Bloody Love Chapter 42 – That’s Love (Part.2) | @beth91191


Anyeonghaseyo yorobeun..

Ini adalah akhir dari kisah panjang cinta antara Jung Yunho sang manusia lemah dengan si vampir cantik Kim Jaejoong. Bagaimana nasib Yunho? Apakah dia akan mati di tangan Siwon? Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya? Apakah mereka akan bersama atau malah berpisah?

 

Langsung baca aja ya..

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : 42 – That’s Love (Part.2)

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+

 

CHAPTER XLII – That’s Love (Part 2)

[Author pov]

 

“Yunhooooooooooo….” Jaejoong yang ternyata sudah bangkit dari hibernasinya pun berlari menghampiri Yunho yang sudah sekarat karena seluruh tubuhnya sudah penuh luka parah.

 

Seketika Siwon melepaskan tangannya dari Yunho. Dia berjalan beberapa langkah ke belakang. Diamatinya kedua makhluk yang berbeda jenis itu tengah berpelukan hangat. Hati Siwon kian tersayat-sayat dibuatnya.

 

“Siwon!!!”

 

“Kenapa??”

 

“Kenapa kau melakukan ini semua???”

 

“Puaskah kau melihat semuanya menjadi seperti ini???” bentak Jaejoong pada Siwon sambil berurai airmata.“Yun.. Yunho.. Aku disini Yun..”

 

Siwon menatap mereka dengan tatapan nanar. Dadanya terasa sangat sakit, sesak, perih, miris melihat Jaejoong yang menangis demi seorang manusia yang tengah dipeluknya saat ini. Siwon tak mampu berkata-kata. Tubuhnya terasa kaku, lidahnya kelu, emosinya buyar, pikirannya kosong, yang ada dihatinya saat ini adalah perasaan hancur. Betapa hancur dan leburnya perasaannya ketika melihat dia di tolak secara mentah-mentah demi seonggok manusia yang lemah dan nyaris mati itu. Apakah ini sebenarnya arti dari cinta? Cinta yang sangat membingungkan. Siwon tak sanggup lebih lama lagi melihat ini semua, dilangkahkannya kakinya menjauh dari mereka berdua. Dia mengakui kekalahannya dengan rasa sakit yang amat sangat di dalam hatinya, bagai ribuan pisau telah menghunjaminya. Dia melangkah jauh terus terus dan terus hingga tubuhnya hilang di telan gelapnya malam.

 

Di lain sisi, tampak air mata meleleh membasahi wajah manis Jaejoong.

 

“Jung Yunho.. Saranghaeyo..” ucap Jaejoong sambil tak henti-hentinya memeluk tubuh kekasihnya itu.

 

“Naedo Saranghaeyo Jae..” jawab Yunho lirih dengan sisa tenaga yang ada.

 

Yunho tersenyum menatap kekasihnya telah sadar kembali dari hibernasinya. Diamatinya wajah manis itu dengan penuh kerinduan di dalam hatinya. Sesaat dia baru berpisah seperti sudah ribuan tahun baginya. Betapa bahagianya dia saat ini,dapat melihat mata indah itu kembali.

 

“Yunho.. Bertahanlah.. Aku akan membawamu ke rumah sakit..” ucap Jaejoong sambil berusaha mengangkat badan Yunho.

 

Tapi Yunho mengelak dan berkata,”Tidak usah Jae.. Aku baik-baik saja.. Melihatmu sudah hidup kembali seperti ini, aku merasa sangat senang dan telah hilang semua rasa sakit ini..”

 

“Tidak… Jika kau tidak segera di obati, kau akan….” suaru Jaejoong terputus, tak sampai hati dia menyebutkan kata itu. Wajahnya tertunduk menangis meratapi kondisi kekasihnya itu.

 

“Jae..” ucap Yunho sambil berusaha mengangkat dagu Jaejoong agar dapat dilihatnya wajah cantik itu.

 

“Yunn..” sahut Jaejoong sedih.

 

“Kau mencintaiku kan Jae?” tanya Yunho yang sebenarnya tak perlu untuk dijawab.

 

“Tentu.. Aku sangat mencintaimu.. Lebih dari apapun didunia ini..” jawabnya sambil menggenggam erat tangan Yunho.

 

“Kalau begitu, rubahlah aku menjadi sepertimu?” ucap Yunho dengan senyum di wajahnya.

 

DEG!!!

 

Sesaat Jaejoong terkejut dengan permintaan Yunho. Bagaimana mungkin Yunho meminta hal seperti itu kepadanya. Hal yang paling dia takutkan di dalam hidupnya justru begitu saja terucap dari bibir Yunho dengan mudahnya.

 

“Yun…” desah Jaejoong berat.

 

“Jika aku menjadi sepertimu,kita akan bisa selalu bersama selamanya Jae..” bujuk Yunho lemah.

 

“Tapi kehidupan menjadi vampir adalah kehidupan yang sangat menakutkan dan menjijikan Yun.. Jika ada pilihan, Aku lebih baik mati dari pada hidup seperti ini.. Aku tak bisa Yun… Aku tak bisa.. Tapi mengapa kau justru memintaku mengubahmu? Aku tak bisa Yun.. Tak bisa.. Aku tak mungkin menyeret mu dalam kehidupan nista ini.. Tak mungkin Yun.. Demi apapun tak mungkin..” ucap Jaejoong sambil menggenggam erat tangan Yunho.

