja bertemu dengan hyungnya. Pertama saat malam food festival itu dan yang kedua adalah beberapa hari lalu saat dia pergi ke supermarket. Seperti yang dia katakan, mungkin inilah yang disebut ikatan yang kuat antara kakak dan adik. Aku tak bisa melarangnya untuk tidak percaya pada apa yang dia yakini. Karena aku sendiri tahu dengan pasti bahwa memang benar kakaknya masih hidup. Mungkin hanya bisa selalu mendukungnya dan menguatkannya ketika dia lemah seperti saat ini. Melihat keyakinannnya yang sangat besar. Aku yakin akan ada hari dimana semua akan berakhir senyuman. Mungkin bukan sekarang. Tapi nanti..

-oOo-

Setelah menenangkannya, akupun menelepon Changmin untuk memastikan acara makan malam nanti.

Tut… tut…

[Changmin]: Yabuseyo..

[Yoochun]: Yabuseyo..

[Changmin]: Hyung.. Ada apa telepon?

[Yoochun]: Nanti malam jadikan acara makan malamnya?

[Changmin]: Pasti lah hyung.. Jarang-jarang kita ada kesempatan berkumpul bersama. Tapi oya aku lupa belum menelepon Yunho hyung.

[Yoochun]: Oh.. Setelah ini aku saja yang telepon.

[Changmin]: Mian hyung Aku benar-benar lupa.

[Yoochun]: Tidak apa-apa.

[Changmin]: Tapi yang aku takutkan kalau mendadak ternyata Yunho hyung tidak bisa.

[Yoochun]: Tenang saja. Biar aku yang mengatur. Oya.. Nanti bisakah kau jemput Junsu dahulu?

[Changmin]: Memang kenapa?

[Yoochun]: Aku akan menjemput Yunho hyung. Junsu berangkat bersama kalian saja. Pesankan makanan dulu. Nanti kita ketemu disana.

[Changmin]: Oh baiklah hyung..

[Yoochun]: Kalau begitu aku mau menelepon Yunho hyung dulu ya.. Anyeong..

[Changmin]: Anyeong..

Setelah kututup telepon dengan Changmin itu, ku hubungi Yunho hyung, untuk mengajaknya makan malam. Aku memang belum menghubunginya kemarin. Tapi aku yakin dia bisa saja aku ajak makan malam. Karena dia sangat suka sekali saat dimana dia bisa berkumpul dengan teman-temannya.

Tut..tut..tut..

Kutunggu beberapa saat tidak ada yang mengangkat. Kucoba menelepon lagi, namun hasilnya sama. Akupun mencoba menghubungi Yunho hyung lagi dan lagi hingga beberapa kali.Tapi tetap saja yang tidak ada yang mengangkat. Dia pasti mabuk-mabukan lagi. Aku harus ke rumahnya sekarang saja. Tapi aku belum mengatakan pada Junsu bahwa kita tidak berangkat bersama.

“Junsu~ah” panggilku pada Junsu yang asyik menonton TV.

“Nanti kau berangkat ke restauran bersama mobil Changmin saja ya. Soalnya aku aku akan menjemput hyung dulu.” Kataku berusaha menjelaskan.

“Iya.. Iya tidak apa-apa.. Tapi aku belum kenal dengan mereka.” Katanya.

“Tenanglah.. Changmin orangnya sangat mudah akrab dengan orang lain. Dan Yeonhee orangnya sangat ramah. Nanti kau ku antar ke rumah mereka saja kalau begitu. Setelah itu aku menjemput hyung dan kalian bertiga pergi ke resatauran duluan untuk pesan makanan ya..” kataku.

“Nae..”Jawabnya singkat.

“Kau tidak apa-apa kan?” tanyaku berusaha meyakinkan diri bahwa dia tidak marah.

“Iya.. Tenanglah..” jawabnya sambil melihat ke arahku dan tersenyum kecil.

“Kamsahamnida Junsu-ah.. Saranghaeyo..” ku belai rambutnya.

“Saranghaeyo chun..” sahutnya.

Akhirnya kamipun berciuman untuk beberapa saat. Inilah Junsu yang sangat aku cintai. Junsu yang selalu bisa mengerti keadaanku. Junsu yang selalu membuat hatiku tenang dan sifat nya yang sangat baik. Junsuku yang polos dan tidak pernah mengecewakanku. Sarangahae Kim Junsu.

-oOo-

[Author pov]

Jaejoong..

Jaejoong..

Kim Jaejoong..

Kim Jaejoongie..

My Joongie..

Joongie..

Yunho kembali mabuk-mabukan sambil bernyanyi-nyanyi dengan liriknya adalah mengulang-ulang nama orang yang sangat dicintai,Kim Jaejoong. Sejak kepergian Jaejoong dari hidupnya yang dia kerjakan hanyalah mabuk-mabukan. Dia sama sekali tidak memikirkan tempat makannya, kehidupannya, dan bahkan dirinya sendirinya. Beberapa pelanggan mengira bahwa Yunho sedang berada di luar kota dan bahkan juga ada yang mengira tempat makan ini sudah bangkrut. Di lain sisi, banyak pelanggan yang masih tidak percaya kalau kabar bahwa tempat makan ini bangkrut begitu saja. Karena mana mungkin rumah makan yang setiap harinya selalu banyak didatangi pelanggan, bisa tiba-tiba bangkrut. Ya benar dulu rumah makan ini begitu ramai.. Dulu saat Yunho belum kehilangan semangat hidup karena kehilangan cintanya. Dulu sebelum Yunho mabuk-mabukan. Dulu sebelum dia tidak lagi mempedulikan segalanya.

Kepergian Jaejoong dari kehidupannya membuatnya bagaikan seseorang yang tersesat di dalam hutan belantara yang kehilangan peta dan kompas nya. Dia sama sekali kehilangan arah hidup dan tak tahu harus berbuat apa. Jaejoong pergi sambil membawa serta pergi seluruh kehidupan Yunho bersamanya.

