FF / YUNJAE / ROMANCING TRAIN / T / Chap. 3


ROMANCING TRAIN ~Found You~

Author: Me a.k.a Jaehan Kim Yunjae

Pairing: Yunjae and Yoosu

Length: 3

Rating: T / Yaoi / Mpreg

Genre: Romance / Fluff

Cast:  

Kim Jaejoong

Jung Yunho

Park Yoochun

Kim Junsu

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other but I hope I can own them as my parents…. Okay, The plot, story and poster are mine.

 

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments and I don’t care with your comments.

 

A/N:

Ini dia chap tiga-nya

Ada sebagian yang Jaehan edit, tapi cuman dikit, mungkin ga terlalu terasa

Tapi Yoosu mulai muncul

Ini ff lama Jaehan, harap maklum kalau bahasanya rada aneh..^^

 

Happy Reading ^^

Yunho POV

Sungguh aku tidak pernah menyangkan bahwa orang tuaku dan adikku yang bandel itu akan setuju dengan pernikahanku dan Joongie, ini benar-benar diluar dugaan.. bahkan Umma dan Appa selalu memaksaku dan Joongie untuk segera memberikan cucu pada beliau berdua, satu bulan berada disana rasanya seperti berada di dalam persidangan.. setiap hari yang kami terima hanya pertanyaan dan pertanyaan ‘Kapan mau punya anak?’, anehnya Joongie tidak terlalu mempermasalahkannya.. Joongie bahkan hanya tersenyum dan mengangguk setuju setiap Umma dan Appa memberikan pertanyaan yang sama.

 

Padahal sesunggunya, mana ada pasangan suami istri yang tidak ingin memiliki anak? Aku juga sangat ingin memiliki anak dari perut Joongie, bahkan hampir setiap malam kami melakukannya… tapi sepertinya sang bayi masih malu untuk bertemu dengan orang tuanya.

 

Satu bulan berakhir dengan cepat.. tanpa terasa hari ini kami sudah kembali ke Jepang untuk melanjutkan apa yang telah kami tinggalkan disini. Pekerjaanku semakin menumpuk karena telah mengambil cuti satu bulan penuh dan Joongie juga harus kembali melanjutkan kuliahnya di Todai.

 

“Yunnie..” kurasakan tangan halusnya mengusap pipiku perlahan

“Mhmm..” aku sedikit bergerak dalam tidurku

“Yunnie”  kembali terdengar suara indah yang selalu aku rindukan

“Joongie… 5 menit lagi” gumamku sambil menarik tubuhnya mendekatiku dan mengenggam tangan halusnya di pipiku

“Yunnie jika tidak cepat-cepat kau bisa terlambat” ucapnya lagi

“Mmmm…” aku hanya menggumam dengan malas

“ayo bangun, sudah jam 8 loh” tambahnya

“Haii..” masih dengan malas-malasan aku  membuka perlahan mataku untuk menyesuaikan cahaya yang masuk dan melihat malaikat cantikku dihadapanku. Malaikat itu hanya tersenyum padaku

“boo” semakin kurangkul tubuhnya dalam pelukkanku dan menjatuhkannya dibawahku

“Yunnie!” decaknya kaget membesarkan matanya yang memang sudah besar

“boo aku rindu padamu” ucapku lagi dan mulai menindihnya dibawah tubuhku

“baka.. aku selalu disimu, apa yang kau rindukan?” balasnya tertawa menatapku

“tapi sudah hampir 9 jam aku tidak melihatmu” rayuku

“Aishh… kau ini, wajar kau tidak melihatku.. kita kan sedang tertidur” Joongie memukul pundakku lembut

“Ohayou..” sapaku padanya

“Ohayou..” balasnya kembali tersenyum

“Mmm..” ku dekatkan wajahku menuju leher putihnya dan mencium aroma vanilla yang selalu membuatku gila

“Hmm…. Yunnie” gumamnya

“boo.. aku rindu tubuhmu” ku ciumi seluruh bagian lehernya dan meningglakan warna keunguan disana, semua telah berubah merah keunguan oleh ciumanku

“Yunnie.. jangan sekarang, kau harus berangkat kerja mmhh.. dan aku…  ada kuliah pagi” balasnya mencoba mendorongku dengan kedua tangannya

“hai.. hai..” tarpaksa ku lepas genggamanku di tubuhnya dan beranjak dari ranjang

“aku akan menyiapkan sarapan, kau mandilah” Joongie tersenyum dan beranjak menuju pintu keluar

“matte”  ku genggam tangannya mencegahnya pergi

“Ne?” tanyanya bingung

“Chuu-“  ucapku menyentuhkan jari telunjukku ke bibirku

 

Joongie berbalik melihatku dan menyentuhkan bibir merahnya ke bibirku dengan lembut, aku suka perasaan ini.. perasaan ketika bibirnya menyentuh bibirku, rasanya seperti tidak ada permasalahan dalam hidupku. Ku tekan perlahan bibirnya dan ciuman kami semakin dalam, aku tidak ingin melepaskannya namun tetap aku tidak bisa menolak.. kebutuhan akan udara memaksaku melepaskan ciuman kami.

 

“suki dayo” ucapku menatapnya

“suki da” balasnya padaku dan aku beranjak menuju toilet di kamar kami untuk membersihkan diri, basanku terasa lengket sekali sejak kemarin malam

 

Setelah semua selesai aku berjalan menuju kamar dan melihat semua pakaian yang akan aku pakai dan kebutuhan yang aku perlukan hari ini sudah tersedia di depan mataku dengan rapi. Joongie memang istri yang sempurna, dia sangat pandai dalam pekerjaan rumah,, bahkan walaupun harus masuk pagi Joongie masih sempat mengurus keperluanku sebelum berangkat bekerja.

