[Fanfiction] Lingering Memories – @andienyj


[ Fanfiction & Fanart Fanficyunjae Contest 2012 ]

@andienyj – Fanfiction

Silakan bantu menilai dengan tinggalkan komentar / like jika chingu suka postingan ini🙂

– Lingering Memories –

 

Title: Lingering Memories

Author: Dean aka Andien

Pairing: YunJae

Rating: PG-13

Genre: Angst, fluff, romance

-***-

Jung Yunho menatap langit-langit gelap yang terdisplay di atasnya dengan pandangan menerawang. Hampa. Pengelihatannya mulai kabur dan kepalanya berdenyut tidak karuan, namun sepasang mata almond itu seolah menolak untuk diajak berkompromi. Yunho mendesah dalam hati. Dia setidaknya telah menghabiskan waktu dua jam hanya untuk berguling ke kanan dan ke kiri. Namja 25 tahun itupun yakin dia telah mencoba berbagai posisi agar bisa jatuh terlelap. Tapi nihil. Dia tetap saja tidak bisa tidur.

Yunho sangat benci insomnia, dia bersumpah. Dia akan melakukan apapun untuk mencegah kosakata terkutuk berinisial ‘i’ itu menghampiri hidupnya andai dia bisa. Insomnia membuat Yunho merasa aneh. Insomnia membuatnya mengingat hal yang selalu berusaha ia kesampingkan dari otaknya—sesuatu di masa lalu. Sesuatu tentang orang itu…

Yunho merasakan ada yang retak di dalam dirinya. Apa? Hati? Ohh, tidak mungkin. Hatinya sudah lama menghilang dan hancur berkeping-keping. Dan serpihan kecilnya telah terbang bersama debu dan bayangan memudar orang itu. Satu-satunya namja yang membuatnya merasa hidup tapi mati. Mati tapi hidup—hidup. Ya, hidup hampa seperti ini.

Jaejoongie…

Jemari panjang itu meremas erat bed cover di bawahnya. Sang namja segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi. Sepasang tangan kurus membuka kloset obat di atas wastafel. Sedative; label tulisan di botol plastik biru itu terbaca. Yunho mengeluarkan dua butir ke telapak tangannya, menekan kran air untuk mengisi gelas minum. Namja tampan itu baru hendak meneguk saat suara familiar itu tiba-tiba terdengar ;

“Yunhoyah…”

Yunho membeku seketika. Tepat di depannya berdiri sosok ramping Jaejoong dengan piama hamtaro dan dirinya sendiri yang terlihat jauh lebih muda. Sebuah memori masa lalu kembali terulang di hadapannya;

**

“Kau tahu meminum obat tidur itu tidak baik untuk kesehatan. Kenapa masih melakukannya?” Jaejoong berkata seraya berdiri dengan tangan terlipat. Yunho balik bertanya tanpa menoleh ke arahnya.

“Kau tahu minum alkohol itu tidak bagus untuk tubuhmu Kim Jaejoong, kenapa masih melakukannya?”

“Yah! Jangan menyalin pertanyaanku, Jung Yunho! Dasar tidak kreatif.” Jaejoong memanyunkan bibir. Yunho terkekeh.

“Tunggu sebentar,” Tangan Jaejoong menghentikan Yunho yang hendak menelan obatnya.

“Aku—maksudku. Tidak bisakah memikirkan cara lain agar bisa tidur?”

Yunho menatapnya bingung. “Misalnya?”

“Misalnya begini,” Jaejoong berjinjit sedikit dan menarik wajah Yunho ke arahnya. Yunho tampak speechles, tidak menduga Jaejoong akan mencium bibirnya saat itu.

“Aku tahu apa yang kau rencanakan, Jaejoongie…” Goda Yunho setelah keduanya melepas ciuman mereka, tablet-tablet putih itupun terlupakan. Wajah Jaejoong mulai merona tak biasa.

