[YUNJAE] I Want You – Part 5


a/n:

ini pertama kalinya aku buka blog ini habis UNAS, dan wow.. sepi sekali yaa –‘

okay.. mulai sekarang aku usahain updatenya gak lama-lama banget ^^

makasih yang udah komen di part kemarin, yang gak komen, cuma baca doang, aku juga bilang makasih ^^

aku sadar aku juga kadang jad SR -.-

jadi aku ngerti gitu lah, hehehe.. tapi kadang-kadang kalo lagi mood atau apa, komen langsung ke FB ku juga gak apa, Sherly Cassiopeia Shawol

erm..ending chapter ini aku bikin dalam suasana agak galau, soalnya tadi denger dari twitter kalo bakalan ada SWC INA bulan desember nanti. junsu juga mau ke indo kan?? arrhh~~! saya nggalau!

sudah sudah.. abaikan kegalauan ini..

enjoy reading ^^

 

TITLE                   : I Want You..

AUTHOR             : sherly

RATING               : PG

GENRE                  : Romance

.

.

.

.

“lebih baik kau istirahat di rumah saja, tidak enak istirahat di UKS” yunho melipat kedua tangannya di atas ranjang dan kepalanya ia sandarkan di atas tangannya.

“aku sudah bilang, nan gwaenchana..” jaejoong menggeleng untuk kesekian kalinya dan melihat jam tangannya “kau tidak kembali ke kelas? Sepertinya kau sudah membolos 3 jam pelajaran”

“dan meninggalkan namjachinguku sendiri di sini? Tidak mungkin..”

BLUSH~~

Wajah jaejoong memerah dan memanas secara bersamaan, ia menutup kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.

“hey lihat.. kurasa aku orang pertama yang melihatmu berekspresi seperti ini” yunho menatap jaejoong dengan pandangan menggoda.

“eoh?” jaejoong melepas tangannya yang menutupi wajahnya “siapa bilang?” ia menjulurkan lidahnya dan seketika itu juga raut wajah yunho berubah.

“apa maksudmu?”

“eh?”

“a-ah.. lupakan..” yunho kembali tersenyum seperti sebelumnya.

“hey.. tunggu dulu..” kata jajeoong, yunho mengangkat kedua alisnya “sejak kapan aku menjadi namjachingumu?”

“tentu saja sejak kita berciuman!”

“itu belum sah!”

“kau ingin aku mengesahkanmu sekarang juga?” yunho memandang badan jaejoong dari atas sampai bawah, jaejoong yang sadar dipandangi seperti itu pun memukul kepala yunho dengan menggunakan bantal kecil yang sejak tadi ada di samping badannya.

“pikiran pervert!” sahut jaejoong

“dari mana kau tahu aku berfikiran pervert?”

Jaejoong mengerucutkan bibirnya kesal dan memalingkan wajahnya ke arah lain, yunho pun tertawa kecil melihatnya.

Arrhh! Namja ini sangat menggemaskan!!

“jae..”

Jaejoong tidak menoleh, bahkan badannya sama sekali tidak bergerak.

“jae..” panggilnya lagi, kali ini dengan nada yang lebih lembut dari sebelumnya

Dan lagi-lagi hal itu tidak berpengaruh, jaejoong tetap pada posisinya yang membelakangi yunho.

“jae..”

“aish!” akhirnya jaejoong membelakkan badannya dan mendelik kesal “mwo?!”

“saranghae..” ucap yunho tulus membuat jaejoong semakin membelakkan matanya, oh.. ditambah dengan detak jantungnya yang sangat cepat

“jeongmal saranghae..” lanjut yunho lagi.

Lagi-lagi jaejoong tidak menjawab dan hal itu membuat yunho mengerutkan kedua alisnya.

“jae? Kau tidak menjawabku?”

Jaejoong tersenyum lembut , ia menarik tengkuk yunho mendekat padanya dan mencium bibir yunho cepat, cepat namun lembut.

“apa aku masih perlu menjawabnya?” tanyanya setelah melepas ciuman mereka lalu memalingkan wajahnya ke arah lain seperti tadi.

Namja tampan itu tersenyum kecil. Sepertinya ada banyak sifat jaejoong yang selama ini tersimpan dalam kedinginannya, eoh?

