[Fanfiction] LOST – @Proud_jae


[ Fanfiction & Fanart Fanficyunjae Contest 2012 ]

@Proud_jae – Fanfiction

Silakan bantu menilai dengan tinggalkan komentar / like jika chingu suka postingan ini🙂

– LOST –

 

Pairing: Yunho dan Jaejoong, Other Cast: Kim Junsu (Jung Junsu),Kim Junho (Jung Junho), Choi Siwon, Shim Changmin. RATE:PG-17. GENRE: YAOI,Romance,Angst*Maybe*

*****

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Entah kapan datangnya hal itu.

Tapi aku berharap, perpisahan itu tidak akan datang kepada kita.

.

BRAKK!

Seorang namja dengan wajah memerah menggebrak meja ruang tamu, keras. Terlihat jelas bahwa emosi namja  itu sudah memuncak pada titik maksimum.

“KAU SELINGKUH DI BELAKANGKU, BUKAN? JAWAB!” teriaknya, namja yang dibentak—yang ada di depannya—hanya bisa menunduk, ia tidak berani membantah. Karena bagaimanapun, ia tahu namja di hadapannya ini tidak akan mendengar apapun yang akan dikatakannya.

“Baiklah, kalau itu maumu, aku pergi! LEBIH BAIK KITA CERAI!”

Kedua bola mata hitam itu membulat dengan sempurna. “A-apa? Tunggu, Yunnie!”

Tapi namja tampan itu tak mendengarkan, ia melangkah keluar rumah, dan meninggalkan orang yang dibentaknya tadi.

“Yunnie, tunggu dulu! Aku—”

“Diam! Aku tak mau mendengar apapun darimu!”

Namja cantik itu berusaha mengejar kekasihnya. Ia terus saja berlari tanpa mendengarkan larangan yang terlontar dari Yunnie-nya.

“Yunn—awass!!”

CKITT!! BRAKK!

Tubuh namja  tampan itu terlempar cukup jauh dari posisi awal ia berdiri. Tergeletak tak berdaya, napasnya perlahan mulai melemah, dan pandangannya pun mengabur.

“Joo…ngie…”

 

L O S T

by: Han Jaehyun Cassie

.

Yunho  POV

Hujan gerimis masih terlihat di tengah gelapnya malam. Membentuk butiran air kecil yang menetes dari atap rumah hingga akhirnya jatuh dengan lembut di jendela, membentuk sebuah garis, nampak seperti membentuk jalan. Kuikuti aliran itu dengan jemariku, mataku memandang kosong, menatap keluar jendela. Hujan di luar seolah sedang mewakili hatiku saat ini. Alunan musik klasik yang diputar di salah satu ruangan sayup-sayup terdengar memenuhi kamarku yang kosong, tak tertinggal apapun. Ya, aku memang sengaja mengosongkan seluruh isi kamarku—ah, atau lebih tepatnya kamar kami. Tapi itu dulu, sejak kepergiannya untuk selamanya, aku tidak ingin menyimpan semua barang yang akan mengingatkanku pada sosok itu, terlalu sakit rasanya.

FLASH BACK

Suara kereta terdengar memekakkan telingaku ditambah lagi bunyi jam weker yang sedari tadi tidak mau berhenti berbunyi. Dengan malas, kusingkap selimut dan mulai bangkit. Mataku sedikit melirik ke samping, mencari sosok yang semalam tidur di sebelahku.

Kosong.

‘Hoamm… Paling Boojae sedang sibuk di dapur.’ batinku seraya mulai berbaring lagi. Badanku sangat berat untuk digerakkan pagi ini, mengingat apa yang baru saja kami lakukan tadi malam. Tanpa sadar, aku menyeringai kecil mengingat kejadian tadi malam.

Yunnie, kau ini. Jam wekermu sudah bunyi dari tadi, tahu. Seharusnya kau bangun lebih awal. Bukannya hari ini kau ada jadwal meeting?” seorang namja berteriak tepat di sebelahku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku. Tapi aku malah menggeliat, dan menarik tangan namja cantik itu hingga menindih tubuhku.

Morning Kiss~” pintaku, manja. Kim Jaejoong, nama namja yang sangat aku cintai itu memasang wajah cemberut yang membuatku semakin ingin mencium bibir Cherry-nya.

“Ya! Kau ini pervert sekali. Aku tak mau! Lihat yang kau perbuat semalam sampai bibirku bengkak begini.” ujarnya. Tapi aku tidak peduli, segera kukeluarkan jurus andalanku, Puppy Eyes ditambah Innocent Face! Hahaha…

Namja itu mendesah panjang, aku tahu kalau aku sudah mengeluarkan jurus andalanku ini, dia pasti tidak akan bisa menolakku. Jaejoong mulai mendekatkan bibirnya ke arahku dan mengecup bibirku sekilas.

Chuu~

“Sudah, ‘kan? Huft… cepat bangun, kau bau sekali!” Jaejoong menutup hidung dengan kedua tangannya dan berpura-pura memasang wajah jijik. Aku hanya terkikik geli melihat ekspresinya yang begitu menggelikan di mataku.

