[YUNJAE] I Want You – part 2


nih ff hampir sebulan udah gak ak lanjutin.. padahal nulis ini cuma butuh waktu 3 hari -__-

demi apa sekarang susah banget cari-cari waktu buat bermesraan sama laptop <– curhat lagi

oiya..

ini aku bikin dalam kondisi terburu-buru, cepet-cepetan banget. jadi kalo kurang memuaskan mian yaa *bow*

diusahain chapter depan lebih bagus dari chapter sebelumnya😀

 

 

Judul   : I Want You..

Author  : sherly

Rating : PG

Genre  : romance

 

Yunho tetap tidak berekspresi “changmin-ah..”

“ne?”

“aku menginginkannya.”

“hah? Yang benar saja hyung..” jawab changmin sambil tertawa, mengira kalau yang barusan dikatakan yunho hanyalah sebuah joke, namun tawa changmin menghilang saat dilihatnya raut serius di wajah hyungnya itu, memang tidak melihat ke arah changmin, pandangan yunho tetap lurus ke depan, tapi ia bisa merasakan aura-aura yang tidak bersahabat berada di sekitar hyungnya, maka dari itu ia menggeser tubuhnya menjauhi yunho walaupun itu percuma karena mereka berdua masih tetap di dalam satu mobil sekarang.

“hyung serius?” tanya changmin, yunho menoleh dan menatap changmin dengan wajah serius.

“kau pikir aku sedang bercanda hah?” tanya yunho balik lalu memalingkan wajahnya, changmin menelan salivanya karena wajah yunho tadi cukup menyeramkan baginya.

“alright hyung, I got it..”

Hening..

1 detik..

2 detik..

3 detik..

4 detik..

5 detik..

Changmin menoleh secepat kilat pada hyungnya dengan kedua mata yang terbuka dengan sangat sempurna.

“TAPI DIA KAN NAMJA HYUNG?!” teriaknya membuat supirnya mengerem mobil tiba-tiba dan menoleh ke belakang.

“ada apa tuan?” tanya supir itu sopan, yunho tersenyum pada supir itu.

“tidak ada apa-apa ajusshi, lanjutkan saja menyetirnya” setelah yunho berkata begitu, supir itu mengangguk dan kembali mengemudikan mobilnya. Sementara changmin? Dia masih dalam posisinya, menatap hyungnya dengan mata melotot dan wajah yang shock seperti baru saja mendapat kabar kalau ia tidak akan mendapatkan jatah makan malam ini.

“hyung..” changmin meraih pundak hyungnya jadi mereka berdua berhadapan sekarang “apa hyung sakit? Apa gara-gara teriakan yeoja-yeoja tadi otak hyung jadi agak terganggu lalu akhirnya hyung—“

“CHANGMIN!” teriak yunho dan melepas tangan changmin yang ada bahunya “ucapanmu ngelantur kau tahu? Lagipula apa salah aku menyukai jaejoong itu?”

“salah hyung, sangat salah malah” kata changmin yang tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran hyungnya, yunho menoleh lagi dan menatap changmin heran.

“salah? memang ada yang salah?” tanya yunho memiringkan kepalanya, berpura-pura menjadi anak polos.

“tentu saja ada yang salah hyung, apa harus kusebutkan?” tanya changmin, yunho mengangguk dan melipat kedua tangannya di depan dada menunggu jawaban dari changmin.

“satu..” changmin menaikkan jari telunjuknya dan meletakkannya tepat di depan wajah hyungnya “kau baru tahu tentangnya hari ini hyung” yunho mengangguk mengiyakan.

“dua..” changmin menaikkan jari tengahnya  “pasti akan susah menaklukannya hyung, kau harus tahu itu” yunho sekali lagi mengangguk, tidak mengelak jawaban adiknya.

“dan yang ketiga, yang paling penting” chanmgin menaikkan jari manisnya dan menatap hyungnya lekat-lekat “dia itu adalah namja hyung, sama denganmu” yunho mengangguk lagi dan tersenyum, ia menyingkirkan tangan changmin dari depan wajahnya.

“aku tahu semua itu” kata yunho santai kembali focus memandang jalanan di depan, changmin mengerutkan alisnya.

“lalu?”

“aku tahu tentang semua itu dan kurasa tidak masalah” jawab yunho santai sedangkan changmin semakin terkejut mendengar jawaban hyungnya, apa orang itu sudah benar-benar gila hah?