Yunho mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan mengirim sebuah pesan singkat, entah pada siapa. Yang pasti ia segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya saat sudah selesai mengirim pesan dan bangkit berdiri dari kursinya.

“kau mau ke mana?” tanya jaejoong saat mendengar bunyi kursi bergerak, dan ia tahu itu artinya yunho berdiri dari dudknya.

“sebentar saja, ne?” jawab yunho mencium kening jaejoong sekilas lalu berjalan ke luar ruangan.

Saat yunho sudah benar-benar meninggalkan ruang UKS itu, jaejoong langsung menutup badan sekaligus wajahnya dengan selimut, ia menghentakkan kakinya kesenangan di atas ranjang.

Ia mulai mengingat kembali kejadian-kejadian dalam kurun waktu dua setengah jam ini. Mulai dari yunho yang menolongnya, menyatakan perasaannya sampai akhirnya mereka jadian, dan juga waktu mereka berciuman. Tanpa ia sadari, wajahnya memerah sekarang, sangat merah.

“jae? Apa yang kau lakukan?” suara bass itu tersengar dari samping ranjang jaejoong, jaejoong menurunkan selimutnya sampai tepat di bawah mata.

“aniyo..” jaejoong menggeleng “kau darimana?”

Yunho menunjuk dua tas yang tergeletak di kursi pojok ruangan “aku mengambil tasmu dan tasku”

“cepat sekali?”

“err..” yunho mengusap tenguknya “sebenarnya changmin yang mengambilnya dari kelas, aku hanya menerimanya saja, hehehe.. oh.. aku juga sudah ijin guru piket, tenang saja..”

“guru piket? Apa maksudnya?”

“aku akan mengantarmu pulang!” kata yunho dengan senyum mengembang di wajahnya, jaejoong menarik selimutnya hingga seluruh wajahnya kini bisa terlihat dengan jelas.

“aish~~ sudah kubilang aku tidak apa-apa..”

“jangan membantah.. ayo bangun..” yunho membantu jaejoong untuk bisa duduk di atas ranjang “kau bawa mobil kan? kita pakai mobilmu saja..”

Jaejoong mengangguk mengiyakan dan yunho langsung mengambil kedua tas itu, berjalan terlebih dahulu meninggalkan ruang UKS dan seklaigus jaejoong yang jalannya pelan. Beberapa saat kemudian, yunho kembali menghampirinya dan mengalungkan tangan jaejoong di pundaknya.

“aku akan membantumu..”

Jaejoong tersenyum mendengarnya. Perlakuan yang sangat manis menurutnya.

Sesampainya di rumah jaejoong, yunho memapah jaejoong untuk duduk di ruang tengah dan meletakkan kedua tas mereka di samping jaejoong. setelah selesai, yunho memandang rumah jaejoong.

“rumahmu sepi sekali..” komentar yunho setelah sadar tidak ada tanda-tanda kehidupan lain di dalam rumah itu kecuali dirinya dan jaejoong sendiri.

“hari ini hari sabtu..” kata jaejoong membuat yunho memandangnya heran “pembantu-pembantuku libur setiap hari sabut dan minggu.”

Yunho mengangguk mengerti “lalu orangtuamu?”

Jaejoong tidak langsung menjawab, ia diam terlebih dahulu “mereka masih bekerja, ini masih jam kerja kan?”

“benar juga..” ucap yunho setelah melihat jarum jam di jam tangannya lalu ia mendudukkan badannya di samping jaejoong, mengalungkan salah satu lengannya di bahu jaejoong.

“hey yun..” jaejoong menyandarkan kepalanya di bahu yunho “apa kau serius?”

“heum? Serius tentang apa?”

“tentang.. kita?” jaejoong agak ragu sekaligus takut mengatakannya.

Yunho terdiam sejenak, sepertinya berpikir atau merenung,,entahlah.. beberapa saat kemudian ia mengelus kepala jaejoong dan mencium rambut jaejoong sayang.

“tentu saja aku serius, kau tidak percaya padaku?” yunho balik bertanya pada jaejoong.

“bukan, aku hanya khawatir dengan pandangan orang-orang..” ucap jaejoong khawatir. Ia serius. Bagaimana jadinya kalau mereka sedang berduaan di depan umum? Pasti akan terlihat sangat aneh, ia yakin itu.

