Bloody Love Chapter 42 – That’s Love (Part.1) | @beth91191


Anyeonghaseyo readerrrrr…

Ini adalah dua chapter terakhir dari serial panjang Bloody Love..

Jujur semakin kebelakang, cara menulis ku sudah mengalami perbaikan disana-sini.

Semoga reader bisa jatuh cinta dengan kisah Yunjae ini.

Langsung baca aja ya,,,

yukkk~

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 42 – That’s Love (Part.1)

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+

CHAPTER XLII – That’s Love (Part 1)

Ketika mereka berdua telah tiba di depan pintu, mau tak mau Yunho harus membelakangi Jaejoong. Yoochun memegang gagang pintu hendak membukanya. Pintu kamar telah terbuka. Yoochun lebih dahulu melangkahkan kakinya dan kemudian diikuti Yunho, tapi sebelum dia selesai menapakan langkah pertamanya keluar dari kamarnya, dia kembali menoleh ke arah Jaejoong. Namun tiba-tiba..

KRESEKK SEKKK SEKKK SEKKK…

“Jaejoong!!!!!” teriak Yunho keras.

Tubuh Jaejoong sudah tak lagi ada disana. Tubuhnya menghilang. Seketika Yunho mendapatkan kembali kesadarannya atas situasi yang tengah terjadi saat ini. Dia kembali sadar bahwa Jaejoong kekasih hatinya telah meninggalkanya. Dia ingat tubuh kekasihnya terakhir masih terbaring di kasur itu. Tapi sekarang mana?? Mana tubuh Jaejoong. Sesaat sebelum dia mendapati kasur itu kosong memang sempat terdengar pelan suara berisik dari arah belakang. Dengan cepat Yunho menghampiri kasur itu. Di buka-bukanya selimut-selimut yang menutupi kasur itu.

“Mana tubuhnya?? Mana??” ucap Yunho kebingungan setengah berteriak.

Yoochun yang juga tak kalah terkejut sesaat terpaku terdiam. Seketika dia merasa bergidik mendapati kejadian ganjil yang baru saja terjadi ini. Junsu yang mendengar teriakan Yunho langsung berhamburan naik ke atas dan melihat apa yang terjadi. Dia masih belum mengerti apa yang tengah terjadi. Tapi kata-katanya tak keluar sama sekali. Semua orang masih tampak terkejut melihat Jaejoong tak lagi ada di tempat tidur.

“Jaejoong… Jaejoong.. Dimana kau?? Jaejoong??? Dimana dia?? Dimana dia??!!” Yunho berpindah dari tempat tidur. Dilihatinya seluruh ruangan. Tak didapatinya sosok kekasihnya itu. Matanya tiba-tiba tertuju pada pintu yang terbuka lebar mengarah keluar kamarnya tempat biasa dia menghabiskan malam duduk di sebuah ayunan bersama Jaejoong.

“Pintu tadi bukannya tertutup? Aku yakin pintu itu tertutup.”

“Sejak pagi belum kubuka pintu itu. Aku yakin.”

“Dan semalam aku telah menutupnya.”

”Aku yakin tak ada satupun dari kita yang menyentuh pintu itu. Lalu mengapa pintu itu sekarang terbuka??”

”Mengapa??”

”Ada apa ini??”

”Ada apa??”

“Aku tak mengerti..”

“Jaejoong masih hidup kah? Dia pergi dariku? Tapi aku rasa tak mungkin jikalau dia masih hidup dia justru pergi seperti ini. Dia sudah pernah pergi dari sisiku dulu. Dan dia tak akan sanggup untuk melakukan hal itu untuk kedua kalinya.”

“Lalu??”

“Apa tubuhnya telah…”

[Yunho pov]

Tiba-tiba kulihat sesosok namja muncul berjalan perlahan dari balkon rumahku. Wajah nya tak begitu ketara. Malam sudah menyembunyikan wajah namja itu dalam kekelamannya.

“Siapa itu?? Mana Jaejoong ku??” teriakku pada namja itu.

Sesaat dia tak menjawab. Terdiam.. Tak bergerak.. Hening..

“Aku bilang dimana Jaejoong??!! Apa kau yang telah membawanya pergi??” tanyaku lagi dengan ragu untuk mendekatinya.

“Mianhae shimnida..” ucapnya dalam kegelapan.

“Dimana Jaejoong???” tanyaku setengah memekik.

“Jeongmal mianhae shimnida..” ucapnya lagi.

“Aku tanya sekali lagi, dimana Jaejoong???!!” aku berusaha mendekati namja itu tapi Yoochun menghalangiku untuk mendekat.

