Saranghae Do Dwel Gayo Part 6 B


Title        : Saranghae Do Dwel Gayo

Author   : Kim Chi Hee

Part         : 6 B

Pair         : Yunho x Jaejoong, Yunho x Karam

Genre    : Romanc, Yaoi

Rate       : PG

Saranghae Do Dwel Gayo? (Part 6) B

Bel sekolah sudah dibunyikan, seperti biasa Yunho setia menunggu di depan kelas Jaejoong untuk menemaninya pulang. “Boo~” Panggil Yunho.

“Hm…”

Jaejoong terus saja memandangi layar handphonenya, ia sama sekali tidak menghiraukan Yunho yang berjalan sambil manyun-manyun tidak jelas di sampingnya. Bahkan terkadang Jaejoong tersenyum-senyum sendiri atau malah sampai tertawa sendiri. Yunho yang kesal diabaikan menendang-nendang apapun yang ada di depannya.

Akhirnya Yunho mulai tidak sabar. “Boo~”

“Hm?” Hanya sebuah erangan yang keluar dari mulut Jaejoong.

“Boo~ ih…” Rajuk Yunho sambil menghentak-hentakan kakinya. Entah sejak kapan sifat cool dan dewasa Yunho berubah menjadi remaja ababil seperti ini.

“Apa sih yun?~” Walaupun Jaejoong menanggapi Yunho tapi tetap saja ia masih fokus menatap layar handphonenya.

“Udang dong ah liat Hpnya!” Yunho merampas handphone tidak bersalah yang sedari tadi diajak berkencan oleh Jaejoong dan berkat handphone itu juga Jaejoong mengacuhkannya. “Sms-an sama siapa sih?” Yunho yang penasaran melihat isi sms Jaejoong. “Yoo?” Sebelah alis Yunho terangkat.

“Cih, ini pasti bocah yang tadi pagi.” Batin Yunho.

“Yun~ balikin dong Hpku!” Jaejoong berusaha merampas kembali Hpnya yang tengah disita oleh Yunho. Tapi Yunho sepertinya tidak berniat untuk mengembalikannya, ia malah menggenggam Hp itu di tangan kanannya dan mengacungkannya tinggi-tinggi. Jaejoong masih berusaha menggapai hpnya, ternyata itu sulit, terang saja tinggi Jaejoong dan Yunho terpaut lumayan jauh.

“Gak mau aku balikin kalo kamu terus nyuekin aku, lagian ngapain sih smsan sama cowok itu?” Tanya Yunho dengan nada sarkastik. Yunho tanpa sadar menurunkan tangannya perlahan.

“Urusan aku dong.” Dengan cepat Jaejoong berhasil menyambar hpnya dari tangan Yunho lalu dengan pose imut Jaejoong menjulurkan lidahnya ke arah Yunho. “Lagian Yoo orangnya baik kok! Kocak lagi” Jaejoong melanjutkan langkahnya tanpa melihat ataupun menunggu Yunho.

“Ish!” Yunho benar-benar kesal. Ia mulai menggerutu.

Tiba-tiba Jaejoong menghentikan langkahnya. “Aku lupa!” Jaejoong menepuk jidatnya sendiri. Jaejoong berbalik menghadap Yunho. “Yun~” Lirih Jaejoong.

“Ada apa?” Yunho mendekati Jaejoong.

“Hari ini, aku boleh menginap di rumahmu?” Tanya Jaejoong sambil mengatupkan kedua tangannya.

“Hah?!” Tanya Yunho heran.

“Boleh yah, boleh…” Bujuk Jaejoong. Yunho yang melihat ekspresi Jaejoong yang sedikit errr menggoda meraih tangan Jaejoong dan menurunkannya. “Kenapa?”

“Aku gak mau kena amukan Mika. Soalnya…”  Jaejoong menggigit bibir bawahnya. Rasanya berat sekali untuk mengungkapkannya.

“Soalnya apa? Kau bertengkar sama Mika?” Tanya Yunho penasaran.

“Soalnya…” Jaejoong memainkan kedua telunjuknya.

“Apa?” Yunho makin penasaran.

“Yunho!” Rajuk Jaejoong. “Nilaiku di bawah rata-rata! Aku harus bagaimana ini?!” Jerit Jaejoong frustasi. Ia bahkan mulai menjabaki rambutnya sendiri.

