Babo Gateun – Part 4


 RE _ POST | FF | YUNJAE | YAOI | * BABO GATEUN * | PART 4

 

Title: Babo Gateun (judul sama isi ngawur)

Author  : I.Anisa.Shipper

Genre: angst+geje+ancur+typo(s)

Rating: membingungkan

Cast: Jung Yunho,Kim Jaejoong,Kim Junsu,Henry of Suju M*pinjem bentar*,Kim Young Woon/Kangin,Choi Siwon,Kim Heechul, leetuk(yang laen nyusul)

A/N: cerita ini benar-benar pemlampiasan dari otak sarap saya*dicekek masal

Chap 4

 

~Junsu POV~

 

“Belum tidur Su-ie?”

Sebuah suara membuyarkan lamunanku.

 

“Ajusshi?? Ajusshi habis darimana?”

Aku menoleh pada seorang laki-laki paruh baya yang berjalan menghampiriku.

 

“Tadi Ajushii pergi ke acara perkumpulan (?) di rumah Tuan Lee.”

 

“Kenapa sampai malam begini? Perkumpulan apa ngeronda??”

Aku mengerling nakal.

 

“Bocah ini!! Memangnya Ajusshi kelihatan habis ngeronda?? Yang ada juga nanti kalau Ajusshi ikut tugas ronda malingnya bukan mencuri uang atau emas,tapi mencuri petugas rondanya!!”

 

“Huahahahaha”

Aku tertawa.

 

“Heey,anak kecil tidak sopan!Berani kau menertawakan orang tua!!” Dia bersungut-sungut.

 

“Huahahaha.. Akhirnya ngaku juga sudah tua!” Aku masih ngakak.

 

“Susah meladeni bocah macam kamu ini Kim Junsu!!”

 

Aku tertawa keras..

 

 

Pletakk!!

 

Dia menjitakku.

 

“Ya! Kim Junsu! Kau mau kita ditimpuk tetangga?Suara dolphinmu itu apa tidak bisa dikeciliin?” Ajusshi membekap mulutku.

 

“Habisnya Ajusshi meledek terus!!” Aku menjawab sambil melepaskan bekapan tangannya dari mulutku.

 

“Kau memang pantas untuk diledek Junsu-ah!”

 

“Sekarang Aku tahu kenapa Jae Hyung selalu marah jika Kau meledeknya Kim Ajusshi.. Kelakuanmu begitu!”

 

 

Pletakk!!

 

Aku dijitak lagi.

 

“Aish sakit,..” aku merajuk.

 

“Itu belum pakai tenaga dalam!! Baru pemanasan dulu!! Hahaha!”

 

Aish,,Kim Ajusshi ini..seneng bener nyiksa orang..ckckck bahkan sama orang yang selalu di bilangnya bocah…apa Dia lupa umur?? Sebentar lagi mau kepala 4!! Anaknya sudah 23 tahun!!Memang sih Dia keliatan lebih muda dari umurnya..masih kuat dan suka bercanda..apalagi gaya berpakaiannya…wah-wah-wah!!saya jadi heran sendiri laki-laki galak seperti ini kok bisa awet muda??curiga??jangan-jangan pake dukun??pake susuk??atau mandi kembang??

 

 

Pletakk!!

Hey..hey..hey..

Tiga kali sudah…

 

Baru aku ingin membuka mulut untuk memprotes Kim Ajusshi sudah menyela duluan.

 

“Setidaknya Ajusshi lebih senang melihat kamu marah-marah seperti ini daripada saat pertama Ajusshi lihat tadi”

Aku mendengar nada suara Kim Ajusshi yang mulai melunak.

 

“Kau kepikiran lagi ya Junsu-ah?” Dia menambahkan.

 

 

Aku diam.

Aku menunduk.

Aku menarik nafas dalam-dalam.

 

 

“Sudah malam Ajusshi, Aku mau masuk..sepertinya Aku mulai mengantuk..Ajusshi juga sebaiknya pulang nanti Jaejoong khawatir dan mencari”

Aku sengaja mengalihkan pembicaraan.

 

 

“Ya sudah. Ajusshi pulang..”

Dia tersenyum.

Aku bersyukur karena dia menangkap maksud ucapanku.

Aku benar-benar tidak ingin membahas masalah itu.