“Sebelumnya, ijinkan saya memperkenalkan diri. Yesung imnida. Saya penjaga Tuan Kim Jaejoong, saya menjaga Tuan Kim karena perintah dari Yang Mulia Siwon. Saya juga sudah menganggapnya adik saya sendiri.” Jawabnya.

“Yang Mulia Siwon?? Penjaga? Adik?? Aku tak peduli siapa dia, yang aku mau tahu mana Jaejoong??” tanyaku sudah sangat tak sabar.

“Yang Mulia Siwon adalah raja bagi bangsa kami. Dia adalah vampir berdarah murni yang menjadi awal mula beradaban vampir di kawasan Asia.” Lanjutnya.

“Kau tuli atau bodoh??? Aku tanya dimana Kim Jaejoongku??” tanyaku untuk kesekian kalinya.

”Maafkan saya telah gagal melindunginya dari tangan pengawal Yang Mulia Siwon yang membawanya pergi.” Ucapnya yang membuatku semakin bingung.

“Membawanya pergi? Siapa yang membawanya pergi? Untuk apa dia dibawa pergi? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Aku tidak mengerti. Aku tidak mengerti…” tanyaku dengan seribu tanda tanya di benakku.

“Sebenarnya terlalu berbahaya bagi kalian bertiga karena telah mengetahui keberadaan kami. Saya berada disini untuk melindungi kalian. Jika saya tetap mengejar para pengawal itu, saya takut akan ada pengawal lain yang akan menyerang kalian demi menghilangkan jejak bangsa kami. Saya dapat merasakan keberadaan mereka di dekat sini. Mereka tengah mengamati kita saat ini. Tapi tenanglah mereka tidak berani mendekat.” Ucapnya tak menjawab pertanyaanku.

“Aku bilang aku tak peduli!!!!” bentakku.

“Hyung tenanglah..” ucap Yoochun menenangkanku dan memegangiku erat, takut aku kelepasan dan melampiaskan amarahku pada namja itu.

“Cepat katakan saja dimana hyungku..” sahut Junsu tak kalah khawatir.

“Biarkan Yesung-shi menjelaskan semuanya.. Kumohon jelaskan pada kami tentang yang sebenarnya terjadi.” Kata Yoochun berusaha tidak ikut emosi.

“Jeongmal mianhe shimnida… Saya terlambat..” ucap Yoochun.

“Apa maksudmu??” tanya Yoochun tenang.

“Tuan Kim sama sekali tidak meninggal. Dia masih hidup.” kata Yesung.

“Apa yang kau katakan?!!” seruku tak percaya.

“Tuan Kim sama sekali tidak meninggal. Dia masih hidup.” Jawabnya mengulang kata-katanya.

Seketika itu juga setelah mendengar perkataan namja itu, entah kenapa rasanya muncul kembali semangat hidup dalam hatiku. Seperti ada sebuah harapan untukku terus bersama Jaejoong. Seperti melihat oase di padang pasir rasanya hatiku ini. Apakah yang barusan aku dengar adalah benar? Jaejoong masih hidup?? Benarkah Jaejoongku belum mati??

“Jeongmal?” tanyaku lirih setengah tak percaya.

“Seorang vampir tidak akan pernah bisa meninggal Tuan Jung. Hanya saja setelah hari ke-tujuh dia tidak meminum darah manusia, dia akan mengalami fase hibernasi. Dia sama sekali tidak akan dapat bergerak seperti layaknya seseorang yang telah meninggal, sedingin dan sepucat mayat, tanpa detak jantung, tanpa nafas, tanpa aliran darah. Benar-benar seperti mayat. Tapi dia bisa kembali sadarkan diri seperti sedia kala setelah dia mendapat asupan darah kembali ke dalam tubuhnya.” jelas Yesung.

“Benarkah?” sahut ku.

“Benar sekali.. Selama ini Yang Mulia Siwon telah membohongi Tuan Kim. Beliau melakukan itu, agar Tuan Kim selalu mengkonsumsi darah.”

Aku mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“Beliau tahu bahwa Tuan Kim sangat mencintai Anda. Beliau mengetahuinya dari saat beliau menyadari Tuan Kim tidak dapat membaca dan mendengar kata hati Anda. Karena ketika seorang vampir ditakdirkan dengan seseorang yang lain, dia akan sangat sulit membaca maupun mendengar kata hati orang tersebut, terkadang kata hati orang lain itu terdengar hanya pada saat-saat tertentu yang amat sangat jarang terjadi. Oleh karena itu ia merancang semua kebohongan ini. Dia berharap jikalau Tuan Kim mengetahui bahwa dia akan mati jika tak mengkonsumsi darah, maka Tuan Kim akan takut berpisah dengan Anda. Sehingga dia akan selalu mengkonsumsi darah agar dia tidak mati dan tidak berpisah dengan Anda.”