END OF FLASH BACK

Kupejamkan mataku, kenangan tentang namja itu begitu kuat di kamar ini. Hujan di luar rupanya bertambah deras, bahkan petir mulai saling sahut bersahutan. Kusandarkan bahuku tepat di samping jendela, butir-butir air yang jatuh perlahan sekarang terlihat seperti air yang ditumpahkan dari ember. Aku mendesah berat, karena terlalu terlelap dalam kenangan tentangnya, aku bahkan lupa untuk mengisi perutku.

Kupaksa tubuhku untuk melangkah menuju dapur, meski berat. Aku berjalan ke dapur, tanpa menyalakan lampu yang ada di sana. Karena aku takut, aku terlalu takut ketika aku menerangi ruangan ini, aku akan semakin sadar bahwa orang itu telah pergi. Kubuka lemari es dan kuteguk sekaleng bir yang ada di lemari pendingin. Tanpa sadar, mataku menuju sebuah hanger kosong yang awalnya menjadi tempat celemek hitam yang selalu menggantung dengan rapi di sana. Aku berjalan mendekati hanger itu, tanganku menyentuh dengan lembut hanger itu, seolah ada sebuah celemek di sana. Perlahan, tanganku beralih ke peralatan memasak, aku masih bisa merasakan aroma khas seseorang di sini. Ya, masih sangat jelas.

FLASH BACK

“Boojae!” kupeluk pinggang ramping yang saat itu sedang sibuk dengan berbagai masakan di hadapannya. Dia nampaknya sangat terkejut, itu terlihat sangat jelas di wajahnya saat ini.

“Ya, Jung Yunho. Kau ini bisa tidak, sih, tidak menggangguku sekali saja, eoh?” Jaejoong melirik ke arahku dan memberiku death glare.

“Hohoho… Tidak bisa, Joongie sayang. Karena aku senang menggodamu~” ucapku sambil menyeringai. Kuhirup aroma di sekitar leher jenjangnya—Vanilla, seperti biasa. Kutiup telinganya yang menjadi tempat sensitifnya, dan itu semakin membuat Jaejoong kegelian.

Yunnie~ Geli. Aku ‘kan sedang memasak. Apa kau ingin kita makan diluar lagi, eoh? Kau sudah menggagalkan masakanku yang kemarin, apa kau belum puas?” Jaejoong pura-pura marah dan memasang wajah ngambek.

Apa dia tidak sadar, kalau Wajah ngambeknya itu malah membuatku semakin ingin menggodanya? Atau lebih parah lagi, aku bisa meng-rape-nya sekarang juga. Kuputar tubuhnya hingga sekarang kami saling berhadapan. Mata bulatnya menatapku dengan pandangan polos, lebih tepatnya pasrah dengan apa yang akan kulakukan padanya.

END OF FLASH BACK

Kugelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri dengan cukup keras, berusaha menyingkirkan bayang kenangan itu. Kuteguk Birku sekali lagi, berharap itu akan membantu suasana hatiku saat ini, meski aku tahu, selamanya hal ini tidak akan manjur. Karena yang bisa menyembuhkan kerinduan ini hanya dirinya, Kim Jaejoong.

Kuambil sisa makanan kemarin, masakan Kim Jaejoong yang masih belum tersentuh sedikit pun. Kumasukkan ke dalam Microwave untuk menghangatkannya, Tteokbokki dan Kimchi.

Ting!

Suara itu menandakan Microwave itu telah selesai melaksanakan tugasnya dengan baik, menghangatkan masakan terenak sedunia. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi makanan ini benar-benar enak, mungkin karena yang memasak adalah dia.

Kubawa sebotol Bir—lagi—di tangan kanan dan Kimchi di tangan yang satunya menuju ruang santai, yang sekarang kosong. Tak ada sofa, TV, dan semua benda yang seharusnya di letakkan di ruang ini. Hanya bingkai foto besar yang terpasang di dinding, tanpa foto di dalamnya.

Kosong.

Lagi-lagi kenangan tentangnya, kenangan terindah di antara kenangan indah yang lain. Saat orangtua kami menyetujui hubunganku dengan Jaejoong, pernikahan kami.

 

FLASH BACK

Yunnie, turunkan aku! Sampai kapan kau akan menggendongku seperti ini? Malu pada Pastur dan tamu yang lain, tahu.” Jaejoong berusaha melepaskan diri dari gendongan Bridal Style-ku. Dia yang seharusnya memakai jas sudah dirombak oleh Umma Jae, Junsu, Yoochun, Changmin dan yang lainnya menjadi seorang Beauty Prince. Kini, Jaejoong yang berada di gendonganku memakai gaun panjang dengan bagian atas yang sedikit terbuka, memperlihatkan kulit mulusnya dan rangkaian bunga di atas kepalanya. Cantik sekali, bahkan dia lebih cantik dibandingkan yeoja-yeoja yang selama ini kukenal.

“Yak! 1… 2… 3… Senyum!”

