Bloody Love Chapter Epilog – Do You Think It’s The End ? | @beth91191


Anyeonghaseyo yorobeun..

Ini adalah akhir dari akhir kisah Yunjae yang panjang ini. Tidak disarankan membaca chapter ini kalau reader merasa bosan dengan kisah vampir ini. Karenaaa… Hahahaha~ Rahasia..

 

Langsung baca aja ya..

 

Title        : Bloody Love

Author   : Beth

Chapter : Epilog – Do You Think It’s The End?

Genre    : Romance, Yaoi, Angst

Rate       : 21+


CHAPTER Epilog – Do You Think It’s The End?

 

[Jaejoong pov]

Malam ini adalah malam tepat setelah dua minggu pernikahan Changmin dan Yeonhee. Appa dan umma Yunho yang sudah aku anggap sebagai appa dan ummaku sendiri, Yunho, aku, Yoochun, Junsu, appa dan umma Yeonhee Mr dan Mrs. Lee, Eunhyuk, Donghae, serta tentunya sang pengantin baru Changmin dan Yeonhee tengah mengadakan makan malam bersama seluruh keluarga baru kami ini untuk pertama kalinya. Sebetulnya kami berniat mengadakannya sesegera mungkin makan malam ini setelah pernikahan itu berlangsung, tapi Changmin dan Yeonhee masih disibukan dengan resepsi pernikahan mereka yang memang mereka adakan secara besar-besaran. Bagaimana mungkin anak dari pemilik Lee Giant corp yang sudah terkenal hingga ke daratan Amerika, mau mengadakan acara yang biasa-biasa saja? Pernikahan ini menjadi hadiah bagi Yeonhee dan Changmin dari Mr dan Mrs Lee, appa dan ummanya Yeonhee yang merupakan sahabat dekat appa dan umma ku sekaligus besan dari appa dan umma Donghae sepupuku. Ahhh.. Dunia itu memang benar-benar sempit. Dimana semuanya saling berhubungan satu sama lain.

Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan rumah Yunho. Makan malam ini diadakan dirumah keluarga Shim. Appa dan umma Yunho lah yang mengundang dan menjamu kita semua tentu dengan makanan yang luar biasa pastinya.

Setelah doa dipimpin oleh Changmin sebagai bintang utama pada acara makan malam ini, kamipun memulai makan kami.

“Silakan dinikmati.. Silakan..” Kata appa membuka percakapan.

“Wah.. Sepertinya enak-enak sekali masakannya.” Sahut Mr.Lee appa Yeonhee.

“Ah.. Biasa saja.. Mianhae kalau sederhana..” Kata umma merendah.

“Ah Mrs. Shim merendah sekali. Ini semua yang masak Mrs.Shim?” Timpal Mrs.Lee ummanya Yeonhee.

“Nae.. Saya masak sendiri tapi dibantu sama Jaejoongie, kekasih anak tertua saya, Yunho. Dia benar-benar mahir memasak.” Jawab umma sambil melihat ke arahku dan melemparkan senyuman bangganya.

“Wah beruntung sekali ya Yunho memiliki kekasih yang pintar memasak. Tidak seperti Yeonhee yang sama sekali tidak pernah masak.” Sindir Mrs Lee pada anak perempuannya itu.

“Ahh ummaa..” Gerutu Yeonhee merasa malu atas kata-kata ummanya.

“Bagaimana Changmin, kau tidak menyesalkan setelah mengetahuinya?” Kata Mr.Lee pada Changmin.

“Sama sekali saya tidak menyesal. Jika dia memang tidak bisa memasak. Masih banyak waktu untuknya belajar. Biar saya sendiri yang akan mengajarinya.” Jawab Changmin sambil tersenyum lugu pada Yeonhee.

“Dengar itu Yeonhee-ah.. Suamimu akan mengajarimu memasak, kau harus rajin ketika belajar memasak nae? Arasho?” Ucap Mrs. Lee melototi anak perempuannya.

“Arasho umma..” Jawabnya cepat.

“Oya besan Shim, bagaimana apakah Anda berniat untuk bekerja sama dengan saya dalam mengembangkan usaha yang sudah kita bahas kemarin?” Tanya Mr.Lee pada appa.

“Setelah saya berbincang-bincang dengan Nyonya Besar dan berpikir, sepertinya sangat sayang jika saya menyia-nyiakan kesempatan ini.” Sahut appa.

