[YUNJAE] I Want You – Part 6


a/n:

aku updatenya ini cepet kan ya??

cepet kan? cepet kan?? hohohoho~~ *bangga*

iyalah.. secara sekarang aku nganggur di rumah, tinggal nunggu pengumuman UNAS :DD

gak tau kenapa, kalo lagi nggalau malah lancar nulisnya..

kemarin baru aja nggalau soalnya liat videonya jongkey kiss. TIDAAAKKK~~!!! *nangis di bawah hujan*

tapi bukan itu alasan utama nggalaunya, tapi gara-gara onyu yang agak aneh sekarang -.-

ahh.. malah curhat ==’

seperti biasa, abaikan saja curhatan dadakan ini :pp

enjoy reading ^^

.

.

.

.

by: sherly

.

Namja berparas tampan itu memasukkan buku-buknya yang berserakan di atas mejanya ke dalam tas. Tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar dari dalam saku celananya. Dengan cepat ia mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat yang baru saja masuk.

From:  nae jongie

Aku ada latihan, pulanglah dulu

Ia mendengus kesal membacanya.

Padahal sudah 3 hari ini ia merelakan kekasihnya itu tidak pulang bersamanya, dan hari ini ia harus merelakannya lagi?!

Bukannya apa, tapi waktu untuk mereka berdua sangat sedikit dalam tiga hari terakhir ini. Mereka hanya bertemu saat berangkat bersama dan terkadang bertegur sapa di sekolah. Ditegaskan, terkadang. Karena seringkali jaejoong tidak keluar kelas untuk membeli makanan ke kantin. Saat pulang sekolah? Seperti yang kalian ketahui sendiri, jaejoong sibuk dengan persiapan lomba menyanyinya.

NOPE! Mereka harus kencan hari ini!

To: nae jongie

Di mana? Akan kutunggu..

Ia melanjutkan membereskann buku-buknya. Memakai tas punggungnya hanya dengan satu bahu saja dan itu membuatnya tampak sangat keren. Mengambil ponselnya lagi karena merasa benda kecil itu lag-lagi bergetar di dalam saku celananya.

From: nae jongie

Jeongmal?? aku ada di ruang kesenian… ada junsu di sini, gwaenchana??

Ia menghentikan langkahnya begitu melihat pesan tersebut. Junsu? Adik kelas yang dekat dengan jaejoong itu kan? sepertinya jaejoong pasti sudah memberitahunya tentang hubungan mereka, mengingat mereka tampak seperti kakak adik.

To: nae jongie

I’ll be there..

Cepat-cepat memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya dan berjalann menuju ruang kesenian yang untungnya terletak di lantai 2 juga.

GREK~!

Begitu membuka pintu ruangan tersebut, ia melihat junsu sedang duduk di depan piano sementara jaejoong berdiri di sampingnya sambil membawa secarik kertas di tangan kirinya.

Ia menutup pintu ruangan itu dan mendekati jaejoong yang sudah tersenyum lebar menyambut kedatangannya.

“hei.. tumben sekali?” tanya jaejoong padanya, namja bermata musang itu tidak menjawab, ia hanya memeluk pinggang jaejoong dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu jaejoong.

“akhir-akhir ini aku jarang bertemu denganmu…”

“err…” junsu berdiri dari duduknya “aku akan keluar sebentar hyung, aku ingin membeli minum.. annyeong yunho sunbae!” ucapnya sebelum meninggalkan ruangan itu.

Yunho tersenyum mensyukuri punya adik kelas yang sangat perhatian seperti junsu itu. Memberikan sedikit waktu agar dia bisa berdua dengan jaejoong sekarang.

“duduklah..” jaejoong melepaskan tangan yunho yang ada di pinggangnya. Menunjuk kursi piano yang diduduki junsu tadi.

Yunho menurutinya dan menepuk tempat kosong di sebelahnya, menyuruh jaejoong duduk di sana dan jaejoong menurutinya.

Tidak ada perbincangan di antara mereka, mereka hanya saling menggenggam tangan satu sama lain.

