FF YunJae Love In the Ice chap 2


Pairing : Jung Yunho,Kim Jaejoong

Other cast : Kim Junsu,Park Yoochun,Shim Changmin

Genre : YAOI,Romance,little angst*maybe*,Mpreg

Rating : PG-21

Lenght : 2 of ?

Author : db5kforever a.k.a Agnes Park

Warning : YAOI jadi yang ga biasa baca menjauhlah! Abal,Gaje,Typo(s),alur berantakan+kecepatan

Oh ya…

Jangan pernah-pernah untuk meng COPAS tanpa seijin Agnes sebagai seorang Author.
Dan hal ini berlaku untuk semua FF Agnes…ARRASEO???

Jika agnes menemukan hal diatas,maka kau akan kubuat menyesal..
Wahai plagiator!!!!

Then..

Jangan jadi silence reader please..
Tolong hargai sedikit kerja keras author..

Karena koment kalian itu adalah semangat bagiku untuk terus menulis..

Cekidot!

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jaejoong PoV

Aku tiba didepan hotelku. Tempat aku akan menginap beberapa hari ini. Red ocean hotel.
Aku keluar dari mobil limousine yang membawaku dari bandara tadi.

Seorang petugas menghampiri mobil yang kutumpangi dan membukakan pintu.
Aku melangkah keluar dengan santai. Memasuki lobby hotel yang klasik dan mewah.
Kulangkahkan kakiku menuju resepsionis untuk check-in.

Resepsionis itu tampak agak salah tingkah saat melihatku. Ia berusaha terlihat anggun didepanku. Kuberikan senyuman mautku pada resepsionis yang bernama Yoona itu..sesuai dengan yang tertera di tag namanya

Tampak semburat merah dipipinya. Ia kelihatan gugup dan salah tingkah. Dengan sedikit gemetar dan malu-malu diserahkannya kartu yang digunakan sebagai akses untuk masuk kekamarku.

Kubuka kacamata hitamku yang bertengger dihidung mancung milikku. Menampakkan seluruh wajah tampan kebanggaanku. Kuambil kartu itu dan tersenyum menggoda kepadanya seraya mengedipkan sebelah mataku padanya.

Ia terkikik pelan. Aku berbalik dan mulai berjalan menuju kamarku yang berada di lantai 16. Berjalan melewati banyak orang yang memandangiku dengan kagum. Aku tidak peduli dengan tatapan kagum mereka yang berasal dari namja maupun yeoja. Aku sudah biasa mendapat pandangan seperti itu. Jadi tidak risih lagi.

Lagipula,siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Kim Jaejoong??? Desaigner kenamaan dunia dan kebanggaan korea?
Sebelum terjun ke dunia desaigner aku kan menjadi model terlebih dahulu. Mengikuti berbagai show di banyak belahan dunia. Termasuk eropa. Dari sanalah aku belajar membuat desain baju atas label namaku sendiri. Sesuai dugaanku,banyak yang menyukai rancanganku dan memesannya. Aku pun berhenti dari dunia model dan focus kepada dunia fashion yang kugeluti sampai sekarang.

Walaupun tidak mudah untuk mencapai posisi itu. Apalagi sebelum aku menjadi model papan atas dunia. Aku harus melewati rintangan terberat dalam hidupku dan itu semua disebabkan oleh si sialan Jung Yunho.

Aku tersentak dengan sendirinya. Kenapa juga aku harus mengingat nama namja itu?? Bawa sial saja nanti..

Aku mendecih kesal. Tak terasa lift yang aku tunggu sudah dilantai tempat aku berada. Kumasuki lift yang kini sudah terbuka dan akan membawaku ke lantai dimana aku akan menginap malam ini.
Kumasuki lift kosong itu dan mulai menekan tombol penutup lift. Saat pintu lift mulai tertutup terdengar suara jeritan kecil.

“Chamkamman….tunggu hyeonnaaaaaaa…” suara itu seperti suara anak kecil. Kutahan pintu agar tetap tebuka dengan menekan tombol penahan pintu. Aku sedikit melirik keluar.

Benar saja,ada seorang anak perempuan yang sangat kecil,kurasa ia masih berumur 5 tahun menerobos masuk.