Aku terus menyimak penjelasannya dengan berbagai perasaan yang berkecamuk.

“Dia tak ingin Tuan Kim menyakiti dirinya sendiri terus menerus dengan tak mengkonsumsi darah. Tapi tak ada yang bisa beliau lakukan. Dia sendiri masih bingung dengan apa yang tengah terjadi. Karena sebenarnya Raja kami juga tidak dapat membaca dan mendengar kata hati Tuan Kim. Beliau merasa bahwa beliau telah ditakdirkan hidup bersama dengan Tuan Kim. Disatu sisi Tuan Kim memang ditakdirkan dengan Anda. Tapi di sisi lain Tuan Kim juga di takdirkan dengan Yang Mulia. Beliau tidak mau salah mengambil langkah dan melakukan kesalahan yang sangat dilarang dalam bangsa kami, yaitu membunuh atau memisahkan seseorang yang sudah ditakdirkan hidup bersama dengan seorang vampir. Beliau hanya bisa menunggu dan melihat drama percintaan yang terjadi di antara kalian dari kejauhan.”

Hatiku penuh pertanyaan saat ini, tapi aku berusaha diam hingga dia menyelesaikan ceritanya.

“Hingga detik ini Tuan Kim sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu. Yang dia tahu hanyalah dia mencintai Anda. Tapi entah mengapa sepertinya Tuan Kim lebih memilih mati dari pada hidup dengan membahayakan nyawa Anda. Sebuah tindakan diluar dugaan Yang Mulia. Beliau tak menyangka Tuan Kim akan memilih jalan ini.”

Jae..

“Oleh karena itu, Yang Mulia sudah sangat lelah hanya melihat saja. Beliaupun memutuskan untuk mengambil Tuan Kim dari Anda dan akan menyadarkannya kembali dari fase hibernasi ini. Beliau berharap, Tuan Kim akan melupakan Anda. Toh sama saja seharusnya saat ini kalian juga tak bersatu lagi. Secara tidak langsung Tuan Kim sudah memilih meninggalkan Anda dengan sikapnya yang rela mati karena tidak mengkonsumsi darah. Keputusan Yang Mulia sudah bulat. Dia tak akan lagi diam. Dia tak akan melepaskan Tuan Kim untuk kesekian kalinya. Dia mencintainya sepenuh hatinya.”

Mencintainya?? Mwo?? Raja vampir mencintai Jaejoongie ku??

“Tapi masalahnya akankah Tuan Kim rela begitu saja tetap berada di sisi Yang Mulia ketika dia sadar nanti? Akankan Anda rela jika mengetahui ternyata Tuan Kim ternyata masih hidup tapi bersama namja lain? Akankah kalian rela semuanya berakhir seperti ini?” tanyanya padaku.

“Tentu tidak!!! Tak akan kubiarkan dia pergi dari sisiku.. Aku mencintainya. Dia mencintaiku.. Jika kenyataan yang ada seperti ini, kami tentu tak akan pernah mau berpisah..” jawabku yakin.

Emosi sudah tak tertahan saat ini. Ingin rasanya aku menemui sosok yang telah membawa pergi Jaejoongku. Ingin rasanya aku teriak di depannya dan mengatakan bahwa Jaejoong adalah milikku. Selamanya dia milikku. Jaejoong hanya mencintaiku dan selamanya akan seperti itu.

“Lalu dimana aku bisa mencari Jaejoong?” tanya ku yang sangat-sangat khawatir dengan keadaan Jaejoong saat ini.

“Saya bisa mengantarkan kalian ke tempat Yang Mulia Siwon membawa Tuan Kim. Tapi saya tak bisa membantu apa-apa.” ucap Yesung.

“Ya tidak apa-apa.. Antarkan aku pada tempat itu.” seruku sambil meraih kunci mobil.

“Hyung kami ikut…” ucap Yoochun dan Junsu bersamaan.

Sejenak aku terdiam. Menatap wajah khawatir mereka.

“Tidak.. Terlalu berbahaya. Aku tak ingin membahaya kalian..” kataku pada mereka.

“Tapi hyung…” ucap Yoochun terputus.

“Sudahlah.. Aku janji akan segera kembali membawa Jaejoong bersamaku.” kataku sambil hendak melangkah pergi.

“Tapi saya tak mungkin meninggalkan mereka begitu saja Tuan Jung.” Kata Yesung membuatku menghentikan langkahku.

“Wae? Kenapa?” tanyaku.

“Mereka sedang mengincar kalian bertiga. Sangat berbahaya jika saya meninggalkan mereka berdua. Mungkin sebaiknya kita pergi bersama.” Ucapnya.