 

Air matanya terus mengalir melihat kekasihnya itu.

 

“Aku sudah katakan, aku rela melakukan apapun demi bersamamu Jae.. Termasuk menjadi vampir..” jawab Yunho yang kian membuat hati Jaejoong sedih.

 

“Tapi Yun..” ucapnya berusaha menolak.

 

“Jae kumohon.. Sebelum semua terlambat..” sahut Yunho memelas.

 

Bagaimana ini?? Aku tak mungkin mengubahnya… Tapi aku juga tak mau jika harus berpisah dengannya.. Aku tak mau keduanya.. Lalu apa yang harus aku lakukan?? Apaaa??? Yunho… Kenapa kau memberiku pilihan yang sulit.. Sungguh tak ada satupun yang aku suka. Kenapa semua terasa begitu sulit bagiku.. Aku tak mau berpisah denganmu, tapi aku juga tak mau menyeretmu dalam kehidupan nista ini. AKU MENCINTAIMU JUNG YUNHOOOO…  AKU MENCINTAIMUUUUUUU…

 

Yunho mulai merasakan waktunya tak akan lama lagi. Pandangannya sedikit demi sedikit menjadi kabur, seluruh badannya terasa begitu dingin, tenggorokannya terasa mulai sulit untuk bersuara, tubuhnya sudah terasa begitu lemas, dia benar-benar merasa seperti mengantuk sekali saat ini. Berat baginya untuk tak menutupkan kedua matanya. Jaejoongpun semakin menangis sejadi-jadinya. Dia tak sanggup berkata apa-apa lagi. Dia menangis dengan hebatnya, seluruh tubuhnya bergetar seiring dengan isakan yang dia hasilkan sendiri. Air mata sudah benar-benar membasahi wajah cantiknya.

 

Yunhoo..

 

Yunhoooo…

 

Saranghae Jung Yunhooo..

 

Saranghae..

 

Jeongmal saranghae Jung Yunho…

 

Suara Yunho memecah kebisuan yang sempat terjadi di antara mereka, “Baiklah Jae.. tidak apa-apa..” ucap Yunho dengan senyum di bibirnya. “Jaga dirimu.. Saranghae..” ucap Yun sambil membelai rambut kekasihnya itu.

 

“Yun.. Kau jangan berkata seperti itu..” Jaejoong menangis dengan memeluk erat Yunho.

 

Terlihat Yunho sudah perlahan menutup matanya sedikit demi sedikit. Jaejoongpun kian luluh lantak dibuatnya.

 

“Yunnnn…. Jangan tinggalkan aku.. Yunnnnnn…” pekik Jaejoong sambil terus memeluk tubuh kekasih hatinya itu erat.

 

Jaejoong pun mengecup bibir hangat itu untuk terakhir kalinya. Diamatinya wajah manusia yang amat dia cintainya itu selama beberapa saat.

 

“Aku akan melakukannya Yun..” ucap Jaejoong cepat dengan tanpa pikir panjang, dia gigitnya leher Yunho dengan tangisan yang masih membasahi wajahnya.

 

Ini adalah suatu keputusan yang sangat berat bahkan teramat berat bagi Jaejoong. Dia tahu  secara pasti kehidupan menjadi vampir bukanlah suatu hal yang seharusnya dipilih oleh siapapun dan dengan alasan apapun. Menjadi vampir adalah suatu keputusan paling bodoh yang pernah dia lakukan dalam kehidupannya. Tak ada yang bisa dibanggakannya dari kehidupan yang menakutkan dan menjijikan itu. Bahkan diapun melaknat dirinya sendiri. Betapa bencinya dia pada dirinya, hingga andai ada pilihan tentu dia akan lebih memilih untuk mengakhiri kehidupannya. Sebegitu buruknya kehidupan menjadi vampir.

 

Tapi..

 

Dia tak sanggup jika harus berpisah kembali dengan kekasihnya yang sangat dia cintai itu. Tak sanggup dia jika harus berpisah untuk selamanya dengan Jung Yunho. Dia amat sangat mencintainya dengan seluruh hatinya. Dia bahkan rela melakukan hal-hal bodoh demi untuk selalu bersama dengan nya. Ini lah jalan yang mereka pilih bersama, menjadi makhluk-makhluk malam penghisap darah yang tak pernah mati.

 

 

-oOo-

 

 

Beberapa hari kemudian…

 

[Yunho pov]

 

Kurasakan sinar matahari hangat mulai menyinari wajahku dengan lembutnya. Kubuka mataku perlahan. Kudapati sebuah wajah manis menggelanyut tertidur di lenganku dengan nyenyaknya. Kupandangi wajahnya yang putih bersih, matanya yang indah, hidungnya mungil dan bibirnya yang merah. Inilah kekasihku yang sangat aku cintai dan sangat aku sayangi seumur hidupku, Kim Jaejoong.

 

Kukecup keningnya lembut.

 

Diapun membuka matanya sedikit.

 

“Yun.. Sudah pagi kah?” tanyanya sambil mengucek-ngucek matanya.

 

“Iya sayang..” jawabku sambil memeluknya.