“kau tidak pulang?” tanya jaejoong memecah keheningan di antara mereka, yunho menoleh dan tersenyum.

“aku sudah bilang, aku akan menunggumu jae..”

“tumben sekali? Ada apa?”

“yeah.. kau tahu..” yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal “err… kita.. jarang punya waktu berdua akhir-akhir ini..”

Jaejoong hanya tersenyum tipis menanggapinya. yeah.. ia tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan yunho barusan. Sepulang sekolah ia pasti ada latihan dan sepulang latihan, ia pasti capek.

Hei.. kalian kira berlatih menyanyi tidak menguras tenaga?? Mungkin saja kalau kalian berlatih hanya 2 atau 3 jam, sedangkan jaejoong? ah entahlah.. ia bahkan terlalu capek untuk melihat jam.

“I know.. itu salahku, mian..” jaejoong merasa bersalah, ia menundukkan kepalnya.

“gwaenchana…” yunho mengangkat dagu jaejoong untuk berhadapan dengannya “sekarang kita punya waktu berdua kan? well yah.. walaupun hanya sebentar…”

Jaejoong tersenyum mendengarnya, mendengar yunho berkata seperti itu, entah kenapa ia sekarang merasa lebih baik daripada tadi.

“yun.. malam ini kau ada waktu?”

Yunho menggeleng “aku rasa tidak, wae?”

“bagaimana kalau.. malam ini kita makan malam?” tanya jaejoong semangat, setidaknya ia bisa menebus kesalahannya dengan meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar makan malam bersama yunho kan?

“kau.. serius? Kau tidak capek?” tanya yunho memastikan. Walaupun ia sangat senang hari ini, ia juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan jaejoong.

“tidak.. tenang saja..”

Yunho tampak berfikir sebentar lalu menangguk “kalau begitu.. kau kujemput jam 7 nanti, arraso?”

“ne.. ne..” jaejoong mengangguk mengerti “kalau begitu sekarang kau pulang saja yun..”

“hah? Wae?” yunho mengerutkan alisnya tidak mengerti.

“aku dan junsu harus berlatih sekarang dan aku rasa aku tidak bisa konsentrasi berlatih kalau kau terus menungguku di sini..”

“benarkah?” tanya yunho memastikan, jaejoong mengangguk mantap.

Tepat setelah itu, junsu masuk kembali ke ruangan itu membawa minuman hangat di kedua tangannya.

“apa aku mengganggu kalian?” tanya junsu pelan, perlahan mendekati dua namja yang sedang duduk di kursi piano.

“tidak, kau datang tepat waktu..” yunho berdiri dari duduknya “aku pulang sekarang jae..”

Jaejoong mengangguk dan tersenyum hangat sebagai jawaban, yunho balik menatap junsu.

“aku duluan, ne.. annyeong!!”

Ucap yunho sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu. junsu mendekati jaejoong dan menyodorkan minuman dengan tangan kanannya.

“ini hyung…”

Jaejoong mengambilnya dan meminumnya sedikit. Walaupun cuaca agak panas seperti ini, mereka tetap tidak boleh minum minuman dingin untuk beberapa hari ke depan ini.

“jadi.. bagaimana dengan yunho-sunbae?” junsu duduk di sebelah jaejoong, jaejoong agak sedikit menggeser badannya karena ia tahu pantat junsu membutuhkan wilayah yang lebih lebar daripada orang-orang pada umumnya.

“baik-baik saja, hanya saja kita agak jarang bertemu akhir-akhir ini” junsu manggut-manggut mendengarnya.

“bagaimana bisa? Kalian satu sekolah kan?”

“errmm.. sepulang sekolah aku ada latihan seperti ini dan waktu istirahat, kau tahu sendiri aku jarang keluar kelas kan? jadi kesempatan kita bertemu hanya saat pagi hari waktu berangkat bersama..”

“eh?” junsu mengerutkan alisnya “kenapa yunho-sunbae tidak datang saja ke kelas jaejoong hyung?”