 

Aku bangkit dari kursi yang aku duduki tersenyum sekilas pada Ajussi yang sekarang juga sudah berdiri membenarkan kemejanya.

 

Aku berjalan masuk,

saat Aku hendak meraih gagang pintu,

 

“Kamu anak baik Junsu-ah. Kamu hanya perlu waktu”

 

Aku membalikan badan.

Aku melihat Ajusshi tersenyum menatapku.

 

“Semoga..” jawabku

Aku balas tersenyum.

 

Aku meraih gagang pintu kembali,menutupnya,tak lupa menguncinya.

 

“Kau tahu rasanya Ajusshi.. Kau pun merasakan hal yang sama denganku bukan?”

 

Aku membathin..

 

Kupadangi jam dinding berbentuk persegi yang menggantung ditembok ruang tamu Apartmenku.

 

01:15

 

Aaah..sepertinya besok Aku akan bangun kesiangan.

Besok?

OMO?

Besok hari Selasa kan?

Aish…

 

Kulangkahkan kaki menuju kamar tidurku..berharap Aku bisa terpejam malam ini..setidaknya aku butuh istirahat untuk mengisi tenagaku…

 

~End Junsu POV ~

 

 

~Kangin POV~

 

Aku berjalan gontai untuk pulang menuju rumahku.

 

‘Kau benar Junsu,memang sakit rasanya’

 

Aku berucap pada diriku sendiri.

Terbayang jelas tadi bagaimana raut wajah Junsu saat Aku melihatnya melamun.

Ekspresi itu.

Ekspresi kesepian.

Ekspresi kesakitan.

 

 

#flashback#

“Persetan dengan keluargaku!

Aku mencintainya Kangin Hyung,dan Dia sekarang sedang hamil besar. Dan itu darah dagingku!”

 

Sesosok lelaki tampan dengan tubuh tegap berdiri dengan gelisah di hadapanku. Tubuhnya bergetar menahan amarah. Sesekali di tinjunya dinding yang berada di hadapannya.

 

“Tapi Siwon, Kau tahu bagaimana keluargamu membenci orang yang Kau cintai itu? Kau adalah Choi!”

Sejujurnya Aku juga bingung dengan masalah sahabat yang sudah Aku anggap sebagai adikku sendiri ini.

 

“Lalu kenapa kalau Aku adalah Choi..Hyung?

Apakah sebegitu mulianya nama itu hingga Aku harus dijerat dengan segala peraturan tentang Choi?”

 

 

Amarahnya meluap.

Ya Tuhan..

Belum pernah Aku melihat sahabatku seperti ini.

Choi Siwon yang Aku kenal adalah seorang laki-laki kristen taat yang lembut dan hangat.

Tapi lihatlah sekarang!

 

 

Berbagai kata umpatan terlontar dari bibir yang selalu menyebut nama Tuhannya.

Segala sumpah serapah tentang takdirnya sebagai Choi memenuhi telingaku.

Semua ini karena seseorang.

Seseorang yang begitu dicintainya.

Seseorang yang tengah mengandung anaknya.

 

Seseorang yang telah ditolak dan dicaci maki oleh keluarganya.

Seseorang yang bernama Kim Heechul.

 

“Lalu apa yang akan Kau lakukan sekarang? Mereka menolak Chulie dan bayi Kalian!”

Aku bertanya padanya.

 

“Aku tidak tahu Hyung.. Mereka telah menyakiti Chulie dan itu sangat menyakitiku.. Tidakah mereka punya hati melukai seseorang yang telah hamil besar.. Bangsat itu bahkan mengatakan sesuatu yang membuatku memilih tuli dari pada harus mendengarnya!”

Ucap Siwon berapi-api.

 

Bangsat?

Aku yakin bangsat disini adalah Tuan Choi ayahnya.

 

“Kau tahu Hyung Dia berkata apa?”

Siwon menatapku dengan mata tajamnya.

Aku menggeleng.

 

“Dia menyebut Chulie sebagai orang tidak tahu diri.. Dia menyebutnya jalang.. Dan bangsat itu mengatakan jangan pernah menggunakan nama Choi untuk bayiku atau dia akan membunuh anakku..”

Siwon terisak..air mata membajiri wajahnya..