“kurasa amerika sudah meracuni otakmu hyung” ucap changmin masih tidak percaya lalu memalingkan wajahnya melihat ke luar kaca mobil, tidak mau ambil pusing lagi karena obrolannya dengan yunho beberapa saat yang lalu. Bagaimana bisa hyungnya menjadi seorang yang.. ah.. sudahlah.. tidak perlu diingat lagi.

.

.

.

.

Saat ini, jaejoong dan junsu tengah duduk di kelas jaejoong, hanya berdua. Tentu saja, karena bel pulang sekolah sudah berbunyi kira-kira 2 jam yang lalu, dan mereka baru saja menyelesaikan latihan vocal bersama guru pembimbing mereka.

“hyung.. hyung sudah tahu murid baru itu?” tanya junsu yang duduk berhadapan dengan jaejoong dan mereka hanya terpisah oleh sebuah meja putih.

Jaejoong mengerutkan alisnya “kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“ahh.. ani.. aku hanya bertanya” jawab junsu lalu memalingkan wajahnya.

“kau sudah bertemu dengannya kan?” tebak jaejoong tanpa basa basi, junsu menoleh pada jaejoong dan tertawa kecil.

“ne! kau belum bertemu dengannya?” junsu balik bertanya, jaejoong menyandarkan punggungnya di kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada, memandang junsu dengan tatapan yang.. err.. datar?

“aku… mungkin sudah bertemu dengannya” jawab jaejoong dengan nada yang terdengar agak ragu-ragu.

“mungkin?”

“iya, sepertinya aku bertemu dengannya waktu istirahat tadi, waktu namja itu sedang dikejar-kejar para penggemarnya..”  jaejoong menjelaskan dengan santai, sepertinya tidak tertarik dengan topic bahasan sekarang, sangat berbeda dengan junsu yang sekarang kedua matanya tengah berbinar-binar, sangat jelas terlihat kalau ia menikmati topic ini.

“benarkah? Lalu? Apa hyung juga ikut berteriak-teriak seperti mereka?” junsu bertanya dengan antusias,jaejoong memutar kedua bola matanya.

“tentu saja tidak! aku bahkan mengusir mereka semua” jawab jaejoong santai.

“ahh..” junsu mendesah pelan lalu ikut menyandarkan punggungnya di kursi seperti “kenapa hyung mengusir mereka?”

Jaejoong mengangkat kedua bahunya bersamaan “apa ada yang salah kalau aku mengusir mereka?”

Junsu terdiam. Benar juga, sebenarnya tidak ada masalah kalau sunbaenya itu mengusir para yeoja tadi, tidak ada pengaruhnya, mana berani mereka semua melawan seorang kim jaejoong?

Tiba-tiba jaejoong bangkit berdiri dari kursinya dan mengambil tasnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, junsu yang melihat itu spontan ikut berdiri dan mengambil tasnya pula, mengikuti di belakang jaejoong yang sekarang berjalan menyusuri koridor sekolah.

“hyung.. hyung akan pulang sekarang?” tanya junsu saat mereka sudah mendekati gerbang sekolah.

Jaejoong menghentikan langkahnya, begitu pula dengan junsu, lalu ia menoleh menatap junsu dengan tatapan coolnya, “iya, kau masih ingin di sekolah?”

Junsu menggeleng cepat “kau tahu sekolah sudah sepi sekarang hyung, aku tidak punya teman kalau aku tetap di sini” Jaejoong mengangguk menyetujui dan mulai berjalan lagi hingga akhirnya mereka berdiri di depan sebuah mobil berwarna putih.

“kau mau kuantar?” tawar jaejoong, junsu menggeleng lagi.

“tidak hyung, nanti aku akan mampir ke toko sebelum pulang, sepertinya lama, kau pulang sendiri saja” jawabnya tersenyum.

“baiklah” jaejoong masuk ke dalam mobil dan menyalakannya, saat melewati junsu, ia membuka sedikit kacanya, “aku pulang dulu! Hati-hati ne!”

“ne..”

BRUMM

Mobil putih itu sekarang sudah melesat pergi meninggalkan junsu sendirian di tempat parkir, ia berjalan pelan menuju halte bis dekat situ sambil sesekali menendangi kerikil kecil yang ada di depan kakinya.

.

.

.

.

