Saranghae Do Dwel Gayo Part Special


Title        : Saranghae Do Dwel Gayo

Author   : Kim Chi Hee

Part         : Special

Pair         : Yunho x Jaejoong, Yunho x Karam

Genre    : Romanc, Yaoi

Rate       : PG
Warning: ini mah pasti udah faham semua, tapi di part ini saya merasa galau T^T dan Part ini sangaaaaatttt pendek T..T dan part ini paling menguras pikiran, mian kalo part ini makin kacau *deep bow* dan part ini sekaligus menceritakan kejadian asal muasalnya masalah itu (bahasa ane belibet =o=V)
buat yang nanya FB saya apa, namanya Fitrah Kim cari aja yang fotonya gambar chibi lady hee hee bermuka jjinbang #apasih and follow me ya @ELFitrah (mention dulu kalo mo di follback) emang ada yang mau? T^T
===============================================================================
“Mika, aku mohon jawab aku, apakah Jaekyu masih hidup?” Suara Jaejoong melemah seiring dari kesadarannya yang juga makin menghilang. Tubuh Jaejoong perlahan melemah dan pada puncaknya Jaejoong jatuh pingsan. Untung saja dengan sigap Mika menangkap tubuh Jaejoong yang tadi hampir terjun bebas ke lantai.
Mika menggendong Jaejoong dan meletakannya di ranjangnya. Lalu ia menyelimuti Jaejoong hingga ke dadanya. Perlahan Mika tersenyum dan mengecup kening Jaejoong sekilas. “Selamat malam Jae hyung.” Seru Mika sambil beranjak turun dari ranjang

Jaejoong. mika sengaja tidak mematikan lampu kamarnya agar ia juga bisa memantau Jaejoong dari kamarnya.
Saat Mika akan keluar kamar tiba-tiba Nyonya Kim masuk. “Mika, kita perlu bicara.” Seru Nyonya Kim. Mika mengangguk mengiyakan. Nyonya Kim keluar diikuti oleh Mika. Mereka berdua memutuskan untuk bicara di ruang keluarga.
“Mika duduk.” Titah Nyonya Kim.
“Terima kasih. Ada yang ingin kau bicarakan?”
“Tadi aku mendengar Jaejoong berteriak dan menyebut-nyebut nama Jaekyu. Apa dia tahu tentang sesuatu?”  Tanya Nyonya Kim yang langsung masuk ke topic pembicaraan. Mika menggeleng.
“Itu kesalahanku, aku bicara terlalu keras saat appa telpon.”
“Begitu.” Nyonya Kim mengangguk-angguk. “Kenapa tak kau ceritakan saja yang sesungguhnya?”
Mika tersenyum. “Aku tidak ingin mereka tahu sekarang. Kau tahu Nyonya Kim? Jae hyung ternyata dekat dengan Karam, ehm.. maksudku Jaekyu. Terlihat sekali kalau Jae hyung menyayangi Karam walaupun yang ia tahu Karam hanyalah adik angkat Yunho hyung, kekasih Jae hyung. Sebaliknya, Karam membenci Jae hyung karena ia telah memiliki hati Yunho hyung, orang yang telah menolongnya sekaligus orang yang sangat dicintainya.”
“Rumit sekali.”
“Iya.” Mika menarik napas panjang sebelum melanjutkan pembicaraannya. “Aku takut Karam akan semakin membenci Jae hyung kalau dia tahu dia hadir ke dunia ini hanya untuk Jae hyung. Artinya hidupnya hanya untuk Jae hyung. Dan kau pasti sangat tahu dengan sifat Jae hyung baik itu. Ia pasti tidak akan tega merenggut hidup Karam untuk menyelamatkan dirinya sendiri.”
“Tapi kau juga jangan seperti ini, kau tahu? Cepat atau lambat mereka akan tahu semuanya.”
“Ini kesalahanku Nyonya Kim. Semuanya kesalahanku.” Lirih Mika.
“Kau menyukai anak itu bukan?” Tanya Nyonya Kim.
Mika terlonjak kaget. Namun buru-buru ia mengubah wajah stoiknya menjadi seperti biasa. “Apa maksudmu Nyonya Kim?”
“Kau telah mengakui kesalahanmu kan? Kesalahanmu ini sangat fatal. Kaulah yang mengulur-ulur waktu operasi Jaejoong. kau dulu yang selalu melarang ayahmu untuk melakukan operasi itu. Untuk apa? Aku tahu untuk apa, karena kau tidak ingin anak itu mati kan? Aku tahu di usiamu yang bahkan belum genap sepuluh tahun itu karena kau adalah salah satu anak indigo, kau melarang ayahmu melakukan operasi itu untuk menyelamatkan anak itu kan?”
$$$
*Flashback*

“Tuan Lee, Jaekyu sudah mencapai tujuh tahun, berarti dia siap untuk operasi itu kan?” Tanya Nyonya Kim.

