Never Ending (Yunho Version)


Never Ending


Tittle: Never Ending

Author: Maulida a.k.a Mouli a.k.a Saengie Love

Cast: Jung Jaejoong, Jung Yunho, Other Cast

Pairing: YunJae

Rated: PG-13

Genre: Romance, Angst, Fluff, Incest, Family

Length: Oneshoot

(a/n : ini FF incest pertamaku. mian kalo gaje banget dan ga bagus. Disini jae aku ganti marganya jadi Jung. Ini murni FF INCEST, dan YAOI. Jadi yang ga suka, mending cabut aja gak usah dibaca. NO BASHING, NO JUDGE. DON’T LIKE, DON’T READ! okehhhh!!!!^^ yang sudah baca silahkan komen ^.^ ah, semua POV nya Yunho yah, sedangkan FlashBack itu Author’s POV)

Pas baca ini, bayangin muka JeJe yang disini

Sedangkan Yunho, terserah deh bayangin yang mana. kan dia tetep aja muka bapak-bapak xD *plak

Happy reading! ^^

NEVER ENDING

Aku tau cinta ini salah. Tapi.. Aku tidak dapat lari dari cinta ini. Walau pada akhirnya kau tidak akan bisa menjadi milikku, aku akan tetap mencintaimu. Pemilik kunci hatiku. Kau adalah cinta pertamaku, dan akan menjadi cinta terakhirku.

==============================================================

Suara tepuk tangan menyadarkanku dari lamunanku. Entah bagaimana terjadinya, aku bisa sampai disini. Dan disinilah aku berdiri. Menunggu calon pengantinku ikut berdiri disampingku. Ya. Calon pengantinku, yang beberapa menit lagi akan menjadi sah sebagai istriku.

Dia sangat cantik. Tapi bukan berarti dia orang yang paling cantik. Ada seseorang yang lebih cantik dari calon mempelaiku ini. Dia, adalah orang yang ku pilih untuk mengisi hatiku sepenuhnya. Dia, Jung Jaejoong. Orang tercantik diseluruh dunia yang sudah mencuri kunci hatiku. Dan kunci itu, aku pastikan hanya dia yang punya. Tidak ada kunci duplikat atau semacamnya. Hanya miliknya, untuknya, selamanya.

Aku mengedarkan pandanganku kesekeliling ruangan. Ada banyak orang yang menghadiri acara sakral ini. Diantara orang yang hadir di sana, aku menemukannya. Dia sedang duduk menatapi calon pengantinku yang sedang berjalan menghampiriku dari kejauhan, lalu dia menunduk. Apa? Apa kau sakit? Apa kau pikir aku tidak sakit dengan semua ini? Jangan.. Jangan pasang wajah seperti itu. kau membuatku makin sakit.

Ini yang kau mau. Ini yang kau inginkan. Aku hanya menurutimu. Menuruti perkataan orang yang kucintai. Yang kau sebut pengorbanan cinta. Huh, bullshit!

Jika kau sakit melihat ini, lalu untuk apa kau datang disaat aku sedang berusaha melupakanmu? Dan setelah kau datang, dengan seenaknya kau pergi begitu saja. Meninggalkanku yang sudah terlanjur gila akan cintamu. Inilah balasanku karena kau telah menyakiti hatiku.

==============================================================

Flashback

Bel pintu di apartemen mewah itu terus berbunyi. Ini masih sangat pagi, tapi siapa yang sudah berani mengganggu tidur nyenyak sang direktur muda Jung Yunho di hari minggu seperti ini? Yang seharusnya ia dapat beristirahat dengan tenang setelah selama lima hari lelah bekerja dikantor memeras otaknya. Benar-benar sangat mengganggu.

Dengan malas-malasan Yunho bangun dari tidur nyenyaknya. Duduk sebentar di tepi tempat tidur, sebelum akhirnya ia beranjak dari kamarnya dan turun ke lantai bawah menuju pintu utama, membukakan pintu untuk ‘tamu tak diundang’ yang sudah seenaknya merusak acara tidur panjangnya.

