FF / YUNJAE / ROMANCING TRAIN / T / Chap. 2


ROMANCING TRAIN ~The Last Train~

Author: Me a.k.a Jaehan Kim Yunjae

Pairing: Yunjae

Length: 2

Rating: T

Genre: Romance / Fluff / M-preg

Cast:  

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

Other etc.

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other, but the plot, story and poster are mine.

 

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments and I don’t care with your comments.

 

A/N:

Sebenernya ini ff lama Jaehan

Jadi mungkin gaya bahasanya agak beda denga yang sekarang

 

Happy Reading ^^

All Yunho POV

Melamar seseorang diatas kereta api terakhir rasanya bukan sesuatu yang romantis, tapi itulah yang aku lakukan saat melamar Joongie… entah setan apa yang merasuki ku, tapi saat itu aku benar-benar ingin melakukannya. Setelah satu bulan penuh mengenalnya, aku semakin mengerti perasaanku pada Joongie, mungkin aneh.. Menyatakan cinta dan melamar disaat yang bersamaan, mungkin tidak semua orang melakukan hal seperti itu… tapi tidak bagiku, karena waktu satu bulan cukup bagiku untuk melakukannya.

 

Perhatian yang Joongie berikan padaku selama sebulan aku mengenalnya sudah cukup bagiku untuk membuktikan bahwa Joongie pasti akan menjadi istri yang baik untukku, Joongie sangat memperhatikanku.. bahkan saat aku belum mengatakannya Joongie sudah dapat dengan mudah mengetahui apa maksudku. Aku tidak akan pernah bisa menemukan orang yang sama sepertinya… aku tidak akan pernah melepaskannya dan akan selalu menjaganya juga melindunginya untuk selalu berada disisiku.

 

Dan hari ini adalah saat dimana aku akan menjadikannya sebagai pendamping hidupku selamanya, penjaga harta, jiwa dan kehormatanku. Aku akan menyatakan pada seluruh dunia bahwa Joongie adalah milikku seutuhnya…  juga kepada Tuhan.

 

Aku memakai Taxedo berwarna putih yang dipilih sendiri oleh Joongie, menurutnya aku lebih cocok memakai warna putih dan di hari terbaikku ini aku ingin memakai pakaian terbaikku… tentu semuanya kulakukan untuk Joongie.  Aku sedang berada di ruang pengantin, menanti saat pemberkatan akan dimulai.. tidak lama lagi… aku sudah tidak sabar melihat kecantikan malaikatku di atas altar.

 

“akhirnya kau menikah juga buddy” suaranya Yoochun mengagetkanku. Dia berdiri di depan pintu ruanganku menatapku

“Yo! Chun” ucapku berbalik menghadapnya yang menghampiriku. Yoochun berjalan mendekatiku dan meletakkan kedua tangannya di bahuku

“bagaimana perasaanmu?” tanyanya setelah tiba dihadapanku

“tentu saja aku bahagia Chun, kau tidak perlu menanyakannya lagi kan” jawabku tersenyum padanya membayangkan pernikahan yang sudah di depan mata

“hongki dayo??” tanyanya lagi… apa maksudnya, tentu saja aku yakin

“hongki desu” ucapku yakin

“memang kenapa… kau ini aneh sekali?” tambahku

“bukan apa-apa… demo…”

“Nandayo…. kenapa kau jadi aneh begini sich??” tanyaku mulai merasa bingung dengan tingkahnya

“Nandemonai.. tapi bukankah dia laki-laki Yun?”

“memang kenapa?” tanyaku bingung

“jangan berlagak bodoh, kau tau maksudku Yun” balasnya menatapku tajam

“Aish… wakatta, aku mengerti maksud mu Chun… tapi memang kenapa kalu dia laki-laki”

“tidak apa-apa kah?”

“tidak masalah Chun, aku mencintai Joongie dan Joongie juga mencintaiku, kami saling mencintai Chun… aku tidak melihat masalah apapun”

“bagaimana dengan orang tuamu? bagaimana dengan lingkungan sekitar? bagaimana dengan yang lainnya?” Yoochun memburu memberiku pertanyaan

“soal itu akan aku urus nanti Chun.. lagi pula aku yakin mereka akan mengerti”

“tapi…”

“saat ini yang ada dalam pikiran ku hanya Joongie Chun, aku yakin semua akan baik-baik saja jika kami tetap bersama” aku tersenyum memikirkan apa yang aku ucapkan

“sepertinya kau benar-benar sedang jatuh cinta ya Yun?”

“tentu saja, Joongie itu terlalu berharga untuk dilepas”

“ Na.. Chun, bagaimana kau bisa tau kalau Joongie itu laki-laki?” tanyaku penasaran

“Lho.. bukan kah dia memang laki-laki” jawabnya bingung

“maksudku, saat aku belum bertemu dengannya dan memperkenalkannya padamu”

“Oh… waktu dia selalu memberimu kertas-kertas itu”

“Ne.. kenapa kau bisa berfikiran kalau Joongie itu laki-laki, padahal menurutku ciri-ciri itu lebih cocok untuk menggambarkan seorang wanita”

“itu karena dulu aku pernah bertemu dengan orang yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan yang kau gambarkan padaku saat itu” jelasnya

“maksudmu… kau pernah bertemu dengan Joongie sebelumnya?!!” kagetku

“bukan… tapi bertemu dengan orang yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengannya, kulit putih mulus juga tubuh yang mungil”

“lalu…” tanyaku penasaran

“aku sama sepertimu, awalnya aku juga berfikir kalau dia itu wanita…” lanjutnya

“tapi ternyata dia laki-laki kan” tambahku memotong ucapnnya

“ya begitulah”

“lalu orang itu dimana sekarang?”