“Iya, diumurnya yang segitu, ia siap untuk menjalankan operasi itu. Jaejoong akan sembuh, dan kita akan terbebas dari semuanya.” Jawab tuan Lee sambil membaca data-data milik Karam.

Tiba-tiba Mika datang dengan membawa sebuah pisau dapur dan seekor anak kucing yang kelihatannya baru dilahirkan seminggu yang lalu. “Appa.” Panggil Mika kecil.

“Kau mau menjalankan operasi itu appa?” Tanya Mika. “Lihat ini appa.” Mika meletakan anak kucing itu tepat di meja ruang keluarga. “Dan kau Nyonya Kim, kau juga harus melihat ini.” Mika mengikat keempat kaki anak kucing itu.

Dengan perlahan Mika mengangkat pisau dapur yang dibawanya lalu tanpa perasaan Mika menyayat perut anak kucing itu. Darah anak kucing itu mengalir deras dari perutya. Mika terus saja menyayat perutnya sampai perut itu bisa dibuka oleh tangan kecil Mika. Mika mengambil jantung anak kucing itu dengan menggunakan tangannya sendiri. Ayahnya Mika dan Nyonya Kim terbelalak kaget melihat hal yang dilakukan Mika. Mereka berdua tidak ada yang berani buka suara.

“Appa lihat, appa ingin melakukan ini pada Jaekyu kan? Apa yang appa rasakan saat aku membelah perut anak kucing ini dan mengambil jantung anak kucing ini.” Mika lalu meletakan jantung itu di hadapan ayahnya yang duduk membatu di depannya.

“Jantung ini untuk saudaranya yang sekarat.” Seru Mika. “Lalu, apa gunanya anak kucing ini dilahirkan hanya untuk mati?” lalu Mika keluar ruangan dan kembali lagi setelah beberapa saat sambil membawa anak kucing lain di tangan kanannya.

Mika meletakan anak kucing itu di sebelah anak kucing yang sudah dibelah pertnya oleh Mika. “Anak kucing ini sekarat kan? Kalau begitu dibunuh saja.” Mika mengambil pisau yang masih bersimbah darah lalu dengan tanpa perasaan ia menusukan pisau itu tepat di dada anak kucing yang dibawanya belakangan. Ia terus menusukan pisau itu sampai bisa dirasakannya jantung anak kucing itu robek.

“Buat saja dua-duanya mati. Masalah selesai. Tidak ada yang hidup di atas kematian yang lain kan?” Seru Mika dingin lalu meningalkan ayahnya dan Nyonya Kim yang masih mematung melihat aksi nekat Mika.

*flashback end*

$$$

“Buat saja dua-duanya mati, masalah selesai, tidak ada yang hidup di atas kematian yang lain kan? Itu katamu dulu kan? Lalu kenapa sekarang kau ingin ayahmu melakukan operasi itu?”
“Aku mempunyai rencana lain.” Seru Mika dingin.
Nyonya Kim menghembuskan napas berat. “Aku memang tidak pernah mengerti dengan pikiranmu. Pikiran seorang anak indigo.”
Mika tersenyum kecil. “Nyonya pernah mendengar kalau anak indigo bisa meramalkan sesuatu? Aku yakin Jae hyung masih bisa terus hidup tanpa harus melakukan operasi itu.”
“Lalu kau kenapa menyuruh ayahmu untuk pulang ke Korea secepatnya?”
“Karena aku butuh bantuan appa.”
“Bantuan ayahmu?” Nyonya Kim mengankat sebelah alisnya. Bingung.
“Ayah salah satu anggota ikatan dokter internasional yang bermarkas di Harvard kan? Aku mempunyai teman yang juga salah seorang anggota di sana.”
“Bagaimana kau bisa mempunyai teman seperti itu?”
Mika menyentuh pelipis kanannya dengan telujuknya. “Aku punya banyak pikiran untuk itu.” Mika tersenyum.
“Kecerdasanmu menyeramkan.”
“Terima kasih Nyonya Kim. Dan aku juga tahu kau menutupi sesautu.”
Kalimat terakhir dari Mika sukses membuat Nyonya Kim gelagapan. Mika yang melihatnya tersenyum simpul. “Kau juga salah satu anggota mafia itu, Nyonya Kim. Dan aku masih punya banyak hal-hal yang akan mengejutkankanmu.” Mika beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Nyonya Kim yang menatap punggung Mika dengan perasaan gelisah.
Mika berjalan menuju kamarnya. Mika menutup pelan pintu kamarnya setelah ia masuk dan meyalakan lampu kamarnya yang sengaja ia matikan. Mika kembali berjalan menuju meja belajarnya. Ia menyalakan komputer dan mengambil tumpukan file yang ada di monitor.
Mika membuka lembar pertama file tersebut dan tampaklah sebuah pas foto laki-laki di dengan sebuah nama di bawahnya. “Lee Jin Seok.” Seru Mika. “Dipenjara selama tujuh tahun dengan tuduhan penggelapan uang.” Lanjut Mika.
Senyum sinis tersungging di Nyonyarnya. “Inikah orang yang di maksud olehmu appa? Orang yang selalu kau sebut dengan ‘orang itu’? orang yang selalu kau sebut adalah bos mafia.” Mika kembali membuka lembar berikutnya.
“Dia memang seorang bos mafia. Tapi sayangnya aku tahu siapa dia. Aku tahu appa, bukan Lee Jin Seok otak dari semua ini. Dia hanya penjahat kelas teri kan, appa?” Mika mengambil ponselnya dan memencet beberapa nomor yang tertera di atas kertas yang dipegangnya.
“Halo, apakah kita bisa bertemu besok siang? Jangan pagi, aku harus sekolah dan memimpin rapat osis. Sore bagaimana? Pukul 3, jemput aku langsung di belakang sekolahku. Oke” Mika mematikan ponselnya.
“Semua akan terkuak. Kejahatan yang kau lakukan pada Jae hyung dan  keluarganya akan terkuak, appa.” Mika menutup file yang dipeganya dan menaruhnya kembali di tempat semula.
========================================================================