Jaejoong diam.

Benar juga, sebenarnya hal itu juga tidak ada salahnya kan? Kelas mereka juga berdekatan, tapi yunho tidak pernah sekalipun datang ke kelas jaejoong pada saat istirahat atau saat banyak orang di dalamnya.

Entah sudah berapa lama jaejoong diam memikirkannya hingga akhirnya ia menoleh pada junsu dan tersenyum.

“ayo kita lanjutkan latihannya..”

.

.

.

.

Jaejoong sedang merapikan rambutnya di depan kaca saat ini sampai ia mendengar bunyi klakson di depan rumahnya. Dengan cepat ia berjalan keluar rumah setelah sebelumnya memastikan kembali penampilannya di depan kaca.

Di luar rumah, ia melihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan rumahnya. Kaca mobil untuk pengemudi terbuka dan ia menghampiri pengemudi mobil itu, yang sudah sangat ia tahu siapa itu.

“yun..” sapanya pada namja yang duduk di kursi kemudi, namja itu menoleh dan melambaikan tangannya kecil.

“masuklah jae..”

Jaejoong mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil itu. Memakai sabuk pengaman untuk keselamatannya namun sesudah itu mobil tersebut tidak juga bergerak.

“ada apa?  Ada yang ketinggalan?” tanya jaejoong pada yunho, ia memiringkan sedikit kepalanya.

“tidak..” yunho menggeleng “kita akan malam di mana?”

“ehm.. kau suka makanan Italia? Aku tahu restoran yang enak.

Yunho mengangguk menyetujui. Selama 2 tahun ia tinggal di Amerika, ia sangat sering makan makanan Italia. Entah dari restoran atau buatan orangtua temannya. Jadi tidak mungkin ia tidak suka makanan Italia kan?

Mobil itu mulai melaju menuju tempat yang jaejoong maksud. Berhubung yunho tidak tahu apa-apa tentang restoran itu, alhasil jaejoong lah yang memberikan instruksi ke arah mana mereka harus pergi. Terkadang mereka berbincang hanya untuk membincarakan hal-hal sepele.

Tapi asal kalian tahu, hal itu sudah cukup membuat mereka senang.

“nah.. itu restorannya!” jaejoong menunjuk sebuah bangunan yang tempok dan dekorasinya didominasi dengan warna hijau. Yunho mengangguk mengerti dan segera memarkirkan mobilnya.

Setelah mereka masuk, salah seorang pelayan mempersilahkan mereka untuk mencari tempat duduk mereka sendiri dan yunho memilih meja untuk dua orang yang terletak agak di pojok ruangan.

Pelayan tersebut pergi dari tempat mereka setelah mereka memesan makanan.

Jaejoong memandang sekeliling. Ahh.. restoran ini agak ramai dibandingkan pada saat ia makan siang di sini,

“ada apa jae?” tanya yunho yang menyadari kalau jaejoong tengah menyapu pandangannya ke sisi ruangan ini.

“restoran ini rame yun..”

“lalu?”

“entahlah.. bagaimana kalau ada murid sekolah kita yang juga kebetulan ada di restoran ini juga?”

Yunho memperhatikan seisi restoran itu, tempat duduk mereka yang terletak di pojok ruangan memudahkan mereka untuk melihat seisi restoran dengan jelas. Tapi sepertinya kekhawatiran jaejoong tidak akan terjadi, karena sebagian besar pengunjung di sini adalah orang-orang yang terlihat sangat berkelas dan juga.. ermm.. agak ‘berumur’.

“tidak mungkin.. memangnya ada masalah kalau ada yang melihat kita makan malam berdua di sini?”

Jaejoong mengangkat kedua bahunya.

Tidak lama kemudian, makanan pesanan mereka datang. Walaupun ini baru pertama kali yunho datang ke restoran ini, tapi ia sudah sangat terkesan. Walaupun situasi restoran sedang ramai pengunjung seperti ini mereka tetap bisa menyajikan makanan tidak dalam waktu yang lama.