“Aniii~ kau tidak tahu apapun! Dan berhentilah menatapku seperti itu, Jung Yunho!”

“Molla. Jangan salahkan aku kalau kau tidak bisa berjalan besok pagi.”

“Yah! Turunkan aku! Yah!” Yunho menggendong Jaejoong di pundaknya menuju kamar tidur, keduanya menghilang bersama protesan manja sang lead singer and tawa kemenangan dari sang leader.

**

Yunho melempar gelas minumnya tak sabaran, membuka lebar tutup obat tidurnya dan menuangkan seluruh isi ke dalam toilet. Ditekannya tombol flush seraya mengamati butiran-butiran pil yang terlarut dalam air.

Tidak boleh minum obat lagi, batinnya.

Jaejoong tidak pernah suka dirinya yang seperti ini.

-***-

Mentari mulai menyapa setiap sudut kota Seoul dengan cahaya lembutnya. Namja berparas tampan itu duduk bersandar di ambang jendela apartemennya, mengamati puluhan kendaraan dan kaki-kaki sigap yang mulai memadati jalanan pagi. Jung Yunho menarik nafas panjang. Dia masih belum percaya telah menghabiskan seluruh waktu malamnya mengamati langit dan pemandangan kota tanpa terpejam sedetikpun.

Yunho meraba sudut matanya yang sedikit berair.

Eyebags.

Ahh, dia bisa merasakan tonjolan kantung mata yang semakin membesar dengan jemarinya.

Seriously, when was the last time he really fell asleep like a baby?

Mungkin sekitar dua atau tiga hari yang lalu semenjak terakhir kali Yunho merasakan tidur yang sebenarnya. Itupun terjadi karena dia terlalu lelah sepulang dari Jepang dan menyelesaikan jadwal photoshoot yang sangat padat.

Sekarang weekend dan dia tak punya jadwal apapun. Dan semalam namja tampan itu telah membuang obat tidurnya kedalam toilet. Tak ada lagi yang bisa membuat matanya menurut. Dia benar-benar tak punya harapan.

Yunho menarik nafas panjang lagi. Kali ini bukan karena keputusasaannya terhadap insomnia, tapi karena perutnya yang mulai mengeluarkan bebunyian aneh. Lapar sekali, gumamnya. Dengan langkah lesu pun sang leader menyeret tubuhnya menuju lemari es besar di ujung ruangan.

Changmin meninggalkan banyak sekali makanan, Yunho mengangguk sembari mengamati bagian dalam kotak pendingin itu. Ternyata sang magnae tidak berbohong ketika menulis ‘persediaan makanan sehat seminggu untuk Yunho’ pada secarik kertas yang dia tempel di pintu kulkas. Changmin sedang menghabiskan weekendnya di suatu tempat. Yunho tidak tahu pasti namun asumsinya anggota termuda Dong Bang Shin Ki itu sedang bersenang-senang dengan Kyuhyun dan Minho. Dia juga ingin bersenang-senang seperti itu—tapi, well…

Terdapat berbagai macam wadah yang berisi Kim Chi dan Teokbeoggi yang tinggal dihangatkan, namun tangan Yunho mendarat pada sekotak sereal jagung rendah lemak yang menjadi sarapan rutinnya setiap hari. Entah karena dia yang terlalu ceroboh atau tangannya yang terlalu tidak bertenaga, kotak sereal itu terjatuh ketika Yunho hendak menuangnya ke dalam mangkuk. Semua isinya berserakan di lantai. Dan Yunho kembali mendengar suara familiar itu menghampiri telinganya;

“Yunhoyah…”

Sang leader membelalakkan mata musangnya. Tepat di counter dapur seberangnya berdiri sosok familiar Jaejoong dengan apron Hello Kity merah dan spatula di tangan. Dirinya sendiri yang terlihat jauh lebih bahagia sedang melingkar lengan dan mengecupi leher Jaejoong yang sedang memasak. Dan kenangan itupun kembali terngiang;

**

“Boojae…” panggil Yunho manja sambil terus mengecupi leher terekspos milik kekasihnya. Jaejoong mendecak iritasi.