 

 

“Aku pun tidak sudi menyeret anakku untuk mengenal apa itu Choi.. Sakit Hyung.. Mereka lebih mementingkan makna sebuah nama dari pada perasaan anaknya sendiri..orang tua macam apa itu? Sakit Hyung.. Selama hampir seluruh hidupku Aku menuruti segala keinginan mereka..Aku menjadi yang terbaik untuk mereka…Mereka yang aku hormati..Mereka yang aku sayangi..Mereka keluargaku..Hartaku didunia ini…Tapi kenapa mereka menentang cintaku?

Kenapa Hyung?

Apakah Aku kurang membanggakan Mereka?”

 

 

Siwon berucap panjang lebar.

Semakin banyak kalimat yang keluar dari mulutnya,maka Semakin deras pula airmata yang membanjiri wajahnya.

 

 

Aku sakit melihatnya seperti ini.

Apa yang bisa Aku lakukan?

Aku pun tidak bisa melakukan apa-apa!

Aku hanya laki-laki yang hidup tidak sebanding dengan keluarga Choi.

Aku hanya laki-laki sederhana yang tidak punya apa-apa.

Aku hanya punya Kim Jaejoong, malaikat kecilku.

 

 

Aku memegang bahu Siwon dan menepuknya.

Mencoba meberikan dukungan yang Aku tahu tidak ada gunanya.

Tapi setidaknya Aku ingin Dia tahu bahwa Aku selalu mendukungnya dan membantu sebisa apa yang Aku bisa.

 

“Kau pulanglah… Kasihan Chulie menunggumu di rumah.. Kalau kau perlu bantuan jangan lupa untuk segera menghubungiku.. Aku menyangimu dan Chulie seperti adikku sendiri..

orang tuamu boleh menentang keputusanmu..tapi Aku akan selalu mendukungmu karena Aku yakin Kau tahu apa yang terbaik untuk dirimu”

Aku menatapnya.

 

 

Tak ada jawaban.

Siwon masih menangis dihadapanku.

Aku tahu beban hidupnya memang sangat berat.

Terlahir dalam keluarga Choi yang menjunjung tinggi etika di masyarakat.

Apakah salah kalau Dia mencintai Heechul?

Apakah salah karena Heechul adalah seorang namja sepertinya?

Apakah salah karena sekarang Heechul telah mengandung buah hati cinta Mereka?

 

Heechul?

 

 

Ya Tuhan kenapa begitu kejam dunia ini berlaku padanya?

Tak cukupkah penderitaan yang selama ini dirasakan Heechul?

Dia dijual oleh keluarganya untuk melunasi hutang orang tuanya kepada seorang pria bajingan yang mengincar Heechul sejak lama.

Dan Dia mendapat siksaan dalam setiap hari-harinya tanpa jeda dari pria bajingan yang membelinya itu.

Hingga akhirnya Dia hamil dan melahirkan anak dari pria bajingan yang telah memaksanya melayani nafsu binatangnya.

Dan berujung dengan di usirnya Heechul dari kehidupan pria bajingan itu dan meninggalkan anaknya.

 

Tragis!

Sungguh tragis hidup ini memihak penderitaan pada seorang Kim Heechul.

Dan Dia bertemu dengan istriku pada saat itu.

 

Pada saat Dia hampir mati kelaparan dan kedinginan di tengah badai malam bersalju dengan keadaan yang sungguh membuat siapapun yang melihatnya akan menitikan airmatanya.

Sejak saat itu Heechul tinggal di tempat Kami karena istriku ingin membawanya pulang dan menolongnya hingga setahun kemudian Dia berkenalan dengan Choi Siwon sahabat sekaligus atasan ditempatku bekerja.

 

Bukan salah Siwon jika dia menyukai Heechul karena kebaikan dan ketegaran hatinya.

Dan bukan salah Heechul jika Dia mengagumi Siwon karena perhatian dan ketulusannya.

Dan istriku adalah mak comblang yang membantu menyatukan dua insan itu dalam ikatan cinta.

Istriku..

Leeteuk.

 

Leeteuk!

 

Hhhh~~

Aku menghela nafas panjang.

Setiap mengingat namanya seperti ada kesakitan tersendiri yang Aku rasakan.

 

‘jangan egois Kangin, Teuki-mu sudah bahagia di surga sana’

Aku membathin.