“Hai…” senyuman indah itu berhasil membuat Yunho sadar sepenuhnya dari rasa kantuknya. Ah, jika saja ia tau dari awal bahwa yang memencet bel dari tadi adalah ‘dia’, sudah pasti ia akan bergegas membuka pintu sebelum terdengar bel kedua.

‘Yunho bodoh!’ batinnya merutuk.

“Aisshhh!! Lama sekali kau membuka pintunya! Aku sudah bosan menunggu diluar. Pasti tadi masih tidur!” sahutan kedua itu membuat Yunho sadar—lagi—dari lamunannya barusan. Segera ia menyunggingkan senyuman bodohnya, membalas senyuman indah pada ‘tamu tak diundang’—ralat—‘tamu istimewa’ yang ada dihadapannya ini.

“Hai.. Ehm, aku tidak tahu kau sampai secepat ini” Yunho akhirnya bersuara setelah mengumpulkan seluruh tenaganya dan menstabilkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat dari yang biasa.

“Kau tidak tahu atau kau lupa? Ck! Sudahlah.. Apa kau tidak merindukanku?” rajuk Jaejoong dan seketika memeluk Yunho, menenggelamkan wajahnya di dada Yunho yang bidang.

“Tentu saja aku merindukan adikku yang cantik ini” Yunho balas memeluk Jaejoong tak kalah erat.

“Ralat, Hyung! Tampan! Bukan cantik!!” Jaejoong mengerucutkan bibirnya beberapa inci. Hingga wajahnya yang memang cantik itu semakin terlihat menggemaskan. Yunho hanya tertawa mendengarnya kemudian makin mengeratkan pelukannya ditubuh Jaejoong.

“Aku benar-benar merindukanmu” ucap Yunho tulus.

“Aku juga…”

‘Aku merindukan pelukan ini, kehangatan ini….’ batin mereka bersamaan.

Beberapa menit mereka seperti itu, saling melepaskan rindu satu sama lain yang sudah dua tahun tidak bertemu akibat jarak yang memisahkan dua tubuh itu.

Setelah acara berpelukan selesai, mereka masuk bersama dan duduk di sofa ruang keluarga. Mereka duduk berdampingan disalah satu sofa itu.

“Bagaimana dengan tunanganmu, Hyung? Apa dia tidak tinggal disini? Atau sedang keluar?” tanya Jaejoong menerka-nerka.

“….Kau sudah tahu aku sudah bertunangan?” tanya Yunho takut-takut. Jaejoong hanya mengangguk pelan. Yunho ingin bertanya lagi siapa orang brengsek yang telah memberitahu adiknya ini kalau ia sudah bertunangan disini. Seharusnya Jaejoong tidak tahu apa-apa mengenai tunangan kecil-kecilan ini. Bahkan bibi mereka saja tidak tahu.

“Kau berharap dia tinggal disini?” tanya Yunho sambil memicingkan kedua matanya.

“Mm… Siapa tahu…” Jaejoong mengedarkan pandangannya kesudut-sudut ruangan. Mungkin saja Jessica, tunangan Yunho itu sedang berdiri menatap mereka saat ini.

“Dimana kamarku? Aku ingin membereskan barang-barangku” tambahnya sambil matanya kembali menatap Yunho yang ada disampingnya. Yunho bergeming sesaat. Hingga akhirnya ia menunjuk ke lantai dua.

“Diatas” jawabnya singkat. Segera ia menyeret koper Jaejoong dan berjalan keatas diiringi Jaejoong dibelakangnya. Mereka sudah sampai di pintu kamar Jaejoong, yang bersebelahan dengan kamarnya.

“Ini kamarmu. Dan kamarku di sebelah. Jadi kalau kau ada butuh apa-apa tengah malam, aku ada disampingmu” Jaejoong mengangguk dan tersenyum kecil.

“Kau butuh bantuan?” tawar Yunho. Well, hanya sebuah alasan yang dibuat-buat intinya.

“Tidak usah. Aku bisa sendiri Hyung” yah, Yunho kecewa. Tidak tahu kah adiknya ini bahwa dia berharap tawarannya berlaku?

“Baiklah. Aku ke bawah dulu” merasa ia tidak dibutuhkan disana, akhirnya Yunho pun pergi.