“bagaimana menurutmu? Kau suka?” tanya jaejoong setelah yunho baru sesuap memakan spagethinya.

“yep! Lain kali kita harus ke sini lagi..”

Jaejoong tersenyum mendengarnya dan melanjutkan makannya, begitupula yunho.

Entah sudah berapa lama mereka makan di restoran itu, karena setelah mereka menghabisakan makanan mereka, jaejoong masih memesan es krim untuk dessertnya. Dan itu artinya mereka harus menunggu lagi dan yunho harus menunggu jaejoong untuk benar-benar menghabiskan es krim vanilla pesanannya.

Setelah jaejoong benar-benar menghabisakan es krimnya, mereka berdua pun keluar dari ruangan itu sambil berpegangan tangan sampai mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari restoran itu.

Tentu saja mereka tidak merasakan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari seberang jalan.

“yunho? Dan kim jaejoong itu? Mereka dari dalam restoran itu?”

.

.

.

.

Jaejoong tidak langsung keluar dari mobil walaupun mobil yunho sudah berhenti tepat di depan rumahnya. Yunho mengerutkan alisnya dan menoleh padanya.

“kau tidak turun?”

“kau ingin aku pergi sekarang?” jaejoong balas bertanya.

Yunho menjawab ‘tidak’ dalam hati, hanya dalam hati. Ia tahu sekarang sudah agak larut dan mereka berdua besok harus masuk sekolah kan? Apalagi jaejoong habis berlatih tadi siang, pastinya ia butuh istirahat yang cukup malam ini.

“masuklah.. aku tahu kau capek…”

Jaejoong menoleh padanya dan tersenyum “kau tidak mau main ke rumahku?”

“ini sudah malam jae.. sebaiknya kau istirahat..”

“sebentar saja..?” ucapnya dengan nada agak manja, menatap yunho dengan tatapan termelasnya.  Mau tidak mau yunho mengangguk setuju.

“kajja!”

Mereka berdua masuk ke dalam  rumah besar itu. Jaejoong berjalan duluan dan yunho berjalan di belakangnya.

“orangtuamu belum pulang?” tanya yunho setelah sadar rumah ini sangat sepi walaupun ukurannya sangat besar.

“mungkin mereka keluar kota..”

Yunho mengangguk mengerti dan duduk di sofa depan TV walaupun belum dipersilahkan oleh yang punya rumah. Entahlah, ia sudah merasa nyaman di rumah ini walaupun ini baru kali kedua ia mengunjungi rumah ini.

Jaejoong ikut duduk di sebelahnya. Spontan yunho merentagkan salah satu lengannya dan memeluk pundak jaejoong, jaejoong pun meletakkan kepalanya di bahu yunho. Jaejoong menyalakan TV di depan mereka lalu tangannya bermain dengan salah satu tangan yunho yang bebas dan yunho membiarkannya.

Menurutnya, Jaejoong yang manja seperti ini sangat imut.

“yun..” panggilnya setengah berbisik.

“hmm?”

“menurutmu..” tetapmemainkan tangan yunho “bagaimana reaksi murid-murid di sekolah kalau mereka tahu tentang
kita?”

“maksudmu?”

“well yah..” jajeoong menggerakkan sedikit badannya, mencari posisi yang pas untuk bicara “apa mereka akan menjauhimu?”

“menjauhiku?” yunho mengerutkan alisnya tidak mengerti walaupun jaejoong tidak bisa melihatnya.

“eung..” jaejoong mengangguk membuat bahu yunho terasa sedikit geli “kau punya banyak teman yun.. kalau mereka tahu tentang kita, mungkin saja mereka tidak mau berteman lagi denganmu..”

“kalau begitu, teman-temanmu juga akan menjauhimu kan?”

“temanku hanya junsu dan yoochun..” ia memeluk perut yunho dan yunho semakin mengeratkan pelukannya di bahu jaejoong.

“kita sudah membicarakan ini sebelumnya kan jae?”