“hey..” yunho memeluk pinggang jaejoong dengan lengan satunya “we’ll do it together, eum?”

“benarkah?”

“tentu saja..”

Jaejoong tersenyum mendengarnya, well.. sepertinya pilihannya tidak salah. ia balas memeluk pinggang yunho dan megeratkan pelukan mereka, hingga akhirnya jaejoong meletakkan  kepalanya di dada bidang yunho.

“gomawo..” bisik jaejoong, hampir tidak terdengar.

Dan ia pun tertidur dalam pelukan hangat namjachingunya.

.

.

.

.

“yahh!! I know you can do it hyung!” seru changmin setelah mendengarkan cerita yunho tentang kejadian tadi siang, yunho mengangguk lesu.

“waeyo?? Ada yang salah?” tanya changmin saat melihat ekpsresi lesu hyungnya.

“bukan.. hanya saja..” yunho menggantung ucapannya membuat changmin semakin penasaran.

“ne?”

“aku.. masih agak ragu..”

PLUK!

Changmin memukul kepala hyungnya dengan bantal yang daritadi ia peluk dengan kedua tangannya membuat yunho meringis kecil sambil mengusap kepalanya yang baru saja dipukul changmin.

“kau bodoh hyung..” komentar changmin, ia memandang hyugnya serius.

“ne?”

“listen..” changmin mendekatkan badannya dengan badan yunho “aku tahu jaejoong hyung tidak bisa dekat dengan siapapun selama di sekolah, kecuali junsu dan ketua OSIS itu,ohh.. dan juga kau.. kau tahu apa artinya?”

Yunho menggeleng tanda ia tidak tahu apa yang dimaksud changmin, membuat changmin berdecak karena ke ‘lola’an hyungnya

“itu artinya dia tidak gampang percaya dengan orang lain kan hyung? And you, fortunately, bisa membuat orang itu jatuh cinta dan percaya padamu.. well.. meskipun itu masih tergolong dalam ‘hubungan terlarang’ aku tahu ia benar-benar sudah jatuh cinta padamu”

“err..” yunho menggaruk kepalanya bingung “then?”

“kau tadi bilang kau masih ragu kan? aku khawatir kalau jaejoong hyung tahu tentang hal ini, padahal kau sendiri yang membuatnya percaya padamu sedangkan kau sendiri masih ragu hyung!” changmin menjelaskan panjang lebar, dan agak menekankan intonasinya pada beberapa kata.

“apakah akan terjadi sesuatu yang buruk kalau dia tahu?” tanya yunho, changmin menangguk.

“aku tidak yakin, tapi sepertinya begitu.. lalu, what are you going to do now?”

Yunho mengerjapkan matanya, mencerna apa yang changmin katakana “aku dan jaejoong.. kita baru saja memulai kan? kurasa aku mempunyai waktu untuk berfikir lagi..”

“dan kalau kau memang ragu, kau akan memutuskannya? Meninggalkannya begitu saja hanya karena kau ragu.. oh wait.. apa yang membuatmu ragu?” changmin mengerutkan alisnya, karena memang daritadi yunho belum mengatakan apa yang membuatnya ragu.

“err.. kau tahu sendiri kan kalau hubungan sesame jenis seperti ini agak sedikit.. eum.. aneh?” yunho menjelaskan hati-hati, changmin tersenyum sinis mendengarnya.

“kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya yunho karena merasakan senyuman changmin yang menurutnya sangat tidak bersahabat.

“kau benar-benar bodoh hyung.. dengar..” changmin berdiri dari duduknya, bersiap meninggalkan yunho “kalau itu alasanmu, lebih baik  kau tidak usah memulainya..” dan changmin pun meninggalkan yunho sendiri di kamarnya.

Yunho diam merenungkan yang barusan dikatakan changmin..

Sebenarnya changmin juga tidak salah, ia sudah mengingatkannya bahkan sebelum ia mulai mendekati jaejoong. tapi asal kalian tahu, ia memang masih ragu dan takut.

.

.

.