 

Ku pakai kemeja putih yang dibalut dengan jas abu-abu dan celana dengan warna senada, lalu merapikan dasi abu-abu bercorak garis miring dan rambutku yang masih berantakan. Setelah terlihat lebih rapi aku mengambil tas hitam di atas meja kerjaku dan berjalan menuju ruang makan untuk mencicipi sarapan terenak buatan istriku yang manis.

 

“Boojaeeeeee…” ucapku kegirangan langsung melempar tas kerjaku di atas meja makan dan memeluk Joongie dari belakang

“Yunnie kau mengagetkanku” ucapnya membalik wajahnya menatapku

“Hhmm… aromanya sangat harum”

“duduklah, aku akan membawa sarapannya”

“Hai” jawabku dan berjalan menuju meja makan dan Joongie mulai meletakkan seluruh makanan diatas meja

“Wahhh.. sepertinya sangat enak, istriku sangat pintar memasak” ucapku memujinya dan Joongie hanya tersenyum malu padaku

“Na.. Ittadakimasu” riangku meletakkan kedua tanganku didepan dadaku dan berdoa

“Mmm.. boo kemari” tambahku setelah melihat Joongie yang masih berdiri dihadapanku

“hai” Joongie berjalan kearahku

“kenapa tidak makan?” tanyaku lalu merangkul tubuhnya jatuh dalam pangkuanku

“aku ingin membersihkan dapurnya dulu baru makan” ucapnya sedikit malu

“itu nanti saja.. sekarang kau harus makan dulu, kalau kau sehat anaknya juga akan cepat muncul” balasku membelai perutnya perlahan dan Joongie hanya tersenyum malu padaku

“nich.. Aaaaa…” kugerakkan sumpit berisi sayuran hijau padanya

“enak kan?” tanyaku

“Umm..” Joongie mangagguk setuju

“ayo makan yang banyak” kuambil kembali sayuran hijau dan memberikannya pada Joongie

“Yunnie mo” diambilnya sumpit dalam genggamanku dan memasukkan sayuran itu kedalam mulutku

 

Aku dan Joongie bergatian saling menyuapi hingga kami merasa cukup kenyang. Setelah selesai sarapan aku berangkat menuju kantor yang akan memberikan pekerjaan menumpuk padaku… aku harap aku tidak akan lembur hari ini, karena kau ingin menghabiskan waktuku dengan Joongie sebanyak mungkin.

 

Aku mengantar Joongie dulu ke kampusnya baru setelah itu pergi ke kantorku, ya.. aku akhirnya aku membeli kendaraan sendiri, karena tidak mungkin aku terus-terusan membiarkan Joongie pulang malam dengan kereta api terakhir, jika dia diculik atau diganggu orang lain bagaimana? Jadi mulai saat ini aku akan bertugas sebagai penjaganya saat pulang kuliah.

 

Sesampainya di Todai, Joongie melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya dan memandang ku yang berada di kursi kemudi

 

“Ittekimasu” ucapnya membuka pintu mobil dan beregerak keluar

“Joongie..” rajukku

“Na”

“Chuu-“  ucapku lagi

“kau ini manja sekali” Joongie kembali masuk kedalam mobil dan mengecup bibirku lembut

“manja pada istri sendiri tidak apa-apa kan” godaku mengelus pipinya

“Wakatta.. Ittekimasu” Joongie menatapku sebelum mulai beranjak keluar

“Ittarasai” balasku membalas tatapannya dan tersenyum lembut

“Jaejoong senpai..” teriakan seseorang yang cukup memekakkan telinga memanggil istriku

“Junsu-ah” ku dengar Joongie memanggil orang itu sebelum aku pergi menjauh

“Junsu… seperti pernah mendengar nama itu” pikirku

End Yunho POV

 

Jaejoong POV

“Junsu” panggilku berlari menuju kohai ku yang imut itu

“Jaejoong senpai bagaimana liburannya senpai?” tanyanya dengan suara yang sedikit terengah-engah

“menyenangkan” balasku tersenyum padanya

“senpai, kenapa wajahmu pucat sekali?” tanyanya lagi

“pucat?” aku hanya bingung mendengar ucapannya

“Ha.. senpai kau sakit?”

“aku tidak sakit Su, hanya saja memang sejak pagi tadi badanku sedikit tidak enak dan rasa-“ aku menutup mulutku dengan tanganku dan berlari mencari toilet terdekat. Badanku sangat tidak nyaman.. aku memuntahkan seluruh makanan yang ku makan pagi ini

“senpai” kurasa sentuhan tangan Junsu di pundakku

“Junsu-ah” lirihku pelan

“senpai kenapa?”

“sepertinya aku hanya sedikit demam Su, tidak perlu khawatir” tenangku padanya

“senpai ke ruang kesehatan saja, lagi pula ini masih awal semester.. belum terlalu banyak tugas”

“baiklah”

 

Aku dan Junsu berjalan menuju ruang kesehatan, aku tidak tahu ada apa dengan tubuhku.. memang sejak tadi pagi badanku sudah tidak enak tapi aku tidak ingin membuat Yunnie khawatir.. akhirnya aku malah memaksakan diri untuk tetap kuliah.

