[YUNJAE] I want You – part 4


a/n
annyeong ^^ akhirnya aku gak tahan buat ngepost ff lagi -.-

Hehehe.

Lagi ada waktu buat nulis, makanya aku nulis aja.. mumpung ada libur sehari.. penat juga kalo belajar terus ^^

Ohh.. yang coment di part 3 sedikit sekali~~   *nangis di pelukan onyu* *dilabrak key*

Buat part ini, moga-moga yang coment lebih banyak. Amin.

ehh dikit lagii..

biasanya nama author aku tulis sherly kan ya?? aku gantii~~

jadi namanya han rae ri, hehehe😀

that’s it.

Hapy reading ^^

 

TITLE                   : I Want You..

AUTHOR             : sherly, call me Han Rae Ri from now 😀

RATING               : PG

GENRE                  : Romance

.

.

.

.

.

“hyung.. aku serius.. ada apa denganmu? apa kau ada masalah?”

Namja chubby itu menatap serius sunbaenya, ia tidak mengerti ada apa dengan orang itu seharian ini.

Terang saja..

Mulai di sekolah, datang ke rumah junsu, bahkan sampai sekarang mereka berlatih, namja itu tetap saja pelit bicara atau mungkin sesekali junsu memergokinya sedang melamun. hari ini, sudah dua kali junsu mengajaknya bicara, tapi namja itu ternyata sedang terbang di pikirannya sendiri.

Marah? Tidak.

Lebih tepatnya ia merasa khawatir.. siapa tahu itu masalah serius kan?

“sudah kubilang, aku tidak apa-apa”

Hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban yang sudah berkali-kali didengarnya hari ini dari mulut yang sama.

“tidak mungkin.. hari ini kau sangat diam hyung..”

“aku memang seperti itu kan?”

“tapi tidak kalau hyung sedang bersamaku atau yoochun hyung, kita sudah pernah membahasnya kan?”

Diam.. dalam hati membenarkan ucapan itu.

Yoochun adalah temannya sejak kecil, dan junsu adalah teman duetnya selama mengikuti lomba menyanyi sekaligus satu-satunya adik kelas yang ia ingat namanya.

“apa hyung sakit?” menyentuhkan punggung tangannya pada dahi sunbaenya lalu menariknya lagi “ahh.. badanmu agak panas jaejoongie hyung, apa hyung pusing?”

Jaejoong menelungkupkan kedua telapak tangannya pada pipinya sendiri dan menggeleng.

“kurasa aku tidak apa-apa..”

Junsu kembali mendengus kesal mendengar jawaban itu, jelas-jelas ia sudah merasakan dahinya dan dahinya hangat.. tidak mungkin karena kepanasan, karena ruangan ini ada 2 ac dan keduanya aktif saat ini.

“kau sudah makan hyung?”

“kurasa belum..”

“kalau begitu a—“

Kriing~~ kriingg~~

Ia menghentikan ucapannya lalu berjalan keluar kamar untuk mengangkat telepon, meninggalkan jaejoong sendiri dalam ruangan itu.

Perlahan, ia mendekatkan kursinya pada grand piano yang terletak di tengah ruangan itu, jemarinya mulai menekan tuts-tuts piano yang terdengar seperti lagu sekarang.

“sepertinya aku mengerti apa yang menjadi masalahmu seharian ini hyung..”

Namja itu spontan berhenti menggerakkan jemarinya dan menoleh pada sumber suara, dilihatnya junsu sedang bersender di pintu dengan melipat kedua tangannya di dada, jaejoong menatapnya dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘apa-yang-kau-bicarakan?’

Junsu melepas lipatan tangannya dan menghampiri jaejoong, ia duduk di samping jaejoong dan mulai menekan tuts piano, memainkan lagu yang barusan jaejoong mainkan sebelum ia datang.

