Babo Gateun – Part 6


RE_POST | FF | YUNJAE | YAOI | * BABO GATEUN * | PART 6

 

Title: Babo Gateun (judul sama isi ngawur)

Author  : I.Anisa.Shipper

Genre: angst+geje+ancur+typo(s)

Rating: membingungkan

Cast: Jung Yunho,Kim Jaejoong,Kim Junsu,Park Yoochun,Shim Changmin,Henry of Suju M*pinjem bentar* Kim Young Woon/Kangin,Park Jungso/Leeteuk,Choi Siwon,Kim Heechul,Jung JiHoon/Rain,Song He Kyo,OTC (yang tidak kesebut jangan protes)

A/N: cerita ini benar-benar pemlampiasan dari otak sarap saya*dicekek masal

 

 

Chap 6

 

――――――――――

Seorang namja bertubuh tegap keluar dari Audi hitam yang dibaru saja dikemudikannya.

Mata musangnya menatap sekilas jejeran mobil mewah yang terparkir rapi di sebelah mobilnya. Bibir berbentuk hatinya mengulas sebuah senyuman misterius. Kaki jenjangnya melangkah meninggalkan pelataran parkir bawah tanah di gedung yang akan menjadi petualangan hidupnya sekarang. Tubuh tegapnya berdiri di depan lift yang akan membawanya memasuki petualangan hidup itu. Jari telunjuknya menekan tombol ‘naik’ pada dinding disebelah pintu lift.

*( berhubung author tinggal di Taiwan dan sering bolak-balik gedung Rumah Sakit dan gedung Apartmen jadi beginilah parkiran bawah tanah yang sering author sambangi tiap hari#Duak!dilempar sendal gara-gara curcol ga penting )*

 

Ting.

 

 

Pintu lift didepannya terbuka dan menampakan 3 orang karyawan kantor yang bergegas keluar dari dalamnya.

 

Namja bertubuh tegap itu melangkah memasuki pintu lift yang terbuka di depannya. Setelah memastikan tidak ada orang yang akan menggunakan lift itu selain Dirinya ditekan tombol ‘close’ pada dinding sebelah kanan lift itu. Jemarinya menelusuri sederet angka pada dinding itu dan berhenti pada angka 25. Lantai teratas di gedung ini. Ditekannya angka 25 itu dan perlahan Dia merasakan lift sedang membawanya menaiki gedung itu.

 

 

~Jaejoong POV~

 

Sejak mendapat pelukan Yoochun kemarin hatiku terus-terusan gelisah.

Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Kenapa Aku tidak menolaknya? Aku bahkan membalas pelukan itu! Dan Aku melupakan begitu saja bahwa saat itu Kami sedang berada di keramaian tempat umum.

 

“Kim Jaejoong!”

 

“Huwaaa….”

 

Aku berteriak.

 

Seseorang menepuk bahuku sehingga mengagetkanku dari lamunan kejadian kemarin.

 

“Aigo.. Kim Jaejoong apa yang terjadi padamu akhir-akhir ini?

Ragamu disini tapi Jiwamu kemana?”

Nonya Lee memandang tajam ke arahku.

 

“Mian Nyonya, Saya…”

 

“Sudahlah Kim Jaejoong.. Aku tidak butuh pembelaanmu.. Yang harus Kau lakukan sekarang adalah cepat buatkan secangkir kopi dan bawa ke ruang kerja Direktur utama.. Ingat jangan terlalu manis dan jangan terlalu panas.. Lakukan dengan cepat araso!”

Nenek sihir ini,, sudah menyela apa yang ingin aku katakan sekarang malah mengatur seenak jidatnya.

 

“Ne! Nyonya akan segera Saya kerjakan”

Ucapku pasrah.

 

~End Jaejoong POV~

 

 

Sementara itu di ruangan Direktur utama.

~Yunho POV~

 
Hhh…

Aku menarik nafas panjang.