 

“Mwo?? Sudah jam berapa ini??? Lepaskan Yun.. Lepaskannn… Ayo kita bersiap.. Hari ini kan pernikahan Changmin..” ucapnya sambil berusaha melepas pelukanku.

 

“Sebentar lagi.. Biarlah sebentar lagi aku memeluk mu seperti ini..” ucapku tak ingin cepat-cepat melepaskannya.

 

“Yunnnnn.. Nanti kita terlambat..” sahutnya tidak terima.

 

Terus kupeluk erat tubuhnya yang berusaha keras lepas dari ku ini. Biasanya dulu dia dengan mudahnya dapat lepas dari pelukanku dengan sekali hentakan saja, karena dia adalah vampir dan aku hanyalah manusia lemah. Sehingga tak sulit baginya jikalau memang tak ingin terus aku peluk. Tapi saat kini kami sama, aku jugalah seorang vampir yang kuat, mungkin lebih kuat darinya. Tak mudah lagi baginya untuk melepaskan pelukan ini begitu saja. Senyum kemenangan terkembang di bibirku.

 

“Jae..” desahku pelan agar dia tak lagi memaksa melepaskan diri.

 

Sepertinya dia tampak putus asa untuk terus melepaskan diri.

 

“Hmm??” jawabnya sambil mempoutkan bibir cerinya itu.

 

Cantiknya kekasih ku iniiiiiiiii…..

 

“Jeongmal gomawoeyo kau mau mengubahku Jae.. Saranghae..” ucapku sambil mengecup keningnya lagi.

 

“Naedo saranghae Yun.. Tapi kau sudah mengulang-ulang ucapan terima kasih padaku itu berkali-kali sejak kejadian malam itu. Tak bosankah kau mengucapkan hal yang sama ha?” tanyanya yang membuatku kian gemas padanya.

 

“Bagiku, tak ada kata bosan dan tak ada kata puas untuk berterima kasih padamu Jae.. Dengan kau mengubahku seperti saat ini, kita dapat terus bersama selamanya.. Dan hidupku kini telah lengkap dan sangat bahagia karena bisa berada di sisimu my Joongie..” ucapku yang membuatnya sedikit tersipu malu.

 

“Joongie?? Kau sudah lama tak memanggilku seperti itu..” ucapnya sambil menekan pipiku dengan jari telunjuknya.

 

Benar juga apa katanya, sudah lama rasanya aku tak memanggilnya dengan panggilan itu.

 

“Joongie.. Kau tidak ingin memanggilku Yunnie lagi?” sahutku sambil bertanya balik padanya.

 

“Yunnie.. Yunnie.. Yunnie.. Yunnie…Yunnie uri saranga Saranghae.. Kau senang?? Puas??” tanyanya seperti anak kecil.

 

“Ahhh.. Jae…” kupeluk tubuhnya erat.

 

Secara reflek dibenamkannya kepalanya dalam dadaku. Tubuh yang lebih kecil dari ku ini tengah meringkuk dalam pelukanku. Si cantik yang menggemaskan. Bahagianya aku bisa bersama seseorang yang sangat aku cintai ini dalam pelukanku. Betapa senang, tenang dan damai nya perasaanku saat ini. Tuhan terima kasih banyak Kau memberiku kesempatan kedua. Aku sangat..sangat..sangat..amat sangat mencintainya sekali demi apapun yang ada di dunia ini… Aku akan selalu menjaganya..  Selalu melindunginya.. Selalu di sisinya.. Selalu membahagiakannya.. Selalu menyayanginya.. Dan selalu mencintainya.. Selamanya.. Selamanya.. Selama-lamanya seumur hidupku..

 

-oOo-

 

[Jaejoong pov]

 

===Di gereja===

 

Aku dan Yunho pun menghadiri pernikahan Changmin adik angkat Yunho sekaligus sahabat baiknya sejak kecil. Aku tahu kedatanganku di pernikahan yang terdapat banyak orang mengenalku dapat menimbulkan pertanyaan besar bagi mereka. Tapi kami sudah mempersiapkan jawaban yang terbaik untuk menutupi hal yang sebenarnya.

Setelah kami memarkirkan mobil, kamipun memasuki halaman gereja dengan langkah sedikit ragu. Tampak dari kejauhan Yoochun dan Junsu yang juga baru saja datang.

 

“Hyung..” sapa mereka pada kami.

 

Perlahan mereka melangkah mendekati kami. Aku pun berpelukan dengan Junsu dan Yunho berpelukan Yoochun. Rona keraguan terpancar dari wajah kami masing-masing mengetahui kami hadir pada acara yang akan di hadiri banyak teman dan kolega kami.

 

“Aku kira kalian tidak akan datang..” ucap Yoochun pada kami.

 

“Mana mungkin kami tidak datang. Ini adalah pernikahan adikku sekaligus sahabatku..” jawab Yunho yakin.

 

“Tapi kalian kan…” kata-kata Yoochun terputus sesaat.

 

“Kami tahu, kami tak mungkin membuka identitas kami yang sebenarnya kepada mereka pastinya.” Sahut Yunho.

 

“Lalu bagaimana denganmu Jaejoong hyung.. Di dalam kan ada Keluarga besar Lee dan teman-teman yang lain. Bukannya mereka hanya tahu bahwa kau telah.. meninggal.” ucap Junsu dengan suara dikecilkan saat menyebut kata meninggal.