 

Untung saja aku bertemu dengan Junsu, walaupun dia satu tahun dibawahku tapi kami sangat akrab… Junsu sudah kuanggap seperti adikkku sendiri. Aku bertemu dengannya saat ospek, Junsu adalah anak yang manis dan lucu saat itu sehingga banyak senior yang mencoba untuk menjahili dan menyakitinya. Aku sangat tidak suka dengan senior yang seperti itu dan akhirnya aku selalu melindungi Junsu agar tidak diganggu oleh mereka.

 

Apalagi setelah beberapa bulan mengenalnya, aku tahu kalau Junsu juga mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Todai sama sepertiku, ditambah Junsu juga adalah orang Korea, bertemu dengan teman satu Negara rasanya sangat menyenangkan… seperti sedang berada di kampung halaman.

 

“senpai… tidak lebih baik pulang saja?” tanyanya setelah merebahkan tubuhku diatas ranjang

“tidak perlu, nanti juga aku akan di jemput”

“dijemput…. oleh siapa senpai? bukankah senpai tinggal sendirian di Jepang? Apa orang yang tadi mengantarmu senpai?” tanyanya lagi yang membuatku tersadar akan satu hal

“Ah.. Na.. Su-ah, aku lupa memberitahumu sesuatu” ungkapku gugup

“memberitahu apa senpai?” Junsu mendudukan dirinya di kursi samping ranjangku

“aku sudah menikah Junsu-ah”

“Ee.. menikah senpai? Kapan?  Dimana? Dengan siapa?” tanyanya memburu

“sudah dua bulan lebih Su saat kita masih libur kuliah” aku hanya tersenyum menatapnya yang kebingungan

“kenapa tiba-tiba sekali dan aku tidak diberitahu?” rajuknya

“aku juga dilamarnya tiba-tiba Su..” tawaku mengingat kejadian saat itu

“lagi pula… kau saat itu sedang ada di Korea kan, aku juga bingung harus menghubungi bagaimana”

“soka.. datte, dengan siapa senpai?”

“kau akan segera tahu Su, nanti Yunnie akan menjemputku saat pulang kuliah”

“namanya Yunnie senpai… nama yang aneh, memang ada orang Jepang dengan nama seperti itu?” tanyanya padaku sambil berfikir

“hahahaa- kau ini Su..” kupukul lengannya perlahan

“namanya Jung Yunho dan dia orang Korea juga Su.. Yunnie itu panggilan sayangku untuknya”

“sepertinya kau sangat menyayanginya senpai” balasnya dengan senyum menggoda

“tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku mau menikahinya hanya dalam waktu 2 bulan saja”

“dua bulan… jangan-jangan….”

“Ne.. aku menikah dengan Yunnie setelah mengenalnya selama 2 bulan”

“kenapa kau begitu terburu-buru senpai.. apa kau tidak takut?”

“Yunnie langsung melamarku saat itu, mana mungkin kutolak Su. Lagi pula dengan itu, aku malah yakin dengan ketulusan Yunnie… Karena Yunnie dengan berani memutuskan untuk menikah denganku, orang yang baru dikenalnya” aku terdiam sejenak

“aku juga ingin menunjukka ketulusanku padanya dengan menerimanya Su, aku yakin Yunnie adalah orang memang sudah ditentukan untukku”

“Hmm.. kau sangat beruntung senpai, sedang aku… cinta pertamaku saja aku tidak tahu ada dimana sekarang?”

“Eh.. kau sudah mempunyai seseorang ternyata?” tanyaku terkejut dengan apa yang baru saja diucapkannya

“tidak bisa dibilang seperti itu juga senpai, karena aku juga tidak tahu bagaimana perasaannya padaku”

“kenapa begitu?”

“kami sebenarnya tidak saling mengenal, aku hanya sering bertemu dengannya di peron kereta saat pulang sekolah saat di Seoul dulu… aku juga tidak yakin jika dia mengenalku”

“Wah.. sekarang kau sedang di Tokyo, apa mungkin akan bertemu dengannya lagi Su?”

“sepertinya tidak ada harapan lagi senpai” Junsu menundukkan wajahnya

“jangan sedih seperti itu, jika dia memang jodohmu pasti kalian akan bertemu kembali Su”

“Umm.. Sankyuu na, senpai” senyumnya kembali

“Doita” balasku

 

Someday I lay my love on you

Baby I don’t wanna lose it now

Just one…

 

Suara dering ponselku mengalihkan perhatianku dari Junsu, kuangkat tubuhku mengambil ponsel yang berada di dalam tasku… ternyata Yunnie yang memanggilku

 

“moshi-moshi Yunnie” sapaku

“boo.. hari ini aku pulang lebih awal, jam berapa mau dijemput?” tanyanya dari sebrang sana

“sekarang saja Yunnie, sepertinya hari ini tidak ada kelas”

“baiklah.. tunggu aku boo”

“Umm.. Ja” kututup ponselku dan tersenyum

“senpai.. kau akan pulang?” suara Junsu mengalihkan perhatianku dari ponsel dalam genggamanku

“Ah.. Su, hai.. Yunnie akan menjemputku sebentar lagi” kuangkat wajahku dan menatapnya

“itu artinya aku akan sendirian hari ini”

“sepertinya tidak Su, karena kau juga harus pulang” ucapku

“Ee..??” Tanya Junsu bingung

“lihat sudah siang, kita terlalu lama mengobrol sampai lupa waktu” ucapku menunjukkan jam yang ada di ponselku

“Whoa!.. hari ini kita tidak masuk sama sekali senpai” kagumnya

“kau ini..” aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya

“Su.. bantu aku, aku ingin menunggu Yunnie di depan gerbang kampus saja” ucapku berusaha turun dari ranjang

“kau yakin senpai?”