Direktur utama?

Appa benar-benar memberikan posisi ini padaku.

Aku tidak tahu apakah Aku harus senang atau sedih.

Senang karena Aku mendapat posisi tertinggi di kantor Appaku.

Atau sedih karena harus kehilangan kebebasaanku.

Entahlah.

 

~End Yunho POV~

 

Tok tok tok.

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang Direktur Utama.

 

“Masuk!”

Sahut suara yang berada di dalam ruangan itu.

 

Kriet.

 

Suara pintu di buka.

Nampak seorang namja memakai kemeja lengan pendek berwarna biru muda dengan tulisan OB di bagian punggungnya. Kemeja itu terlihat agak kebesaran melekat pada kulit putih tubuh sang namja. Kedua tangannya memegang tepi nampan yang berada dihadapan dadanya. Tampak sebuah cangkir berwana putih dengan alas piring kecil di atas nampan itu.

Namja itu melangkah masuk kedalam ruangan.

Menghampiri sebuah meja kerja di hadapannya.

 

 

“Emmm… Mr. Jung…”

Namja itu melirik sekilas pada papan nama di atas meja kerja di depannya sebelum melanjutkan ucapannya tadi.

Namja itu mengerutkan keningnya.

Pasalnya Dia begitu asing dengan nama yang tertera di papan itu.

 

“Mr. Jung Yunho… Saya datang membawakan kopi untuk Anda..”

Lanjutan dari ucapan namja itu.

 

“Ne.. Taruh saja di atas meja!”

Jawab namja yang dipanggil Mr. Jung Yunho tadi.

 

Namja yang bernama Jung Yunho itu berada dalam posisi duduk di kursi yang berada di seberang meja kerja tepat berseberangan dengan posisi berdiri namja sang pembawa kopi.

Kepalanya tertunduk mengamati sederet huruf pada kertas di hadapannya. Tangan kanannya sibuk mengacak kertas itu lembar demi lembar.

 

Trek.

 

Namja OB itu meletakan cangkir kopi di atas meja sesuai dengan perintah sang namja sibuk di hadapannya.

 

Selang 3 detik,namja sibuk itu menjulurkan tangannya meraih gagang cangkir di meja hadapannya. Kepalanya masih tertunduk. Matanya masih tetap fokus memandang deretan huruf pada kertas yang sekarang berpindah posisi di tangan kirinya.

Brruuusshh.

 

Namja sibuk itu menyemburkan kopi yang baru disesapnya.

 

 

“Ya! Kau!”

Teriak Yunho pada namja yang baru saja melangkahkan kakinya menuju pintu.

 

Merasa ada yang memanggilnya namja OB itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah suara si pemanggil.

 

“Ne.. Mr. Jung… Waeyo?”

Kata namja OB itu menghampiri Yunho.

 

“Ya! Noona cantik.. Kau mau merancuniku eoh?”

Yunho menatap namja di hadapannya.

 

‘Noona cantik?’

Bathin namja OB itu?

 

“Apa maksud Anda Mr. Jung?”

Namja OB itu mengerutkan kening tidak mengerti.

 

“Kau.. Noona! Apa maksudnya ini?”

Yunho balik bertanya sambil menujuk gelas kopinya.

 

“Kopi!”

Jawab namja OB itu.

Dia benar-benar bingung apa maksud Atasannya ini.

 

“Aish.. Siapa bilang ini susu?!”

Kata Yunho.

 

Namja OB itu semakin bingung.

 

“Sini Kau Noona!”

Perintah Yunho.

 

Kening namja OB yang sudah berkerut tambah berkerut lagi.

Namun tak ayal Dia menurut mendekat juga.

 

“Minum!”

Suruh Yunho begitu namja OB itu berdiri tepat diseberang mejanya.

 

“Hah?”

Namja OB itu memasang tampang seperti orang bodoh.

 

“Ini.. Minum!”