“aku yakin kau mengerti arti dari lagu ini dan aku yakin kau juga mengerti kenapa kau memainkan lagu ini”

“aku hanya memainkannya asal, tidak ada yang bisa kulakukan sambil menunggumu”

“kalau begitu..” ia menghentikan jari-jarinya “hyung akan memainkan lagi klasik, lagu seperti ini sama sekali bukan lagu yang akan hyung mainkan secara asal”

Jaejoong memalingkan wajahnya, ia mulai menekan tuts piano dengan asal hanya untuk mengelak dari pernyataan junsu yang terdengar sangat mengerti dirinya.

“siapa?”

Namja cantik itu menoleh dan mentaap junsu heran.

“siapa yeoja yang kau suka itu hyung?” ucap junsu seolah mengerti apa yang ada dalam pikirannya.

Tetap menunduk dan memainkan kembali lagu yang ia dan junsu mainkan tadi, namun kali ini dalam tempo lambat, sangat terlihat ia sedang melamun.. lagi..

“hyung..” junsu menyentuh pundaknya “kurasa hyung butuh istirahat saat ini.. hyung mau kuantar pulang?”

“tapi lati—“

“aku tidak bisa latihan dengan orang yang badannya di sini tapi pikirannya entah ke mana hyung..”

Lagi-lagi diam, jarinya berhenti memainkan piano itu dan berdiri dari tempat duduknya.

“aku pulang sekarang..” ucapnya sebelum pergi meninggalkan rumah itu dan mengemudikan mobil putihnya, junsu memperhatikannya dari jendela ruangan itu.

“apa hyung pernah berbicara dengan orang lain selain denganku dan yoochun hyung?” tanyanya pada diri sendiri, ia diam sejenak untuk berfikir lalu beberapa saat kemudian ia membelakkan matanya.

“apa—ah.. tidak mungkin.. aku pasti sudah gila bisa berfikir kalau orang itu adalah anak baru itu”

.

.

.

.

Namja berkulit putih itu melempar tubuhnya ke atas ranjang, memejamkan kedua matanya, menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan begitu seterusnya selama beberapa menit.

Lalu ia membuka kedua matanya, menatap langit-langit kamarnya dan bangkit duduk di tepi ranjangnya.

“arrh~! Kenapa moodku jelek sekali hari ini?!”

Tok tok tok!

“tuan muda.. tuan muda ingin dimasakkan apa untuk makan malam?” terdengar suara salah satu pelayannya dari luar kamar, selama beberapa saat jaejoong tetap diam.

“tuan muda?”

“tidak perlu masak, aku akan makan di luar hari ini..”

Ia mendengar derap langkah, yang adalah derap langkah pelayannya tadi, mulai menjauh dari kamarnya dan sepertinya kembali ke lantai bawah. Tidak lama, ia pergi mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya lalu pergi dengan mobilnya.

Mobil itu berhenti di depan sebuah restoran depan cepat saji, ia segera mengambil dompetnya lalu keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam restoran. Saat ia akan duduk di salah satu meja, ia merasa ada yang menepuk bahunya dari belakang, ia pun menoleh.

“oppa! Kita bertemu lagi!” sapa jihyun dengan senyum lebarnya, jaejoong pun balas tersenyum padanya.

“eum.. kebetulan sekali..”

“apa kau ada janju dengan yunho?”

“tidak,, aku datang sen—“

“ah! Itu dia!”

Jinhyun menunjuk ke belakang jaejoong, jaejoong pun mengikuti arah jari jihyun dan.. ia menemukan namja itu menghampiri mereka dengan kedua tangannya yang ia masukkan ke dalam saku celana, terlihat sangat.. sangat.. sangaaaattt keren.

“kalian bertemu rupanya..”

Yunho merangkul pundak jaeoong tanpa melihat padanya, malah melihat jihyun dengan senyumnya yang bisa menaklukan  yeoja mana saja.