*Flashback*

Seorang laki-laki yang sedang duduk menatap layar monitor di depannya terusik saat pintu ruang kerjanya dibuka paksa. Lalu masuklah seorang laki-laki lain dengan menggunakan jas dokter, laki-laki itu menatapnya garang. ”Kakak ipar, kau mengagetkanku saja. Ada apa kemari?”

“Kau!” Seru laki-laki yang bernama Jaeyoon itu murka pada laki-laki di hadapannya.

#BRAKK

Jaeyoon menggebrak meja kerja laki-laki itu. “Kau apa yang sudah kaulakukan pada anakku? Kau mencobakan antibody itu pada anakku?” Tanya Jaeyoon geram.

“Bukannya memang kau sudah tahu Jaeyoon? Antibody itu memang belum pernah diuji cobakan pada makhluk hidup itu lainnya.” Seru laki-laki yang bernama Lee Sooman itu sambil mematikan komputer yang tadi sedang digunakannya. Sooman memutar kursinya dan beranjak mendekati Jaeyoon yang sedang menatapnya murka.

“Anakku akan jadi manusia yang tidak sempurna! Kau brengsek!” Murka Jaeyoon sambil mencengkram erat kerah baju Sooman. “Aku akan balas dendam padamu!” Seru Jaeyoon, lalu ia melepaskan cengkeramannya dengan kasar.

Sooman memiringkan kepalanya. “Kau tidak akan bisa membalas dendam padaku kakak ipar.” Senyuman sinis tepampang jelas di bibirnya. “Obat itu memang belum sempurna, tapi sebentar lagi aku akan membuatnya sempurna dan aku bisa menguasai dunia.”

“***”

Empat tahun berlalu baik Jaeyoon maupun Sooman memngadakan penelitian. Bedanya, Sooman melakukan penelitian untuk mengembangkan antibody itu, sebaliknya Jaeyoon dan istrinya mencoba untuk menemukan obat penawar untuk antibody itu.

“Aku akan memasukan sel ini pada rahimmu, apakah kau menyetujuinya? Ini demi Jaejoong.” Pinta Jaeyoon pada istrinya.

“Aku mengerti, tapi aku merasa kasihan pada anak yang kukandung nanti, walaupun dia adalah kloningan Jaejoong, tetap saja dia adalah anakku dan anak yang tidak bersalah.”

“Kita tidak punya jalan lain, ini salah satunya jalan.” Seru Jaeyoon yang menenangkan istrinya. “Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Jaejoong kita.”

Dua tahun berlalu, kloningan Jaejoong yang diberi nama Jaekyu tumbuh sehat seperti anak-anak pada umumnya. Sesuatu kabar baik namun juga kabar yang menyedihkan bagi kedua orang tua Jaejoong. Karena ia harus menumbalkan Jaekyu demi kelangsungan hidup Jaejoong.

Selama dua tahun ini juga orang tua Jaejoong berpindah-pindah untuk melarikan diri dari kejaran Lee Sooman, ayah kandung Mika. Sooman mengejar mereka karena Sooman yakin mereka berdua akan melaporkan dirinya pada ikatan dokter internasional karena telah membuat antibody yang berbahaya bagi manusia dan sudah pasti statusnya sebagai bos dari bos mafia di Asia bahkan sampai Benua Eropa akan terbongkar.