Flashback end

==============================================================

Dia sudah berada di depanku. Dan saat ayahnya memberikan tangan anaknya padaku, saat itu juga aku sadar, kita sudah terlalu jauh. Sulit untuk menggapaimu lagi. Ini sudah benar-benar berakhir. Tidak. Ini belum sepenuhnya berakhir. Aku belum mengucapkan janji setia itu. Bisakah aku berharap, walaupun sedikit?

Janji. Apa kata itu begitu mudahnya diucapkan? Sama seperti kau mengucapkannya. Janji akan selalu disampingku, bersamaku, setia menemaniku hingga akhir hidupmu. Kata hanyalah tinggal kata. Janji yang kau ucapkan, telah hilang di hembus angin bersama dengan harapan cinta kita.

Aku ingat. Saat perasaan itu tumbuh lagi pada kita berdua. Malam itu, adalah malam paling indah bagiku. Dan aku yakin juga bagimu.

==============================================================

Flashback

“Kau belum tidur Hyung?” tanya Jaejoong yang melihat Hyungnya sedang duduk bersantai di beranda milik kamar Yunho. Yunho menoleh dan mendapati Jaejoong tengah berdiri disamping jendelanya. Wajahnya yang bersinar, semakin bersinar diterangi cahaya bulan yang penuh itu. Yunho tersenyum simpul menatap adiknya, sebelum menyuruhnya untuk duduk dipangkuannya.

“Duduklah Jae.. disini”suruh Yunho sambil menepuk-nepuk pelan pahanya. Jaejoong menurut kemudian berjalan menghampiri Yunho dan mendudukkan pantatnya dikedua paha Yunho. Mereka sama-sama melihat keatas, mengamati bulan purnama dan beberapa bintang berkilauan disana. Mencoba menghitung berapa banyak bintang yang ada dilangit.

“Kenapa kau tahu aku ada disini?” tanya Yunho. Ia mengalungkan kedua lengannya dipinggang Jaejoong, berusaha menahan Jaejoong yang berada dipangkuannya agar tidak jatuh.

“Aku mencarimu kemana-mana. Apartemen ini jadi terlihat sunyi tidak ada kau. Jadi harapan terakhirku mencarimu adalah disini. Aku sudah memanggilmu dari luar pintu kamarmu, tapi kau tak kunjung menyahut. Jadi aku masuk saja karena tidak dikunci” jelas Jaejoong panjang lebar. Yunho hanya mengangguk tanda mengerti.

“Aku selalu merasa bosan jika berada disekolah. Dan aku makin merasa bosan jika pulang sekolah” Jaejoong menyandarkan kepalanya dibahu Yunho. Tangannya berada diatas lengan Yunho, mengelus lengan itu pelan. Yunho mengerutkan alisnya tanda tidak mengerti.

“Kenapa?”

“Karena disekolah tidak ada kau, dan sore kau baru pulang. Sedangkan aku pulang siang hari” Jaejoong menenggelamkan wajahnya dileher Yunho. matanya terpejam, menyesap, merasakan aroma manly Yunho dalam-dalam.

“Oh, Jaejoong ku merasa bosan.. Apa yang harus kulakukan?” ucap Yunho pura-pura sedih, seolah mendramatisir keadaan.

“Kau hanya perlu bersamaku setiap malam. selalu menemaniku, seperti ini” bisik Jaejoong dileher Yunho.

Yunho refleks menoleh kearah Jaejoong yang masih melekat dilehernya, alhasil pipi mereka saling bersentuhan. Jaejoong mengangkat kepalanya, menatap mata Yunho yang kini juga menatapnya. Tatapan yang penuh arti, hanya mereka yang tahu arti dari tatapan itu.

Perlahan wajah keduanya saling mendekat satu sama lain. Hingga jarak itu tidak ada lagi. Yunho mencium lembut bibir merah Jaejoong, seolah takut bibir itu rusak jika diperlakukan secara kasar. Dibawah sinar bulan, mereka saling menyesap, mencicipi setiap inci bibir masing-masing, bergulat lidah, dan menghisap pelan bibir yang dulunya memang miliknya.