“sudah kuduga kalian pasti akan berkencan di sini, ini adalah restoran favoritmu oppa, iya kan?” ia menoleh pada jaejoong masih dengan senyumnya.

“begitulah..”

Jaejoong menjawab seadanya dengan senyum dipaksakan..

ahh!! Ia sangat yakin kalau senyumnya ini pasti terlihat aneh.

“yunho oppa, jangan terlalu sering mengajak jaejoong oppa ke restoran cepat saji ne? tidak baik untuk kesehatan.. dulu aku selalu minta makan ke restoran ramen daripada ke restoran cepat saji..”

Jihyun menjelaskan dengan nada riang, tidak menyadari perubahan raut muka dua namja di depannya.

“a..ah.. di mana namjachingumu? Tidak ikut?” tanya jaejoong untuk mengalihkan pembicaraan, jihyun menggeleng dengan raut wajah yang sudah berganti muram sekarang.

“tidak.. dia ada rapat untuk kegiatan sekolah..”

Yunho dan jaejoong mengangguk mendengarnya, tidak tahu harus merespon ‘curhatan’ itu seperti apa.

“nah.. kurasa aku harus pergi sekarang, kau tidak mau mengganggu acara kalian.. annyeong!!” ucanya lalu berjalan ke luar restoran dan pergi dengan taxi.

Setelah memastikan jihyun sudah benar-benar pergi, yunho segera melepaskan rangkulannya pada pundak jaejoong dan berjalan menjauhinya.

“yunho!”

Yunho menoleh ke belakang, ke namja yang baru saja memanggil namanya.

“ada apa?”

“tadi—“

“tadi aku hanya membantumu, tenang saja..” lalu ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Dasar..

Apa orang itu tidak sadar kalau namja cantik itu langsung keluar restoran dengan nafas yang menggebu-nggebu menahan amarah?

Bahkan yang ada dipikrannya sekarang hanya tidur dan berharap semoga hari ini cepat selesai.

.

.

.

.

“uwaahhh…. Lalu reaksinya bagaimana hyung?” tanya changmin semangat sambil mengeratkan pelukannya pada bantal di dekapanya.

Ck~

Apa dia pikir ia sedang mendengarkan cerita di dalam bioskop, eoh?

“entahlah.. aku tidak menoleh padanya, aku langsung memakan makananku..”

BRUK!

Changmin memukul kepala hyungnya dengan bantal di dekapannya.

“yah! bagaimana—aish~~ hyung!!”

Yunho mengusap-usap kepalanya yang baru saja dipukul changmin dengan bantalnya, ia menatap changmin tidak terima.

“lalu apa yang harus kulakukan?! Menoleh padanya? Tidak mungkin!”

“kenapa tidak mungkin?”

“tidak mungkin aku menoleh lagi padanya,kan? harga diri!”

BRUK!

“YAH!”

Lagi-lagi changmin memukul kepala yunho dengan senjata yang sama seperti sebelumnya.

“kenapa aku punya saudara sepertimu, ya Tuhan…”

“yah! seharusnya aku yang berkata seperti itu!”

Changmin mengangkat kedua bahunya acuh.

“lalu bagaimana?” tanya yunho setelah diam beberapa saat.

“bagaimana apanya?”

Yunho berdecak pelan “tentu saja jaejoong itu! aku harus memperlakukan dia bagaimana?” changmin mengibaskan tangannya di depan muka yunho.

“terus saja acuhkan dia hyung. Tunggu sampai timingnya pas!”

“bagaimana kalau tidak ada perubahan?”

“itu artinya kau ditolak hyung..”

BRUK!

Sekarang gentian yunho yang memukul changmin dengan bantal yang sama seperti tadi.

“apa yang kau bicarakan?! Jangan bercanda!” ucapnya dengan kesal.

Bagaimana tidak.. seharian ini ia sudah bersusah payah mengacuhkan namja itu, lalu nanti hasilnya akan sia-sia? Yang benar saja..