“Kalau begitu setelah makan malam ini, akan membahasnya lebih mendetail.” Kata Mr. Lee bersemangat.

“Baiklah.” Sahut appa mantap.

“Oya, terus bagaimana ini Changmin dan Yeonhee apakah sudah menentukan akan berbulan madu kemana?” Tanya umma.

Sesaat Changmin dan Yeonhee saling bertatapan dan saling tersenyum satu sama lain.

“Ohh, kami sudah merencanakan bulan madu sebulan penuh keliling Eropa umma, appa, omoni, aboji.” Jawab Changmin sambil menggenggam tangan istrinya itu.

“Wahh.. Luar biasa.. Aku jadi iri pada kalian.” Sahut Yoochun tiba-tiba.

“Makanya kau segera menyusul mereka lah Yoochun. Kalian berdua kan sudah cukup umur dan sudah sangat mapan. Lalu apa yang harus kalian tunggu?” Tanya umma pada Yoochun dan Junsu.

“Saya tidak ingin mendahului hyung saya, ahjuma Shim. Biarlah Jaejoong hyung dan Yunho hyung menikah terlebih dahulu.” Sahut Junsu sambil tersenyum ke arahku.

“Lha terus kapan Yunho dan Jaejoong menikah?? Bukannya kalian sudah setuju akan segera menikah? Hari saat pernikahan Changmin, Yunho sudah melamarmu dan kamu menerimanya kan Jaejoong? Appamu pasti sudah tak sabar melihat putra-putranya menikah dari surga sana.” Tanya Mr.Lee padaku.

“Secepatnya ahjushi Lee. Kami masih harus mengurus bisnis restoran kami.” Jawabku.

“Kalau kau memerlukan bantuan modal, katakan saja pada ahjushi ya. Bagaimanapun juga appamu sudah banyak membantu ahjushi saat baru merintis karir dulu.” Ucap Mr.Lee.

“Saya rasa, saya masih bisa menghandle segalanya. Modal sudah ada dari tabungan saya. Tinggal pengembangan nya saja.” Jawabku cepat.

“Ah ah ahhh.. Bicara tentang menikah, bagaimana dengan Eunhyuk dan Donghae? Kenapa kalian tidak juga menikah. Tunggu apa lagi kalian? Umur, karir sudah mapan semua. Bahkan kalian sudah didahului adik kalian, Yeonhee.” Sahut appa menimpali.

“Ahh.. Saya juga inginnya mereka menikah besan Shim. Tapi tanya saja mereka kenapa tidak juga menikah.” Jawab Mr.Lee.

“Memang ada apa kalian belum juga menikah?” Tanya umma.

“Kami sudah memutuskan untuk tidak akan menikah ahjuma. Bagi kami sama saja.” Jawab Eunhyuk tenang.

“Memang dasar anak muda jaman sekarang..” Seru Mrs.Lee sambil memandang jengkel pada anak laki-lakinya itu.

“Maafkan kami omoni..” Kata Donghae pada Mrs.Lee.

“Bukan itu masalahnya Donghae-ah. Umma setuju-setuju dengan keputusan kalian. Kalian sudah dewasa dan memiliki hak untuk menentukan pilihan tapi, sayang sekali umma memiliki 2 anak tapi hanya bisa mengadakan pesta pernikahan sekali saja seumur hidup omoni. Padahal omoni kan suka sekali pesta.” Ucap Mrs. Lee yang membuat suasana yang sedikit menegang kembali mencair.

“Baiklah umma. Kalau begitu kami akan menikah.. Secepatnya akan menikah.. Senang??” Tanya Eunhyuk yang geli dengan alasan ummanya itu.

“Jeongmal? Baguslah kalau begitu.” Sahut Mrs Lee diikuti tawa semua orang.

Orang-orang tak akan menyangka keluarga sekaya dan seterkenal ini, akan memiliki tawa selepas ini ketika berkumpul bersama.