Jaejoong menggigit bibirnya dan mengangguk lemah. Yeah… ia ingat dari awal mereka sudah membicarakan ini. Tapi entahlah.. ia merasa agak ragu. Bukan.. bukan ragu karena dirinya..

Ia ragu dengan yunho.

“tapi.. aku masih ragu..”

“listen..” yunho mengangkat dagu jaejoong agar berhadapan dengannya “we do it together, right? Just.. just let it flow jae..”

Jaejoong mengangguk lemah sebelum yunho menyatukan bibir mereka. bukan ciuman panas, hanya ciuman hangat untuk saling meyakinkan. Setelah melepaskan ciuman itu, jaejoong merasa agak sedkit tenang.. dan yakin tetunya.

Sebaliknya dengan  yunho, sedang terjadi pertentangan batin dalam dirinya.

.

.

.

.

Yunho mengantar jaejoong masuk ke dalam kelasnya sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kelasnya sendiri. Murid-murid lain yang melihat itu sudah tidak merasa aneh lagi melihatnya. Sudah menjadi pemandangan pagi bagi mereka dalam beberapa hari terakhir ini.

“hoy yun!” sapa jonghyun saat melihat yunho masuk ke dalam kelas.

Yunho hanya mengangkat salah satu tangannya sebagai balasan lalu duduk di tempat duduknya, di sebelah jonghyun.

Jonghyun memandang yunho dari atas sampai bawah dengan pandangan curiga. Yunho yang sangat merasa diperhatikan seperti itu mengerutkan alisnya. Menepuk pundak jonghyun agar berhenti memandanginya dengan tatapan seperti itu.

“yah! kau.. apa yang kau lakukan? Kau terlihat seperti ingin memakanku saja..” tanya yunho, jonghyun menggeleng namun masih menunjukkan raut wajah curiganya.

“kau.. kemarin pergi dengan jaejoong kan?”

Yunho membulatkan kedua mata sipitnya itu. Rasanya seperti ia baru saja tertangkap basah melakukan suatu kejahatan.

“a-apa yang kau bicarakan?” yunho tersenyum untuk mengurangi raut gugupnya, tapi sepertinya itu agak kurang berhasil karena jonghyun masih menyadarinya.

“kau gugup jung yunho.. tidak ada pilihan lain.. kau harus menjawab pertanyaanku..” jonghyun menatap yunho serius, begitupula sebaliknya “kau kemarin pergi makan malam dengan kim jaejoong di restoran italia. Benar atau tidak?”

Tidak dapat jonghyun lihat, yunho meremas-remas tangannya di bawah meja. Otaknya juga sepertinya sudah berputar beberapa kali untuk berfikir seharusnya ia jujur atau tidak.

Eh tunggu..

Apa tadi? Apa baru saja seorang jung yunho tidak mengakui kalau kemarin ia makan malam dengan kekasihnya sendiri?

“I’m waiting yun..” ucap jonghyun menyadarkan yunho dari lamunannya.

“aku..” jonghyun mengangkat kedua alisnya, yunho mengambil nafas dalam “aku memang makan malam dengannya kemarin..” ucapnya dengan nada pelan agar orang lain tidak bisa mendengarnya.

“nah!” jonghyun menjentikkan jarinya “kalau gitu kemarin aku memang tidak salah lihat..”

“kau melihatku?”

“yep! Bukan hanya kau.. kau dan jaejoong..”

Yunho menganggukkan kepalanya mengerti.

“jadi yunho..” jonghyun membenarkan sedikit duduknya agar berhadapan dengan yunho “kau ada hubungan apa dengannya?”

Dalam hatinya yunho merutuki nasibnya yang sial. Ia kira mereka sudah akan membicarakan topic yang lain, tapi ternyata jonghyun malah menanyakan sesuatu yang lebih parah lagi.

“kita hanya berteman.. kau ingat kan? aku sudah mengatakannya kemarin..”

“tidak mungkin.. kalian berpegangan tangan kan kemarin?”