.

jaejoong membaringkan tubuhnya di sofa depan TV, tidak mempedulikan TV di depannya yang sejak tadi menyala. Tangannya sibuk dengan ponselnya, dan setiap kali ada pesan masuk, ia pasti akan tersenyum senang dan segera membuka pesan itu lalu dengan cepat ia akan membalasnya.

Oh.. kalian pasti sangat tahu kan ia sedang mengirim pesan dengan siapa?

Saat baru saja ia akan membalas pesan lagi, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dengan cepat ia beranjak dari posisinya untuk membuka pintu karena memang pembantunya sedang libur hari ini.

“hey..”

Jaejoong membelakkan matanya melihat siapa yang datang, yah.. orang yang sama yang ia kirimi pesan selama beberapa jam terakhir ini.

“apa yang kau lakukan di sini?” tanya jaejoong, ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat wajah namja yang baru saja datang ke rumahnya.

“menemuimu pastinya..”  jawabnya sambil mengelus poni jaejoong.

Jaejoong membenarkan poninya dan mengerucutkan bibirnya “masuklah..”

Jaejoong masuk ke dalam rumahnya, diikuti dengan tamunya yang berjalan di belakangnya. Tamu itu duduk di sofa depan TV, sedangkan jaejoong berdiri di depannya.

“dudukla, akan kubuatkan minum..” jaejoong berjalan ke dapur yang letaknya tidak jauh dari ruang tengahnya.

Tanpa ia sadari, tamu itu menyusulnya dan memperhatikan jaejoong yang sedang membuat es kopi, ia berjalan menghampiri jaejoong dan memeluk pinggangnya dari belakang.

“astaga yun.. kau mengagetkanku!” seru jaejoong menghentikan sebentar pekerjaanya.

“eum.. benarkah?” yunho menyandarkan kepalanya di bahu jaejoong.

“tentu saja..” kata jaejoong lalu ia meneruskan kembali membuat minuman.

Lalu tidak ada perbincangan di antara mereka, yunho tetap memeluk jaejoong sampai jaejoong selesai membuat es kopi untuknya dan untuk jaejoong sendiri tentunya.

“apa kau lapar yun?” jaejoong menoleh pada yunho yang sedang menyandarkan kepalanya di bahunya, yunho mengangguk.

“kurasa iya, ini sudah waktunya makan siang.”

“kalau begitu akan kubuatkan makanan, ne?” kata jaejoong kemudian ia berusaha melepas tangan yunho dari pinggangnya agar dia bisa mulai memasak, karena yunho tidak juga mau melepaskan tangannya, jaejoong memukul pelan lengan yunho yang sekarang ada di pinggangnya “yah.. lepaskan tanganmu.. aku tidak bisa memasak..”

“emm.. nope..!” yunho menggeleng “bagaimana kalau aku tidak mau?”

“aish~ duduklah saja di meja makan, aku akan memasak dulu..” kata jaejoong gemas. membuat yunho, dengan agak tidak rela, melepas tangannya dari pinggang jaejoong kemudian ia duduk di meja makan dengan tangannya ia letakkan  di atas meja.

“good boy…” jaejoong tersenyum pada yunho lalu ia mengambil  bahan-bahan dari kulkas.

Dengan cepat namun telaten jaejoong mulai memotong-motong sayuran dan ayam yang tadi ia ambil dari dalam kulkas.

“kau bisa memasak rupanya..” komentar yunho tiba-tiba.

Jaejoong menoleh padanya dan memincingkan matanya, tangannya berhenti memasak untuk sesaat. Sedangkan yunho balas menatapnya dengan pandangan polos, tidak merasa ada yang salah dari ucapannya.

“kau pikir aku tidak bisa memasak?” tanya jaejoong dengan tatapan tajamnya, yunho mengangguk “well.. lihat saja nanti..” ia memalingkan kepalanya lagi, kembali konsen memasak.

Beberapa saat kemudian, jaejoong sudah selesai dengan masakannya, ia juga sudah menghidangkannya di atas meja makan. Dengan santai ia melepaskan apronnya dan ikut duduk dengan yunho di meja makan.

Setelah beberapa saat ia duduk, yunho tidak bergerak sama sekali.. matanya terus saja menatap hidangan yang tersaji di hadapannya sekarang ini. jaejoong yang menyadari itu menepuk pelan pipi yunho.

“ada yang salah?”