-oOo-

Di samping itu..

Saat ini Yoochun sedang mengantarkan Junsu ke rumah Changmin. Dimana Yeonhee juga sudah berada di sana sejak pagi.

“Anyeonghaseyo..” salam Yoochun sambil mengetuk pintu.

Kemudian pintu terbuka dan munculah Umma Changmin.

“Anyeonghaseyo Ahjuma.. Bagaimana kabar Ahjuma??” tanyaku basa-basi.

“Baik Chun.. Wah.. Sudah lama kau tidak kemari ya?” jawabnya.

“Changmin ada Ahjuma?” tanyaku.

“Ada-lah.. Ayo masuk-masuk.. Yeonhee juga ada di dalam. Oya siapa ini?” tanya Ahjuma saat menyadari ada Junsu di sampingku.

“Junsu imnida Ahjuma.. Saya pa… Maksud saya, saya tem…” belum selesai dia berkata aku timpali perkataannya.

“Dia pacar ku Ahjuma, kekasihku..” jawabku.

“Benarkah?” wajah Ahjuma sedikit kaget.

Junsu merasa takut dengan perkataan Yoochun yang begitu jujur pada Umma Changmin. Junsu takut, Umma Changmin tidak menyukai dengan hubungan seperti hubungannya dengan Yoochun. Tapi kemudian tampak wajah Ahjuma tersenyum.

“Berarti Ahjuma punya keluarga baru lagi sekarang. Yoochun sudah Ahjuma anggap seperti anak. Jika kau pacarnya,berarti kau juga anak Ahjuma..” ucap Ahjuma yang menenangkan hati Junsu.

“Khamsa hamnida ahjuma, senangnya aku bisa memiliki umma yang banyak. Umma ku sendiri, umma nya Yoochun dan ahjuma sendiri. Hehehe..” ucapnya polos.

“Haha.. Iya.. Iya.. Ayo masuk masuk..” ajak ahjuma.

“Nae..” sahut Junsu dan Yoochun bersama.

Tampak hubungan Junsu dan keluarga ini mudah sekali berbaur. Guyonan-guyonan ringan mengalir begitu saja. Setelah memperkenalkan Junsu dengan Changmin dan Yeonhee, Yoochun segera pamit untuk menjemput Yunho hyung. Diapun memacu mobilnya menuju rumah Yunho.

[Yoochun pov]

Setibanya di rumah Yunho ku ketuk pintu, tapi tak ada jawaban. Lagi-lagi seperti ini, tak ada jawaban. Dia pasti sedang mabuk-mabukan hingga tak dengar suara pintu. Tanpa sungkan-sungkan, Akupun langsung masuk dan menuju ke kamarnya. Kulihat dia tertidur di lantai sambil memeluk sebuah pigura dan banyak botol berserakan di sampingnya seperti biasa.

“HYUNG!!” pekikku.

Kulihat dia membuka matanya dan melihat ke arahku.

“Yoochun..” jawabnya sambil duduk dan meraih kembali botol minuman di dekatnya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini terus?? Ini sama sekali tidak baik untukmu. Ini bukan hyung yang aku kenal!” kataku sambil meraih botol dari tangannya secara paksa.

“HYAAA!!” teriaknya sambil menatap tajam padaku.

“Hyung.. Kau kira dengan begini masalahmu akan selesai??!!” kataku dengan nada sedikit tinggi.

“Kau tidak tahu yang aku rasakan!!!” teriaknya lagi sambil berusaha merebut botol dariku.

“Hyung!! Kau kira aku tak mengerti perasaan saat ditinggal oleh orang yang kita cintai?? Aku pernah merasakan yang jauh lebih menyakitkan dari itu!! Aku bahkan melihat orang yang aku cintai bermesraan dengan namja lain di depan mataku!! Dan aku menyesali tindakan ku yang menyia-nyiakan waktuku untuk mabuk-mabukan saat itu. Karena orang yang telah meninggalkan dan menyakiti hati kita tak pantas sama sekali kita pikirkan!!!”

“Yoochun tapi hati ini terlalu sakit..”katanya tiba-tiba lirih.

“Aku tahu hyung.. Tapi dengan minum-minuman tak akan menyelesaikan masalah. Yang perlu kau lakukan hanya belajar melupakan orang yang telah pergi meninggalkanmu itu.”

“Tapi Chun.. Aku sangat mencintainya..” katanya sedih.

“Tapi apakah dia juga mencintaimu? Pantaskan dia menerima cinta darimu hyung? Cinta yang terlalu berharga yang kau berikan untuk seseorang yang meninggalkanmu karena sudah tidak mencintaimu, atau mungkin tidak pernah mencintaimu?” aku berusaha menguatkan Yunho hyung dan belajar melupakan Jaejoong.

“Entahlah Chun.. Berat rasanya melupakan dia.. Dia terlalu..” kata-katanya terputus.

“Aku mengerti hyung.. Semua memang perlu proses..” jawabku.

“Entahlah.. Entahlah.. Biar ini menjadi urusanku dengan perasaanku sendiri.. Memang ada urusan apa kau kemari?” tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Aku sebenarnya kemari untuk menjemputmu.” jawabku.

“Menjemput? Mau kemana kita?” tanyanya bingung.

“Malam ini kita akan makan malam bersama. Hyung,aku,Junsu,Changmin dan Yeonhee..” jelasku.

“Benarkah? Bagus sekali.” katanya dengan mulai bangkit tapi ekspresinya tetap suram.

“Tentu saja bagus dari pada kau habiskan waktumu minum-minuman di kamar terus.” Sahutku menyindirnya.

“Hahaha.. Bicaramu benar-benar luar biasa.. Nae nae nae.. Aku tak menyangka kau kini sudah lebih dewasa dari yang ku kira.” Ucapnya tersenyum kecut.

“Tentu saja hyung. Ya sudah kutunggu kau di bawah saja.” kataku

“Aku akan segera bersiap..” sahutnya.