Kembali kutatap wajah-wajah tak berdosa itu. Mereka tak mungkin ikut ke sarang vampir itu bersamaku. Tapi mereka juga tak mungkin ditinggal sendirian disini. Sama saja bahayanya.. Sesaat kuberpikir..

“Kau beri tahu saja tempatnya. Biarkan aku pergi sendiri..” kataku pada Yesung.

“Hyungg…” seru Yoochun tak terima dengan keputusanku.

“Tenanglah Yoochun. Aku akan baik-baik saja. Dan apapun yang akan terjadi padaku nantinya, Jaejoong masih akan tetap hidup. Dia pasti akan segera disadarkan oleh Siwon. Jikalau nanti aku gagal membawanya kembali kemari. Dia masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri di kemudian hari. Yang terpenting aku sudah tahu bahwa Jaejoong masih hidup saat ini. Dia baik-baik saja dan akan segera bertemu dengan mu lagi Junsu. Secepatnya..” Jawabku sambil berusaha tersenyum pada mereka berdua untuk menenangkannya.

Yesungpun memberikan secarik kertas padaku, tempat pasti dimana Jaejoong tengah berada. Kulangkahkan kaki ini hendak keluar.

“Tapi hyung..” ucap Junsu membuat langkahku kembali berhenti.
“Hati-hati hyung.. Jagalah keselamatanmu.. Memang benar dia masih hidup saat ini, dan dia masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganku di kemudian hari. Tapi bagaimana hancurnya dia jika mengetahui kalau kau mengorbankan nyawamu ketika berusaha menyelamatkannya. Dia pasti akan menngutuk dan mengecam dirinya sendiri untuk selama-lamanya. Betapa hancurnya dia tanpa dirimu. Tetaplah hidup Yunho hyung. Demi kakakku.” Ucapnya membuatku tergetar.

Jujur selama ini aku sangat jarang berbicara dengannya. Tapi kata-kata nya kali ini membuat hati ku tersentuh. Kubalikan tubuhku. Kuberikan senyuman padanya.

“Tentu.. Aku akan tetap hidup demi dirinya, uri dongsaeng.” Jawabku.

Aku pun langsung menuju ke lantai bawah. Kuturuni anak tangga. Aku langsung berhamburan keluar rumah. Kumasuki mobilku yang terparkir diluar. Malam sudah cukup larut. Tiba-tiba terasa bulu kudukku sedikit berdiri. Mampu kurasakan beberapa pasang mata tengah mengamatiku dari kegelapan malam. Apakah mereka para vampir yang akan membunuh kami untuk meninggalkan jejak kaum mereka? Aku rasa mereka hanya sekedar melihat dari kejauhan dan tak berniat mendekat. Sepertinya mereka tahu bahwa aku akan pergi ke sarang mereka. Lalu buat apa mereka menyerangku saat ini jika aku bisa mati dengan indahnya di sarang mereka? Mungkin itu yang ada di benak mereka saat ini.

Dengan tanpa pikir panjang kupacu mobilku menuju tempat yang Yesung-ssi maksudkan. Jalan terasa sangat sepi malam itu. Tak banyak kendaraan yang bersimpangan denganku. Sepertinya suasana jalanan saat itu mengingatkanku bahwa aku tengah menuju peti matiku sendiri. Jalanan tampak begitu mencengkam. Masih bisa kurasakan ada sosok-sosok yang mengikuti perjalananku ini. Tapi mereka tak terlihat. Tersembunyi. Aku berusaha tak mempedulikannya. Kupacu terus mobilku sekencang-kencangnya.

Sebelah kanan dan kiri jalan sudah berubah menjadi hutan belantara. Semua tampak gelap dimataku. Sinar yang ada hanyalah dari lampu mobilku yang sedikit redup. Apalah yang bisa diharapkan dari mobil tua? Kususuri jalan lurus itu tanpa henti. Aku tak pernah kemari. Tapi di dalam hati ini timbul suatu perasaan yakin bahwa Jaejoong ada disana. Dan aku tengah menuju kesana saat ini. Lambat laun bisa kulihat sebuah kastil tua menjulang tinggi dari kejauhan. Bagaimana bisa tak ada orang yang tahu tentang tempat seaneh ini? Sepertinya memang perjalananku kemari sudah dipermudah oleh mereka. Mereka seakan membimbingku untuk kemari dan menunggu kedatanganku. Sepertinya mereka sudah tak sabar untuk menghabisiku. Kudekati kastil itu dan berhentilah aku di depannya. Kuamati sesaat kastil itu. Sebuah kastil tua yang halaman nya tidak terawat. Tampak daun-daun berguguran dimana-mana. Cat temboknya pun sudah banyak yang mengelupas dan berubah kecoklatan. Tampak kastil itu sangat suram dan gelap.