 

Namja cantik itu berjalan memasuki rumahnya, rumah mewahnya, rumah yang bernuansa serba minimalis mulai dari bentuk bangunannya sampai barang-barang di dalamnya, sepertinya bukan benda murah eoh?

Saat ia hendak beranjak ke dapur, dirasakannya ponsel di dalam saku celananya bergetar, dengan cepat ia mengambil ponsel itu dan membaca pesan yang masuk.

 

From: Umma

Jaejoong-ah.. mianhae, umma ada pekerjaan kantor yang agak banyak hari ini jadi mungkin pulang malam, makanlah dengan teratur ne? saranghae❤

 

Jaejoong menatap layar ponselnya dengan tatapan sinis, pekerjaan kantor yang agak banyak hari ini? Apa tidak salah? pekerjaannya setiap hari memang banyak, sehingga orang itu tidak pernah pulang. Cih, sudahlah.. jaejoong tahu itu, tidak ada gunanya pula berbohong.

“tuan muda..” seorang pembantu memanggilnya sambil berjalan ke arahnya “sudah pulang? Tuan muda ingin makan sekarang?”

“tidak, nanti saja, aku ke kamar sekarang, jangan diganggu”

BLAM!

Hey.. kalian tahu sendiri kan? bahkan pembantunya lebih perhatian ketimbang ummanya sendiri, miris.

.

.

.

.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, namja tampan itu masuk ke dalam kamar yang bernuansa hijau itu, kamar dongsaengnya dan dengan santainya langsung duduk di ranjang yang ada di dalam kamar itu, seakan tidak peduli dengan tatapan tajam yang sudah mengintainya sejak ia masuk ke dalam kamar itu.

“sedang apa hyung sini?” tanya changmin to the point, ia yang sedang duduk di atas kursi meja belajarnya sedikit membalikkan badannya untuk melihat orang yang baru saja masuk tanpa ijin ke dalam ‘ruang privasi’nya, masih dengan tatapannya yang bingung sekaligus tajam.

Orang yang tadi masuk seenaknya hanya tersenyum kecil dan menggeleng pelan “aku bosan saja di kamarku, tidak ada yang menarik.”

“lalu apakah menurutmu di kamarku ini ada yang menarik eum?”

Orang itu menggeleng sekali lagi, “tapi setidaknya aku bisa bertanya beberapa hal padamu” jawabnya lalu berbaring di ranjang itu dan merentangkan kedua tangannya, sedangkan yang diajak bicara hanya memutar kedua bola matanya.

“bertanya? Tentang? Ayolah hyung.. aku sedang sibuk..” well.. dia tidak berbohong, ia benar-benar sibuk sekarang, tugas yang menumpuk ditambah lagi dengan ulangan matematika besok, tsk~

“namja yang bernama kim jaejoong itu”

Changmin menghembuskan nafasnya tidak percaya, apa benar hyungnya ini benar-benar tertarik dengan namja yang bernama kim jaejoong itu? sepertinya agak sulit diterima dengan akal sehat..

“yah! Jangan diam saja!” yunho berkata lalu mendudukkan badannya kembali, changmin berdecak pelan mendengarnya.

“lalu.. apa yang harus kukatakan? Aku masih shock seorang JUNG YUNHO adalah seorang penyuka sesama jenis!” yunho tidak bergeming mendengarnya, malah menatap changmin datar “ah sudahlah lupakan.. apa yang mau hyung ketahui?” tanya changmin tidak sabar, ia ingin menyelesaikan ini semua secepatnya dan berkutat kembali dengan tugas-tugas menjengkelkan itu, yunho tersenyum puas mendengarnya.

“pertama-tama, ceritakan saja tentang bagaimana dia secara umum, tidak perlu terlalu mendetail, arraso?”, changmin mengangguk pasrah menuruti permintaan hyungnya, toh sesekali berbuat baik juga tidak ada salahnya.

“kim jaejoong.. adalah seoarang siswa berprestasi di sekolah, terutama di bidang menyanyi. Ia bisa sering membolos sekolah untuk mengikuti kontes menyanyi, dan oh.. tentu saja dia menang. Biasanya kim jaejoong itu bernyanyi duet dengan kim junsu, adik kelasnya dan juga adik kelasku.. ah tapi.. ia sekelas denganku” jawab changmin panjang lebar, yunho manggut-manggut tidak jelas.