Yunho makin mengeratkan pelukannya dipinggang Jaejoong. sambil berciuman yang entah sudah beberapa menit itu, Jaejoong mengelus pelan lengan Yunho dan menggenggam erat kedua lengan yang berada diperutnya itu.

Akhirnya setelah beberapa menit berlangsungnya ciuman lembut itu, mereka melepaskannya. Butuh oksigen mereka hirup untuk paru-paru yang sudah kering akibat sedari tadi tak ada oksigen yang dapat mereka hirup.

Yunho dan Jaejoong saling terdiam menatap satu sama lain, sebelum akhirnya sama-sama memalingkan wajah. Jaejoong mengipas-ngipas wajahnya menggunakan tangannya disela-sela senyumnya, sedangkan Yunho sibuk berdehem demi menghilangkan kegugupannya.

Mereka saling memandang lagi. Namun kemudian sama-sama tertawa, merasa lucu dengan keadaan ini.

“Ehm.. Aku tidur duluan Hyung… Selamat malam” ucap Jaejoong akhirnya setelah dipastikan tidak akan ada lagi perbincangan yang bisa dibincangkan—mengingat keadaan mereka saat ini agak aneh—jadi Jaejoong memutuskan untuk tidur duluan. Menghindar dari rasa keanehan ini.

“Hmm.. Selamat tidur”balas Yunho dan membalas senyum Jaejoong.

“Apa lagi? Pergilah”

“Kau belum melepaskannya Hyung”

“Huh? Melepaskan apa?”

“Ini” Jaejoong menunjuk kearah pinggangnya. Oh shit! Rupanya Yunho tidak sadar belum melepaskan pelukannya. Ia benar-benar malu besar kali ini!

“Ah, maaf aku melupakan tanganku” alasan Yunho demi menutupi rasa malunya. Cepat-cepat ia menjauhkan kedua tangannya dari pinggang Jaejoong—walau sebenarnya tak rela.

“Selamat malam, Hyung” ucap Jaejoong ulang. Dan setelah Jaejoong benar-benar hilang dari penglihatannya, ia tak henti-henti memukul kepalanya dan merutuki kebodohannya. Namun disamping itu, ia juga berteriak senang.

Flashback end

==============================================================

Aku menatap Jaejoong yang berada disudut sana dengan pandangan penuh harap. Berharap Jaejoong berteriak dan menggagalkan acara menggelikan ini. Namun apa? Ia hanya membalas menatapku dengan pandangan menyedihkan tanpa bergerak sedikitpun, tanpa mengeluarkan suara sekecilpun. Inikah yang benar-benar kau inginkan, Jaejoong-ah? Hingga kau tak mengabulkan permintaanku yang sedang berharap padamu ini?

Aku memang pengecut. Harusnya aku yang memutuskan ini semua. Harusnya aku yang menolak acara sakral ini. Harusnya aku yang berteriak agar acara ini dibatalkan. Harusnya, aku yang berteriak dengan lantang dan mengumumkan kepada semua orang bahwa aku mencintaimu. Aku mencintai Jung Jaejoong, adik kandungku sendiri.

Akulah yang pengecut, Jaejoong. Aku tidak pantas menjadi Hyungmu, dan aku tidak pantas menjadi kekasihmu.

Mengapa aku tak bisa memilikimu? Itulah pertanyaan yang kau lontarkan malam itu. Pertanyaan yang sama yang juga bersarang dibenakku. Menyesali mengapa kau ditakdirkan menjadi adikku. Apakah takdir itu bisa berubah jika disesali?

Tapi seperti yang sudah kukatakan. Kaulah pemilik hatiku, Jung Jaejoong. Dan selamanya akan tetap begitu. Aku akan selalu mencintaimu, tidak peduli apapun yang terjadi. Asalkan kau percaya padaku, hanya percaya. Maka kita akan bersama. Seperti janjiku waktu itu. Aku tidak akan pernah melupakan janjiku yang kuucapkan malam itu.

==============================================================

Flashback

“Mengapa aku tidak bisa memilikimu, Hyung? Mengapa? Mengapa kau terlahir sebagai Hyungku? Mengapa kita harus kakak-adik? …..Mengapa kita harus sedarah?” Jaejoong menangis terisak di punggung Yunho. Ia memeluk Yunho semakin kuat di kamar itu, sekuat tangisan perihnya. Di ranjang milik Yunho, tempat dimana mereka selalu mengungkapkan segala rasa cinta mereka, dan saling berbagi kehangatan untuk orang yang dicintai.