“Umm… bantu aku”

“baiklah” Junsu mengambil tangan kananku dan menaruhnya dipundaknya lalu diletakkannya tangannya mengelilingi bahuku dan kami berjalan menuju gerbang depan dengan Junsu disisiku tetap merangkulku

“kenapa tidak menunggu di ruang kesehatan saja senpai, wajahmu masih sedikit pucat”

“Nandemonai.. sebentar lagi juga pasti Yunnie akan muncul”

“Soka”

“kau memang sangat keras kepala senpai” aku hanya tersenyum

Seperti apa yang kukatakan barusan, tidak perlu menunggu lama sudah kulihat mobil audi hitamnya berada dihadapanku

“boo..” panggilnya setelah turun dari mobil itu berjalan mendekatiku

“Yunnie” aku mencoba berdiri dan mendekatinya namun tubuhku masih sedikit lemas

“Boo!!..” Yunnie langsung menarik tubuhku dan terjatuh dalam dekapannya

“Yunho-san, Jaejoong senpai sepertinya sedikit sakit” suara Junsu mengagetkanku yang masih dalam pelukkan suamiku

“Ee.. kau sakit boo, kenapa tidak bilang?” khawatirnya

“daijoubu Yunnie-ah, hanya sedikit tidak enak badan” ucapku sedikit lemas mencoba membangkitkan tubuhku

“Oh,, ya Yunnie, kenalkan kohai ku di kampus Kim Junsu”

“Kim Junsu, nama belakangnya sama denganmu boo” senyumnya menatapku dan Junsu bergantian

“Kim Junsu desu” ucap Junsu dan mengulurkan tangannya

“Jung Yunho desu” balas Yunnie menjabat tangan Junsu

“dozo yoroshiku Yunho-san” tambahnya

“dozo yoroshiku” Yunnie melepas genggaman tangan itu dan memeluk tubuhku

“kita ke rumah sakit ya?” tanyanya

“tidak usah Yunnie, mungkin hanya demam biasa

“kau harus ke rumah sakit senpai, sejak tadi pagi wajahmu tetap saja pucat tidak berwarna” paksa Junsu

“itu karena memang kulitku sudah pucah Su”

“dame.. ini lebih pucat dari biasanya, kau seperti vampire senpai”

“kau ini Su, kalau aku vampire mana mungkin Yunnie mau menikahiku” tawaku

“aku mau boo.. karena kau pasti akan menjadi vampire yang paling cantik” tiba-tiba Yunnie ikut menggodaku

“baka” aku hanya tersenyum malu dan menundukkan wajahku

“ayo kita pergi, kau harus diperiksa”

“demo.. Yunnie-ah”

“aku tidak peduli, pokoknya kita harus ke rumah sakit” paksanya

“hai.. hai..” pasrahku

“kami pergi dulu Su, matta na” pamitku pada Junsu

“Ha.. matta ashita senpai” balasnya dan kami berlalu menuju rumah saakit

 

Sebenarnya kampusku sudah menyediakan rumah sakit sendiri bagi Mahasiswa Kedokteran yang sedang melakukan paktek latihan tapi juga terbuka untuk umum namanya University of Tokyo Hospital tapi sepertinya Yunnie membawaku menuju rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari apartemen kami. Dalam waktu 20 menit kami sudah tiba di Jutendo Hospital, Yunnie langsung menggenggam tangaku dan membawaku menemui dokter yang ada didalam sana.

 

“Yunnie, kenapa kita ke rumah sakit ini?” tanyaku

“salah satu dokter disini adalah temanku boo, jadi kita bisa lebih mudah menemuinya”

“Oh..”

“itu ruangannya, ayo” Yunnie menggenggam tangaku dan membawaku berjalan menuju ruangan dokter itu

“Hmm…”

 

Kami jalan menyusuri koridor berwarna putih. Sebenarnya aku tidak begitu suka berada didalam rumah sakit, selain karena bau obat-obatan yang menyengat; apalagi aku benci sekali obat ditambah rumah sakit selalu mengingatkanku pada kecelakaan 2 tahun yang lalu. Setelah tiba diujung koridor Yunnie mengetuk pintu yang berada dihadapan kami dan kami masuk kedalam ruangan yang cukup elegan tapi juga sederhana.

 

“Yo!” sapa Yunnie pada dokter itu

“Yo.. Yunho-san, ada apa.. apa kau sakit?” Tanya orang yang kini mengangkat wajahnya dari beberapa file diatas mejanya menatapku dan Yunnie, aku tidak mengenalnya.. Yunnie tidak pernah cerita tentang orang ini, tapi wajahnya sedikit menyeramkan.. sepertinya orangnya galak

“bukan aku yang sakit Kozu-san tapi istriku”

“jadi ini istrimu Yunho-san” ucapnya menatapku

“Jung Jaejoong desu, yoroshiku onegaishimasu” aku sedikit membungkukkan badanku padanya

“Kozu Asahi desu, yoroshiku onegashimasu” balasnya

“silahkan berbaring, saya akan memeriksa Anda Jaejoong-san”

Umm..” aku berbaring

 

Dokter itu segera memeriksa tubuhku, tanganku; kakiku; kepalaku semua diperiksanya.. aku merasa tidak nyaman dan menatap Yunnie yang ada disampingku, Yunnie tersenyum memberikan kekuatan padaku

 

“Yunho-san tunggu dulu disini sebentar dengan istrimu, aku harus memastikan sesuatu”

“Ada apa kozu-san? Apa penyakit istriku parah?”