Kumatikan mesin mobilku dan kuturun dari mobil. Kulangkahkan kakiku perlahan ke dalam kastil itu. Tak ada seorang pun disana.

“Jaejoong.. Jaejoong.. Dimana kau??” aku berusaha memanggil-manggilnya.

Ku susuri lorong-lorong yang ada di rumah itu. Lorong-lorong sempit yang sangat gelap dan banyak sarang laba-laba dimana-mana. Bangunan tua yang sangat mirip dengan seting film-film horor yang ada di TV TV. Ku terus menelusuri lorong. Entah mengapa ada suatu keyakinan bahwa Jaejoong berada di ujung lorong ini. Sepertinya ada sesuatu yang menarikku untuk kesana. Mungkin perasaan cinta kami yang memberi tahuku keberadaannya.

Tak terasa akhirnya aku tiba di sebuah ruangan yang sangat besar dengan langit-langit yang sangat tinggi dan gelap. Hanya tampak kumpulan lilin-lilin melingkari sesosok seseorang di depan sana. Siapa itu? Jaejoong kah? Benarkah itu Jaejoong??

Kuberlari ke arah lingkaran lilin dan mendapati Jaejoong yang tengah terbaring di tengah lingkaran lilin itu. Matanya masih tertutup.

“Jaejoong..”

“Jaejoong.. Bangunlah..”

“Aku disini boo bangunlah..” kataku sambil memeluknya dan menepuk-nepuk pipinya.

Dia belum juga terbangun.

Kemudian aku teringat dengan kata-kata Yesung-ssi yang mengatakan bahwa Jaejoong tidak mati,dia hanya mengalami masa hibernasi dan jika dia meminum darah maka dia akan kembali hidup seperti sedia kala. Yang kupikirkan saat itu adalah membuat Jaejoong hidup kembali. Apapun akan aku lakukan demi dirinya.

Kupukul-pukulkan tanganku pada lantai..

Sakit..

Ahh.. Sakit…

Kulihat tanganku memerah karena perbuatanku sendiri. Tapi tak kudapatkan darah sedikitpun dari tanganku yang sudah sakit itu.

Apa yang harus aku lakukan untuk mendapat darah.

Kukuku… Ya.. Kukuku cukup kuat.. kutarik sendiri kulit tanganku dengan kukuku dengan sekuat-kuatnya.

Sakit..

Ahhh…

Sedikit darah keluar dari sana. Tapi kurang.. Darah segini tak ada artinya. Lalu aku harus bagaimana. Tak kutemukan sesuatu yang ada di sekitarku yang bisa kugunakan untuk melukaiku sendiri.

Tanpa sadar kugigit bibir bawahku sendiri saat itu ketika ku merasa bingung tak tahu harus berbuat apa. Namun akupun teringat, betapa mudahnya bibir untuk dilukai. Gigikupun cukup kuat untuk mengigit. Tanpa pikir panjang kugigit sendiri bibir bawahku sekuat-kuatnya. Tak kupedulikan rasa sakit yang menyeruak dari bibir ini.

Ahhhh…

Sakit..

Kuraba bibirku sendiri. Kurasakan ada yang mengalir disana.

Darah..

Aku berhasil membuat luka.

Dengan cepat kukecup bibir Jaejoong, kusalurkan darah yang mengalir dari bibirku pada bibirnya. Kugigit lebih kuat lagi bibir ini untuk memperbesar luka yang ada. Perih sekali rasanya. Tapi aku tak peduli. Kutekan sendiri bibirku dengan bibirnya berharap darah yang keluar kian banyak.

“Jae… Bangunlah.. Jae…” ucapku dengan bibir menahan sakit.

Sepertinya darah yang kuberikan masih jauh dari kurang. Aku butuh darah yang lebih banyak. Aku butuh luka yang besar. Lagi-lagi kuamati ruangan itu lebih teliti. Ku cari di sekitarku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk membuat luka. Tapi aku tak menemukan apapun. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah jendela kaca. Akupun segera berlari ke arah jendela itu dan kupecahkan kaca itu dengan tanganku.

PLARRRRR…..

Kaca itu pecah berhamburan. Kurasakan tanganku sudah terluka saat memecahkan kaca ini. Ku berusaha memencet-mencet bagian yang terluka. Sakit.. Perih.. Tapi sama sekali tak ada darah yang berhasil keluar.