“itu semua tergantung jaejoong hyung..” ucap changmin bijaksana “dan juga kau hyung..”

Yunho menyatukan alisnya tidak mengerti “maksudmu?”

“aish~~ sudahlah hyung..! aku mau tidur!”

Changmin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu menutup tubuhnya dengan selimut.

Sedangkan yunho? Mau tidak mau ia harus keluar dari kamar itu, karena ia sendiri juga merasa mengantuk.

.

.

.

.

Selama pelajaran, yunho tidak bisa konsentrasi sepenuhnya mengikuti pelajaran.

Apa perlu kujelaskan kenapa? Karena ia takut apa yang changmin katakana tadi malam akan menjadi kenyataan.

“bagaimana kalau tidak ada perubahan?”

“itu artinya kau ditolak hyung..”

Tunggu dulu.. seorang jung yunho tidak pernah memikirkan seseorang sampai seperti ini..

Tadi pagi saja ia bertemu lagi dengannya dan seperti saran adiknya, ia mengacuhkan namja itu, lagi. tahukah kalian, sebenarnya ia tidak tahan untuk menyapanya dan mengajaknya pergi lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Tapi.. ini demi mencari tahu perasaan namja itu kan?

“jung yunho?”

yunho sepertinya tidak sadar kalau seohyun songsaenim sudah memperhatikannya melamun sejak tadi, melihat guru itu mengambil nafas dalam, teman sebangkunya menjiwit kakinya di bawah meja, ia hanya meringis pelan.

“jung yunho..” panggil seohyun songsaenim lagi.

“n-ne?” kini yunho sudah sepenuhnya sadar dan mendapati gurunya itu sedang memandangnya serius.

“apa kau melamun?

Yunho lagi-lagi diam, ia hanya menunduk tidak ingin menjawab. Kalau dia bilang iya, pasti ia akan diberi  hukuman. Kalau ia bilang tidak, tidak mungkin.. tadi seohyun songsaenim sudah memergokinya melamun di kelas.

“dengar. Kalau kau sekali lagi melamun, lebih baik kau keluar. Mengerti?

“arraseumnida, songsaenim..”

Seohyun songsaenim pun segera kembali ke depan kelas untuk melanjutkan pelajarannya yang sempat terganggu sebentar, semua mudrid memperhatikan dengan cekatan, kecuali yunho pastinya.

Bahasa inggris? Ia bahkan sudah pernah tinggal di amerika, apa ia perlu belajar bahasa inggris lagi?

Ia pun mengalihkan pandangannya keluar jendela, tempat duduknya yang tepat di samping jendela membuatnya bisa melihat dengann jelas murid-murid yang sedang melaksanakan pelajaran olahraga di lapangan sekolah. Matanya membesar saat sadar kelas yang sedang pelajaran olahraga sekarang.

Baiklah. Sudah ia pastikan, ia tidak akan  menghiraukan pelajaran seohyun songsaenim hari ini. Pemandangan di luar jauh lebih menarik daripada pelajaran bahasa inggris.

Matanya elangnya menangkap sesosok namja sedang duduk di pinggir lapangan, namja itu menaruh dagunya di atas lutut, tangannya bergerak tanpa bentuk di atas tanah. Sangat terlihat kalau namja ini sangat bosan, mungkin bosan menunggu namanya dipanggil untuk pengambilaan nilai lari ini?

Namun, yang menjadi perhatian yunho, tidak ada seorangpun yang mengajaknya ngobrol. Walaupun sepertinya kelas itu ramai, tapi tetap saja.. namja itu selalu sendirian.

Beberapa saat kemudian, namja yang yunho perhatika itu berdiri dan bersiap di garis start, kalau begitu sekarang giliran namja itu berlari, entahlah.. ia tidak bisa mendengar apapun dari lantai dua ini kecuali teriakan-teriakan murid-murid sekelas jaejoong.