“Fiuuhhh…..untung aja hyeona celamat dari pengawasan dari key oppa..hihihiihiihi..jadi hyeona kan bisa ketemu cama appa~” aku melihat anak kecil itu terkikik kecil. Benar-benar anak yang aneh.

“Eummm…adik kecil,kau mau kelantai berapa??” tanyaku. Anak kecil yang menyebut dirinya hyeona itu mendongak kepadaku.

Saat kutatap wajahnya yang yah..bisa dibilang cantik dan imut aku mengerutkan keningku secara tiba-tiba. Entahlah..rasanya aku pernah mengenalnya..
Tapi mungkin Cuma perasaanku saja..

“Mau kelantai..emmmmm..appa dilantai berapa ya???” dia terlihat berpikir dan mulai menghitung dengan jemari mungilnya. “1…2…3…4…5..6…7…8…9..10..ahhhh…10 unnie..” katanya sambil tersenyum lebar kepadaku menunjukkan deret gigi susunya.

Sebentar! Dia memanggilku u..unnie??? yya!!! Aku ini namja!

“Aku bukan unniemu karena aku ini namja bukan yeoja..seharusnya kau memanggilku oppa..” kataku dengan kesal dan mempoutkan bibirku. Kebiasaanku saat aku merasa sebal ataupun kesal.

Dia menatapku dengan tatapan polos dan tidak mengerti,aku menghela nafas berat,”Haiiisssshh..terserahlah..kau mau kelantai 10 kan???” tanyaku ulang.

Dia mengangguk-anggukan kepalanya dengan imut dan menatap polos padaku dengan matanya yang besar. Emmmm…rasanya aku pernah melihat mata itu..tapi dimana ya???
Aku kembali mencoba berpikir. Tapi sudahlah,apa pentingnya sih?

Aku akan menekan tombol angka tempat pemberhentian kami. Tapi yeoja kecil itu kembali menjerit. “Unniee…hyeona aja yang nekan tombolnya ya..” pintanya padaku dengan tatapan berbinar. Aku ingin menolaknya,tapi..aku tidak sampai hati. Aku mengangguk. Sungguh anak kecil yang merepotkan. Inilah salah satu alasan aku tidak suka anak-anak.

Dengan semangat dia melangkah kearah tombol itu dan mulai menggapainya,tapi tubuhnya terlalu kecil dan pendek. Diapun berjinjit namun tetap saja tidak sampai.

Aku menatap jam rolexku. ‘Sebentar lagi aku ada meeting dengan para model..mana aku harus makan siang dulu lagi..aku tidak boleh membuang-buang waktu’

Kulirik yeoja kecil yang masih berusaha menggapai-gapai tombol itu. Dengan sigap aku menggedongnya kepelukanku,ya..inisiatif saja..untuk mengefesienkan waktu.

Dia tampak sedikit terkejut namun mengerti dengan maksudku,ditekannya tombol angka 10,dia kemudian menoleh kearahku,”Unnie mau kelantai berapa???”

“16..” jawabku singkat dan tanpa minat. Ditekannya tombol angka 16 dengan telunjuk mungilnya. Akupun menurunkkannya dari pelukanku,dia membungkuk hormat padaku,”Terima kasih unnie,,” ditatapnya aku dengan tatapan puas dan senyuman lebar yang menampakkan gigi susu putihnya yang tersusun rapi dan bagus.

Aku tidak menyadari ada sebuah senyuman yang tersungging dibibirku saat melihat senyuman itu. Rasanya sangat sulit untuk tidak membalas senyuman hangatnya.

Kupandangi anak kecil yang tengah menatap pintu lift sambil menggembungkan pipinya kekanan dan kekiri. Menunggu tiba dilantai tujuannya.
Emmm…rasa-rasanya aku sering mendengar tentang kebiasaan itu..

Kutatap anak itu dengan intens,rasanya ada perasaan aneh yang menyelusup ke dalam diriku saat menatapnya.

Merasa kupandangi dia pun menoleh dan bertanya kepadaku,”Ada apa unnie???”

Mwot??? Unnie lagi? aku ini namja! Ini tidak boleh dibiarkan..