“lalu bagaimana dengan teman? apa dia punya banyak teman?”

“nah itu masalahnya hyung” changmin menjentikkan tiga jari tangan kanannya “setahuku ia hanya punya teman kim junsu dan park yoochun, mungkin diakrenakan sifatnya yang sangat tertutup dan dingin itu, sayang sekali..”, yunho manggut-manggut lagi mendengar penjelasan changmin.

“ahh iya, siapa itu park yoochun?”

“park yoochun? Dia ketua murid di sekolah kita, seangkatan denganmu.. tapi kurasa tidak satu kelas denganmu”

“alright.. bagaimana dengan keluarganya?” tanya yunho dengan nada penasaran, nampaknya sangat tertarik dengan topic pembicaraan kali ini.

“itu dia hyung, ia adalah orang yang sangat tertutup.. aku tidak tahu tentang keluarganya, tapi kurasa dia anak orang kaya.. ia tinggal berangkat ke sekolah dengan mobil”

“sempurna.”

Eh?  Changmin menoleh heran menatap hyungnya, sempurna? Apanya? Kim jaejoong itu?

“sempurna? Bagaimana bisa hyung?”

“satu” yunho mengangkat jari telunjuknya “ia pintar menyanyi, suaranya bagus, jadi ia adalah orang yang berprestasi kan?”

Changmin diam untuk beberapa saat lalu akhirnya mengangguk mengiyakan pernyataan dari hyungnya.

“dua” yunho mengangkat jari tengahnya tanpa menurunkan jari telunjuknya “ia hanya punya sedikit teman, itu artinya dia tidak sembarangan memilih teman, sangat jarang mendapatkan orang yang berprestasi dan populer namun tidak memiliki banyak teman kan?”

Changmin terdiam lalu dan pada akhirnya mengangguk mengiyakan walaupun ia sulit untuk mengakuinya, aishh~  ia bahkan tidak pernah berfikir dari sudut pandang seperti yang dilakukan hyungnya sekarang, terang saja.. yang ada di pikirannya hanya, tentu saja.. makanan

“dan tiga” yunho menaikkan jari manisnya “dilihat dari dandanannya, orang itu pasti dari keluarga yang sangat berkecukupan, oh.. tunggu dulu, jangan salah paham.. bukannya aku matre atau memandang status, tapi kalau itu cukup membantu memperlancar mendapatkan ijin dari orangtua”

Changmin mengerutkan alisnya “ijin dari orangtua kita? Ijin untuk apa hyung?”

“tentu saja untuk berpacaran!”

SEETT~!

Changmin melempar pensil yang daitadi ia pegang di tangan kanannnya ke arah kepala yunho beruntung yunho berhasil menghindar jadi ia tidak terkena lemapran maut dari changmin.

“HYUNG SUDAH BENAR-BENAR TIDAK WARAS! GILA!!” teriak changmin frustasi, mungkin rasa-rasanya ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengakui bahawa hyungnya adalah orang yang seperti itu.

“hey.. calm down..” kata yunho santai lalu berdiri dari ranjang changmin dan melangkah menuju pintu kamar.

“ohya changmin, gomawo untuk informasinya, kau memang bisa diandalkan” ucap yunho sebelum akhirnya ia pergi menginggalkan changmin yang masih duduk dan bengong, tidak merubah tempat duduknya dalam beberapa menit terakhir.

.

.

.

.

 

Dua namja tinggi sekaligus tampan bergantian keluar dari mobil yang mengantar mereka, berjalan bersama menyusuri koridor sekolah sambil sesekali bercanda, seakan tidak mempedulikan murid murid, terutama yeoja, yang sedang membicarakan mereka.

“nah..” salah satu dari mereka menghentikan langkahnya “aku bisa pergi ke kelasku sendiri, kelasmu di lantai satu kan?”

“hyung yakin tidak perlu kuantar?”

“kemarin kau yang meninggalkanku, sekarang kau ingin menemaniku ke atas?”

Changmin menggeleng cepat-cepat “tidak tidak hyung, silahkan kalau yunho hyung mau ke kelas sendiri, annyeong!!” ia berlari meninggalkan hyungnya, takut-takut kalau nanti akan minta diantar seperti kemarin lagi.. ck..