Namja itu mulai berlari, yunho memberinya dukungan dengan cara tersenyum dan bersorak menyemangati dalam hati.

BRAK!

Tiba-tiba Yunho menggebrak mejanya, membuat seisi kelas menoleh terkejut padanya, tak terkecuali seohyun songsaenim.

“jung yunho! Apa yang kau—YAHH!”

Tidak mempedulikan teriakan gurunya itu, yunho langsung berlari menuju lapangan olahraga secepat yang ia bisa, ia tidak peduli akan dihukum seperti apa nanti.

Yang ada di pikirannya sekarang, jaejoong.

Jaejoong yang tiba-tiba jatuh saat berlari, ah tidak.. lebih tepatnya pingsan.

“minggir!!”

Teriaknya pada kawanan siswa yang mengerubungi jaejoong, mereka semua meberi jalan padanya karena yang mereka lihat sekarang adalah seorang jung yunho dnegan seragam berantakan, keringat yang terus mengalir di sekujur tubuhnya, dan juga wajahnya yang memerah karena berlari begitu cepat dari lantai dua sampai ke lapangan olahraga ini.

Dengan mudahnya, yunho mengangkat badan jaejoong dengan cara bridal style dan membawanya ke uks, meninggalkan teman-teman sekelas jaejoong yang melongo menyaksikannya.

“kau lihat? Ada apa dengan jung yunho itu? menakutkan sekali wajahnya..”

“benar! Nafasnya tadi juga tidak beraturan begitu!”

“kelasnya ada di lantai dua juga kan? apa orang itu berlari? Konyol sekali..”

“yah!!” seorang siswi menegur teman-teman namjanya yang sedang membicarakan kejadian barusan “kalian ini bodoh atau apa..”

“makudmu? Memang benar kan?”

“terserah apa kata kalian..” yeoja itu mengibaskan tangannya “tapi yang pasti.. itu adalah perlakuan yang sangat manis.”

.

.

.

.

Yunho duduk di samping ranjang dan tangannya daritadi menyentuh-nyentuh pelan jari namja yang kini sedang pingsan dan terbaring di ranjang uks itu. ia memandang sekeliling, sepi.. jelas saja, ini masih jam pelajaran.

Petugas uks mengatakan, mungkin jaejoong hanya kurang makan dan kecapekan, maka dari itu badannya drop dan pingsan saar berlari di tengah terik matahari yang menyengat.

Sudah hampir satu jam ia menunggu namja cantik ini bangun dari pingsannya, tidak peduli dengan pelajaran.. dan juga tidak peduli dengan rencananya dengan changmin.

Kalian pikir ia bisa menahan dirinya saat melihat namja cantik ini tiba-tiba pingsan begitu saja di tengah lapangan? Hell no.. bahkan ia yang berlari dari kelasnya di lantai dua sampai ke lapangan adalah tindakan spontannya.

“nggh..”

Mendegar lenguhan kecil dari namja yang sedang berbaring itu, ia segera berdiri dan memperhatikan wajah namja itu seksama

“jaejoong? kau sudah sadar?”

Perlahan  jaejoong membuka matanya, kama-lama ia dapat semakin jelas melihat ada seorang namja berdiri di sebelahnya dan namja itu adalah jung yunho. Baru saja jaejoong akan mengatakan sesuatu lagi, yunho membekap mulutnya.

“jangan bicara, kau harus makan terlebih dahulu.”

Ia membantu jaejoog untuk duduk di atas ranjang dan menyangga punggungnyad engan bantal, lalu ia mengambil sebungkus roti besar di meja kecil samping ranjang dan juga segelas susu vanilla, ia menyerahkannya pada namja cantik itu.

Dengan ragu, jaejoong mengambil roti itu dan memakannya sampai habis. Setelah selesai, yunho menyerahkan segelas susu tadi padanya dan jaejoong meminumnya pula sampai habis. Yunho meletakkan gelas susu itu lagi di atas meja.