Sukses sudah blitz kamera telah memotret kami dengan aku yang tersenyum dan ekspresi Jaejoong yang sedikit cemberut.

END OF FLASH BACK

Dengan tangan bergetar, kuambil Kimchi itu, dan kumasukkan ke dalam mulutku dengan perlahan. Kukunyah dengan penuh perasaan, mencoba mengambil sisa dirinya dalam Kimchi itu. Cairan bening dapat kurasakan mulai keluar dari mataku, mengalir turun melewati pipi hingga sebagian masuk ke mulutku. Asin.

“Enak, tapi sedikit pedas, Jae.” ucapku dengan suara bergetar, entah kepada siapa.

Hening.

Boo, kenapa kau tak menjawab? Seharusnya kau akan datang dan menyuruhku untuk tidak memprotes masakanmu, bukan? Kenapa kau tidak di sini dan memarahiku seperti biasanya? Kenapa kau harus menghukumku seperti ini, eoh? KENAPA?! Arrgghh!!”

Aku mulai tidak bisa mengendalikan emosiku, kupukul tembok di sebelahku, karena tidak ada benda lagi yang akan aku banting untuk meluapkan emosiku. Darah segar mengucur dari telapak tanganku. Aku menatapnya datar dan mulai tertawa kesetanan.

Kupeluk tubuhku erat, dan membenamkan kepalaku di sana. Kurebahkan tubuhku di lantai yang dingin, masih dengan posisi menekuk lutut. Berusaha menghangatkan tubuhku yang semakin kedinginan saat ini. Aku merindukannya. Aku ingin memeluk tubuhmu lagi, Jae. Aku rindu aroma itu.

*****

Ciittt..Ciiit..Ciit

Sinar matahari pagi menembus sela jendela ruang di mana aku tertidur, memaksaku terbangun dan menghadapi kenyataan. Masih dengan mata setengah tertutup kupaksa tubuhku beranjak menuju kamar mandi, mengingat aku sudah tidak membersihkan diri selama hampir tiga hari, bahkan mulai muncul bulu-bulu di sekitar dagu. Kutatap pantulan diriku di depan kaca dalam kamar mandi. Aku bahkan tidak mengenali sosok yang berdiri di sana. Penampilannya sudah seperti gembel di jalan. Benar-benar ironis.

Kucari ke mana cukur kumisku berada, biasanya dia yang menyimpannya. Mengingat kebiasaanku yang suka menaruh barang di mana saja, dan dengan mudah melupakan barang itu. Nah, itu dia. Benda itu berada di dalam lemari di atas westafel, benda yang juga mengingatkanku tentang sosok indah itu. Kutatap lama benda yang sekarang telah berpindah ke tanganku.

FLASH BACK

Yunnie~ Kau ini tampan, tapi aku rasa kau akan lebih tampan lagi jika mencukur itu,” rayunya, sembari menunjuk ke arah daguku.

“Hah? Memang kenapa? Begini juga membuatku terlihat tampan, bukan?” ujarku, jujur. Jaejoong dengan gemas mencubit pipiku.

“Iya, aku tahu, tapi apa kau tidak kasihan padaku? Setiap kau menciumku, jenggotmu itu benar-benar membuat daguku sakit, tahu!” Jaejoong melipat kedua tangannya di dada, memasang wajah cemberut.

“Aihh~ kau ngambek, ya? Aku malas, Boo, kecuali jika kau mau mencukurnya untukku~” Kuangkat dagu namja di depanku, wajahnya memerah sekarang. Senang sekali aku menggoda istriku ini. Kugandeng tangannya menuju kamar mandi, Jaejoong dengan lembut menyentuh daguku dan mulai menghilangkan bulu yang mengganggu itu. Aku menatapnya sambil tersenyum, tidak salah aku memilih pendamping hidup.

“Jae…” panggilku pelan, dia menghentikan aktivitasnya dan menatapku. Tak kusia-siakan kesempatan itu, langsung saja kucium bibirnya dengan liar, tapi lembut. Kuhentikan ciuman panas kami, dan kulihat wajahnya berubah merah padam.

“Ya! Dasar Pervert!” Jaejoong mencipratkan air ke mukaku. Aku yang tidak terima, membalas dengan hal yang sama. Akhirnya terjadilah perang air di kamar mandi. Kami berdua tertawa lepas menyadari tingkah kekanak-kanakkan kami.

END OF FLASH BACK

“Arrrggghh!!”Ku cengkram erat rambutku.Tidak,aku tidak bisa begini terus. Aku harus keluar dari rumah ini. Ya! Aku harus keluar.

Truuuttt…Trrruutt..

“Yunho hyung!” Suara itu langsung menggema di telingaku,reflek langsung ku jauhkan dari gendang telingaku.

“Hyung akhirnya meneleponku juga,Ada apa hyung? Apa kau sudah baikan? Kami khawatir dengan keadaan hyung,Hyung tidak pernah menelepon atau terlihat di kantor lagi,Hyung juga…”

“Changmin-ah,bawa aku keluar dari sini.kemana saja,ketempat aku bisa lepas dari bayangan Joongie..aku mohon.” Pintaku frustasi.