Yunho memutar kedua bola matanya, seakan sudah tahu kalau ia pasti akan diperlakukan seperti ‘ini’. Ia membalikkan badannya dan oh.. keberuntungan sedang berpihak padanya pagi ini, namja yang ingin ia temui sudah ada di hadapannya sekarang. Senyum kepuasan terukir di bibir tipisnya itu, tanpa menunggu lama, ia berjalan menghampirinya.

“hey..” sapa yunho riang, namun orang yang disapanya hanya diam tidak berekspresi.. merasa sedikit kaget memang saat tiba-tiba ia mendapati seseorang berdiri di depannya dan juga menyapanya.

Merasa diacuhkan, yunho mengerutkan alisnya “kenapa kau tidak balas menyapaku?”

“apa perlu?”

Yunho tersenyum, meskipun hanya jawaban singkat tapi setidaknya orang itu tidak mengacuhkannya “sangat perlu, itu kesopanan, kau tahu?”

Setelah berkata demikian, namja di hadapannya diam lagi.. tidak mengerti apa tujuan yunho berbasa-basi seperti itu.

“sudahlah lupakan” ucap yunho “kau mau ke kelas kan? bagaimana kalau kita ke atas bersama? Aku tidak punya teman di sini..” ucapnya dengan nada dan wajah yang semelas mungkin.

“terserah..” jawabnya lalu mulai berjalan lagi, yunho dengan cepat menyusulnya dan berjalan di sampingnya.

“terima kasih, kim jaejoong..”

Sesampainya di depan kelas yunho, mereka berdua berhenti, namun tidak ada yang bergerak.. mereka hanya berdiri di depan pintu kelas yunho, jaejoong menatap yunho heran.

“kau tidak masuk? Ini kelasmu kan?” tanyanya sambil menunjuk ruang kelas di hadapan mereka denga dagunya, yunho menggeleng.

“tidak, aku ingin mengantarmu dulu ke kelas, baru setelah itu aku masuk” jawab yunho dengan memamerkan sederet gigi putihnya.

“tidak perlu, aku bisa sendiri..” jawab jaejoong mulai berjalan menuju kelasnya, dan meskipun sudah diberitahu, yunho tetap saja mengikutinya dari belakang.. seakan tidak mempedulikan murid-murid yang menatap mereka dengan tatapan ‘wow’

Sesampainya di depan kelasnya, ia segera masuk ke dalam kelas, tanpa mempedulikan namja yang tadi berjalan di belakangnya.

“JAEJOONG-AH! NANTI PULANG DENGANKU NE???”

Sontak teriakan yunho mengundang perhatian semua murid yang mendengarnya, tak terkecuali jaejoong.. namja cantik itu menoleh ke depan pintu kelasnya hendak protes, namun ternyata yunho sudah terlebih dulu pergi ke kelasnya.

Ah sudahlah..

.

.

.

.

Bel sekolah berbunyi, namja tinggi itu langsung melesat keluar kelas setelah sebelumnya ia telah mengirim sms pada dongsaengnya kalau ia tidak akan pulang bersamanya untuk hari ini. Namja itu berjlaan dengan penuh percaya diri ke depan ruang kelas yang jaraknya tidak begitu jauh dari ruang kelasnya, ruang kelas itu Nampak sudah sepi.. hanya ada beberapa murid yang masih di dalam sedang membereskan buku-buku mereka.

Karena keadaan kelas yang sudah sepi itulah, namja itu berani untuk masuk ke dalam ruang kelas itu, mendekati bangku kedua dari belakang, ada seorang namja cantik yang tampaknya masih membereskan peralatannya, sepertinya sangat serius karena ia bahkan tidak menyadari ada seseorang berdiri di depannya.

“ehem..”

Merasa keberadaannya belum juga disadari, namja tinggi itu berdehem untuk mendapatkan perhatian namja yang tengah sibuk membereskan bukunya itu, dan berhasil.. namja itu mengangkat wajahnya dan tampak terkejut.

“yunho-ssi, sejak kapan kau di sini?” tanyanya lalukembali focus untuk membereskan bukunya, yunho mengangkat kedua bahunya.

“entahlah, yang pasti belum cukup lama.. kau lama sekali membereskan buku-bukumu itu.. apa perlu kubantu?” yunho menawarkan diri, namun sepertinya terlambat.. karena sekarang namja cantik itu sudah menutup tasnya.

“tidak perlu, sekarang aku sudah selesai” katanya datar lalu berjalan hendak keluar kelas.

SRETT!