Yunho menyerahkan cangkir kopi yang di pegangnya kepada namja OB itu.

 

Seperti di hipnotis namja OB itu menerima cangkir di hadapannya dan meminum isinya.

Brruuusshh.

 

“Bagaimana Noona? Enak kah kopi buatanmu?”

Yunho bertanya dengan senyum sinis di bibirnya.

 

‘Asin’

Namja OB itu berujar pada dirinya sendiri seraya menyeka bibir chery-nya yang basah karena menyembur tadi menggunakan punggung tangan kanannya.

 

“Aigo.. Di hari pertama kerja, Aku sudah memiliki musuh yang sangat membenciku.. sampai-sampai mau meracuniku segala..”

Ucap Yunio sarkastis.

 

“Mianhae Mr. Jung.. Saya salah memasukan garam bukannya gula!”

Namja OB itu menundukkan wajahnya merasa bersalah.

 

“Ah.. Sudahlah Noona.. Aku memaafkanmu.. Tapi kalau suatu hari Kau melakukannya lagi Aku tidak akan memaafkanmu dan akan memberimu hukuman!”

Yunho mengerling pada namja OB itu.

 

‘Noona? Lagi? Kenapa orang ini senang sekali memanggil Noona?’

 

Namja OB itu bertanya-tanya dalam hati.

 

“Jeongmal Mianhae Mr. Jung”

Namja OB itu membungkukkan badannya.

 

“Sudahlah Noona… Aku sudah bilang tidak apa-apa.. Kau terlalu cantik untuk Ku marahi… Tapi sebagai gantinya,boleh kah Aku tahu siapa namamu Noona cantik?”

Yunho berujar seraya mengedipkan sebelah mata musangnya kepada namja OB di hadapannya itu.

 

‘Sakit jiwa’

 

Begitu lah kata yang ada di kepala namja OB itu terhadap Mr. Jung di depannya.

 

 

“Mian Mr. Jung Yunho.. Nama saya Kim Jaejoong.. sepertinya Anda salah menilai Saya,Saya adalah seorang namja.. Jadi tolong berhenti memanggil saya Noona!”

Ucap Jaejoong. Dia merasa ngeri melihat kedipan mata Yunho tadi.

 

 

“Hahaha.. Manis sekali.. Namja katamu? Kau jangan bercanda.. Cantik begitu Kau bilang namja?”

Yunho merasa lucu dengan perkataan Jaejoong.

 

“Saya benar-benar seorang namja Mr..”

Jelas Jaejoong.

 

 

“Aku tidak percaya”

Ngotot Yunho.

 

 

“Tidak kah Mr. Jung lihat saya memakai celana?”

Jaejoong menunjuk celana yang di pakainya.

 

 

“Memangnya yeoja tidak boleh pakai celana?”

Yunho tidak mau kalah.

 

 

“Aish… Sudahlah Mr. Jung saya harus kembali ke ruangan Office Boy.. Masih banyak yang harus saya kerjakan daripada membahas soal gender saya!”

Jaejoong mengambil cangkir kopi tadi,menaruhnya di atas nampan dan berlalu melangkahkan kaki menuju pintu meninggalkan ruangan Direktur ‘Sakit jiwa’-nya itu.

 

 

‘Menarik’

 

Yunho bergumam dengan seringai iblis menghiasi bibirnya.

 

###

 

 

Yunho memasuki rumah mewah di hadapannya.

 

“Kau sudah pulang Sayang?”

 

Sapa wanita berusia 40 tahunan yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.

Di alihkan pandangan matanya yang semula fokus melihat acara televisi di hadapannya. Mata indahnya menatap penuh kasih pada anak laki-lakinya.

 

“Ne Umma… Aku sudah pulang”

 

Yunho menjawab dengan senyuman manis seperti biasanya.

 

“Bagaimana hari pertamamu di kantor Yunnie? Kau menyukai tempat barumu kan?”