“Adik kecil..mengapa kau terus memanggiliku dengan unnie??? Aku ini namja..jadi kau seharusnya memanggilku oppa..bukan unnie..” tegasku.

Dikerjapkannya mata besarnya itu beberapa kali,”Namja??? Bukan yeoja???” tanyanya bingung.

“Ya..aku ini namja…” aku berlutut didepannya,kuambil tangan mungilnya dan menempelkan telapak tangannya didadaku. “Lihat.dadaku ratakan??? Itu berarti aku namja..” jelasku padanya.

Matanya terbelalak kaget,kemudian dikerucutkannya bibir merahnya yang seperti cherry itu,”Hyeona ga ngerti..maca ada namja wajahnya cantik??..unnie pasti boong..” ditepuk-tepuknya pipiku. “Kata appa..boong itu ga baik loh unnie..” digeleng-gelengkannya kepalanya.

Dia keras kepala sekali..sudah dibilang aku ini namja,dia tidak percaya. Malah menasehati pula.

Aku pun ikut mengerucutkan bibirku,tanpa sadar. “Aku tidak bohong kok..kan bohong itu tidak baik..” aku merasa kesal kepadanya,ingin rasanya mencubitnya kuat sampai dia menangis karena mengatakan aku cantik. Aku paling benci dibilang cantik.

“Jinnjaaaa?????” yeoja mungil itu tampak belum percaya kepadaku.
“Tapi…sekretarisnya appa hyeona..ahra unnie yeoja kok..tapi dadanya rata seperti punya unnie…” katanya polos.

Aku terpelongo mendengar kata-katanya,tapi lama-kelamaan aku tertawa sendiri bagaikan orang gila,”Ahahahahahahahahhahahahahahahha…” aku tertawa sampai perutku sakit dan mataku mengeluarkan beberapa tetes airmata,aku sudah sangat lama tidak pernah tertawa sepuas ini. Gadis kecil ini begitu lucu,polos dan juga menggemaskan. Aku suka padanya. Ini hal yang langka terjadi padaku,menyukai anak kecil. Biasanya aku agak anti sama anak kecil,karena mereka menyebalkan. Tapi yang satu ini beda.

“Bagaimana kau tahu kalau sekretaris appamu dadanya rata??” tanyaku geli sambil menutupi tawaku dengan sebelah tanganku.

“Cemalam..hyeona numpahin kopi didada ahra unnie..hyeona bantuin bersihin pake tisu,eh,pas hyeona bersihin hyeona pegang kalo dada ahra unnie rata…” ujarnya sambil terkikik geli. Entah apa yang ditertawakannya,tapi menurutku tentang dia menumpahkan kopi itu. Itu firasat yang kudapatkan.

“Siapa namamu adik kecil???” aku bertanya sambil mencubit pelan ujung hidungnya. Merasa gemas melihat tingkah lakunya.

“Hyeona unnie…” jawabnya.

“Aisshhh..bukan unnie..tapi oppa…..” tukasku padanya. Lagi-lagi ia memanggilku unnie.

“..oppa???”

“Eungg.. oppa..”

“Ania..yeppeo unnie..” gadis kecil itu berkeras. Aisshhhh..dia anak siapa sih??? Mengapa keras kepala begini…

TING!

Tidak terasa kami sudah sampai dilantai 10. Lantai tujuan yeoja kecil itu.

Ia mendongak,”aaaaahh..hyeona udah campe..gomawo unnie atas bantuannya..” dikecupnya pelan pipiku dan berlari keluar.

Aku terpatung ditempatku,’Gadis kecil itu mengecup pipiku??? Dia sangat nakal..’
Aku terkekeh..aku tidak merasa sebal maupun kesal. Aku malah geli melihat tingkah lakunya.

Tapi..untuk apa dia kesini??? Sendirian lagi…sepertinya dia mau menemui appanya. Sudahlah..bukan urusanku juga.

Kembali aku memusatkan perhatianku ke lift,tapi aku masih tersenyum geli. Mengingat-ngingat kembali percakapanku dengan yeoja kecil bernama hyeona itu.

Beberapa menit kemudian aku tiba dilantai 16,tempat kamarku berada. Kumasukkan kartu sebagai akses masuk kedalam kamar bertipe President room itu. Kulihat barang-barangku sudah tiba disana duluan. Aku beranjak menuju koperku dan membukanya,untuk mengambil beberapa pasang baju. Aku mau mandi dulu,setelahnya baru makan siang.