Yunho memegang pergelangan tangan namja itu, mencegahnya pergi.. mau tidak mau namja cantik itu menghentikan langkahnya dan menoleh.

“jaejoong-ah.. kita akan pulang bersama hari ini, kau ingat?” ucap yunho dengan senyumnya yang.. ahh.. kalian pasti tahu senyumnya seperti apa…

Jaejoong menggerakkan pergelangan tangannya, mencoba melepaskan cengkraman di pergelangan tangannya, “pulang bersama? Aku tidak bilang kalau aku setuju kan?”

“memang..” yunho semakin mempererat cengkramannya di pergelangan tangan jaejoong “tapi kau juga tidak menolak, aku anggap itu artinya kau setuju..”

“ahh.. ahh” jaejoong meringis kesakitan saat merasakan cengkraman yunho semakin erat, mau tidak mau ia harus mengalah sekarang, “baiklah baiklah, terserahmu sajalah” mendengar itu yunho tersenyum puas, ie melepaskan cengkramannya di pergelangan tangan jaejoong dan sekarang malah menggenggam telapak tangan jaejoong.

“kalau kau seperti itu daritadi kau tidak akan kesakitan.. nah.. ayo sekarang ikut aku..” yunho menarik jaejoong dan jaejoong hanya bisa pasrah mengikutinya dengan wajah memerah.. tidak ada gunanya menolak kan? mereka berdua pun meninggalkan ruang kelas – yang entah sejak kapan- sudah kosong tersebut.

Di parkiran…

“nah..” yunho menghentikan langkahnya, otomatis jaejoong juga berhenti berjalan “di mana mobilmu?”

Jaejoong mengerutkan alisnya “kau tidak membawa mobil? Kenapa harus pakai mobilku? Yunho menggeleng

“dongsaengku sudah pulang sejak tadi, aku tidak membawa mobil sendiri di sini.. jadi kita pakai mobilmu.. sekarang.. di mana mobilmu? Biar aku yang menyetir” ucap yunho panjang lebar, jajeoong memutar kedua bola matanya lalu menunjuk sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Yunho mengangguk mengerti “mana kunci mobilnya?” jaejoong mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku celananya dan menyerahkannya pada yunho “bagus.. ayo!” ajak yunho dan kembali menarik tangan jaejoong.

Sedangkan jaejoong? ahh.. ia masih berfikir kenapa ia tidak bisa protes pada namja yang sedang menarik tangannya sekarang ini, lagipula genggaman tangan ini, ia merasa.. ia menikmatinya.. ia juga merasa panas di wajahnya, apa mungkin wajahnya memerah sekarang?

‘argghh!! apa yang kau pikirkan kim jaejoong?!’ sahutnya dalam hati

.

.

.

.

Mobil putih itu berhenti di depan café yang tidak begitu ramai namun terkesan santai.. si penyetir melepas sabuk pengamannya, sedangkan yang duduk di sampingnya masih diam tidak bergeming, malah menatap heran pada café tersebut.

“kenapa diam? Ayo turun..” sahut yunho saat menyadari jaejoong diam saja

“bukan begitu.. bukankah kita harusnya pulang?” tanyanya tanpa melepaskan pandangannya di café tersebut, yunho tersenyum mendengarnya.

“aku lapar.. jadi ayo kita makan sekarang” jawabnya santai lalu bergerak untuk melepaskan sabuk pengaman jaejoong

Jaejoong mematung dalam posisinya, matanya memeprhatikan namja yang sedang melepaskan sabuk oengamannya sekarang, entah kenapa.. itu reflek.. mungkin karena jarak mereka berdua yang sangat dekat sekarang? Entahlah..

“kenapa memandangiku? Aku tahu aku tampan..” ucap yunho dengan senyum menggodanya, jaejoong tersentak.. ia tidak menyadari sejak kapan namja itu selesai melepaskan sabuk pengamannya, ia diam dulu sebentar untuk menstabilkan detak jantungnya lalu kembali memasang wajah datarnya

“percaya diri sekali.. ayo turun lalu segera pulang” ucapnya berusaha sedingin mungkin lalu keluar dari mobil dan memasuki café itu terlebih dahulu, meninggalkan namja yang sebenanya datang bersamanya.. ia tidak peduli.

