[YUNJAE] I Want You – part 3


saya datang lagii~~

padahal kemarin sudah ijin ke thari onnie mau berhenti dulu bentar buat persiapan UNAS..

gak apa kan ya onn? *colek thari onnie* hehehe😀

 

 

Judul   : I Want You..

Author  : sherly

Rating : PG

Genre  : romance

 

“ahh iya.. ini adalah namjachinguku, perkenalkan namanya yunho, Jung Yunho..” jawabnya dengan senyum manis berusaha menutupi wajah gugupnya.

Langsung saja namja yang sedang dipeluk lengannya sekarang menoleh padanya dengan tatapan apa-yang-kau-katakan, jaejoong menyadari itu dan melotot padanya, akhirnya namja itu tadi tersenyum pada dua orang di hadapannya meskipun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi sekarang.

“dia? Namja ini?” yeoja itu menunjuk yunho dengan tatapan tidak percaya, namja.. iya kan? oh well.. kalau mereka di belanda memang sudah biasa dengan hubungan yang semacam ‘ini’, tapi ini masih di korea..

“lalu?” tanya jaejoong kembali dengan sikap dinginnya.

“tidak.. tidak apa-apa” jawab jihyun pelan.

“baiklah kalau begitu, kita permisi dulu” ucap yunho tiba-tiba, ia menarik tangan jaejoong dan membawanya keluar dari café itu, baiklah.. sekarang kurasa yunho benar-benar butuh penjelasan dari jaejoong.

.

.

.

.

“YAH! apa yang kau lakukan tadi?!” bentak yunho pada namja yang sekarang sedang berdiri di hadapannya, tangannya masih menggenggam tangan jaejoong.

“mian mian.. tadi itu reflek” jaejoong menundukkan kepalanya, ia terlihat bingung entah kenapa.

“siapa mereka?”

“kau tidak perlu tahu!” jaejoong berbalik hendak pergi dari situ samoai akhirnya ia sadar kalau tangannya masih digenggam oleh yunho, ia meniup poninya dan membalikkan badannya menghadap yunho lagi.

“bisa kau lepaskan ini?” ia mengangkat tangannya yang otomatis tangan yunho juga ikut terangkat, yunho tertawa pelan dan menurunkan lagi tangannya.

“shirreo!”

“yah! apa mak-“

“oppa!” jihyun menyaaoa mereka dengan senyum lebar “kalian belum pulang? Kukira kalian sudah pulang..”

Yunho dan jaejoong menoleh bersamaan, baru saja jaejoong akan menjawab, yunho menarik jaejoong dan memeluk pinggang ramping jaejoong.. jaejoong membelakkan kedua matanya karena perlakuan yunho barusan.

“kita ada sedikit masalah..” jawab yunho dengan tenang, jihyun mengangguk mengerti, tidak ingin bertanya lebih lanjut.. heyy.. masalah dalam hubungan semacam ini adalah masalah pribadi kan??

Tiba-tiba namja yang tadi datang bersama dengan jihyun memanggilnya, sepertinya mengajaknya pulang.. jihyun menganggukkan kepalanya dan menyuruhnya menunggu sebentar.

“kurasa aku harus pulang sekarang.. jangan terlalu lama bertengkarnya, ne? hehehe.. annyeong!” ucap jihyun lalu berlari kecil menuju mobilnya, atau mobil kekasihnya, entahlah.. ia meninggalkan yunho dan jaejoong yang masih tetap dalam posisi mereka.

Setelah memastikan jihyun dan pacarnya itu sudah benar-benar pergi, jaejoong buruburu melepaskan pelukan yunho di pinggangnya.

“jangan khawatir..” jaejoong membalikkan badannya “aku akan menjelaskan pada mereka kalau kau buka pacarku.. aku bukan gay, tenang saja!”

Yunho hanya tersenyum mendengarnya, sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu.. tapi yasudahlah.. nanti saja..

“ayo antarkan aku pulang! Sudah hampir sore!” ajak jaejoong dan segera masuk ke dalam mobilnya, disusul dengan yunho yang duduk di kursi kemudi.