 

Song Hye Kyo.. Nama asli Mrs. Jung itu adalah wanita cantik yang baik hati.. Jika sebelumnya Dia hanya tinggal dengan Suaminya Jung JiHoon dan beberapa Maid di rumah besarnya, sekarang Dia begitu bahagia karena Putra tunggalnya telah kembali ke rumah itu. Putra kesayangannya yang telah menyelesaikan study-nya di University of California-Berkeley jurusan bisnis sesuai harapan Ayahnya. Putra tercintanya yang telah beranjak dewasa dan semakin tampan di usianya yang sudah 24 tahun.

 

“Umma… Kenapa masih menggunakan panggilan itu?”

 

Yunho merajuk manja pada Ummanya.

Dia tidak suka Ummanya masih memanggilnya Yunnie.

 

Risih.

 

Begitulah kira-kira yang dipikirkannya.

 

 

“Memang kenapa Yunnie-ya..”

 

Mrs. Jung tersenyum menggoda.

 

“Yaah… Umma… Aku sudah dewasa”

 

Yunho memasang muka aegyo di wajahnya.

 

Mrs. Jung tertawa melihat tingkah anak tunggalnya.

 

“Hahaha… Kau tahu Yunnie.. Dengan mimik wajah seperti itu Kau bilang sudah dewasa? Aigo..”

 

Mrs. Jung mencubit pipi anaknya gemas.

 

“Yah.. Umma.. sakit..”

 

Yunho merajuk.

 

“Kau tetap little prince Umma, Yunnie-ya.”

 

Mrs. Jung terkikik geli.

 

“Aish.. Sudahlah Umma… Oh iya,Appa dimana?”

 

Yunho bertanya.

 

“Appa sedang di ruang kerja! Kau mau kesana?”

 

Mrs. Jung membelai lembut rambut Yunho.

 

“Ne, Umma.”

 

Yunho memejamkan matanya sejenak. Menikmati sentuhan penuh kasih dari Ummanya.

 

‘Kasih sayang seorang Ibu’

 

Ada rasa sakit dalam hati Yunho ketika memikirkan kata Ibu.

 

“Kalau begitu Kita kesana bersama ne?”

 

Mrs. Jung menarik tangan Yunho dan membawanya menaiki tangga.

 

 

Tampak laki-laki berwibawa duduk di atas sebuah kursi yang terbuat dari anyaman.

Matanya terpejam begitu tenangnya.

Wajahnya sangat tampan di usianya yang sudah kepala empat. Dan wajah tampan itu menurun pada putra satu-satunya yang sekarang tengah berdiri tak jauh dari tempat duduknya. Ah,bukan hanya wajah tampannya saja,tapi juga tubuh kekar berototnya. Persis seperti tubuh anak kebanggaannya.

 

Pluk.

 

Merasakan ada sesuatu yang menyentuh bahunya,mata yang terpejam itu perlahan membuka.

Menampilkan mata sipit yang menghiasi wajah tampannya.

Bibirnya ditarik membentuk senyuman.

 

 

“Anak Appa sudah pulang? Bagaimana hari pertamamu Yunho?”

 

Mata sipit itu menatap mata musang disampingnya.

 

“Menyenangkan Appa.”

 

Yunho menjawab dengan senyum menghiasi wajahnya.

Betapa Dia begitu menyayangi sosok di sampingnya ini.

Menghormatinya.

Dan selalu berusaha mewujudkan semua harapannya.

 

“Bagus lah kalau begitu Yunho, Appa percaya padamu.. Kau pasti akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.”

 

Mr. Jung tersenyum.

 

“Aku akan berusaha.”

 

Yunho mengangguk pasti.

 

“Lalu,kapan Kau akan mengenalkan seseorang kepada Appamu ini?”

 

Mr. Jung menatap penuh harap pada Yunho.

 

“Maksud Appa?”

 

Yunho bertanya bingung.