“tidak ada apa-apa Yunho-san, aku hanya harus memastikan sesuatu… aku permisi dulu”

Dokter itu pergi keluar meninggalkan aku dan Yunnie yang masih kebingungan. Aku turun dari ranjang dibantu Yunnie dan duduk dikursi depan meja dokter Kozu itu

 

“Yunnie ada apa? Kelihatannya dia sangat aneh” tanyaku pada Yunnie karena aku benar-benar bingung dan takut karenanya

“Wakaranai… tenang saja boo, dia dokter yang profesional” tenangnya

 

Kami hanya menunggu hingga dokter itu kembali ke ruangannya, dia lama sekali diluar sana.. Sebenarnya sedang apa? Apa yang harus dipastikan? Aku benar-benar takut… Apa aku terkena penyakit yang cukup parah? Penyakit yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya kalau aku memilikinya?

 

Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya dokter itu kembali. Yunnie berdiri dari kursinya dan memangdang dokter itu yang kini sudah duduk dikursinya kembali

 

“bagaimana Kozu-san?” Tanya Yunnie langsung

“Sumimasen.. Jaejoong-san Anda tahu bahwa anda memiliki indung telur ditubuh Anda?” tanyanya

“soal itu aku tahu dokter, sejak kecil Okka-san sudah memberitahuku tentang itu”

“Naruhodo, kalau begitu aku tenang untuk menyampaikan berita ini”

“apa Kozu-san? kau membuatku takut” tanya Yunnie tidak sabar

“tidak ada yang perlu ditakukan Yunho-san, hanya saja aku tidak tahu ini kabar baik atau tidak, tapi untuk pasangan suami istri tentu ini kabar baik kan” dokter itu berbicara pelan

“Mhmm.. Yunho-san Omedetto..”

“Ee..” kami berdua menatapnya dengan tatapan aneh dengan ucapannya tadi

“Jaejoong-san sedang mengandung, sudah empat minggu”

“Hontou?” tanya Yunnie

“hai” balas dokter itu tersenyum

“Omedetto na” tambahnya memberikan selamat padaku dan Yunnie

“Joongie, kau dengar tadi katanya.. kau hamil Joongie.. kita akan punya anak.. Yatta… aku akan jadi Appa” ucapnya loncat kegirangan dan memelukku erat

 

Aku membalas pelukan Yunnie sama erat dengan pelukannya, aku tidak tahu lagi.. ini terlalu membahagiakan.. kami akan menjadi keluarga sempurna.. aku, Yunnie dengan seorang anak dalam tubuhku. Setelah Yunnie melepas pelukannya ditubuhku, aku menyentuhkan tangan kananku ke perutku dan mengelusnya perlahan.

 

“disini ada sesuatu yang hidup” gumamku dengan senyum diwajahku

“Na.. sesuatu yang hidup  dan sesuatu itu adalah anak kita Joongie”

“Yunnie.. kita akan punya anak” aku menatap Yunnie, tanpa terasa air mata menetes dipipiku

“kau bahagia Joongie?” tanyanya kembali memeluk tubuhku

“tentu saja aku bahagia, aku akan menjadi Umma… Umma dari anak Yunnie” aku menangis perlahan dalam dekapan hangat yang selalu membuatku tenang

 

Kami hanya berpelukkan dalam waktu yang cukup lama hingga aku terlupa bahwa aku sedang berada di rumah sakit, tapi.. siapa yang bisa mencegahnya, siapa yang akan menolak kebahagian untuk menjadi seorang ibu?

 

Setelah 2 tahun hidup seorang diri tanpa ada keluarga tersisa dalam hidupku, kini aku akan memiliki keluarga dari garis keturunanku sendiri. Sejak Yunnie hadir dalam hidupku semua menjadi sempurna, terlalu sempurna sampai aku bingung bagaimana caraku menunjukkan rasa terimaksihku pada Tuhan yang telah mempertemukanku dengan Yunnie.

 

“Yunnie-ah.. hontou ni suki dayo, aku pasti akan menjadi istri dan ibu yang baik untukmu dan anak kita” gumamku

End Jaejoong POV

 

======================

 

Honestly, at first I didn’t know,
though it was an accidental encounter
Till now,
I’ve learned more about sorrow than happiness

Though I was full of tears,
I will bring you only laughter
I must have finally found my other half
My heart is racing like this

Found you my love,
The person I’ve been searching for
I want to share a heated embrace with you
Stay still and close your eyes
So I can kiss you on the lips

I love you, it’s you who I love
Found you
The one person I’ll keep by my side

Yoochun POV

-Flashback-

“Hah..” aku hanya bisa menghela nafas

 

Seperti yang Yunho katakan padaku saat acara pernikahannya, aku ingin meminta cuti pada pemilik perusahan agar aku bisa kembali ke Korea dan mencari Kim Junsu. Tapi belakangan ini memang pekerjaan disini sangat banyak, aku tidak bisa mengambil cuti hingga tahun depan… rasanya memang tidak ada jalan lain, aku mungkin memang tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.

 

“Yo Chun!”  tiba-tiba Yunho mucul dan menepuk pundakku dari belakang lalu tersenyum padaku

“Ha..” ucapku lemah dan menunduk sedih

“doshita?” tanyanya menatapku tetap tersenyum

“sepertinya aku memang tidak akan pernah bertemu dengannya Yun” ucapku lirih

“Kim Junsu maksudmu?”