“wakaranai… aku bertemu dengannya saat di Korea dulu” ucapnya sedikit tertunduk

“Oh.. kau tidak pernah bertemu dengannya lagi?”

“tidak.. hanya namanya saja yang sampai saat ini selalu membayangiku”

“siapa namanya?”

“Kim Junsu… hanya itu yang ku tau” jawabnya dengan wajah yang tetap tertunduk

“sepertinya kau sangat sedih Chun, kenapa tidak kau coba untuk mencarinya?” saranku melihat wajahnya yang tertunduk lesu seperti itu

“bagaimana aku bisa mencarinya… dia pasti sedang ada di Korea, kau tau kan kita sangat sibuk disini”

“tapi bukankah kau bisa mengambil cuti?”

“awalnya aku juga ingin melakukannya tapi…”

“tapi kenapa?”

“aku takut Yun”

“kowai?” tanyaku kembali bingung dengan ucapannya sekarang

“kenapa harus takut?”

“aku takut Yun.. aku takut, takut jika aku tidak akan bertemu dengannya” alasan bodoh apa ini

“apa maksudmu tidak akan bertemu dengannya? jika kau mencarinya pasti akan ketemu kan” suaraku sedikit meninggi sekarang

“kau tidak mengerti Yun” jawabnya menandingi suaraku

“aku mengerti.. bukan kah tadi kau bilang kalau kita sama! Aku mengerti.. BAKA!!”  tneriakku lagi

“Ore…” Yoochun kembali menundukkan wajahnya

“kau menyukainya Chun….?” Tanyaku

“Ore… ore wa.. wakaranai,  demo sa…”

“kau ingin bertemu dengannya kan” ucapku tersenyum dan menyentuh pundak kirinya

“aku ingin… tapi” lirihnya

“jangan seperti itu, kau pasti akan menemukannya.. setelah itu kau yakinkan perasaanmu padanya, kau pasti akan menemukan jawabnnya” saranku

“sankyuu Yun-ah, kau memang teman yang bisa diandalkan”

“tentu saja, karena itu kita bisa berteman”

Tok… tok… tok…

Suara ketukan pintu membuatku berpaling dan menatap orang yang masuk kedalam ruanganku

“acaranya sudah mau di mulai, pengantin pria harap segera memasuki ruangan” ucap orang itu dan berlalu meninggalkan kami

“ayo Chun” ucap ku dan mulai beranjak menuju ruangan pernikahanku dengan Joongie

Kurasakan detak jantungku semakin cepat setiap langkahku mendekati altar suci, keringat dingin mulai membanjiri tangan dan juga wajahku.. aku benar-benar gugup

“tidak perlu sampai sepanik itu Yun” ucap Yoochun yang saat ini berada disampingku

“aku gugup tau” ucapku kesal

“tenang saja, pengantinmu tidak akan lari Yunho” ejeknya

“kau ini ..” tambahku menujukkan wajah marahku padanya

“Owww… kalau bisa marah seperti ini berarti semua akan baik-baik saja” balasnya dan tersenyum

“sankyuu na” senyumku dan mulai merasa tenang

 

Kutarik nafas dalam-dalam dan menatap lurus berjalan menuju ruangan tempat acara pernikahanku  akan dilaksanakan. Joongie-ah…… Aishiteruyo…

 

Setelah bendiri dengan cukup tenang diatas altar, tidak perlu menunggu lama.. aku segera saja melihat malaikatku masuk menuju ruangan yang akan menjadi saksi bersatunya cinta kami. Joongie sangat cantik dengan gaun putih yang menutupi seluruh tubuhnya, kain putih transparan tidak mampu menutupi wajah cantiknya yang sedang bersemu merah dan bunga lili putih dalam genggamannya membuat penampilan Joongie sangat sempurna.

 

Awalnya Joongie juga tidak mau memakai gaun dalam pernikahan kami, ya… bagaimanapun dia tetaplah seorang pria, tapi dengan kekuatan cinta dan ketulusan ku akhirnya Joongie setuju untuk memakainya. Siapa yang akan percaya bahwa malaikat yang memakai gaun putih yang sempurna ini adalah seorang pria… seorang pria yang akan segera menjadi istriku dan pendamping hidupku selamanya.

 

“Joongie cantik” bisikku setelah Joongie berdiri disisiku diatas altar

“Ssssstttttt…. jangan berisik Yunnie, acaranya akan dimulai” jawabnya dengan wajah bersemu “Joongie wajahmu merah tuh” godaku

“Ssssstttttttt……” bisiknya dan aku hanya tersenyum

 

Upacara pernikahan kami berjalan dengan lancar. Setelah kami mengucapkan sumpah setia dihadapan Tuhan dan seluruh pengunjung di dalam ruangan, aku segera saja menyelipkan cincin putih di jari manis sebelah kiri milik Joongie dan sebaliknya Joongie menyerahkan seluruh dirinya padaku dengan cincin putih dijariku sebagai bukti cinta yang abadi.