“Ha?” Yunho masih mencerna omongan Jaejoong. “Jadi itu alasanmu? Boleh kalau begitu. Ayo.” Senyum mesum terkembang di wajah Yunho.

“Yak! Apa yang kau pikirkan?” Jaejoong memukul pundak Yunho keras-keras. “Jangan pikir macam-macam!”

“Sakit.” Ringis Yunho.

“Aku gak jadi nginep di rumah kamu!” Jaejoong.

“Kalau begitu ya udah, kita pulang.” Ajak Yunho enteng.

“Tapi aku takut Yun~, Mika itu orangnya menyeramkan.” Seru Jaejoong ketakutan. Jaejoong benar-benar takut kalau sampai harus berhadapan dengan Mika yang sudah mengamuk. Dari dulu Jaejoong paling tidak mau berhadapan dengan Mika yang sedang marah.

Memang ciri khas Mika yang sedang marah tidak sama dengan manusia sewajarnya. Saat sedang marah Mika malah menunjukan sifat yang sangat manis, walaupun begitu jangan terkecoh dengan tingkahnya. Jika melihat mata Mika, kita bisa tahu Mika mempunyai jiwa psikopat akut yang bisa membuat orang ngeri bila bertatapan langsung dengan matanya.

“Seperti itu kah kalau Mika sedang marah?” Tanya Yunho penasaran.

“Kau pasti tidak akan mau tahu kalau Mika sedang marah. Mika bisa bertindak lebih kejam dibanding iblis. Waktu kecil kalau tidak salah ia pernah tidak sengaja membunuh kucing.”

“Membunuh, tidak sengaja?!” Yunho makin antusias dengan cerita Jaejoong.

Jaejoong mengangguk. “Kucing itu ia bedah perutnya karena ia hanya iseng. Ya ampun Yunho!” Wajah Jaejoong berubah menjadi ketakutan. Jaejoong menarik-narik rambutnya sendiri. “Apalagi saat itu kau ada! Matanya Yun! Matanya! Matanya datar-datar saja saat melihat kucing mengenaskan itu mati di atas meja belajarnya. Menyeramkan.”

Yunho tersenyum kecut mendengar perkataan Jaejoong. Yunho menelan ludahnya berat. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya kalau ia sampai menyakiti Jaejoong, sebab ia tahu benar seberapa sayangnya Mika terhadap hyungnya ini.

“Y…ya sudah kok kita jadi ngomongin Mika sih.” Seru Yunho.

===========================================================================

“Hatchi…” Mika memegangi hidungnya yang kebetulan gatal.

#BRAKK

Mika membanting kertas yang tadi diperiksanya dan itu sontak membuat Injun yang duduk di depannya dan sedang fokus dengan laptop di depannya melompat kaget. “Yak! Bisa gak sih kau tidak mengagetkanku!” Sembur Injun.

Mika melemparkan death glare kepada Injun dan seketika dia diam tidak berkutik. Mika menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia menarik napasnya, bosan. Mika melihat sekeliling, ruang osis yang sudah setahun menjadi tempat menyendiri. Mika memang kurang senang dengan keramaian.

“Anak SMA sudah pulang ya?” Tanya Mika yang dibalas dengan anggukan oleh Injun.

Mika menolehkan kepalanya ke samping, tepatnya kea rah jendela yang tingginya tidak sampai sedada orang dewasa jadi apapun yang ada di luar ruang osis bisa terlihat olehnya, tapi mungkin karena Mika yang tidak suka privasinya terganggu, tanpa sepengetahuan pihak sekolah Mika mengganti kacanya dengan cermin tembus pandang.

Sebuah pemandangan tersaji di hadapan Mika sekarang. Pemandangan di mana Karam sedang berjalan bersama dengan seorang siswa SMP yang Mika tebak masih kelas satu. Terlihat sekali siswa itu ingin terus menempel pada Karam. Mika yang melihatnya sontak berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan osis.

Injun yang melihatnya hanya memandang kepergian Mika sampai di depan pintu. Setelah tahu Mika sudah benar-benar keluar Injun melanjutkan pekerjaannya mengetik surat permohonan yang akan ditujukan pada kepala sekolah untuk acara di musim gugur nanti.

=========================================================================

Mika memasukan kedua tangannya ke kantung celananya dan berjalan mendekati Karam dan seorang siswa yang sedang berjalan di tengah lapangan. Kebetulan saat itu lapangan sedang ramai dengan siswa-siswi SMP yang berlalu lalang.