“Kubilang hentikan, Jung-sshi. Aku sudah kebal dengan trik murahanmu ini.”

“Kau marah, hmm?” tanya Yunho, mengeratkan lengannya di pinggang ramping itu. Jaejoong mendecak lagi.

“Aku tidak marah.”

“Marah.”

“Tidak.”

“Marah.”

“Tidak!”Teriak Jaejoong kesal. Yunho masih tidak melepaskan dirinya yang menempel pada sang lead singer.

“Well, eomma-ku bilang seseorang tidak akan pernah membuat masakan enak kalau terus cemberut.” Godanya ringan.

“Aku tidak cemberut.”Jaejoong berbalik dan menatap Yunho dengan pandangan melembut.

“Kau selalu membuatku khawatir, Jung Yunho. Kau tahu sendiri perutmu belum sehat benar—tidak boleh—makanan instant! Tidakkah kau mengerti?!” Kata-kata Jaejoong terdengar berantakan, dia masih sedikit trauma dengan insiden keracunan yang menimpa Yunho beberapa minggu lalu. Yunho di hadapannya berusaha menenangkan Jaejoong dengan memeluk tubuh rampingnya.

“Kalau begitu masaklah yang enak untukku, ara? Aku berjanji hanya akan makan makanan bergizi buatan Kim Jaejoong!” Yunho mengangkat tangannya dengan sebatas telinga, wajah Jaejoong sedikit memerah saat ia tertawa.

**

Jung Yunho memunguti serpihan serealnya, melemparnya ke tempat sampah bersama sereal-sereal lain yang masih tersegel. Dia kembali membuka lemari es untuk meraih sepiring jiggae dan teokboggi. Dimasukkannya ke dalam microwave sambil mengamati sayuran itu berubah warna.

Tidak boleh makan sereal, gumamnya.

Jaejoong tidak suka dirinya yang seperti ini.

-***-

Lagi, Jung Yunho menyaksikan langit biru muda berubah menjadi orange keemasan. Jam analog yang tergantung di dinding apartemennya menunjukkan pukul 5.23 PM. Sudah senja, pikirnya. Sebentar lagi matahari akan terbenam dan dia masih belum bisa menemukan cara apapun untuk membuat matanya terpejam.

Menyebalkan sekali, gumam Yunho sambil memijit-mijit dahinya yang terasa semakin pusing. Dia butuh tidur, demi tuhan, dan dia juga butuh seseorang menemaninya melakukan sesuatu di ruangan besar penuh pintu ini. Dia butuh seseorang untuk menemaninya bernafas.

Ahh, Changmin. Kapankah dia pulang? Yunho ingat namja jangkung itu telah dua kali meneleponnya siang tadi untuk menanyakan bagaimana keadaannya. Tidak biasanya, pikir Yunho dalam hati. Sebelumnya Changmin tidak pernah bertingkah seperti seorang adik yang mengkhawatirkan kakaknya, kenapa baru sekarang? Bahkan SMS dari Changmin yang terakhir Yunho terima berisi pesan yang tidak terlalu penting seperti;

“Hyung, Jangan meninggalkan rumah apapun yang terjadi, oke? Setidaknya sampai malam ini. atau kau akan menyesal. –Changmin”

Yunho mengalihkan pandangannya dari sang surya yang telah sepenuhnya menghilang. Menekan tombol switch lampu dan bergerak letih menuju sofa di ruang TV. Yunho menyalakan DVDnya, mengambil sembarang judul dari disc-keeper lalu memutarnya.

Screen hitam itu menyala terang. Sosok cantik nan familiar dengan pakaian putih itu perlahan muncul di hadapannya.