“Ne..” lirihku

“Kenapa?” tanyanya

“pemilik perusahaan tidak mengijinkanku untuk mengambil cuti hingga tahun depan” lanjutku tetap dengan wajah termenung

“Oh.. itu” Yunho malah tetap tersenyum
“kenapa kau malah terlihat senang? Bukankah ini idemu?” aku sedikit kesal sekarang

“Chun, besok temui aku di Yoyogi Café jam 1 siang” ucapnya tetap tersenyum

“Ee.. kenapa tiba-tiba?”

“sudahlah, datang saja ya” tambahnya dan berlalu dari hadapanku tanpa menunggu jawaban dariku

-End of Flashback-

 

“kenapa Yunho tiba-tiba mengajakku ke Yoyogi Café? Memang ada apa disana?” gumamku sambil berjalan menuju Yoyogi Café yang memang tidak terlalu jauh dari kantor kami.

 

Setelah tiba di depan pintu masuk segera kubuka pintu kayu bergaya Edo dihadapanku yang menimbulkan suara dentingan kecil. Kutelusuri seluruh isi ruangan dan menemukan Yunho dengan Jaejoong istrinya berada di sudut kiri dekat kasir sedang berbincang cukup mesra, tangan Yunho sepertinya tidak pernah lepas dari tubuh Jaejoong dan Jaejoong juga terus saja menyadarkan tubuhnya dalam pelukannya Yunho. Memang pasangan pengantin baru itu bikin iri saja.

Aku berjalan mendekati kursi mereka

 

“Yo! Yun” panggilku yang membuat Yunho sedikit berpaling menatapku tanpa melepaskan pelukannya ditubuh istrinya itu

“Oh.. Chun kau sudah tiba, kenapa lama sekali?”

“kau tahukan, pekerjaanku sangat banyak”

“hai.. hai… sekarang duduklah”  Yunho mempersilahkanku dan aku duduk dihadapan mereka berdua

“Ogenki desuka?” tanyaku pada Jaejoong yang dari tadi hanya diam

“genki desu” jawabnya sedikit menunduk, sepertinya sifatnya masih belum berubah

“Oh.. iya aku lupa memberitahumu, saat ini Joongie sedang hamil.. sudah hampir 2 bulan Chun” ucap Yunho memegang tangan istrinya itu

“Ee.. hamil, bagaimana bisa dia kan…?” aku hanya menatap mereka bergantian dengan wajah kaget

“Joongie itu spesial Chun-ah… aku bisa memiliki anak darinya”

“baiklah, aku bisa terima itu” jawabku setelah sedikit tenang, memang di dunia banyak hal yang selalu membuat orang-orang terkejut atau kagum

“Kenapa tidak memesan makanan?” tambahku

“kita masih menunggu satu orang lagi Chun” balas Yunho

“satu orang lagi? dare?”

Namun belum sempat Yunho menjawab pertanyaanku, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang dari belakangku

“Konichiwa Jaejoong senpai, Yunho-san” ucapnya, suaranya sangat lembut ditelingaku

“Ah.. Su kau sudah sampai” balas Jaejoong pada orang itu

“Konichiwa Junsu-san” tambah Yunho

“Junsu…” gumamku dan orang itu menarik kursi disampingku.. aku coba menatap wajahnya

“Kim Junsu!!” kagetku melihat orang yang ad disisiku sekarang

“Chunnie” gumamnya pelan sambil menatapku

“Chunnie?” tanyaku bingung

“Ah.. gomen, mungkin aku salah orang” ucapnya canggung dan berbalik tidak menatapku

“kau Kim Junsu?” tanyaku akhirnya setelah cukup sadar mencerna apa yang terjadi

“H..hai.. dare?” dia malah bingung menatapku balik

“apa kau pernah tinggal di Korea?”

“Ne.. kenapa memang?”

“kau tidak mengenalku?” tanyaku menunjuk diriku sendiri

“bukankah kita pernah bertemu sebelumnya?”

“jadi benar ini.. Chunnie”

“kau memanggilku Chunnie?” senyum mengembang di wajahku , aku sedikit senang dengan nama panggilan darinya untukku

“kau masih ingat aku, aku tak percaya kita akan bertemu disini, sedang apa di Jepang?” aku terus memburunya dengan pertanyaan hingga kurasakan tatapan tajam dari sisiku dan suara deham yang membuatku tersadar bahwa kami tidak hanya berdua disini

“Yun…” ucapku gemas padanya

“sudah selesai reuniannya” tawanya yang sedikit dipaksakan untuk mengejekku

“bagaimana bisa…??” tanyaku

“ini hanya kebetulan saja Chun, kebetulan bahwa Kim Junsu yang aku kira mungkin orang yang kau cari selama ini adalah kohai istriku di kampusnya”

“jadi kau kuliah di Todai juga?” tanyaku kembali menatapnya sedangkan Junsu hanya mengagguk

“sejak kapan?”

“sekarang sudah tingkat dua” jawabnya

“sejak terakhir bertemu sekarang kau jadi semakin manis yah” godaku padanya

“uh.. umm.. Sankyuu na” balasnya malu-malu

“Junsu.. boleh aku memanggilmu begitu?” tanyaku lagi

“bo.. boleh Yoochun-san” jawabnya sedikit gugup

“panggil saja aku Chunnie seperti sebelumnya” godaku lagi

“Ne.. Chunnie-san”

“tidak perlu memakai ’San’…” aku hanya mampu tersenyum dan tertawa melihat tingkahnya yang lucu

End Yoochun POV

 

Author POV

“Na.. Jaejoong senpai bagaimana keadaanmu?” Tanya Junsu pada Jaejoong dan berbalik menatap pria itu

“aku kenapa Su?” jawab Jaejoong bingung

“bukankah kemarin senpai sakit, apakah sudah baikan?”