“Apa aku tidak boleh mencintaimu? Sesalah itukah cinta kita? Mengapa aku tidak berhak merasakan cinta?” Yunho hanya terdiam menahan tangisnya mendengar pertanyaan-pertanyaan Jaejoong yang tak mampu ia jawab. Jaejoong menangis? Dan itu karenanya. Ini semua salahnya. Salah Yunho yang membuat adiknya ikut terjerumus kedalam perasaannya yang terlarang. Mencintai adiknya sendiri.

Seharusnya biar saja ia sendiri yang memendam perasaan ini didalam hatinya, jangan sampai Jaejoong ikut terjebak juga. Namun apa daya, perasaan seseorang yang tumbuh didalam hati, apakah bisa dicegah?

“Jae…”

“Jangan berbalik! Kumohon… Biarkan seperti ini. Aku ingin merasakan punggung hangatmu, yang nantinya tidak akan pernah bisa kurasakan lagi” pinta Jaejoong yang semakin menenggelamkan kepalanya dipunggung Yunho. Merasakan aroma maskulin dari kekasih yang sangat dicintainya. Menghirup tubuh manly Yunho yang mampu menenangkan dirinya dari segala kegalauan dan kesedihan yang dirasakannya saat ini.

Yunho pun bergeming. Ia terdiam mendengar perkataan Jaejoong. Benar. Sesalah itukah cinta mereka yang telah mereka tanam sejak dulu? Sejak mereka selalu bersama ketika di Jepang, dan saat sekarang. Saat dua tubuh ini bisa bersatu lagi. Apa semua ini salah?

Tidak. Tidak ada hal yang salah dalam hal cinta. Sekalipun cinta yang seperti ini, cinta yang tidak diakui semua orang, termasuk kedua orangtua mereka.

Biarlah semua orang berkata salah. Namun bagi mereka berdua yang merasakan cinta suci ini, adalah benar. Cinta ini benar. Cinta yang tulus. Cinta yang akan abadi sampai selamanya. Abadi dihati mereka berdua.

Yunho mengelus pelan jemari Jaejoong yang berada di perutnya. Perlahan ia membalikkan badannya dan menatap mata bulan Jaejoong. Mata indah itu sudah merah, akibat menangis lama dipunggungnya.

Tangan besar Yunho membelai rambut Jaejoong. Menelusuri rambutnya yang halus.

Perlahan ia naik ke atas Jaejoong. Menatap seluruh wajahnya. Tangannya berpindah menelusuri wajahnya tanpa ada yang tertinggal. Jaejoong menatap sendu kearah Yunho yang berada diatasnya. Menangkap kesedihan dan kesakitan yang juga terlihat diwajah itu. rasa sakit yang sama seperti yang dirasakannya. Tertekan, dan frustasi.

Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong. Mencium lembut keningnya, matanya yang masih mengeluarkan air mata kesedihan, hidungnya yang sudah merah, pipinya yang putih dan halus, kemudian mencium lama bibir penuhnya dengan lembut. Menyesap pelan bibir itu.

“Jangan menyesal, Jae.. Kau berhak merasakan cinta. Cinta dariku. Aku tidak peduli lagi apa status kita. Persetan dengan semua itu! Kau adalah milikku, aku adalah milikmu” bisik Yunho ditelinga Jaejoong.

“Selamanya, kaulah pemilik hatiku. Kau telah mencuri kunci hatiku. Dan tidak ada duplikatnya. Kau pemilik sahnya. Dan itu sampai selamanya” sambung Yunho ditelinga Jaejoong, sebelum mencium dan menggigit telinga itu pelan, membuat Jaejoong bergidik dan spontan menutup matanya menahan geli.

“Hyung…” mereka saling menatap lagi. Yunho tersenyum mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.

“Kau percaya padaku, Jae?” tanya Yunho penuh harap. Jaejoong terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan.