 

“Kekasihmu.. Calon menantu Appa.. Kau jangan pura-pura Yunho-ah.. Kau pikir Appa tidak tahu eoh?

Kau memiliki banyak yeoja di sekitarmu.. Hahaha.. Ternyata ketampananku mewaris padamu.. Aku jadi teringat masa muda dulu.. Betapa para yeoja menggilaiku.. Hahahaha”

 

Mr. Jung tertawa lepas mengingat masa mudanya.

 

“Kau membuatku cemburu Yeobo!”

 

Perkataan Mrs. Jung menghentikan tawa Mr. Jung.

 

“Aigo.. Hye Kyo-ah.. Apa yang membuatmu cemburu? Aku milikmu hingga saat ini.. Hingga Aku menjadi kakek dan menutup usiaku hanya Kau yang Aku cintai.”

 

Goda Mr. Jung pada istrinya.

 

“Aish.. Kuharap sifat perayu Appamu tidak menurun padamu Yunnie.”

 

Mrs. Jung berkata pada Yunho dengan wajah merona.

 

Yunho hanya tertawa kecil menyaksikan kemesraan orang tuanya.

 

“Jadi Yunho-ah.. Siapa belahan jiwamu?”

 

Mr. Jung menatap Yunho meminta jawaban.

 

“Tidak ada Appa”

 

Yunho menjawab tanpa membalas tatapan Appanya.

 

“Belum menemukan eoh?”

 

Lanjut Mr. Jung.

 

“Aku tidak berniat untuk menemukannya”

 

Yunho berkata lirih.

 

“Kau tidak boleh begitu Yunho-ah.. Kau perlu dicintai dan mencintai”

 

Tatapan Mr. Jung berubah sayu.

 

“Setelah apa yang menimpaku Aku harus percaya soal mencintai dan dicintai?? Tidak Appa.. Aku tidak mau.. Semua itu hanya pembodohan”

 

Yunho berkata sambil menggelengkan kepalanya.

 

“Bukan seperti itu cara menilai sebuah rasa Yunho-ah.. Kau hanya takut terluka.. Sampai-sampai Kau beranggapan seperti itu”

 

Mr. Jung menatap nanar putranya.

 

“Rasa seperti apa yang Appa yang maksud? Bagiku hanya ada rasa benci”

 

Yunho yang sejak tadi mengindari kontak mata dengan Appanya sekarang mata musang itu menatap mata sipit di sampingnya.

 

“Tapi Yunho-ah…”

 

“Sudahlah Appa, Kita pernah membahas masalah ini bukan hanya sekali kan..? Aku capek Appa.. Mian.. Aku ingin istirahat

di kamarku”

 

Yunho melangkah keluar meninggalkan ruang kerja Appanya.

 

“Semuanya salahku Hye Kyo-ah”

 

Mrs. Jung yang sejak tadi diam berjalan pelan menghampiri suaminya.

 

“Aku yang telah membuatnya seperti itu Hye Kyo-ah.. Aku yang bersalah atas semuanya Hye Kyo-ah…”

 

Perlahan cairan bening keluar dari kedua sudut mata sipit itu.

 

Mrs. Jung mendudukan dirinya di samping suaminya.

Di dekapnya laki-laki yang selama 24 tahun menjadi belahan jiwanya.

 

“Ssst… Kau jangan terus-terusan menyalahkan dirimu sendiri Yeobo..”

 

Mrs. Jung menenangkan suami tercintanya.

Sakit.

Sakit melihat suaminya begitu rapuh seperti ini.

Siapa yang tahu?

Dibalik fisik kokoh sempurnanya ternyata Mr. Jung memiliki sesuatu yang membuatnya amat sangat terpuruk.

 

“Aku hanya terlalu menyayanginya Hye Kyo-ah.. Aku takut kehilangannya..”

 

Mr. Jung menangis dalam dekapan istrinya.