.

.

.

.

Mereka berdua sudah sampai di depan rumah jaejoong. Jaejoong segera melepaskan sabuk pengamannya, begitu pula dengan yunho.

“kau pulang naik apa?” tanya jaejoong sangat ingat kalau yunho tidak membawa mobil, yunho menunjuk sebuah mobil di ujung gang.

“aku sudah dijemput..” jawabnya lalu melihat rumah jaejoong “kenapa rumahmu sepi sekali? Tidak ada orang?”

Jaejoong mengangkat kedua bahunya “hanya ada pembantuku..” yunho mengangguk mengerti, sebenarnya ia ingin bertanya kebih lanjut.. tapi ia melihat jaejoong sedang mengambil tasnya di kursi belakang, ia pun mengurungkan niatnya itu.

“nah.. kau pulanglah.. sudah gelap..”

SRET!

Yunho menahan tangan jaejoong yang sudah bersiap membuka pintu mobil, tentu saja hal itu membuat jaejoong menoleh, ia hendak marah namun niatan itu diurungkannya saat ia melihat yunho tengah memandangi wajahnya dengan serius.

Jaejoong  memperhatikan wajah namja itu dengan seksama.. walaupun situasinya sudah agak gelap sekarang, ia masih bisa melihat dengan jelas wajah tampan namja itu.

Selama beberapa saat mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing, hanya saling memandang satu sama lain..

Perlahan jaejoong merasa jari telunjuk yunho menyentuh wajahnya.

Pertama di keningnya, lalu bergerak pelan menuju mata jaejoong, membuatnya memejamkan mata untuk merasakan sentuhan itu. jari itu bergerak kembali, sekarang menuju hidung lalu ke pipi putih mulus itu, agak sedikit lama berhenti di situ.. jari itu menusuk-nusuk pelan pipi lembut itu.

“jae..” panggil yunho dengan suara beratnya, membuat jaejoong merasa merinding sendiri mendengarnya, ia membuka kedua bola matanya yang tadi ia tutup karena merasakan sentuhan jari besar yunho.

“ne?”

Kalau kalian mau tahu, saat ini jaejoong sedang bingung dengan dirinya sendiri pada saat ini, kenapa ia menikmatinya? Bahkan sekarang.. ia ingin lagi! harusnya ia merasa jijik atau setidaknya menolak saat orang yang baru ia kenal melakukan hal ini padanya.. tapi saat ini.. entahlah.. ia hanya bisa membeku di tempatnya.

Yunho tersenyum dan menggerakkan lagi tangannya di wajah jaejoong, sekarang jarinya menyentuh bibir jaejoong, jarinya  berhenti di situ.. menikmati bibir lembut itu dengan jarinya, ia mengusapnya pelan, dan lagi-lagi tanpa alasan yang jelas, ia suka melakukannya. Ia suka saat ia menyentuh setiap inchi wajah namja cantik ini.

Sedetik kemudian, seakan sadar dari apa yang sedang dilakukannya, yunho melepaskan jarinya dalam wajah jaejoong, buru-buru ia mengambil tasnya di kursi belakang.

“mian jae.. tadi aku—ah sudahlah.. aku pulang dulu!” ucapnya cepat sebelum keluar dari mobil itu, meninggalkan seorang namja yang masih bengong di dalamnya.. ia memgang dadanya, jelas sekali dapat ia rasakan kalau sekarang jantungnya berdegup dengan kencang, sangat kencang.

“aish kim jaejoong! ada apa denganmu?!” rutuknya pada diri sendiri dan keluar dari mobil itu untuk masuk ke dalam rumahnya, dengan janutng yang masih berdegup dengan kencang seperti orang gila pastinya.. dan oh.. jangan lupakan semburat merah yang sekarang sudah menjalar ke seluruh wajahnya.. ahh!! Kawaii!

.

.

.

.

-Yunho POV-

Arrh! Apa yang barusan kau lakukan jung jaejoong?! baru saja kau bisa makan siang dengannya, dan kau malah melakukan lebih!