 

“Tidak apa-apa.. Aku tak bisa selamanya bersembunyi dari mereka. Aku harus menghadapinya. Suatu saat akan ada saatnya aku harus bertemu dengan mereka juga. Dari pada mereka bertemu denganku nanti dan terkejut ketika mendapatiku masih hidup, apa salahnya jika aku yang secara langsung menemui mereka dan mengatakan bahwa selama ini sebenarnya aku telah selamat dari kecelakaan itu. Aku akan berkata bahwa aku memang belum sempat menemui karena masih dalam proses penyembuhan. Ahhh.. Tenanglah.. Aku sudah menyiapkan sebuah cerita hebat tentang itu semua. Yang terpenting tetaplah jaga rahasia ini rapat-rapat..” jelasku.

 

“Benar hyung.. Kita harus menjaga rapat-rapat yang sebenarnya terjadi.”jawab Yoochun.

 

Semuanya pun mengangguk tanda mengerti dan setuju dengan pernyataanku.

 

“Baiklah kalau begitu. Kita sudah cukup membahasnya. Sekarang ayo kita masuk kedalam.. Ayo masuk.. Ayo masuk.. Acara pernikahannya sebentar lagi akan dimulai. Kita semua datang kemari tentu tak ingin melewatkannya bukan?” ucap Yunho mengajak kami semua masuk.

 

Kamipun melangkah bersama masuk ke dalam. Didepan adalah Yunho, diikuti aku. Dibelakang kami Junsu dan Yoochun menyusul. Tak bisa kupungkiri hatiku berdebar-debar sekali saat ini. Bagaimanapun siapnya aku mengarang cerita tentang aku yang berhasil selamat dari kecelakaan itu, sama sekali tak membuatku tenang. Segala kecemasan dan keraguan menggelanyutiku. Kugenggam erat tangan Yunho. Dia sepertinya mengerti atas kegundahgulanaanku. Dia menatapku sesaat dan memberiku bisikan dari tatapannya itu, bahwa semua akan baik-baik saja. Tenanglah Jae.. Tenanglah..

 

Setibanya kami di pintu masuk, tampak Changmin, appa dan ummanya tengah berdiri disana menerima kedatangan tamu-tamu undangan. Kami mendekati mereka dan menyalaminya satu persatu.

 

“Hyung-hyungku.. Senang rasanya kalian bisa datang..” ucap Changmin pada kami.

 

“Nae, tentu saja kami datang lah..” jawab Yoochun.

 

“Nae.. Selamat menempuh hidup baru sebentar lagi adikku.. Jagalah baik-baik istrimu kelak.. Cintai dan sayangi dia sepenuhnya..” ucap Yunho pada adiknya itu.

 

Mereka berdua pun kembali berpelukan. Yunho terlihat turut bahagia melihat adiknya yang hendak menikah sesaat lagi ini. Terpancar jelas dari tatapannya bahwa dia benar-benar bahagia wanita yang akan menikah dengan adiknya pun adalah seseorang yang terbaik untuknya. Bagaimanapun juga Yunho mengenal baik, calon adik iparnya itu sebelum Changmin mengenalnya. Dia yakin Lee Yeonhee akan menjadi istri yang baik, ramah, setia, patuh dan mencintai suaminya dengan sepenuh hatinya.

 

“Oya hyung.. Siapa yang kau ajak kemari ini? Apa dia kekasihmu?” tanya Changmin sambil melihat ke arahku.

 

“Ohh.. Nae.. Dia kekasihku.” jawab Yunho cepat sambil tersenyum ke arahku.

 

“Perkenalkan. Shim Changmin imnida.” salam Changmin padaku.

 

“Jaejoong imnida. Kim Jaejoong.. Aku juga kakak dari Junsu. Yunho banyak bercerita tentangmu.” Jawabku sambil berusaha tersenyum seramah mungkin yang aku mampu.

 

“Wah.. Jeongmal? Yunho hyung curang tak pernah menceritakan apa-apa kepadaku. Tapi tunggu-tunggu bukannya kau pegawai di tempat makan itu?” sahut Changmin.

 

“Nae..” jawabku lirih.

 

“Wah..wah.. sepertinya ada yang cinta lokasi..” ucap Changmin lagi.

 

Kami terlalu asyik berbicara dengan Changmin sebagai man of this day, hingga nyaris lupa pada appa dan umma Yunho dan Changmin yang tengah berdiri di sampingnya.

 

“Kalian datang…. Syukurlah..” ucap umma pada kami semua.

 

“Ahjuma.. Tentu saja kami datang.. Aku datang bersama Kim Junsu kekasihku.” sahut Yoochun pada mereka berdua.

 

“Nae.. Malam itu saat kalian akan makan malam bersama, kita kan sudah berkenalan dan berbincang-bincang panjang lebar.” jawab umma.

 

“Umma..” panggil Yunho pada wanita setengah baya itu.

 

Umma menoleh ke arah Yunho dengan sebuah senyuman bahagia terukir di wajah hangatnya. Memang wajah umma sudah tak lagi muda. Tapi wajah itu selalu berhasil membuat semua orang yang menatapnya terasa damai dan tenteram. Umma memandangi wajah Yunho yang sangat dia sayangi itu layaknya seorang ibu dengan anak kandung sendiri.