Akupun melangkahkan kakiku meninggalkan kamarnya. Kubiarkan dia bersiap diri untuk makan malam ini. Aku bosan setiap hari melihatnya tampak sedih suram dan muram. Semoga makan malam ini sedikit menghiburnya dan membuatnya lebih terhibur.

[Yunho hyung]

Setelah aku selesai bersiap,ku tatap wajahku di cermin.

Yunho.. Benar kata Yoochun. Aku tak seharusnya terus terjebak pada cinta yang menyakitkan seperti ini. Aku tahu aku sangat mencintai Jaejoong, Kim Jaejoong. Tapi perlahan aku harus bisa melupakannya. Walau sebenarnya aku tak yakin mampu melupakannya. Dia terlalu istimewa di hatiku hingga melekat hingga kedasar hatiku. Mungkin bibir mu berkata kau tak pernah mencintaiku, tapi aku rasa kau hanya berbohong demi kebaikanku. Kau tak ingin menyeretku pada situasi yang lebih buruk lagi. Kau tak ingin aku terjebak dengan kehidupan yang berbahaya karena bersamamu. Kau tak ingin aku mengalami suatu hal yang buruk karenamu. Jaejoong-Jaejoong. Andai kau tahu… Aku selalu berharap beberapa hari terakhir ini hanyalah mimpi buruk belaka. Aku ingin terbangun dari mimpi buruk ini dan melihatmu berada dalam pelukanku.

Sudahlah..

Hentikan Jung Yunho hentikannn..

Aku tak boleh berkutat di titik ini terus menerus. Aku harus terus melangkah. Hidupku harus terus berjalan walau memang tanpa Jaejoong di sampingku kembali. Suatu hari nanti akan ada akhir yang bahagia untuk kami berdua. Walau mungkin tak sedikitpun terbayangkan akan ada akhir bahagia itu, tapi entah mengapa hati ini begitu yakin, cinta kami tak semudah itu dipatahkan. Cinta kamilah yang akan mempersatukan kami kembali. Selamanya aku akan selalu mencintaimu Kim Jaejoong.

-oOo-

Tak lama setelah aku bersiap diri, kamipun berangkat menuju rumah makan tempat Changmin, Yeonhee dan kekasih Yoochun, Junsu menunggu kami. Jalanan tampak begitu ramai bagiku yang setelah beberapa hari menyendiri di kamar. Lampu-lampu di sepanjang jalan tampak begitu indah, lebih indah dari pada pemandangan dinding kamarku yang kusam, tempat aku meratapi nasib sejak kepergiannya.

Setelah kami tiba di restauran…

Begitu kami memasuki ruangan restauran tampak Changmin dari kejauhan menyapa kami. Kamipun langsung menuju ke meja tempat Changmin, Yeonhee dan Junsu menunggu.

“Hyung…” panggilnya pada kami.

“Changmin” jawab kami sambil kami berjalan mendekati meja.

Aku pun memeluk hangat Changmin dan menyalami Yeonhee dan Junsu.

“Kenalkan hyung.. Ini adalah Junsu kekasihku yang belum sempat aku kenalkan saat itu.” kata Yoochun.

“Anyeonghaseyo. Junsu imnida.. Kim Junsu imnida..” salam Junsu padaku.

Inikah yang bernama Kim Junsu? Adik dari  Kim Jaejoong? Dia sangat mirip dengannya. Sama-sama manis. Wajahnya pun tampak ramah dan polos. Sepertinya dia orang yang baik. Tak salah jika Yoochun mencintainya.

Melihat Junsu seperti melihat Jaejoong saja. Bagaimanapun juga mereka memiliki ikatan yang membuatku sedih rasanya ketika melihatnya. Andai Jaejoong ada di sini bersama kami. Bahagia sekali aku malam ini. Tapi kenyataannya dia sudah pergi meninggalkanku begitu saja. Tanpa memberiku kesempatan untuk menunjukan betapa aku mencintainya. Sungguh.. Aku ingin dia tetap berada di sisiku, walaupun dia tak pernah mencintaiku. Kenapa dia harus pergi dari kehidupanku seperti ini?

“Kau beruntung sekali Park Yoochun..” ucapku sambil tersenyum yang dipaksakan.

Sepertinya Yoochun tahu perasaanku saat bertemu dengan Junsu, adik dari seseorang yang sangat aku cintai.

“Hyung.. Sudahlah..” Yoochun berkata padaku.

“Iya Chunni-ah.. Aku baik-baik saja. Oya Yeonhee bagaimana kabarmu? Kabar calon keponakanku?” tanyaku pada Yeonhee berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Baik oppa..” jawabnya singkat.

Changmin pun juga tak kalah beruntung mendapatkan calon istri yang sangat cantik dan baik hati sepertinya. Hanya aku saja yang tidak beruntung. Ahh Jaejoong..Andai kau ada di sini saat ini.. Lengkap sudah segalanya.. Semua bersama dengan orang-orang yang dicintainya.

Kamipun mulai terlibat dalam percakapan mengenai banyak hal, kisah cinta dongsaeng-dongsaengku ini, pekerjaan mereka masing-masing, kabar orang tua, rencana-rencana mereka ke depannya dan lain sebagainya, hingga akhirnya mataku tertarik untuk melihat ke suatu sudut ruangan. Sekilas kulihat beberapa orang namja tengah duduk di suatu meja yang berjarak cukup jauh dari kami. Yang membuatku tertarik untuk mengamati adalah sosok mereka yang terlalu mencolok di banding orang-orang lain yang ada disana. Wajah mereka tampak begitu tampan dan kulit mereka tampak begitu putih cenderun pucat. Tatapan mereka begitu tajam dan pakaian mereka tampak elegan dan mahal.

Tapi…

Sebentar-sebentar..

Siapa itu??

Siapakah namja yang sedang duduk di balik namja bertubuh lebih besar darinya??

Siapa??

….