Yunho menggeleng “ini benar kau yang masak?”

“apa maksudmu? Tentu saja aku yang memasaknya, kau jelas-jelas melihatnya kan tadi? Ayo makan!”

Jaejoong mengambilkan beberapa makanan ke atas piring yunho dan juga piringnya, langsung saja yunho memakannya. Ia membelakkan matanya setelah beberapa saat mengunyah makanannya.

“tidak enak?” tanya jaejoong hati menyadari perubahan raut muka yunho.

Yunho menggeleng, ia menelan cepat-cepat makanan dalam mulutnya “apa maksudmu tidak enak? Ini sangat enak!”

“I’ve told you..” jaejoong menyandarkan punggungnya di kursi, melipat kedua tangannya dan senyum puas terlihat di bibirnya.

Yunho tidak menjawab, ia kembali memakan makanan yang ada di atas piringnya, begitupula dengan jaejoong.

“oh.. ada telepon jae..” ucap yunho tiba-tiba saat melihat ponsel jaejoong yang terletak di atas meja makan menyala menandakan ada panggilan masuk.

“siapa?”

“ju.. junsu?”

Jaejoong segera mengambil ponselnya begitu mendengar siapa yang meneleponnya.  yunho kembali meneruskan makannya, memberikan waaktu bagi jaejoong untuk menjawab panggilan itu. kalau boleh jujur, ia sangat ingin tahu apa yang sedang mereka berdua bicarakan saat ini. tapi sayangnya, yang ia bisa dengar hanya kata-kata ‘ne’ , ‘arraso’ , dan begitu seterusnya.

“ada apa?” tanya yunho setelah jaejoong mengakhiri panggilannya.

“dia hanya memberitahu kalau besok ada latihan di sekolah, itu saja.” jaejoong meminum air putih di dekatnya.

“latihan untuk?”

“lomba minggu ini..”

Yunho menghentikan makannya dan menatap jaejoong penasaran.

“lomba apa? Menyanyi?”

Jaejoong mengangguk.

Yunho ingat changmin pernah bilang kalau jaejoong sering ikut lomba menyanyi dan ia biasanya berduet dengan adik kelas yang sekelas dengan changmin. Siapa namanya? Junsu? Junsu.. namja yang pernah jaejoong kenalkan padanya. Ahh..ia ingat sekarang.

“well.. good luck jae!!” ucap yunho dengan senyum lebar, disambut dengan senyum tipis dari jaejoong.

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, melihat yunho ragu-ragu, ia bahkan hanya memutar-mutar sendoknya di atas piringnya bukannya memakannya seperti yang yunho lakukan sekarang.

“ada apa?” tanya yunho setelah akhirnya menyadari apa yang dilakukan kekasihnya sekarang. Jaejoong menggeleng lemah dan menundukkan kepalanya, yunho menaruh sendoknya di atas piring dan melipat kedua lengannya di atas meja, menatap jaejoong heran “katakan..”

“a-ah.. aku hanya ingin bertanya..” jawab jaejoong dengan volume pelan namun masih bisa didengar dengan sangat jelas oleh yunho.

“ne?”

“apa kau… bisa datang ke perlombaan itu sabtu ini?” jaejoong mengangkat kepalanya sedikit, penasaran dengan ekspresi yunho setelah ia mengatakannya.

“tentu saja!”

Jaejoong sekarang benar-benar mengangkat kepalanya, membelakkan kedua bola matanya tidak percaya “benarkah?”

“kau pikir aku bohong? Aku akan mendukungmu, tenang saja!!”

Jaejoong tersenyum mendengarnya. Membayangkan kekasihnya akan datang dan melihatnya tampil pasti akan sangat membuatnya bersemangat… dan juga nervous. Aish.. whatever! Pasti rasa semangatnya lebih besar daripada rasa nervousnya. Untuk pertama kalinya, ia sangat menantikan lomba menyanyi kali ini.

.

.

.

.

“kau dan jaejoong? kalian berdua berteman?” tanya salah seorang teman sekelasnya.

Teman sekelasnya yang lain juga berikiran untuk menanyakan pada yunho hal yang sama, tapi berhubung daesung sudah menanyakannya duluan, mereka sekarang menunggu jawaban yunho.