 

 

~Yoochun POV~

 

“Aku berangkat kerja dulu Yoochun-ah.. Hari ini Aku mendapat tugas malam, Kau tenang saja sebentar lagi Jaejoong pasti akan pulang.. Mungkin sedang banyak pekerjaan di tempatnya.. Maklumlah pekerjaannya menuntut kesibukan. Kalau Kau lapar Jaejoong bisa memasakan makanan untukmu,tapi itu pun kalau cacing di perutmu tidak sedang demo sekarang.. Yah paling tidak menunggu sampai Jaejoong pulang.. Aku yakin Kau tidak bisa memasak,jadi dari pada terjadi ledakan di dapurku,Aku harap Kau tidak akan melakukan sebuah eksperimenmu disana.”

 

 

Aku tertawa mendengar perkataan panjang lebar Mr. Kim di depanku.

Orang yang ramah.

Begitu pikirku.

 

 

Aku yang tidak tahu menahu tentang Seoul terpaksa harus menumpang tinggal di rumah Mr. Kim, Appa Jaejoong.

Karena hanya Dia yang Aku kenal di negara ini.

Ah, sebenarnya Aku juga mempunyai teman yang berkewarganegaraan Korea ini, teman kuliahku dulu.tapi Aku tidak tahu apakah Dia ada di Negaranya atau tidak mengingat Dia yang sering pulang pergi ke luar negeri.

Aku jadi ragu untuk menghubunginya.

 

“Yoochun-ah! Kau mendengarkanku tidak?”

 

“Eh? Oh? Ah iya Ajusshi.. Aku akan menunggu Jaejoong pulang saja”

 

Aku merasa tidak enak karena telah mengabaikan Kim Ajusshi dengan pikiranku tadi.

 

“Ya sudah, kalau begitu Aku pergi dulu ne! Kau baik-baik di rumah.. Aku titip rumahku padamu.. Kau jangan coba-coba merampok rumahku ya!”

 

“Hahahaha”

 

Mr. Kim benar-benar lucu.

 

 

Setelah Mr. Kim pergi, Aku mendudukan diriku di ruang keluarga.. Aku bermaksud menonton televisi di ruangan itu sambil menunggu Jaejoong pulang.

 

 

Cklek.

 

 

Suara pintu di buka.

‘Jaejoong kah itu?’

Pikirku.

 

Aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menuju pintu depan.

 

“Jae-ah Kau sud…”

Perkataanku terhenti begitu melihat sosok di hadapanku.

 

“Eh.. Junsu-ah?!”

Aku berkata pada sosok itu.

 

“Apa Jae Hyung belum pulang Yoochun-sshi?”

Junsu bertanya seraya menatapku.

 

“Belum.. Aku juga sedang menunggunya.. Aku pikir tadi Kau Jaejoong”

Aku tersenyum tipis pada Junsu.

 

“Kau ada perlu dengannya ya?”

Lanjutku bertanya.

 

“Ani… Aku hanya ingin mampir kesini”

 

Junsu berjalan melewatiku menuju ruang dimana Aku menonton televisi tadi.

 

~End Yoochun POV~

 

 

~Junsu POV~

 

Demi apapun.. Kenapa Aku merasa berdebar ketika berada di dekatnya.

 

Aku duduk di salah satu sofa di depan televisi dan Yoochun sekarang duduk tepat di sebelahku.

Mataku menatap layar televisi di hadapanku tapi pikiranku entah sedang pergi kemana.

 

‘Apakah Aku harus mengatakannya pada Yoochun? Sekarang kah? Tapi Aku belum membicarakannya dengan Jaejoong Hyung’

 

Otakku berperang sendiri memikirkan segala kemungkinan apa yang harus Aku lakukan.

 

‘Aish… Aku tidak mau menutupinya lagi.. Aku harus mengatakannya.. Ya harus mengatakannya.. Baiklah Kim Junsu katakan sekarang juga’

 

Aku menarik nafas sejenak.