Tanpa membuang waktu aku langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Rasanya begitu segar. Aku memanjakkan diriku dengan berendam di air hangat yang telah diberikan oil bath aroma terapi. Tubuhku merasa rileks dan segar kembali setelah beberapa jam dipesawat dan mengalami jet-lag.

Aku keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Untuk mengecek kembali penampilanku. Aku tersenyum puas,”Kau sangat tampan Kim Jaejoong..” ujarku pada diriku sendiri.

Saat akan berhenti berkaca,perhatianku tersedot oleh salah satu bagian tubuhku. Salah satu organ tubuh vital dalam tubuh manusia yang merupakan jendela untuk melihat dunia,mata.

Ya..kuamati mataku sendiri dengan sedemikian rupa. Mengingat kembali hal yang terlintas dipikiranku tadi. Gadis kecil bernama hyeona itu. Mata gadis kecil itu mengingatkanku pada mataku sendiri..ya mata gadis kecil itu mirip dengan mataku..bahkan bisa dikatakan persis..

Aku terdiam sesaat..namun kuusir pikiran itu jauh-jauh. Cih..jangankan mata,bahkan banyak orang yang berwajah sama didunia ini..batinku.

Kurogoh saku celanaku yang kukenakan tadi,mengambil handphoneku yang masih mati. Kuhidupkan kembali handphoneku. Setelah loadingnya selesai,masuklah beberapa sms.
Salah satunya berasal dari tunanganku,Wang Jihye.

From : honey Jihye
Oppa..apakah aku sudah sampai ke hotelmu..aku ingin berjumpa denganmu..aku sudah kangen..

“Hmmmpphh…” aku terseyum kecil. Ya..walaupun aku mempunyai banyak kekasih,namun aku sudah menetapkan hatiku hanya pada Jihye. Jihye memiliki jalan pikiran yang sama denganku,bukan hanya itu. Sifat kami juga sama. Seorang Player. Jadi dia tidak begitu mempermaslahkan aku mempunyai banyak kekasih,demikian juga denganku..aku tidak perduli dia punya banyak selingkuhan atau tidak. Hal ini lah yang membuat kami cocok dan sepakat untuk tunangan tanpa menganggu kesenangan masing-masing.

Kudial nomornya dan berbicara padanya,kamipun berjanjian untuk bertemu di lobby hotel. Berencana makan siang di sebuah restoran yang terkenal di Seoul. Aku keluar dari kamarku setelah menguncinya. Kembali memasuki lift dan terseyum lagi saat mengingat kejadian tadi.

Saat aku melewati lantai 10,aku sedikit berharap bisa bertemu dengan yeoja cilik yang cantik itu. Setidaknya membantu mengurangi rasa bosan dengan kelucuannya. Tidak sesuai dengan keinginanku. Anak itu tidak muncul.

Akupun tiba dibawah dan bertemu dengan Jihye dibawah dengan mini dress biru langitnya. Dihampirinya aku dan tersenyum kecil. “Ada apa denganmu oppa??? Kau sedang kesal ya?? Apa yang membuatmu kesal??” tanyanya.

Aku tidak mengerti dengan maksud Jihye,kutatap dia heran,”Maksudmu apa???”

“Kenapa kau mempoutkan bibirmu itu??? Kau hanya akan melakukan kebiasaanmu itu jika merasa kesal kan?? Apa ada yang membuatmu kesal atau menganggu pikiranmu??” dia bertanya simpatik kepadaku. Inilah salah satu hal yang kusukai dari dirinya,ia sangat perhatian. Kukecup bibirnya sekilas tanpa memperdulikan pandangan orang-orang yang berlalu lintas di lobby itu. Toh kami ini tunangan kan?? Apa salahnya berciuman?

“Anio..tidak ada kok..sudahlah ayo kita makan siang..aku ingin makan masakan korea untuk makan siang kali ini..apa kau tahu dimana restoran yang enak di Seoul??” kugenggam erat tangannya dan mulai berjalan keluar menuju lobby.