Kugenggam tangan kananku yang beberapa menit yang lalu menyentuh wajah putih bin mulus itu. ya Tuhan.. demi apa.. aku ingin menyentuhnya lagi..

Lihat saja, kim jaejoong!

Kuperhatikan jalanan yang sudah mulai gelap di balik kaca mobil, mataku menangkap suatu pemandangan indah.. indah? Aku melihat sepasang kekasih yang sepertinya sedang berkencan, mereka berjalan di trotoar dengan saling menggenggam tangan.. oh.. catat ini.. pasangan kekasih itu adalah namja dan yeoja.

Well.. hal itu sukses memunculkan pertanyaan adalam otakku.. apa benar aku telah menjadi penyuka sesama jenis? Hanya karena kim jaejoong itu? yang benar saja..

Memang benar kuakui aku tertarik dengan namja itu.. kurasa ada sesuatu dalam dirinya yang berbeda.. tapi kalau untuk menjadi seorang gay.. entalah.. kurasa changmin bisa membantuku..

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamarku, menaruh tas, mandi, dan mengganti bajuku seragamku yang sudah bau ini pastinya. Setelah selesai dengan semua itu, aku langsung menghampiri changmin di kamarnya.

Saat aku masuk, kulihat orang itu sedang berbaring terlentang di ranjangnya dengan tangan yang sibuk menyentuh kayar ponselnya.. langsung saja aku ikut berbaring di sampingnya, ia tidak bergeming,, masih sibuk dengan ponselnya.

Cih, apa ponselnya lebih penting daripada aku sampai-sampai ia tidak mempedulikanku??

“changmin-ah..” aku memanggilnya dengann pelan, tapi aku yakin dia pasti bisa dengan sangat jelas mendengarnya.

“eum?”

“bagaimana kalau aku benar-benar menjadi seorang gay?” ehmm… agak sedikit malu untuk menagatakan ini,, tapi mau bagaimana lagi? aku butuh saran!

“aku kan sudah memperingatkanmu hyung..”

“jadi salah?”

“khh..” ia membuang nafasnya dan menaruh ponselnya di atas ranjang “tidak salah juga sih sebenarnya..”

“jadi bagaimana menurutmu?”

Ohh.. ayolah changmin.. hyungmu ini sangat butuh pendapatmu!!

“silahkan saja kalau kau memang menjadi gay, aku tidak bisa melarang kan? lagipula tidak ada salahnya menjadi gay..” aku tersenyum mendengarnya, setidaknya adikku satu-satunya ini mendukungku kan? “tapi..”

“ada tapinya?” ia mengangguk

“apa kau yakin kalau jaejoong gay juga?”

Ah! Benar juga! Kenapa aku tidak pernah berfikir tentang jaejoong? akan sia-sia kalau aku memikirkannya terus tapi pada kenyataannya dia adalah normal.

“tidak usah pikirkan itu sekarang hyung..” ucapnya seolah mengerti apa yang ada dalam pikiranku, ia bangkit duduk di ranjangnya “jalani saja apa yang menurutmu nyaman sekarang.. soal itu bisa diurus nanti..”

Aku ikut duduk pula di sampingnya dan tersenyum.

“kau tahu..? terkadang aku rasa kau lebih dewasa dibandingkan aku..”

Bisa kulihat adikku itu tersenyum bangga mendengarku mengucapkan hal itu.

Baiklah.. menjadi orang yang baik sekali-sekali tidak salah kan??

-Yunho POV end-

 

-Author POV-

Namja cantik itu berjalan di koridor sekolahnya dengan memasang wajah cool seperti yang biasa ia lakukan, sebenarnya itu bukan kemauannya.. hanya saja wajahnya memang daridulu seperti itu, terkesan cool. Murid-murid yeoja yang dilewatinya hanya bisa berteriak histeris dalam hati, mengagumi kesempurnaan fisik yang dimiliki sosok itu.. tidak.. sebenarnya orang itu tidak sesempurna yang mereka bayangkan..