“nah.. jelas-jelas kau lapar, kenapa kau tidak makan?”

“siapa yang membawaku ke sini?”

“tentu saja aku. Hey.. kau belum menjawabb pertanyaanku tadi”

Jaejoong ingat. Benar juga, sejak kemarin siang ia belum makan apapun, hanya minum air putih tentunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

“aku malas. Kenapa kau di sini?”

“YAH!” ucap yunho dengan nada tinggi, membuat jaejoong sedikit terlonjak kaget “malas? Kau pikir orang malas tidak perlu makan hah? Kau ini.. membuatku khawatir saja.. apa yang ada dipikiranmu hah?!”

“SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA BEGITU!” kini gentian jaejoong yang bicara, bahkan dengan volume yang jauh lebih keras daripada bentakan yunho tadi “APA MAKSUDMU?!”

“KATAKAN DENGAN JELAS! AKU TIDAK MENGERTI!”

“kau..” jaejoong menunjuk yunho tepat di depan wajahnya “AWALNYA KAU BERBUAT BAIK PADAKU, LALU KAU MENJAUHIKU, LALU SEKARANG KENAPA KAU MENJADI SOK PERHATIAN PADAKU HAH?!”

“YAH KIM JAEJOONG!” yunho balas berteriak lalu mengatur nafasnya, dadanya naik turun mencoba bersabar begitupula dengan jaejoong “ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dari kalimatmu barusan”

Jajeoong tidak menjawab, dadanya naik turun mencoba bersabar, namun matanya.. tunggu.. ini hanya yunho yang salah lihat atau memang mata jaejoong berkaca-kaca sekarang?

“dengar..” ucapnya lembut, ia menggenggam tangan jaejoong erat “aku menjauhimu karena kau yang memintanya, apa kau lupa itu,eum?”

Jaejoong tetap diam, menahan sesuatu dari dalam matanya untuk keluar.

“kau tahu.. susah rasanya sehari tidak berbicara denganmu, tapi aku tidak tahu itu hanya aku yang merasakannya atau kau juga..”

Jaejoong diam lagi, ingin berkata ‘aku juga’ tapi kalau ia mengucapkan sesuatu, air dari dalam matanya pasti akan keluar.

“dan.. aku bukannya sok perhatian padamu.. tapi aku memang, entah sejak kapan, sering memperhatikanmu..” lanjutnya dengan nada yang lebih lembut dari tadi.

Ahh.. tidak bisa..

Jaejoong tidak bisa lagi menahan air itu keluar dari matanya, ia menunduk agar yunho tidak bisa melihat dirinya yang menangis sekarang.

“apa kau menangis?” yunho mengangkat dagu jaejoong “uljima.. jebal..”

Ia menyentuh pipi putih itu dengan tangannya yang besar, menghapus air mata yang terus menerus mengalir dari mata namja di hadapannya itu.

“haahh..” jaejoong menjauhkan wajahnya dari tangan yunho dan menyandarkan kepalanya ke tembok “I should’ve be crazy..” ucapnya dengan nada bergetar.

Perlahan. Yunho semakin mendekati jaejoong sampai akhirnya wajah mereka sangat amat teramat dekat, jaejoong menoleh ke samping dan itu otomatis membuatnya berhadapan langsung dengan mata elang yunho.

“well..” bisik yunho dengan suara bassnya “I think you’re not the only one who’s crazy..” ia menyentuhkan hidungnya dengan hidung jaejoong.

Tanpa jaejoong sadari, seulas senyuman manis terukir dari bibir tipisnya, tapi itu tidak berlangsung lama.. karena sekarang, yunho sudah mencium bibir jaejoong dengan lembut, dan seperti tidak mau kalah, jaejoong mengalungkan tangannya pada leher yunho dan mulai membalas ciuman lembut itu.