Yunho membalas tatapan heran dari teman-teman sekelasnya dengan tatapan heran juga “hey hey.. calm down.. kalian ini heboh sekali..”

“bukannya heboh.. tapi tidak masuk akal.. seorang kim jaejoong.. dan jung yunho?” sahut temannya yang lain, minho. dengan langkah santai, yunho duduk di banguknya. Meletakkan tasnya di atas meja. Beberapa teman sekelasnya menghampirinya, masih menuntut jawaban dari murid yang baru pindah ke sekolah mereka itu.

“apanya yang tidak masuk akal?” yunho menautkan kedua alisnya.

“aish~ sudahlah..” daseung mengibaskan tangannya “yang penting jawab sekarang. Kau dan kim jaejoong itu.. apa hubungan kalian??”

Suasana hening. Beberapa murid yang tidak ikut menghampiri yunho ke tempat duduknya pun ikut hening.

Penasaran? YES!

Bayangkan saja, seorang ice prince, kim jaejoong, datang ke sekolah dengan seorang jung yunho. Mereka bahkan sempat bercanda waktu berjalan ke kelas. Dan yang lebih menhebohkan lagi.. yunho mengacak poni jaejoong saat mengantar jaejoong ke kelasnya. HAH! Siapa yang tidak heran kalau disajikan pemandangan seperti itu?!

“yah! jung yunho!” seru daesung lagi karena yunho bukannya menjawab malah menutup mulutnya.

“aku.. dan jaejoong… kita berteman..” ucap yunho akhirnya dan seisi kelas itu bisa mendengarnya dengan teramat jelas walaupun ia mengucapkannya dengan suara yang pelan.

“UWAA! SERIUS?!” sahut minho dengan matanya yang membesar sekarang.

Yunho melihat sekelilingnya, hell yes.. mereka semua memandangnya dengan kedua bola mata yang sudah hampir keluar dari tempatnya itu.

“tentu saja aku serius!” ucap  yunho dengan agak galak, namun terdapat keraguan di dalamnya. Apa yang dilakukannya saat ini benar?

“bagaimana bisa?”

“k-kalian jangan bertanya lagi! BUBAR!” dalam hitungan detik murid-murid yang tadi mengerubunginya mulai meninggalkan tempat duduknya.

Yunho tahu bukan pilihan yang tepat untuk membentak mereka seperti tadi, tapi mau bagaimana lagi.. ia tidak ingin berbohong lebih banyak lagi.

Setelah teman-teman sekelas yunho pergi dari tempatnya, mereka mulai berbisik satu sama lain. Curiga sekaligus heran bagaiamana yunho dan jaejoong bisa berteman, bahkan sepertinya sangat akrab. Yunho masih tergolong anak baru di sekolah itu kan? buakannya apa, tapi mereka merasa.. heran sekaligus takjub.

Masih dengan suasana kelas yang meributkannya pelan-pelan, yunho mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya.

To: nae jongie

Jae-ah~~

Beberapa saat setelah ia mengirimkan pesan itu, ia merasakan ponselnya bergetar. Wow.. itu bahkan belum 1 menit ia mengirimkan pesan itu.

From: nae jongie

Waeyo?? Ada masalah?

 

To: nae jongie

nope.. just miss you 🙂

 

From: nae jongie

Whatever you say.. :*

 

Yunho tersenyum sendiri membacanya. Walaupun jaejoong mengatakan ‘whatever’, dilihat dari emoticon yang jaejoong gunakan, sepertinya jaejoong juga tersenyum membaca pesan yunho sebelumnya.

To: nae jongie

Whatever? Jahat sekali 😦

 

From: nae jongie

Ne ne.. miss you too :*

 

“hey!” yunho menoleh begitu merasa pundaknya dipukul pelan oleh seseorang, yang ternyata adalah teman sebangkuya sendiri, jonghyun “kau  gila? Kau senyum-senyum sendiri..”

“benarkah?”

“yes.. ahh.. aku tahu.. you’re texting with your girlfriend, right??” jonghyun menunjuk wajah yunho dengan telunjuknya dan tersenyum penuh arti.

“girlfriend? What? No!”

Yunho tidak bohong kali ini. jaejoong bukan ‘girlfriend’ tapi ‘boyfriend’, iya kan?