[Author pov]

“Dia masih juga belum mau meminum darah???!!” tanya Siwon dengan nada tinggi.

Dipukulnya sendiri meja yang ada di depannya dengan sangat kuat hingga tinbul sebuah retakan disana.

“Maaf Yang Mulia.Benar dia belum juga mau meminum darah yang saya berikan.. Sepertinya kebenciannya pada darah sangat besar diikuti dengan perasaan putus asa dan sedihnya karena tidak bertemu dengan orang-orang yang dia cintai, membuatnya seperti itu. Oleh karena itu, walau saya meletakan darah di dekatnya sekalipun,dia sama sekali tidak bergeming untuk meminumnya.” Jawab Yesung.

“Bodohkah dia hingga berbuat seperti itu?? Ingin mati rupanya dia? Mengapa dia tak bisa hanya sekedar melupakan masa lalunya dan memulai semuanya lagi dari awal?” ucap Siwon heran.

“Mungkin masih perlu waktu Yang Mulia.” Jawab Yesung.

“Yasudahlah… Biarkan saja dia seperti itu. Itu keputusannya. Biarkan semua berjalan sesuai dengan keinginannya. Jika dia ingin menderita seperti itu, biarlah dia melakukannya. Dan jangan katakan yang sebenarnya padanya.” Ucapnya sambil mengepalkan tangannya erat-erat.

“Baiklah Yang Mulia..” sahut Yesung sopan.

“Lalu apa yang sebaiknya aku lakukan agar dia bisa melupakan masa lalunya dan mulai menerimaku disisinya?” tanyanya sambil menerawang keluar jendela.

“Mungkin Anda hanya perlu sering melakukan interaksi dengannya. Tunjukan perhatian Anda dan tunjukan bahwa Anda peduli padanya.” Jawab Yesung.

“Interaksi, perhatian, peduli? Bagaimana dengan makan malam di restauran seperti yang biasa dilakukan manusia?” tanyanya sambil menatap anak buahnya itu.

“Ide yang baik Tuan.” Jawab Yesung.

“Baiklah kalau begitu, katakan padanya kita akan pergi makan makanan manusia di restauran. Kau atur semuanya tentang tempatnya.” tanyanya.

“Saya mengerti Yang Mulia..” jawab Yesung sambil melangkah pergi.

“Oya Yesung-ssi..” serunya lagi.

Yesung yang tengah melangkah pergipun kembali menghadap Tuannya.

“Iya Yang Mulia?” tanyanya.

“Apapun yang akan terjadi. Aku harap kau tetap mengingat arti pengabdian dan kesetiaan” ucap Siwon serius.

“Tentu Yang Mulia..” jawabnya tanpa melihat wajah Siwon.

[Jaejoong pov]

Hari ini masih saja yang tak berubah dari hari-hariku. Masih saja suram dan sedih meratapi nasibku. Ingin rasanya aku menemuinya dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya. Tak pernah sedikitpun rasa cinta ku berkurang padanya. Aku tak sanggup rasanya jika harus berpisah dengan Jung Yunho. Kadang akupun menangis di dalam kamar. Menangis hingga lelah dan tertidur. Tak seberapa lama aku kembali menangis dan tertidur kembali. Entah mungkin kedua kantong mataku ini sudah sangat membengkak.

Tiba-tiba sebuah suara menyapaku lembut..

“Tuan Kim..”

“Yesung-ssi..”

Ternyata yang menyapaku adalah Yesung-ssi.

“Jangan bersedih Tuan Kim..” ucapnya lembut.

“Entahlah hyung.. Aku tak sanggup menahan perasaan sedih ini. Terlalu menyakitkan untuk berpisah dengannya hyung. Sampai detik ini aku tak sanggup melupakannya. Justru makin hari, makin kurasakan perasaan cintaku ini kian besar kepadanya. Tapi seperti yang kau tahu sendiri hyung, aku mana mungkin bersikap egois dan menyeretnya dalam bahaya. Jahatnya aku jika tetap berada disisinya.” Ucapku sedih.

“Sudahlah Tuan.. Mulailah nikmati kehidupan Tuan saat ini. Untuk hari esok bagaimana, serahkan semua pada takdir. Jikalau dia memang jodoh Tuan, maka apapun yang terjadi, kalian akan tetap bersatu. Tapi jika dia memang bukan jodoh Tuan, walau kalian bukanlah dari bangsa yang berbeda, kalian akan tetap tidak dapat bersatu. Jadi saya minta demi kebaikan Tuan, tolong mulailah menerima kehidupan Tuan saat ini. Maaf saya sudah bicara terlalu banyak.” Ucapnya menatap ke bawah.

“Tidak apa-apa hyung.. Hanya kau yang bisa menjadi tempatku berkeluh kesah. Aku justru senang bisa mengobrol bersamamu.” Jawabku.

“Maaf Tuan, tujuan saya kemari adalah menyampaikan salam dari Yang Mulia Siwon. Beliau  mengajak Tuan makan malam di restauran malam ini.” Ucapnya.

“Tidak hyung.. Aku sedang malas keluar. Apalagi keluar dengannya..” jawabku cepat.

“Benarkah Anda malas untuk keluar?” tanyanya sambil menatapku penuh arti.

“Sangat malas..” sahutku.

“Walaupun akan ada seseorang yang penting yang mungkin bisa Anda temui disana?” tanyanya yang membuatku penasaran.

“Maksudmu hyung?” tanyaku bingung.

“Malam ini semua orang yang kau cintai juga berada di restauran yang sama Tuan.
Tidakkah Tuan ingin bertemu dengan mereka?” ucapnya masih membuatku bingung.

“Maksudmu siapa hyung??” tanyaku.

“Yunho-ssi dan Junsu-ssi Tuan..” jawabnya yang membuat hatiku tiba-tiba bersorak sorai.

“Benarkah??” ekspresi bahagia langsung muncul begitu saja di wajahku.