“…”

“Hyung, aku tidak tahu kemana hyung akan kubawa,itu sulit hyung.apalagi kemanapun Yunho hyung pergi,pasti ada Jaejoong-hyung.aku..”

Tuuutt..tuttt.. dengan kasar ku tutup telepon Changmin. Segera kusambar jaket disamping pintu, dengan tujuan yang tidak pasti aku nekat pergi keluar.aku tidak tahu kemana akan kulangkahkan kakiku ini,karena satu-satunya petunjuk hidupku adalah Kim Jaejoong.

Tanpa ku sadari,aku sudah berada di depan Sungai Han.sungai yang paling di terkenal keindahannya di Seoul. Angin semilir meniupkan helai demi helai rambutku. Ingin rasanya aku menangis,lagi-lagi kaki ini terus menuju kearah Namja itu.Tempat ini,mempunyai banyak kenangan indah. Setiap aku bertengkar dengannya,aku pasti tahu kemana dia akan kabur.bisa di bilang tempat ini adalah pelariannya. Sekuntum kelopak Bunga Sakura jatuh dengan lembut di atas rambutku,kuamati bunga itu.Cantik,Warnanya sama dengan warna pipinya ketika bersemu merah.. cantik sekali.

“Jae.. sekarang apa yang sedang kau lakukan disana,heum?aku rindu..sangat. kau tahu,sekarang sedang musim semi,bukankan kau sangat menyukai musim semi? Kau suka saat bunga-bunga bermekaran dan daun-daun mulai tumbuh dengan lebat,bukan?” Aku tersenyum lembut kearah langit,seolah Jae memang benar ada di sana.

“Apa kau ingat saat itu? Saat pertama kali kita berkencan?eum? Saat itu juga sedang musim semi seperti ini..”

FLASH BACK

“Huwaaa..Lihat ini,indah sekali kan, Yunnie?” Ucap seorang namja dengan senangnya berlari kesana kemari,seperti anak kecil. Dengan senyum yang terus terlukis di wajah cantiknya,dia berlari sembari mencoba menangkapi bunga sakura yang berguguran.

Joongie.., Hati-hati. Kalau berlari seperti itu kau bisa ja…” Belum selesai ku ucapkan kalimat itu, Jaejoong sudah terjatuh terlebih dahulu.dengan panik kuhampiri Namja yang kini resmi menjadi kekasihku itu.

“Kau baik-baik sajakan,Joongie? Apa ada yang terluka?” Ujarku panik.ku cek seluruh tubuhnya,seolah dia barang berharga yang tidak boleh lecet sedikitpun.

Gwaenchana,tapi aku rasa..kakiku terkilir.hehe..” ucapnya cengengesan.aku mendesah,dia bilang HANYA TERKILIR?

“Sini,aku gendong.cepat naik ke  punggungku..” perintahku.

“Ta..tapi,ini kencan pertama kita bukan?Aku tidak ingin merusak kencan pertama kita..”Ucapnya di sertai semburat merah di pipinya,warnanya sama dengan bunga sakura di sekitar kami.

“Aisshh! Kau ini benar-benar keras kepala. Aku tidak peduli ini kencan pertama atau kedua atau ke berapa. Asalkan bersamamu,aku akan selalu merasakan kencan pertama setiap saat,Arasseo?”Ujarku.sukses membuat wajahnya semakin memerah. Setelah itu aku menggendongnya terus hingga kencan kami selesai, memang melelahkan.tapi setelah melihat wajah Jae yang sangat gembira,rasa capek itu menguap entah kemana.

Saranghaeyo,Joongie..”Ucapku dan mengecup bibir cherrynya dengan lembut. Ciuman pertama kami tepat dibawah pohon sakura yang sedang mekar.

END OF FLASH BACK

Ku bekap mulutku dengan kedua tanganku,mencoba menahan air mata yang akan menetes lagi.Tidak..aku mohon,jangan lagi.Aku tidak ingin Jae melihat sosokku yang begitu rapuh seperti ini.

DUAAGGHH!

“Auwww..”Ringisku. kupegang kepalaku yang terkena bola nyasar itu,Tidak benjol.hahh~ Untunglah.

“Mi..Mianhe,Ahjussi. Aku tidak sengaja.” Seorang anak laki-laki berumur sekitar 10 tahunan menghampiriku dengan wajah yang menunduk.dia terlihat takut akan kumarahi.Ku dekati anak itu,dan berjongkok,mensejajarkan tinggi tubuhku dengannya. Ku elus kepalanya dengan lembut. Anak itu mendongak melihatku,memperlihatkan kedua mata polosnya yang masih berkaca-kaca.

“Gwaenchana~ Lain kali kalau bermain harus lebih hati-hati,Arasseo.” Ucapku dengan lembut dan mencubit pipi tembemnya.”Namamu siapa?”