“baiklah baiklah.. terserah padamu.. suatu saat pasti akan tersebar berita tentang kekasihmu itu!”

Yunho menaikkan kedua bahunya tidak peduli dan ia meneruskan kegiatannya sebelumnya, bahkan sepanjang belajaran berlangsung.

.

.

.

.

tbc-

19 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – Part 5

  1. ngegemesin bgt yunjaenya pengen bgt aku cubit! apalagi jae skrang ga dingin lagi, seneng deh. semua karena yunho😄
    ah, saya ngerti kenapa yunho jd ragu2 begitu. hubungan sesama jenis kan masih tabu untuk umum, beban sosial pasti akan terasa berat bagi mereka. semoga aja mereka kuat. maka itu mereka harus tetep bersama!
    btw, kamu coba share fic-mu ini biar rame. sayang kan, padahal bagus loh.
    semangat! thanks for update!

  2. yunho, plin plan bgt sich… masa dah jadian malah ragu sich,, bener kata changmin klo bakal ragu, gak usah ngedeketin jae sekalian… pas yunho bilang jae tu hany temenny ko ngerasa nyesek bgt ya… penasaran ma reaksiny jae klo th yunho bilang hanya temen?? pa bakal bener2 nyembunyiin hub mereka atau bakal sedih..??

  3. ahhhh chingu, jgn buat yunho ga yakin gitu dong, pokoknya yg manis2 aja kek sms mereka ituuuu *nunjuk postingan di atas*
    Ditunggu next chpaternya…

  4. Gyahh aku jd iri ngeliat yunjae mesra gitu huhuuu~ #plak #abaikan
    semoga keraguan yunho ilang deh.
    Cepet nikah dah! #plak haha

  5. cie….manis.y liat yunjae makin mesra ja😛
    tapi np yunpa masih ragu?
    andwe…aq g rela mereks pisah *maksa

  6. seriusam romantis banget waktu yunho nemba jaejoong..❤ lope lope buat appa..

    tapi kok appa ragu?😥 jangan ragu appa, always keep the faith!! heheh xD

  7. Ko appa gitu sih?! Kenapa masih ragu? ªª hatinya belum bener” mantap sam̶̲̅α̇ jaema, kasian kan jaema ųϑªђ jatuh cintrong dengan sangad…. Awas ýª !!.. kalau appa maenin umma

  8. Wkwkwk
    umma jd suka senyum deh skrng.
    Ah senangnya umpa udah jadian.
    Uuh, appa bo’ong. Kok blng temen sich? Tp gpp juga kalau itu bwt ngelindungin hubungan kalian. Kan msh tabu hubungan kayak gtu. Hehehe

  9. xo jd malah ragu2 bgt sie yunpa….
    what hell?.. yunho musti yakin.. harus cz yunjae is real… s7

  10. Hororrrrrrr appa bilang dia ragu.. Oh no.. >_<
    Appa yg minnie bilang.. 100% benar bagtttt.. Big rigth.. Jgn smpai umma tw.. N appa buang k planet pluto aza tu si "ragu" *gejala sarap

    Tpi prlakuan appa yg tiba2 datang k rmh umma pas lagi smsan aihhh so sweet.. Brtolak blakang.. D skul jga appa sweet bgt ma umma.. Aduhhhh appa jgn bkin worry.. Ma tmen2 s'kelasnya ngaku'y tmen aza.. Hadehhhhh capcus next chap~

  11. hadew yunho, ngapain jg pke ragu lagi? udah syukur jaejae mau jd boyfriend. sp yg ga mau jd pacarnya jaejae? perfect gitu! pliss, jgn ampe buat kesalahan yg bikin jaejae jadi badmood. tapi ngerti juga sih, mungkin yunho takut sama tanggapan orang. harusnya dipikir matang sebelum nembak. tapi yang namanya cinta, apa kata orang mah dicuekin aja. kan kamu sendiri yg blg, yun. klo ga akan ada halangan dari ortu buat pacaran *sama2 kaya kan yunjae*

  12. Emang cuma kalo lagi sama yun manjanya jae keluar *gigitselimut*
    Huhh kalo emang yun ragu kenapa dia deketin jae, nanti jaenya yang sakit *boxing*
    Semoga endingnya happy *kecup*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s