Aku harus membuat luka yang lebih besar sehingga darah dapat mudah mengalir dar tanganku. Kuambil potongan kaca yang cukup besar. Ku kembali mendekat ke tempat Jaejoong berbaring dan kugoreskan di telapak tanganku sebuah sayatan yang cukup dalam.

Ahhh…
Kali ini kurasakan sakit yang amat sangat. Bagaimana mungkin ada seseorang dengan sadar melukai dirinya sendiri seperti aku ini jika sudah tidak waras?? Ya benar.. Aku sudah gila.. Aku benar-benar gila karena namja cantik yang tengah terpejam di depanku ini. Kutahan perasaan perih, sakit dan miris dari dalam hatiku saat berusaha membuat sayatan. Semua ini demimu Jae..

Setelah kubuat luka sayatan yang dalam itu di telapak tanganku, tampak mulai mengalir darah segar dari telapak tanganku. Ku arahkan tanganku ke bibir Jaejoong agar tetesan darah dari tanganku bisa langsung jatuh di bibirnya. Kuberusaha membuka sedikit mulutnya agar memudahkan darah masuk ke dalam mulutnya.

“Jaejoong.. Minumlah..”

“Minumlah yang banyak.”

“Setelah kau meminumnya, segeralah bangun Jae..”

“Segeralah bangun..” kataku memohon pada sosok yang masih belum sadarkan diri itu.

Mengapa darahku tak bisa membuat bangun juga. Atau kurang banyak darah yang aku berikan. Akhirnya kubuat luka yang lebih dalam di telapak tanganku yang satunya.

Ahhh…

Aku benar-benar sudah gila rupanya. Aku tak takut sedikitpun ketika melakukannya. Yang ada di benakku adalah segera membuatnya sadar. Darah mengucur deras dari tangan kananku kali ini. Ku alirkan kembali darah dari lukaku ini di bibirnya.

“Jae… Kumohon.. Segera bangunlah…”

Tiba-tiba aku merasa sangat terkejut saat tiba-tiba ada sebuah tangan membanting tubuhku hingga aku terpental jauh.

BRAKKK!!!!

“Ahh…” kurasakan sakit di seluruh tubuhku.

Jangan pernah kau mendekati Jaejoong kembali!!” bentak namja yang telah membantingku itu.

Aku berusaha melihat sosoknya. Kudapati seorang namja bertubuh tinggi besar tegap dan berwajah keras tengah menatapku tajam.

“Siapa kau? Apa hak mu melarangku bersama Jaejoong..” tanyaku sambil meringis kesakitan.

“Aku Choi Siwon.. Akulah yang berkuasa atas semua vampir di muka bumi ini. Jangan pernah kau berani mendekati Jaejoongku lagi.” Ucapnya lantang yang seketika membuatku marah.

“Cihh… Jaejoong’mu’ katamu?? Jaejoong tak pernah menyukaimu.. Dan siapapun kau. Kau tak ada hak pada dirinya.” ucapku sambil berusaha bangkit. “Jaejoong mecintaiku seorang. Hanya aku. Dan selamanya hanya akulah yang dia cintaiku.” Ucapku tak kalah lantang sambil berjalan tertatih-tatih mendekati Jaejoong kembali.

Belum juga aku tiba di dekat Jaejoong, dia memukul perutku dan membuat tubuhku terlempar jauh kebelakang. Tubuhku menatap tiang raksasa yang berada berpuluh-puluh meter dari tempat ku semula. Akupun berusaha bangkit sekuat tenagaku. Rasanya sakit disekujur tubuhku. Tapi aku akan tunjukan pada semua bahwa aku tak akan menyerah demi Kim Jaejoong yang sangat aku cintai. Kuberjalan dengan sisa tenaga yang ada terseok-seok hendak mendekati Jaejoong. Dan lagi-lagi belum sempat kutiba disisinya, namja itu menendang tubuhku hingga terhempas ke belakang. Darah segar mengalir menganak sungai dari kepalaku yang terantuk benda keras.

Ahhhh…

Sakittt…

Tapi kau harus tahan Jung Yunho..

Sakit ini tak ada apa-apanya dibanding rasa sakit jika ketika ditinggal pergi oleh Kim Jaejoong..

Sakit ini benar-benar tak ada apa-apanya!!!

[Author pov]

Yunho bangkit dan berusaha mendekati Jaejoong lagi, lagi dan lagi. Berkali-kali tubuhnya dibanting, ditendang, dipukul, dilempar hingga menatap, menabrak, menghantam semua barang-barang yang ada di sekitarnya dia terus bangkit dan bangkit.. Walaupun tubuhnya telah terantuk dan menghempas ke arah meja, rak dan kursi hingga hancur berantakan. Walaupun tubuhnya telah menghantam tembok berkali-kali. Walaupun tubuhnya penuh darah dan mungkin ada beberapa bagian tulangnya yang telah patah. Tapi dia tidak mempedulikan luka-luka di sekujur tubuhnya itu sama sekali. Tubuh manusua lemahnya itu terus bangkit dan bangkit.