“Oh.. iya, sudah lumayan, tapi ternyata aku sedang tidak sakit Su” jawab Jaejoong dengan wajah  tersenyum.. Jaejoong benar-benar bahagia mendapati dirinya yang kini memiliki sesuatu hidup yang ada dalam tubuhnya

“Ee.. tapi kenapa senpai sampai sepucat itu kemarin?”

“Joongie sedang hamil Junsu-san” potong Yunho tanpa menunggu istrinya berbicara

“Hontouni senpai??… Omedetto” balas Junsu dan beranjak langsung memeluk Jaejoong

 

Jaejoong hanya balik membalas pelukan tulus dari sahabat yang sudah dianggap seperti adik terdekatnya itu. Kebahagiaan menjadi seorang ibu tentu ingin sekali ia sebarkan kepada siapapun, bahkan jika memang mungkin Jaejoong ingin sekali menyampaikan kabar bahagia ini keseluruh dunia dan terutama orang tuanya yang kini telah tenang dialam sana.

 

Junsu melepaskan pelukannya dan digantikan oleh Yunho yang kini memeluk erat pinggang istrinya penuh perlindungan lalu mengecup pelan kening istrinya itu

 

“kalian pasti sangat bahagia?” ucap Junsu setelah kembali duduk ditempatnya

“tentu saja Su-ah, kau tidak tahu betapa bahagianya aku saat mendengar kabar ini”

“aku tahu senpai”

“tapi Junsu-san sepertinya kau tidak merasa aneh mendengar Joongie bisa hamil?” Tanya Yunho menghilangkan rasa penasarannya

“aku sudah tahu tentang itu Yunho-san, awalnya Jaejoong senpai sempat merasa takut dengan kemampuannya itu” balas Junsu

“Eh.. benarkan Joongie?” Tanya Yunho kini menatap istrinya

“Umm.. Yunnie kau tahu kan ini hal yang aneh, tidak semua orang bisa sepertiku, awalnya aku takut orang-orang akan menganggap aneh padaku dan menghinaku” Jaejoong terdiam sejenak

“sebenarnya… ini juga salah satu alasan kenapa aku tidak langsung menemuimu Yunnie”

“baka.. aku mencintaimu Joongie dan… kau tahu kan aku mencintaimu seperti apapun dirimu”

“Umm.. aku jadi menyesal tidak langsung menemuimu saat itu Yunnie”

“tidak perlu menyesal, karena kertas-kertas kecil itulah kita bisa bersama sekarang Joongie”

“Mhmm.. Arigatou Yunnie-ah”

“kau ini sangat lucu Joongie” balas Yunho mencubit pelan hidung istrinya itu

“aku kagum melihat kalian berdua” ucap Yoochun tiba-tiba menghentikan kemesraan pasangan suami istri itu

“Eumm..?”

“padahal belum setahun kalian saling mengenal tapi.. sepertinya kalian sudah saling mengenal sejak lama…. awalnya aku pikir keputusanmu untuk melamar Jaejoong itu terlalu terburu-buru, tapi sekarang sepertinya itu keputusan yang tepat”

“karena saat itu aku sangat yakin bahwa aku telah menemukan seseorang yang akan menjadi teman hidupku selamanya Chun”

“kau benar Yun, aku harap aku juga akan menemukan orang itu dan hidup bahagia seperti kalian”

“aku yakin kau akan menemukannya Chun” senyum Yunho

“ya.. aku rasa aku telah menemukannya dan sekarang… dia ada disisiku Yun” balas Yoonchun melihat Junsu yang ada disisnya

“Ne..  Junsu” tambahnya menepuk pundak mungil Junsu

“Ha.. ah.. hai” dengan gugup dan malu Junsu membalas ucapnya

“kau sangat manis” goda Yoochun terus pada Junsu

“demo.. Yun bagaimana kau bisa menemukannya?” tanya Yoochun setelah cukup menurutnya menggoda Junsu

“menemukan dia? hanya kebetulan saja Chun” senyum Yunho membalas ucapan sahabatnya itu

“kebetulan?” Tanya Yoochun bingung dengan jawaban seadanya dari Yunho itu

“iya, saat aku mengantar Joongie ke kampusnya aku mendengar Joongie memanggil namanya.. jadi aku pikir mungkin itu adalah Kim Junsu yang selama ini kau cari”

“bagaimana kau bisa begitu yakin Yun?”

“di Jepang ini kan tidak banyak orang Korea, jadi mungkin saja kan” senyum Yunho

“Sankyuu na… tak kusangkan selama ini kita sangat dekat Su” girang Yoochun melihat Junsu disisinya yang hanya terus diam tak bersuara

“ano.. Yunnie, sebenarnya ada apa? aku masih tidak mengerti, kenapa kau tiba-tiba memintaku untuk mengajak Junsu kesini dan apa hubungannya dengan Yoochun?” Tanya Jaejoong kebingungan yang dari tadi hanya menatap suami dan teman suaminya itu tanpa berkedip

“Joongie kisah cinta Yoochun tidak jauh beda dengan kita” senyum Yunho menatap istri yang sangat dicintainya itu

“saat di Korea dia sering sekali melihat cinta pertamanya di dalam kereta api menuju kampusnya, tapi mereka tidak memliki kesempatan seperti kita yang bisa bersama sekarang karena Yoochun harus ke Jepang dan berpisah dengan orang itu” jelas Yunho