“jaejoongie hyung~~”

Namja itu menghentukan langkahnya dan menoleh ke belakang, dilihatnya seorang namja berpipi chubby tengah berlari-lari kecil menghampirinya.

“ne su-ie? Waeyo?” tanya jaejoong pada junsu yang sekarang sudah berdiri berhadapan dengannya.

“kenapa keamrin hyung tidak latihan?

Jaejoong ingat sekarang! Kemarin seharusnya ia latihan dengan junsu dan gara-gara ada seseorang yang mengajakknya pergi sepulang sekolah, ia lupa dengan hal itu.

“hyung?” panggil junsu membuyarkan lamunan jaejoong tentang kejadian kemarin

“mian, ne? kau benar-benar lupa kemarin..” ucap jaejoong menyesal, junsu tersenyum memakluminya.

“gwaenchana hyung, nanti latihan, ne?”

Jaejoong mengangguk mantap “pasti.. tenang saja..”

“hyung, aku ke kelas dulu ne? annyeong!!” junsu berlari meninggalkan jaejoong, ia sempat membalikkan badannya untuk melambaikan tangan pada jaejoong, jaejoong pun membalas lambaian tangan junsu itu.

Jaejoong pun melanjutkan langkahnya ke kelas, diambilnya ponsel dari kantong celananya dan melihat tanggal yang terpampang di situ.

“satu minggu lagi, eum?” ucapnya pelan.

.

.

.

.

Namja tampan itu menyusuri koridor yang sudah sepi itu, mata musangnya celingukan mencari sesuatu.. atau mungkin seseorang lebih tepatnya.

“khh..” ia mengentikan langkahnya, sepertinya terlihat capek “ke mana orang itu??”

Ia melanjutkan langkahnya dan mulai mencari lagi, tidak menghiraukan kakinya yang sudah terasa pegal karena terus menerus berjalan.. dalam pikirannya, yang penting harus menemukan ‘orang’ itu.

Kenapa? Yang pasti karena ia belum melihat sosok itu sepanjang hari ini, ia datang ke sekolah bertepatan dengan bel masuk, saat jam istirahat pun ia tidak bisa keluar kelas karena banyak murid-murid yeojayang menunggu di depan kelasnya, dan pada saat pulang ia menghampiri kelas orang itu, dan ternyata kelas itu sudah kosong! Sial sekali dia hari ini..

Tanpa sadar, ia malah berjalan ke sebuah kelas yang tadi setelah bel pulang sekolah langsung ia datangi, langsung saja ia masuk dan memperhatikan ruang kelas yang sudah kosong ini, dilihatnya dua tas di kursi pojok, ia menghampirinya dengan wajah penasaran.

Saat ia melihat tas itu, wajah penasarannya berubah menjadi wajah yang sumringah.. karena setelah ia perhatikan,  salah satu dari dua tas itu adalah milih orang yang ia cari sejak tadi.

Masih dengan wajah lega, ia duduk di bangku dekat situ, ia menyilah kakinya, begitu pula dengan tangannya.

Menunggu….

Yahh.. tidak mungkin kan orang itu akan pulang tanpa membawa tasnya? Jadi cepat atau lambat pasti orang itu akan masuk ke kelas itu.

GREK!

Ia menoleh saat mendengar pintu kelas dibuka.

‘akhirnyaa..’ gumamnya dalam hati, ia brediri dan tersenyum hangat pada dua orang yang baru saja masuk ke dalam kelas itu.

“yunho-shi, apa yang kau lakukan di sini?”

“tentu saja menunggumu jae..” jawab namja yang dipanggil yunho itu, matanya sekarang beralih pada namja satunya yang etrlihat agak bingung sekaligus..errr.. kaget?

“dia junsu, kim junsu..” jaejoong langsung saja mengenalkan junsu pada yunho, junsu membungkuk, demikian pula dengan yunho.

Baru saja junsu akan mengeluarkan suaranya, ponselnya ebrdering tanda ada pesan masuk, buru-buru ia mengambil ponselnya dan membaca isi pesan yang baru saja ia terima.