Yesung-ssi hanya tersenyum kecil dan kemudian beranjak pergi tanpa memberikan sepatah katapun lagi.

Benarkah malam ini mereka ada di restauran itu?
Mereka berdua orang yang sangat berarti bagiku??
Benarkah??

Malam ini akhirnya aku ada kesempatan untuk bertemu dengan mereka. Tapi jangan sampai mereka mengetahui keberadaanku disana nanti. Aku hanya ingin melihat mereka dari kejauhan. Semoga saja mereka tidak menyadari keberadaanku di dekat mereka. Akhirnya kuterima ajakan Siwon untuk makan malam. Walaupun tujuanku menyetujuinya bukanlah karena dirinya. Melainkan untuk melepas rinduku untuk melihat sosok Yunho dan Junsu yang sangat aku rindukan. Terima kasih Yesung-shi, kau telah memberiku kesempatan untuk melepas rindu ini walau dari kejauhan.

-oOo-

Di restauran…

Setibanya aku direstauran,kami langsung duduk di sebuah meja yang sudah dipesan oleh Yesung hyung. Kami berdua duduk di kursi meja tersebut dan Yesung-shi beserta pengawal Siwon yang lain berdiri tak jauh dari kami. Mungkin sedikit mencolok keberadaan kami disini. Bagaimana tidak mencolok. Sekawanan vampir berkeliaran bersama dengan wajah pucat kami dan sosok kami yang kelam. Aku berusaha sebisa mungkin berpakaian dan bertingkah laku sebiasa mungkin yang aku bisa, tidak seperti Siwon dan yang lain yang tampak begitu tampan dengan setelan jas mereka dan tatapan mematikan mereka.

Aku berusaha kembali konsentrasi pada tujuanku mau diajak untuk makan malam ini, yaitu melihat sosok Yunho dan Junsu. Mungkin Yunholah yang lebih ingin aku lihat. Sudah lama sekali aku tak pernah melihat wajahnya yang tampan dan menenangkan itu. Aku tahu aku memang tak sanggup melihat pikirannya dan kata hatinya, sehingga saat kami tidak bersama seperti saat ini, aku sama sekali tak bisa melihat sosoknya pada indera ke-enamku. Sedangkan Junsu sudah sering terlintas wajahnya di benakku, karena dia layaknya manusia pada umunya yang bisa kubaca pikirannya dan kata hatinya.

Yang kulakukan saat itu adalah melihat ke seluruh penjuru restauran. Mana Jung Yunho? Mana dia? Tak kutemukan sosoknya. Tapi sebentar dari sebelah sana mamu kurasakan sosok Junsu. Iya benar itu Junsu bersama kekasihnya Yoochun. Disana juga ada Changmin dan Yeonhee calon istrinya. Dan siapa itu namja yang berada di sebelah Changmin itu?? Benarkah itu Jung Yunho??

Benarkah itu dia??
Iya..
Itu dia..

Tiba-tiba dia juga melihat ke arahku saat ini. Kami saling menatap satu sama lain tanpa ada orang lain yang menyadari. Ingin sekali rasanya aku bangkit berlari ke arahnya dan memeluknya.  Tak kupedulikan apa yang tengah dikatakan Siwon kepadaku. Yang kupedulikan hanyalah Yunho.

Yunho..
Kau masih saja tampan seperti dulu.. Hanya saja kau lebih kurus. Dan wajahmu tampak pucat. Yunho.. Kau pasti merasa sangat sedih dan sakit hati saat harus berpisah denganku. Yunho maafkan aku.. Aku sendiripun merasakan hal yang sama. Aku juga tak kalah sedih dan sakit hati Yun..
My Yunnie..
My lovely chubby hubby Yunnie…
Jeongmal saranghaeyo..

Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan menyentuh tanganku.

Aku sangat terkejut mengetahui ternyata Siwon lah yang memegang tanganku.

“Kim Jaejoong.. Taukah bahwa aku sangat mencintaimu. Jadilah kekasihku.. Jadilah milikku..”

Diapun mengeluarkan sebuah cincin dari saku jasnya dan menyematkan di tanganku tanpa aku sempat menolaknya. Aku masih sangat terkejut dan tak tahu harus berbuat apa. Aku benar-benar bingung. Kulihat kembali ke arah Yunho yang melihat ku dengan tatapan berubah sedih dan kecewa.

Jung Yunho…
Aku sama sekali tidak menyukainya..
Kumohon janganlah kau salah paham.
Kurasakan wajah Siwon mulai mendekati wajahku. Apa dia ingin menciumku di depan Yunnie..

“Andwe!! Hentikan Siwon-shi!!”

Kulihat Yunho beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar restauran..

Yunnie..

Jangan salah paham..

Aku bisa menjelaskannya..

Yunnie..

[Yunho pov]

Benar.. Dia adalah Joongieku.. Joongie.. Alangkah bahagianya aku bisa melihatmu kembali. Aku ingin sekali menghampirimu, memelukmu dengan sangat erat dan tak akan melepaskanmu lagi untuk selamanya. Joongie.. Aku sangat merindukanmu.. Tapi jika aku menghampirimu sekarang Junsu bisa mengetahui keberadaanmu. Aku tak ingin memperumit kondisimu..

Kulihat wajahnya masih saja tampak manis. Tak berkurang sedikit wajah manisnya. Hanya saja tampak matanya bengkak, apakah karena terlalu banyak menangis? Apakah kau sedih berpisah denganku Joongie?? Lalu kenapa kau meninggalkanku jika ternyata kau juga sedih berpisah denganku??

Joongie.. Jeongmal saranghaeyo..

Tapi tiba-tiba..

DEG!!

Apa yang namja di sampingnya itu lakukan?? Mengapa dia memegang tangan Joongieku dan mwo?? Dia menyematkan cincin dengan tangan Joongieku..

Kenapa Joongie diam saja tidak menolaknya? Mengapa dia tidak berusaha menolak cincin dari namja itu? Padahal dia tahu aku sedang melihat ke arah mereka. Dan saat ini tampak namja itu akan mencium Joongie ku.