 

“suki dayo” bisiku padanya setelah ku kecup lembut bibir merah itu

“boku mo” balasnya menatapku

“Omedetto….. Omedetto… ” ucapan selamat membahana ke seluruh ruangan, aku tak mampu menahan kebahagiaan yang muncul di hatiku… ini terlalu membahagiakan, hingga tanpa terasa air mata menetes di pipiku

“Yunnie” jari lembut itu menyentuh pipiku

“daijoubu Joongie-ah” ucapku menatapanya yang mulai berkaca-kaca

“Yunnie” tanpa melihat sekelilingnya Joongie langsung memeluk tubuhku dan mulai menangis dalam dekapanku

“daijoubu” ucapku lagi

“suki dayo… suki dayo…”  ucapnya berulang-ulang

Aku menatap Yoochun yang dari tadi berada di hadapanku dengan senyum yang jarang sekali dia tunjukkan.

“Joongie sudah, banyak yang mengantri ingin mengucapkan selamat tuh” ucapku dan melepaskan pelukkan ku ditubuhnya dan menghapus air mata bahagia di pipinya dengan jariku

“Umm…” ucapnya mengangguk dan kembali memberikan senyum indah itu padaku

“Omedetto Yunho-ah” Yoochun menepuk pundakku dan mengucapkan selamat pada kami

“Sankyuu” balasku

“Hei..  jagalah Yunho dengan baik, dia sangat beruntung bisa mendapatkanmu” tambahnya saat mengalihkan pandangannnya pada istriku Jaejoong

“Mmmm…” Joongie hanya bergumam dan mengangguk padanya

 

Semua orang memberikan selamat pada kami dan mendoakan agar kami menjadi pasangan bahagia, aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya, dengan semua ini aku meyakini satu hal … pilihanku tepat, aku tidak salah telah memilih Joongie sebagai pendamping hidupku hingga akhir nafasku

 

Setelah semua resepsi acara selesai, aku membawa Joongie ke apartemen ku.. tentu saja, Joongie adalah istriku sekarang dan Joongie akan tinggal bersamaku di apartemen ini, tempat dimana kami akan menghabiskan waktu bersama

 

“Joongie” panggilku dan mengalihkan perhatianku dari lemari di hadapanku kepada istriku yang saat sedang duduk membisu diatas ranjang yang cukup besar untuk kami berdua

“Umm..” balasnya menatapku gugup

“ada apa?” tanyaku berjalan mendekatinya

“I..ie” kududukkan tubuhku disisinya dan mengenggam kedua tangannya

“Joongie.. kau ingin bulan madu kemana?” tanyaku tiba-tiba

“bulan madu?” ucapnya bingung

“Na.. bukankah setiap pasangan yang sudah menikah akan berbulan madu”

“I.. itu..” Joongie malah semakin gugup

“kau mau kemana?” tanyaku lagi

“menurutmu Yunnie?” balasnya

“bagaimana kalau kita ke Gwangju?” saranku

“Gwangju…  Gwangju Korea?” tanyanya kaget

“aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku Joongie”

“Otto-san… Okka-san…”

“Mmm.. kau bisa memanggil mereka dengan sebutan itu, sebagai pengganti orang tuamu yang sudah tidak ada Joongie”

“Yunnie… arigatou na.. hontouni arigatou” balasnya dan memelukku

“Doita shimashite” jawabku dan balas memeluknya

“jadi.. kau mau?” tanyaku lagi setelah melepas pelukkan kami karena Joongie belum juga menjawa pertanyaanku

“Ummm..” jawabnya dan mengangguk

“so.. kalau begitu…  sekarang aku akan menangih kewajibanmu” ucapku sambil tersenyum nakal padanya

“menagih kewajiban?” tanyanya bingung

“hal yang harus di lakukan pasangan suami istri Joongie”

“harus..??”

“Kewajibanmu sebagai istri Joongie” aku berbisik di telingannya

“Yunnie…” Joongie hanya tersenyum malu dengan wajahnya yang bersemu merah.

 

Ku sentuhkan kedua tanganku di bahu Joongie dan merebahkan tubuhnya perlahan diatas ranjang, semakin lama wajahnya semakin memerah… Joongie mencoba menutup wajahnya dengan kedua tangannya

 

“jangan tutup wajah mu Joongie” ucapku tersenyum dan mencoba menarik tangannya di wajahnya

“a.. aku malu..” balasnya

“malu kenapa? hanya ada aku disini Joongie”

“justru karena itu kau Yunnie”

“kenapa denganku?” tanyaku bingung

“karena itu Yunnie, makanya aku malu” aku tersenyum mendengar ucapnnya

“Begitukah… baiklah akan aku tunjukkan sesuatu yang lebih memalukan padamu” aku tersenyum licik

 

Tanpa menunggu balasan darinya aku menarik lepas kedua tangan yang menutupi wajah cantiknya itu dan menyentuhkan bibirku ke bibir merahnya dengan lembut dan memainkannya. Ku lanjutkan ciumanku menuju pipinya yang masih merona merah dan beranjak menuju leher putihnya yang selalu menggodaku untuk selalu menciumnya. Jaejoong hanya bisa meronta dan mendesah dengan semua ulahku…

 

Tidak hanya itu, tanganku pun tidak hanya tinggal diam dan mulai bergerak melepas satu persatu kancing pakaian yang menutupi tubuh indahnya dari pandanganku lalu mengalihkan ciumanku menuju tulang dadanya dan berakhir di dadanya  hingga tangan Jaejoong bergerak menghentikan perbuatanku di tubuhnya.