Namun naas bagi keluarga Jaejoong, keberadaan  mereka diketahui oleh Lee Jinseok, salah seorang kaki tangan sekaligus musuh dalam selimut Lee Sooman. Lee Jinseok memberitahukan pada Lee Sooman keberadaan keluarga Jaejoong. Sooman yang senang karena buruannya ketemu memerintahkan pada Lee Jinseok untuk membunuh mereka semua tanpa bekas.

Lee Jinseok menuruti semuannya. Dia membunuh dengan cara seolah-olah keluarga Jaejoong meninggal saat kecelakaan. Namun, yang meninggal ternyata hanyalah kedua orang tua Jaejoong. Jaejoong dan Jaekyu selamat. Hanya saja Jaekyu menghilang.

Siapa sangaka ternyata Jaekyu di selamatkan oleh Nyonya Kim yang dulu adalah seorang penjaga panti asuhan di mana dulu Jaekyu atau lebih tepatnya Karam di asuh sebelum ia tinggal di keluarga Jung. Nyonya Kim yang memang juga salah satu anggota mafia sekaligus teman dekat almarhum ibunya Jaejoong menyembunyikan Jaekyu dengan mengganti identitasnya menjadi Karam.

Namun, dengan kelihaian dan kelicikan Lee Sooman, dia berhasil menemukan Jaekyu atau Karam. Mika yang saat itu masih balita tidak sengaja mendengar percakapan atau lebih tepatnya ayahnya sendiri sedang mengancam Nyonya Kim untuk membunuh seluruh keluarga Nyonya Kim bila Jaekyu tidak mati saat itu juga.

Mika kecil yang penasaran, langsung meminta pada ayahnya agar dibuatkan rumah tepat di belakang panti asuhan itu. Dan dari situlah rencana Mika dimulai. Pertama-tama Mika berencana untuk menjadikan Karam sahabat dekatnya. Dengan begitu ayahnya tidak bisa membunuh Karam karena Mika pasti akan bertanya kemana Karam. Dengan kecerdasannya sebagai anak indigo Mika sudah bisa berfikr dewasa dan logis.

Rencana Mika berjalan mulus untuk tetap membuat Karam hidup. Pada saat Mika berumur kurang dari sepuluh tahun. Mika tidak sengaja menguping pembicaraan antara ayahnya dan Nyonya Kim tentang penyakit yang di derita sepupunya. Mika yang mempunyai kecerdasan luar biasa merekam seluruh percakapan itu dan memutarkannya saat makan malam bersama ayahnya.

Lee Sooman atau lebih tepatnya ayahnya Mika akhirnya harus berterus terang dan menceritakan semuanya pada Mika, namun tidak semuanya diceritakan pada Mika. Ayahnya masih menutupi siapa dalang dari semua ini. Yang ayahnya ceritakan adalah dalang dari semua ini adalah Lee Jinseok, kaki tangan sekaligus musuh dalam selimut –yang memang sejak lama telah diketahui oleh Sooman- yang dipenjara karena kasus penggelapan uang.

 

TBC

 

Udah dulu sekian sampai disini.. Tunggu kelanjutannya ya..

Gomawo dah luangin waktu baca ff ini dan komen

Salam Yunjae<3

5 thoughts on “Saranghae Do Dwel Gayo Part Special

  1. ayahnya mika lee sooman dan dia bos dari bos mafia??? huaaa berarti dia otak dan dalang dari semuanya dong…ikkkkhh jahat trus dia juga yang nanemin antibody ke badan jae.. kupikir ortu jae yang jahat jadiin anaknya kelinci percobaan

    nyonya kim itu ngelindungin karam toh, kupikir dia jahat juga secara dia juga anggota mafia..
    waaahh mika harus cepet2 tangkep appanya tuh, jeblosin ke penjara.. trus cari obat buat jae.. mika kan cerdas

  2. pendekk thorr
    seneng dah nemu ff about mafia …
    ^^
    teruskan perjuanganmu ya thorrr …
    yang jahat siapa nih ??

  3. makin ribett u____u
    tp tetep buat penasaran >.<

    trus yang jahat jadinya siapa?? ;(
    kasian jeje T^T, kasian karam T^T

    lanjutt yaa thor ^^d

  4. Astagaaa..aq deg2an bc.y sumpah..
    Trnyta dalang.y ayah.y mika sndri,,gmn nasib jemma ma jaekyu…hyaaaaa #galau
    ungg…jgn bwt sad end thor…
    Daebak! Next thor

  5. ternyata dalang dri semuanya adalah c soomantoo..
    aaiisshhhh selaluu sja kejam dya tuuhhh..
    waah waah waahh mika glaa otaknya cerdas bgett,,
    brarti bnarr karam itu adalah jaekyu..
    kkereeeennnn critanyaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s