 

“Yunho.. Kapan kau main ke rumah lagi.. Umma sudah rindu lagi padamu.” ucap umma sambil memeluk tubuh putra angkatnya itu.

 

“Jeongmal mianhe Umma.. Aku akan sering berkunjung ke rumah.” Ucap Yunho sambil memeluk lebih erat Ummanya.

 

Sesaat mereka tidak berkata apa-apa satu sama lain.

 

“Oya.. Beri salam pada Appa mu Yunho..” ucap umma sambil melepaskan pelukan dan kini menatap pada appa yang berdiri tak jauh darinya.

 

“Appa..” salam Yunho pada appanya itu.

 

“Yunho.. Anakku.. Appa senang kau datang. Appa masih tak percaya kau sudah benar-benar memaafkan appa.” Ucap appa ragu-ragu.

 

“Sudahlah appa.. Jangan kau ungkit-ungkit lagi hal itu. Itu hanyalah masa lalu yang tak perlu kita ingat-ingat lagi. Kita sudah menutup lembaran itu ketika malam aku berkunjung ke rumah saat itu. Bahkan aku sudah lupa..” jawab Yunho sambil langsung memeluk Appanya erat.

 

Tampak appa masih sedikit ragu-ragu memeluk putranya itu.

 

“Sekali lagi, maafkan Appa Yun..” ucapnya mengulangi kata-katanya dulu.

 

“Sudah appa. Jangan dibahas lagi..” jawab Yunho sambil melepaskan pelukan mereka.

 

“Tapi Yun..” ucapnya terhenti.

 

“Appa.. Sudah.. Aku sayang Appa.” Sahut Yunho cepat dan tak ingin mendengar appa nya yang terus merasa bersalah itu.

 

“Yun.. Kau anak baik. Appa benar-benar merasa bersalah padamu Yun. Appa sayang kamu, anakku, anak sulungku..” ucap appa sambil menepuk bahu Yunho pelan.

 

Mereka semua tampak bahagia atas datangnya hari yang indah ini. Tak ada hari yang lebih indah selain hari dimana seluruh anggota keluarga berkumpul pada acara yang penuh suka cita ini tanpa adanya permasalahan sedikitpun yang ada di dalamnya. Semuanya baik-baik saja dan bahagia. Sesaat kemudian sepertinya Yunho mengingat keberadaan ku di dekatnya.

 

“Oya Appa.. Umma.. Aku kemari bersama kekasihku yang waktu itu sudah aku kenalkan..” ucapnya sambil mengandengku untuk mendekat.

 

“Anyeonghaseyo Umma.. Appa..” salamku pada mereka.

 

“Benar-benar manis sekali kekasihmu Yun.. Umma pernah bertemu dengannya sebelumnya, tapi entah kenapa umma masih saja mengagumi kecantikannya. Sepertinya umma kalah cantik..” ucap Umma Yunho sambil memelukku.

 

Aku hanya bisa tersenyum dan tertunduk malu. Wajahku pasti sudah seperti layaknya kepiting rebus saat ini. Benar-benar memalukan dan yang lebih memalukan mereka semua tertawa melihatku yang tengah malu ini. Aisshhhhh…

 

Ummapun melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajahku.

 

“Umma tetaplah yang paling cantik..” ucapku tulus.

 

“Gomawo..” jawab umma sambil tersenyum lembut.

 

“Kalian sangat serasi.” Sahut Appa Yunho menimpali.

 

 

Sesaat kami bercakap-cakap basa-basi tentang bagaimana hubungan kami. Bagaimana kami bertemu dan lain sebagainya. Aku berusaha menjawab sebisaku tapi tetap menjaga semua rahasia itu rapat-rapat. Aku berusaha seramah dan sesopan mungkin pada keluarga baruku ini. Aku benar-benar bahagia bisa berada di antara mereka saat ini. Kami terus berbincang, hingga dari arah belakang sebuah suara memanggilku..

 

“Jaejoong hyungggggggg…..”

 

Kami semua menoleh untuk melihat siapa yang memanggilku. Belum sempat kumengenali siapa yang telah memanggilku itu, tiba-tiba kurasakan sebuah pelukan hangat.

 

“Eunhyuk..” ucapku terputus.

 

“Hyung kau kemana saja?? Kau masih hidup ternyata..” ucap seseorang yang tengah memelukku itu dan yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Eunhyuk, sahabatku dan Junsu.

 

Kulihat Donghae, sepupuku berdiri di belakang kekasihnya itu, menatap kearahku dengan tatapan bahagia sekaligus bingung.

 

“Nae hyung.. Kami pikir kau sudah mati..” ucap Donghae.

 

“Tidak.. Aku masih hidup. Aku selamat dari kecelakaan itu. Ada warga sekitar yang menyelamatkanku dan mengobatiku.” jawabku.

 

“Lalu selama ini kau kenapa tidak menemui kami??” tanya Eunhyuk yang mulai menangis dalam pelukanku.

 

“Jeongmal mianhae.. Selama ini aku masih dalam masa penyembuhan. Butuh waktu cukup lama untuk bisa sembuh sedia kala. Mianhae telah membuat kalian khawatir. Tapi yang terpenting saat ini aku sudah berada di antara kalian semua kan..” jawabku sambil menenangkan Eunhyuk.