Ia duduk di kursi untuk dua orang yang tadi ditunjuk oleh pelayan café tersebut, ia sibuk memperhatikan dafar menu sampai akhirnya yunho datang dan duduk berhadapan dengannya, ia mendongak sebentar lalu melihat daftar menu kembali.

“yahh.. yang lapar kan aku, kenapa kau yang meninggalkanku sendiri di mobil?” protes yunho karena tidak mendapat permintaan maaf dari jaejoong karena telah meninggalkannya di mobil.

“kalau begitu artinya..” jaejoong menutup daftar menu, memandang namja yang duduk berhadapan dengannya “harusnya kau yang pergi meninggalkanku di mobil”

“YAHH! BUKAN ITU MAK—“

“maaf, apa anda akan memesan sekarang?” tanya seorang pelayan yang berdiri di samping mereka, membuat yunho harus menahan sebentar pembelaannya

“ne.. aku pesan cream soup dan hot chocolate saja” ucap jaejoong tersenyum, pelayang itu dengan sigap menulis pesanan jaejoong

“anda tuan?” tanyanya gentian pada yunho

“emm.. aku sama saja sepertinya” jawab yunho secepat mungkin, karena memang ia belum melihat daftar menu itu.

“baiklah tuan.. silahkan tunggu pesanan anda..” kata pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

“oh iya, maksudku yang tadi itu—“

“sudahlah tidak perlu, tidak penting” potong jaejoong, karena memang ia rasa itu bukan hal yang begitu penting sampai-sampai harus diributkan berlarut-larut.

.

(makannya di skip yaa..😀 )

.

.

Mereka berdua sudah menghabiskan makanan mereka, mereka beranjak dari tempat duduk mereka.. yunho menuju ke kasir dan jaejoong ke pintu keluar.

“jaejoong-ah?”

DEG!

Jaejoong masih sangat mengingat suara ini, sangat sangat mengingatnya..  yeoja yang sedang bergelayut manja di lengan namja di sampingnya, kekasihnya kah?

“jihyun?”

“ahh oppa..” yeoja itu melepaskan pelukannya dari namja itu dan mendekati jaejoong lalu memeluknya sebentar, jaejoong hanya diam saja diperlakukan seperti itu, tidak tahu harus bersikap seperti apa, “sudah lama kita tidak bertemu.. apa kabarmu oppa?”

“baik, kau sendiri?”

Yeoja itu tersenyum manis “sangat baik, ahh.. aku sangat merindukanmu oppa..” ucapnya sambil menjiwit pipi jaqejoong

‘rindu? Padaku? benarkah?’ tanya jaejoong dalam hati..

“sudah jihyun-ah..” namja yang sejak tadi diam itu menarik tangan jihyun dari pipi jaejoong “kalau pacarnya melihat, ia pasti cemburu..”

Jihyun membulatkan mulutnya “pacar? Benarkah oppa? Nugu??”

“err.. itu..” jaejoong gelagapan menjawabnya, tidak tahu harus berkata apa karena pada kenyataannya.. ia tidak memiliki kekasih..

“jangan bilang oppa masih belum punya??” tanyanya dengan nada selidik, membuat jaejoong semakin terpojok.

“jaejoong?”

Mereka bertiga menoleh, menatap namja yang baru saja memanggil jaejoong, reflek jaejoong menarik namja itu dan memeluk lengan namja itu manja.

“ahh iya.. ini adalah namjachinguku, perkenalkan namanya yunho, Jung Yunho..” jawabnya dengan senyum manis berusaha menutupi wajah gugupnya.

-tbc-

 

22 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – part 2

  1. Ceritany makin seruuu ja nih chingu….si Jaejoong saking bingungny malah narik YH bilang dy pacar aigooooo pasti itu bakal jadi kesempatan YH wat deketin Jae….tapi tak apa YunJae Hwaiting!!!
    Chingu part selanjutny jgn lama” y “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

  2. hahhahaha…
    jaema ga bkal bisa nolak yunpa…
    wkwkkwkw…
    aaaa…
    yunpa lucu seenakny aj paksa jaema…
    wkkwkwkwk….

    yunpa ga gila minnie
    tp yunpa tu jth cinta…
    kwkwkkwkw…

    aaaa…
    ending ny bikin penasaran…
    jihyun tu mantanny jj iaaa…
    trs jj pura2 yunpa jd pcrk\ny
    wwkwkwkkwkw…
    lanjut iaa thor
    asap
    wkwkkw

  3. Wkwkwkwk jae duluan yg bilang yunpa itu namja chingunya.. Hahaha
    Lha emang sapa sih pasangan itu? Apa si cowo itu mantannya jae??
    Yunpa pasti melayang banged nih,dibilang pacar sama jeje..