Haruman nibangui chimdaega dwegoshipo

Senyuman penuh kerinduan mengembang natural di bibir bow-shaped itu. Image Jaejoong di masa awal debut mereka membuat hati Yunho meleleh seperti mentega. Jauh tapi dekat. Video yang diambil hampir sepuluh tahun lalu itu terasa begitu fresh , seolah mereka baru saja mengeluarkan album pertama beberapa hari yang lalu. Yunho terlalu terlarut mendengarkan alunan lembut suara Jaejoong dan ketiga membernya yang lain sampai nyaris tidak menyadari kelopak matanya yang semakin memberat. Namja tampan itu membaringkan dirinya di sofa.

Rata.

Dulu, di masa itu, akan selalu ada Jaejoong yang membiarkan Yunho membaringkan kepala di pangkuannya.

Dulu, di masa itu, akan selalu ada Jaejoong yang memainkan rambutnya dan mengecup keningnya sesekali.

Dulu, sudah lama sekali, akan selalu ada jari-jari lembut Jaejoong yang memenuhi ruang kosong di antara jemarinya sendiri.

“Yunhoyah…”

Samar-samar Yunho mendengar suara malaikat itu lagi. Wajah alabaster Jaejoong terletak beberapa inchi saja di depannya, namun Yunho yakin ini hanyalah ilusi dari pecahan memori-nya yang tertinggal. Namja berwajah kecil itu tersenyum pahit.

“Bogoshippeo,” suara bass itu berucap sebelum sang pemilik membiarkan kelopak matanya tertutup dan kegelapan menenangkan menyelimuti sekelilingnya.

-***-

Yunho membuka mata perlahan, langit-langit hitam kamarnya sontak menyapa pemandangannya seperti biasa. Finally, Yunho mendesah penuh kelegaan. Dia akhirnya bisa tertidur pulas setelah dua hari menyiksa yang tak mengizinkannya untuk terlelap sedikitpun. Yunho melirik sekilas jam digital yang menyala merah di kegelapan kamarnya, 01.05 AM. Dia setidaknya telah tertidur 7 jam sejak terakhir kali dia membaringkan tubuhnya di sofa ruang TV. Sofa ruang TV?

Tunggu dulu.

Siapa yang memindahkannya ke kamar ini—Changmin—tidak mungkin—

Yunho yang penasaran refleks bangkit dari posisi tidurnya. Dia berniat turun dari tempat tidur sampai dia menyadari ada sesuatu yang melingkari pinggangnya.

“Ngghh…” terdengar sebuah erangan manja, Yunho mengerutkan alisnya bingung.

“Mau kemana?” suara itu kembali berkata seraya menarik tubuh sang leader untuk lebih mendekat. “Aku sudah menunggumuimu selama berjam-jam dan saat bangun kau ingin meninggalkanku begitu saja? Jahat sekali.”

Yunho merasakan kepalanya berputar. Jaejoong, Jaejoong, Jaejoong. Bagaimana—kapan—kenapa dia bisa berada di sini? Puluhan pertanyaan berenang-renang di otaknya seperti ikan kecil. Yunho bingung. Ragu sekaligus takut untuk memastikan kalau sosok di hadapannya ini benar-benar bukan khayalan. Benarkah Jaejoong?

Tangan sang lead singer dengan mudah meraih saklar lampu duduk di bedside Yunho dan menyalakannya.

Click.

Yunho mematung mengamati paras flawless itu berada di hadapannya. Sepasang mata doe-eyes yang sedikit bengkak dan merah karena air mata menatapnya dengan pandangan rindu. Hidung mancung itupun ikut memerah, dan sepasang bibir plum yang bergetar itu mulai menggumamkan namanya dengan kelembutan yang membuat sang leader kembali mendapatkan oksigennya.

“Yunhoyah…”

Namja tampan berambut brunette itu tak punya pemikiran apapun kecuali menarik sang lead singer dalam dekapannya yang hangat. Dia merasakan air mata Jaejoong membasahi bagian dadanya. Dan Yunho sendiri tak bisa mencegah cairan transparant itu mengalir keluar dari mata almondnya.