 

“Yu.. Yunnie..” ucapnya tertahan

“Nande?” tanyaku mentapnya yang ada dibawahku

“kau yakin Yun”

“yakin…? bukankah itu harusnya pertanyaanku Joongie?” tanyaku sedikit menyeringai menatapnya yang masih saja merona

“aku serius Yunnie” tanyanya sedikit kesal

“aku juga serius… apa maksudmu dengan yakin Joongie?”

“kau yakin ingin melakukan ini?”

“makanya.. bukankah itu seharusnya pertanyaan ku padamu, kan aku yang akan mengambil keperawanan mu Joongie” ucapku kembali tersenyum licik padanya

“bukan itu maksudku” ucapnya malu

“lalu… ??” tanyaku dan membenarkan duduk ku menatapnya yang kini ada dihadapanku

“boku… sebenarnya ada satu hal yang belum kau ketahui Yunnie” ucapnya sedikit takut

“apa maksudmu Joongie?” aku mulai serius menatapnya

“sebenarnya.. aku… Yunnie… aku…”

“Joongie kau ini kenapa, sebenarnya ada apa?”aku mulai bingung dengan sikapnya saat ini

“boku wa… Yunnie aku..  bisa hamil”

“ha.. hamil… maksudmu, kau?”

“Na.. aku bisa mengandung, karena itu jika kita melakukannya kemungkinan kita akan punya anak”

“kau serius Joongie”

“gomen Yunnie.. aku tidak pernah mengatakannya, aku terima jika kau marah padaku aku-“

 

Tanpa menunggunya selesai bicara aku langsung menarik tubuhnya jatuh kedalam dekapan tubuhku dan memeluknya dengan erat, entah sudah berapa kebahagiaan yang Joongie berikan padaku sejak saat pertemuan kami sampai sekarang… inilah yang selalu membuatku semakin mencintainya.

 

“baka, untuk apa kau minta maaf” ucapku masih memeluknya

“demo.. Yunnie-ah”

“aku bisa punya anak dari dalam rahim mu Joongie, siapa yang akan marah dengan berita bahagia seperti itu”

“kau.. kau tidak marah Yunnie?”

“Joongie kau serius dengan apa yang kau katakan tadi kan?”

“aku serius Yunnie”

“kau tidak sedang bercanda kan?”

“tidak”

“kita akan punya anak.. kita akan punya anak Joongie” ucapku kegirangan sambil menggoyang-goyangkan tubuh kami berdua

“kalau begitu sekarang bukan kewajiban sebagai istri lagi, tapi kita akan buat anak” bisik ku di telinganhya sambil menjilatinya perlahan

“Yunnie-ah… mmmm…”

 

Kudorong kembali tubuhnya berbaring diatas ranjang dan menindihnya lalu memulai kembali aktivitas yang tadi sempat tertunda. Untuk hal ini lebih baik tidak aku ceritakan, yang pasti kalian tahu bagaimana ini dimulai dan diakhiri.

 

%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%*%

 

Pagi pertama bersama malaikat disisiku. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku terbangun dan memandangi wajah malaikatnya yang terbaring disisku, aku sengaja bangun lebih awal pagi ini agar aku bisa lebih lama melihat wajahnya yang sedang tertidur.. wajah cantik ini tidak akan pernah bisa disembunyikan walaupun Joongie coba untuk menutupinya, karena pesona keindahannya tetap saja terpancar.

 

Joongie mulai bergerak dalam tidurnya dan mencoba membuka matanya perlahan, mungkin karena sinar fajar yang mulai ingin menunjukkan jati dirinya menyeruak masuk melalui gorden tipis di kamar kami

 

“Ohayou…” ucapku tersenyum padanya

“Yunnie.. Ohayou” balasnya setelah mulai dapat mentolelir sinar jingga keemasan itu

“bangun Joongie, kita akan berangakat pagi ini” ucapku beranjak menuju lemari pakaian

“Ee.. kenapa cepat sekali?” tanyanya sambil mengusap-ngusap matanya seperti anak kecil

“bukankah bulan madu itu dilakukan setelah pernikahan.. semakin cepat semakin baik, bahkan seharusnya kemarin kita sudah harus berangkat.. tapi, untuk pertama kali aku ingin menikmatimu di rumah tempat kita tinggal nantinya” ucapku lagi tersenyum melihat wajah merahnya untuk pertama kalinya di pagi ini

“baka” balasnya dan melempar bantal putih tepat di wajah ku

“Hei.. kau harus menghormati suamimu” godaku

“Yunnie… pakaian mu” tambahnya sembari menutup matanya

“Mhmmm… pakaianku?” seringai ku

“Yunnie pakai dulu baju mu”

“bukankah kau lebih suka aku begini?”

“bakayaro.. cepat pakai baju mu”

“jadi kau tidak suka ya… benarkah?” aku berjalan mendekatinya dengan senyum setan dibibirku

“kau…  mau apa?” Joongie menyilangkan kedua tangannya di dadanya yang hanya tertutupi selimut tipis di bagian bawahnya ketakutan

“menghukum istri yang sudah melempar suaminya dengan bantal”

“itu salah mu”

“Joongie buka mata mu” ku sentuh kedua tangannya yang masih menutupi dada putih itu

“Ie” jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat

“Joongie…” rajuk ku

“ie.. ie.. ie..” jika begini dia malah semakin imut, aku semakin tak tahan ingin memakannya lagi tapi..