 

“Hyung kami merindukanmu..” kata Donghae sambil mendekat dan memelukku.

 

Selama beberapa saat kubiarkan mereka untuk memelukku sepuas mereka. Hingga akhirnya aku rasa pelukan ini harus terhenti karena acara akan dimulai tak lama lagi.

 

“Sudahlah.. Sudahlah… Ayo kita duduk sebentar lagi acara akan dimulai. Kita mengobrolnya nanti saja. Ada banyak waktu untuk kita melepas rindu nanti.” bujukku pada mereka berdua.

 

“Benar ya hyung.. Banyak sekali yang ingin aku dengar darimu..” ucap Eunhyuk yang masih saja menggelanyut di lenganku.

 

Kami semuapun duduk dan menahan diri untuk melepaskan kerinduan karena acara benar-benar akan dimulai sebentar lagi. Tak mungkin acara ini ditunda gara-gara masih menunggu kami yang masih sibuk berpeluk-pelukan melepas kerinduan. Bagaimana dengan tamu-tamu undangan yang lain?

 

Changminpun bersiap didepan untuk mengucapkan janji pernikahan, menanti kedatangan Yeonhee yang akan melangkah dari pintu masuk di antarkan oleh appa Yeonhee, sekaligus sahabat dekat appaku yang sudah lama tinggal di luar negeri. Kami semua duduk dibarisan terdepan. Yoochun dan Junsu duduk di sebelah kiriku dan Yunho duduk di sebelah kananku. Selain itu ahjushi dan ahjuma tengah duduk di sebelah Yunho. Sedangkan Eunhyuk dan Donghae berada di barisan tamu undangan mempelai wanita yang tak jauh dariku juga.

 

Kugenggam dengan eratnya tangan Yunho yang berada di sampingku,karena perasaan bahagiaku bisa berada di tengah-tengah orang yang aku cintai seperti saat ini. Setelah sekian lama aku tidak bisa berkumpul dengan mereka semuanya. Seakan mimpi yang menjadi kenyataan saja hari ini. Tak pernah kubayangkan saat-saat seperti ini akan datang dalam hidupku. Tak pernah kubayangkan aku tak lagi perlu bersembunyi dari mereka. Aku kira selamanya aku tak akan bisa bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang aku cintai dan sayangi selamanya. Sungguh bahagia sekali rasanya aku hari ini. Tak ingin rasanya hari ini cepat berakhir. Semoga hari ini bukanlah sekedar mimpi disiang bolong belaka.

 

 

-oOo-

 

Acara pun dimulai. Tampak Changmin gagah dan tampan dengan setelan jas putihnya berdiri di depan sana. Dari arah belakang tampak Yeonhee dengan gaun putihnya yang terjuntai kelantai di antarkan oleh Appanya ke sisi Changmin dengan peri-peri kecil yang tengah sibuk mengangkat-angkat gaun Yeonhee agar tidak kotor terseret di lantai. Ketika mereka tiba di depan. Appa Yeonhee menyerahkan Yeonhee pada Changmin sebagai simbol seorang appa yang telah memberikan tanggung jawab pada Changmin untuk menjaga anak perempuan satu-satunya itu. Suasana menjadi sangat kidmat. Kusaksikan proses pengambilan sumpah setia pernikahan ini. Aku turut berbahagia dengan pernikahan mereka. Semua orang tampak bahagia hari ini. Ini adalah hari yang tak akan pernah dilupakan oleh kami semua. Terima kasih Tuhan.. Kau berikan sebuah akhir yang bahagia bagi kami semua. Benar-benar akhir yang bahagialah yang kau berikan pada kami.

 

-oOo-

 

Sesaat kemudian..

 

Yeonhee akan segera melempar karangan bunga ke arah tamu-tamu yeoja. Kami para namja hanya melihat dari pinggir. Walaupun sebenarnya aku sangat ingin ikut menangkapnya. Bagaimanapun juga aku ingin bisa segera menikah. Seperti kita tahu, mitos bahwa bagi siapa yang bisa menangkap karangan bunga itu akan segera menyusul mereka menikah. Tapi aku tetaplah namja yang tak mungkin untuk ikut bergabung bersama yeoja-yeoja itu.

 

Satu..

 

Dua..

 

Tigaaaa ..

 

Bunga pun dilempar. Terlempar tinggi-tinggi dan tinggi sekali hingga akhirnya bunga itupun menukik dan perlahan mulai turun. Bunga itu terus turun dengan cepatnya dan sepertinya bunga itu tidak menuju ke arah gerombolan yeoja itu, dan entah mengapa..

 

PLUKK..

 

Bunga itu jatuh tepat di tanganku.

 

“Mwo? Aku yang berhasil menangkapnya.” Kataku sambil melihat ke arah Yunho bingung.

 

“Hyung.. Selamat ya..” ucap semua orang yang melihat bunganya berada di tanganku.

 

“Joongie.. Sepertinya kita harus segera menikah..” ucap Yunho sambil tersenyum padaku.

 

“Hyaaaa  Jung Yunho.. apa yang kau katakan??” ucapku kaget dengan kata-katanya itu.