“Kau tidak minum obat tidur lagi, kan?” Jaejoong bertanya dengan suara yang sedikit teredam. Yunho mengangguk dan mengecup pucuk kepala Jaejoong lembut.

“Apa kau makan makanan sehat selama—selama kita berpisah?” Tanya Jaejoong lagi, kali ini suaranya terdengar pecah mengucapkan kata ‘berpisah’. Yunho menanggapinya dengan seruan ‘ne’, menciumi dahi dan pipi kekasihnya secara bergantian.

“Aku pulang, leader-sshi… Kami pulang.” Ujar Jaejoong di tengah tangisnya yang semakin menjadi. Yunho mempertemukan wajah mereka lebih dekat, menghapus air mata di pipi tirus Jaejoong dengan bibir bow-shaped-nya. Jaejoong menyelipkan tangannya di belakang leher Yunho. Sang leader memiringkan wajahnya sedikit untuk mempertemukan kedua bibir mereka. Mereka berciuman untuk pertama kali semenjak perpisahan menyakitkan itu menarik mereka ke dalam dua dunia yang berbeda.

“Yun-ah, tidakkah kau penasaran siapa yang memindahkanmu kesini?” Tanya Jaejoong ringan setelah mereka melepas ciuman mereka. Yunho masih membenamkan wajahnya di lekukan leher Jaejoong.

“Hmm, ya? Siapa?”

“Changmin, Yoochun, dan Junsu.” Jaejoong menjawab dengan senyum mengembang, “Kau terlalu pulas seperti zombie, terpaksa kusuruh mereka bertiga menggotongmu sampai kemari.”

Yunho terdiam, lalu menatap ke arahnya dengan mata berbinar seperti anak berumur lima tahun. Jaejoong terkekeh, Yunho langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan cepat keluar dari pintu kamar. Jaejoong membuntutinya dari belakang.

“Uri big babies…” komentar namja berkulit alabaster itu sembari bersandar di ambang pintu. Yunho sedang memasang ekspresi aneh yang tak terdifinisi, tercampur aduk antara senang, terharu, dan perasaan ingin memeluk semua membernya. Yoochun, Junsu, dan Changmin sedang tertidur di atas sofa. Yoochun sedang membaringkan kepalanya di pangkuan Changmin. Sementara sang magnae dan si dolphine masih memegang joystick di tangan mereka. Pemandangan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu…

Yunho merasakan matanya berair lagi.

Selesai mengamati ketiga ‘anaknya’ yang masih tertidur, leader DongBangShinKi itu berbalik pada kekasihnya yang masih berdiri di ambang pintu. Jaejoong memekik kaget ketika Yunho tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan menggendong dirinya di punggung.

“Yah! Jung Yunho! What do you think you are doing?” Protes Jaejoong disertai kekehan.

“We are going to make babies.” Yunho menjawab lantang, Jaejoong menyikut pinggangnya dengan seruan “Silly Jung!”

Kedua sosok itu menghilang di balik pintu kamar sang leader yang terletak di pojok ruangan.

**

They will create new memories, new stories, and new love that will linger forever till the deaths do them apart.

**

“Saranghae…” bisik Jaejoong di tengah deruan nafasnya yang terengah-engah. Yunho yang berada di atasnya membalas, mengecup bibir cherry namja cantik itu untuk kesekian kalinya.

“Na do saranghae.”

**

Because memory—It’s a seal—a bond that will keep you tied up to the one you love.

-***-

END

-***-

27 thoughts on “[Fanfiction] Lingering Memories – @andienyj

  1. ceritanya simpel tp ngena bgt, angst-nya kerasa tp manisnya jg kerasa, aish. aku takut bgt kirain leader jung uda gila pas dia keinget terus sama masa lalunya, flashbacknya wkt msh sama2 brg jaejoongie ;__;
    endingnya, db5k kumpul berlima lg, ga bs bayangin YooSuMin tidur brg dengan junsu tidur msh memegang joystick huwaaaaaaa..
    Aigoo❤ it!