Ahh~~

Don’t  you ever think this is the end, it just starts now.

Tbc-

18 thoughts on “[YUNJAE] I want You – part 4

  1. knp tbc sich… gi rame nich ceritany… ternyata rencana yunho ma changmin berhasil… hahaha… gak nyangka gara2 rencana tu bisa bwat jae kelimpungan begitu smpe2 malas bwat makan sampe nangis segala…

  2. gyaaaaaa authoooor, kenapa dipotong disitu. uhh, kali ini rasanya saya ingin skali memelukmu thor (re: cekek) lol =3=
    akhirnya mereka ciuman juga,vitu tadi bener2 moment yg so sweet bgt. membacanya serasa ada kupu2 yg menari diperut, sungguh!
    “tapi yang pasti.. itu adalah perlakuan yang sangat manis.” hahaha ternyata ada slah satu siswi yg fujoshi juga. saya harap dia bisa menyebarkan virusnya😄
    dan, Yunho Jaejoong! bukan kalian berdua doang yg gila disini, tapi kami, author, saya dan pembaca lainnya juga! gilaaaa karena kalian berdua! kenapa ga NIKAH2 juga sampe skrang sih!? ukh~
    pokoknya fic-mu ini sungguh menarik n sweet, yg skrang saya cinta stgh hidup. so, jgn patah semangat! tetap lanjutkan! saya akan menanti dg ga sabar. lol.
    dan saya doakan dg spenuh hati semoga author lulus UN dg hasil yg sesuai harapan. fighting! gomawo~ *kissu *ditendang

  3. ahhhhh… swetttt… suka suka suka m chap nie.. asli bacanya melting bgt.
    btw agk bnyak typos deh d chap nie..

  4. mian baru komen di chap ini.
    Cz sebelumnya aku baca di ffn.
    Ceritanya bagus banget.
    Akhirnya ngaku jg mereka berdua!!!
    Ayo lanjut~ hehehe

  5. huwaaaa…. co cweeeeet…..
    yunjae kissuan….*lompat2
    kek.y sebentar lagi bakalan seru nih.
    moga ja setelah kejadian ni, mereka jadian, amin….

  6. Suit…suit…!!! Akhirnya mereka Ъ>:/ tahan juga ya nyimpen perasa’an mereka lama”
    Skrg mereka kissu’an..τρ kata author ini baru awal’a, Ъ>:/ sabar baca lanjutannya #ngibrit bc lanjutannya

  7. Kyaaaaa#jingkrak2 gaje
    pingsannya umma membawa berkah buat appa..
    Beruntung bgt umma pingsan, kalau engga’ smuanya ga’ akan terjadi.
    Wkwkwk
    akhrnya umma ga’ tahan jg di cuekin appa…
    Hahaha

  8. yaakk…moment tbc nya pas bgt lagi terhanyut dlm adegan kissunya yunpa en jaema…serasa lg nonton film seru trus tiba2 kepotong iklan…yaaahhh..penonton lgsg triak kecewaaa…
    tp itu yunpa sm jaema oohhhh…so sweet….mau ikutaannnn…#lhooo????

  9. yunjae …kalian emang gilaaaaaaaa
    tapi tetep romantis nya noh,buat ngiri..
    akhirnya pacaran juga…:)

  10. cuittt cuitttt….yaoloh pengen liat kiss scene yunjae secara langsung hihihi. aku sukaaa bgt sama sikapnya yunho. jaejae beruntung punya yunho yg selalu perhatian. yunho keren badai lah pokoknya! berani menghadapi jaejae yg udah terkenal sbg org yg dingin aka ice prince.

  11. Rencana changmin berhasil *tebarbunga*
    Tapi kasihan jae oppa kefikiran terus sampe ga makan..
    Uhhhh akhirnya sedih sekaligus manis jadi satu, nice banget deh *kecupbasah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s