Joongie.. Kenapa kau menyakiti hatiku seperti ini?? Aku tak sanggup melihatnya lebih dari ini..

Aku bangkit dari meja makan ini dan melangkah keluar.

Tak kupedulikan Yoochun,Changmin dan lainnya yang kebingungan mengapa aku beranjak dari tempatku dan melangkah keluar.

“Lanjutakn saja makan kalian.. Aku pulang dahulu..” seruku sekilas.

Aku terus melangkah keluar. Yang aku pikirkan hanyalah ingin pergi dari sini. Tak ada tempat lain yang ingin aku tuju selain rumah. Rumahlah satu-satunya tempat aku merasa paling nyaman. Terlalu sakit aku jika aku terus berada di sana melihat Joongieku bersama namja itu.

Tapi sebentar..
Joongieku??
Sepertinya aku sudah salah berkata. Dia kini bukanlah Joongie ku kembali. Dia sudah milik namja itu. Joongie..

Setibanya aku dirumah aku langsung menuju kamar. Hati ini sudah terlampau sakit dibuatnya. Yang aku inginkan saat ini adalah mengambil botol minuman yang berada di kamar. Sejak pertama kali dia meninggalkanku, minuman keras sudah menjadi teman sejatiku, pelipur laraku dan penghilang rasa sedihku. Mungkin tak begitu saja aku lupa dengan masalahku. Tapi sedikit banyak itu sangatlah membantu. Kumelangkah menyusuri tangga rumahku. Ketika tiba di depan kamarku, kubuka cepat-cepat pintunya, dan betapa kagetnya aku saat melihat sesosok yang sangat aku kenal sudah berada di dalam kamarku.

[Jaejoong pov]

“Siwon hentikan!!” teriakku.

“Kenapa?? Aku sangat mencintaimu.. Dan aku akan selalu menjagamu dan membuatmu bahagia..” ucapnya.

“Andwe!! Aku tidak mencintaimu Choi Siwon.. Dan yang bisa membuatku bahagia hanyalah bersama Jung Yunho.” bentakku sambil beranjak berdiri.

Siwon hendak mengejarku dan mencegahku pergi, tapi dia berada di posisi yang berseberangan denganku. Sulit baginya untuk menyentuhku.

“Yesung-ssi.. Cegah Jaejoong pergi..” perintah Siwon pada asistennya itu.

Kulihat Yesung-ssi yang sedari tadi berdiri di pinggir mendekati kami dan menghalangi jalanku untuk pergi dari meja itu. Dipeganginya tanganku erat-erat.

“Benar tahan dia Yesung-ssi..” teriaknya pada asistennya itu.

“Kumohon Yesung-ssi aku hanya ingin mengejar cintaku, kebahagiaanku.” kataku memelas padanya.

Kulihat Yesung-ssi tiba-tiba melepaskan pegangannya begitu saha pada tanganku justru berbalik memegang erat tubuh Siwon.

“Yesung-ssi..” ucapku tak percaya dengan apa yang lihat.

“YESUNG-SSI!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!!” bentak Siwon pada Yesung-ssi.

“Jeongmal mianhamnida Yang Mulia. Saya hanya mengikuti perintah Yang Mulia saat pertama Yang Mulia baru saja mengubah Tuan Kim menjadi vampir, yang mengatakan bahwa saya harus membantu Tuan Kim jika beliau memerlukan bantuan. Bantuan yang saat ini dia perlukan adalah membuatnya bahagia dengan bertemu dengan cinta sejatinya. Saya rasa yang bisa membuatnya bahagia hanyalah bersama Jung Yunho-ssi. Dan saya akan membantunya untuk dapat bersatu kembali dengan Yunho-ssi, bagaimanapun caranya.” Jelas Yesung.

===FLASHBACK CHAPTER XI – Forever I don’t want===

[Author pov]

Namun tiba-tiba ada seorang namja datang mendekati kami,memotong pembicaraan kami.

“Yang Mulia Siwon.. Saya sudah menyiapkan makan malam.” ucap namja itu.

Mwo??? ‘Yang Mulia’??? Sebenarnya siapakah dia? Mengapa namja ini memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia?

“Dia adalah raja kita. Tuan beruntung sekali bisa menjadi vampir karena Raja sendiri yang telah mengubahmu.” jawab namja itu tanpa perlu aku bertanya. Sepertinya benar kata Siwon-ssi bahwa seorang vampir dapat membaca pikiran.

Tapi dia adalah raja?? Benarkah dia seorang raja? Mengapa seorang raja langsung turun tangan mengubahku?

Beruntung kata namja itu?? Menjadi seorang vampir itu bukanlah suatu hal yang aku inginkan. Itu katanya beruntung.

“Sudahlah jangan kau pikirkan.. Ayo kita makan malam..” ucap Siwon padaku. Dia lagi-lagi tahu isi hatiku bahwa aku tidak menyukai kata-kata namja ini.

“Oya.. Kenalkan dia adalah Yesung. Dia yang akan menjadi pengawalmu. Dia lah yang akan membantumu saat kau perlu bantuan.”lanjutnya.

===END FLASHBACK===

“PENGHIANAT KAU YESUNG-SSI!!” tampak wajahnya yang sangat marah.

“Pergilah Tuan Kim.. Kejarlah kebahagianmu.. Jangan sampai kau kecewa dan menyesal seperti yang saya alami dahulu. Saya tidak ingin Tuan Kim merasa semuanya terlambat seperti yang saya alami.” ucapnya padaku.

“Jeongmal Kamsahamndia Yesung hyung..” ucapku.