Mika mengambil sebuah bola basket yang tidak sengaja menggelinding di depan kakinya. Ia tidak peduli dengan teriakan siswi-siswi dari ekskul basket yang meminta bolanya untuk dikembalikan. Mika memandang mereka sekilas dengan tatapan datar yang bisa membungkam semua orang yang melihatnya.

Mika melempar bola basket itu tepat ke arah Karam. Karam yang kaget dengan kedatangan bola basket yang tiba-tiba tidak bisa menghindar. Beruntung Jay yang ada di sampingnya cepat tanggap, ia segera menangkap bola itu dengan kedua tangannya.

Karam melihat sekeliling, ia ingin mencari tahu siapa pelaku yang sudah melemparkan sebuah bola basket kepadanya dan itu hampir membuat wajahnya tercium oleh bola basket itu. Pandangannya tertuju pada satu titik. Seorang anak laki-laki dengan rambut hitam yang panjangnya melebihi kerah kemeja yang sedang berjalan mendekatinya.

“Kurang ajar!” Baru saja Karam ingin mengucapkan kata-kata itu. Tapi Jay lebih cepat darinya. “Hei kau!” Tunjuk Jay.

“Ada apa denganku?” Tanya Mika dengan tampang tidak berdosa.

“Kau mau cari gara-gara, hah?!” Jay sudah mulai tersulut emosi. “Kalau Karam hyung kena bola gimana?!”

“Memang itu mauku kok.” Seru Mika santai.

“Sudahlah, jangan ladeni dia.” Seru Karam malas dan ia langsung menarik Jay untuk meninggalkan Mika.

“Mau kemana kau?” Tanya Mika.

“Bukan urusanmu!” Seru Karam acuh.

“Bukan kau, tapi bocah yang ada di sampingmu itu.” Tunjuk Mika dengan dagunya.

“Kenapa? Aku?” Jay melemparkan bola yang tadi dipegangnya kea rah Mika dan dengan mudah Mika menangkapnya. “Kenapa kau sombong sekali hah?! Bukannya umur kita sama?”

“Ya untuk masalah umur kita sama, tapi kalau soal kepandaian aku lebih pintar darimu.”

“Sombong sekali kau! Kau itu hanya ketua osis jadi jangan belagu!” Jay bersiap untuk meninju Mika tapi sebelum niatnya terlaksana Karam menahannya.

“Jangan bertengkar di areal sekolah. Kalau kau mau bertengkar nanti di luar.” Karam langsung meninggalkan Jay dan Mika yang hendak adu hantam. Tapi, melihat Karam yang pergi meninggalkannya Jay memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

Melihat kepergian Karam dan Jay, Mika hanya melihat mereka dengan tatapan datar. “Muncul satu pengganggu.”

===========================================================================

Mobil Ferrari hitam melintas tepat di antara siswa-siswa sekolah yang baru saja pulang sekolah. Sepertinya mobil itu sengaja untuk melambatkan laju mobilnya. Beberapa saat kemudian mobil itu berhenti lalu kaca bagian belakang mobil itu terbuka perlahan dan nampaklah seorang laki-laki baya dengan kaca mata hitam yang menutupi wajahnya. Tidak beberapa lama kaca mobil itu menutup kembali dan setelahnya mobil itu melaju kembali.

 

TBC

Gimana komentarnya? Gomawo ya yang udah nyempetin buat baca ff ini dan ninggalin komen?

Tunggu aja kelanjutannya secepatnya.. oke?

Gomawo lagi..

 

Salam Yunjae❤

6 thoughts on “Saranghae Do Dwel Gayo Part 6 B

  1. smakin stiap chap dr FF ini muncul,
    aku jdi smakin pnasaran author!
    bener” gak ngerti sma skali aku critanya beneran deh -,-
    #PLAKK

  2. ffnya seru koq >__________________<
    truss yunhonya Jaelous ma yoochun gara" deket ma jeje cieee u,u

    lanjutt thor ^^d

  3. Aish, appa cemburu nie…..
    Umma lebay deh, emg mika sekejam ntu y, tp sadis bget kalo mpe ngebunuh kucing.
    Chap ni yunjae.y cuma dikit yah??
    Next chap banyakin y thor….

  4. itu itu siapa yg d dlm mbil ferrari..
    mkn pnasrann niichh…
    bnrkah mika semenyarmkan gtu? ampe” jaema tkut utk menghadpi mika ktika sdang mrah,, wkwkwkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s