 

“Gomawo Hyung, Aku pulang sekarang.

Aku khawatir Chulie membutuhkanku.. Mian Hyung karena selalu merepotkanmu!”

Perkataan Siwon menyadarkanku dari kenangan pahit yang sedang Aku pikirkan.

 

“Kau jangan bicara seperti itu Siwon-ah.. Aku Hyungmu dan Kau adalah Donsaengku.. Kita saudara.. Dan sesama saudara tidak ada yang namanya kata merepotkan”

 

“Gomawo Hyung.. Jeongmal gomawoyo.. Saat semua orang memakiku hanya Kau yang mau mendengarku.. Jeongmal gomawo Hyung!”

Siwon mendekat dan memelukku.

 

“Aish… Bayi besarku sayang sudah jangan menangis lagi. Katanya kau tak ingin membuat istrimu khawatir eoh?”

Aku mencoba menciptakan kelucuan disini.

Walaupun entah Siwon mungkin akan mengabaikannya.

 

“Bicara soal bayi, Aku teringat jagoan kecilmu Hyung.. Apakah Joongie baik-baik saja? Ya Tuhan Aku telah meminjam Appanya

 

 

begitu lama”

Siwon melepas pelukan Kami dan kulihat Dia sempat tersenyum saat mengatakan ‘Joongie’.

 

“Bayi kecilku sedang tidur di kamarnya.. Dia baik-baik saja..

Justru Bayi besarku yang tidak sedang baik-baik saja.”

Aku berujar pada Siwon.

 

“Aigo… Apakah Aku terlihat seperti bayi?”

Ku lihat Siwon menekuk wajahnya.

 

“Menurutmu?”

Aku balik bertanya padanya.

 

“Ck… Kau ini tidak malu Hyung? Sudah memiliki Anak tapi suka meledek orang.. Aku jadi ragu.. Apa coba yang Teuki Hyung suka dari orang jahil sepertimu?”

 

Aku diam.

 

“Ah mian Hyung..aku tidak bermaksud mengingatkanmu soal Teuki Hyung”

Siwon berkata sambil menundukan kepalanya.

Dia lupa bahwa hanya dengan menyebut satu nama itu bisa melukaiku.

 

“Gwenchana Siwon-ah.. Teuki sudah bahagia di Surga sana..”

Aku menunduk tak mau menatap Siwon.

Benarkah tidak apa-apa?

 

Tapi kenapa hatiku selalu merasa terluka jika ada orang yang tanpa atau dengan senaja menyebut nama mendiang istriku.

Benarkah Teuki sudah bahagia di surga sana?

Lalu kenapa Aku begitu menderita di dunia ini?

 

“Kau orang hebat Hyung.. Joongie sangat beruntung punya Appa sepertimu.. Kau tahu Hyung Jika Aku dalam posisimu dan Chulie yang pergi meninggalkanku, Aku mungkin sudah gila.. Atau Aku bisa nekat mengakhiri hidupku.”

Aku dapat merasakan sebuah tepukan di pundakku.

Tangan Siwon.

Cara jika Kami sedang menghibur satu sama lain.

 

‘Kau tidak tahu Siwon-ah aku juga sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku.. Tapi aku melihat Joongie.. Wajah polosnya menjadi kekuatanku untuk terus menjalani hidup ini walau tanpa orang yang Aku cintai berada disisiku.’

Aku berkata dalam hati.

 

“Hyung Aku benar-benar harus pulang sekarang. Sudah hampir tengah malam.. Aku takut Chulie menungguku!”

Kata Siwon sambil berjalan menuju pintu.

 

“Ne.. Kau pulanglah jangan membuat istrimu khawatir. Kandungannya sudah memasuki masa akhir seharusnya Kau jangan sering-sering meninggalkannya sendirian.. Nanti kalau dia membutuhkanmu bagaimana?

Jadilah suami dan ayah yang baik Siwon-ah!”

Aku menasehati Siwon sebelum beranjak pergi dari rumahku.

 

“Ne… Hyung Aku akan menjadi yang terbaik untuk istri dan anakku”

Dia tersenyum sambil mengucapkannya.

 

“Hati-hati Siwon-ah.. Salju turun hari ini.. Dan sekarang hampir tengah malam.. Aku berpesan Kau jangan ngebut mengemudikan mobilmu.. Araso!”