Yunho menelan air ludahnya keras. Jadi.. jonghyun melihat semuanya? Maksudnya.. benar-benar SEMUANYA?!

“well yah.. sebenarnya kita lebih dari itu..” jawab yunho membuat jonghyun membelakkan matanya.

“mwo?! jadi.. sebenarnya hubungan kalian itu apa?” tanyanya tidak sabaran.

Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mencari jawaban yang tepat dan aman tentunya.

“kita.. err…”

“kau terlalu lama yunho!” jonghyun berdecak kesal karena lagi-lagi yunho memakan waktu yang agak lama untuk menjawab pertanyaannya.

“errmm.. kita…” yunho mengepalkan tangannya di bawan meja “kita.. bersahabat… sahabat yang sangat dekat..”

Belum sempat jonghyun menanggapi jawaban yunho, seorang yeoja datang menghampiri meja mereka berdua dengan senyum manis di bibirnya.

“err.. yunho-ssi?”

“ne?”

Yunho tidak memanggil namanya karena… ia memang tidak tahu siapa nama yeoja itu. Ia hanya tahu kalau mereka berdua adalah teman sekelas, tapi ia tidak tahu siapa nama yeoja itu.

“kau.. bisa membantuku sedikit?” yeoja itu menaruh sebuah buku yang daritadi dipegangnya di atas meja yunho “aku tidak mengerti soal ini.. aku agak lemah dalam bahasa inggris..”

Yunho manggut-manggut dan mendekatkan buku itu agar ia bisa membacanya dengan lebih jelas. Otomatis itu membuat yeoja tadi berdiri di samping yunho, hanya saja badan mereka sangat dekat. Oh, bukan dekat lagi.. pinggang yeoja itu sekarang menempel di lengan yunho. Yeoja itu juga sedikit membukngkukkan badannya jadi rambut lurusnya tergerai dengan mulusnya ke bawah. (mudeng kan ya maksudnya?? -__-)

Beberapa menit kemudian yunho sibuk menjelaskan soal-soal yang ada ada di buku itu. Sesekali menunjuk buku itu dan hal itu pun diikuti oleh yeoja tadi, jadi tidak heran kalau beberapa kali tangan mereka bersentuhan.

“ahh.. aku mengerti sekarang..” ucap yeoja itu, menegakkan kembali badannya dan merapikan rambutnya sebentar.

“ada yang ingin kau tanyakan lagi?” yunho tersenyum ramah, yeoja itu menggeleng dan mengambil kembali bukunya.

“untuk sekarang tidak, tapi kalau aku bingung mungkin aku akan bertanya lagi padamu, tidak apa-apa kan?”

“oh? Tentu saja..” yunho tersenyum lebar sekarang.

Eh? Sebentar..

Yunho hanya salah lihat, atau barusan yeoja itu meninggalkan tempatnya dengan pipi yang agak merah. Ah.. yasudahlah.. toh bukan urusannya kan?

“ehem..” jonghyun berdeham untuk menyadarkan yunho kalau ia masih ada di tempat itu dari tadi.

“untuk apa kau berdeham seperti itu?”

“sepertinya kau terlalu asyik dengannya, kau bahkan tidak melirikku sama sekali tadi..” ucap jonghyun pura-pura marah, yunho hanya menaikkan kedua bahunya.

“kau terlalu sensitive.. aku tidak mungkin lupa denganmu, kau teman sebangkuku kan?” yunho tersenyum lebar. Merangkul pundak jonghyun dari belakang namun dengan cepat jonghyun menepisnya.

“yah.. yah.. terserah padamu saja jung yunho, kau memang ahli dalam menggombal.”

Yunho terkekeh mendengarnya, sebenarna ia tidak bermaksud menggombal tadi, tapi entahlah.. tadi itu refleks saja.

“eh tapi..” jonghyun menepuk pundak yunho “sepertinya ia menyukaimu.”

“apa? Siapa?” yunho mengerutkan alisnya, jonghyun menunjuk seorang yeoja yang sedang duduk di dua bangku di depan mereka menggunakan dagunya.