“Jung Junsu.” Jawabnya masih menatapku dengan mata polosnya. Ahhh~ Mata itu,persis dengan Joongie-ku,meski tidak besar, tapi menyiratkan kepolosan dan kelembutan yang sama.

“Ahjussi aku pergi dulu, Aku harus ke tempat Umma. Anyeong..” Pamit Junsu dan langsung pergi. ‘dan sampai berjumpa lagi,Appa..’ Batin anak itu.

Setelah mengucapkan selamat tinggal,anak itu langsung pergi dan menghilang entah kemana. “Waah,Anak itu cepat sekali menghilangnya.” Ujarku. Aku mendesah lagi,huft..akhirnya aku sendiri lagi.Kutatap langit biru,Cuaca hari ini sangat cerah berbanding terbalik dengan kemarin.Tak terasa sudah 2 Jam aku berdiam di sini.Rasanya tidak ada yang ingin kulakukan lagi,aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan-Lebih tepatnya seperti itu.Aku baru sadar sekarang,Selama ini aku hidup untuknya. Sekarang,dia telah pergi,lalu,apa yang akan kulakukan dengan hidupku sekarang?

Yunnie..” Samar-samar sebuah suara memanggilku. Ku lihat sekelilingku,Suara itu,Joongie..

Boojae??Joongie? apa itu kau?Kau dimana?Kalau kau ada disini cepatlah muncul!Jangan mempermainkanku seperti ini,Boo!” Aku berlari dan terus berlari,aku benar-benar berharap suara itu memang suara Boojaeku.

“JAEJOONG!! BOO!!” Teriakku di sepanjang perjalanan. Aku tek peduli tatapan aneh dari beberapa orang.aku tidak peduli aku dianggap Orang gila atau sebagainya. Persetan dengan itu semua, yang terpenting saat ini aku dapat bertemu dengan Jaejoongie.

******

Di lain tempat..

Other POV

“Bagaimana keadaannya,Dok?? Sampai berapa lama lagi dia akan koma seperti ini? Ini sudah hampir dua tahun, Dokter Choi.” Ku guncang-guncang tubuh dokter yang lebih tinggi dihadapanku ini.Hatiku sudah tidak kuat lagi melihat sosok itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit,Beberapa selang infus dan alat pendeteksi detak jantung menempel di tubuh Namja maskulin itu.

“Tenanglah Tuan,Kami sendiri juga belum tahu pastinya. Tapi dua tahun bukanlah waktu yang lama.banyak pasien dengan kasus yang sama,baru sadar setelah sepuluh tahun.jadi,kami harap anda lebih bisa bersabar lagi dan berdoa.” Jawab Choi Siwon,Dokter yang selama ini menanganinya.

Mwo?! Jadi maksud anda,suami saya akan terus berbaring disini entah sampai kapan,begitu?? Jadi cuman segini saja kemampuan dokter terbaik di Jepang??hah?” Ujarku meremehkan. Dokter itu hanya mendesah dan menepuk bahuku,mencoba menenangkan emosiku yang meledak.

“Tuan,sebaiknya anda pulang dan beristirahat sebentar. Tuan tidak boleh lupa kalau tuan sedang mengandung sekarang.” Ujarnya. Ku tepis tangannya dan berjalan menuju sosok yang sangat aku cintai itu. Ku tatap lekat wajah tampannya yang sedikit tidak terurus itu,tampan. Kubelai lembut wajahnya mulai dari atas turun ke hidungnya yang mancung dan bibir berbentuk hati itu.

“Hei..bangunlah,apa kau tidak merindukanku,eoh?aku sekarang sedang mengandung anak kita..” Aku berhenti sebentar untuk meredam perasaanku,dan mendesah.

“Kau jahat! Kau benar-benar jahat..Yunnie.” Lanjutku dengan suara bergetar.kupeluk sosok itu dan menangis disana.

 

Yunho  POV

DEG!

Kupegang dada kiriku yang tiba-tiba terasa sakit.Perasaan apa ini? Sesak..benar benar terasa sesak hingga udara sekitar tak bisa lagi kurasa.

Joongie..Joongie..” Panggilku berulang-ulang. Aku terus berjalan sambil memegang dadaku yang terasa Nyeri. Karena terlalu Fokus dengan rasa sakit ini,Aku sampai tidak sadar,Sebuah Mobil Melaju dengan kencang menuju Arahku.

“Aaaaaaa!!”

BRAKKK..

Tubuhku terlempar beberapa meter jauhnya dari tempatku semula.bisa kurasakan seluruh tubuhku sulit untuk digerakkan,bahkan bau anyir darah tercium jelas di hidungku.

Joo..ngie..,Tunggu..khkh..A-ku..” Nafasku mulai tidak teratur dan pandangan mataku mulai mengabur,tak lama kemudian, Semua Gelap.

*****

Yunho POV

Perlahan kubuka mataku.Dimana ini?? Kenapa semua gelap? Apa ini Surga?

Aku berjalan menyusuri lorong yang kurasa tidak ada Ujungnya. Aku berteriak,memanggil siapapun yang ‘mungkin’ berada di tempat aneh ini.