Sebenarnya tubuh Yunho sudah tak mampu untuk bangkit kembali tapi hatinya lah yang selalu ingin bersama Jaejoong yang telah membuatnya tubuhnya menjadi selalu kuat dan terus bangkit untuk selalu berada di dekat Jaejoong.

“Kenapa??”

“Wae???”

“Kenapa kau terus bangkit dan bangkit???!!” teriak Siwon pada Yunho dengan berjalan mendekati tubuh yang tak berdaya itu.

Didongakan dengan kasar kepala Yunho dengan sangat lemah untuk menatapnya.

“Karena aku sangat mencintainya. Aku tak ingin berpisah kembali darinya..” jawab Yunho masih berusaha bangkit perlahan.

“Sampai kapan kau akan terus bangkit seperti ini haa??” tanya Siwon sambil menarik kerah pakaian Yunho.

“Selamanya aku tak akan pernah berhenti..” jawabnya lirih.

Kali ini tubuhnya sudah terlalu lemah untuk bangkit, dia mencoba untuk bangkit, tapi gagalah dia hingga tubuhnya kembali terbaring lemah di lantai, berkali-kali dia berusaha bangkit, berkali-kali jugalah dia gagal untuk bangkit. Tubuhnya benar-benar tak mampu untuk bangkit lagi. Seluruh tubuhnya sudah terlalu sakit karena luka-luka yang Siwon timbulkan, bahkan untuk duduk pun dia sudah tidak sanggup.

“Liatlah!!” seru Siwon dengan kerasnya

“Lihatlahhhh!!!”

“Saat ini kau tak bisa bangkit kembali.. Tubuh manusia busuk mu itu begitu lemah dan menjijikan!! Kali ini apa yang akan kau lakukan haa manusia??!” tanyanya geram.

Tampak Yunho tak mau begitu saja menyerah. Dirinya yang sudah tak sanggup bangkit kembali pun, memilih menyeret tubuhnya sendiri untuk mendekati Jaejoong. Diseretnya secara perlahan tubuhnya sendiri dengan sisa tenaga yanga ada.

“Dasar kau manusiaaaa!!! Demi makhluk hina sepertimu, kenapa Jaejoong sampai berani menolakku dan rela mati untuk melindungimuuuu??!! Haaaa???!!” tanya Siwon sudah terlampau emosi.

“Cinta!” jawab Yunho  masih sambil berusaha menyeret tubuhnya.

“Cinta??!!”

“Ha?? Cinta???! Cihhhhh…” sahut Siwon sambil meludahi wajah Yunho.

Yunho tak mempedulikan lagi namja yang tengah berdiri di depannya itu lagi. Terserah baginya Siwon akan melakukan apa padanya. Yang pasti dia harus bisa berada di sisi Jaejoong saat ini. Siwon begitu murka melihat Yunho yang masih saja berusaha mendekati Jaejoong walaupun kondisinya sudah sangat menyedihkan itu. Dia amat murka dengan cinta kedua makhluk berbeda ini. Dia amat murka kenapa demi makhluk rendahan seperti Yunho, Jaejoong rela menolaknya, raja vampir yang agung dan berkuasa. Dia amat murka melihat drama percintaan yang menjijikan di depannya ini. Bagaimana bisa seseorang rela mati demi yang lain hanya karena cinta.. Sebuah kata yang tak lebih dari 5 huruf itu. Sebuah kata yang amat sangat dia benci itu. Dilihatnya Yunho masih terus menyeret tubuhnya sendiri. Emosi Siwon sudah berada di ubun-ubun. Ingin rasanya ia segera menyelesaikan permainan ini dengan cepat. Ditariknya tubuh hina itu dan cengkeramnya erat dengan kedua tangannya.

“Terakhir kali aku bertanya. Apa sebenarnya arti cinta, hingga kalian berdua ingin selalu bersama dan tak ingin dipisahkan oleh apapun juga, hingga kalian rela melakukan apapun, rela melakukan hal-hal bodoh, bahkan rela mati demi yang lain?? Sebenarnya apa arti cinta haaa??!!” teriak Siwon sambil bersiap membunuh Yunho.

Yunho terdiam sesaat. Menatap balik sepasang mata yang tengah menatapnya murka. Diamatinya namja yang sudah bersiap membunuhnya itu dengan tajam.

“Kau sudah menjawabnya semuanya, aku tak perlu mengulangnya. Ya, itulah yang namanya CINTA..” jawabnya sambil tersenyum penuh makna.