“soka” dengan cepat ke kecup bibir merahnya dan berlari menuju toilet dengan tawa dibibirku

“YUNNIEEEEEEEEEE……….” teriaknya yang membuat ku tertawa kegelian

 

Setelah semua persiapan selesai kami segera berangkat menuju bandara Narita dengan kereta api pertama. Perjalanan dari Tokyo ke Seoul tidak memakan waktu terlalu lama, Joongie hanya memandang keluar jendela dari pesawat atau kadang dia melihat ke arahku dan tersenyum lalu merebahkan kepalanya di bahu ku sedangkan aku hanya mampu mengagumi kecantikannya dan melingkarkan tanganku di pingganya.

 

Sesampainya di bandara Incheon, aku dan Joongie bergegas menuju stasiun kereta api untuk menaikin kereta api cepat menuju kampung halamanku. Sepertinya kami lebih senang naik kereta api dari pada bus belakangan ini.. karena kereta api selalu mengingatkanku dan Joongie pada awal kisah cinta kami dimulai… aku ingin selalu mengenangnya…

 

Akhirnya setelah satu harian di perjalanan kami tiba didepan rumahku, aku hanya tinggal mengetuk pintu kayu ini

 

“Na.. Yunnie” kurasakan sentuhan tangannya dalam genggamanku

“Joongie” ucapku menatapnya lembut

“Yunnie.. aku gugup”

“tanganmu sampai berekeringan seperti ini Joongie” ejekku mengangkat kedua tangannya dan menciumnya lembut

“ini pertama kalinya aku bertemu orang tuamu Yunnie”

“orang tua kita Joongie”

“Ne.. demo..” Joongie menundukkan wajahnya, sepertinya dia sangat gugup

“tenang saja, mereka tidak akan memakanmu Joongie.. hanya aku yang boleh memakanmu” godaku untuk menenangkannya

“Jyodan janai” balasnya menatapku kesal

“daijoubu dayo.. bukan kah aku juga sudah pernah bertemu dengan orang tuamu dan semua baik-baik saja kan” aku kembali berusaha menenangkannya

“itu karena kau hanya bertemu dengan pusara mereka berdua, sedangkan aku …”

“percaya padaku,  mereka pasti akan menyukai mu.. Umm..” tenangku

“hai..” ucapnya mengangguk lemas

“jangan tidak yakin seperti itu, kau adalah pilihanku Joongie dan mereka pasti memiliki pemikiran yang sama denganku karena mereka yang membesarkanku… arasseo?”

“kau memakai bahasa Korea Yunnie” tawanya

“orang tuaku tidak bisa bahasa Jepang, jadi kita harus mulai memakai bahasa Korea”

“ara.. ara..” senyumnya

“Yosh..” aku membenarkan posisiku dan mulai mengetuk pintu kayu itu

 

Ketukkan pertama tidak terdengar suara apapun dari dalam sana, ketukkan kedua tetap saja suasana sepi seperti tidak ada penghuni, barulah di ketukkan ketiga terdengar suara langkah yang sangat ku kenal

 

“Ne… tunggu sebentar” suara lembut seorang ibu yang sudah lama tidak kudengar

Akhirnya pintu tua itu terbuka dan menampakkan wajah wanita setengan baya yang sangat aku rindukan

“Yunho.. Jung Yunho.. anakku, kau pulang” tanpa menunggu panggilan dariku Umma memelukku erat dalam dekapan hangatnya

“Umma.. Tadaima.. maksudku aku pulang” aku tersenyum dan balas memeluk Umma

“Okaeri” samar kudengar Jaejoong bergumam membalas ucapanku barusan

 

Pelukan itu berlangsung cukup lama, aku tahu Umma pasti sangat merindukanku tentu aku juga sangat merindukkan mereka semua.. Umma, Appa dan juga adik kecil yang sudah lama aku tinggalkan.. aku penasaran bagaimana wajahnya sekarang

 

Setelah beberapa lama Umma melepaskan pelukannya di tubuh ku

 

“kenapa kau tidak beri kabar kalau akan pulang?” Tanya Umma sedikit merajuk padaku

“aku ingin memberi kejutan” senyum ku dan mundur mendekati Joongie yang dari tadi hanya diam di belakangku

“Eh.. ada orang lain” kaget Umma menatap Joongie disisiku

“siapa wanita ini Yunho?” Tanya Umma lagi

“ini kejutan yang lain Umma” aku tersenyum geli mendengar ucapan Umma barusan ditambah Joongie yang memajukan bibirnya karena kesal dianggap sebagai wanita untuk kesekian kalinya

“boleh kami masuk dulu Umma” tambahku menggenggam tangan Joongie

“Ah.. Umma sampai lupa… masuklah Yunho.. mari gadis manis kamu juga silahkan masuk”

“kau sangat imut tadi Joongie” bisikku di telingannya dan mencium pipinya.. Joongie malah semakin memajukan bibirnya menatapku dengan wajah sedih yang lucu

“Yeobo.. Jiyool-ah.. Oppa mu pulang” terdengar suara derap langkah kaki yang cepat berlari menuju ruang tengah

“Oppaaaaaaa…” seorang gadis belia yang hampir tidak ku kenal memelukku dengan cepat hingga genggaman tanganku dengan Joongie terlepas dan aku mundur satu langkah ke belakang menahan berat badannya dengan kaki kiriku

“Jiyool-ah” sapaku

“Oppa.. lama sekali baru pulang, ini sudah hampir 3 tahun… kau bahkan tidak menemaniku saat perpisahan SMA”

“Mianhae.. Oppa sangat sibuk di Jepang”

“kalu begitu Oppa harus menggantinya sekarang” ancamnya setelah melespaskan pelukannya di tubuhku

“Ne.. Oppa mengerti”

“kau sudah pulang Yunho?” terdengar suara berat yang selalu menjadi panutanku

“Appa.. aku pulang” senyumku menatap pria tua yang selalu membimbingku selama ini.