 

“Kau benar-benar mengganggapku bayi besar ya Hyung”

Siwon terkekeh.

 

 

Sepeninggal Siwon dari Rumahku.

Aku segera menuju kamarku.

 

Joongie!

 

Kutatap wajah lelap anakku.. Dia tertidur begitu pulasnya.

 

Malaikat kecilku..

Wajahnya begitu cantik..

Wajah yang mengingatkanku pada Ummanya..

 

‘Teuki… Kau pergi disaat Joongie masih terlalu kecil.. Dia masih 2 tahun… Apa yang harus Aku katakan saat dia sudah besar dan menanyakan keberadaanmu?’

Aku bergumam pada diriku sendiri.

 

Drrtt.. Drrtt.. (?)

 

Aku merasakan sesuatu bergetar di saku celanaku.

Ponselku.

Aku melihat ID panggilan di layar ponselku.

 

Heechul?

 

“Yoboseyo? Ada apa Chulie-ah?”

 

“…”

 

“MWO?”

 

“…”

 

“Tidak mungkin!”

 

“…”

 

“Dengarkan Aku chulie-ah.. Kau tetap disitu.. Jangan kemana mana.. Aku akan segera datang ketempatmu Araso?!”

 

“…”

 

Klik

 

Kuputuskan panggilan diponsel.

 

Aku merasa ingin menangis saat ini juga.

 

 

*Seoul Hospital*

 

Aku berlari menuju tempat yang Heechul sebutkan dalam panggilan tadi..

Kepalaku sakit..

Namun hatiku jauh lebih sakit lagi saat ini..

 

-Kamar Mayat-

 

Aku membaca papan didepan pintu.

Aku benar-benar ketakutan saat ini.

Ku raih gagang pintu kamar itu. Ku edarkan pandanganku segela arah dan tatapanku berhenti pada sesosok yang telah jatuh terduduk didekat sebuah ranjang.

Kulangkahkan kakiku menghampiri sosok yang terlihat sangat mengenaskan itu.

 

“Chulia-ah…”

Suaraku tercekat.

 

Sosok itu mendongakan wajanya menatapku.

Matanya merah karena air mata yang membanjiri wajahnya.

 

“Kangin-sshi…”

Ucapnya parau.

 

“Dia kecelakaan.. Dia meninggalkanku…hiks”

Lanjutnya terisak.

 

Ku tatap tubuh yang terbujur kaku dihadapanku.

Perlahan ku singkap kain putih yang menutupi wajahnya.

 

‘Tidak mungkin!’

 

Beberapa jam yang lalu bersamaku,.

 

Siwon-ah!

 

 

“Arggh…”

Aku mendengar terikan dibelakangku.

 

“Chulie-ah… Ya Tuhan!”

Darah.

Aku melihat darah meremebes di celana yang Heechul kenakan.

 

“Sakit… Arrgh!!”

Heecul mencengkeram perutnya.

 

“Ya Tuhan… Chulie… Dokteeer… Susteeer”

Aku berteriak kencang.

Aku panik.

 

 

Aku mendengar suara beberapa derap langkah kaki berlarian menghampiriku di luar.

 

 

*UGD*

“Kangin-sshi? Apakah Anda yang bernama Kangin?”

Seorang perawat menghampiriku yang duduk di ruang tunggu UGD.

 

“Ne.. Saya Kangin.. Bagaimana keadaan sahabat Saya suster?”

Aku bertanya khawatir pada perawat itu.

 

“Pasien mengalami pendarahan parah dan Dia sempat beberapa kali pingsan, kondisi psikisnya benar-benar buruk padahal Kami harus segera mengeluarkan bayinya”

Suster itu menjelaskan.

 

“Lakukan yang terbaik untuknya Sus!”

Aku berkata sambil mengangis.

 

“Kami sedang berusaha melakukan yang terbaik untuknya. Dan sekarang Dia meminta saya untuk memanggil Anda. Mungkin ada sesuatu yang dibicarakannya. Tolong bantu menyemangatinya Kangin-sshi”

Perawat atau suster itu menjelaskan padaku.

 

 

Aku berjalan memasuki UGD dengan memakai masker diwajahku dan baju steril yang sebelumnya perawat itu sediakan untukku*pengalaman author yang kerjanya di rumah sakil*#plak koq curcol!