Kulihat Siwon berusaha melepaskan diri dari asistennya itu tapi Yesung-ssi pun tak begitu saja melepaskannya. Sedangkan pengawalnya yang lain hanya terdiam di pinggir dan tak bertindak apa-apa. Tak sempat aku memikirkan hal-hal itu. Yang ada dihatiku saat ini adalah segera menemui my Yunnie. Aku harus menjelaskan semuanya. Se-mu-a-nyaaaaa… Akan aku katakan semua yang selama ini aku tutupi darinya. Akan aku tunjukan perasaanku yang sebenarnya. Aku benar-benar mencintainya. Sangat… Dengan sepenuh hatiku..

“Cepatlah pergi Tuan Kim” serunya.

Aku pun segera berlari meninggalkan Siwon yang marah besar pada Yesung-ssi dan para pengawalnya itu. Maafkan aku Yesung-ssi telah menyeretmu pada masalahku. Aku berharap kau akan baik-baik saja.

“Kim Jaejoong jangan pergi!!!” kudengar Siwon berteriak melarang-larangku pergi.

Mianata semuanya.. Jeongmal Mianhaeyo.. Aku hanya ingin mengejar cintaku,cinta sejatiku, Jung Yunho..

[Yunho pov]

“Jaejoong..” ucapku yang masih tak menyangka Jaejoong akan berada di depanku saat ini.

“Yunho.. Jeongmal saranghaeyo.. Mianata.. Aku telah menyakiti hatimu selama ini.” ucapnya dengan wajah memelas.

“Jaejoong.. Kau sudah bukan milikku lagi.. Pergilah.. Aku ikhlas jika kau lebih memilih namja itu.” ucapku terputus-putus.

“Yunho.. Aku tak pernah mencintainya. Yang aku cintai hanyalah dirimu Yun… Hanya dirimu” kulihat air matanya mengalir dari mata indahnya.

“Jaejoong..” desahku pelan.

“Aku meninggalkanmu bukan karena aku tak mencintaimu seperti yang aku katakan. Aku hanya tak ingin kau terluka karena aku adalah seorang vampir.” ucapnya berat dengan ragu mengucapkan kata vampir, “Terlalu berbahaya jika kau hidup bersama ku, seorang vampir. Terlalu banyak resiko yang harus kau tanggung. Baik dari aku sendiri maupun vampir-vampir lain.. Aku benar-benar takut suatu yang buruk terjadi padamu Jung Yunho..” kulihat dia sudah tak mampu menahan air matanya kembali.

Benar seperti yang aku duga.. Dia tak mungkin meninggalkanku karena alasan bodoh itu. Aku yakin ada sebuah alasan besar yang dia sembunyikan dan memang benar adanya bahwa alasannya dia pergi adalah dia tak ingin menyeret ku dalam bahaya. Dia tak ingin aku mengalami hal yang buruk karena bersamanya.

“Jaejoong..” ucapku lirih.

Kulihat dia tak menjawab, dia hanya tertunduk menangis.

”Saranghaeyo Jaejoong.. Jeongmal Saranghamnida Kim Jaejoonng.. Aku tak akan membiarkan kau pergi lagi. Aku tak akan membiarkan kau pergi Jaejoong. Tetaplah di sampingku selamanya.” Ucapku sambil menedekatinya yang berdiri di depanku.

Kupeluk tubuhnya erat.. Sangat erat. Dia menangis terisak-isak dalam pelukanku. Tak akan pernah kubiarkan dia pergi dari sisiku kembali. Selamanya aku akan di sampingnya dan dia di sampingku. Alasan apapun tak akan dapat membuat hubungan dan ikatan di antara kita terputus. Selama kami saling mencintai, tak akan ada masalah yang tak dapat kami lalui.

Jaejoong.. Jeongmal Saranghamnida…

[Jaejoong pov]

Kurasakan pelukan Yunho yang sangat erat dan hangat. Selamanya aku ingin dia terus memelukku seperti ini. Selamanya jangan pernah tingggalkan aku Jung Yunho. Selamanya jaga lah aku selalu berada pelukanmu. Saranghae Jung Yunho..

Tak puas-puasnya kami berpelukan. Berpelukan setelah sekian lama kami tidak bertemu satu sama lain. Kerinduan yang amat sangat yang kami rasakan. Kerinduan karena tidak bisa saling bersama satu sama lain. Biarlah kami terus begini. Biarlah yang lain kami pikirkan nanti yang kami inginkan hanyalah melepas rindu yang teramat dalam pada hati ini..
Ku lepas sedikit pelukan di antara kami. Kudongakkan kepalaku untuk melihat wajahnya yang tampan.

Wajah yang benar-benar menenteramkan jiwaku menenangkan hatiku dan menyejukan batinku yang telah lama tak melihat wajahnya..

Kurasakan wajah kami mulai mendekat satu lain hingga akhirnya bibir kamipun bersatu. Kupejamkan mataku. Kurasakan ciuman yang sangat hangat dan lembut dari bibirnya.
Yunho.. Sudah lama sekali tidak kurasakan ciuman seindah ini. Yunho.. Aku benar-benar mencintaimu.

TBC

Bahagia nggak reader bacanya?

Tau nggak abis ini chapter 40 tentang apa? Aku buka aja ya, jujur chapter 40 ini 5 HALAMAN FULL NC. hahahaha~

Pasti banyak reader yg sedih.. Tenang aja udaha ku atur sedemikian rupa , aku ambil inti-inti sari dari chapter 40 dan ku ketik ulang di  chapter 41 pada bagian awal-awal. Jadi bener-bener chapter 40 slanjutnya ini di skip nggak apa-apa.. Sungguhan gak bohong. Tenang ajaa yaa..

Chapter 40 berikutnya ini emang sengaja aku buat khusus buat valentine day. Selama 40 chapter ini Yunjae belum NCan sama sekali, malah yoosu udah berkali-kali. Walau nggak panjang, tapi cukuplah mengobati rasa haus NC kalian #plakk

Walau mungkin akhir2 dari chapter 40 ini agak agak enak #jengjengjenggggg… #apaaa???