“Apa kau Jung Yunho?” Sebuah Cahaya putih tiba-tiba muncul dihadapanku.karena terlalu kaget,sampai-sampai aku terlonjak ke belakang.

“Haha..mianhe,membuatmu kaget Yunho-sshi,Perkenalkan,aku adalah Malaikat penjaga dunia ini.Aku di utus-NYA untuk menemuimu.” Ujar sosok itu.

“Di-dimana ini?apa aku sudah..D.E.A.D?” Tanyaku,masih berusaha menenangkan diri.

“Hohoho..Bukan.kau belum mati,Sekarang kau sedang berada di sebuah tempat diantara dunia Makhluk hidup dan Dunia orang yang sudah Mati.”Jelas malaikat itu.

“Jadi…,untuk apa Tuhan menyuruhmu menemuiku?”Tanyaku bingung.Sosok itu tersenyum lembut dan mendekatkan dirinya lebih dekat lagi kearahku,Sontak aku mundur bebrapa langkah kebelakang.

“Aku disini.diutus untuk membawamu keduniamu,Yunho-sshi. Tuhan memberimu satu kesempatan lagi untuk hidup.”

Bagaikan mendapatkan Dorprize yang besar,Kalimat itu membuatku sangat gembira..Tapi,untuk apa aku hidup kalau tidak ada Joongie?

“Hahaha..Yunho-sshi,tenang saja.Dunia yang kumaksud adalah dunia tempatmu dan seseorang yang kau cintai hidup bersama-sama.Jadi,kau tak perlu cemas,ikuti saja petunjukku.” Malaikat itu menjelaskan jalan yang akan kulalui untuk pulang.Dia menyuruhku untuk terus berjalan Lurus,dan aku akan menemukan pintu untukku pulang. Tapi…

“Apa-apaan ini?? Pintu disini banyak sekali? Kalau begini,bagaimana bisa aku pulang?” Gerutuku.ku acak rambutku dengan Frustasi.

Yunnie..Yunnie” Suara itu lagi-lagi muncul lagi.kali ini bukan hanya sebuah suara,Tapi sosok itu ada disini,Sosok Namja cantik itu,yang selama ini menghantuiku,sedang tersenyum dan berdiri di sebuah pintu berwarna emas paling pojok. Tanpa pikir panjang lagi,aku berlari menuju sosoknya,dan masuk kedalam pintu berwarna emas tersebut.

** (At Seoul International Hospital)**

Jaejoong POV

“Hoaahhmm..Sudah berapa lama aku tertidur disini,jam berapa ini?” Dengan mata yang masih setengah terbuka,kutengok jam dinding besar di sebelahku.rupanya jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 dini hari. Kugerakkan tubuhku yang terasa kaku dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan muka.

Yunho POV

Setelah melewati pintu emas tadi,aku merasakan sesuatu yang sangat besar menarikku dan mengombang-ambing tubuhku diudara.terakhir,aku terlempar masuk kedalam sebuah tubuh,yang tak sempat aku lirik milik siapa tubuh ini. Aku mulai merasakan udara segar masuk ke dalam hidungku,kucoba menggerakkan jari-jari tangan yang terasa kaku,seperti mayat.Ku paksa untuk membuka kedua mataku,berat sekali.rasanya seperti ada Lem perekat tertempel di sana.

“Aku..Dimana ini?” Setelah berhasil membuka mataku sepenuhnya,pemandangan pertama yang kulihat hanya tembok berwarna putih dan bau obat-obatan di sini. Terdengar gemericik air dari dalam  kamar mandi,kulihat seseorang mendekat kearahku.Mata kami saling memandang satu sama lain.

Yun..yunnie?”Ucap Namja itu,kedua tangannya menutup mulutnya yang bergetar, bisa kulihat air mata menetes dari mata Bulatnya yang indah,Mata  itu memancarkan kegembiraan dan kerinduan yang besar.

Joo..Joongie?Kau..masih hidup?” Ucapku terbata-bata.bibir ini terasa berat sekali untuk digerakkan,seperti sudah beberapa tahun lamanya terus terkatup.

“Ssssttt..Jangan bicara dulu,akan kupanggilkan Dr.Choi.” Kubiarkan Jaejoong pergi,meski berat. tubuhku masih terasa lemas sekali sekarang. Tak berapa lama Jaejoong dan seorang Namja-yang aku tebak pasti dokter yang Jae maksud-mendatangiku dan memeriksaku. Karena masih terlalu lelah,akupun tertidur.

*****

“Yunniiee~ apa kau sudah merasa baikan?aku membawakanmu bubur rumah sakit,meski tidak enak,kau harus memakannya,Ne..” Ujar Jae dengan senyum yang terus terkembang di wajah cantiknya. Beberapa jam setelah aku terbangun dari tidurku,Jae langsung menghambur kedalam dadaku dan menangis disana. Ku elus punggungnya yang terasa sangat rapuh dimataku,tanpa mengucap satu patah kata pun. Kali ini tiba-tiba saja Moodnya berubah dengan Cepat.Setelah menangis selama beberapa jam,dia ijin keluar dan datang kesini dengan bubur ditangannya.tanpa mendengar ajakannya –makan bubur- tadi,Ku rengkuh tubuhnya dan ku benamkan kepalaku dibahunya.