 

“Yoochun-sshi..”

 

“Junsu-ah..”

 

Yoochun berkata bersamaan denganku.

 

“Eh..”

Aku terlonjak.

Ku tatap Yoochun yang duduk disampingku.

 

“Hahaha.. Kau ingin mengatakan apa Junsu-ah?”

Yoochun memandangku sambil tertawa kecil.

 

“Ah.. Ani.. Kau duluan saja Yoochun-sshi”

Aku menundukan kepalaku.

Aku malu pada tatapan matanya.

 

‘Aish… Ada apa denganmu Junsu-ah?’

Aku bertanya pada diriku sendiri.

 

“Gwenchana.. Kau duluan juga tak apa”

Aku masih menundukan kepalaku saat mendengar ucapannya.

 

‘Oh God, kenapa suasananya jadi begini?’

 

“Kau saja yang duluan Yoochun-sshi!”

Suruhku padanya.

 

“Baiklah kalau begitu..”

 

Aku mendengar Dia menghela nafasnya.

 

“Sepertinya Aku menyukainya Junsu-ah”

Ucapan Yoochun terdengar lirih di telingaku.

 

“Aku menyukai Jaejoong.”

 

 

TBC

 

Seperti biasa keritik dan saran selalu kt tunggu….

Seperti biasa juga komen + like…. Di like aj juga ng papa kok…^^

Gomawo…..

– I.Anisa.Shipper –

11 thoughts on “Babo Gateun – Part 6

  1. aaaaaa….
    kasian bgt junsu…
    sbnrnya junsu mau ngomong ap???
    aaaa….

    papa yunnie slh ap????
    ibu>??
    mank hye kyo bukan ibu yunpa????
    hmmmm….

    yunpa panggil jaema nonna mulu
    wkwkwkk
    update soon

  2. unn, unn kenapa itu yunho oppa unn ? kenapa yunho oppa marah pas ngomongin cinta ? apa hubungannya sama appanya ? junsu oppa mau ngomong saranghe bukan *soktau #ditoyor, cepet-cepet apdate ok unn, eh unn di taiwan kok aku baru tau #kemanaaja

  3. ak koment disini aj yaa part 5 nya pendek bngt .________. /ditimpuk

    chpt 6 nya kayana bakalan cinta segi4 yaa antara jeje, yunho, uchun, junchan ;3
    penasaran ma persaingan & konfliknya >.<

    junchan mau blg love" yaa :3
    lanjutt thor😉

  4. Tuhkan beneran uchun suka ªⓜª jaema! “Poor Suie”
    Jaema jgn nrima cintanya uchun ýª! Mending nunggu cintanya yunpa aja!
    Awas ýª kalau nrima cintanya uchun kan kasian Suie

  5. andweee…..chun g boleh suka ma umma…*lempar umma ke appa
    akhir.y yunjae muncul jg,
    aish, umma lucu.
    masak g bisa bedain gula n garam, ckckck…
    suie suka ma chun yaj….

  6. NOOO!!!
    *beneran teriak wkt Chun bilang beneran suka ma si mami rempong!*

    Kasian Suie… My Baby Suie… T.T #HUG

    Aigooo Yunho manggil Noona mulu… #Ngakak
    Jejung Noona~ *ngikutin Yunho*
    #DitelenJiji xD

  7. Wakakkakk
    itu kopi asin yak..
    Ini bakalan jadi cinta segi empat kah?
    Bang uchun suka ma mami
    suie suka bang uchun
    mami suka beruang
    beruang suka sama junsu
    hehe ..sok tahu tiba-tiba
    ==”

  8. yunho tertaik sama jaema tp jaema kesel ma yunpa. sepertinya ada masa lalu yg pahit di keluarga yunpa. tp apa chingu? yoochun menyatakan cintanya pada jaema. aduh junsu kasian bngt ya! bersabarlah junsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s