“Aku tahu kok oppa..aku punya restoran langganan di seoul yang menjual masakan korea..enak sekali loh..” Jihye bergelayut manja dilenganku.

Kupeluk pinggangnya,”Ya sudah kita kesana saja..” ajakku padanya.

Kami pun berjalan dengan mesra bak pengantin baru,saat hampir keluar dari lobby,seseorang yang datang dari arah berlawanan menabrak kami hingga terjatuh. Aku kontan kesal karena hal itu membuat gaun Jihye robek. Menunjukkan paha bagian atasnya. Jihye memekik karena marah dan malu. Ia terjatuh didepan umum seperti ini,dilihat banyak orang,dan gaunnya robek.

“Apa kau tidak punya mata???” dengan kesal kucengkram leher kaus orang itu. Dia seorang namja dan kelihatannya seperti baru menangis.

“Ma..ma..af..kan..a..aku..” dia sedikit tersesengguk saat berbicara kepadaku. Matanya yang memerah hanya melirikku dengan mata kucingnya itu sekilas dan kembali menunduk sambil berulang kali meminta maaf padaku.

“A…ak..akan a..aku ga..ganti..” ujarnya.

Aku mendengus sebal,kulirik dia dari atas sampai kebawah. Dia tidak kelihatan seperti namja berada. “Kau tidak akan bisa menggantinya..dress itu sangat mahal..” hinaku. Dia semakin tertunduk. Cih..dasar orang miskin..tahunya merusak saja.

Aku menarik Jihye berdiri dan memberikan jasku untuk digunakan sebagai penutup robekan gaunnya tadi “Sudahlah,kusuruh pun kau mengganti rugi,kau juga tidak akan sanggup membayar..pergilah,aku tidak mau melihat wajahmu lagi..buat kesal saja..” usirku padanya,dia pun langsung berdiri dan meminta maaf sambil menundukkan kepala dan membungkukkan badannya lalu berlalu pergi.

Kubawa Jihye menuju kamarku,untung saja aku memiliki beberapa model hasil percobaanku. Dia bisa menggunakannya. “Ayo kita kekamarku..aku punya baju untuk kau kenakan..” kutarik tangannya menuju lantai 16 dan memberikan gaun itu kepadanya untuk dikenakan. Ia masuk ke kamar mandi untuk menukar baju.

Tidak perlu menunggu waktu lama,Jihye pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan gaun hasil rancanganku yang kelihatan sangat pas ditubuhnya.

“Bagaimana oppa?? Apakah aku terlihat cantik???” Jihye berputar beberapa kali didepanku. Aku menilainya,”Kau sangat cantik baby~ bahkan selalu terlihat cantik sekalipun kau menggunakan baju gelandangan sekalipun..” kutatap Jihye dengan pandangan seduktif sambil merayunya. Jihye terlihat malu tapi mengerti akan maksudku,”Oppa….” Jawabnya sambil mengigit bibir bawahnya dengan cara yang menggoda.”Tapi..kau akan terlihat paling cantik saat tidak mengenakan apapun..” kukeluarkan jurus maut terakhirku.

Jihye terkikik dan berlari menuju pelukanku,duduk dipangkuanku. Kami saling bertatapan sejenak dan mulai mempagutkan bibir kami dengan mesra.

Yunho PoV

“Appppppppaaaaaaaaaaaaaa….hyeona datang…” jeritan suara putriku sontak membuatku terkaget dan menoleh ke sumber suara itu ketika keluar dari ruang rapat. Meeting yang kulakukan baru saja selesai.

Aku berlutut dan menyambut putriku kedalam pelukanku. “Apa yang putri appa lakukan disini???” kukecup pipinya yang berhiaskan semburat pink yang manis.

“Mau ketemu cama appa~ Hyeona kangen..” aku tersenyum,putriku ini begitu manis dan menyenangkan. “Loh..mana Oppamu Hyeona???” tanyaku saat melihat Key tidak bersama dengannya.

Jeonghyeon terkikik usil,dia berbisik ditelingaku,”Hihihihihihi,,tadi Hyeona kabur ketika Key oppa ke toilet..”. Jeonghyeon menatapku dengan binar mata yang usil,dia masih terkikik dengan menutupi mulutnya dengan sebelah tangannya. Kebiasaan yang dimilikinya ketika tertawa.