 

Kutatap sosok yang terbaring lemah diranjang hadapanku.

 

Perlahan kuhampiri sosok itu.

Wajahnya begitu pucat.

 

“Kangin-shii..”

Panggilnya.

Suaranya terdengar sangat lemah.

 

“Ne chulie-ah… Gwenchana… Aku yakin Kau akan bisa menjalani operasi ini”

Aku mencoba tersenyum padanya meski airmata tidak berhenti mengalir dari kedua mataku.

 

“Aku titip anakku Kangin-shii.. Tolong jaga Dia”

Ucapnya masih terdengar lemah.

 

“Kau bicara apa Chulie-ah.. Tentu saja Kau yang akan merawatnya.. Kau Ummanya”

Aku sakit mendengar nada bicarnya yang begitu pasrah.

 

“Aku capek Kangin-sshi.. Aku lelah.. Tolong biarkan Aku istirahat”

Aku melihat air mata meleleh diwajahnya.

 

“Tidak kah kau sayang pada anakmu?

Kau tega membiarkannya sendiri? Ingat Chulie-ah Dia akan sangat membutuhkanmu!”

Aku terisak dihadapannya.

 

“Justru karena Aku begitu menyayanginya Kangin-sshi.

Aku tidak ingin Anakku melihat penderitaan Umma dan Appanya.. Terlebih Aku tidak ingin dia ikut merasakan kesakitan ini..”

 

“Lalu Kau pikir dengan Kau menyerah Kau akan membuatnya bahagia begitu? Kau salah Chulie-ah!”

Sungguh Aku tidak tahu lagi apa yang harus Aku katakan.

 

“Tolong Kangin-sshi.. Jika Dia sudah besar nanti jangan pernah menceritakan penderitaan yang orang tuanya alami.”

 

Aku diam.

Aku tidak tau kata apa yang harur Aku ucapkan.

 

“Jangan beritahu Dia soal latar belakang Appanya.. Dan kalau suatu hari keluarga Choi menanyakan soal keberadaan anakku,katakan pada mereka bahwa Dia ikut mati bersamaku”

 

Aku masih terdiam mendengar perkataanya.

 

“Junsu”

 

Aku menatapnya.

 

“nama anakku kelak adalah Junsu… Kim Junsu.”

 

TBC

 

Jiahahaha aku koq ngerasa ni ff tambah ngelantur ya*stress sendiri.

Pikiran saya muter-muter sumpah*dilempar setrikaan

Seperti biasa keritik dan saran selalu kita tunggu….

Seperti biasa juga komen + like…. Di like aja juga nggak papa kok…^^

Gomawo…..

– I.Anisa.Shipper –

11 thoughts on “Babo Gateun – Part 4

  1. ANNYEOnG,nMPAnG komen y
    Aigoo.. SICHul’Y Tragis bgt,
    Q AMpe nangIs bca ksah chulPa ku yg tRAniaya
    Biasa’y kan dy yg nGaniaya,Sbar chulPA
    *PlUk chulPA
    #dtndang siwon

  2. oww jadi in sejarahnya junsu yaa

    kasian amat junchannya T^T umma & appanya mengalami kejadian yg tragis T^T
    jeej juga kasian ummanya meninggal pas dia masi kecil T^T hiks~

    lanjut thor ^^d
    hohoho~

  3. (╥﹏╥)°°˚˚Ħȋȋκ̣̝̇:'(˘˘ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ°°˚˚Ħȋȋκ̣̝̇😥 !! Sediih banget kasian Suie, dy yatim piatu, pasti cucunya Mr Henry junsu ýª??!!
    Semoga junsu ketemu jodohnya ýanƍ super duper sayang sam̶̲̅α̇ dy!
    Suie mukanya ngambil chulie dong ýª wonnie’a dikit, hbs super imut c

  4. sedih banget kehidupan ortu suie…*hug junchan
    mr kim emg baik hati, rela merawat 2 bocah yg pasti sangat menggemaskan.

  5. Sejarah ortu Suie… *tragis*
    *Peluk Susu*
    thor jangan nistain jejung ye… jejung udh sering bgt dinistain… *sedih*

    Yunho kpn nongolnya…?? (?)
    #Abaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s