“jaejoongie hyung, yunho sunbae, aku pulang dulu, ne? ummaku sudah mencariku..” yunho dan jaejoong mengangguk bersamaan, sedikit berlari junsu mengambil tasnya dan meninggalkan kelas itu begitu saja.

“apayang kau lakukan? Kenapa belum pulang? Siapa dia?” tanya yunho berturut-turut setelah yakin junsu sudah pergi dari sekitar situ sehingga tidak bisa mendengar pembicaraan mereka,  jaejoong memutar matanya bosan.

“apa ada urusannya denganmu?” jawab jaejoong cuek lalu berjalan mengambil tasnya, saat ia akan keluar kelas, yunho berdiri di depan pintu, menghalangi jaejoong yang ingin keluar.

“apa hubungannya denganmu?” yunho menatap jaejoong serius, jaejoong yang ditatap seperti itupun merasa agak risih.

“kau tahu sendiri kan, dia adik kelas! Minggir!” jaejoong menjawab dengan sesekali mengalihkan pandangannya, ia tidak ingin menatap yunho pada saat ini..

“kau mau ke mana?” yunho mengalihkan pembicaraan namun tetap melihat jaejoong dengan intens.

“pulang pastinya, minggir!” jawab jaejoong agak keras.. ahh!! Ia tidak tahan ditatap seperti ini terus menerus.. yunho tidak bergeming dari tempatnya berdiri sekarang.

“kau mau pulang? Baiklah.. kuantar!” yunho melipat kedua tangannya di depan dada

Bagus.. jajeoong sangat bingung sekarang.. ia harus pulang sekarang, tapi kalau begitu ia harus diantar oleh yunho.. tapi kalau tidak pulang sekarang, akan lebih buruk lagi!

“apa katamu? Tidak perlu..” tolak jaejoong memandang yunho bosan.

“kenapa tidak perlu?” balas yunho sengit.

“aku bawa mobil sendiri”

“aku juga!”

Baiklah.. jaejoong mulai bingung dengan namja ayng satu ini.. untuk apa ia memksa mengantarnya pulang?? Seperti orang yang sedang PDKT saja.. eh? Apa tadi?!

“dengar jung yunho..” jaejoong menatap yunho serius, serius.. ia harus pulang sekarang “bisakah aku minta satu hal darimu?”

“tell me..”

“jauhi aku.. jangan menggangguku.. jangan menyapaku.. anggap saja kita tidak saling kenal..”

Yunho diam membeku, kaget mendengar jaejoong mengucapkannya tepat di depan wajahnya dengan santai, saat sadar ia langsung merubah ekspresi bingungnya menjadi ekspresi datar, sama seperti yagn dilakukan jaejoong saat ini.

“baiklah.”

.

.

.

.

“uwaa~~ benarkah orang itu berkata seperti itu??” changmin melebarkan kedua bola matanya yang memang dan memeluk bantalnya erat, yunho mengangguk lemah.

“ne..” ujarnya lirih.

Changmin berdecak pelan melihat hyungnya yang terlihat seperti orang putus asa itu, changmin menepuk-nepuk bahu yunho mencoba memberinya semangat.

“justru ini bagus hyung..”

“eh?” yunho memandang changmin heran, bagus? Bagus apanya?

“dia menyuruhmu menjauhinya kan?” yunho mengangguk “kalau begitu jauhi saja..”

“YAH! APA MAKSUDMU?! KEMARIN KAU MENDUKUNGKU KAN?!” bentak yunho setelah mendengar usulan dari adiknya itu.. well.. kalau itu masih bisa disebut ‘usul’

“kita lihat apa dia berubah saat kau menjauhinya hyung.. kalau iya, mungkin jaejoong itu juga mempunyai perasaan yang sama sepertimu..” changmin menjelaskan panjang lebar dengan nada yang mantap, yunho menatapnya dengan pandangan bingung..masih ragu dengan usulan adiknya.

“kalau tidak?”

“emm.. cari saja mangsa yang lain hyung!”

“YAH!”

Changmin terkekeh “jadi benar kau menyukainya?