“tidak masuk akal dia bertanya padamu tentang pelajaran, apalagi bahasa inggris”

“apanya yang tidak masuk akal?”

“oh yeah.. kau murid baru di sini, kau pasti tidak mengenalnya kan?” yunho menggelengg “dengar.. dia adalah salah satu murid paling rajin di kelas ini, dan dia sempat beberapa kali mengikuti lomba debat bahasa inggirs. Dia menang, of course. Kau mengerti maksudku?”

“tapi.. mungkin saja yang dia memang tidak begitu mengerti materi tadi kan?”

“astaga yunho.. aku tadi melihat soal itu, dan itu adalah materi kelas 1 sini, tidak mungkin ia tidak mengerti. Aku saja yang seperti ini mengerti, tidak mungkin dia yang sering mengikuti lomba debat bahasa inggris tidak mengerti.”

Yunho manggut-manggut mendengarnya “jadi..?”

“jadi..” jonghyun mengelus-elus dagunya “sepertinya ia sengaja bertanya padamu agar bisa dekat dengamu. Iya kan?”

“I don’t care..” jawab yunho cuek.

Mau bagaimana lagi? Ia memang tidak tertarik sama sekali dengan yeoja yang bahkan ia tidak ketahui namanya itu. memang, menurutnya yeoja itu cantik, sangat cantik malah.

Tapi.. oh ayolah.. jaejoong jauh lebih cantik dari yeoja itu kan? (author:  YESS APPA! YEESS!!)

“kau tidak mau mendekatinya?” tanya jonghyun.

“aku tidak tertarik jjong..” yunho mengibaskan tangannya. Menyandarkan punggungnya di bangku dan melipat kedua tangannya di depan dada

“kau akan menyesal.. banyak namja yang mendekatinya tapi  ia tertarik padamu. Dan sekarang kau menyia-nyiakannya?”

“aku tidak peduli dengan yeoja itu..” yunho terdiam sejenak “eh jjong..”

“ne?”

“siapa nama yeoja itu?”

“ahra.. Go Ahra.”

.

.

.

.

tbc-

huaahh!!

mian, adegan yunjaenya sedikit ><

mau munculin konfliknya dulu, hehehe.. sabar ya sabar :DD

komennya ditunggu, ne~~ ^^

annyeong~~! *wave*

19 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – Part 6

  1. mwahahaha😄
    aku bener2 ga bisa nahan tawa pas baca deskrip klo…. ehem duckbutt junsu itu butuh tempat duduk lebih. hahaha asli dikira orang gila nih.
    dan…. stelah tawa2 gaje tadi aku jadi nyesek sendiri, liat yunjae masih takut n ragu bgt dg hubungan mereka. ahhh, ikutan ngegalau deh😦
    khawatir bgt dg mereka nantinya. apalagi yunho tetep bohong ke jonghyun tadi, n perang batin gitu.. kerasa bgt deh author. trus apa yoosu udah tau hubungan yunjae ya? dari gelagat junsu tadi, kok kayaknya iya ya.
    btw, typo-nya lumayan tuh. pokoknya komen ku yg lalu masih berlaku.
    fighting! gomawo~

  2. junchan kau pengertian skali :3 *peluk*
    appa ma mommy kenapa nutup”in yaa *curiga*
    trus go ara pasti otg ketiga dalam hubungan appa dan mommy =___________=;;
    appa kenapa harus membohongi gitu c kasian mommy u_u

    lanjut thor😉

  3. Hai hai rider bru ^^
    bru nongol lngsung bca yg i want u, bnar2 ska ma ni ff crtany bnar2 sweet abis, ide yg bgus say ^^

    tp ad be2rpa yg perlu dperhatiin mslah typo ma eyd trutma hruf kpital diawal hruf nma dri chap 1 ampe di chap ni ttp ad, memang mah driq bkn author cman sbgi rider aj tp stidakny brilah knyamanan agar si rider puas bcany jd sblum dpublish stidakny dbca ulang, trus mslah pergolakan btin antra tokoh di ff ma rider aq rsa dah ckup smpai (si rider mrasakn ap yg drsakn si tokoh) klo mslah ngembangin crita ane sndri jg no coment (wlo sbnernya klo ni crita dkembangin mungkin lbih bgus lg n seolah2 si rider slain mrsakn dia jg seolah2 ikut mlihat kjadian it) cz ane thu ngembngin crita btuh pmikiran yg pnjang -.-

    y cman ni aj koment aq (kpnjangan gx? O.o”) lo da kta2 yg nyinggung mhon dmaafkn hehehe……..