Inti seinti-intinya cerita Bloody Love ada di Chapter 41, 42 A dan 42 B. *upss kelepasan* Ya bener chapter Bloody Love akan berakhir di 42 B. Benar-benar sebentar lagi ending..

Jadi tunggu aja kelanjutan Bloody Love Chapter 40 – Lets do that right now FULL NC – SPECIAL VALDAY

Gomawo udah nyempatin diri baca dan komen.

Yunjae is real!

Salam Yunjae❤

-Beth-

*bagian sini yang disensor*

26 thoughts on “Bloody Love Chapter 39 – Who’s there? | @beth91191

  1. akhr appa n umma brtmu n melpas kangen,q pkir bkal gmn reaksi appa pas tau umma scra jujur blg dy vampir hehe
    siwonppa..mian y sperti ny anda emang hrus menerima knyataan pahit ini…kya kya s yesung bneran bkn lge vampir tp mlah cupid cinta wkwk..gomawoe yesungie..
    Eon pw y 40 msh pw dlukah?

  2. Wah akhirny yunjae sdh br1 senangnyaaaa
    eh sebelumny saengi chukkae yunho appa walo telat tp ak sdh deh kok ultahny jae umma ngk seheboh yun appa ya
    chp dpn nc? Wah deg-degan nih

  3. Love you love you banged deh author bikin yunjae balikan lagi di chap ini and chap depan yg full NC eukyangkyang hohoho

    Ih siwon nyebelin banged maksa maksa jaejoong jadi pacarnya… Emang kae mau dama tukang paksa?? Sorry ya huh

  4. akhirny jae ketemu juga ma yunho.. ya, walaupun awalny karena kesalahan pahaman gara2 siwon ngasih cincin ke jae… yesung akhirny luluh juga ngebantuin jae bwat bersatu gi ma yunho… apa masih da rahasia yang disimpen ma siwon??? klo iya, rahasia pa gi? smpai jae gak boleh th… penasaran nich…

  5. Kyaaaa,,akhirnya baca juga nih klanjutannya..
    Yeeeeee (ง’̀⌣’́)ง ,,윤재 comeback..together..
    ƪ(˘.˘ƪ) ƪ(˘⌣˘)ʃ (ʃ˘¸˘)ʃ
    Tp kasian junsu belum ngeliat hyung nya lagi,tp tenang suie,kamu pasti bkl bs ketemu hyungmu lg,karena authornya ga bakal ngebiarin suienya sedih..loh?
    Authornya kesemsem sm kamu suie.. :p
    Ayo cepat2 lah valday,aq mw baca klanjutannya..palagi Full NC..hohoho #plak

  6. yeiiiii akhirnya mommy and appa ketemu juga (•ˆ⌣ˆ•) °\(^▿^)/°

    tapii ak penasaran jeje kapan ketemunya yaa ma junchan =3=”
    pasti seru nich kalo jeje ampe ketemu junchan :333

    lanjut thor ^^d

  7. Smoga ga ada y bakal guin nc annya yunjae bsok….amin
    n mian unnie aq jarang brknjung coz sibuk mo ujian
    n ini bkal happy end kan unn soalny klo sad end jdi enak dung masa yunjae cma d ksih nc an 1x doank

  8. Kyaaaa,,akhirnya baca juga nih klanjutannya..
    Yeeeeee (ง’̀⌣’́)ง ,,윤재 comeback..together..
    Tp kasian junsu belum ngeliat hyung nya lagi,tp tenang suie,kamu pasti bkl bs ketemu hyungmu lg,karena authornya ga bakal ngebiarin suienya sedih..loh?
    Authornya kesemsem sm kamu suie.. :p
    Ayo cepat2 lah valday,aq mw baca klanjutannya..palagi Full NC..hohoho #plak

  9. berani-beraninya siwon masang cincin di jari jaejoong *bejek-bejek siwon*

    finally Yunjae ketemuuuuuuu….melepas rindu dengan ciuman hangat…ohhhh My!!!!!

    Pertemukan Jae dengan Junsu juga ya eonni ^^

  10. Aduuh lama ga OL udah ketinggalan nih..huaaa..
    Baca dulu ah..wkwkwk
    *10 menit kemudian*
    Ommo… akhirnya uri umpa kembali bersatu…senangnya..
    sekarang waktunya berlari ke chap 40… *running*

  11. akhirnya
    appa umma bersatu juga
    horeeeeeeeeeeee….
    yunjae forever

    yesuung baek…
    senng…
    shiwon tu
    orang umma maunya ma appa
    kok maksa
    huff….

    appa taw jaema vampir gpp tu???
    ga hrs dbunuh kan???
    hmmm…

    asiiik….
    nc…
    wkkwkwkw…
    lanjut

  12. sempet kasian ma yunpa diawal bca..
    Ksian bgt appaQ..
    pa lg wkt pas yunpa liat jaema mkan mlm ma siwon+dgn seenkny sndri siwon ngsih cincin k umma
    Tp stlh slesai bca ..
    q jg lega..fyuh..
    yunjae brstu lg..
    Dipsah kyak apapun yunjae kn ttap brsatu..
    .
    .
    .sunggie..
    q padamu..
    the best deh..
    tenk kyu ea sunggie dah bntu jaema bwt kmbli pda cnta n kbahgiaanny..
    .
    .n bwt siwon..
    carilah org laen diluar sna yg jg mncntaimu..
    jaema tu hny cnta ma yunpa..
    N mmang pda knyataanny jaema tu jdohny yunpa..

  13. Ahirnyaaaa umma ktmu juga sama appa. Bagus bagus yesung kamu pintar ngelepasin umma yg mau ngejar appa.

  14. tuh kaaaan
    Siwon cinta sama Jae
    aigoooo

    bagus deh mereka ketemu direstoran
    dan akhirnya Jae bisa juur jga sama Yun
    aihhhh

  15. So sweeet
    Akhirnya umpa brsatu juga

    Gomawo yesung-shi sdah mmbantu yunjae

    Smoga klian tak trpisahkan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s