“Cukup percaya padaku. Walau apapun terjadi, aku akan tetap bersamamu. Disampingmu selamanya” janji Yunho pada Jaejoong.

Yunho melumat bibir Jaejoong lagi. Kali ini lebih liar dan lebih dalam, namun diwarnai oleh isakan Jaejoong yang semakin kuat. Entah itu tangisan pilu, atau tangisan kebahagiaan karena mendengar kata-kata Yunho yang berhasil menyatukan hatinya yang sudah hancur, akibat pemberitahuan dari orangtua mereka bahwa seminggu lagi pernikahan Yunho dan tunangannya, Jessica akan dilangsungkan.

Dan malam itu, adalah milik mereka berdua. Tak peduli lagi status yang menyuruh mereka untuk berpisah.

Flashback end

==============================================================

Dan semua itu terjadi. Apa yang kuharapkan terjadi.

Kau berteriak dengan lantang, didepan semua orang. Membuat semua orang terkejut tidak percaya, termasuk aku. Bahkan aku sendiri tidak percaya kau sungguh berani mengatakannya. Yang bahkan aku sendiri tidak akan sanggup berbuat nekat seperti itu. Kau benar-benar menancapkan kata pengecut di diriku.

Kau mengatakannya, didepan semua tamu yang hadir disana. Termasuk didepan kedua orangtua kita.

“Aku mencintai Hyung…” tiga kata itu sungguh membuatku seperti tersengat listrik. Dadaku berdebar sangat cepat, perpaduan antara terkejut dan terlalu senang. Kau menangis. Akupun menangis disini. Kau sudah seberani ini, mengapa aku masih saja diam membisu ditempatku dan hanya melihat perjuangan cintamu seorang diri?

“Aku juga mencintainya” kubalas Jae… Kubantu perjuanganmu yang tetap ingin mempertahankan diriku. Aku pun ingin mempertahankan dirimu. Mempertahankan cinta kita. Aku akan berlari ketempatmu dan memelukmu. Kau butuh penyangga untuk menahan tubuhmu yang hampir jatuh karena lemah.

“Apa yang kalian katakan?! Hentikan kekonyolan ini!” Appa berdiri dari bangkunya dengan wajah murka nya. Aku tahu Appa akan menentang hubungan kita. Tapi aku tidak peduli lagi. Aku akan bertahan sampai akhir. Aku akan selalu bersamamu yang berada dipelukanku.

“Umma… Appa… Mianhae… Aku tidak bisa menikah dengan Jessica. Kumohon, biarkan kami hidup bersama. Aku sangat mencintainya. Aku benar-benar mencintai Jaejoong” kataku dengan suara tak kalah lantang dengan teriakanmu tadi, namun kuakui sedikit nada itu bergetar.

“Jangan bercanda! Kau pikir apa status kalian?! Kalian sudah membuatku malu!”

“Aku tahu Appa.. Maafkan aku karena sudah membuatmu malu. Tapi aku benar-benar mencintainya. Kami saling mencintai. Kumohon, jangan halangi kami. Kami hanya ingin bahagia” aku memeluk Jaejoong makin erat. Mencoba membagi kekuatan.

“Omong kosong! Kembali kesana dan langsungkan pernikahanmu!!” Teriak Appa sambil menunjuk tempat dimana Jessica berdiri.

“Tidak!” ucapku tegas. Jaejoong semakin menangis dipelukanku. Melihatku dan Appa saling berteriak keras kepala. Ia selalu seperti ini. Selalu menangis jika melihat Appa dan aku bertengkar. Namun aku tahu, kali ini ia menangis bukan karena melihat kami bertengkar, tapi menangis karena Appa menyuruhku melanjutkan pernikahanku.

“Hyung….” Dia melihat kearahku. Aku tersenyum mengisyaratkan semua akan baik-baik saja. Kita akan bersama sebentar lagi. Sabarlah, Jae… Kekuatan cinta kita akan menang. Aku mengelus pelan punggungnya agar ia kembali tenang.

“Aku tidak bisa, Appa… Maafkan aku” ucapku sebelum menarik Jaejoong untuk lari bersamaku. Appa dan Umma berteriak memanggil kami, namun kami tetap berlari. Pergi ke tempat manapun yang bisa membuat kami bahagia. Hanya berdua, Aku dan Jaejoong.