  4. hahaha… luchu kelakuan changmin… kaget ngedenger klo yunho skrg jd gay,,hahaha… tu je gak bisa nolak ya, diajak pergi ma yunho.. jihyun tu sapany jae?? smpe narik yunho bwat bilang klo yunho namjachingu jae… hahaha..

  5. changminnya lucu =))
    jihyun itu mantannya jeje yaaO_o

    ciee ada yg pura” pacaran
    daripura” nanti malah beneran lagi (?) ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

  6. ini yang saya suka, kamu keren author! bisa menciptakan karakter yg bgitu pas pada diri Mereka tanpa terlalu membuat Mereka OOC😀
    alur cerita juga pas!
    proses pdkt Yunho n Jaejoong itu sweet n lucu skali. haha saya suka bgt!

  7. msh pnasarn m jae, ltar blakangnya, msa lalunya, klrganya, misterius bgt kesannya. jihyun siapanya? mantannya kah? tp kya jae yg dputusn duluan n msh suka #sotoy

  8. Kya!!!! Umma!! Ga nygka lngsung brubah kpribdian.. Jdi manja.. Hihihi yunpa sneng bnget pasti tuh… Hahaha

  9. suka deh sama sifat jaema yg cool n cuek bebek *lirik2 junchan ^^
    aq dkung smgt yunpa tuk kjr jaema.
    yg trakhir tu cewek cp yah? mantan jaema?? trus np blg kalo yunpa pacar.y??
    woahhhh….penasaran bget.
    Lanjuuut…

  10. hohoho..
    kyak’a skrg q mlai tw pa sbab dri skap sndin’a jaema!!

    ktemu ex.pcar n blg klo yunpa pcar’a yg skrg..
    hohohoho..
    gmn tanggapan yunpa ea??
    q pnsran?? pol pnsran’a,,

  11. aaahh jaemom ųϑªђ mulai ά̲ϑª rasa nih Ƙyπγª sam̶̲̅α̇ yundad…biasanya galak τρ pas tangannya di pegang yundad diem aja …!!!
    Eit…eit!!! Ngaku” yundad pacarnya!! Hati” jaemom…τªя̲ jatuh cinta beneran sam̶̲̅α̇ yundad

  12. Kyaaaaaaa
    umma main seret aja! Untung umma sama appa, coba kalau yg lain.
    Wkwkwk
    hari keberuntungan appa tuh!!

  13. yaakk..jaema ngaku2 kl yunpa namjachingunya..ha ha ha…posesif amat jaema…tp gpp, kn emang nanti jg bakal jd namjachingu beneran..eh kagak ding…diralat..yg benar jd hubbynya jaema..#suit suit#
    yunpa jatuh cinta pd pndangan pertama eoh???

  14. yunho jd pengalih perhatian dch… jihyun exyeojachingu jae z?
    yunho hwiting wat dptin jae…

  15. Ahahaha dgn skejap mata appa sung blang mengnginkan Kim Jaejoong.. Appa bkin muka ganteng’y minnie jdi jelek krn cengo *dgetok minnie

    Senyum2 trus baca’y.. Jarang kan appa yg ngejer2 umma.. Ngotot pula ga tw malu n narsis’y fufufu trus umma cuek2 tpi mw gtu.. Hihihi

    Woahhhh harus trima kasih ni ggra da Jihyun umma jdi ngakuin klo appa namjachingu’y kyaaaaaa umma ga slah’y pasti Jihyun cengo juga tu muka’y.. Cuma Casshipper yg brsorak sorai hahhaa

    Suka ma crita’y.. Biasa’y bca ff yunjae pasti d kelilingin ma pasangan gay gtu.. Jdi rda ssah masuk k crita.. Klo ni kan kya crita snyata’y aza.. Jdi brasa’y yunjae itu spesial.. Umma appa jga awal’y straight krn takdir jdi kjebak yunjae love deh.. Keren author unyu..^.^ ga sbar liat umpa kejebak hihihi

  16. nah…loh!berkah buat si yunpa nih…diakuin jadi pacar….meskipun pura2 sih.
    tapi tetep aja….rejaki😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s