“Syukurlah..Syukurlah kau masih hidup,Joongie. Aku kira..kau..” Kata-kataku berhenti,aku tidak sanggup membayangkan jika hal itu benar benar terjadi pada Joongieku.

Apa maksudmu,Yun??Hei..ada apa?seharusnya yang bertindak seperti ini aku,’kan?Seharusnya saat ini aku marah padamu,kenapa kau tertidur lama sekali,Pabo!”Ku rasakan bahu Jaejoong terguncang dengan keras.

“Kau Koma lama sekali,hampir dua tahun,kau tahu?Kau..benar-benar membuatku khawatir,Yunnie pabo!” Jaejoong menangis sambil sesekali memukul dadaku pelan. Aku tercengang… Jadi,selama ini yang aku alami hanya mimpi?Jadi aku bermimpi saat aku sedang sekarat?

Mianhe Joongie.. Jeongmal Mianhe. Kau tahu?Selama ini aku bermimpi,kau lah yang tertabrak.aku bermimpi kau meninggalkanku untuk selama-lamanya.Aku takut. Aku sekarang sadar,aku tidak akan bisa hidup tanpamu.tidak akan bisa..” Ucapku Jujur. Ku lepas pelukanku pada tubuh Jaejoong,ku kecup dengan lembut Bibir Cherrynya,melepas kerinduan satu sama lain. Lama kelamaan ciuman itu semakin panas.

“Boo,kenapa kau bertambah gendut sekarang?”Tanyaku selepas kami berciuman. Jaejoong tersentak dan menunduk.Semburat merah terlihat jelas dikedua pipinya.

“Kau tak akan percaya jika aku mengatakan hal ini.” Ucapnya. Keningku berkerut,tak seperti biasanya Jaejoong seperti ini.

‘Ayolah Boo, aku janji.aku akan percaya apapun yang akan kau katakan.Yakshok!” Ujarku meyakinkannya.Jariku membentuk tanda “V” untuk lebih menyakinkannya.

“Baiklah..Aku..Hamil,Yunnie. Sudah 4 bulan ini.” Ujarnya malu-malu.

“….” Aku terdiam seperti orang bodoh. Bagaimana mungkin?apa aku salah dengar? Jaejoong hamil? “ Boo,Kau serius?” Tanyaku sekali lagi dan hanya di jawab Jae dengan anggukan.

“YEAAYYY! Aku akan menjadi seorang appa! YAYY!” Ujarku. langsung ku peluk namja yang sangat aku cintai itu,dan menciumnya berulang kali.

Gomaweo..Joongie.Gomaweo Chagiya.” Ucapku senang.” Aku akan menjadi seorang Appa! dengar semuanya,AKU AKAN MENJADI APPA!” Teriakku, Joongie berusaha menenangkanku,agar tidak mengganggu pasien lain.tapi-seperti biasa- aku tidak peduli.

*****

7 Tahun Kemudian…                            – Jaejoong Pov-

“Umma~” “Joongie~” “Kami laparr~” Ucap kedua namja itu berbarengan.Aku menggeleng melihat kekompakan, Ayah dan Anak ini.Kalo soal beginian,jangan ditanya lagi kekompakan mereka. Setelah menghidangkan makanan pesanan mereka,aku ikut duduk di hadapan kedua Namja tampan ini.

Umma,Hari ini aku ada pertandingan sepak bola di sekolah,Appa dan Umma datang yah..”Pinta Jung Junsu dengan mulut yang penuh Omelet,Ku cubit pipinya yang tembem dengan gemas dan kuacak-acak rambutnya.

“Tentu saja Appa dan Umma akan datang,ngomong-omong Hyung-mu mana?kenapa Junho belum turun sih?”Tanyaku dan melongok ke kamarnya di lantai dua.  “Iya Umma,aku turun.” Belum sempat aku berteriak,dia sudah keluar kamar dan turun tangga dengan terburu-buru.

“Umma,Hari ini aku sarapan di sekolah.”Pamitnya setelah menghabiskan segelas susu. “Appa,Ppali, Aku lupa,hari ini ada piket kelas.”Ucapnya sambil menggeret lengan Yunho. Junsu yang selesai makan,menghambur kearahku untuk memberikan kecupan dikedua pipiku. “Ya!Jung Junho! Kau tidak mau mencium Umma dulu,eoh?”

“Ne,Umma.Chuu~”Kecupnya.Aku mengacak-acak dengan sayang di kepalanya. “Kami berangkat dulu~” Pamit Junho dan Junsu kompak dan langsung masuk kedalam Mobil.

“Hei,Jung Yunho! Kau tidak mau menciumku dulu?” Ucapku dengan bibir mengerucut kedepan.Yunho terkekeh geli,dia mendekat kearahku,dan menarik pinggang rampingku kearahnya.Dia mulai mencium bibir cherry-ku,dihisapnya bibir bagian atasku dengan keras,membuatku mendesah nikmat.Lidahnya mulai masuk kedalam mulutku dan mengajak lidahku bertarung.