Yunho diam sebentar, sepertinya berfikir “aku bingung..”

“bingung?”

“aku tidak tahu ini rasa suka pada teman atau.. rasa suka yang seperti itu..”

“don’t worry hyung..” changmin menepuk pundak hyungnya lagi “just follow your heart and you’ll find the answer..”

Yunho tersenyum mendengarnya, beruntung sekali ia punya adik seperti changmin yang mau mendengarkan ceritanya sekaligus memberikan solusi untuknya.

“yeahh.. thanks..”

.

.

.

.

-Jaejoong POV-

Aku berjalan dengan junsu di sebelahk, kita sedang membicarakan tentang latihan dan juga persiapan lomba menyanyi kita yang saat ini tinggal menghitung hari.

“jadi hyung, hari ini kita berlatih di rumahku saja, bagaimana?” usul junsu dengan semangat.. sepertinya ini bukan pertama kalinya aku akan berkunjung ke rumahnya, tapi kenapa ia terlihat sangat bersemangat?

“baiklah, aku tidak keberatan..” Kulihat junsu tersenyum senang mendengarnya.. imutnyaa.. “pulang sekolah kan?”

“ne!” ia mengangguk semangat.

Kita melanjutkan perbincangan kita ini, sesekali tertawasaat mendengar candaan dari junsu.

Aku memalingkan pandanganku darinya dan melihat lurus ke depan, mataku melebar melihat siapa yang sedang berjalan kea rah yang berlawanan dengan kami, kulihat ia sedang berbincang pula dengan namja yang berjalan di sampingnya.. siapa namanya? Changmin? Itu adiknya kan? sepertinya aku ingat junsu pernah berkata seperti itu..

Aish~! Apa-apaan ini?! Kenapa semakin dekat jarak kami, sepertinya tanganku sekarang dingin dan jugaa.. kenapa aku deng-degan seperti ini?! Heyy.. calm down.. calm down..

Semakin dekat..

Semakin dekat..

Ahh.. maad su-ie, aku harus mengacuhkanmu saat ini.. salahkan saja kenapa organ-organ tubuhku bertingkah seperti ini..

Semakin dekat.. daaannn..

Eh? Tidak menyapa?

WTH!

Dia kan bisa menyapaku.. atau setidaknya, ia bisa kan menoleh sebentar lalu tersenyum padaku?

Wait.. wait.. ada apa denganku?!

“hyung?”  aku menoleh dan mendapatinya sedang menatapku dengan pandangan khawatir eh?

“ne su-ie?”

“anio.. hanya saja.. kau tadi terus menundukkan kepalamu hyung.. apa kau sakit?”

Eh? Benarkah? Aku bahkan tidak menyadarinya..

“dan juga…” lanjutnya “wajahmu terlihat sedih sekarang.. apa ada sesuatu yang terjadi?”

Aku memandangnya heran “aku? Jeongmal?”

“eum!” ia mangangguk mengiyakan.

Baiklah kim jaejoong.. ini serius.. ada apa denganmu?! apa hanya karena orang itu tidak menyapamu saat kalian berpapsan tadi? Konyol sekali.. rasanya tidak masuk akal.. tapi kalau tidak, lalu karena apa??

“eh iya, kenapa yunho sunbae tidak menyapamu ya? kalian saling kenal kan?”

Bagus! Sekarang ia mengingatkanku lagi tentang hal itu. apa yang harus kujawab? Jawab saja tidak kenal? Tidak mungkin.. kemarin ia melihatnya datang ke kelas untuk menemuiku..

“hyung?”

“eh iya, dia—“

TEETT!!

“ah su-ie, aku masuk ke kelas sekarang, ne?”

Dengan langkah cepat aku meninggalkan junsu yang aku yakini ia masih penasaran dengan jawabanku. Fiuhh~~ bel itu sangat menyelamatkanku.