Mendengar jawaban Yunho yang seperti itu membuat Siwon kian terbakar amarah. Dicengkeramnya lebih erat kepala Yunho hendak dipatahkannya leher lemah itu.

“Manusia Bangsattttt!!!!!!!!”

Namun tiba-tiba..

“Hentikan!!!!!!!!!!!!” terdengar suara dari arah belakang.

Yunho yang sudah nyaris mati itu dan Siwon yang sudah hampir membunuh Yunhopun melihat ke arah sumber suara. Ternyata yang berkata adalah…

“Jaejoong..” ucap Yunho lirih dengan sebuah senyuman bahagia tersungging dibibirnya.

TBC

Bagaimana komentarnya reader sekalian? *cieee bahasanya formal*

Tunggu kelanjutannya di Chapter 42 – That’s Love (Part 2), chapter itu akan menjadi akhir dari serial panjang yang penuh emosi,cinta, suka, duka, pengorbanan, persahabatan, keluarga, dan lainnya.

Terimkasih banyak gak bosen-bosennya aku ucapin buat pembaca setia Fanficyunjae terutama serial Bloody Love ini.

Makasih,, makasih,, makasih,,

Yunjae is Real

-Beth-

17 thoughts on “Bloody Love Chapter 42 – That’s Love (Part.1) | @beth91191

  1. Omoooo >.<
    That's soooo sweet,romantic,touching,ahhh pokoknya complete deh fellingnya
    Kereeenn beth (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
    Yunpa n jaema rela ngelakuin apa aj bwt satu sama lain..
    Hayooo cepet update lanjutannya,,ud ga sabar nih unn pengen bacanya

  2. huaaaaa,akhirnya bisa juga baca ff ini lg
    waaaw,yunho kereeen bgt,rela berkorban demi jae
    waduuuh siwon hampir z ngebunuh yunho,
    penasaran banget,pengen baca chap selanjutnya

  3. akh smua ny..rumit!
    Tp q trsentuh bgt dgn pngerbanan yunppa..aduh siwon udhlh cri kbhgian laen aj y,ga bgus lo ngrebut pcr org hmhm
    eh umma…!

  4. huweeeee T.T kasian appa,,ntu napa sie siwon sebegitunaaa,,,jangan ya won,,jemom cuma buat yundad,,km ma yg lain y??*lemparheechul*,,,thorrr hrs hepiendddingg,gg bosen”na aq ngingetin bwt nie epep hapiend,,,gg rela klo umpa pisah Y.Y,,, endingna bnr” gg ketebak,,,,hwaaa gg rela bludilpo tamaaattt,,,gak gak gak relaaa(?),,,huhuhu~,,

  5. aaaaa…
    appa keren…
    utnung umma blon mati
    yeye…

    aaaa…
    siwon ga suka ma jaema kan brarti
    klo dy ga ngerti cinta…

    jaema bangun
    asiiik2….
    ntar yunpa jd vampire juga ga iaa…
    hmmmm

  6. ternyata bener siwon merahasiakan yang sebenarny bwat kepentingan pribadi… hua,, buruan update ending ny..penasaran nich,, geleng2 kepala demi bwat jae sadar yunho rela lukai diri sendiri…

  7. aah.. ngeri pas liad yunppa nglukain driny ndiri..
    ga tegaaa

    jeje dah bngun? mdah2n dy nyelametin yunnie..

  8. jadi siwon tuh boong sama jaejoong.. ish siwon jahat juga
    lho koq orang yang ditakdirkan ke jeje ada 2 sih?? *bingung*

    jeje bangun, yippi cepet selametin yunho dr amukan siwon.. semoga jeje denger semua pembicaraan siwon-yunho.. trus ninggalin siwon..

  9. kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenn………
    jaema banguun
    cpaten slamatin yunpa

    bner” salut bgt ama yunpa perjuangan yunpa
    ampe rela ngelukai diri’a sendiri dan hampir mati demi mempertahanka cinta’a
    so sweet><

  10. Ya!!!!! Wonie jangan sadis” ma appa q ntar q laporin ma uke nya loh…. Yeay!!!!!! Umma dah bngun…. Ayo jma hajar aja tuh abang wonwon… Hahahahahahha biar tau rasa.. Hehehehe

  11. Wowowo serem banget si Siwon (o.o”)
    ayo jae selamatkan yunho!!!
    Vampir cantik VS vampir tampan *eehhh*

  12. Sesek lihat prjuangan appa😦

    Hiks hiks hiks

    Siwon bner2 bkin emoshinki
    Knapa hrus mmaksakan khndak sprti itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s