 

Appa yang selama ini selalu membimbingku dengan tegas tapi juga penuh kasih sayang di dalamnya, karena Appa lah aku bisa menjadi seperti sekarang… aku bangga memiliki Appa dan aku ingin membagi kebanggaan ini bersama Joongie

 

“sudah reunian keluarganya, sekarang semuanya duduk karena Yunho harus menjelaskan sesuatu pada kita semua” suara Umma membuyarkan lamunanku

 

Kami semua duduk di ruang tengan dengan Umma dan Appa di hadapanku dan Jiyool yang memaksaku untuk duduk di sampingnya juga Joongie yang berada disisi lainnya.. aku ingin memulai pembicaraan tapi aku bingung harus memulai dari mana,.. akhirnya semua hanya diam dan susana sunyi tanpa suara

 

“Yunho siapa gadis itu?” akhirnya Appa memulai pembicaraan

“Eh… Ah, ada orang lain ternyata” ucap Jiyool melihat ke bagian kiriku tidak sadar bahwa Joongie selalu disiku sejak tadi

“sepertinya kau terlalu senang Yoolie sampai tidak melihat ada orang lain disisiku” tawaku mengusap-ngusap rambut hitamnya

“habis aku terlalu senang karena akhirnya Oppa pulang” balasnya

“siapa dia Oppa?” tambahnya menatap Joongie

“Ehemm.. baiklah, sebelumnya dia ini laki-laki bukan perempuan” ucapku akhirnya

“Bwohh?!!!” semua hanya bisa terkaget menatapku dan Joongie bergantian

“mana mungkin wanita secantik ini laki-laki Yunho” bingung Umma

“Yunnie…” Jaejoong menyenggol tangan kiriku perlahan meminta bantuan

“dia laki-laki Umma dan dia… adalah istriku” tambahku

“BWOH!!!” kembali hanya teriakan yang terdengar

“Kim… maksudku Jung Jaejoong imnida.. salam kenal” ucap Jaejoong perlahan dan menunduk hormat

“dia orang Korea Yunho?” Tanya Umma akhirnya dengan wajah yang sedikit tenang

“Ne.. dia orang Korea Umma tapi aku bertemu dengannya di Jepang, Joongie mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Todai Jepang”

“Wah.. aku tidak menyangka kau bisa mendapatkan istri secantik ini” ucap Umma beranjak dan mengangkat wajah Joongie dan memperhatikannya

“dilihat dari manapun tetap saja cantik”

“Umma tidak marah?” tanyaku takut

“marah kenapa?” tanya Umma balik dengan bingung

“karena aku menikahi seorang laki-laki.. soalnya Umma dan Appa hanya bilang aku harus segera menikah untuk memberikan cucu pada kalian jadi tidak masalah jika harus laki-laki atau perempuan kan” ucapku tertunduk

“maksudmu dia…”

“Ne, Joongie bisa mengandung Umma”

“laki-laki dan bisa mengandung.. whoah.. benar-benar diluar dugaan” akhirnya Appa bersuara yang ternyata sudah ada dihadapanku sekarang

“Appa.. aku..”

“kau hebat anakku, kau hebat memilih istri” ucap Appa menepuk bahuku perlahan

“Appa setuju?” tanyaku ragu

“tentu saja, selama kau bisa memberiku keturunan.. lagi pula siapa yang bisa berpaling dari orang secantik ini kan” ucap Appa tertawa kecil

“Yeobo” ancam Umma menatap tajam Appa

“hanya bercanda sayang, aku sudah terlalu tua untuk berselingkuh” jawab Appa dengan tawa garing

“kalian berdua setuju” bebanku terasa ringan sekarang

“tentu saja kami setuju”

“Umma… Appa..” suara Joongie membuatku berbalik kearahnya

“suaramu terlalu lembut sayang, bersuaralah lebih keras” ucap Umma memegang tangan Joongie dan duduk disampingnya

“bo.. boleh aku memanggil Umma dan Appa?” tanyanya dengan suara sedikit kuat kali ini

“tentu saja, kau sudah menikah dengan Yunho dan itu berarti sekarang kau adalah anak kami”

“Hah… Yokatta na” aku besyukur ternyata Umma dan Appa setuju… sekarang tinggal adik yang keras kepala ini, pandanganku beralih melihat adik kecilku yang dari tadi hanya membisu dikursinya

“Jiyool-ah” aku memulai

“Ne.. Oppa”

“ka-“

“Oppa benar dia istrimu?” tanyanya memotong ucapanku

“Ne.. dia istri Oppa, Jiyool mian.. tapi-“

“kau serius Oppa?” tanyanya lagi kembali memotong ucapanku

“Oppa serius, Jiy-”

“Yeeyyyyy….”