“Wahh..putri appa usil sekali eoh??? Oppamu pasti sudah khawatir dan mencari-carimu sekarang..” aku merasa kasihan pada Key yang pasti kalang kabut ketika menemukan Jeonghyeon tidak bersamanya.

“Ck~ Hyeona Cuma ingin bermain-main appa…” jawab Jeonghyeon. Dia kelihatan menyesal dengan apa yang dilakukannya.

Aku tersenyum maklum,”Ya sudahlah..biar appa telepon Oppamu,supaya dia tidak khawatir lagi..” kuambil iPhoneku dari saku jasku dan mendial nomor Key. Benar saja,suara Key terdengar gemetaran sekaligus sesenggukan. Kurasa ia tengah menangis kini.

Kelegaan terpampang jelas dari suaranya ketika kukatakan Jeonghyeon tengah bersamaku.

Aku dan Jeonghyeon segera memasuki lift,untuk menemui Key yang berada dilantai bawah. Sekaligus pulang kerumah. Aku sudah malas kembali ke kantor jika sudah bertemu dengan mailakat kecilku ini.

“Appa..appa..” panggil Jeonghyeon sambil menusuki pipiku. “Apa sayang???” sahutku. “Tadi..pas Hyeona di lift,Hyeona bertemu dengan unnie yang cantik sekali loh Appa..dia membantu hyeona untuk menekan tombol lift..” Hyeona menceritakan tentang orang yang menolongnya di lift dengan senyum merekah.

“Oh ya??? Siapa namanya???”

Jeonghyeon terlihat berpikir,”Ungggg…Jeonghyeon tidak tanya appa..” ujarnya.

“Sayang sekali..apa Jeonghyeon sudah berterima kasih???”

Dia kembali mengangguk,”Cudah appa…” ditunjukkan giginya yang berderet rapi di senyuman bangganya.

“Nah..itu baru anak Appa..” kuacak gemas rambutnya.

TING!

Bunyi lift terbuka berkumandang,”Nona..Tuan..” Key langsung menghampiri kami sesaat setelah keluar dari lift dengan tergopoh-gopoh. Nampak bekas airmata di matanya yang terlihat merah ketika ia tiba didepan kami.

“Syukurlah..nona Jeonghyeon tidak apa..saya sangat takut tadi jika terjadi sesuatu pada nona..” Key tampak pucat.

Jeonghyeon turun dari gendonganku dan berjalan menuju Key.

Dengan sigap,Key memaikkan kembali topi TK Jeonghyeon yang sepertinya tadi dibukanya. Lalu ia menggendong Jeonghyeon, “Maafkan Jeonghyeon ya oppa..tadi Hyeona Cuma main-main..” Jeonghyeon mengerucutkan bibir cherrynya lucu. Mirip seperti bibir kura-kura yang dimanyunkan.

Aku dan Key saling bertukar pandang,kemudian tertawa geli bersama. Melihat raut wajah putriku yang sangat lucu itu.

“Ya sudah..Key,kau dan Jeonghyeon kesini naik apa??” tanyaku.

“Emmm…tadi kami diantar sama supir Lee..” jawab Key.

Aku mengangguk singkat,”Kalian pergi duluan saja ya..aku mau mengambil barangku..masih tertinggal diatas..” ujarku.

Key dan Jeonghyeon pun menurut. Mereka pergi ke depan hotel duluan,aku tersenyum kecil saat melihat keakraban diantara Jeonghyeon dan Key yang kini berjalan bersama sambil mengandengkan tangannya. Menertawakan hal yang aku tidak ketahui.

Aku menghela nafas berat,seandainya yang mengandeng tangan Jeonghyeon itu Jaejoong..bukan Key. Kembali kuhelakan nafasku berat. Tapi itu tidak mungkin..jangankan mau berdekatan dengan Jeonghyeon,pulang ke korea saja dia tidak mau.

Kutekan tombol lift,dan lift itu masih berada dilantai 16. Kutunggu dengan sabar,beberapa menit kemudian lift itu tiba dilantai 1. Terbukalah lift itu,menguak siapa yang berada didalamnya.