  2. Ndiiin,,
    Hwaiting ya wat lomba x!

    Ahh fluffy. I love fluffy!!
    Dgn alur maju mundur. Tp g bikin pusing. Cara penyampaian jg enak, mudah d mengerti..

    Ahh~
    Yunpa penurut jg ya. Walo puxa masalah dgn tidur ma makan. C mom yg udah ngingetin, d turutin walo sdg ‘berpisah’.
    Pikiran yunpa yg inget tntg masa lalu gr2 insomnia x, ampe bsa berhalusinasi. Kacian dah 2 hari g tidur..
    Ending x q suka! Yunpa lum sadar sepenuh x seudah bsa tidur lelap. Pas sadar lgsg keluar nyamperin ‘baby2’ x,hehe
    Seneng x!!

  3. sukses!!
    mata saya berkaca-kaca T__T
    bener2 kangen uri oppadeul…ya Alloh T_T
    hmmm…10th yg lalu saat hug,,brrti ni crtanya th 2014??#bener gak sih#
    lama bgt thor mereka comeback5 nya *pout*
    nice…im so touch^^

  4. Wuah unn~
    Kereen..
    Pagi2 baca yg beginian,
    Terharu~
    Speechless aq bacanya..
    Ngena bnget :’)
    Yunpa wlaupun gda jeje tpi ttep inget sama nasehat jeje..
    aq harap mereka bener-bener bisa bersatu lagi secepatnya.. :’)

    AKTF~!😀

  5. Wkt yun trbyang masa lalu ttg obt tdr, q udh brkaca2, akhry d akhr q nangs jg.

    q suka kta2 “They will create new memories, new story, and new love that will linger forever till the deaths do them part”

    owh dean, u emg spesialis angst, tiap bc ff u slalu mewek.

  6. Smakin kangen sama JYJ, smoga yg ada di ff ini bisa jd nyata, JYJ bisa balik ke TVXQ u,u
    Benar2 pengen mewek, author pintar bikin angst ya, mengena bgt T.T

  7. Ga nyangka ending-nya jadi adorable karena kedatangan JYJ dan mereka bisa memulai hidup baru. Always keep the faith, never giving up to hope they’ll come back as five. ^^

  8. andaikan ini beneran T-T

    awalny ak kira yunho ny semacam…. err….. gila gitu? *yunho nyiapin golok*
    b-bukan g-gitu!!
    gila gara” ditinggal jeje soalnya😀

    sweet skali ceritany, like it ^^

  9. hhwwee sweetna,,fluff ma angstna krasa bersamaan(?),,flashbackna jg gg kbanyakann,,,rasana pass(?) deh pokokna,,wkwk komentq uda kgk keitung,,

  10. Speechless…mewek (╥﹏╥) ikut ngrasain gimana perasaannya Yunpa…kangen 1/2 hidup sam̶̲̅α̇ Jaema and YooSu kapan mereka kumpul ber5 lagi…
    Ya اَللّهُ kangen bangeeeeeet…nget…nget..nget!!
    Baca ini ff kangennya makin nyesek, tapi semoga ending’a menjadi kenyataan…Amin

  11. uwaaaaaaa >_< sampe nangis saking kangennya sama mereka saat berlima.. sudah selama ini terpisah, sudah selama ini ada JYJ dan TVXQ yg berkarya sendiri-sendiri, tetep aja ngga relaaaaaaaaa!!!!

    ~ahhh, ending yg sempurna ♥

    gomawo author シ

  12. Aaaaaaakkkk sedih tapi nerakhir bahagiaaaa :”) seneng bangeeeet :”) semogaaa ini biaa jd kenyataan ya :”) semuanya bisa bersatu lagi :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s