Kami semua terus mengobrol dengan topik yang silih berganti. Obrolan yang terjadi di antara kami terasa begitu hangat, akrab dan dekat sekali, seperti layaknya keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu saja. Sungguh malam itu semuanya terlihat sama sekali jauh dari kata kaku dan formal seperti yang aku duga sebelumnya. Aku tahu pasti keluaga Shim bukanlah keluarga yang kaku dalam urusan makan malam bersama. Jika memang ada sesuatu yang patut ditertawakan, maka mereka akan dengan mudahnya berkelakar. Sedangkan untuk keluarga Lee, aku tahu mereka adalah salah satu keluarga terkaya di Asia. Mereka mungkin terbiasa untuk menhadiri acara makan malam yang kaku dan formal. Tapi khusus untuk malam ini, mereka sejenak melepaskan topeng-topeng kekayaan mereka. Semua bersatu dalam kesederhanaan. Sungguh malam yang indah yang akan aku ingat seumur hidupku, makan malam yang menyenangkan bersama seluruh anggota keluarga besar baruku.

-oOo-

Setelah makan malam…

Kami duduk sesaat bersama di ruang keluarga. Rutinitas yang mulai biasa aku rasakan setelah makan malam. Tapi kulihat appa dan Mr.Lee tengah berbincang-bincang cukup serius di ruang kerja yang berada tak jauh dari ruang keluarga. Sedangkan umma dan Mrs Lee tengah asyik mengobrol di dapur, membahas bisnis tekstil yang akan mereka rintis bersama. Benar-benar keluarga Lee adalah keluarga pembisnis, kehidupannya tak bisa lepas dari bisnis. Bahkan besannya pun sibuk di ajak berbisnis.

Kami anak-anak mereka duduk bersama di ruang keluarga ini. Mengobrol bersama sambil mencicipi kudapan yang telah umma siapkan. Terlihat Changmin tengah memainkan piano di sudut sana dengan Yeonhee yang berdiri di sebelahnya sedangkan Junsu sibuk bergelanyut padaku masih merasa rindu padaku. Eunhyuk dan Donghaepun duduk tak jauh dariku turut mendengar cerita tentang aku yang berhasil selamat dari kecelakaan walaupun cerita itu telah aku karang sendiri. Sedangakan Yoochun dan Yunho tengah asyik bermain game di XBox terbaru milik Changmin.

Semua tampak menyenangkan hingga..

Tiba-tiba..

Jantungku berdetak cepat. Perasaanku benar-benar tidak tenang. Ada apa ini?? Kumenoleh ke arah Yunho secara reflek ketika aku merasa ada yang salah pada diriku. Yunho juga tengah menatapku tajam. Wajahnya mengeras dan berubah menjadi begitu serius. Sepertinya dia merasakan hal yang sama sepertiku. Mampu kurasakan sesuatu yang jahat tengah mendekat. Dengan langkah cepat dia mendekat-mendekat mendekat dan mendekat. Mampu kuketahui sosoknya yang sedikit demi sedikit semakin jelas di benakku dan kemudiann…

TOK.. TOK.. TOK..

Suara pintu depan diketuk dengan keras tapi dengan ritme perlahan. Aku menahan nafas. Jantungku terasa berhenti. Kutatap terus wajah Yunho. Dia beranjak berdiri hendak melihat siapakah yang tengah mengetuk pintu. Kupegang tangannya erat untuk jangan gegabah. Kulihat Yoochun dan Junsu menyadari ekspresi kami yang berubah. Mereka sepertinya ikut khawatir dengan sesuatu yang kami sendiri belum jelas apa itu.

TOK.. TOK.. TOK..

Pintu kembali diketuk dengan ritme yang sama. Statis kaku dan dingin.

“Biar aku bukakan..” Sahut Changmin tanpa kami sadari sudah berjalan menuju pintu depan.

Tak seorangpun dari kami berempat berhasil mencegahnya.

Aku benar-benar sudah menahan nafasku dalam-dalam. Tak sedikitpun aku bergerak. Bahkan mengedipkan mata barang sepersekian detik saja tidak. Ekspresiku, Yunho, Yoochun dan Junsu berubah tegang. Eunhyuk dan Donghae masih sibuk mengobrol berdua, Yeonhee sibuk melanjutkan permainan piano Changmin. Seharusnya ruangan itu terasa ramai oleh itu semua. Tapi entah mengapa bagiku ruangan itu begitu hening. Terlalu hening. Mencekam. Kelam.. Gelap.. Suram.. Suatu makhluk malam penghisap darah manusia tepat berada di depan pintu masuk rumah kami dan Changmin tengah membahayakan dirinya dengan membukakan pintu.

Di bawah sadar aku dan Yunho sudah bersiap jikalau tiba-tiba makhluk itu menyerang. Tak akan kubiarkan makhluk itu menyerang orang-orang yang aku sayangi.