“Ee…” aku hanya bingung melihat Jiyool yang langsung berlari dan memeluk Jaejoong

“Jiyool apa yang kau lakukan?” tanyaku bingung

“aku memeluknya Oppa”

“kau tidak marah?” tanyaku lagi

“kenapa marah? akhirnya aku mendapatkan kakak perempuan tentu aku senang”

“tapi dia kan laki-laki?”

“tapi Jaejoong Onnie kan istrimu, jadi dia kakak perempuanku”

“Onnie…” ucap Jaejoong dengan wajah sedihnya yang imut itu

“hahahahahha… Onnie kau sangat cantik, kau harus mengajariku bagaimana tampil cantik, ne?” ucap Jiyool tetap memeluk Jaejoongku

“sudah, lepaskan dia.. lihat kau membuatnya kehabisan darah sampai pucat begitu”

“Aish.. begitu sja sudah cemburu, Jaejoong Onnie kan memang kulitnya sudah pucat tidak sepertiku yang hitam karena Oppa”

“kenapa karena ku?” tanyaku

“karena Oppa selalu mengajak ku mendaki gunung saat aku kecil” balasnya

“itukan kau yang minta” belaku

“sudah jangan bertengkar, kalian ini baru bertemu sudah bertengkar” tenang Umma melerai kami

“itu namanya menunjukkan rasa cinta Umma” ucap kami bersamaan dan aku melihat Joongie yang tertawa perlahan sambil menutup mulutnya dengan tangannya

“jika ingin tertawa tertawalah, jangan ditahan” ucap Umma lagi

“Ne..” balas Joongie dan memulai tertawa lepas

“selamat datang di keluarga Jung, Joongie”

“Umma itu panggilan sayangku untuk Joongie, jangan pakai nama itu” rajukku

“tapi dia anak Umma sekarang Yunho, tentu Umma ingin memanggilnya dengan panggilan akrab” ucap Umma mempertahankan pendapatnya

“Ne.. Ne.. aku akan mencari nama lainnya saja”

“Hmm… apa.. Jae.. yeobo.. bo.. boo.. oke boo saja ya Joongie, boo Jaejoongie”

“boojae..”

“Hmm.. kau lebih suka boojae”

“Umm…” Joongie hanya mengangguk tersenyum

“Ne.. boojae-ah” ucapku mencolek dagunya perlahan

“nanti saja mesra-mesraannya, sekarang aku ingin mengajak Jaejoong Onnie berkeliling”

“itu biar aku saja” ucapku mengajukan diri

“tidak mau, aku saja.. aku kan juga ingin lebih mengenal Jaejoong Onnie, Oppa kan sudah lama mengenalnya” balasnya menjulurkan lidahnya

“aku juga baru mengenalnya 2 bulan”

“2 bulan tapi sudah menikah?!” Tanya Appa tiba-tiba

“hehee..” aku hanya bisa tersenyum malu

“kau sangat tergesa-gesa Yunho”

“aku kan tidak mau dia keburu diambil orang Appa” rajukku pada Appa

“dan kau setuju Joongie?” Tanya Umma pada Joongie

“Ne..” Joongie tersenyum malu padaku

“kalian ini pasangan aneh” balas Jiyool

“tapi kami saling mencintai”

“ya semua orang juga bisa melihat itu dari tingkah kalian berdua” tambahnya

“kau juga adik yang aneh” ejekku padanya

“itu karena Oppaku aneh.. weekkk-” balasnya mengejekku sambil menjulurkan lidahnya lagi

 

Pertemuan keluarga yang menyenangkan, aku bahagia karena aku telah membuat Joongie bahagia.. aku telah memberikan keluarga baru untuknya dan mulai sekarang Joongie akan menjadi bagian terpenting bagiku juga anak yang aku harap akan segera muncul

 

Jiyool terus saja menarik Joogie berkeliling rumah tanpa melihatku yang terus saja merajuk meminta Joongieku kembali, dasar adik yang satu itu suka sekali membuatku kesal dengan tingkahnya, tapi.. dia tetap adik yang kusayangi.

 

Akhirnya setelah menunggu hampir 4 jam Jiyool menyerah juga. Dia kelelahan mengantar Joongie berkeliling hingga hampir tengah malam dan akhirnya malah terkapar di kamarnya yang tepat berada disamping kamarku. Joongie membuka pintu kamarku dan berjalan mendekatiku di ranjang

 

“Yunnie” panggilnya duduk disampingku

“Hmm… aku merindukanmu Joongie” kupeluk tubuhnya dalam dekapanku

“Jiyool sangat menyenangkan”

“kau menyukainya?” jawabku menatapnya

“Umm.. tapi dia terus saja memanggilku Onnie” ucapnya dan tetap saja memajukkan bibirnya

“dia itu keras kepala, jadi percuma saja mau dibilang berapa kali juga”

“Oh ya boo..” panggilku

“Mhmm..”

“kau masih ingat isi kertas-kertas kecil yang selalu kau berikan padaku di kereta terakhir?”

“Ne..” jawabnya malu

“jangan malu seperti itu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu”

“apa itu?” Joongie menatapku

“kau pernah menulis ’Jung Yunho adalah nama yang bagus’ kan?”