“Appa! Kenapa kalian malah berciuman didepan pintu sih?kami kan belum cukup umur? Hufft,dasar orang dewasa.” Ucapan Junho menyadarkan kami. dengan semburat merah di pipi,Kulepas pelukan kami dan mengantarkan keberangkatan mereka.

Saranghae Boo,Saranghae Youngwonhee..” Bisik Yunho sebelum pergi.

“Nado Saranghae,Yunnie.” Ucapku lalu mengecup bibirnya sekilas.

TAMAT

Like and Comment please. Dont be a SILENT READER! Ghamsahamnida~ ^0^

 

18 thoughts on “[Fanfiction] LOST – @Proud_jae

  1. Yunppa koma 2tahun ? Lah yunppa sadar jemom hamil 4 bulan ? Itu anak saposee.. #plaakkk
    xixixixi.. Aq yg salah apa gimaana nih.. Mungkin aq yg pabo..hihi..

  2. Bwahaha… Itu hanya Tuhan dan Yunjae yang tahuu..wkwkwk #NgeLess.Author diri juga bingung tuh anak sapoo? *Lho(?) #dBakarReader. Btw,Gomaweoyo~ udh mau baca n Comment FF gaje ini..*DeepBlow.😀 #TebarFotoYunjae

  3. Bwahaha… Itu hanya Tuhan dan Yunjae yang tahuu..wkwkwk #NgeLess.Author sendiri juga bingung tuh anak sapoo? *Lho(?) #dBakarReader. Btw,Gomaweoyo~ udh mau baca n Comment FF gaje ini..*DeepBlow.😀 #TebarFotoYunjae

  4. Ga jadi mati. Syukur dah. :’D
    Mereka hidup bahagia & punya anak. Mengharukan~
    Tragedi buanget kalo mereka pisah. Kirain mati beneran. T^T
    All hail YunJae! \o/
    Ganba! Ganba!
    Arigatou,
    ~tsu

  5. Hwahha..gak mungkin banget author tega misahin nereka,YUNJAEkan Couple sepanjang masa yang tak akan terpisahkan selamanya..#Lebay. Gomaweo comment.x~😄

  6. sayang banget berasa kurang pas ma waktu koma yunpa n usia kehamilan jaema,perlu direvisi😛
    yah yang penting yunjae happy endinglahh

    • nyahaha..nggak mungkin Jaema Author bikin mati~ kasihan ntar Yunpa jadi menduda dong..wkwkwk..
      Btw,Gomaweo comment.x~😄

  7. Hwaaaa~ terharu q..aku kira yang mati joongie..ternyata cuman di mimpi yunpa Ya..haha,Daebakk,chingu~😄

  8. mau tanya! *ngacung*
    itu komany 2 taun kan ya? kok hamil 4 bulan?
    jangan” jeje………
    bercanda ding, hehehe :DD

    akhirny yunho sadar…. trus bisa punya happy family deh!
    yahooo~~! ^^

  9. aq ngrasa rada bingung*garuk”innocent-pabbo*,,appa koma ampir 2thn kan??lha kok umma hamil 4bln??,,jgn” umma beneran selingkuhhh,,,hayooo anak siapa tuh junhojunsu??*digeplakyj*

  10. Ku bingung nih…(>_<)

    …yunpa koma selama 2thn..τρ ko jaema hamil 4bln??????
    Apa waktu yunpa lagi koma mereka NCan juga….#garuk” pala…

    Ya wislah apakata author aja ah!! Ku cuma baca and komen…τρ ceritanya bagus!!

    YunJae family happily ever after..yuhhuuu!!!

  11. Jaema koq hamil 4bln iaaa??? Pdhl kan yunpa koma 2thn (¬_¬˚)
    Tp gpp..yunjae bsatu (⌒˛⌒)

  12. Mian author yg baik hati dan tidak sombong,,
    Aku cuma mw koment,

    Kok Koma 2thn. Tp jaemma hamil 4bulan???

    rada riskan yah,, meski hanya ff tp ttp ajah engg nyambung ,,
    Klo koma 2 bulan, tp hamil 4 bulan masih nyambung dah

    Jgn marah ya author,, saya cuma mengungkapkan perasaan heheh😄,, (‾⌣‾)♉ tp jalan ceritanyya over all OK ^^

  13. Q heran yunho kan komanya hampir 2 tahun, truz bru ja sadar… Jaejoong hamil 4 bln itu anak siapa? Masa’ suami koma 2 tahun istrinya hamil 4 bln, selama 4 bln t’akhir si istri b’hubungan ma siapa? Klo koma’y cuma 2 bln percaya deh tu anak suaminya… Sedangkan sperma msa hidupnya 2-3 hari stlah ejakulasi, n ovum 24 jam msa hidupnya stlah ovulasi… Jd jaejoong hamil anak siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s