Changminpun membuka pintu sesaat. Terdiam menatap keluar. Tak bersuara tak bereaksi. Waktu berjalan begitu lambatnya saat itu. Ada apa sebenarnya di depan sana? Mengapa Changmin hanya diam saja? Apa yang dia lihat? Yunho sepertinya sudah sangat tidak sabar menunggu sepertiku. Dengan secepat kilat dia berlari ke arah Changmin dan tiba-tiba sudah berada di sebelahnya tanpa ada seorangpun yang memperhatikan kecuali Yoochun dan Junsu.

Apa?? Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?? Apa yang mereka lihat?? Apa?????? Jangan buat aku penasaran dalam ketakutan seperti ini….

“Yun..”Panggilku pelan.

Yunho terlihat membungkuk mengambil sesuatu. Changmin terlihat bingung mencari-cari seseorang. Di tengoknya ke kanan dan ke kiri mencari siapa yang mengetok pintu itu. Yunhopun kembali bangkit dan melihat ke arahku dengan menunjukan sepucuk surat beramplop hitam legam dengan tinta emas di atasnya serta stempel perekat bewarna merah pekat layaknya surat jaman abad pertengahan.

“Surat untukmu Jae..” Ucap Yunho sedikit membuatku tenang ternyata tak ada siapa-siapa di depan pintu.

Sepertinya pengantar suratnya sudah pergi dan hanya meninggalkan surat itu di depan pintu begitu saja. Perlahan tapi pasti bisa kurasakan keberadaan makhluk malam itu menghilang, menghilang dan menghilang, hingga akhirnya lenyap dari benakku.

Syukurlah Tuhan. Aku benar-benar takut jika ada serangan yang terjadi dirumah ini karena ulah kami. Akupun berjalan mendekati Yunho dan Changmin yang masih tampak bingung.

“Sudahlah.. Lanjutkan bermain pianomu.” Kataku pada Changmin.

Diapun mengangguk dan meninggalkan kami berdua dalam kegelisahan yang belum begitu reda. Surat hitam? Untukku? Jangan-jangan ini dari….

Kubuka dan kubaca surat itu

..

To : my beloved Kim Jaejoong.

 

Demi bulan yang terus berputar mengelilingi bumi…

Demi bumi yang terus berputar mengelilingi matahari..

Demi bintang-bintang yang bertebaran di langit sana…

Demi benda-benda langit yang memenuhi angkasa luar..

 

Demi air yang jatuh dari atas turun ke bawah..

Demi jarum jam yang selalu berputar ke arah kanan..

Demi jiwa-jiwa terkutuk yang selamanya akan terjebak dalam lingkaran kelam..

Demi jiwa-jiwa bersih yang  lemah dan hina..

 

Aku Choi Siwon, berjanji tak akan pernah melepaskanmu.

Kau, Kim Jaejoong telah ditakdirkan sebagai pendamping hidupku selamanya.

Itulah sabdaku.

 

Tak akan kubiarkan siapapun dalam kehidupanmu, menghalangiku. Dia harus binasa di tanganku. Aku berjanji..

 

Sesuai titahku yang telah aku pegang selama ratusan tahun, jiwa-jiwa bersih itu tak boleh mengetahui keberadaan bangsa kita, kecuali dia menjadi pengikut ku, penghuni lingkaran kelam, atau mereka akan binasa dengan atau tanpa persetujuanmu.

 

Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku.

 

Tertanda.

Orang yang tak akan pernah terkalahkan, Rajamu,

Choi Siwon.

DEGG!!!!

“Yunho.. Bagaimana ini??”

===END===

Terima kasih reader yang selalu setia dengan Bloody Love..

Nantikan buku dua nya yaaa….

See you~

===========================

Selesai ditulis 25/4/2011

Selesai disunting 24/10/2011

Selesai dirilis 10/03/2012

 

Author by. Beth

 

29 thoughts on “Bloody Love Chapter Epilog – Do You Think It’s The End ? | @beth91191

  1. Huuuaaaaaaahhhhhhh… akhirnya posting juga yang part ini..
    Kyaaaa….. *jerit2 ngga jelas*
    Wah bagian akhirnya kok nggantung gt, bkin tambah penasaran..huhuhuhu

    Waduh ternyata unn udh bkin FF ini thn lalu to?? keren2…
    Lanjut~~~~

  2. uoooooooh…….!!!!!! ternyata siwon pantang menyerah juga
    padahal yunjae baru z bersatu
    hueeee,penasaran bgt,unnie di tunggu bgt buku k 2nya
    bloody love kereen bgt…!!!!!