-Jaejoong POV end-

-tbc-

 

huaahh~~ ini part yang gajee..

karena ini saya ngebut buatnya, hehehe :p

dan ohh..

ini mungkin updatenya bakalan lama, soalnya aku lagi persiapan UNAS.. jadi mungkin setelah UNAS baru aku lanjutin..

lama banget ya? emang.. sekitar satu bulan lagi mungkin -__-

anyway.. comment please?? *puppy eyes*

kalo banyak yg komen, kau bakal ngasih kebahagian untuk yunjae! <– ini apa maksudnya yaa..

sudahlah.. segitu aja (aja?!)

annyeong ^o^

15 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – part 3

  1. walo cm skilas” bacaq,,,tp nie epep sweet bgt,,,fufu~author lg nyiapin unas,,,sama dong ma dirikuu,,,bnr”dehh bc epep mesti colong”waktu,,gmn yg bwt,,,lanjooootttt

  2. yaaahh kok TBC sih thor??? lanjut ahhhhh

    triknya yunpa bakalan berhasil nih abis ini mungkin jeje bakalan dilema gara2 yunpa ga deketin jaema lagi huahahahahaha
    otakmu sungguh brilian yunpa changmin

  3. akhirny jae mulai deg2 an ma yunho.. pa mungkin jae dah mulai suka ma yunho??
    jae kejam bgt sich.. bilang yunho bwat ngejauhin jae..
    akhirnya dijauhin malah sakit hati jae nya.. hua.. tambah penasaran nich..

  4. aaaaaaaaaaaaaa authoooor! lol😄
    hehehe saya pgn bgt cium kamu! #plak habis, kamu bisa buat fase2 namja normal jadi abnormal dg alamiah n sempurna sih! perasaan hati Jaejoong yg seiring waktu brubah, dimana ia mulai menyadari bahwa ia menyukai Yunho, aih itu maaaaaaaniiis sekali🙂
    tapi author harus lebih teliti lagi, saya lihat dr chap awal msih bertaburan typo nih. misal, ada bbrp kata yg salah pengetikan. lalu, saat memulai percakapan shabis tanda petik itu harusnya diawali huruf kapital. dan untuk nama seseorang pun jg diawali huruf kapital.
    kedepannya diperbaiki ya author, semangat!😉

  5. lg’n jae knpa seh, yun ngjauh z bru ngrsa khilangn deh, ywdh lah mgkn dgn kya gni jae bkal nyadar m prasaannya.

  6. haduh jaema, napa masih sok jaim sih???
    tuh kan baru ngrasain dicuekin yunpa??…
    kalo dah begini, baru deh ngrasa kehilangan, ckckck…..
    like this thor….😉

  7. sssiipp minmin,,
    q stuju dgn sran’u,,
    d saat jaema blg u/ jauhi dy n anggap g knl saat brtmu tu mmang hrs d lkukn cz yg mnt kn jaema sndri!!
    biar tw pda akhr’a prsaan jaema kyak gmn??

  8. Hueeeee
    apa’an tuh si umma?
    Kok ngomongnya gitu sich ke appa. Ntar nyesel loh nyuruh appa menjauh.
    Kkkk
    jangan dingin2 lah umma, kshan appa tuh!

  9. jjiiaahh..jaema mulai galau niihh….itu brarti jaema mulai jatuh cintrong tuh ma yunpa…tdnya mau cuekin…eh malah kehilangan…emang biasanya kita baru sadar kl sesuatu itu sgt brharga saat kita sdh kehilangannya..#sotoylebaymodeon#

  10. waaaaaa…. jae mulai muncul rasa gmn gt…. kyaaa… taktik yunpa atau changmin zzzz pokknya mereka dch mulai bereaksi.. semangat^^

  11. *Cipok minnie..^.^ wlwpun kdang nyebelin.. Hehhe tpi minnie baik bgt ma appa..

    Woaaa yes yes yessssss.. Hihihi umma.. Lupa yg kmaren’y merintah appa supaya ga gangguin umma, ga nyapa, ga deket2 n anggep ga pernah kenal.. Skali’y d gtuin malah ngambek.. Kikikikikkk brasa kan sekarang umma.. Minnie cerdas.. Tnggal nnggu yunjae moment niehhh asyik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s