 

Dia hanya tersenyum-senyum sendiri melihat ekspresiku yang malu saat ini. Namun kulihat dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Jangan bilang isi kotak itu adalah… Ya Tuhan… Isi kotak itu adalah…

 

Yunho tiba-tiba duduk bersimpuh di depanku dengan satu kaki menumpu di lantai dan kaki satunya di tekuk. Apa yang akan dia lakukan?? Benarkah dia akan melakukannya?? Sekarang?? Disini?? Di depan semua orang?? Dia acara pernikahan Changmin?? Di depan semua keluarganya dan semua keluargaku serta depan teman-teman kami?? Mwo????

 

Tiba-tiba kurasakan jantungku berdebar dengan sangat cepat, sangat cepat, terlalu cepat. Pipiku mulai menghangat saat ini. Aliran darah berdesir hebat di dalam sana. Nafasku naik turun. Keringat dingin menetes perlahan. Sepertinya aku sudah sangat gugup saat ini.

 

“Maukah kau menikah denganku Kim Jaejoong..” ucapnya sambil membuka kotak itu yang isinya adalah sepasang cincin terindah yang pernah aku lihat.

 

“Yun..” ucapku tak percaya dengan apa yang dia lakukan.

 

“Kumohon Jae..” pintanya padaku dengan wajah memelas padaku.

 

Sejenak aku terdiam dan mensyukuri apa yang aku alami sekarang. Kupandang wajah tampan yang berada di depanku saat ini. Begitu bersyukurnya aku dicintai dan mencintai namja setampan dan baik dirinya. Namja terhebat dan terluar biasa yang pernah kutemui. Benarkah aku sedang tak bermimpi. Kupegang sendiri dadaku. Bisa kurasakan detakannya yang begitu kencang. Sepertinya aku tidak tengah bermimpi. Ya, aku tidak sedang bermimpi. Kuyakinkan diriku sendiri bahwa ini bukanlah mimpi.

 

“Tentu..” jawabku lirih.

 

“Ha??” tanyanya pura-pura tidak dengar.

 

“Tentu..” jawabku lagi.

 

“Apa??” sahutnya menjengkelkan.

 

“Tentu.. Tentu.. Tentu aku mau mau menikah denganmu Jung Yunho…” jawabku sambil memintanya untuk berdiri.

 

Seketika ekspresinya tampak begitu bahagia. Kemudian disematkannya salah satu dari dua cincin itu di jari manisku dan kusematkan cincin yang lain di jari manisnya pula. Kamipun berciuman dengan sangat hangat di depan semua tamu undangan dan keluarga yang hadir hari itu pada pernikahan Changmin dan Yeonhee.

 

“Jung Yunho… Jeongmal Saranghamnida” ucapku di sela berciuman.

 

“Naedo jeongmal Saranghamnida..” jawabnya lembut.

 

Semua orang bertepuk tangan dan bersorak-sorai bersuka-ria melihat kebahagian yang kami berdua rasakan. Aku benar-benar bahagia..

 

Terima kasih Tuhan.. Ternyata inilah rencana yang Kau berikan padaku. Walau akhirnya aku dan Yunho dipersatukan dalam keadaan kami sebagai vampir, tapi ini benar-benar sebuah rencana terindah yang telah Kau siapkan untuk kami.

 

Terima kasih Tuhan..

 

Terima kasih..

 

Terima kasih..

 

===END STORY===

 

🙂

🙂

🙂

Readerrrrrrrrrrrrr….. Peluk satu-satu.. Bagaimana reader? Kalian minta akhir yang happy end kan? Hihihi.. Aku berikan akhir bahagia yang kalian harapkan. Semoga ff ini selalu bisa reader sekalian ingat dan membekas di hati reader sekalian. Nantikan chapter epilognya yang tentu aja tetap chapter yang penting ya…

Jeongmal gomawoyo reader sekalian. Kalianlah yang selalu memberiku semangat untuk terus menulis terutama ff Bloody Love ini. Tanpa kalian, kami sebagai author bukanlah apa-apa. Gomawo..

Maaf, kalau ada kesalahan yang pernah aku lakukan selama ff Bloody Love ini di rilis, baik dalam penulisan, alur cerita, konten, bahasa, typo2, jadwal mempostingnya, dan lain sebagainya.

Terima kasih banyak untuk our beloved Yunjae. Yunjaelah yang selalu memberiku inspirasi untuk menulis. Cinta mereka begitu indah. Walau di kehidupan nyata mereka belum bisa mengkonfrensikan hubungan mereka yang sebenarnya, tapi kemesraan dan bukti-bukti cinta yang mereka pancarkan selalu sukses sampai kepada kita fans sejati mereka.

Yunjae selalu membuatku bahagia. I love Yunjae…

Always Keep The Faith!

Yunjae is Real!

 

-Beth-

26 thoughts on “Bloody Love Chapter 42 – That’s Love (Part.2) | @beth91191

  1. Kyaaaa tamattt end need epilog T__T. Bnr2 ending yg manis mereka ber2 jd vampir brarti bisa saling mencintai selamanya,, gomawo thor ff nya mengobati kerinduan akan yunjae🙂

  2. Akhirnya beth happy end juga nih ff, thnx y bwt ceritany yg keren, ga sbr nunggu ff yg lainnya^^
    Hwaiting!

  3. bethhhhhhh,,,akhirnya ending nih ff..bakalan kangen deh sama ff ini

    Akhirnya yunjae bersatu, walaupun sebagai vampir..tp mungkin itu yg terbaik, soalnya mereka sama2 ga da yang mw pisah..