  3. fufufu~~~ ada lanjutannaa,,jd nie lanjutanna bener”kisah vampir y??kan yunppa dah jd vampireee,,ahh pass dah deket”chap end q bener” gg rela n ngrasa ngegantung klo nie epep end gtu jaaa,,n siwon jg gg jelas ngilang k manaa,,,ada lanjutanna??judulna sama gg y??,,jgn angst y thorr??yj harus slalu brsatuuu,,pengorbana yj kan besar bgt d nie epep,,,kpn” bkn epep genre romance sepenuhna dong thorrr*digeplak*,,,smangat lanjutinnnna y bu authorrr

  4. lanjutt thorr
    penasarannn >,<

    siwon jadi pihak ketiga yaa
    gpplah biar hubungan mommy ma appa main lengket (?) ._____.

  5. y part 42 part 2 q blm bc hikz,jantung udh deg degn eh mlh d gantungkn pula ne ff,eon beth inilh!
    Siap ny udh jaman dahulu kala,tp muncul publis ny d jaman skarang haha#d tendang
    eon cpatlh bt lanjutn ny

  6. kenapa aq ikutan deg degan waktu ada orang yang getuk pintu ya??????
    oh gosh siwon lagi?? ternyata dia belum nyerah..
    ya ampun bang nyerah aja sih.. ga bakalan jeje mau sama lu bang…

    eh ada part 2 nya??? asiiiiiiiikkkkkk

  7. siwon, knp gak nyerah ja sich..?? masih tetap mengharapkan jae…. penasaran ma 2nd book ny… jangan lama2 2nd book ny…

  8. duh duh duh
    bkin deg2an aj..
    wonnie ga brenti2.a c ngejar jeje..

    kpan mreka bkal bhagia?
    huhuhu

  9. ARTAGAAAA! PENASARAN TINGKAT YUNJAE AKUUUT!
    Hiyaaaa keren banget unn, jadi perjuangan cinta mereka baru akan benar2 dimulai nih di “BLOODY LOVE” season 2 nih? :’D

  10. Wah…bikin penasaran aza nie..maaf yo br nulis komen, abis saking seru na nie cerita, ampe2 ada beberapa yg tdk bisa dbuka he3.. Ganbatte ne..

  11. wahh ga sabar mo baca lanjutannya~
    ayo thorr aq mendukungmu buat lanjutin nich fanfic
    fighting authoorrrr kekekee~😛

  12. aku baca lg. hahaha. dan tetp baguuusss…. !!!!
    tapi jd mikir lg nih. jae skrg tinggal dmna ya? bareng yunho d resto atau d rumahnya sama Junsu??

  13. Author,, kapan dii lanjut terusaan nyy -___- ngg sabar ini, jgn buat aku gantung diri gara” baca cerita yg ngegantung x_x ,,,,, i love yunjae

  14. *glek* aku bener2 kebawa suasana. Aku ikut2 deg2an (o.o”)
    haduh ternyata belom selese! Biarin ajalah itukan udah happy ending -_-
    tp gpp deh penasaran juga!
    Semangat buat lanjutannya author!!! *angkatbanneryunjae*❤

  15. loh..loh..?! *bingung
    ternyata ada lanjutan.y yah,,,
    tapi kok ngegantung thor…..
    knp ni crita kok makin serem yah…
    bang siwon, np kau muncul lgi sih???
    jgn ganggu yunjae lgi…..

  16. huwaaa…maaf ya thor…br komen di chap terakhir…hehhe
    baru nemu ni ff dan trnyata udah complete…
    bagus bgt ceritanya thor..
    DAEBAK! author JJANG!
    tapi itu yg kalimat demi2nya mirip sama kata2 yg di ESQ

  17. waahh ada season 2’a…kpn nie?
    sbnr’a mnrutku ff ini lebih ke romance ya, kisah soal vampire’a kurang dpt.
    perkelahian yunppa n wonnie oppa jg flat” aja.
    n vampire jg kan harus’a ga pnya detak jantung krna pd dasar’a kan dia udah mati.
    but overall udah bagus n semoga di 2nd book bisa lebih seru lgi. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s