“Umm..” Joongie hanya mengangguk

“dari mana kau tahu namaku saat itu”

“Mhmm.. itu, itu karena aku melihat tanda pengenal di saku kemejamu”

“ternyata kau sangat berani ya boo, memeriksaku seperti itu” seringaiku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku

“itu.. itu…”

“bagaimana kalau sekarang kau tunjukkan keberanianmu padaku” bisikku di depan bibirnya

“Yunnie” ucapnya malu dan memukul lenganku perlahan

 

Kubaringkan tubuhnya di ranjangku yang terbilang cukup kecil karena sebelumnya aku tidur sendirian di kamar ini, dan mulai menciumi leher dan dadanya…  hingga lewat tengah malam yang terdengar hanyalah suara desahan dari bibir kami berdua, kuharap kali ini akan memberikan hasil dengan anak-anak yang cantik dan lucu.

 

Perasaan cinta yang tumbuh begitu cepat dan meyakinkannya menjadi sebuah ikatan yang suci tanpa menunggu waktu yang lama hingga semua berakhir dalam sebuah bingkai ikatan keluarga yang erat dan penuh kasih sayang. Satu hal yang selalu ku ingat…  semua kebahagiaan ini berawal dari kereta api terakhir yang menjadi saksi awal kisah cintaku dan Joongie.

 

 

-Tbc-

 

*)

Yo = Hey

Hongki desuka = are u sure

Demo = but

Wakatta = I understand

Wakaranai = I don’t know

Kowai = takut

Ore/boku = aku

Hontou = really

Sankyuu/Arigatou = thanx

Omedetto = congratulation

Daijoubu = I’m okay

Otto-san = father

Okka-san = mother

Doita shimashite = your welcome

Nande = why

Gomen = sorry

Ohayou = good morning

Ie = No

Jyoda janai = don’t make a joke

Tadaima = I am home

Okaeri = welcome home

 

 

*bows

Sankyuu… Arigatou na

Buat yang udah mampir n baca fic ini

Gomen kebanyakan pake Nihon-go

Jaehan sangat menantikan comments-nya biar Jaehan tau berapa orang yang sudah baca fic ini

Sampai ketemu di fic selanjutnya ^^

 

18 thoughts on “FF / YUNJAE / ROMANCING TRAIN / T / Chap. 2

  1. Kereeeennnnn,,so romantic
    Omg,,serasi bgt yunjaenya,bahkan orang lainpun bs melihat perasaan cinta mereka..
    Aq penasaran sama kisah yoosunya
    Update secepat author bs ya..ditunggu loh ^^

  2. akhirny nikah juga jae ma yunho.. dan ternyta jae direstui ma kedua orang tua yunho… so sweet bgt…

  3. so romantic (•̯͡.•̯͡)
    jeje ma yunho so romantisss (•̯͡.•̯͡)
    :$

    jadi kepengen juga punya cowok romantis *?* #apa hubungannya
    sukaa thorr >”<

  4. Hihihihi akhirnya menikah \(ˆ▽ˆ)- -(ˆ▽ˆ)/
    Ih kebiasaan abang yun nafsu nya begitu amat ckckckck
    Syukur deh klo bisa nerima klrga yun ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~
    Ditunggu lanjutannya thor, terutama YOOSU!! (ʃƪ´▽`) (ʃƪ´▽`) (ʃƪ´▽`)!!

  5. Hore..ummpa akhir.y merrid…
    Bener2 keluarga jung yg istimewa,
    dg senang hati nrima umma.
    Appa pervert.y ampun dah,
    bikin umma g bisa berkutik ^^
    kira2 umpa pengen anak brapa?? *mikir o_o

  6. wah senang.a trnyta keluarga yunpa nerima jaema dgn baik.
    pdhal aku kira bkln d.tolak ama keluarga yunpa #ampepasbacadagdigdug .(x_x).

  7. mian comentnya bolong bolong *bungkuk ke author
    huaaa yunpa emang berani….yeye nikah^^ >pengen datang ke resepsinya😛
    yah met berbahagia ya yunjae….saranghaeyo yongwonhiee

  8. aigooo sosweet aja ini keke xD jaejoongienya pemalu bgt wkwk senyum2 sendiri ni ah bacanyaaa~ lanjut baca next part!😀

  9. Omedetto…!!! Yunjae couple
    Bahagianya joongie bisa di trima ªⓜª keluarganya yunpa….padahal tadi jaema ųϑªђ deg”an banget…yunpa juga seneng joongie’a di trima dengan tangan terbuka, bahkan adik’a appa Ъ>:/ mau lepas dari jaema

  10. btw thor itu percakapan yunjae yg pas mlm pertama ky percakapan usagi ma misaki di junjou romantica
    chingu suka anime itu jg y?tp emg keren sih animenya^^

  11. Baru aja jadian plus lamaran, udah main nikah aja si appa.
    Udah ga’ tahan ya appa?
    Kekeke
    siapa sih yg bakalan nolak pesona jaemma? Wkwkwk
    syukur deh keluarga jung nerima umma apa adanya, yg penting bisa punya anak ga’ bakal jadi masalah..
    Kalau gitu, cepet2 bikin anak geh appabear, boojaemma!

  12. Fiuhhh smpet kpikir ∂ȉ kira awal na jaema bkl ∂ȉ tolak ma kel yunnie..eh tnyta nƍɑ ….sneng (⌒˛⌒) …..lanjutttt

  13. wahhh ternyata chap ini langsung penikahan yunjae😀 ko aku ga diundang yaa #plak

    yeeeeyyy keluarga appa menerima umma dengan baik *bow* penasaran sama lanjutannya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s