  4. Annyeong,aq reader bru nich:)
    aq suka ff nya,walaupun sdikit g’ ngerti jln ceritanya gara” lngsung bca chap 6:P
    tpi ff nya bgus…..yunpa knp g’ ngakuin hubungannya ma jaema???pdhl aq pikir yunpa bkl ngakuin:(
    si ahra pengganggu da muncul(?)lgi…..jgn sampe yunpa selingkuh dr jaema

    Ditunggu next chap nya author^__^

  5. ngakak banget pas part pantat junsu huahahaha
    aish yunho belum ngaku juga!!!
    Kenapa ada Go Ahra TT

  6. appa deklarasikan saja hubunganmu……..yunjae shipper tak akan meninggalkanmu
    again n again =,= ahraaaaa nylusup lagi….ckck gulma
    Appa ingatlah ne jongiemu 100,000,0000,000% lebih baik dr ahra.

  7. nah lho, napa gantian jaema yg ragu sih…:-(
    ntu cwe cp thor? genit amat, pake acara nempel2 yunpa sgala, cari mati y…

  8. konflik???aaarrrgghhttt,,appa msh ja ngegalauuu,,uda tak tebak klo ntu pastii go araaa,,ihh d tiap ff centil banget ntu ornag*emosi*,yunnppaa plii dehh*hoek*,,lanjjuuttt,,pokokna YUNJAE IS REALLLLL!!!

  9. huaaaahh mulai ada orang ketiga nih…
    jangan bilang pas tadi jae ngeliat dari luar? huaaaa umma.. sabar ya umm. . ^^v

  10. Jangan gitu dong thor!!! Jangan bikin appa menduakan umma!!…ýª …ýª… author bae deh #tarik2 kolor author
    Penasaran ųϑªђ di ubun2 nih mau lanjut…mianhae komen’a dikit

  11. Wkwkwk
    appa bisa gugup juga ya d tanya ama jjong! Santai aja appa, ntar malah ketauan loh! Haha
    Aish,
    ada lampir jg ternyata#plakk
    ngapain tuh si ahra deket2 appa? Appa udah punya umma tau! Ck, dasar yeoja gatel..

  12. yaahh koq yunpa gt? koq keberadaan jaema sbg kekasih yunpa tidak diakui? koq yunpa takut ketauan tmn2nya? lha kl jaema tau, kn jaemanya pasti sediihh….
    udh itu ada lg dah si yeoja centil..lengkap deh..:-(

  13. fuih…. neneksihir a.k.a go ahra datang…
    yunjae hruz ttep bersama apapun yg terjadi… yunho ktanya g peduli knp tanya nama huft… tanda2 nih…

  14. Bentar dbkin senang.. Bntar d bkin manyun.. Appa ayolah.. Huhuhu (╥_╥)

    Jiahhhh muncul ahjumma2 jelek niehhhh hadehhhh..
    Langsung lanjek ne author.. Cus~

  15. wah…yunpa gak mau ngakuin jaema …
    moga2 jaema g denger…kalo sampek bakalan runyam alias ancur…..

  16. bingung deh ama yunho. sikapnya berubah-ubah. semoga hubungan yunjae lancar2 aja. tapi agak sanksi nih *nunjuk2siceweksksd*

  17. mwoyaaa??? akan ada konflik apa ini?? yunho kok ragu mulu sih? kaya gak yakin sama hubungannya sama jae-_- jadi kesel sendiri. please happy ending T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s