Dan kita akhirnya bersatu. Walau mereka masih tidak menyetujui hubungan kita, tak apa. Kita lah yang menjalaninya. Dan perasaan ini, akan tetap seperti ini selamanya. Selamanya aku mencintaimu, sampai maut memisahkan kita berdua.

Kaulah pemilik kunci hatiku, dan kunci itu selamanya akan menjadi milikmu.

END

Sebelumnya FF ini udah di publish di blog lain dan saya author tetap disana. Ini linknya http://oursfansfictions.wordpress.com/2012/03/30/never-ending/ tapi yang disini saya ubah sedikit kata-katanya, memperjelas setting, dan menambah adegan di akhir cerita. Tapi yang diubah ga banyak kok. Cuma menghapus kata-kata yang ga penting, dan menambah kata-kata yang perlu ditambah. Hehehe…

Makasih buat admin yang ngizinin aku masukin FF kesini…^^

Silahkan di Komen yaaa…..^.^


16 thoughts on “Never Ending (Yunho Version)

  1. huaaaaaa~
    bnr” dah ya, yunjae couple ntu great bgt..
    ampe terbawa ke dlm crta nie aku.. *lap air mata*

    oh ya aku intro dlu..
    aku ima, 95line..
    aku tau blog nie dari group.. salam kenal😀

  2. biarpun dah baca berapa kali n’ dimana saja wp na..
    tetap ja feelna dapat banget..
    benar2 nangis nih..
    mouli eonn benar2 nyentuh banget klo bwt FF tentang yunjae..
    daebakk~~

  3. eemm,,endingna rada beda ma prologna,,klo baca prologna,psti brkesan klo yunjae gg bs saling memiliki-tp tetep dong saling mencintai-,,,fufu tp incestna bner” brasaaa,,sosok kebapakan(?)yunho juga ketara*digampar*,,xixi knp nc na kagak diikutiiinn??**yadong mode:on*authorssie buat jae pov/sequel duuung??,,,tp trsrh authorna jg,,

  4. hi.. new reader here.. shin imnida..🙂
    suka sama yunjae moment nya.. manis bgt.. ^^
    mmm.. lbh bagus lg kalo ditunjukkin gmn reaksi jessica sewaktu tw trnyata calon suaminya cinta sm adeknya sendiri.. biar keliatan lbh real gitu..
    but overall this is great..😀

  5. Huwaaaa buat terharu banget ceritanya,,,
    Cinta yg dibatasi gender dan persaudaraan
    Tapi sbg anak, tetap saia mendukung yunjae!
    Syukurlah happy ending :’)

  6. Hiks..hiks.. aq terharu bget ma kisah cinta uri umpa a.k.a yunjae…
    cinta mereka tak terpisahkan meski banyak rintangan yang menghadang *efek lagu mode on
    moga aja di kehidupan nyata, mereka bisa kayak ni ff, amiin…
    napa comentku yang tadi kok g muncul yah…. T_T

  7. Bagus umma rebut appa dari jessica.aku jg g rela appa ma jess ku bantu perjuangan cinta kalian ma doa dan semangat. Di Ff ini pst ada yg slh.masa saudara kandung bisa slg cinta,pasti ortu yunjae nyembunyiin rahasia besar.readerr sok tauu!!

  8. aku kira jae itu bukan adiknya yunho, harus dibaca nih yang versi jae-nya kira kira perasaannya gimana

  9. Mwo… Jae ama Yunho kakak beradik..
    Andweee.. Gak rela.. Harusnya Suami Istri dong !!..
    Lanjut…….

  10. keren….
    sempet sedih aku kira Yun bakal bnr” nikah ma Jes.
    Jae hebat berani terang”an menentang pernikahan Yun.
    aku seneng pas Jae manggil Yunho ‘Hyung’, kesannya gmn gitu.
    aku suka ma foto Jae, tu Jae lg d mana y?

  11. yah unni bagus critanya. tp dsitu pas yunho mengakui ke smua org. ekspresi orang2 n jesicanya kurang jelas. tp ksluruhan bgus XDd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s