Dan mataku kini membulat sempurna saat melihat siapa yang berada didalam lift itu,nafasku kini tercekat melihat sosok yang menatapku dengan tatapan yang sama..

-TBC-
Mind to review?
:D~

15 thoughts on “FF YunJae Love In the Ice chap 2

  1. sumpah aku bingung apa yg membuat eomma segitu bencinya ke appa.. dan kelakuan eomma sekarang..ckckckckcck #tutupmata tutupkuping
    arrggghh si jihye ato siapapun itu sumpah bikin kesel..
    lanjutkan thorrr ^.^

  2. Udh update nich chp 2ny..
    MWOO!! Jaema d-pnggil unni tp itu sah-sah aja khan umma neomu yeoppo..
    Aigo umma msa’ g tau ce Jeonghyeon itu ankmu dan appa..
    Aaahh aq g rela klo Jaema kissu ma yeoja ato namja lain pkokny hrus dg appa #maksa
    ..
    Knp Yunpa kget wktu pntu lift buka trdpt se”org, apa itu Jaema dan yeoja itu ya?
    Author bkin Jaema brubh dan kmbli ke Yunpa dan Jeonghyeon biar bsa jd kluarga yg smpurna yg d-ingnkn dan d-impkn Yunpa..
    Aq tnggu chp 3ny ya..

  3. Aissh
    T’nyta jaema g’ ska ma ank2 ?
    Tp knp kok jaema ska bwt ank2 ?
    Xexe,
    #plaakk

    Gmn jd na ya jaema ma yunpa ntar pas ktmu ?
    Next chap🙂

  4. yg dliat appa ntu pasti umma kn… *sotoy
    appa dah py anak? trus umma.y cp dong??
    jaema kah??? *brharap
    hyeona lucu bget,,,,
    yg dia blg tu bener, kalo umma pantesan dipanggil eonni, ckckck…

  5. Aihhh..
    Ank ny jaema lucuuu sx..
    Нɑнɑнɑнɑ
    Tp kok jaema ga mau ngakuin si..
    Kejam ny.. ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ

  6. Aq baca’a mundur #plak

    Kya!! jaema~yeoja kecil itu anakmu…!

    Yunpa ketemu jaema, apa ýanƍ bakalan terjadi ya?

    Lanjut next chap aahh~

  7. komentku di chap 1 gak bisa2..tau error apanya..#manyun ala jeonghyeon#
    gyaaa…aq suka bgt ma crita ini…sumpeh ampe dower..keren bgt..
    aq yakin..pasti yg ketemu di dlmm lift itu jaema..iya kn thor? iya kn?? #maksaa#
    gmn respon jaema kl tau jeonghyeon itu adl anaknya?? waaa…pnasarannnn…
    author…koreksi dikit boleh yaa…aq sgt sukaaa banget yg bagian jeonghyeon cadel..lucuu n ngegemesinn..tp kdg typonya jeonghyeonnya normal alias ga cadel…jd agak gmn gt..but over all, daebak…aq sukaa bgt..#hug+kiss author#

  8. Hyeona lucu….>.<#cubitgemespipihyeona
    argh tp masih bingung nih,apa sih yg bikin jeje benci ama yunho…?
    Mari kita baca next partnya….

  9. omo!! O.O
    yunjae bertemu kembali ??
    apa yang akan terjadi selanjutnya.. mungkin jaema akan pura2 g kenal kali ya?? demi apa coba itu umma kenapa bisa sebegitu dalamnya benci ma appa?? >,<
    Koplak dah waktu jae baru ngeh pernah liat mata hyeona yg ternyata emang duplikat matanya sendiri! hahaha xD
    she's really cute girl!!🙂
    oia yg ditabrak jae itu key kan?? issh~ angkuh dan sombong banget!! hati2 umma bneran kena karma lho?? #plakk

    lanjut ahh~ ^^

  10. iiiiiiihhhhhhh…….eonnniii aq suka buuunget fancx, aq tgu deh lanjutanx…..yunjae is the best coup’s deh…..

  11. “jaeumma sadar dong kalu cantik diapain juga cantik,,,,,,( plak plak….aku itu Tampan by Jaeumma ) “Mian….tapi bagiq ummma yg paling CANTIK>,,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s