“dan orang itu….?” Tanya Jaejoong melanjutkan penjelasan suaminya

“Yoochun hanya mengangat nama dan wajah cinta pertamanya itu…. Kim Junsu” sambung Yunho yang berhasil membuat istrinya tersenyum kegirangan

“Ah… Yokatta na Junsu-ah, apa itu berarti dia adalah orang itu?” girang Jaejoong menatap Junsu yang masih tetap tertunduk dan mengangguk untuk menutupi wajahnya yang sudah bersemu merah

“Yokatta na Junsu, kau menemukannya juga” tambah Jaejoong berlari kearah Junsu dan memeluknya

“apa maksudmu Joongie?” kini giliran Yunho yang merasa bingung dengan ucapan istrinya

“kau tau Yunnie… selama ini Junsu juga sedang mencari cinta pertamanya, makanya dia mati-matian berusaha untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang”

“Hontou?” kaget Yoochun tiba-tiba dan memegang tangan Junsu kuat

“ha.. hai..” balas Junsu menatap Yoochun namun langsung kembali menundukan wajahnya yang masih memerah

“jangan kau sia-siakan kesempatan ini Su” bisik Jaejoong di telingan Junsu lalu kembali berjalan ke kursinya dan Junsu hanya tersenyum mengiyakan

“Mmm.. Na Junsu..” panggil Yoochun melihat Junsu yang tidak juga menaikan wajahnya dan menatapanya

“ha.. hai..” balas Junsu tetap merasa gugup dan malu

“boleh aku meminta email mu?”

“Eh..” akhirnya wajah yang memerah itu menatap Yoochun dengan wajah terkejut yang imut

“boleh?” Tanya Yoochun lagi tersenyum menatapnya

“bo.. boleh” jawab Junsu dengan senyum

hubungan yang diawali dari seorang pengagum rahasia dan berubah menjadi rasa cinta yang mendalam dimulai. Semua ini belum berakhir namun baru saja dimulai….

 

 

-TBC-

 

*)

Matte :: wait

Ittadakimasu :: have a nice meal

Ittekimasu :: I am go

Ittarasai :: be carefull

Wakatta :: I see

Senpai :: senior

Kohai :: junior

Datte :: but

Dame :: No

Moshi-moshi :: hello

Matta ashita :: See you tomorrow

Yatta :: Yay..

Doshita :: why

Ogenki desuka :: how are you

Genki desu :: fine

Dare :: who

Konichiwa :: good day

Yokatta :: thakns God / its good

 

 

Sankyuu… Arigatou na

Buat yang udah mampir n baca fic ini

Jaehan sangat menantikan comments dari temen2 sekalian, karena Jaehan mau tahu berapa orang yang udah baca fic ini

Sampai ketemu di fic selanjutnya ^^

 

16 thoughts on “FF / YUNJAE / ROMANCING TRAIN / T / Chap. 3

  1. hia… jae akhirny hamil juga… padahal jae ma yunho dah menantikanny… junsu ma yoochun ketemu juga…

  2. asikkk suka ff genre fluff,,mian q gg koment d chap 1n2 krn pas ituu bukana gg d wp,,jd gg bs koment*buka lwt hp*,,,fufu~tak kira nggak chapter,,,lanjuut teruss y thorrr ^o^

  3. so romantiss >”<
    sukaa~
    cieee yg hamill chukkae mommy ^^~

    ciee yg ketemu ma cinta pertamanya ;~~~;
    so sweet ;3

  4. Aaaaahhh snangny ff yg qu tnggu” update juga mskipun lma updateny n mskipun msih TBC ce..
    Tp gwaenchana, chap yg k-3 update ja udh snang kyak mau mlyang ma yunpa #jwer jaema
    ..
    Smpe chap brp ff nich ending qu pnsarn nich author..
    Oh ya mian bru bs ngasih koment skrg hrap maklum ya soale qu g bs ngerangkai kta” bwt koment..
    Hny nich yg bs aq ungkpkn bwt koment ff nich..
    Tp psan qu hny 1, segra update part slnjutnya..
    Pkokny aq tnggu, aq tnggu.. #hentak-hentakan kaki

  5. Kehidupan yah sempurna,, aku sukan thor,,,, waaah chap 4 nyy dii tunggu,, jangan lama-lama ne,, ngg sabar ,, aku paling suka pas jaema hamil😄

  6. Yay…yoosu couple muncul….#ngibing bareng yoosu
    Jaema hamil éuy….sik…asik…akhirnya yunjae punya anak pasti kabar ini bikin bonyok’a yunpa seneng banget, akhirnya impian mereka punya cucu terkabul

  7. Yattaaaa
    umma akhirnya hamil juga. Lengkap sudah kebahagiaan umpa..
    Wkwkwk
    cinta pertamanya yoosu adalah orng yg sama. Sama2 nyari pula, jodoh emang ga’ k mana deh!

  8. so sweet….joongie hamil. ..horeeeee #jejingkrakan bareng jiji#..trus trus..junchan ketemuan…wwaaaaa smuanya happy…senang banget baca ni epep..ikut bahagia he he..gomawo author…#hug jaehan#

  9. kyaaaaa umma hamil *jingkrakjingkrak*
    cepet banget yaa umma hamilnya, tapi appa kan pervy jadi wajar aja siii~~~ #plak

    aaaaahhhh akhirnya yoosu bertemu🙂
    ternyata udah saling suka dari dulu yaaa, ciecieee junchan ketemu cinta pertamanyaaa~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s