    I love happy ending

    Epilog nya jangan lupa ya :))

  4. hiyaaaaaa…!!!! ENDnya romantiiiiis bangeeet
    akhirnya yunho berubah jd vampir jg,walaupun yunjae jadi vampir,yg penting mrka bersatu,pengen cpt2 baca epilognya,yunjaenya dah nikah lom y?

  5. aaaaaaaaa…
    akhirnya tamat juga
    suka bgt akhirnya
    smua bahagia
    hahhahhaha,,,
    shiwon udh nyerah
    wjwjjwjjwj
    asiiiik
    yunpa jd vampire jga
    hahahhaha,,,,
    dtunggu epilogny

  6. ehh udah end??? koq cepet banged sepertinya.. udah end aja -______-
    masih ad epilog kan???
    hehehehe tapi happy ending seneng deh.. akhirnya siwon mundur juga,, bagus deh

    btw bukannya changmin udah pernah ketemu jaejoong yah, sekali di restorant yunho, dua kali di rumah yunho waktu jeje nemenin yunho dateng ke acara makan malem keluarganya.. koq disini changmin belum kenal jeje and kenalan lagi ke jeje sih??? jangan2 authornya lupa nih🙂

  7. mwo? tamat…??
    ga kerasaaa..
    huhuhu

    endingny so sweet bgd, lbh so sweet lg klo ad prnikahn yunjae jga mreka bs brbhagia selamany sbgai vampire.
    hehe

  8. akhirny happy end juga… jad yunho jadi vampir juga… akhir yang indah.. tu jae dilamar pas nikahny changmin..geleng2…

  9. hyaaaa hepi enddd,,,gomawoyo authorrrr*pasangmukasemanisjiji#plak*,,msh ada epilog kan?? ya kan??,,,pass bgt a harapankuu,,klo yun jadi vampirrr,,,aduhhh ntu umpa lom kawinan dah main kissuan,,,ckck
    yunjae is realllll!!!,,,~

  10. Hehehehe akhir nya dgaan ku jdi knytaan hahahahaha yunpa di jadiin vampire jga hahahaha tpi sayang harus ny yang laen jua tuh…eh aq heran bkanny vamp takut ma salib yah coz di grja kan byak salib nya apa ga papa tun yunjae lama” di sono???

  11. wooaahh… ini kedua kalinya aku baca ni FF. n tetep mengena d hati.
    tapi aku jd baru sadar sesuatu. kok jae kenalan lg sm changmin? kan mereka pernah ktmu waktu acara makan malam di rumah UmPa nya changmin.

  12. Yeyeye happy ending!!!
    Baca ini sambil denger lagu W + stand by U~
    seruuu banget!
    Udah gabisa berkata2 lg tntng ff ini!
    T.O.P.B.G.T !
    Gomawo author! ^^ *bow*
    sayonara~~~

  13. horeee….happy ending…..*nari2 geje
    biarpun dah sama2jd vampir, tapi akhir.y bersatu juga.
    haduh, telat bget aq komen.y
    karena lg error n sbuk bget.
    yunjae emg all the best lah, bener2 REAL😛
    hwaithing!!!!

  14. uwaaaaa happy end juga akhirnyaaaaaaa~ :DDD uda nebak sih kalo yunho pasti jadi vampir juga, tpi ga nyangka bkal jadi sweet moment gini~ :3 tulisan yg bagus! good job chinguya~ :))

  15. Appa jadi vampir!!! Ga kebayang segimana guuaaanteng’a tuh appa setelah jd vampir! #kebanyakan bc+nntn twilight

    Walaupun tadinya jaema ga mau ngrubah appa.. τρ krna saking citrong’a akhirnya…jreng!!…jreng!!

    Sweet banged…banged ˘ϑέcђ
    Appa nglamar umma..
    Kalau ku jadi Changmin ku akan omelin hyung’a…soalnya inikan moment’a Changmin! Bkan Yunjae moment!! ^^
    Dasar appa ųϑªђ ga sabar aja, mau nyosor umma…pdhl merekakan eternally!!

  16. akhirny selesai jg bacany pdhl dah ngebut baru selesai skrg
    anyway keren dah ffny n ditunggu karya selanjutny

  17. Wah… Give applause!!!
    Keren bgt! Aq dah nebak pasti happy ending tp ternyata endingnya indah bgt. Jd mupeng…
    *Plak

  18. dari pertama baca ffnya.gak kepikiran jeje bakal jd vampir.
    dan endingnya yunho juga jadi vampir ^^

  19. Huweeeee
    Trharu,akhirny stlang prjlanan pnjang umma
    Stelah bnyak pngorbanan cinta yunjae

    Mereka brsatu juga

    Chukun yunjae

  20. Kyaaaa akhirnya happy ending.. Dari awal liat judulnya udah penasaran banget, daaaaaaannnnn setelah baca.. waw banget, bikin perasaan campur aduk deh pokoknya. Jempol deh *kecupbasah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s